Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Tujuan Untuk mengamati dan mengidentifikasi karakter morfologi yang dimiliki oleh ikan dari kelas osteicthyes 1.2.Dasar Teori Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27.000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes) (Fitriah, 2011). Bentuk tubuh ikan antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh ini pada umumnya disebabkan oleh adanya adaptasi terhadap habitat dan cara hidupnya. Adapun bentuk-bentuk tubuh ikan tersebut dibagi menjadi simetri bilateral yaitu ikan apabila dibelah ditengah dengan potongan sagittal, maka akan mendapatkan hasil yang sama persis antara bagian kiri dan bagian yang kanan. Dan non simetri bilateral yaitu ikan yang apabila dibelah ditengan dengan potongan sagittal, akan menghasilkan potongan yang berbeda antara bagian kiri dan bagian yang kanan (Kimball, 1998). Menurut Sumanto (1994), dilihat dari bentuk tubuh terutama dari penampang melintang, ada beberapa macam bentuk tubuh ikan simetri bilateral, yaitu: 1. Pipih (kompres), yaitu ikan yang bertubuh pipih atau dengan katalain lebar tubuh jauh lebih kecil dibanding tinggi tubuh dan panjang tubuh,

2. Picak (depress), yaitu ikan yang lebar tubuhnya jauh lebih besar dari tinggi tubuhnya, 3. Cerutu (fusiform), yaitu ikan dengan tinggi tubuh yang hampir sama dengan lebar panjang tubuhnya beberapa kali ukuran tingginya, 4. Ular (sidat), yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai belut atau ular, 5. Tali (filiform), yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai tali, 6. Pita (taeniform/flattedform), yaitu ikan yang bentuk tubuhnya memanjang dan tipis menyerupaipita, 7. Panah (sagittiform), yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai anak panah, 8. Bola (globiform), yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai bola, 9. Kotak (ostraciform), yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai kotak. Menurut Sugiri (1989), bentuk sirip pada ikan baik sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang (dubur) maupun sirip ekor beraneka ragam. Pada dasarnya ada sepuluh macam bentuk sirip ekor antara lain: 1. Sirip ekor bercagak seperti pada ikan mas (Cyprinus carpio), ikan tawes (Puntius javanicus), ikan bawal (Pampus sp.), dan sebagainya, 2. Sirip ekor berpinggiran tegak, seperti pada ikan buntal (Tetraodon sp.), 3. Sirip ekor berpinggiran tegak, seperti pada ikan tambakan (Helostoma temmincki), 4. Sirip ekor berlekuk kembar, seperti pada ikan Scatophagus argus, 5. Sirip ekor berbentuk membundar, seperti pada ikan gurame (Osphronemus gouramy), 6. Sirip ekor berbentuk bajir, seperti pada ikan bloso (Glossogobius sp.), 7. Sirip albus), 8. Sirip ekor berbentuk sabit, seperti pada ikan tongkol (Euthynus sp.), 9. Sirip ekor berbentuk episerkal, dalam hal ini ekor bagian atasnya lebih panjang dibanding ekor bagian bawahnya seperti yang terdapat pada ikan atlantik sturgeon (Acipencer oxyrhynchus), ekor berbentuk meruncing, seperti pada ikan belut (Monopterus

10. Sirip ekor berbentuk hiposerkal, dalam hal ini ekor bagian bawah lebih panjang disbanding ekor bagian atasnya seperti yang terdapat pada ikan caracas (Tylosurus sp.). Menurut Haryono (2009), mulut pada ikan memiliki berbagai bentuk dan posisi yang tergantung dari kebiasaan makan dan kesukaan pada makanannya (feeding dan foot habits) perbedaan bentuk dan posisi mulut ini juga kadang diikuti dengan keberadaan gigi dan perbedaan bentuk gigi pada ikan. Bentuk mulut pada ikan dapat digolongkan dalam : 1 . Mulut terminal, yaitu posisi mulut berada di bagian ujung kepala, 2 . Mulut inferior, yaitu posisi mulut berada dibagian agak bawah ujung kepala, 3 . Mulut superior, yaitu posisi mulut berada dibagian agak atas ujung kepala. Bentuk, ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Sisik ikan mempunyai ukuran dan bentuk yang beraneka ragam, yaitu sisik ganod yang merupakan sisik besar dan kasar, sisik sikloid berbentuk bulat jika diamati akan tampak lingkaran yang berbeda-beda, pinggiran sisik halus dan rata. Stenoid bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. Sisik placoid merupakan sisik yang lembut. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut, sedangkan ikan-ikan yang hidup diperairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar (Effendie, 1997).

BAB II METODE 2.1.Alat dan Bahan No 1 2 3 4 5 Alat Kaca pembesar Jangka sorong Baki plastik Peralatan bedah Jumlah 1 1 1 1 set Kapas Klorofoam Ikan mas (Cyprinus carpio) Ikan mujair (Oreochromis sp.) Ikan patin Bahan Jumlah Secukupnya Secukupnya 1 ekor 1 ekor 1 ekor

2.2.Cara Kerja

Spesimen (ikan mas, ikan mujair, ikan patin) Digambar dilembar kerja Diidentifikasi dengan buku identifikasi Dibandingkan Hasil

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1.Hasil Pengamatan A. Ikan mas (Cyprinus carpio) Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Chordata : Osteichthyes :Ostariophysi : Cyprinidae : Cyprinus : Chyprinus carpio Morfologi Sirip ekor forked Memiliki jari-jari sirip dorsal saja Rumus sirip. Sisik tipe sikloid Jumlah sisik pada gurat sisi 24 buah Jumlah sisik melintang badan 14 buah Pengukuran Panjang total Panjang standar Panjang kepala Panjang batang ekor Panjang moncong Tinggi sirip punggung Pangkal sirip punggung Diameter mata Tinggi badan Panjang sirip badan Gurat sisi : 5,93cm : 4,49cm : 1,65cm : 0,42cm : 0,35cm : 0,58cm : 1,91cm : 0,74cm : 0,46cm : 1,80cm : 0,73cm : 2,43cm Gambar pribadi Literature

Jumlah sisik di depan sisik dorsal 7 Tinggi batang ekor buah Jumlah sisik disekeliling batang ekor 4 buah Tipe mulut terminal Bentuk gigi. Bentuk badan keeled Jumlah sisir pada insang 25 buah

B. Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Chordata :Actinopterygi : Percyformes : Cyprinidae : Oreochromis : Oreochromis mossambicus Morfologi Sirip ekor rounded Memiliki jari-jari sirip dorsal saja Rumus sirip D 26 Sisik tipe stenoid Jumlah sisik pada gurat sisi 28 buah Jumlah sisik melintang badan 11 buah Pengukuran Panjang total Panjang standar Panjang kepala Panjang batang ekor Panjang moncong Tinggi sirip punggung Pangkal sirip punggung Diameter mata Tinggi badan Panjang sirip badan Gurat sisi : 16,4cm : 13,1cm : 4,48cm : 1,83cm : 1,4 cm : 0,67cm : 7,5 cm : 0,96cm : 1,63cm : 4,23cm : 3,7 cm : 8,88cm Gambar pribadi Literature

Jumlah sisik di depan sisik dorsal 5 Tinggi batang ekor buah Jumlah sisik disekeliling batang ekor 3 buah Tipe mulut terminal Bentuk gigi villiform dalam 3 baris Bentuk badan keeled Jumlah sisir pada insang 24 buah

C. Ikan patin Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Chordata : : : : : Gambar pribadi Literature

Morfologi Sirip ekor forked Memiliki jari-jari sirip dorsal Memiliki sirip lemak Rumus sirip D VI, 1,5 Tipe mulut sub terminal Bentuk gigi. Bentuk badan flattened Jumlah sisir pada insang 11 buah

Pengukuran Panjang total Panjang standar Panjang kepala Panjang batang ekor Panjang moncong Tinggi sirip punggung Pangkal sirip punggung Diameter mata Tinggi batang ekor Tinggi badan Panjang sirip badan Gurat sisi : 12,1cm : 9,13cm : 2,58cm : 0,83cm : 0,7 cm : 1,81cm : 0,8 cm : 0,55cm : 0,8 cm : 2,35cm : 1,36cm : 6,15cm

DAFTAR PUSTAKA

Effendie, M. 1997. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Pusaka Nusantara. Yogyakarta. Fitriah, Eka. 2011. Panduan Zoologi Vertebrata. Pusat Laboratorium IAIN Syekh Nurdjati. Cirebon. Haryono. 2009. Buku Panduan Lapangan: Ikan Perairan Lahan Gambut. LIPI Press. Jakarta. Jasin, M. 1984. Sistematik Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya: Surabaya. Kimball, Jhon W. 1998. Biologi Jilid 2. Erlangga. Jakarta. Sugiri, N. 1989. Zoology Invertebrata dan Vertebrata II. IPB: Bogor. Sumanto. 1994. Fisiologi Hewan (Bio-4209). Fakultas Biologi UNS. Surakarta.