Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul KESADAHAN. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari laporan peneliatian ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar laporan penelitian ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Balikpapan, 14 November 2013

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................. Daftar Isi............................................................................................................ BAB I Pendahuluan........................................................................................... 1.1 Latar Belakang................................................................................ 1.2 Tujuan............................................................................................ BAB II Tinjauan Pustaka................................................................................... 2.1 Landasan Teori.............................................................................. BAB III Metodologi........................................................................................... 3.1 Alat dan Bahan............................................................................... 3.2 Prosedur Kerja................................................................................ BAB IV Penutup................................................................................................ 4.1 Kesimpulan.................................................................................... 4.2 Saran.............................................................................................. Daftar Pustaka....................................................................................................

i ii 1 1 1 2 2 4 4 4 5 5 5 6

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kesadahan (hardness) air berkaitan erat dengan kemampuan air untuk membentuk busa. Semakin besar kesadahan air, semakin sukit bagi sabun untuk membentuk busa karena terjadi pengendapan.

2 NaCO2C17H33+ kation2+

Kation (CO2C17H33)2+Na+

Busa tidak akan terbentuk sebelum semua kation pembentuk kesadahan mengendap. Endapan yang terbentuk dapat mengakibatkan pewarnaan pada bahan yang dicuci. Residu endapan tertahan dalam poripori pakaian sehingga pakaian terasa kasar. Demikan juga dengan kulit tangan menjadi kasar setelah mencuci. Kesadahan merupakan gambaran kation logam divalen yang dapat bereaksi dengan sabun membentuk endapan.pada perairan tawar, kation divalen yang paling berlimpah adalah kalisum dan magnesium. Kalsium dan magnesium berkaitan dengan anion penyusun alkalinitas, yaitu karbonat dan bikarbonat 1.2 Tujuan Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran/informasi mengenai kesatahan total (kalsium dan magnesium) yang dikembangkan melalui pembelajaran dengan metode praktikum skala mikro.

ii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

LANDASAN TEORI Air Sadah Kesadahan ditunjukkan dalam mg/L sebagai CaCO3 (kalsium karbonat) karena kesadahan ini dievaluasi pada kondisi konsentrasi ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+)yang merupakan ion utama penyebab kesadahan yang diendapkan dalam bentuk karbonat (CaCO3). kesadahan total dapat didefinisikan sebagai jumlah kesadahan kalsium dan kesadaham magnesium. Air sadah dapat menyebabkan kerugian berupa gangguan dan atau kerusakan baik teknis maupun terhadap kesehatan manusia. Kesadahan air dapat menurunkan efesiensi dan penggunaan sabun. Menyebabkan noda pada bahan pecah velah dan bahan flat, menyebabkan bahan linen berubah pucat, menyumbat semburan pembilas dan saluran air, Residu kesadahan air dapat melapisi elemen pemanas dan menurunkan efisiensi panas dan dapat menciptakan buih logam pada kamar mandi shower dan bathtubs Beberapa studi mengindikasikan hubungan antara kosentrasi kesadahan terutama kalsium dan magnesium dengan penyakit kardiovaskuler. Mandi dengan air sabun pada air sadah akan meninggalkan lapisan dadih sabun yang lengket pada lapisan kulit. Lapisan ini dapat menghalangi pembersihan terhadap tanah dan bakteri. Dadih sabun kulit kembali sampai normal, kondisi asam rendah dan dapat menjadi iritasi (Bambang P, dkk, 1995). Mencuci rambut dengan air sadah dapat mengeraskan permukaan rambut karena tertutup oleh dadih yang membuat rambut rapuh, mudah kotor, sulit diatur, dan tidak berkilau. Sehingga diperlukan shampoo berlebih. Pencucian dengan air lunak membuat bersih sepenuhnya, lembut, terlihat alami dan mudah diatur.

Besi (Fe) Besi merupakan salah satu unsur pokok alamiah dalam kerak bumi. Keberadaan besi dalam air tanah biasanya berhubungan dengan perlarutan batuan dan mineral terutama oksida, slulfida karbonat, dan silikat yang mengandung logam-logam tersebut (Benefield,1992)

ii

Sebenarnya adanya unsur-unsur besi dalam air diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan unsur tersebut. Zat besi merupakan suatu unsur yang penting dan berguna untul metabolisme tubuh. Untuk keperluan ini tubuh membutuhkan 7-35 mg/hari. Zat besi dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah. Unsur tersebut tidak hanya diperolehnya dari air. Sekalipun Fe diperlukan oleh tubuh, tetapi dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini.Debu Fe juga dapat diakumulsi didalam alveoli dan menyebabkan berkurangnya fungsi paruparu. Didalam standar kualitas air bersih (Kepmenkes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002) ditetapkan : kandungan besi maksimal 0,3 mg/L, penyimpanan terhadap standar kualitas ini menyebabkan rasa tidak enak didalam air, pada konsentrasi lebih 2mg/L, menimbulkan noda-noda pada alat dan bahan-bahan yang berwarna putih dan apabila konsentrasi 1mg/L menimbulkan bau dan warna dalam air.

ii

BAB III METODOLOGI

3.1

Bahan dan Alat Larutan NH3 pekat Larutan Baku MgSO4 0,05M Larutan EDTA 0,05 M Larutan buffer pH=10 Indikator EBT Pipet gondok 25 mL Gelas kimia 250 mL Labu Erlenmeyer 250 mL Buret 50 mL Gelas ukur 25 mL

3.2

Prosedur kerja Pembakuan larutan EDTA dengan larutan baku MgSO4 0,05 M Pipet 10,0 mLlarutan baku MgSO4 0,05 M masukan dalam labu Erlenmeyer 250 mL, tambahkan 30 mL akuades, 2 mL buffer pH=10, dan sedikit indikator EBT. Titrasi dengan larutan EDTA himgga terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru Penentuan Kesadahan cuplikan dengan alrutan baku EDTA Pipet 10,0 mL larutan cuplikan masukkan dalam labu Erlenmeyer 250 mL, tambahkan 30 mL akuades, 2 mL buffer pH=10, dan sedikit indikator EBT Titrasi dengan larutan EDTA hingga terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru

ii

BAB IV PENUTUP

4.1

Kesimpulan Berdasarkan temuan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan mengenai keterampilan proses siswa apada pembelajaran kesadahan air menggunakan metode pratikum skala mikro sebagai berikut : 1. Keterampilan proses melakukan observasi, komunikasi dan menalar benda 2. Keterampilan proses menggunakan alat pratikum berada pada kategori cukup 3. Urutan keterampilan proses mahasiswa dari yang paling baik adalah melakukan observasi, berkomunikasi, menalar dan menggunakan alat

4.2

Saran Dari hasil penelitian ini dapat disarankan beberapa hal : 1. Pengembangan penelitian jenis keterampilan proses sains yang lebih banyak pada topik kimia dasar yang berbeda 2. Penelitian mengenai keterampilan proses sains menggunakan alat pratikum sebaiknya dilakukan dengan jenis alat yang lebih banyak dab lembar observasi yang terperinci agar diperoleh data keterampilan mahasiswa pada penggunaan alat pratikum yang beragam 3. Keterampilan proses sains mahasiswa yang dikembangkan mahasiswa pada penelitian belum optimum, hendajnya dirancang pembelajaran yang dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan keterampilan proses sains mahasiswa baik melalui metode pratikum maupun metode yang lain

ii

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Poewardi, dkk.(1995). Pengertian Air Sadah. Jurnal MIPA.Malang ; Universitas Brawijaya. Benefield, L.D. (1992), Process Chemistry for Water and Wastewater Treatment Prentice Hall Inc., Englewood Cliff, New Jersey.

ii