Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pemeriksaan medikolegal dapat meliputi sebab kematian dan lama waktu kematian yang sangat berhubungan erat dengan tuduhan pembunuhan, karena dapat diperhitungkan antara keberadaan tersangka dengan waktu kematian (Dahlan, 2000). Menurut Prasojo (2010) dalam Simpson (2003) menjelaskan bahwa lama waktu kematian dapat diperkirakan dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh jenazah. Lama waktu kematian atau post mortem interval (PMI) tidak dapat ditentukan dengan absolut oleh ahli forensik, melainkan hanya perkiraan yang mendekati kebenarannya. Penentuan lama waktu kematian memiliki kepentingan legal yaitu menentukan kesesuaian alibi serta kesempatan atau kemungkinan kejahatan atau kekerasan terjadi (Budiyanto dkk., 1997). Lama waktu kematian ditentukan dengan pemeriksaan pada perubahanperubahan yang terjadi pada tubuh mayat, yaitu perubahan internal dan perubahan eksternal (Tsokoz, 2005). Perubahan eksternal paling banyak digunakan sebagai tanda pasti kematian, karena selain pemeriksaannya tidak sulit dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat walaupun sebagian besar penilaiannya masih subjektif. Perubahan eksternal yang dapat dinilai antara lain penurunan suhu mayat, adanya lebam mayat, dan kaku mayat serta proses pembusukan termasuk keberadaan serangga dan perubahan internal berupa perubahan biokimiawi maupun perubahan yang terjadi di dalam sel (Idries, 1997).

Diskusi mengenai pengukuran suhu perubahan dalam tubuh manusia telah selalu memainkan peran penting dalam penentuan lama waktu kematian dalam Kedokteran forensik praktek. Semua metode pengukuran suhu memiliki banyak aspek positif yang mendukung penentuan lama waktu kematian. Saat ini, suhu dubur digunakan sebagai data input untuk nomogram yang merupakan salah satu titik pengukuran. Menurut (Sprinkhuizen dkk., 2009) menyatakan bahwa perkiraan PMI akan meningkatkan dengan pengetahuan tentang nilai

spatiotemporal pendinginan subjek. Berdasarkan penelitian kurva penurunan suhu mayat akan berbentuk kurva sigmoid, dimana pada jam-jam pertama penurunan suhu akan berlangsung lambat, demikian pulabila suhu mayat telah mendekati suhu lingkungan (Idries, 1997). Beberapa literatur menjelaskan faktor yang mempengaruhi penuruan suhu mayat seperti suhu tubuh pada saat kematian, suhu medium, keadaan udara

disekitarnya, jenis medium, keadaan tubuh mayat, dan pakaian mayat (Dahlan, 2000). Pengukuran suhu saat pemeriksaan luar mayat saat ini jarang dilakukan. Penentuan lama kematian tidak hanya dilakukan pemeriksaan luar seperti pengukuran suhu mayat, lebam mayat, kaku mayat, dan pembusukan tetapi juga dapat dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan histopatologi (Khrisanti, 2010). Secara umum, semakin singkat interval waktu antara saat kematian dengan waktu pemeriksaan, maka perkiraan saat kematian akan memiliki rentang waktu yang lebih pendek, yang tentunya akan amat berguna bagi kepentingan penyidikan. Sebaliknya semakin panjang interval waktu antara saat kematian dengan waktu pemeriksaan, maka rentang waktu perkiraan saat kematian akan

lebih panjang dan lebih sulit dilakukan (Pratama, 2010). Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengajukan judul referat "Penurunan Suhu Pada Mayat sebagai Salah Satu Penilaian dalam Menentukan Perkiraan Lama Waktu Kematian. 1.2. Permasalahan Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam referat ini meliputi: 1.2.1. Apa yang dimaksud dengan lama waktu kematian atau post mortem interval (PMI) dan metode apa saja yang digunakan untuk menentukannya? 1.2.2. Apa yang dimaksud dengan penurunan suhu pada mayat atau algor mortis dan bagaimana proses penurunan suhu pada mayat? 1.2.3. Bagaimana cara pengukuran suhu pada mayat dan bagaimana bentuk gambar grafik penurunan suhu pada mayat? 1.2.4. Bagaimana cara memperkirakan lama waktu kematian berdasarkan hasil pengukuran suhu tersebut? 1.2.5. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhui penurunan suhu pada mayat? 1.3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan referat ini sebagai berikut 1.3.1. 1.3.2. 1.3.3. Untuk mempelajari ilmu thanatologi secara umum. Untuk mengetahui proses penurunan suhu mayat secara benar. Untuk mengetahui cara menentukan lama kematian berdasarkan penurunan suhu yang terjadi pada mayat.

1.4. Manfaat Penelitian Menambah informasi dan referensi terkait penurunan suhu pada mayat dan perkiraan lama waktu kematian