Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN Decompensasi Cordis Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi !

a"#$li%ar

Ole&' Aulia D(i )&u*mana +,-,+,./-,--,-+

Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan UNIVERSITAS MUHAMMA I!AH MA"AN# $%&&

DECO0PENSAS1 CORD1S
A# PEN2ER31AN Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.(Dr. Ahmad ramali.1994) Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung ( Tabrani 199!" #rice 199$). $# E31OLO21 %ekanisme fisiologis yang menyebabkan timbulnya dekompensasi kordis adalah keadaan&keadaan yang meningkatkan beban a'al beban akhir atau yang menurunkan kontraktilitas miokardium. (eadaan yang meningkatkan beban a'al seperti regurgitasi aorta dan cacat septum )entrikel. *eban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta atau hipertensi sistemik. (ontraktilitas miokardium dapat menurun pada infark miokard atau kardiomyopati. +aktor lain yang dapat menyebabkan jantung gagal sebagai pompa adalah gangguan pengisisan )entrikel ( stenosis katup atrio)entrikuler ) gangguan pada pengisian dan ejeksi )entrikel (perikarditis konstriktif dan temponade jantung). Dari seluruh penyebab tersebut diduga yang paling mungkin terjadi adalah pada setiap kondisi tersebut mengakibatkan pada gangguan penghantaran kalsium di dalam sarkomer atau di dalam sistesis atau fungsi protein kontraktil ( #rice. ,yl)ia A 199$). Penye"a" *egagalan 4an%ung di*a%egori *epada %iga penye"a" ' ,troke )olume - isi sekuncup (ontraksi kardiak #reload dan afterload %eliputi 1. (erusakan langsung pada jantung (berkurang kemampuan berkontraksi) infark myocarditis myocarial fibrosis aneurysma )entricular .. /entricular o)erload terlalu banyak pengisian dari )entricle 0)erload tekanan (kebanyakan pengisian akhir - stenosis aorta atau arteri pulmonal hipertensi pulmonari (eterbatasan pengisian sistolik )entricular #ericarditis konstriktif atau cardomyopati atau aritmi kecepatan yang

tinggi tamponade mitra" stenosis /entrucular o)erload (kebanyakan preload) regurgitasi dari aourta defek seftum )entricalar decompensai cordis %er"agi a%as dua macam melipu%i ' 1. Decompensasi cordis kiri1gagal jantung kiri Dengan berkurangnya curah jantung pada gagal jantung mengakibatkan pada akhir sistol terdapat sisa darah yang lebih banyak dari keadaan keadaan normal sehingga pada masa diatol berikutnya akan bertambah lagi mengakibatkan tekanan distol semakin tinggi makin lama terjadi bendungan didaerah natrium kiri berakibat tejadi peningkatan tekanan dari batas normal pada atrium kiri (normal 12&1. mm3g) dan diikuti pula peninggian tekanan )ena pembuluh pulmonalis dan pebuluh darah kapiler di paru karena )entrikel kanan masih sehat memompa darah terus dalam atrium dalam jumlah yang sesuai dalam 'aktu cepat tekanan hodrostatik dalam kapiler paru&paru akan menjadi tinggi sehingga melampui 1! mm3g dan terjadi transudasi cairan dari pembuluh kapiler paru&paru.. #ada saat peningkatan tekanan arteri pulmonalis dan arteri bronkhialis terjadi transudasi cairanin tertisiel bronkus mengakibatkan edema aliran udara menjadi terganggu biasanya ditemukan adanya bunyi eksspirasi dan menjadi lebih panjang yang lebih dikenal asma kardial fase permulaan pada gagal jantung bila tekanan di kapiler makin meninggi cairan transudasi makin bertambah akan keluar dari saluran limfatik karena ketidaka mampuan limfatik untuk menampungnya (4.$ mm3g) sehingga akan tertahan dijaringan intertissiel paru& paru yang makain lama akan menggangu al)eoli sebagai tempat pertukaran udara mengakibatkan udema paru disertai sesak dan makin lama menjadi syok yang lebih dikenal dengan syak cardiogenik diatandai dengan tekanan diatol menjadi lemah dan rendah serta perfusi menjadi sangat kurang berakibat terdi asidosis otot&otot jantung yang berakibat kematian. 5agalnya kkhususnya pada )entrikel kiri untuk memompakan darah yang mengandung oksigen tubuh yang berakibat dua al Tanda&tanda dan gejela penurunan cardiak output seperit dyspnoe de effort (sesak nafas pada akkti)itas fisik ortopnoe (sesak nafas pada saat berbaring dan dapat dikurangi pada saat duduk atau berdiri.kemudian dispnue noktural paroksimalis (sesak nafas pada malam hari atau sesak pada saat terbangun) Dan kongesti paru seperti menurunnya tonus simpatis darah balik yang

bertambah penurunan pada pusat pernafasan edema paru takikakrdia Disfungsi diatolik dimana ketidakmampuan relaksasi distolik dini ( proses aktif yang tergantung pada energi ) dan kekakuan dindiing )entrikel .. Decompensasi cordis kanan (egagalan )enrikel kanan akibat bilik ini tidak mampu memeompa mela'an tekanan yang naik pada sirkulasi pada paru&paru berakibat membaliknya kembali kedalam sirkulasi sistemik peningkatan )olume )ena dan tekanan mendorong cairan keintertisiel masuk kedalam(edema perier) (long 1996). (egagalan ini akibat jantung kanan tidak dapat khususnya )entrikel kanan tidak bisa berkontraksi dengan optimal terjadi bendungan diatrium kanan dan )enakapa superior dan inferiordan tampak gejal yang ada adalah udemaperifer hepatomegali splenomegali dan tampak nyata penurunan tekanan darah yang cepat. hal ini akibaat )etrikel kanan pada saat sisitol tidak mampu mempu darah keluar sehingga saat berikutnya tekanan akhir diatolik )entrikel kanan makin meningkat demikin pula mengakibatkan tekanan dalam atrium meninggi diikuti oleh bendungan darah )ena ka)a supperior dan )ena ka)a inferior serta selruh sistem )ena tampak gejal klinis adalah erjadinya bendungan )ena jugularis eksterna b)en hepatika (tejadi hepatomegali )ena lienalis (splenomegali) dan bendungan&bedungan pada pada ena&)ena perifer. Dan apabila tekanan hidristik pada di pembuluh kapiler meningkat melampui takanan osmotik plasma maka terjadinya edema perifer. C# PA3O51S1OLO21 *erdasarkan hubungan antara akti)itas tubuh dengan keluhan dekompensasi dapat dibagi berdasarkan klisifikasi sebagai berikut7. 77. #asien dg #. 8antung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari&hari #asien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambtan akti)itas hanya sedikit akan tetapi jika ada kegaiatn berlebih akan menimbulkan capek berdebar sesak serta angina 777. 7/. #asien dengan penyakit jantung dimana akti)itas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. #asien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas.

(onsep terjadinya gagal jantung dan efeknya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar dapat dilihat pada gambar berikut Pa%o6isiologi hipertensi iskemia infark mitral )al)e1aorta )al)e defect penurunan kontraktilitas miokardium penurunan curah jantung )olume darah arteri efektif

lepasnya muatan saraf simfatis

men pelepasan renin angiotensin 77

tekanan darah dipertahankan

meteknan )ena me 5+9 nefron

)asokontriksi ginjal

mesekresi aldosterom me reabsorbsi :a; dan 3.2 oleh tubulus

me ekskresi :a; dan 3.2 dalam urin me :a dan 3.0 total tubuh edema (Ganong, 2002)

9egurgitasi Aorta1cacat septum

#erikarditis. Temponade dan infark

,tenosis aorta1hipertensi

#reload meningkat

<ontractility menurun

Afterload meningkat

#emendekan miokard

/entrikel kiri gagal memompa %ekanisme kompensasi gagal

5angguan irama- A+

9esidual

Turbulensi

left atrial hipertrofi = tekanan left atrial

*endungan dan peningkatan tekanan pada )ena pulmonalis

(ongestif paru - edema dan #># meningkat

*endungan dan tekanan pada arteri pulmonalis

#eningkatan beban sistolik pada )entrikel kanan

/entrikel kanan gagal memompa

<0 right atrial menurun = tekanan akhir diastolik meningkat

*endungan )ena sistemik = tekanan )ena ca)a

3ambatan arus balik )ena = menimbulkan bendungan sistemik

/entrikel kiri dan kanan gagal memompa

<0:5@,T7/@ 3@A9T +A7?A9@

5angguan perfusi jaringan

0tak

5injal

8aringan

57 tract

#enurunan kesadaran

#enurunan 5+9 #roduksi urine menurun 5agal ginjal

<yanosis lemah 5angguan akti)itas 5B pemenuhan AD?

#eristaltik turun :afsu makan turun 5anguan nutrisi kurang

Tanda dan gejala Dampakdari cardiak output dan kongesti yang terjadi sisitem )ena atau sisitem pulmonal antara lain ?elah Angina <emas 0liguri. #enurunan aktifitas 57 (ulit dingin dan pucat Tanda dan gejala yang disebakan oleh kongesti balikdari )entrikel kiri antaralai Dyppnea *atuk 0rthopea

9eles paru 3asil B&ray memperlihatkan kongesti paru

Tanda&tanda dan gejala kongesti balik )entrikel kanan @dema perifer Distensi )ena leher 3ari membesar #eningkatan central )enous pressure (<#/ D# D1A2NOS31! 1. (eluhan penderita berdasarkan tanda dan gejala klinis .. #emeriksaan fisik @(5 untuk melihat ada tidaknya infark myocardial akut dan guna mengkaji kompensaai sepperti hipertropi )entrikel C. @chocardiografi dapat membantu e)aluasi miokard yang iskemik atau nekrotik pada penyakit jantung kotoner 4. +ilm D&ray thorak untuk melihat adanya kongesti pada paru dan pembesaran jantung $. esho&cardiogram gated pool imaging dan kateterisasi arteri polmonal.utuk menyajikan data tentang fungsi jantung E# PEN2O$A3AN pada decompensasi cordis #ada dasarnya pengobnatan penyakit decompensasi cordis adalah sbb1. pemenuhan kebutuhan oksigen pengobatan faktor pencetus istirahat .. perbaikan suplai oksigen 1mengurangi kongesti pengobatan dengan oksigen pengaturan posisi pasien deni kebcaran nafas peningkatan kontraktilitas myocrdial (obat&obatan inotropis positif) penurunan preload (pembatan sodium diuretik obat&obatan dilitasi )ena) penurunan afterload (obat2obatan dilatasi arteri obat dilatasi arteri)ena inhibitor A<@

!ONSEP ASUHAN !EPERAWA3AN A. #engkajian 5ejala - %engeluh lemah cepat lelah pusing rasa berdenyut dan berdebar. %engeluh sulit tidur (ortopneu dispneu paroksimal nokturnal nokturia keringat malam hari). TandaTakikardia perubahan tekanan darah pingsan karena kerja takpineu dispneu. +# Sir*ulasi 5ejala%enyatakan memiliki ri'ayat demam reumatik hipertensi kongenitalbatuk dengan1tanpa sputum ri'ayat anemia ri'ayat shock kerusakan arteial septal trauma dada ri'ayat murmur jantung dan palpitasi serak hemoptisisi hipo)olema. Tanda5etaran sistolik pada apek bunyi jantung" ,1 keras pembukaan yang keras takikardia. 7rama tidak teratur" fibrilasi arterial. 8# 1n%egri%as Ego Tandamenunjukan kecemasan" gelisah pucat berkeringat gemetar. Takut akan kematian keinginan mengakhiri hidup merasa tidak berguna. kepribadian neurotik .# 0a*anan9Cairan 5ejalaTanda%engeluh terjadi perubahan berat badan sering penggunaan diuretik. @dema umum hepatomegali dan asistes pernafasan payah dan bising -# A*%i7i%as dan 1s%ira&a%

terdengar krakela dan mengi. :# Neurosensoris 5ejalaTanda/# Perna6asan 5ejalaTanda%engeluh sesak batuk menetap atau nokturnal. Takipneu bunyi nafas" krekels mengi sputum ber'arna bercak darah %engeluh kesemutan pusing (elemahan

gelisah.

;# !eamanan 5ejalaTanda#roses infeksi1sepsis ri'ayat operasi (elemahan tubuh

<# Penyulu&an9pem"ela4aran 5ejalaTanda%enanyakan tentang keadaan penyakitnya. %enunjukan kurang informasi.

*. #emeriksaan #enunjang -# 5o%o polos dada & #royeksi A&#" konus pulmonalis menonjol pinggang jantung hilang cefalisasi arteria pulmonalis. & #royeksi 9A0" tampak adanya tanda&tanda pembesaran atrium kiri dan pembesaran )entrikel kanan. +# E!2 7rama sinus atau atrium fibrilasi gel. mitral yaitu gelombang # yang melebar serta berpuncak dua serta tanda 9/3 ?/3 jika lanjut usia cenderung tampak gambaran atrium fibrilasi. 8# !a%e%erisasi 4an%ung dan Sine Angiogra6i Didapatkan gradien tekanan antara atrium kiri dan )entrikel kiri pada saat distol. ,elain itu dapat dideteksi derajat beratnya hipertensi pulmonal. Dengan mengetahui frekuensi denyut jantung besar curah jantung serta gradien antara atrium kiri dan )entrikel kiri maka dapat dihitung luas katup mitral. !emung*inan diagnosa *epera(a%an 1. #enurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan pengisian )entrikel kiri peningkatan atrium dan kongesti )ena. ,- %engeluh sesak kelelahan keletihan. 0- #erubahan @(51disritmia kulit dingin dan basah cyanosis kulit pucat dan lembab oliguri atau anuria. .. 9esiko tinggi kelebihan )olume cairan- edema berhubungan dengan kongesti

)askuler pulmonalis dan perpindahan cairan ke ekstra )askuler. ,- %engeluh badan terasa berat dan kemeng. 0- 0dema. C. #erubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran arteri )ena dengan keterlibatan katup mitral. ,- %engeluh lemah cepat capek. 0- (ulit dingin cyanosis kapiler reffil 4 C detik. 4. 9esiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membram kapiler al)eoli dan retensi cairan interstisiil. ,- %engeluh sesak nafas batuk kering tidak produktif dan kelelahan. 0- 0edema pada ektremitas ba'ah akral dingin cyanosis. $. 7ntoleransi akti)itas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplay dan demand oksigen. ,- %engeluh sesak nafas dispneu pada saat akti)itas. 0- (eluar keringat dingin nyeri dada fibrilasi arterial. 6. 9esiko tinggi nyeri berhubungan dengan iskhemi jaringan miokard. E. 9esiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan status metabolik. !. <emas berhubungan dengan penurunan status kesehatan dan situasi krisis. ,- %engelah tidak bisa tidur dan istirahat. 0- >ajah nampak tegang takikardi. 9. (urang pengetahuan tentang kondisi kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan informasi tentang penyakit katup jantung. 12. 5angguan pola nafas berhubungan peningkatan tekanan <0.. ,- %engeluh sesak nafas. 0- Takipneu. 11. 5angguan rasa nyaman berhubungan dengan pengeluaran keringat berlebihan. ,- %engeluh badan basah 0- 5elisah sering mengelap badan. 1.. #erubahan nutrisi- kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan intake mual dan anoreksia. ,- %engeluh mual tidak nafsu makan. 0- %akan hanya beberapa sendok sediaan tidak habis. 1C. 9esiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh. 14. 9esiko tinggi konstipasi berhubungan dengan penurunan intake fiber dan penurunan bising usus.

1$. 5angguan pola tidur dan istirahat berhubungan dengan dispneu. 16. 9esiko tinggi penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan penurunan aliran darah ke otak. 1E. 9esiko gangguan sensorik&motorik berhubungan dengan hipoksemia. 1!. 9esiko terjadinya gagal ginjal akut berhubungan dengan penurunan aliran darah pada ginjal. 19. 9esiko terjadinya kontraktur berhubungan pembatasan gerak kelemahan. .2. 9esiko injury berhubungan pusing dan kelemahan. Analisa Da%a Data yang dikumpulkan dikelompokkan meliputi - data subyektif dan data obyektif kemudian dari data yang teridentifikasi masalah dan kemungkinan penyebab dapat ditentukan yang menjadi acuan untuk menentukan diagnosa kepera'atan. %eliputi Data subjektifitas ,tatus respiratorik - dypnea othopnea (faktor&faktor pencetu derajatnya faktor&faktoryang meringankan) Tanda&tanda retensi cairan - kenaikan ** pedel edema lkakki kulit terasa bengkak (enyamann nyeri abdomen nyeri angina #engetahuan dan jenispengobatan Asaha&usaha yang dilakukan untuk mengkonfensasi (emampuan penyesuaian #emahaman khusus mengenai kondisi Data objekif @dema - lokasi dan derajatnya Distensi abdomen #enimbangan ** setiap hari biasanya setelah pengosongan kandung kemih dan sebelum makan pagi Anyi naas 9iti gallop dan auskultasi jantung Tingakt kesadaran (esulitan bernafas dan kelaian nadi

Diagnosa dan 3inda*an *epera(a%an 1. #enurunan curah jantung b.d penurunan pengisian )entrikel kiri peningkatan atrium dan kongesti )ena. Tujuan pera'atan - ,tabilitas hemodinamik dapat dipertahanakan dengan kriteria - (TD 4 92 162 ) +rek'ensi jantung normal 31NDA!AN 1. .. #ertahanka n pasien untuk tirah baring Akur parameter hemodinamik Untuk mengetahui perfusi darah di organ vital dan untuk mengetahui PCWP, C P sebagai indikator peningkatan beban kerj a jantung .. #antau @(5 terutama frek'ensi dan irama. Untuk mengetahui jika terjadi penurunan kontraktilitas !ang dapat mempengaruhi "urah jantung# C. #antau bunyi jantung ,&C dan ,&4 4. $. #eriksa *5A dan sa0. #ertahankan akses 7/ Untuk mengetahui tingkat gangguan pengisisna sistole ataupun diastole Untuk mengetahui perfusi jaringan di perifer Untuk se$aktu vaskuler# Men"egah beban jantung Meningkatkan jaringan %alium sebagai salah satu perfisu ke peningkatan maintenan"e terjadi jika RAS1ONAL Mengurangi beban jantung

kega$atan

6. *atasi :atrium dan air E. (olaborasi & 7,D: C D1 tab & ,pironelaton $2 F2&2

komponen terjadin!a konduksi !ang dapat men!ebabkan timbuln!a kontraksi otot jantung#

"# 4an%ung#

Penurunan per6usi 4aringan "er&u"ungan dengan penurunan cura& Tujuan- (ulit hangat dan kering klien memperlihatkan perbaikan status mental 31NDA!AN 1. (aji .. (aji status 'arna mental kulit RAS1ONAL klien suhu derajat Mengetahui derajat hipoksia pada otak Mengetahui hipsemia dan peningkatan tahanan perifer

secara teratur sianosis nadi perifer dan

diaforesis secara teratur.

C. (aji kualitas peristaltik k1p Mengetahui pasang sonde pengaruh hipoksia terhadap fungsi saluran "erna# serta dampak 4. (aji adanya kongesti hepar pada abdomen kanan atas dampak kanan $. Akur tanda )ital periksa lab 3b 3t *A: ,c *5A mengetahui fungsi terjadi ditambah rendah, (t dan sesuai peasanan. ditemuka kongesti Untuk keadekuatan vaskulrasisai dekompensasi komlikasi tinggi (b akan jika elektrolit# &ebagai gagal adan!a jantung, akan tanda berat penurunan

ses"ara keseluruhan# 'ika

memeperberat

gangguan

perfusi# Gangguan perfusi !ang berat )PC*2 tinggi) akan ginjal mengurangi dapat aliran darah ke ginjal sehingga mengalami gangguan fungsi !ang dapat dimonitir dari peningkatan kadar +U,, &"#

!ele"i&an 7olume cairan "#d *onges%i 7as*uler pulmonalis dan perpinda&an cairan *e e*s%ra 7as*uler# Tujuan - haluaran urin adekuat akan dipertahankan dengan diuretika ( 4 C2 ml 1jam ) tanda&tanda odem paru atau ascites tidak ada 31NDA!AN 1. (aji tekanan darah RAS1OANAL &ebagai salah satu "ara untuk mengetahui peningkatan jumlah "airan !ang dapat diketahui dengan meningkatkan beban kerja jantung !ang dapat diketahui .. (aji distensi )ena jugularis kanan melalui C. Timbang ** dari meningkatn!a tekanan darah# Peningkatan "airan dapat membebani !ang fungsi dapat ventrikel dipantau tekanan dapat

pemeriksaan ++

vena jugularis# %elebihan diketahui dari peningkatan ++ !ang ekstrim akibat terjadin! penimbunan seluler# 4. *eri posisi yang membantu Meningkatkan venus return "airan ekstra

drainage

ektremitas

lakukan

dan mendorong berkurangn!a edema perifer# -ampak dari peningkatan volume (t turun# # "airan akan terjadi hemodelusi sehingga (b turun,

latihan gerak fasif $. @)aluasi kadar :a. (lien 3b dan 3t.

Resi*o %inggi in%oleransi a*%i7i%as "#d *e%ida* seim"angan an%ara suplay dan demand o*sigen# Tujuan - (lien menunjukkan kemampuan berakti)itas tanpa gejala F gejala yang berat terutama mobilisasi di tempat tidur. 31NDA!AN RAS1ONAL 1. #ertahankan klien tirah baring akut. .. Tingkatkan klien duduk Untuk di kursi dan tinggikan kaki meningkatkan venus return klien Meningkatkan #ertahankan kritis 4. @)aluasi tanda )ital saat kemajuan akiti)itas terjadi $. *erikan 'aktu istirahat diatara 'aktu akti)itas mendapatkan terlalu 6. #ertahankan jantung# rentang kontraksi mengetahui bila aktivitas# Untuk "ukup $aktu kerja .resolusi bagi tubuh dan tidak memaksa otot Untuk fungsi jantung, dengan dikaitkan sehingga gerak pasif selama sakit membantu venus return# sementara sakit

Untuk

mengurangi beban jantung#

C.

penambahan pesanan E.

0.

sesuai jaringan jantung#

Untuk meningkatkan oksigenasi

,elama akti)itas kaji @(5 nafas subyektif. dispnoe serta diet sianosis keluhan kerja nafas dan frek'ensi

Melihat dampak dari aktivitas terhadap fungsi

!.

sesuai peasanan (pembatasan air retensi dan :a ). akibat

*erikan

Untuk men"egah "airan dan odem penurunan

kontraktilitas jantung#

:# Resi*o gangguan pemenu&an nu%risi "#d na6su ma*an menurun dan in%a*e *urang# Tujuan - ,etelah di ra'at selama C hari klien mau makan porsi makanan yang disediakan habis. #@9@:<A:AA: & 8elaskan tentang kondisi klien saat ini. makanan yang disediakan di 9,. 9A,70:A? manfaat / -engan pemahaman klien akan lebih kooperatif mengikuti aturan# !ang justeru dapat proses

makan bila dikaitkan dengan

& Anjurkan agar klien makan F / Untuk menghindari makanan menggaggu pen!embuhan klien# & *eri makanan dalam keadaan / Untuk meningkatkan selera hangat dan porsi kecil serta diit T(T#95 dan kondisi men"egah serta mual, perbaikan mengurangi memper"epat

beban kerja jantung# /# Cemas "#d &ospi%alisasi dan *urangnya penge%a&uan %en%ang penya*i% ser%a penanganan yang a*an didapa%*an# Tujuan - ,etelah di ra'at kecemasan berkurang (riteria - Tidur 6&! jam1hari gelisah hilang klien kooperatif dengan petugas dan

tindakan yang diprogramkan. 31NDA!AN RAS1ONAL & ?akukan pendekatan dan & Antuk membina komunikasi. & *erikan penjelasan tentang penyakit penyebab serta & Antuk memberikan jaminan penanganan yang akan dilakukan. & Tanyakan keluhan dan dirasakan klien saat ini. kepastian tentang langkah& langkah tindakan yang akan diberikan sehingga klien dan keluarga lebih pasti. keluar dari masalah yang dihadapi dapat & (olaborasi & Acti)an . D 1 klien mengurangi sehingga beban masalah psikologis yang & Antuk dapat menemukan jalan percaya

saling

psikologis klien. & ,ebagai anti cemas

Asuhan keppera'atan pasien dengan decompensas kordis %embantu dalam pecapaian terapi #entingnya penghematan tenaga *atasi kegiatan yang membutuhkan tenaga 7stapntang garm 0bseb)asi intake dan output cairan %emberikan diuretik hati&hati dantepat 'aktu #emberian preparat degetakis dilaihat nafi apial Amati gejala keacunan degetalisGobsasi ** setiap hari %emberikan obat sesuaidengan program Diagnosa kepera'atan 1 #enurunan cardiak output (curah jantung) berhubungan dengan perubahan kontraktilitas miokardial ditandai dengan #eningkatan frek'ensi jantung (takikardia) disritmia - perubahan gambaran pola @(5 #erubahan tekanan darah (TD) (hipotensi1hipertensi)

*unyi jantung ekstra (,C ,4) #enurunan haluaran urine :adi ferifer tidak teraba (ulit dingin (kusam - diaforesis 0rtopnea krakles 8/D #embesaran hepar edema :yeri dada Tujuan - menunjukkan tanda )ital dalam batas yang dapat diterima (disritmia terkontrol atau hilang dan bebas gejala gagal jantung (mis parameter hemodinamik dalam batas normal haluaran urine adekuat). Dengan kriteria hasil #asien akan melaporkan penurunan efisode dispnea angina Dan berperan dalam akti)itas mengurangi beban kerja jantung. 7nter)ensi kepera'atan Rencana *epera(a%an 1. #eriksa keadaan klien frekuensi telemetri) irama Rasionalisasi dengan 1. *iasanya terjadi takikardi meskipun pada saat istirahat untuk penurunan jantung mengkompensasi

mengauskultasi nadai apikal - kaji (dokumentasi disritmia bila terssedia

kontraktilitas )entrikel (A# #AT %AT #/< danA+ disritmia umum berkenaan dengan 58( meskipun lainnya juga terjadi.

.. <atat bunyi jantung

.. <atatan - disritmia )entrikel yang tidak rensponsifterhadap obat yang duduga aneurime )entrikel

C. #alpasi nadi perifer

C. ,1 dan ,. mungkin lemah karena menurunnya kerja pompa irama gallop umum (,C dan ,4) dihasilkan sebagai aliran darah kedalam serambi yang mitral. distensim mur&mur dapat menunjukkan inkompetensi1stenosis curah jantung daap nadi

4. #antau adanya haluaran urine catat 4. #enurunan haluaran urine. dankepekatan1kosentrasi menunjukkan

menurunnya

radial popliteal dorsalis pedis dan postibial nadi mungkin cepat hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi dan

pulsusn alteran (denyut kuat lain dengan denyut lemah) mungkin ada. $. (aji perubahan pada sensorik contoh $. 5injal berespHon untuk menurunkan letargi cemas dan depresi. curah jantung dengan menahan ciran dan natrium haluaran urine biasanya menurun selama tiga hari karena perpindahan ciran kajaring tetapi dapat meningkat pada malam hari sehingga cairan berpindah kembali kesirkulasi bila pasien tidur. 6. *erikan istirahat semi rekumben pad 6. Dapat a tempat tidur atau kursi kaji dengan pemeriksaan fisik sesuai indikasi. lingkungan menjelaskan medik1kepera'atan pasien menghindari 1berespon mendengar dengan tenang menunjukakan tidak adekuatnya perfusi serebral sekunder terhadap penurunan curah jantung selama 58( akut atau refraktori untuk memperbaiki jantung efisiensi dan kontraksi menurunkan

E. *erikan istirahar psikologi dengan E. 7stirahat fisik harus dipertahankan manajemen membantu dri stress terhadap

kebutuhan1konsumsi oksigen miokard dan kerja berlebihan. ,tress emosi menghasilkan meningkatkan jantung. )asokontriksi frekuensi yang 1kerja terkait dan meningkatkan TD dan

ekspresi perasaan takut.

!. batasi akti)itas seperti *A* dan *A( !. pispon digunakan menurunkan kerja disamping tepat tidur menghindari respon )alsa)a - mengejan defekasi menahan naas selama perubahan posisi. 9. berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal1masker sesuai dengan indikasi. kekamar mandi atau kerja keras menggunakan %anu)er)alsa)a rangsang takikardi berpengaruh )agal yang pada diikuti bedpan. menyebabkan dengan fungsi selanjutnya

jantung1curah jantung 9. meningkatkan sediaan oksigen untuk kebuthan miokard untuk mela'an efek hipoksia1iskemia.

12. berikan obat sesuai dngan indikasi -

12. banyaknya obat dapat digunakan untuk meningkatkan )olume

sekuncup memper baiki kontaktilitas dan menurunakn kongesti a. diuretik contoh furosemid (lasiB)asam (edecrin)"bumetamid (bumeB)"sprironolakton (aldakton) etakrinik a. tife dan dosis diuretik tergantung pada derajat gagal jantung dan status fungsi ginjal. #enurunan preloas paling banyak digunkan dalam mengobati pasien dengan curah jantung relatif normal gejala ditambah dengan

kongestidiuret ik blok reabsorbsi diuretik sehingga mempengaruhi reabsorbsi natrium dan air. b. )asodilator contoh nitrat (nitro& dur contoh (apresoline)"kombnasi praIosin (minippres)"G c. digoBin(lanoBin) isodril) arteriodilator hidralaIin obat b. )asodilator meningkatkan menurunkan digunakan curah )olume untuk jantung sirkulai

()asodilator) dan tahanan )askuler sistemik (arteridilator juga kerja )entrikel. c. meningkatkan kekuatan kotraksi miokard frekuensi menurunkan dan memperlambat dengn sirkulasi jantung )olume

()asodilator)dan tahanan )askuler sistemik (arteriodilator) juga kerja )entrikel. d. captopril (capoten)"lisinopril d. meningkatkan kekuatan kontraksi miokard frekuensi menurunkan angitensin dan TD. e. morfin sulfat e. penurunantahanan)askuler miokard menghilangkan dan cemas lairn balik )ena menurunkan kerja dan memperlambat dengan dan dan konduksi dlam paru jantung (prini)il)"enapril ()asotec) -

memperlama periode refraktori menurunkan )asokontriksi ,/9

dan

mengistirahatkan

sirkulasi

umpan balik cemas1pengeluaran katekolamin1cemas f. tranJuliliIer1sedatif f. meningkatkan dan oksigen dan istirahat1relaksasi kebutuhan mioklard. kerja menurunkan

<atatan - ada onGtrial oral yang analog dengan amrinon (incor) agen inotrofik positif yang disebut milrinon yang dapat cocok untuk penggunaan jangka panjang. g. antikoagulan contoh heparin g. dapat digunakan secara profilaksis untuk mencegah pembentukkan trombus1emboli tirah baring pada adanya aktor resiko seperti statis )ena disritmia jantung dan ri'ayat efisode sebelumnya. h. karena adan peningkaan tekanan h. pemberian cairan 7/ pembatasan julah total sesuai dengn indikasi hindari cairan garam. )entrikel kiri pasien tidak dapat mentoleransi peningaktan )olume cairan (preload) pasien sedikit 5kjugamengeluaraknn dosis rendah 'arfarin(coumadin)

natriu yang menyebabkan tretensi cairan dan meningkatkan kerja miokard. i. depresi segmen ,T dan datarnya i. pantau seri @(5 dan perubahan foto dada. gelombang T dapat terjadai kebutuhan karenapeningkatan

oksigen miokard meskipun tak ada penyakit arteri koroner. +oto dada dapat menunjukkan jantung dan pembesaran

perubahan kongesti pulmonal.

DA53AR PUS3A!A

Tabrani (199!) Agenda Gawat Darurat 'ilid 2 #enerbit Alumni *andung 5uyton (1991) Fisiologi Manusia, @5< 8akarta *arbara @ngram (199$), Perawatan Medikal Bedah @5< 8akarta Dongoes %.@ %arry + Alice 5 (199E) Nursing Care Plans, +.A da)is <ompany #hiladelphia. <arpennito ?.8 (199E) ,ursing -iagnosis, 8*. ?ippincot :e' Kork 3udak = 5allo (199E) Keperawatan Kritis Pendekatam Holistik, #enerbit @5< 8akarta. #rice ,yl)ia A ( 199C) Patofisiologi, #enerbit @5< 8akarta# ?ily ismudiati rilanto dkk (.221). Buku Ajar Kardiologi penerbit +akultas (edokteran An)ersitas 7ndonesia 5aya*aru 8akarta. ?ong. <.* (1996) Medi al !urgi al" Nursing. </. %osby ,t ?ouis A,A