Anda di halaman 1dari 6

Senam Yoga 1) Pengertian Yoga merupakan sistem kesehatan menyeluruh (holistik) yang terbentuk dari kebudayaan india kuno

sejak 3.000 SM yang lalu. Yoga atau yuj-dalam bahasa Sansekerta kuno-berarti union (penyatuan). Penyatuan antara atman (diri) dan brahman (Yang Maha Kuasa). Intinya, melalui yoga sesorang akan lebih baik mengenal tubuhnya, mengenal pikirannya, dan mengenal jiwanya. Semakin ia mengenal seluruh aspek dirinya itulah maka semakin dekat pula ia dengan Sang Penciptanya. (Pujiastuti, 2012). Diibaratkan, tubuh adalah sebuajh kendaraan dan pikiran sebagai pengemudinya. Saat mengemudikan tubuh, pikiran terpengaruh oleh tiga hal: emosi, akal, dan aksi. Agar tubuh tetap dapat beroperasi dengan baik, ketiga hal yang mempengaruhi pikiran ini harus dijaga agar selalu dalam keadaan yang seimbang. (Pujiastutui, 2013). Hatha Yoga Dalam bahasa Sansekerta, ha berarti matahari dan tha berarti bulan. Hatha Yoga menekankan penyeimbangan kedua kekuatan yang bertolak belakang pada tubuh, seperti halnya energi maskulin (the sun/matahari) dan energy feminine (the moon/bulan), yin dan yang, kiri dan kanan, tarikan dan embusan napas, rasa sedih dan gembira, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan alami tubuh dengan mempraktikkan kelima prinsip yoga. (Pujiastuti, 2013).

2. Manfaat berlatih Yoga Menurut Pujiastuti, (2013) berlatih yoga secara teratur akan memberikan manfaat yang besar, antara lain dapat : a. Meningkatkan fungsi kerja kelenjar endokrin (hormonal) di dalam tubuh b. Meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh sel tubuh dan otak c. Membentuk postur tubuh yang lebih tegap, serta otot yang lebih lentur dan kuat d. Meningkatkan kapasitas paru-paru saat bernapas e. Mebuang racun dari dalam tubuh (detosifikasi) f. Meremajakan sel-sel tubuh dan memperlambat penuaan g. Memurniakan saraf pusat yang terdapat di tulang punggung h. Mengurangi ketegangan tubuh, pikiran, dan mental, serta membuatnya lebih kuat saat menghadapi stress i. Memberikan kesempatan untuk merasakan relaksasi yang mendalam j. Meningkatkan kesadaran pada lingkungan k. Menigkatkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk berpikir positif.

3. Ashtanga yoga (delapan tangga yoga) Ashtanga yoga atau delapan tangga yoga, yang dirumuskan oleh seorang yogi terkenal bernama Patanjali di dalam kitab yoga sutra, merupakan warisan berharga bagi para praktisi yoga masa kini. Setiap tahap merupakan

bagian mandiri yang dapat dilakukan secara terpisah, atau dapat pula dilakukan simultan dan bertahap (Pujiastuti, 2013). a. Yama atau pengendalian diri, merupakan kode etik moral yang terdiri dari 5 aspek, dinamakan panca yama, yaitu: 1) Ahimsa: sntikekerasan. Menghindari setiap bentuk tindak kekerasan, baik terhadap sesama manusia, binatang, maupun lingkungan sekitar. 2) Satya: kenenaran yang sejati. Mengikuti nurani dan menguatkan mental untuk selalu berkata, berpikir, dan berlaku secara benar 3) Astya: tidak mencuri/curang. Tidak menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain 4) Brahmacharya: menjaga kesucian dan kemurnian energy. Hidup secara seimbang dalam segala hal dan menjaga kemurnian tubuh, pikiran, dan emosi 5) Aparigraha: nonposesif. Kesederhanaan. Menjauhkan diri dari membangga-banggakan diri dan harta, tetap hidup dengan sederhana dan tidak berlebihan b. Niyama, atau displin diri, terdiri dari 5 aspek yang dinamakan panca niyama, yaitu: 1) Svadhyaya: mempelajari tentang diri 2) Tapas: tekun 3) Santosha: penuh kedamaian. Menjaga rasa damai dan rasa puas dalam diri 4) Saucha: kemurnian, meningkatkan kesucian tubuh dan pikiran

5) Ishvara Pranindhana: merserah diri c. Asana, tau postur yoga merupakan gerakan yang lembut dan sistematis. Asana bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan serta kekuatan otot dan sendi tubuh, memijat susunan saraf pusat di tulang punggung, melancarkan aliran darah, menyeimbangkan produksi hormone, serta membuang racun dari dalam tubuh. d. Pranayama, atau teknik pernapasan, meningkatkan asupan oksigen serta prana ke dalam tubuh, menggiatkan fungsi kerja sel tubuh, serta meningkatkan konsentrasi dalam ketegangan pikiran. e. Pratyahara, menguasai rasa, yaitu menarik perhatian dari semua rangsangan yang terdapat di luar dan dapat mengganggu konnsentrasi, dan mengarahkannya ke dalam diri. Pratyahara bertujuan mendiamkan pikiran dan merupakan pelatihan yang sangat baik untuk meningkatkan kasadaran (mindfulness). f. Dharana, konsentrasi, adalah tahap awal menuju Dhyana atau meditasi. Dharana merupakan kelanjutan Pratyahara karena pikiran menjadi lebih tajam. g. Dhyana, ,meditasi, adalah perjalanan untuk lebih jauh masuk ke dalam pikiran dan diri (the self) dan mulai meniadakan eksistensi tubuh. h. Samadhi, kesadaran tertinggi atau pencerahan. Dalam tahap Dhyana (meditasi) terkadang masih terasa dualism antara kesadaran dan tubuh. Samadhi merupakan titik kulminasi union atau peleburan antara atman (diri) dan Sang Brahman (Sang Pencipta).

4. Prinsip-prinsip dalam Yoga

Menurut Pujiastuti, (2013) prinsip-prinsip dalam yoga ada lima diantaranya: a. Berlatih dengan teratur Postur yoga (asana) membantu meregangkan dan membina otot, serta menguatkan tulang dan melenturkan sendi. Asana menstimulasi pengeluaran hormone endofrin-the feel good hormone-yang

menciptakan rasa nyaman pada tubuh. b. Bernapas dalam Bernapas dalam Dhiirga Swasam (teknik pernapasan yoga penuh) meningkatkan kapasitas paru-paru agar proses bernapas menjadi optimal. Teknik-teknik pernapasan dalam pranayama juga membantu menguatkan organ tubuh internal, meningkatkan kontrol emosi, dan memberikan sensasi relaks yang mendalam. c. Pola makan yang seimbang Pola makan yang seimbang dan sehat akan meningkatkan imunitas (daya tahan) tubuh, melancarkan prose alami pencernaan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan menenangkan pikiran. d. Beristirahat cukup Menjaga ritme yang seimbang antara bekerja dan beristirahat akan mempertahankan tubuh dalam keadaan yang selalu prima dari waktu ke waktu. Beristirahat dalam Savasana (Postur Mayat) setelah melakukan

asana akan meningkatkan rasa nyaman dan relaks pada tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan mengembalikan kondisi tubuh pada kondisi yang stabil. e. Berpikir positif dan bermeditasi Berlatih asana yang disertai pranayama dan meditasi akan memurnikan pikiran dari pikiran dan emosi negative, serta meningkatkan rasa percaya diri. Meditasi akan membimbing pikiran untuk lebih dalam masuk ke realisasi diri yang merupakan tujuan tertinggi dalam berlatih yoga.