Anda di halaman 1dari 0

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id










































ommit to user
LAPORAN KEGIATAN MAGANG

MANAJEMEN BIOSEKURITAS PEMELIHARAAN PARENT STOCK
BROILER PADA FASE LAYING DI PT. SUPER UNGGAS JAYA
KABUPATEN PASURUAN


TUGAS AKHIR










Oleh :
Yudha Dwi Bintoro
H3409026





PROGRAM DIPLOMA III AGRIBISNIS MINAT PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
ii

LAPORAN KEGIATAN MAGANG

MANAJEMEN BIOSEKURITAS PEMELIHARAAN PARENT STOCK
BROILER PADA FASE LAYING DI PT. SUPER UNGGAS JAYA
KABUPATEN PASURUAN
Tugas Akhir
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Derajat Ahli
Madya Peternakan Di Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Program Studi Diploma III Agribisnis Peternakan








Oleh :
Yudha Dwi Bintoro
H3409026


PROGRAM DIPLOMA III AGRIBISNIS MINAT PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
iii

HALAMAN PENGESAHAN


MANAJEMEN BIOSEKURITAS PEMELIHARAAN PARENT STOCK
BROILER PADA FASE LAYING DI PT. SUPER UNGGAS JAYA
KABUPATEN PASURUAN

Telah dipertahankan didepan dewan penguji
Pada Tanggal:
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Susunan Tim Penguji:

Penguji I Penguji II




Wara Pratitis S.S, S.Pt,. M.P Ir. Lutoyo, MP
NIP.19730422 200003 2 001 NIP. 19550912 198703 1 001


Surakarta, ..........
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Fakulats Pertanian
Dekan



Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS
NIP. 195602251986011001




perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
iv

KATA PENGANTAR


Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Tugas Akhir ini dengan judul Manajemen Biosekuritas Pemeliharaan Parent
Stock Broiler Pada Fase Lying Di P.T Super Unggas Jaya Kabupaten
Pasuruan . Tugas Akhir ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan guna
memperoleh derajat Ahli Madya di Program Studi Agribisnis Minat Peternakan
Di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penyusun banyak mendapatkan
bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini, penyusun
menyampaikan terima kasih kepada :
1. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Ketua Program D-III Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
3. Wara Pratitits S.S SPt.MP selaku Ketua Minat Program Studi D-III Agribisnis
Minat Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
4. Wara Pratitits S.S S.Pt.MP, selaku Dosen Pembimbing.
5. Orang tua yang telah memberikan motivasi dan dukungan, serta
6. Semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu-persatu.
Penyusun menyadari banyak kekurangan dari penyusunan Tugas Akhir
ini, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.
Akhirnya penyusun berharapTugas Akhir ini nantinya banyak membantu
dan berguna bagi penyusun pada khusunya dan semua pembaca pada umumnya.

Surakarta, .


Penyusun
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
v

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................
KATA PENGANTAR............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
DAFTAR GAMBAR.................................................................................
DAFTAR TABEL
BAB I. PENDAHULUAN......................................................................................
A. Latar Belakang......................................................................................
B. Tujuan Magang.....................................................................................
C. Manfaat Magang..............................................................................
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................
A. Ayam Pembibit Parent Stock....
B. Perkandangan.....
C. Pakan...... .............................
D. Kesehatan...
E. Penyakit............... ...........
F. Manajemen Biosecurity.. ............................................................
G. Limbah.. ......................................................................................
H. Heatching Egg ( Mensortir Telur).. ............................................
I. Pengafkiran ayam ........................... ......
BAB III. TATA LAKSANA PELAKSANAAN ................................................
A. Waktu dan Tempat Magang Perusahaan...............................................
B. Aspek yang dikaji................................................................................
C. Cara Pengambilan Data
1. Pengamatan (Observasi)...
2. Wawancara
3. Studi Pustaka
D. Sumber Data....
ii
iii
iv
v
vii
viii
1
2
2
3
3
3
5
8
11
13
15
16
18
18
20
20
20
20
20
20
20
21

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
vi

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN........................................
A. Kondisi Umum Perusahaan...
1. Sejarah Perusahaan...
2. Lokasi Perusahaan
3. Ketenagakerjaan .
4. Struktur Organisasi Perusahaan
5. Peranan Perusahaan
6. Peluang dan Kendala perkembangan Perusahaan
B. Hasil Pembahasan Kegiatan Magang
1. Pengenalan Keadaan Perusahaan ...
2. Kegiatan umum Pemeliharaan Ayam Parent stock
3. Perkandangan...........................................................
4. Manajemen Pemeliharaan Ayam
C. Evaluasi Kegiatan Magang..
1. Keadaan Umum Perusahaan.
2. Biosecurity Perkandangan
3. Sistem Pemeliharaan Ayam Parent Stock
4. Biosecurity Ayam .
5. Biosekuritas Orang Yang Masuk Farm..
6. Limbah..
BAB V. PENUTUP.
A. Kesimpulan...
B. Saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN






22
22
22
22
23
24
24
25
26
26
26
26
27
39
39
39
41
44
45
46
47
47
47
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
vii





DAFTAR GAMBAR


Halaman
Gambar 1. Struktur Organisasi P.T Super Unggas J aya Unit Sukorejo






















24

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
viii

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel. 1 Beberapa strain parent stock..
Tabel. 2 strain parent stock yang diproduksi di Indonesia
Tabel. 3 Kebutuhan nutrisi ayam fase layer.
Tabel. 4 Pelaksanaan Vaksinasi.
Tabel. 5 Kandungen nutrien Layer I umur 20-30 minggu..
Tabel. 6 Kandungan nutrient layer 2 umur 30-80 minggu..


































4
5
8
12
42
42
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
ix

DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran Halaman
1. Foto Biosecurity Di PT Super Unggas J aya................................................... 50
2. Denah Sukorejo Farm .................................................................................... 52
3. Struktur Organisasi Di PT. Super Unggas J aya ............................................. 53


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user



ABSTRAK
Praktek Magang ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Biosekuritas Pemeliharaan
Parent Stock Broiler padaFaseLaying. Pelaksanaan magang padatanggal 20 Februari sampai
dengan tanggal 20 Maret 2012. Di Peternakan PT Super Unggas J aya pasuruan yang terletak di
J l. rayakm57 dsn karanglo, ds sukorejo kecamatan purwosari kabupaten pasuruan.
Metode dasar yang digunakan dalam praktek magang ini adalah Praktek Lapang,
Observasi, Wawancara dan Sumber Data (Data Primer dan Data Sekunder). Sedangkan
pengambilan lokasi praktek magang adalah disesuaikan dengan kajian yakni Manajemen
Biosekuritas Pemeliharaan Parent Stock Broiler pada Fase Laying.. PT Super Unggas J aya
pasuruan merupakan salah satu peternakan pembibit ayambroiler yang menghasilkan telur
tetas dan bibit yang kualitasnyabaik.
Biosecurity yang ada di PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm broiler
breeder cukup baik yaitu yang pertama padapos satpammenggunakan sinar ultra violet untuk
menyinari barang yang akan dibawa ke dalamarea, kemudian menggunakan baju ganti dan
mandi dengan larutan disinfectan. Untuk masuk diarea farmmaka akan mandi lagi dengan
shower dengan disinfectan kemudian menggunakan baju kandang dan sepatu bout yang telah
disediakan.
Kata Kunci: Manajemen Biosekuritas

Keterangan :
1. Mahasiswa J urusan/Program Studi Agribisnis Minat Peternakan Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret Surakartadengan Nama YudhaDwi Bintoro H3409026
2. Dosen Pembimbing / Penguji I
3. Penguji II
















YUDHA DWI BINTORO
1
H 3409026
Wara Pratitis S.S, S.Pt,. M.P
2
dan Ir. Lutojo, M.P
3

MANAJEMEN BIOSEKURITAS PEMELIHARAAN PARENT
STOCK BROILER PADA FASE LAYING
DI PT SUPER UNGGAS JAYA
PASURUAN
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
BIOSECURITY MANAGEMENT ON
CONVERVANCY OF PARENT STOCK BROILER PHASE OF LAYING
IN PT SUPER UNGGAS JAYA
PASURUAN
YUDHA DWI BINTORO
1

H 3409026
Wara Pratitis S.S, S.Pt,. M.P
2
dan Ir. Lutojo, M.P
3


ABSTRACT
Thepurposeof this apprenticeship practiceis to know thebiosecurity management on
convervancy of parent stock broiler phaseof laying. Therealization of this apprenticeship was on
20th of February to 20th of March 2012 in PT Super Unggas J aya, Pasuruan farm that is located
in RayaStreet km57 Karanglo, Sukorejo, Purwosari, Pasuruan.
The basic method that was used in this apprenticeship practice was Field Practice,
Observation, Interview and DataSources (Primer Dataand Secondary Data). Whilethelocation
for this apprenticeship practice was adjusted to the study, that is called by biosecurity
management on convervancy of parent stock broiler phase of laying. PT Super Unggas J aya,
Pasuruan is oneof thebroiler chickens breeder that produces hatching eggs and germs with the
best quality.
Biosecutity exist in PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo broiler breeder farm
good enough. That is first in security post useultraviolet ray to illuminategoods to bebrought
into area, later then useclothes changeand takeabath with condensation of disinfectan. To enter
area farmhence will take a bath again with shower disinfectan later than use cage clothes and
shoeof bout which havebeen provided.
Key Word : Biosecurity Management
Notes:
1. University student of Livestock Agribusiness of Sebelas March University names
YudhaDwi Bintoro H3409024
2. Counselor lecturer/Examiner I
3. Examiner lecturer/examiner II

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini seiring dengan perkembangan jaman dan semakin
meningkatnya jumlah penduduk dan SDM manusia, serta kesadaran akan
pentingnya gizi berdampak pada meningkatnya sumber pangan yang
mengandung Protein hewani seperti daging. Sehingga lambat tahun
kebutuhan akan telur menigkat, terutama daging ayam. Hal ini menjadikan
peluang usaha peternakan ayam ras pedaging masih terbuka lebar. Sehingga
muncul usaha ayam parent stock ras pedaging di Indonesia, salah satunya
PT.Super Unggas J aya.
Untuk memenuhi kebutuhan daging dari masyarakat maka produsinya
juga harus ditingkatkan. Produksi ayam pedaging sangat dipengaruhi oleh
faktor pemberian pakan (feeding), pembibitan (breeding), dan system tata
laksana pemeliharaan ayam (manajemen). Dalam pemeliharaan ayam parent
stock yang baik, ayam akan mulai memproduksi telur pada umur 20 minggu
sampai umur 72 minggu. Dalam hal ini manajemen pemeliharaa yang baik
sangat diperlukan, mulai dari pemeliharaan fase awal (starter), pembesaran
(grower) atau (pullet), dan farm petelur (layer) sampai afkir. Dimana dalam
pemeliharaan tersebut terdapat hal-hak pokok yang terdiri dari manajemen
pemeliharaan, manajemen perkandangan, manajemen pakan, dan manajemen
kesehatan ternak maupun lingkungan.
Asal kata biosekuritas adalah dari kata asing biosecurity yaitu bio
artinya hidup dan security artinya perlindungan atau pengamanan. J adi
biosecurity adalah sejenis program yang dirancang untuk melindungi
kehidupan. Dalam arti yang sederhana kalau untuk peternakan ayam adalah
membuat kuman atau agen penyakit jauh dari tubuh ayam dan menjaga ayam
jauh dari kuman.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
2

B. Tujuan Magang
1. Tujuan Umum
a. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai hubungan antara
teori dengan penerapannya di dunia kerja (lapangan) serta faktor-
faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat merupakan bekal
bagi mahasiswa setelah terjun di masyarakat.
b. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja
yang praktis yakni secara langsung dapat menjumpai, merumuskan
serta memecahkan masalah yang ada dalam kegiatan di bidang
peternakan.
c. Meningkatkan wawasan mahasiswa tentang berbagai kegiatan
agribisnis.
d. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan Instansi
pemerintah, perusahaan swasta dan masyarakat, dalam rangka
meningkatkan kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi.
2. Tujuan Khusus
a. Memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja dalam bidang
peternakan khususnya pada pemeliharaan parent stock ayam
Broiler di PT Super Unggas J aya.
b. Melihat dan memahami secara langsung upaya dan pengembangan
agribisnis, khususnya agribisnis ternak ayam pembibit (Parent
Stock).
C. Manfaat Magang
- Mengetahui kesesuaian dan penerapan ilmu yang dipelajari di lapangan.
- Mengetahui faktor-faktor eksternal di lapangan yang mempengaruhi
pengaplikasian teori ilmu.
- Menambah pengalaman dan ketrampilan kerja.
- Mahasiswa mampu berkomunikasi dan mengintegrasikan diri dalam
lingkungan perusahaan.
- Mampu menganalisis permasalahan dan kendala dalam pengelolaan dan
pengembangan usaha peternakan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
3

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Ayam Pembibit Parent Stock
Ayam pembibit parent stock adalah ayam induk penghasil telur tetas
(Sudaryani, et al, 1994) menambahkan bahwa terdapat dua tipe ayam pembibit
yaitu ayam pembibit pedaging dan petelur. Kualitas bibit merupakan syarat
utamadan memegang peranan penting pada langkah pertama dari usaha
peternakan ayam (Wiharto, 1986) Rasyaf (1995) menambahkan bahwa ayam
yang mempunyai produktivitas tinggi dapat diperoleh dari bibit yang
berkualitas baik, ayam tingkatan final stock telah mengalami seleksi dan
culling yang dilakukan secara bertahap.
Pemeliharaan ayam pembibit bertujuan untuk mendapatkan telur tetas
dengan fertilitas dan daya tetas guna memdapat anak ayam (DOC) dengan
kualitas baik pula. Ayam pembibit mulai bertelur pertama kali umur 19
minggu untuk pembibit dwiguna dan umur 21 minggu untuk pembibit ayam
pedaging (Sudaryani dan Santoso, 2000). Lebih lanjut dijelaskan oleh Rasyaf
(2003), bahwa masa bertelur dihitung sejak ayam mencapai 5% Hen-Day
hingga lebih rendah dari 50% Hen-Day. Ayam akan mencapai puncak
produksi pada umur 30-40 minggu dan akhirnya secara perlahan-lahan
menurun sampai tingkat sekitar 50% Hen-Dayatau setelah berumur lebih dari
74 minggu.
Betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal
mula dari parent stock adalah berasal dari ayam hutan yang ditangkap dan
dipelihara serta mampu bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan
dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi
ditujukan pada produksi yang banyak.Ayam hutan tadi dapat diambil telur dan
dagingnya maka dari itu arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi
mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal
dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam
petelur (Anonim, 2008).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
4

Tipe tipe Ayam Parent Stock yang di ternakkan ini meliputi :
1. Ayam Parent Stock putih
Tipe ayam Parent Stock putihringan ini mempunyai badan yang
ramping/kurus, mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih
bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni. Ayam
galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di
Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di
Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam putih komersial ini. Ayam ini
mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house (HHA).
Sebagai petelur parent stock, tipe ayam ini memang khusus untuk bertelur
saja (Rasyaf, 2008).
2. Ayam Parent Stock Cokelat
Bobot tubuh ayam Parent Stock berat ayam petelur ringan dan ayam
broiler. Ayam ini disebut juga tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini
tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telur cukup banyak dan juga
menghasilkan daging yang cukup banyak. Ayam ini disebut juga dengan
ayam tipe dwiguna. Ayam ini disebut ayam petelur cokelat, karena
bulunya yang cokelat dan warna telurnya juga cokelat. (Rasyaf, 2008).
Setelah masa awal berakhir maka tiba saatnya ayam memasuki masa
remaja atau fase grower. Perubahan yang terlihat hanya dari ukuran tubuhnya
yang semakin bertambah dan bulu yang mulai lengkap. Selain itu kelamin
sekunder juga sudah mulai tampak. Ayam parent stock periode grower adalah
ayam yang hidup antara umur 7- 16 minggu (Rasyaf, 1994).








perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
5

Tabel 1. Beberapa strain parent stock
Strain Umur
Awal
Produksi
(minggu)
Umur pada
Produksi
50%
(minggu)
Puncak
Produksi
(%)
FCR Kemati
an (%)
Lohmann
Brown MF 402
19-20 22 92-93 2,3-2,4 2-6
Hisex Brown 20-22 22 91-92 2,36 0,4-3
Bovans White 20-22 21-22 93-94 2,2 5-6
Hubbard
Golden Comet
19-20 23-24 90-94 2,2-2,5 2-4
Dekalb Warren 20-21 22,5-24 90-95 2,2-2,4 2-4
Bovans
Goldline
20-21 21,5-22 93-95 1,9 6-7
Brown Nick 19-20 21,5-23 92-94 2,2-2,3 4-7
Bovans Nera 21-22 21,5-22 92-94 2,3-2,45 2-5
Bovans Brown 21-22 21-23 93-95 2,25-2,35 2-7
Sumber: (Rasyaf, 2008)

Tabel 2. Beberapa strain parent stock yang diproduksi di Indonesia
NO Strain Ayam Perusahaan Pembibitan
1 Isa Brown, Shaver Starcross PT. ISAInkud Breede / PT. Cargil
Indonesia
2 AA-26, Haro PT. Charoen Pokphand Indonesia
3 Bromo PT. Ankie, PT. ANputraco
4 Cobb PT. Galur Palasari Cobbin do
5 Hysex Brown, Enya Brown PT. Ayam Manggis
6 Golden Comet, Dekab PT. Cipendawa Farm
7 Hyline PT. Hybrida Indonesia
8 Kimber 137, K155 Unit Peternakan DKI
9 H&N, Brown Nick Unit Peternakan DKI
10 Lohmann Brown Multi Breeder Adirama Indonesia
11 HS Nick, Ross Brown Cibadak Indah Farm
12 Babcock CV. Missouri
13 Cobb Hardy PT. Randu Agung J aya
Sumber : (Abidin, 2004).

B. Perkandangan
1. Kandang open house
Kandang open house adalah kandang yang dindingnya dibuat dengan
sistem terbuka, yang biasa terbuat dari kawat burung atau bambu sehingga
menjamin hembusan angin bisa masuk dalam kandang dan bisa
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
6

memanfaatkan pergantian sinar matahari. Dinding kandang di tutup
dengan tirai yang berfungsi sebagai ventilasi.Dilapangan bentuk kandang
yang umum dijumpai adalah kandang sistem terbuka atau open house, baik
sistem panggung maupun sistem postal dengan lantai beralaskan sekam,
serutan gergaji kayu dan beberapa peternak pernah juga menggunakan
jerami. Model kandang terbuka memberikan kontribusi yang kurang bagus
bila dibandingkan dengan model kandang sistem tertutup (Ahmadi, 2008)

2. Kandang Close house
Kandang close house adalah kandang yang dindingnya dibuat dengan
sistem tertutup dengan rapat sehingga sinar matahari, ventilasi dan
kelembapan kandang diatur dengan mesin yang memerlukan kontruksi
kandang tertentu. Kandang sistem tertutup atau close house merupakan
sistem kandang yang harus sanggup mengeluarkan kelebihan panas,
kelebihan uap air, gas-gas yang berbahaya seperti CO
,
CO
2
dan NH
3
yang
ada dalam kandang, tetapi disisi lain dapat menyediakan berbagai
kebutuhan oksigen bagi ayam. Kandang dengan model sistem tertutup ini
diyakini mampu meminimalkan pengaruh-pengaruh buruk lingkungan
dengan mengedepankan produktivitas yang dipunyai ayam (Ahmadi,
2008).
J enis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam,
yaitu:
1. Kandang lantai litter, kandang ini dibuat dengan lantai yang dilapisi
kulit padi, pesak/sekam padi dan kandang ini umumnya diterapkan
pada kandang sistem koloni. Biasanya di pakai sebagai kandang ayam
starter atau grower.
2. Kandang slat, kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk
sistem ini terdiri dari bambu atau kayu kaso dengan lubang-lubang
diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung
ketempat penampungan. Keunggulan kandang full slat yaitu : kotoran
ayam jatuh ke kolong kandang sehingga lantai tetap kering dan bersih.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
7

3. Kandang dengan lantai campuran liter dengan kolong berlubang,
dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60%
luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan
30% dikiri (Windasari, 2010).
Sirkulasi udara kandang yang berada di daerah tropis seperti di
Indonesia ini sangat penting. Udara di dalam kandang yang pengap dan bau
dapat menurunkan produksi. Dalah hal ini yang penting adalah keluarnya CO
2

dan bau ammonia yang dapat menggangu kesehatan ayam (Rasyaf, 2008).
Dinding kandang terbuka dengan menggunakan anyaman kawat, kayu
atau bambu dengan diameter 2 cm. Hal ini dimaksud agar kotoran ayam dapat
jatuh ke tanah sehingga kandang tetap bersih (Sudaryani dan Santosa, 1997).
Kandang, selain berfungsi untuk melindungi ayam dari iklim seperti hujan,
panas matahari, dan anginya juga berfungsi melindungi dari gangguan
manusia atau binatang. Kandang bagi ayam ras petelur juga diharapkan
meningkatkan produksi ayam dengan memberikan rasa nyaman bagi ayam
yang dipelihara (Sudaryani dan Santosa, 1997).
Kebutuhan luas lantai atau kepadatan anak ayam di masa awal (hingga
5-6 minggu), yaitu 11-16 DOC/m
2
. Untuk ayam petelur pedaging tipe ringan
atau putih, setiap 1 m
2
dapat diisi oleh 16 ekor anak ayam, sedangkan ayam
petelur cokelat cukup 11 ekor (Rasyaf, 2008).Lokasi kandang harus tersedia
sumber air yang cukup, terutama pada musim kemarau. Air merupakan
kebutuhan mutlak untuk ayam karena kandungan air dalam tubuh ayam
mencapai 70% (Fadilah, 2004).Kandang yang digunakan dalam pemeliharaan
ayam petelur pedaging sangat beraneka ragam. Masing- masing dapat
dibedakan atas dasar fungsi dan kegunaanya, model lantai, pengisian kandang,
atap kandang dan kelangsungan penempatan ayam di dalam kandang. Atap
kandang sistem monitor sangat menunjang sirkulasi udara dalam kandang
(Sudarmono, 2003)Kandang sistem baterey berbentuk kotak cage terbuat dari
kawat atau bambu. Ukuran setiap kotak 40x30x40. Biasanya dibuat rangkaian
terdiri dari beberapa buah, (4-5 buah) (Suprijatna et al, 2005).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
8

Pada kandang dengan kotak cage, posisi tempat minum dibuat diatas
tempat ransum, sebab ayam lebih suka makan daripada minum. Hal ini juga
bertujuan untuk mencegah agar tempat minum tidak cepat kotor.Tempat
minum dapat dibuat dari bambu yang dipasang memanjang , sepanjang jalur
kotak-kotak cage (Rasyaf, 2008).Kandang cage individu yang tiap cage berisi
satu ekor ayam melebihi kelebihan yaitu memudahkan pengontrolan produksi
dan kesehatan ayam, begitu pula pengapkiran ayam yang sakit atau dibawah
produksi standar, konsumsi ransum mudah dikontrol, sehingga persaingan
konsumsi antar ayam dapat dihindari serta kanibalisme pada ayam pembibit
dapat dihindari(Rasyaf, 2008).
C. Pakan
Pakan merupakan bagian terpenting dari industry peternakan, untuk itu
harus diperhatikan dengan bagi pada waktu manajemen pemberian pakan
tersebut.
Tabel 3. Kebutuhan nutrisi ayam fase layer
Kandungan Pakan Persentase (%)
Air Max 14
ME (Metabolisme energi) Min 2650
Protein Kasar Min 16
Lemak kasar Max 7
Serat kasar Max 7
Kalsium (Ca) 3,25 - 4,25
Phosphor (P) 0,6 - 1,00
Abu Max 14
Sumber: (Rasyaf, 2009)
Ayam pembibit parent stock membutuhkan sejumlah unsur gizi untuk
hidupnya, misalnya bernafas, peredaran darah, bergerak, dan fungsi- fungsi
fisiologis lainya. Disamping itu, untuk ayam yang sedang bertelur di
butuhkan juga untuk produksi telur. Kebutuhan yang pertama itu disebut
dengan kebutuhan hidup pokok dan yang kedua untuk produksi. Untuk hidup
pokok dan hidup produksi, ayam membutuhkan protein, energi, vitamin, dan
mineral (Rasyaf, 1994).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
9

Konversi ransum merupakan suatu ukuran yang dapat digunakan
untuk menilai efisiensi penggunaan ransum serta kualitas ransum. Salah satu
ukuran efisiensi adalah dengan membandingkan antara jumlah ransum yang
diberikan (input) dengan hasil yang diperoleh baik itu daging atau telur
(output). Hal ini karena berkaitan dengan pertumbuhan ayam dan juga
konsumsi ransum.
Konversi inilah yang selalu diperbaiki dari masa ke masa oleh
berbagai pembibit sesuai dengan kemempuan genetis ayam dan ditunjang
dengan lingkungan yang baik(Rasyaf, 2008). Konversi ini meliputi :
1. Protein
Protein terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sulfur.
Protein ini terbentuk lebih dari 20 jenis asam amino yang dirangkai oleh
ikatan peptide. Fungsi protein antara lain untuk membangun dan
membentuk jaringan-jaringan tubuh (misalnya daging), pembentukan
dan perkembangan organ-organ tubuh serta pertumbuhan bulu. Protein
juga untuk keperluan produksi telur karena telur mengandung banyak
protein. Protein telur juga berasal dari tubuh ayam (Rasyaf, 2008).
2. Energi
Energi terdapat di semua bahan pakan, terutama bahan pakan biji-
bijian dan lemak. J agung kuning, bekatul, bungkil kelapa, tepung ubi
kayu, dan bungkil kedelai mengandung energy. J agung kuning
merupakan salah satu andalan sumber energi. Net energi digunakan
untuk produksi telur dan pertumbuhan ayam (Rasyaf, 2008).
3. Vitamin
Vitamin dan mineral pengaruhnya besar sekali dalam untuk ayam
Parent Stock. Vitamin D dan Kalsium, misalnya, dibutuhkan dalam
proses pembentukan kulit telur. Vitamin yang dibutuhkan ayam pada
masa awal adalah vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, tiamin,
riboflavin, asam pantotenat, niasin, piridoksin, biotin, kolin, dan
vitamin 12. Untuk daerah tropis seperti di Indonesia direkomendasikan
pula vitamin C (Rasyaf, 2008).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
10

4. Kalsium (Ca) dan Phosphor (P)
Ayam petelur membutuhkan mineral dalam jumlah yang tidak
terlalu besar. Banyak fungsi tubuh yang memerlukan mineral, misalnya
aliran darah, tekanan darah, pembentukan telur, kulit telur, bulu dan
tulang. Kalsium bersama vitamin D, misalnya sangat diperlukan untuk
pembentukan kulit telur yang baik. Kulit telur yang tipis menyebabkan
telur mudah retak dan pecah, Apabila kekurangan kalsium dan
phosphor akan menyebabkan pertumbuhan terhambat,produksi telur
menurun, tulang mudah patah dan kulit telur tipis (Alamsyah, 2005).
5. Lemak
Lemak merupakan kelebihan energi yang disimpan dalam tubuh.
Lemak digunakan untuk pembentukan karkas. Untuk ayam pada masa
pertumbuhan ditambah lemak tak jenuh beriodium tinggi, sedangkan
untuk penggemukan ditambah dengan lemak jenuh beriodium rendah.
Sumber lemak bisa berasal dari bahan pakan, seperti jagung kuning,
bungkil kedelai, dan minyak ikan (Alamsyah, 2005).
Setelah masa awal (masa starter) pertumbuhan anak ayam berkurang.
Organ- organ tubuh telah terbentuk sesuai dengan fungsinya. Sehingga di
masa remaja kebutuhan protein berkurang. Hal inilah yang menyebabkan
kandungan protein ransum untuk ayam petelur masa remaja lebih rendah dari
pada kadar protein ayam petelur masa awal. Untuk amanya di Indonesia
digunakan kandungan protein 15% untuk masa remaja (Rasyaf, 1994). Guna
mendapatkan campuran ransum yang merata dan homogen, harus dilakukan
pencampuran dengan teknik yang benar. Pencampuran bahan baku yang
beragam ini dapat dilakukan secara mekanik dan manual. Secara mekanik
dapat dilakukan dengan mesin pengaduk atau disebut feed mixer, sedangkan
pengadukan secara manual dapat menggunakan sekop atau drum
(Sudarmono, 2003).Banyaknya pakan yang dikonsumsi tergantung beberapa
faktor antara lain : bangsa ayam, temperatur lingkungan, kandungan energi
dalam pakan dan fase produksi (wahyu, 1992).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
11

D. Kesehatan
Menjaga kebersihan kandang merupakan satu langkah strategis
mengurangi populasi bibit penyakit di sekitar ayam, Karakteristik yang paling
menonjol dari bibit penyakit adalah menyukai tepat- tempat yang kotor,
sehingga jika peternak berkeinginana mememerangi bibit penyakit, ia harus
menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar. Hal itu busa dicapai
dengan melakukan program sanitasi dan disinfektsi kandang secara rutin
(Abidin, 2004).
Cacingan sebagai tanda tidak bersihnya ransum dan pakan yang
digunakan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan pemberian obat cacing
peroral (dicekoki melalui mulut) atau dicampurkan melalui air minum
(Rasyaf, 2008). Cara melakukan vaksin untuk ayam muda atau anak ayam
melalui tetes mata, sedangkan untuk ayam remaja dapat disuntikan.
Vaksinberguna memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu,
namun kekebalan tersebut dalam jangka waktu tertentu (Rasyaf, 2008).
Rumput liar yang ada di sekitar kandang akan menyuburkan
pertumbuhan serangga pembawa penyakit berasal dari protozoa yang
menyerang sel darah ayam. Sebisa mungkin menghindari perlakuan yang
kasar pada ayam agar ayam tidak kaget atau tercekam sehingga merasa
nyaman (Rasyaf, 2008).
Untuk menghindari kebisingan, penyebaran penyakit dan polusi bau,
jarak kandang harus cukup jauh dari pemukiman penduduk. J arak kandang
dengan pemukiman minimal satu kali lebar kandang atau sekitar 6 meter.
Kandang dengan tipe litter pengelolaannya lebih mudah dan praktis, hemat
tenaga dan waktu, lantai kandang relatif tahan lama, lantai tidak
mengakibatkan telapak kaki ayam terluka, dan mengeras serta litter
merupakan media yang baik untuk mencakar-cakar debu atau mandi debu
yang memberikan kenyamanan bagi ayam. Lokasi kandang dekat dengan
sumber air tetapi tidak becek serta sarana transportasi mudah
(Suprijatna et al., 2005).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
12

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan dua cara, cara pertama
adalah melalui tata laksana harian dan yang kedua melalui obat vaksin.
Keduanya digunakan bersama dan saling mendukung satu sama yang lain.
Tata laksana. Pencegahan melalui tata laksana harian pada prinsipnya adalah
menciptakan suasana tenang, bersih, dan nyaman di peternakan. Pencegahan
penyakit virus dilakukan dengan cara vaksinasi(Rasyaf, 1992).
Vaksinasi adalah suatu tindakan dimana hewan dengan sengaja
dimasuki gen penyakit (disebut antigen) yang telah dilemahkan dengan tujuan
untuk merangsang pembentuk daya tahan atau daya kebal tubuh terhadap
suatu penyakit, dan aman untuk tidak menimbulkan penyakit. Kekebalan
tubuh optimal bila vaksinasi diberikan pada kondisi yang optimal (Rasyaf,
1990). Lamanya dan kuatnya reaksi vaksin dan kekebalan penyakit yang
diperoleh tergantung dari imunitas yang diperoleh pada saat vaksinasi mula-
mula. J adi cara pemberian, persiapan dan hal- hal lain harus dilakukan dengan
betul pada saat vaksinasi pada pertama kali. Daya tahan tubuh ayam terhadap
penyakit yang akan diperoleh akan lebih baik bila ayam lebih sehat dan kuat
kondisinya (Yahya, 1980).
Vaksin ND diberikan pada ayam umur 4 hari yaitu dengan suntik
lansung (subcutan) dan dengan tetes mata. Vaksin gumboro (IBD) juga
diberikan pada ayam umur 12 hari dengan mencampurkan pada air minum
(Fadilah, 2004). Vaksinasi gumboro (IBD) dilakukan pada saaat anak ayam
berumur 7-9 hari, yakni melalui pemberian air minum (Rasyaf, 2008).
Tabel 4. Pelaksanaan Vaksinasi
Umur Ayam
(minggu)
Vaksin Cara Vaksinasi
Penyakit Strain
2 3 Bronchitis Massachusetts Melalui air minum
Newcastle La sola Melalui air minum
6 Bronchitis Massachusetts Melalui air minum
Newcastle Lasota Melalui air minum
10 Laryngotrachertis
Fowl pox Ada di label Tusuk sayap
6 16 Avian
encephalomyelitis
Air ,inum
Sumber : (Rasyaf, 2008)
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
13

E. Penyakit
Penyakit yang sering dijumpai di sentral industri peternakan meliputi :
1. Newcastle Disease (ND) atau Tetelo
Penyakit Newcastle Disease (ND) disebabkan oleh virus family
paramyxovirus. Penyakit ini mempunyai gejala spesifik yang dapat
dilihat, yaitu kepala mengarah ke atas (tortikolis) dan tertekuk, sayap
terkulai, mata sayu, terdiam,atau tidak aktiv. Pencegahan penyakit ini
dilakukan dengan vaksinasi dengan jadwal yang sudah ada. Vaksin yang
digunakan adalah vaksin ND dari strain la sota (Rangga Tabbu, 2000).
2. Infectious Bronchitis (IB)
Penyakit ini disebabkan oleh virus Tarpeia pulli. Gejala yang
muncul bila ayam terserang penyakit ini adalah ayam sulit bernafas, mata
berair, tampak lesu, dan nafsu makan menurun. Pencegahan dapat
dilakukan dengan sanitasi kandang yang baik serta melakukan vaksinasi
dengan vaksin IB (Infectious Bronchitis) dengan jadwal yang telah
ditentukan (Rangga Tabbu, 2000).
3. AI (Avian Infleunza)
Avian Influenza adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh
virus Orthomixo. Gejala penyakit AI adalah gangguan pernafasan, diare,
nafsu makan menurun. Pada ayam muda dapat tercekik karena sumbatan
getah radang pada saluran pernafasan. Penyakit ini dapat menular antara
lain melalui kontak langsung dengan ayam yang terjangkit, peralatan,
lalu lintas anak kandang dan angin. Penyakit ini bersifat zoonosis atau
dapat menular pada manusia. Penyakit ini menyebabkan mortalitas yang
sangat tinggi. Untuk penyakit ini tidak ada pengobatan secara khusus,
untuk pencegahan dengan melakukan sanitasi dengan baik dan vaksinasi
dengan vaksin AI (Akoso, 2003).
4. Berak Kapur(Pullorum)
Pullorum adalah penyakit infeksi akut atau kronis yang disebabkan
oleh kuman Salmonella Pullorum. Tanda-tanda serangan pada anak ayam
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
14

adalah merunduk, mengantuk, menggigil dan diare. Lutut membengkak,
lemah dan pantat kotor dengan bulu yang lengket. Tinja putih seperti
kapur dan ada kalanya berwarna hijau. Penularan melalui kontak
langsung dnegan ayam yang sakit, peralatan, burung liar dan limbah
peternakan. Pengobatan dengan pemberian preparat sulfa dan antibiotik
(Akoso, 1993).
5. Snot (Coryza).
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophillus
Paragallinarum. Tanda-tanda ayam yang terserang penyakit ini
adalahpembengkakan dan busung pada daerah muka. Ayam bersin-bersin
dan terdapat pengeluaran lendir yang kental dan lengket dari rongga
hidung yang berbau busuk. Penularan sangat cepat melalui kontang
langsung antara ayam yang sakit dengan ayam yang sehat dalam satu
kandang, kontaminasi pakan dan minum merupakan cara penularan yang
sering terjadi. Pengobatan yang efektif yaitu dengan pemberian
sulfatiasol atau sulfadimektosin dan eritromisin. Pencegahan dengan
memperbaiki tata laksana kandang dan sanitasi (Akoso, 1993).
6. CRD (Ngorok)
Penyakit ini muncul bersama dengan coryza, sering muncul pada
waktu perubahan cuaca yang buruk seperti di Indonesia. Penyakit ini
disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Pengobatan dengan
pemberian antibiotik antara lain spiramycin,tylosin (Rasyaf, 2008).
7. Kolera
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella cholera
gallinarum. Penyakit ini menular melalui pencemaran pakan atau air oleh
lendir hidung dari ayam yang sakit, kandang yang penuh dan sesak,
kedinginan, kepayahan dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.
Penyakit ini biasanya menyerang ayam umur 4 bulan ke atas. Gejala dari
ayam yang terserang adalah terjadi peradangan selapur lendir mata
disertai keluarnya kotoran. Tinja sangat encer dan dapat berwarna hijau.
Pada ayam dapat menyebabkan kematian mencapai 20 %. Pengobatan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
15

dengan memberikan antibiotik streptomysin, kloramfenikol dan teramisin
(Akoso, 1993).
F. Manajemen Biosecurity
Bioscurity ini dilakukan saat memasuki area perusahaan dan kandang
yaitu dengan mandi dan masuk pada sower disinfektan yang sudah di
sediakan. Kemudian saat masuk kandang sepatu ganti dengan sepatu khusus
kandang kemudian dicelupkan pada bak yang sudah di isi dengan disinfektan
dan bak yang berisi kalsit
Program sanitasi merupakan tindakan pembersihan dan
penyucihamaan kandang dan peralatanya yang dilakukan secara teratur.
Penyucian ini dilakukan dengan cara penyemprotan desinfektan keseluruh
kandang dan peralatan. Penyakit pada ayam dapat mengakibatkan kemrosotan
produksi telur (Maulana I., dan ferry, 2001).
Tempat minum ayam sebaiknya dibersihkan sehari sekali karena
kebersihan peralatan kandang seperti tempat air minum merupakan syarat
mutlak kesehatan ayam (Abidin, 2004).
Biosecurity merupakan tindakan pengamanan terhadap ternak,
melalui pengamanan terhadap lingkunganya dan orang atau person yang
terlibat dalam siklus pemeliharaan dimaksud.Bisa jadi kegagalan peternak
dalam memproduksi ayam dengan berat maksimal dan atau produksi telur
dengan Hen Day Production (HDP) yang optimum salah satunya adalah atas
keteledoran dalam penerapan biosecurity ( Riyadi, 2007).
Menurut Winkel (1997) biosekuritas merupakan suatu sistem untuk
mencegah penyakit baik klinis maupun subklinis, yang berarti sistem untuk
mengoptimalkan produksi unggas secara keseluruhan, dan merupakan bagian
untuk mensejahterakan hewan (animal welfare). Pada awalnya konsep
biosekuritas diterapkan untuk menghasilkan unggas yang bebas penyakit
tertentu (spesific patogen free) untuk keperluan penelitian secara
eksperimental. Tetapi saat ini telah diterapkan pada berbagai jenis peternakan
sebagi upaya praktis untuk mencegah masuknya organisme penyebab penyakit
(patogen) dari luar ke dalam peternakan. Bahkan diterapkan juga di negara-
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
16

negara berdaulat sebagai upaya untuk melindungi industri peternakannya dari
berbagai penyakit berbahaya yang tidak ditemukan di wilayahnya (penyakit
eksotik).
Tata laksana pencegahan penyakit dapat dilaksanakan dengan cara
sanitasi kandang dan peralatan, vaksinasi, biosecurity dan perbaikan pakan,
penyakit perlu dikelola agar jasad renik ini tidak mengganggu jalannya
produksi telur dan tidak menghambat jalannya usaha (Lubis dan Paimin,
2001).
Sanitasi adalah Program yang dijalankan di suatu kawasan
peternakan yang bertujuan untuk menjaga terjadinya perpindahan bibit
penyakit menular sehingga ternak yang dipelihara terbebas dari infeksi
penyakit serta selalu dalam kondisi sehat (Fadilah, 2004).
Pada prinsipnya ayam akan tetap sehat jika total energi dan bahan
nutrisi lain yang dikonsumsi sesuai standar kebutuhan masing- masing strain.
Monitoring yang ketat terhadap tingkat konsumsi pakan setiap hari, secara
tidak langsung peternak meningkatkan daya tahan tubuh ayam menghadapi
bibit penyakit yang ada. Lingkungan ayam yang nyaman juga dapat
mengurangi level stres pada ayam. Daya tahan tubuh ayam akan lebih baik
jika dalam lingkungan yang kadar amoniak rendah, tidak berdebu, cukup
oksigen, temperatur dan kelembapan sesuai, dan tidak terlalu padat
(Abidin, 2004).
G. Limbah
Kotoran ayam sebagai Biogas dan juga menambah pendapatan bagi
perusahaan peternakan.
Gas bio adalah bentuk energi utama yang dapat dimanfaatkan dari
kotoran ayam. Cara pembuatanya adalah dengan jalan memasukkan
kotoran yang telah bercampur air kedalam tangki pencerna biogas.
Kotoran ayam telah bercampur air secara otomatis atau tidak, dimasukan
ke dalam tangki pencerna supaya dapt menghasilkan gasbio. Kotoran
ayam tidak mengandung mikroba untuk menghasilkan gas bio oleh karena
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
17

itu penambahan kotoran ayam yang telah diproses menjadi biogas sebagai
starter (ragi) kedalam larutan kotoran ayam yang akan dimasukkan tangki
pencerna akan sangat membantu (Anonim, 2009).
Kotoran ayam sebagai pupuk
Dunia peternakan kini makin berkembang pesat, hal ini ditandai
dengan munculnya berbagai cara untuk meningkatkan hasil produksi
ternak. Tak terkecuali hasil kotoran ternak yang dulu hanya dimanfaatkan
sebagai pupuk tanaman, dewasa ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber
energi yang jika ditekuni mungkin bisa dijadikan usaha sampingan yang
sebanding dengan usaha pokoknya. Bahan yang dapat diperoleh dari
kotoran ayam berupa : gas bio, pupuk padat, pupuk cair dan sisa pupuk
cair (M. J unus, 1985).
Limbah peternakan meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari
suatu kegiatan usaha peternakan baik berupa limbah padat dan cairan, gas,
maupun sisa pakan. Limbah padat merupakan semua limbah yang
berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang
mati, atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua
limbah yang berbentuk cairan atau dalam fase cairan (air seni atau urine,
air dari pencucian alat-alat). Sedangkan limbah gas adalah semua limbah
berbentuk gas atau dalam fase gas (Soehadi, 1992).
Pupuk organik merupakan pupuk yang memiliki senyawa organik
dengan perbandingan C atau N yang ada dalam tanah dapat digunakan
untuk merangsang penyebaran nutrisi yang sulit masuk ke dalam tubuh
mikroorganisme karena kekurangan nitrogen dalam tanah. Dengan
perbandingan seimbang banyak mikroorganisme yang mati dan terurai
kembali menjadi unsur-unsur nutrisi untuk kesuburan tanah. Pupuk
organik mempunyai kompisisi unsur hara yang lengkap tetapi jumlah tiap
jenis unsur hara tersebut rendah. Tetapi sesuai dengan namanya, pupuk
organik termasuk pupuk yang mempunyai kandungan bahan organik yang
cukup tinggi. Pada umumnya pupuk organik mengandung N, P, K dalam
jumlah yang rendah tetapi bisa memasok unsur hara mikro essensial.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
18

Sebagai bahan pembenah tanah bahan organik dan pupuk kandang
mempunyai kontribusi dalam mencegah erosi, pergerakan tanah, dan
memperbaiki struktur tanah. Bahan organik juga memacu perkembangan
bakteri dalam biota tanah. J ika dibandingkan dengan pupuk buatan yang
mengandung satu nutrisi saja bertolak belakang dengan pupuk organik
yang beragam dan seimbang (Anonim, 2009).
H. Heatching Egg ( Mensortir Telur)
1. Kualitas dan Klasifikasi telur
Kualitas HE
Kualitas telur untuk kualitas HE telur harus bersih, kulit telur
tidak boleh retak atau berkerut, bentuk kulit normal dan halus. Rongga
udara di dalam telur sepanjang 0,32 cm. Putih telur harus bersih dan
kental. Kuning telurnya bersih dan tanpa kotoran. Telur kualitas A,
kulit telur bersih, tidak retak atau berkerut, mulus dan normal. Rongga
udara 0,48 cm dan terdapat bagian yang tumpul dari telur. Putih telur
bersih dan boleh agak encer. Telur kualitas B, Kuning telur normal
dan bersih. Kulit telur bersih, tidak pecah atau retak dan boleh agak
tidak normal, misalnya sedikit lonjong. Rongga udara sebesar 0,95
cm. Putih telurbersih dan sudah lebih banyak yang encer. Kuning telur
normal, tetapi boleh ada bercak.
Kualitas C Kulit telur bersih dan boleh kotor sedikit, kulit
tidak retak/pecah dan boleh tidak normal. Rongga udara sebesar 0,95
cm. Putih telur sudah encer, ada telur yang berbentuk tidak normal.
Kuning telur sudah mengandung bercak-bercak yang tidak sedap,
bentuk telur tidak normal lagi, atau sudah pipih (Rasyaf, 2008).
I. Pengafkiran ayam
J enis ayam yang di afkir meliputi, ayam yang sudah tidak
produktif, karena usia sudah tua, cacat fisik.
Salah satu bagian yang terpenting dalam pasca produksi
adalah pengapkiran. Pengapkiran dilakukan apabila ayam tidak di
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
19

force molting maka ayam siap dijual sebagai ayam potong. Harga per
kg ayam potong apkir ini tidak sebesar harga ayam broiler, namun
ditingkat pengecer, harga ayam apkir dengan harga ayam broiler per
kg bobot hidup sama. Perbedaan rasa dan aroma itu dikarenakan
perubahan tekstur daging dan struktur pelemakan di dalam daging
ayam (Rasyaf, 2008).
Pemasaran adalah proses merencanakan dan melaksanakan konsep,
memberikan harga, melakukan promosi dan mendistribusikan ide,
barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi
kebutuhan individu dan organisasi. Riset pemasaran adalah suatu
fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan pemasan dengan
melalui informasi- informasi dengan luar untuk mengidentifikasi
peluang dan masalah pemasaran, menghasilkan dan mengevaluasi
upaya pemasaran, memantau kinerja pemasaran sebagai suatu proses.
Riset pemasaran menspesifikasi suatu informasi untuk menghadapi
isu- isu dan mendesain metode pengumpulan data, menganalisis
hasilnya dan mengkomunukasikan hasil temuan dan implikasinya
(Mc. Daniel. 2001)













perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
20

III. METODE PELAKSANAAN

A. Tempat dan Waktu Magang
Kegiatan magang di perusahaan ini dilaksanakan di PT. Super Unggas
J ayayang berlokasi jln. raya km 57 Dusun Bulu Agung Desa Sengon
Agung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Pelaksanaan magang di
PT. Super Unggas J ayaini dilakukan selama satu bulan terhitung mulai tanggal
20 Februari 16 Maret 2012.
B. Aspek yang dikaji
1. Pengamatan secara umum mengenai keadaan umum dari perusahaan
diantaranya sejarah perusahaan, kondisi perusahaan dan struktur organisasi
di perusahaan PT. Super Unggas J aya.
2. Pengamatan secara khusus mengkaji tentang tata cara manajemen
biosekuritas pemeliharaan ayam parent stock di PT. Super Unggas J aya.
C. Cara Pengambilan data
Data yang diperlukan harus akurat sehingga tercapai keyakinan akan
suatu kebenaran untuk memperoleh data-data yang relevan. Tehnik
pengumpulan datayang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Pengamatan (observasi)
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati langsung hal-
hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan magang.
2. Magang Kerja
Pengunpulan data dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan yang
berlangsung di perusahaan melalui bekerja dan berdiskusi dengan seleruh
karyawan perusahaan.
3. Wawancara (Interview)
Proses untuk mendapatkan informasi dengan cara Tanya jawab secara
langsung dengan responden. Responden yang di wawancarai adalah
manajer operasional, sataf maupun anak kandang di perusahaan.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
21

4. Pencatatan (Recording)
Proses pengumpulan data dengan caramencatat setiap hal yang berkaitan
dengan pelaksanaan magang di perusahaan.
5. Dokumentasi
Pengumpulan data dengan cara mendokumentasikan berbagai kegiatan
yang dilakukan.
6. Studi Pustaka
Pengumpulan data dengan cara memanfaatkan data yang tersedia, yang
berhubungan dengan kegiatan magang. Data yang dimaksud dapat berupa
buku, jurnal, arsip dan lain sebagainya yang relevan dan informative.
D. Sumber data
Sumber data yang diperoleh berdasarkan sifat data yang dikumpulkan
ada dua jenis data yaitu:
1. Data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara secara
langsung dari responden seperti manajer perusahaan, staf, karyawan, dan
masyarakat sekitar perusahaan.
2. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari
sumber. Dalam kegiatan Magang Perusahaan ini yang menjadi data
sekunder adalah data yang diambil dari buku, catatan yang diperoleh
selama berada di perusahaan dan jurnal yang berhubungan dengan
kegiatan Magang Perusahaan.








perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
22

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Umum Perusahaan
1. Sejarah Perusahaan
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm yang berdiri pada
tanggal 14 november 2007 dengan di pimpin oleh pak yudi. Bangunan
system kontrak dengan pemilik bangunan adalah pak Iwan dari malang.
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm mempunyai 16
bangunan kandang dengan kapasitas perkandang10.000 ekor. Setiap
kandang terdiri dari 5 pen setiap pen diisi dengan kapasitas 2000 ekor dan
setiap kandang terdapat 2 kandang karangtina. Pada saat ini rata rata
populasi ayam perkandang sebanyak 7.107 ekor untuk betina dan 675 ekor
untuk jantan.
2. Lokasi Perusahaan
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm, Pasuruan Propinsi
J awa timur. Wilayah Kabupaten Pasuruan berada di dataran tinggi diatas
permukaan laut. Kabupaten Pasuruan mempunyai iklim tropis dengan suhu
harian yang berkisar antara 19 31
0
C. Curah hujan rata-rata dibawah 3000
mm per tahun dengan hari hujan di bawah 150 hari per tahun.
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm Pasuruan berdiri di
atas lahan seluas 15 ha. Batas perusahaan ini diberi tembok pembatas yang
terbuat dari batako setinggi 4 meter, selain untuk melindungi dari terpaan
angin secara langsung, juga untuk mencegah masuknya binatang buas dan
menghindari adanya pencurian ayam dan telur.
Berdasarkan administrasi wilayahnya perusahaan ini termasuk ke
dalam dukuh karanglo desa sukorejo kecamatan purwosari kabupaten
pasuruan.
Perusahaan ini mempunyai fasilitas yang memadai dan memenuhi
persyaratan sebagai perusahaan peternakan. Fasilitas yang tersedia antara
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
23

lain : Perkandangan, mess karyawan, ruang administrasi, gudang telur,
gudang pakan, kulkas, mixer pakan, pos satpam, biosecurity area, masjid.
Perusahaan ini setiap harinya mampu menghasilkan telur tetas yang
HE rata-rata 64.000/hari..Hasil sampingan dari perusahaan ini adalah berupa
kotoran ternak yang dibeli oleh pedagang kotoran ayam yang telah menjalin
kerjasama dengan perusahaan.
3. Ketenagakerjaan
Bapak Yudi sebagai pemimpin perusahaan ini mengangkat satu orang
manajer operasional yang berwenang untuk meminpin dan mengatur semua
kegiatan produksi. Manajer operasional dibantu oleh tiga orang staf
supervisor dan empat orang formen yang bertugas membantu supervisor
dilapangan. Setiap kandang ada dua operator yang bertugas memberi pakan
mengambil telur , kontrol air minum, kontrol bangkai, pembersihan kandang
dll. Total keseluruhan jumlah operator kandang adalah 35 orang, Satu orang
untuk HRD dan sekertaris, sedangkan security ada 5 orang.
Tugas dan pemegang jabatan dalam struktur organisasi tersebut
adalah:
a. Pemimpin Merupakan pemilik perusahaan yang mempunyai modal
sekaligus mengurusi masalah keuangan perusahaan.
b. Manajer operasional. Bertugas mengatur, mengawasi kegiatan produksi,
mengkoordinir para karyawan serta melaporkan seluruh kegiatan kepada
pemilik perusahaan.
c. Staf. Bertugas membantu manajer operasional dalam mengurus
administrasi perusahaan, mengontrol pakan, vaksin, pengafkiran dan
pengepakan telur serta melaporkan semua kegiatan kepada manajer
operasional.
d. Sucurity. Manjaga keamanan perusahaan dan menjaga situasi agar selalu
kondusif.
e. Operator kandang bertugas memberi pakan, mengontrol air minum,
pembersihan kandang, pengambilan telur, control bangkai, control
sekam.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
24

4. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi adalah hubungan timbal balik antara orang yang
mempunyai tugas, jabatan, wewenang dan tanggung jawab dalam suatu
perusahaan. J abatan tertinggi PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo
Farm dipegang oleh pemilik perusahaan selaku direktur perusahaan.
Direktur membawahi manajer operasional yang bertanggung jawab terhadap
kelancaran seluruh kegiatan operasional peternakan. Struktur organisasi di
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm dapat dilihat pada
gambar .Struktur organisasi PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo
Farm


GAMBAR 1. STRUKTUR ORGANISASI PT. SUPER UNGGAS J AYA
UNIT SUKOREJ O










.
5. Peranan Perusahaan
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm memiliki peranan
baik bagi masyarakat sekitar lokasi peternakan maupun bagi dunia
pendidikan di Indonesia. Peranan bagi masyarakat sekitar antara lain
menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, karena semua tenaga
kerja yang direkrut merupakan penduduk sekitar perusahaan, selain itu juga
Pemilik
Perusahaan
Manajer
Operasional
Manajer
Pemasaran
Staf kantor Scurity Anak Kandang
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
25

membantu pembangunan jalan desa yang secara tidak langsung sebagai
jalan akses ke peternakan.
Bagi dunia pendidikan di Indonesia PT. SUPER UNGGAS J AYA
Unit Sukorejo Farm salah satu lokasi peternakan yang sering digunakan
sebagai tempat pelatihankegiatan praktik lapang bagi mahasiswa.
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm visi dan misi yang
selain berorientasi pada perkembangan perusahaan juga pada kesejahteraan
masyarakat. Visi dari PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm
adalah menjadi perusahaan pembibitan ayam broiler yang berprofit tinggi
dan tumbuh berkembang dengan sehat. Salah satu misi yang dijalankan
adalah membangun perusahaan peternakan untuk membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
6. Peluang dan Kendala perkembangan Perusahaan
PT. SUPER UNGGAS J AYA Unit Sukorejo Farm masih memiliki
peluang yang sangat besar untuk mengembangkan perusahaanya, karena
permintaan DOC semakin meningkat sehingga pemasaran masih terbuka
lebar. Selain itu keuntungan perusahaan yang dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan dan ketersediaan SDM yang handal bisa dijadikan
modal untuk mengembangkan perusahaan.
Namun dalam mengembangkan usaha peternakan tersebut juga tidak
lepas dari hambatan-hambatan, diantaranya dengan seiring waktu lokasi
peternakan semakin dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga untuk
perluasan kandang harus mencari lokasi yang lain. Penyakit yang
menyerang antara lain : Newcastle disease (ND/Tetelo), Infectious bursal
disease (IBD/Gumboro), Infectious bronchitis (IB), Limphoid leukosis (LL),
Infectious Coryza (Snot) dan Chronic respiratory disease (CRD/Ngorok).




perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
26

B. Uraian Pembahasan Kagiatan Magang
1. Pengenalan Keadaan Perusahaan
Pada waktu magang kegiatan awal yang di lakukan perkenalan
dengan seluruh karyawan perusahaan yaitu dengan manajer operasional
dan para anak kandang. Setelah itu kunjungan ke lokasi kandang untuk
memperkenalkan seluruh fasilitas yang ada di perusahaan. Kegiatan ini
dilakukan pada hari pertama dimulainya magang yaitu pada hari senin
tanggl 20 Februari 2012. Kegiatan ini dilaksanakan agar pelaksanaan
magang dapat berjalan dengan lancar.
2. Kegiatan umum Pemeliharaan Ayam Parent stock
Dalam pemeliharaan ayam petelur kegiatan yang dilakukan pada
umumnya meliputi pemberian pakan dan minum, pengambilan dan
penimbangan telur, pembersihan kandang, pencampuran bahan pakan,
penyerataan jumlah pejantan serta penanganan penyakit yang meliputi
pemberian vitamin, pemberian vaksin, antibiotik dan pelaksanaan tes
kesehatan.
3. Perkandangan
Di perusahaan ayam parent stock PT. Super Unggas J ayaini tipe
kandang yang digunakan adalah kandang baterey dengan model kandang
tertutup atau cloused house. Untuk kandang layer dan grower tiap
kandang menggunakan lantai kayu, hal ini bertujuan agar pada waktu
pemberian pakan tong tempat pakan mudah di dorong sehingga anak
kandang tidak perlu mengangkatnya. J arak antar kandang satu dengan
yang lainya sekitar 5 ,5 meter. Arah kandang membujur dari barat ke
timur, atap terbuat dari genteng dan sebagian dari asbes. Kandang di bagi
menjadi 5flock dan di tengah ketiga flock terdapat sarana jalan untuk
mendistribusikan pakan ke kandang dan pengambilan telur dari kandang
serta dalam kegiatan lainya. Untuk dua flock di lajur kiri panjangnya 40
meter dengan lebar 3,8 meter serta tinggi lantai dengan atap 2 meter, setiap
kandang berisi sekitar 900 1000 ekor, sedangkan kandang di flock kanan
setiap kandang berisi 1600 ekor.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
27

Tipe kandang baterey yaitu dengan kotak cage yang terbuat dari
besi dengan ukuran panjang 40 cm dan lebar 35 cm dan tinggi bagian
belakang 30 cm, serta tinggi bagian depan 35 cm berisi 2 ekor ayam layer.
Sedangkan untuk kandang grower mempunyai ukuran panjang 40 cm,
lebar 35 cm dan untuk bagian depan belakang sama tingginya yaitu 30 cm
berisi 3-4 ekor ayam grower.
Dalam pemeliharaan Parent Stock di PT. Super Unggas J aya
peralatan yang digunakan adalah :
a. Tempat pakan dan minum yang terbuat dari pipa paralon.
b. Drum atau tong terbuat dari seng yang digunakan untuk pemberian
pakan.
c. Karung pakan.
d. Gayuh untuk menaburkan pakan ke tempat pakan.
e. Alat untuk meratakan pakan yang terbuat dari bambu.
f. Egg tray (tempat telur) yang berkapasitas 30 butir untuk
mengumpulkan telur.
g. Kain lap untuk membersihkan tempat minum.
4. Manajemen Pemeliharaan Ayam
Dalam manajemen pemeliharaan ayam, kegiatan yang dilakukan
saat magang meliputi pemberian pakan dan minum, pembersihan kandang,
sanitasi, pengambilan telur, pemindahan ayam ke kandang grower atau ke
kandang layer, pencampuran bahan pakan, penimbangan telur, kontrol
kesehatan ayam dan vaksinasi. Ayam akan mulai bertelur pada saat umur
20 minggu dan akan mencapai puncak produksi antara umur 29-32
minggu.
Manajemen pemeliharaan ayam petelur yang dilakukan di PT.
Super Unggas J ayayaitu sebagai berikut :
a. Pemilihan bibit
Ayam yang dipelihara di adalah strain Ross. Ayam strain Ross
dipilih karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya :
pertumbuhan yang cepat, sifat kanibalisme rendah, produksi telur
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
28

yang tinggi dan puncak produksi yang relativ lama, serta mudah
beradaptasi dengan lingkungan.
b. Seleksi ayam
Seleksi yang dilakukan adalah dengan memisahkan ayam yang
sakit atau cacat dari ayam yang sehat. Karena tujuan pemeliharaan
adalah untuk tujuan bertelur, maka ayam yang jantan juga di pisahkan.
Tujuan dari program seleksi yang dilaksanakan perusahaan yaitu
untuk meningkatkan efisiensi kerja dan biaya. Seleksi juga dilakukan
pada ayam yang sakit dan ayam afkir. Ayam yang sakit ditempatkan
kandang karantina atau dipisahkan dengan ayam yang sehat supaya
tidak menular pada ayam yang sehat, hal ini untuk menghindari
turunya produksi telur.
c. Program pemberian cahaya
Pada pemeliharaan ayam fase layer penerangan dilakukan
selama 24 jam, yaitu dengan menggunakan cahaya lampu karena
kandang masih tertutup dengan rapat. Tujuanya agar anak ayam
melakukan aktivitas makan sepanjang hari. Namun setelah ayam
dipindahkan di kandang grower pada umur 7 minggu, tingkat
keterangan cahaya di kurangi tidak seterang pada waktu pemeliharaan
starter. Lampu hanya berfungsi untuk membantu petugas melakukan
kontrol malam. Penerangan kandang pada masa grower
menghandalkan sinar matahari di siang hari selama 12 jam.
d. Pemindahan ayam ke kandang grower dan ke kandang layer
Pemindahan ayam dari kandang fase starter dilakukan pada
waktu ayam berumur 45 hari sampai 7 minggu. Ayam dimasukan ke
dalam kandang baterey untuk grower yang 1 kotaknya diisi 4 ekor
ayam. Untuk pemindahan ke kandang petelur dilakukan saat ayam
berumur 16-17 minggu. Ayam di pindah ke kandang cage kusus untuk
bertelur. Pemindahan dilakukan pada pagi hari sebelum aktivitas
pemberian pakan dilakukan.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
29

e. Pemberian pakan dan minum
Untuk pemeliharaan fase layer pakan yang digunakan adalah
kosentrat jadi dari pabrik yang di produksi oleh PT.Super Unggas
J aya, J awa Timur.. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu
pagi hari pukul 07.00 WIB dan siang hari pukul 13.30 WIB.
Sumber air diperoleh dari air sumur sehingga ketersediaan air
melimpah. Air minum diberikan pada ayam secara ad libitum yang
mengalir terus menerus pada tempat minum yang terbuat dari pipa.
Tempat minum dibersihkan setiap pagi hari menggunakan kain lap.
f. Pengambilan telur
Pengambilan telur dilakukan lima kali sehari dengan waktu yang
sudah ditentukan, dengan intensitas sesering mungkin agar telur tidak
banyak yang pecah. Penempatan telur pada trai harus benar yaitu
dengan posisi rongga udara dibagian atas. Presentase produksi telur
paling banyak pada pengambilan telur ke 2 dan ke 3. Kemudian
dilakukan Grading untuk memilahkan telur yang berkualitas baik /
HE, J unior, J umbo, Crack. Kemudian masukkan kedalam ruangan
fumigasi selama 25 menit yang bertujuan untuk sterilisasi telur,
dengan perbandingan 150 ML Formalin dan 250 ML air.
Di PT. Super Unggas J ayadilakukan lima kali sehari, yaitu
pagi hari pukul 08.00 WIB, pukul 10.00 WIB dan pukul 11.00 WIB ,
siang hari pukul 13.00 WIB dan sore hari pukul 15.00 WIB. Telur
dikumpulkan dengan menggunakan egg tray (tempat telur). Telur
yang telah terkumpul oleh anak kandang dihitung dan dipisahkan
antara telur yang bagus dengan telur yang retak atau kerabangnya
agak putih. Untuk telur yang kerabangnya agak putih di letakkan di
egg stray yang paling atas, karena telur yang kerabangnya agak putih
kerabangnya tipis sehingga apa bila di letakan di bagian bawah akan
pecah. Setelah itu telur diangkut diangkut menggunakan mobil dibawa
ke gudang telur. Sampai digudang, telur di timbang yang setiap
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
30

timbangannya berisi 15 kg telur, kemudian di tali dan siap dikirim ke
Heatchery.
g. Kesehatan ayam
Penyakit yang pada umumnya menyerang ayam di perusahaan
ini adalah gumboro, Newcastle disease (ND), Infectious bronchitis,
snot, CRD / ngorok, dan kolera (berak hijau). Penyakit AI atau flu
burung juga pernah mewabah di perusahaan ini pada tahun 2005 yang
menyebabkan kerugian yang besar karenan banyaknya kematian
ayam.
Penyakit bakterial yang sering sekali muncul adalah kolera dan
CRD. Kolera atau berak hijau ditandai dengan kotoran ayam yang
berwarna hijau, nafsu makan menurun serta produksi telur menurun.
Biasanya penyakit bakterial muncul pada ayam yang berumur kurang
dari 60 minggu, sedangkan penyakit viral biasa muncul pada ayam
yang berumur lebih dari 60 minggu. Pada ayam yang berumur diatas
60 minggu daya tahan tubuhnya menurun dan angka kematian tinggi.
Untuk penangan penyakti bakterial dengan pemberian antibiotik, obat
yang digunakan adalah emoquyl yang diproduksi oleh PT.Romindo
Primavetcom dan diberikan selama 3 hari berturut-turut. Sedangkan
untuk penyakit viral tidak bisa diobati hanya dilakukan pencegahan
dengan vaksinasi dan pemberian vitamin dan gizi yang cukup untuk
menambah daya tahan tubuh ayam.
Program vaksinasi dilakukan mulai ayam dari fase starter.
Ayam pertama kali divaksin pada umur 4 hari yaitu vaksi ND.
Vaksinasi dilakukan sampai ayam berumur 19 minggu atau 3 minggu
sebelum ayam mulai bertelur. Setelah ayam memasuki fase layer
vaksinasi dilakukan 5-6 minggu sekali melalui suntik atau di campur
dengan air minum. Pada ayam fase layer vaksin yang diberikan adalah
vaksin untuk penyakit ND, Infectious bronchitis (IB), Coryza dan
Avian Influenza (AI). Untuk vaksin AI diberikan lewat suntik pada
bagian paha ayam sedangkan untuk penyakit ND, IB dan Coryza
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
31

diberikan melalui air minum. Untuk obat cacing diberikan setiap tiga
bulan sekali, kususnya untuk pengobatan cacing pita yaitu obat yang
mengandung Niclosamid alfen basol.

h. Manajemen Biosecurity
Dalam meningkatkan biosecurity tidak hanya di wilayah
kandang saja, jadi pelaksanaan pengamanan dari segi bio, harus juga di
antisipasi dari semua penjuru dan bagian di sebuah perusahaan
peternakan tersebut, demi berkembangnya perusahaan yang berjuang
di bidang peternakan, jadi harus secara bersungguh-sungguh dalam
memahamii dan menjalankan proses biosecurity dengan baik dan
benar. Tempatyang harus di perhatikan adalah sebagai berikut:Gerbang
Utama: Di lokasi ini yang bertanggung jawab adalah Watch Man
(satpam) Gerbang utama adalah tempat yang paling penting harus di
perhatikan, disini adalah tempat umum dimana semua orang dan
berbagai kendaraan asing bisa masuk ke lokasi peternakan sebelum
memasuki kawasan yang lain, yang harus di lakukan adalah: Tugas
satpam adalah harus mencatat, Semua Personal atau orang, dan mobil
yang keluar masuk melalui pintu ini harus mengisi buku tamu, yang
harus di catat adalah: waktu masuk, number mobil, berapa orang di
dalam mobil tersebut, dan apa tujuan orang tersebut masuk ke dalam
lokasi.
Termasuk pekerja, dan mobil yang datang dari luar Harus di
persilahkan masuk ke tempat lokasi setelah di spray menggunakan
disinfectants. Tempat lokasi Foot Dip (celup kaki yang berisi air
disinfectant) dan tempat lokasi penyemprotan mobil harus di bersihkan
sehari sekali atau ketika air sudah kotor. Siapkan seragam khusus
untuk orang yang masuk kedalam lokasi sebuah peternakan, jadi
sebelum mereka masuk ke dalam, harus mandi terlebih dahulu, dan
mengganti pakaian mereka dengan yang sudah di persiapkan tadi, tapi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
32

dengan catatan pakaian tersebut harus bagus dan bersih, demi
kenyamanan si pengguna..
Di daerah office, yang bertanggung jawab adalah HC (health
Control- vaccinator) , Bersihkan lingkungan yang berhubungan dengan
penempatan vaksin (di office) gunakan disinfectant seminggu sekali,Di
Gerbang masuk yang menuju ke lokasi kandang (main entrance
shower)
1. Semua Mobil yang masuk dan keluar harus melalui ruangan yang
menggunakan auto spray dengan disinfectant,
2. Disinfectant harus dig anti jika lokasi vehicle dip di ketahui sudah
kotor, dan perhatikan dosis yang digunakan adalah dosis yang
dianjurkan oleh perusahaan yang membuat disinfectant tersebut.
2. Di Tempat pemeliharaan D.O.C (untuk yang menggunakan system Multy
Age), Yang bertanggung jawab disini adalah: Leader flock, Assistant
Leader, vaccinator, supervisor, dan veterinarian (dokter Hewan)
1. Semua barang yang banyak digunakan di kawasan D.O.C harus
melalui disinpeksi sebelum di gunakan atau masuk ke kandang
yang masih muda tersebut, apabila menggunakan barang dari luar
(lokasi selain di kawasan tersebut atau barang baru) seharusnya di
cuci terlebih dahulu dan disinfeksi, selanjutnya fumigasi.
2. Pastikan orang yang mau masuk ke dalam kandang yang ayamnya
masih berumur di bawah 18 minggu harus mandi terlebih dahulu
(tanpa terkecuali), dan menggunakan pakaian, sepatu but, yang
sudah di sediakan khusus untuk orang yang mau masuk kedalam
kandang,
3. Sepatu dan pakaian yang di pakai di dalam kandang, pastikan
jangan di pakai untuk kerja di luar kandang, sepatu dan pakaian
harus tetap terpisah, jangan bercampur-aduk (baju dalam dan baju
luar) untuk menghindari kontaminasi penyakit dari luar ke dalam.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
33

4. Orang yang masuk kedalam harus memasuki ruangan auto spray
(dimana ruangan ini secara otomatis menyemburkan disinfectant)
ketika orang masuk kedalamnya.
5. Foot dip (atau tempat cuci kaki yang berada di dalam kandang)
harus tetap bersih, dan gunakan dosis yang sudah di tetapkan, ganti
dengan secepatnya jika foot dip tersebut sudah kelihatan kotor,
karena apabila kotor, larutan disinfectant tidak akan bekerja secara
maksimal,
6. Seragam yang di gunakan untuk brooding di dalam kandang
grower tersebut harus di rendam terlebih dahulu dengan
menggunakan disinfectant sebelum di cuci.
7. J angan menyimpan barang yang tidak di perlukan di dalam
kandang tersebut, simpan barang yang di perlukan saja, karena
barang yang tidak di perlukan apabila terus disimpan di dalam
maka benda tersebut akan kotor dan kemungkinan akan menjadi
tempat penyakit.
3. Di kandang yang sudah sudah bertelur atau yang di sebut kandang layer
(atau ayam yang berumur 23 sampai 65 minggu) untuk ayam jenis layer
dan PS (parent stock). Yang bertanggung jawab disini adalah, supervisor,
leader flock, dan assistant.
1. Nest box atau sangkar yang akan di gunakan untuk bertelur
harusnya di spray terlebih dahulu dan baru boleh di tempatkan di
dalam kandang.
2. Masukan nestbox atau sangkar kedalam kandang ketika ayam
berumur 16 minggu, dengan tujuan ayam harus sudah belajar
sebelum ayam memasuki umur layer (masa bertelur umur 23-65
minggu), dengan demikian ayam sudah belajar secara perlahan dan
bertahap yang nantinya akan mengurang atau meminimalis telur
lantai, karena telur lantai tidak akan di gunakan untuk H.E
(hatching egg) telur yang layak tetas.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
34

3. Gunakan sekam untuk mengisi nestbox atau sangkar, gunakan
sekam yang masih baru, jangan gunakan sekam bekas, karena
sekam yang tidak layak pakai akan mengakibatkan kontaminasi
secara langsung, dimana telur akan melakukan kontak langsung
dengan sekam ini.
4. Ketika ayam berumur 40 minggu, ganti lah sekam nestbox dengan
sekam baru, dengan tujuan ketika umur ayam 40 minggu pastinya
nestbox sudah kotor, dengan melakukan penggantian sekam
tersebut maka kontaminasi telur yang berakibat dari sekam kotor
akan bisa terisolasi dan di kurangi,
5. Untuk kandang tertutup dan menggunakan system dark out(
kandang yang tertutup dengan tirai hitam, dan hanya menggunakan
penerangan 8jam di siang hari, tanpa menggunakan sinar matahari)
seharusnya membuka tirai hitam tersebut ketika ayam berumur 20
minggu, gunakan penerangan menggunakan lampu dan sinar
matahari.
4. Pekerjaan yang dilakukan di dalam kandang antara lain :
1. Membersihkan pipa untuk ayam minum (nipple line), tankki air,
dan flushing dengan menggunakan Hi-Chlone setiap 2 minggu
sekali, yang bertujuan untuk menghindari tumbuhnya bio-film
(kotoran yang menempel di dalam pipa nipple, yang nantinya akan
berwarna hijau itu yang disebut bio-film).
2. Apabila menggunakan manual feeder atau yang biasa di sebut,
"tempat makanan secara manual" mau yang di gantung atau yang
berbentuk talang )linear feeder), bersihkan seminggu sekali dan
cuci, karena feeder adalah barang yang sangat berbahaya jika tidak
dirawat kebersihan-nya, ketika feeder kotor berkemungkinan besar
ayam akan cepat terserang penyakit, yang di sebabkan dari micro
bacteri yang tumbuh dan berkembang biak di feeder tersebut, maka
hindari pemakaian feeder kotor.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
35

3. Membersihkan cooling pad( coolingpad adalah sebuah system
dimana akan berfungsi jika suhu di dalam kandang semakin panas)
fungsinya adalah untuk menurunkan atau menstabilkan suhu,
ketika suhu di dalam kandang melebihi panas 29,5 derajat selcius,
maka coolingpad akan berjalan dengan membawa suhu yang
relative rendah, dengan demikian suhu di dalam kandang akan
stabil kembali. Dengan program ini maka bersihkan cooling pad
setiap 2minggu sekali, karena apabila coolingpad kotor, atau bak
collingpad kotor, secara langsung akan membawa penyakit ke
dalam kandang dan menyeluruh kandang akan terkontaminasi,
karena coolingpad adalah dimana sumber udara masuk secara
bebas. Maka hindari coolingpad dan bak coolingpad kotor. Ketika
sudah di bersihkan campurkan disinfectant kedalam bak
coolingpad tersebut.
4. Untuk yang menggunakan kipas blower atau exhaust fan,
bersihkan kipas ini secara teratur seminggu sekali, maka jika
terjadi kipas kotor, kipas tersebut akan berat, dan fungsinya akan
menurun, ketika fungsi kipas menurun atau semakin lambat, maka
aliran udara di dalam kandang akan semakin lambat, dengan aliran
udara lambat, amoniak akan meningkat, gejala gangguan
pernafasan akan terjadi setelah beberapa hari, maka kipas utama
harus tetap bersih supaya bisa berfungsi dengan baik. J angan
biarkan ammoniac di dalam kandang melebihi 50ppm, jika terjadi
ammoniac tinggi maka langkah yang harus di lakukan adalah
dengan mengganti sekam, bersihkan kipas, hindari sekam basah
dikandang, dan menabur kapur di bawah slat, untuk mengeringkan
lokasi yang basah.
5. Balik sekam setiap hari, untuk menghindari sekam lembab dan
basah, dengan membalik sekam maka ammoniac yang ada di
dalam sekam akan terbawa oleh angin kipas keluar, dengan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
36

demikian jika ammoniac rendah ayam lebih jauh dari menderita
peyakit pernafasan. Gunakan kapur jika di perlukan.
6. Membersihkan debu yang ada di dalam kandang setiap hari, karena
debu sumber penyakit pernafasan, dan sumber penyakit lainnya.
7. Membuang atau afkir ayam yang sakit, tidak membiarkan ayam
sakit tinggal di dalam kandang, seleksi ayam yang sakit setiap hari
dan ayam yang tidak layak telur. Maka jika ayam sakit terus
tinggal di dalam kandang, maka penyakit tersebut akan cepat
menular ke ayam yang lebih sehat. Maka segera-lah seleksi dan
buang ayam yang sakit sebelum menjadi vector penyebab
menularnya penyakit ke ayam yang lain.
8. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan seleksi telur,
dengan tujuan untuk tetap bersih, maka jika telur tetap bersih maka
kualitas telur tersebut akan lebih bagus untuk dijadikan telur tetas.
9. Melakukan pemberian racun tikus di dalam kandang 2 minggu
sekali, karena tikus adalah sumber penyakit, jika tikus semakin
banyak populasi nya di dalam kandang, maka kemungkinan besar
penyakit yang akan di timbulkan dari tikus tersebut semakin besar,
sebagai contoh, tikus akan mengambil makanan ayam atau
memakan makanan ayam dari feeder, ketika tikus memakan
makanan, tikus akan sambil mengeluarkan kotoran (berak) dengan
demikian ayam yang memakan tai tikus teersebut akan menderita
sakit, sperti salmonella pullorum, dan lain-lain, maka lakukan lah
pemberian racun secara teratur di dalam kandang.
10. Ketika ada ayam yang mati di dalam kandang, maka segera ayam
tersebut keluarkan dari kandang, dengan pastinya, ayam yang mati
tersebut adalah ayam yang sudah sakit, untuk menghindari
penularan penyakit dari ayam yang meti tersebut maka harus
segera membuang ayam yang mati secara langsung.
11. Spray atau semprot lokasi kandang (bagian luar kandang)
seminggu sekali, dengan menggunakan disinfectant secara teratur.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
37

5. Vaksinasi yang bertanggung jawab adalah vaksinator kandang, supervisor,
leader flock dan assisten leader.
1. Mengikuti biosecurity yang sudah di tetapkan,
2. Sebelum melakukan vaksinasi, dari office atau dimana tempat
vaksin di simpan, maka cara membawa vaksin harus benar.
1. Memperhatikan dan catat kadaluarsa vaksin, jika vaksin
sudah kaladuarsa (expired) maka jangan gunakan vaksin
tersebut, gunakan vaksin yang belum kadaluarsa, hindari
pemakaian vaksin jika kadar kadaluarsa nya kurang dari
satu bulan.
2. Ketika vaksin sebelum di masukan ke tempat vaksin
(mungkin termos vaksin-untuk membawa vaksin dari
tempat penyimpanan ke kandang) maka satu jam sebelum
vaksin disimpan, sebaiknya termos tersebut di isis dengan
es batu, dan pastikan di dalam termos vaksin yang berisi es
batu tersebut suhunya di bawah 2 drajat Celsius jangan
melebihi 5 drajat. Karena jika vaksin di simpan di suhu
yang panas maka vaksin live itu akan mati, dan tidak layak
untuk di gunakan, untuk itu agar vaksin tetap hidup dan
layak di gunakan maka kita harus menyimpan vaksin itu
dengan suhu 1-5 drajat celcius.
3. Vaksin-lah ayam yang sehat saja, jangan memvaksin ayam
yang sakit, karena ayam yang sakit tidak akan menerima
reaksi dari vaksin tersebut
3. Ketika selesai vaksin, vial vaksin(botol vaksin) seharusnya jangan
di buang sembarangan, bawa botol bekas vaksin tersebut ke tempat
dimana anda menyimpan vaksin tersebut.
4. Rebus botol vaksin tersebut dengan menggunakan air panas,
dengan tujuan untuk memastikan vaksin itu mati, dan buang lah ke
tempat sampah yang jauh dari lokasi kandang.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
38

5. J ika mempunyai sisa vaksin, maka sisa vaksin trersebut jangan di
buang di sembarang tempat, campur sisa vaksin tersebut dengan
disinfectant dan rebus dengan menggunakan air panas lalu buang
ke tempat sampah yang jauh dari lokasi kandang.
6. Tempat Post Mortem
1. Tempat ini adalah tempat untuk membedah ayam yang sakit atau
ayam yang sudah mati untuk mengetahui penyakit apa yang di
alami oleh ayam tersebut. Maka langkah-langkah biosecurity
yang harus di perhatikan adalah:
1. Ketika membawa ayam mati tersebut ke tempat post-
mortem mungkin menggunakan mobil, maka mobil tersebut
setelah membawa ayam yang mati, harus segera di
bersihkan dan di cuci dengan menggunakan disinfectan,
untuk menghindari penularan terhadap kandang yang lain.
2. Gunakan sepatu dan seragam terpisah, jadi jangan
menggunakan seragam sembarangan ketika melakukan
pembedahan, pakai lah seragam yang sudah di sediakan
oleh pihak perusahaan.
3. Ketika sudah melakukan pembedahan, buang ayam tersebut
atau bakar dengan menggunakan (incinerator) atau kubur,
dan taburkan kapur beserta di sinfectant (jika anda
mengubur ayam mati)
4. Orang yang sudah melakukan pembedahan ayam, jangan
masuk lagi ke dalam kandang, tanpa terkecuali. Sebaiknya
anda melakukan pembedahan ayam di waktu akhir kerja
anda, atau di sore hari, jadi setelah selesai kerja (post
mortem) anda langsung pulang dan jangan melakukan
kontak langsung terhadap ayam-ayam yang masih hidup.
2. Spray tempat postmortem setiap hari dengan menggunakan di
sinfectan, untuk menghindari penyebaran penyakit ke tempat atau
kawasan kandang ayam.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
39

i. Limbah
Di perusahaan ini limbah yang dihasilkan adalah kotoran ayam
yang mengandung gas metan dan amoniak. Kotoran yang dihasilkan
di ambil pada saat pengafkiran dan di ambil para warga sekitar, selain
itu perusahaan menyediakan sak untuk wadah kotoran tersebut
sehingga pendapatan bagi perusahaan.
C. Evaluasi Kegiatan Magang
1. Keadaan Umum Perusahaan
Lokasi kandang di perusahaan PT. Super Unggas J aya, jauh dengan
pemukiman dan jalan raya, maka hal ini dapat menghambat perkembangan
perusahaan karena keterbatasan lahan untuk mengembangkan usahanya.
Syarat kandang yang baik bagi sebuah peternakan menurut Sprijatna et al
(2005) bahwa syarat-syarat lokasi usaha ayam yang baik antara lain:
Untuk menghindari kebisingan, penyebaran penyakit jarak kandang harus
jauh dari pemukiman penduduk. J arak kandang dengan pemukian
penduduk minimal 6 meter. J auh dari jalan raya yang banyak dilalui
kendaraan bermotor.
Menurut Fadilah (2004) lokasi kandang harus tersedia sumber air
yang cukup, terutama pada musim kemarau. Air merupakan kebutuhan
mutlak untuk ayam karena kandungan air dalam tubuh ayam mencapai
70%.
2. Biosecirity Perkandangan
a. Perkandangan fase starter
PT. Super Unggas J ayamenggunakan kandang postal dalam
memelihara ayam fase starter. Di PT.. Kandang berukuran panjang 60
meter dan lebar 12 meter yang di sekat menjadi 4 bagian. Tinggi alas
kandang dengan tanah adalah 1,5 meter. Kandang ini berkapasitas
7000 ekor.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
40

1) Bentuk atap dan bahan
Untuk kandang atap terbuat dari asbes dengan menggunakan atap
sistem monitor untuk semua bangunan kandang. Menurut
Sudamono (2003) Atap sistem monitor sangat menunjang fungsi
sirkulasi udara dalam kandang. Atap kandang berfungsi untuk
melindungi ayam dari panas dan hujan serta mempengaruhi suhu
dan kelembaban di kandang.
2) Dinding dan alas kandang
PT. Super Unggas J aya menggunakan sistem kandang tertutup
dengan bahan kawat ram yang berfungsi sebagai ventilasi. Dalam
hal ini perusahaan menggunakan terpal sebagai pelengkap untuk
mengatur besarnya ventilasi yang dipasang semi permanen.
Menurut Sudaryani dan Santosa (1997) menyatakan bahwa dinding
kandang terbuka dengan menggunakan anyaman kawat, kayu, atau
bambu dengan diameter 2 cm berfungsi sebagai ventilasi.
Sedangkan untuk alas terbuat dari dari anyaman plastik yang
lebarnya 30 cm. Hal ini bermaksud agar kotoran ayam dapat jatuh
ke tanah sehingga kandang tetap bersih.
3) Ventilasi
Pengaturan ventilasi /buka tutupnya tirai yang terbuat dari terpal
pada fase sangat perlu dilakukan agar sirkulasi udara menjadi
lancar. Udara di dalam kandang yang pengap dan bau dapat
memicu munculnya bibit penyakit. Menurut Rasyaf (2008) bahwa
sirkulasi udara kandang yang berada di daerah tropis seperti di
Indonesia ini sangat penting. Udara di dalam kandang yang pengap
dan bau dapat menurunkan produksi. Dalam hal ini yang penting
adalah keluarnya CO
2
dan bau ammonia yang dapat mengganggu
kesehatan ayam.
b. Perkandangan fase Layer
Kandang yang dipakai di perusahaan ini adalah kandang battery
berbentuk kotak cage yang terbuat dari kawat besi dengan ukuran
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
41

panjang 40 cm, lebar 35 cm dan tinggi bagian belakang 30 cm serta
tinggi depan 35 cm, berisi 2 ekor ayam. Kandang dibuat dari rangkaian
yang terdiri dari 4 buah . Menurut Rasyaf (2008) kandang cage individu
yang tiap cage berisi satu ekor ayam mempunyai kelebihan yaitu
memudahkan pengontrolan produksi dan kesehatan ayam , begitu pula
pengapkiran ayam yang sakit atau dibawah produksi standar, konsumsi
ransum mudah dikontrol sehingga persaingan konsumsi antar ayam
dapat dihindari serta kanibalisme pada ayam petelur dapat dihindari.
Letak bangunan kandang membujur dari barat ke timur, hal ini
dimaksudkan agar sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang
serta pada siang harinya dapat melindungi ayam dari panas sinar
matahari. Menurut Rasyaf (2008) Harus terkena sinar matahari, tetapi
jangan sampai terkena sinar matahari sepanjang masa. Walaupun arah
jendela kandang menghadap ke timur dan sisi lain ke barat, tetapi
dengan sistem atap lebar maka terik matahari siang dan menjelang sore
itu dapat dihindari.
3. Sistem Pemeliharaan Ayam Parent Stock
a. Pemeliharaan ayam fase layer
Pada fase ini ayam sudah berproduksi setiap hari. Manajemen
pemelliharaan dilakukan dengan sebaik-baiknya agar ayam bertelur
dengan sebaik mungkin. Ayam mulai bertelur pada umur 20-22
minggu. Pada ayam umur inilah manajemen pemeliharaan fase layer
dilakukan. Dalam pemeliharaannya tata laksana yang harus
diperhatikan antara lain sebagai berikut:
1) Pemberian pakan
Pemberian pakan dilakukan satu kali sehari yaitu pagi pukul
07.00 WIB atau setelah pengambilan telur pada waktu siang hari.
Bahan pakan yang digunakan hampir sama dengan bahan pakan
yang digunakan sebagai ransum ayam grower, tapi untuk
perbandingan bahan pakan berbeda. Pada ayam fase layer
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
42

membutuhkan protein yang lebih tinggi dan energi yang lebih
sedikit dibanding dengan ayam fase grower. Pakan yang diberikan
ayam fase layer mengandung protein 19 %. Pemberian grit/ kerang
komposisinya lebih besar dibanding pakan untuk fase grower.
Untuk ayam layer grit diberikan sebanyak 7,60% sedangkan pada
ayam grower grit diberikan hanya 1,10 %. Pada fase
layerpemberian ransum ayam berganti 2 kali. Pertama, sewaktu
telah mencapai 5 %, atau berumur 23 minggu menggunakan pakan
layer I. Setelah mencapai puncak produksi atau berumur sekitar 29
minggu diganti pakan layer II. Selain itu setelah puncak produksi
tercapai dan feed intake yang diharapkan terpenuhi yaitu 120
gram/ekor/hari dilakukan penambahan atau pengurangan kualitas
ransum untuk memperlambat penurunan produksi setelah mencapai
puncak.
Tabel 5. Kandungen nutrien Layer I umur 20-30 minggu
Zat nutrien Kandungan pakan
Protein Kasar 19,64 %
Energi Metabolisme 2750 (kkal/kg)
Serat kasar 4,7 %
Kalsium 4,2 %
Fhospor 0,5 %
Sumber : PT Super Unggas J aya
Tabel 6. Kandungan nutrient layer 2 umur 30-80 minggu
Zat nutrien Kandungan pakan
Protein Kasar 18,16 %
Energi Metabolisme 2680 (kkal/kg)
Serat kasar 5,6 %
Kalsium 4,6 %
Fhospor 0,6 %
Sumber : PT. Super Unggas J aya
2) Pemberian air minum
Pemberian air minum untuk ayam dilakukan secara ad
libitum dengan pengawasan yang baik, sehingga kebutuhan air
minum ayam terpenuhi. Air minum sangat diperlukan oleh ayam
untuk memenuhi keperluan seluruh aktivitas tubuh maupun faktor
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
43

yang dapat mempengaruhi efisiensi penggunaan pakan, dan
produksi telur (Sudarmono, 2003). Pembatasan pemberian air
minum berdampak nyata pada produksi telur.
3) Pengambilan telur
Di PT. Super Unggas J aya pengambilan telur dilakukan
LIMA kali sehari, yaitu pagi pukul 08.00 WIB, Pukul 10.00
WIBdan pukul 11.00 WIB, siang hari pukul 13.00 WIB dan sore
pukul 15.00 WIB. Hal ini sesuai dengan pendapat Rasyaf (1994),
bahwa pengambilan telur ayam dilakukan dua sampai tiga kali
sebelum tengah hari dan satu kali lagi setelah lepas tengah hari agar
telur yang terlambat dapat di ambil. Pengambilan telur dilakukan
oleh anak kandang dengan menggunakan egg tray dan dilakukan
secepat mungkin agar telur tidak terkontaminasi dengan mikro
organisme perusak telur. Sebelum telur diangkut ke gudang untuk
di timbang, di kandang sudah dilakukan seleksi oleh anak kandang.
Telur yang rusak dan kerabangnya tipis atau berwarna agak putih
dipisahkan dengan telur yang bagus dan berwarna cokelat
4) Recording
Setiap akhir jam kerja dilakukan recording pada tiap kandang
yang meliputi produksi telur, jumlah telur yang rusak maupun yang
baik, konversi pakan, jumlah kematian ayam dan pemberian vitamin
atau vaksin serta populasi ayam di kandang tersebut.
5) Konversi ransum
Konversi pakan adalah perbandingan antara banyaknya pakan
yang diberikan dengan banyaknya produk yang dihasilkan. Pada
fase starter dan grower konversi ransum dihitung dari banyaknya
pakan yang diberikan dibanding dengan pertambahn bobot badan.
Sedangkan pada fase layer konversi ransum diperoleh dari jumlah
pakan yang diberikan dengan jumlah telur yang dihasilkan.
Konversi ransum dihitung untuk mengetahui banyaknya pakan (kg)
yang diperlukan untuk menghasilkan satu (kg) telur (Rasyaf, 2008).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
44

6) Sanitasi
Kegiatan sanitasi yang dilakukan seperti halnya sanitasi pada
pemeliharaan ayam fase layer, yaitu membersihkan tempat minum
setiap pagi hari. Selain itu juga membersihkan kandang mulai dari
lantai kandang, langit-langit dan kotoran yang menempel pada kayu
penyangga kandang cage. Pembersihan lingkungan kandang
dilakukan secara berkala dan penyemprotan kandang dengan
disinfektan dilakukan seminggu sekali.
4. Biosecurity Ayam
Penyakit merupakan salah satu faktor yang menjadi hambatan
perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Penyakit yang muncul
disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit. Apabila kondisi atau daya tahan
tubuh ayam melemah , maka akan mudah sekali terserang penyakit. Cuaca
yang buruk dan curah hujan yang tinggi menjadikan kelembaban tinggi
dan memicu munculnya virus dan bakteri pembawa penyakit. Usaha yang
dilakukan untuk pencegahan penyakit adalah :
a. Pemberian obat dan vitamin
Di PT. Super Unggas J aya ini pemberian vitamin dan antibiotika
melalui air minum. Tujuan pemberian vitamin adalah untuk
menigkatkan daya tahan tubuh pada ayam. Vitamin yang biasa
diberikan adalah emoquyl. Sedangkan obat yang biasa diberikan
adalah obat cacing untuk unggas. Obat diberikan 3 bulan sekali
dengan dicampurkan pada ransum. Menurut Rasyaf (2008) bahwa
cacingan sebagai tanda tidak bersihnya ransum dan pakan yang
digunakan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan pemberian obat
cacing per oral (dicekoki melalui mulut) atau dicampurkan dengan air
minum.
b. Vaksinasi
Vaksinasi dilakukan untuk mencegah penyakit viral atau yang
disebabkan oleh virus. Untuk vaksinasi dilakukan secara berkala
berdasarkan umur ayam dan vaksinasi yang di inginkan. Vaksinasi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
45

dilakukan dengan cara melalui air minum, tusuk sayap, tetes air mata
dan suntik di bagian paha. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasyaf
(2008) bahwa cara melakukan vaksin untuk ayam muda atau anak
ayam, melalui tetes mata, sedangkan untuk ayam remaja dapat
disuntikan. Vaksin berguna memberikan kekebalan tubuh terhadap
penyakit tertentu, namun kekebalan tersebut dalam jangka waktu
tertentu.
c. Memperbaiki tata laksana pemeliharaan
Pencegahan penyakit dengan memperbaiki tata laksana pemeliharaan
adalah menciptakan suasana tenang, bersih dan nyaman di peternakan.
Kebersihan peralatan dan lingkungan kandang harus benar-benar
diperhatikan. Menurut Rasyaf (2008) bahwa rumput liar disekitar
kandang akan menyuburkan pertumbuhan serangga pembawa
penyakit berasal dari protozoa yang menyerang sel darah ayam.
Sebisa mungkin menghindari perlakuan kasar pada ayam agar ayam
tidak kaget atau tercekam sehingga merasa nyaman. Mengurangi
kebisingan apabila berada di dalam kandang supaya ayam tidak strees,
karena stress dapat menyebabkan daya tahan tubuh ayan menurun.
5. Biosecurity Bagi Orang Yang Masuk Farm
Biosecurity yang dilakukan adalah penyemprotan pada
lalulintas masuk kandang. Penyemprotan dilakukan pada kendaraan
yang masuk dan keluar dari perusahaan. Orang yang masuk
perusahaan harus mencelupkan alas kaki ke dalam bak yang berisi air
dicampur dengan disinfektan.
Biosecuriti untuk karyawan pertama karyawan mandi terlebih
dahulu menggunakan shower dengan disinfectan kemudian keramas.
Setelah masuk di area persuahaan karyawan menggunakan baju
transit yang disediakan oleh perusahaan. Untuk masuk di kandang
maka mandi lagi dengan shower yang diberi disinfectan kemudian
paket baju kandang dan menggunakan sepatu bot pendek. Untuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
46

masuk kandang lagi diwajibkan lewat shower dan kemudian
menggunakan sepatu bot yang panjang.
Biosecuriti untuk Tamu pertama Tamu apabila membawa tas
wajib lwat security untuk dilakukannya sinar ultraviolet, kemudian
mandi terlebih dahulu menggunakan shower dengan disinfectan
kemudian keramas. Setelah masuk di area persuahaan tamu
menggunakan baju transit yang disediakan oleh perusahaan yang
diberi nama Tamu. Untuk masuk di kandang maka mandi lagi dengan
shower yang diberi disinfectan kemudian paket baju kandang wet pax
dan menggunakan sepatu bot pendek. Untuk masuk kandang lagi
diwajibkan lewat shower dan kemudian menggunakan sepatu bot
yang panjang.
Biosecuriti perkandangan yang dilakukan karyawan yaitu
Sanitasi yang dilakukan adalah pembersihan tempat air minum setiap
pagi hari. Penyemprotan kandang dilakukan setiap seminggu sekali,
dan apabila terserang penyakit penyemprotan kandang dengan
disinfektan dilakukan setiap hari. Untuk masuk kandang karyawan
wajib menggunakan sepatu bot yang tinggi kemudian masuk dalam
bak kapur yang telah disediakan.
6. Limbah
Limbah yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah kotoran
ayam. Kotoran ayam ini memberikan hasil sampingan bagi
perusahaan. Menurut M.J unus (1985) bahan yang dapat diperoleh dari
kotoran ayam berupa : gas bio, pupuk padat, pupuk cair dan sisa
pupuk cair.






perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































ommit to user
47

V. PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Asal kata biosekuritas adalah dari kata asing biosecurity yaitu bio artinya
hidup dan security artinya perlindungan atau pengamanan. J adi biosecurity
adalah sejenis program yang dirancang untuk melindungi kehidupan.
2. Dalam Pemeliharaan ayam parent stock dibagi menjadi empat fase, yaitu
fase starter, fase growe, pullet (ayam dara) dan fase layer, yang setiap fase
mempunyai sistem pemeliharaan yang berbeda.
3. Pemeliharaan pada fase starter dan grower menjadi penentu tingkat
produktivitas ayam pada fase layer.
4. Limbah atau kotoran ayam memberikan pendapatan tambahan bagi
perusahaan, karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
5. PT. Super Unggas J aya, belokasi di kabupaten Pasuruan
6. Di kandang yang sudah sudah bertelur atau yang di sebut kandang layer
(atau ayam yang berumur 23 sampai 65 minggu) untuk ayam jenis layer
dan PS (parent stock). Yang bertanggung jawab disini adalah, supervisor,
leader flock, dan assistant.
B. Saran
1. Sebaiknya di PT. Super Unggas J aya ayam yang sudah tua segera di apkir,
karena produksinya sudah sangat menurun dan kualitas telurnya sudah
tidak bagus, serta tingkat kematian ayam tinggi.
2. Sebaiknya Pada shower utama dilakukan untuk bagian laki-laki maupun
perempuan sehingga tidak akan terjadi kesalah pahaman.
3. Sebaiknya Perusahaan mengganti shower-shower yang mati karna banyak
yang mampet, sehingga airnya tidak lancar.
4. Perusahaan sebaiknya memberikan pelatihan dan insentif (bonus) pada
karyawan agar kemampuan dan semangat kerja karyawan meningkat.