Anda di halaman 1dari 14

1

A. LATAR BELAKANG Radiasi gamma bermanfaat dalam kehidupan manusia dikehidupan seharihari. Misalnya dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul. Dibidang sains Oksigen-18 (O-18) untuk mempela ari reaksi esterifikasi. Di bidang arkeologi karbon-1! ("-1!), berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. #idang industri kobal-$% ("o-$%) digunakan uga pada u i kualitas las dari ketel uap tekanan tinggi serta u i terhadap kekerasan dan keretakan pada konstruksi beton. Dalam bidang kedokteran &odin-1'( (&-1'() digunakan untuk mendeteksi penyakit otak karena meman)arkan sinar gamma. *lat ukur radiasi dibutuhkan bukan hanya karena radiasi tidak dapat dirasakan oleh pan)a indera manusia, tetapi uga karena kita membutuhkan nilainilai tertentu dari sumber radiasi seperti akti+itas dan dosis. ,pektrometer gamma merupakan salah satu alat ukur relatif pengukuran radioakti+itas dengan )ara membandingkan hasil )a)ahan radionuklida dengan hasil )a)ahan sumber standar radionuklida. Dengan adanya spektometer gamma dapat diketahui )a)ah radioakti+itas dari suatu radionuklida yang terpan)ar sehingga dapat diketahui efisiensi suatu detektor. B. PERUMUSAN MASALAH 1. #agaimana melakukan pengukuran radioakti+itas menggunakan sistem pen)a)ah berdasarkan intrepetasi spektrum gamma yang dihasilkan '. #agaimana mengetahui efisiensi suatu detektor dari material radionuklida (. #agaimana mengetahui koefesian atenuasi atau pelemahan suatu radionuklida !. #agaimana menghitung .aktu mati material radionuklida -

C. TUJUAN 1. Melakukan pengukuran radioakti+itas berdasarkan spektrum gamma yang dihasilkan/ '. Mengetahui efisiensi suatu detektor dari material radionuklida/

'

(. Mengetahui koefesian atenuasi atau pelemahan suatu radionuklida/ !. Menghitung .aktu mati material radionuklida.

D. LUARAN YANG DIHARAPKAN 0uaran yang diharapkan dengan adanya praktikum fisika inti ini adalah dapat mengaplikasikan terhadap kehidupan sehari-hari, .alaupun tidak se)ara langsung. 1ada kenyataanya disekitar tempat tinggal kita tak lepas dengan adanya suatu radioaktif. Dengan adanya efisiensi dapat memaksimalkan suatu radiouklida pada keadaan tertentu, misalnya dalam aspek kedokteran. ,aat menggunakn material radionuklida tak lepas dengan adnya peluruhan sifat radioakti+itasnya yang akan melemahkan sifat material radionuklida tersebut yang akan berdampak pada kematian radionuklida tersebut.

E. KEGUNAAN 2egunaan proposal praktikum ini adalah sebagai bahan pertimbangan dan bahan olahan dalam melaksanakan praktikum fisika inti yang menggunakan topik .a ib yakni spektrometer gamma dan tiga topik pilihan lainnya. Dalam proposal praktikum ini digunakan topik pilihan yang menyesuaikan dengan praktikan yang berguna untuk memberikan kebebasan dalam memilih topik dan dalam pengembangannya.

F. TINJAUAN PUSTAKA 1. Spektrometri G mm ,pektrometri 3amma dapat diartikan sebagai suatu )ara pengukuran dan identifikasi 4at-4at radioaktif dengan alan mengamati spe)trum karakteristik yang ditimbulkan oleh interaksi foton gamma (y) yang dipan)arkan oleh 4at-4at radioaktif tersebut dengan materi dete)tor ( 5isnu ,usetyo, 61788). 3e ala radioakti+itas tak dapat langsung diamati dengan pan)a-indera man usia. 8ntuk

mengukur radioakti+itas diperlukan dete)tor yang dapat berinteraksi se)ara )ukup efisien dengan sinar radioaktif yang diselidiki. *da berma)am-ma)am detektor yang dapat dipakai untuk mendeteksi radiasi gamma, akan tetapi yang umum digunakan pada spektrometri gamma adalah dete)tor semi konduktor germanium kemurnian tinggi (high - purity 3e detektor9 :13e). ,ebelum digunakan dalam pengukuran, suatu perangkat spektrometer y harus dikalibrasi agar dapat digunakan untuk analisis. *da ' ma)am kalibrasi yang perlu dilakukan, yaitu kalibrasi energi dan kalibrasi efisiensi. 2alibrasi energi diperlukan untuk tu uan analisis kualitatif, sedangkan kalibrasi efisiensi untuk tu uan analisis kuantitatif, ,etelah alat terkalibrasi, kemudian dilakukan pen)a)ahan terhadap ba)kground ()a)ah latar), kemudian baru dilakukan pen)a)ahan terhadap sam pel. Dalam per)obaan ini digunakan sumber standart ;u1<' dalam bentuk )air, "s-1(= dan "o-<%. 1erangkat spektrometer y biasanya terdiri atas sebuah detektor, sistim penguat pulsa, sistim pengolah pulsa dan penyimpan data. &nteraksi sinar y dengan detektor menghasilkan sinar opti), selan utnya mennhasilkan pulsa-pulsa muatan listrik yang seterusnya diproses se)ara elektronik olel1 sistim penguat dan pengolah pulsa sehingga diperoleh hasil akhir berupa spektrum gamma pada layar monitor(display). #anyaknya )a)ah dari masing-masing pun)ak energi pada spe)trum menun ukkan intensitas energi dan tanggapan detektor terhadap energi tersebut. !. E"i#ie$#i Detektor Detektor geiger muler adalah sebuah detektor isisan gas dengan +olume gas konstan. 1risip ker a detektor ini dimulai pada saat partikel radiasi memasuki detektor melalui endela dibagian depan detektor, dan diarahkan menu u tabung dtektor. Detektor ini banyak digunakan karena sistem pen)a)ahnya mampu menghasilkan pulsa listrik yang relatif besar ketika gas terionisasi. Detektor ini hanya dapat mendeteksi umlah energi, tetapi tidak dapat mengidentifikasi sifat energi yang mengenainya.

G m% r 1. ,kematis bentuk dari geiger muler

,e)ara skematis bentuk dari geiger muler seperti gambar diatas yang terdiri dari > a. ?abung ionisasi Merupakan tempat berinteraksinya partikel radiasi dengan gas alam tabung yang menimbulkan elektron melalui proses ionisasi. 8mumnya tabung ini uga berfungsi sebagai katoda yang bermuatan listrik negatif. b. 2a.at anoda 2a.at ini bermuatan listrik positif, berbentuk ka.at didalam tabung, dan terbuat dari tungsten. *noda ini dhubungkan dengan suplai tegangan tinggi. ,uplai ini berperan dalam operasional detektor karena mempengaruhi proporsonal deteksi. ;lektron yang tertangkap oleh anoda akan memangkitkan snya keluaran yang me.akili hasil )a)ah. ). 5indo. #agian ini terletak dibagian depan detektor. ?erbuat dari material se enis polimer tipis sehingga radiasi dapat menembusnya.

,aat pen)a)ahan radiasi menggunakan detektor, tidak semua partikel yang datang dapat ter)a)ah oleh detektor tersebut. ?erdapat beberapa kemungkinan yang menghalangi partikel radiasi dideteksi oleh detektor. ;fisiensi detektor merupakan

<

ukuran yang menyatakan pen)a)ahan (utari,'%%!). ;fisiensi detektor itu sendiri dipengaruhi ( hal penting sebagai berikut >

a. 1engaruh ukuran dan densitas material detektor ;fisiensi detektor akan naik ika ukuran detektor semakin besar, karena probabilitas interaksi antar partikel radiasi dan material detektor akan semakin bessar. ,emakin rapat pula densitas material maka probabilias interaksi semaki tinggi an efisiensi detektor naik. b. 1engaruh enis dan energi radiasi 1artikel yang bermuatan berenergi rendah memiliki kemungkinan hulang dalam endela detektor,sehingga efisiensi auh dari 1%%@ atau partikel menembus material detektor tetapi tidak berinteraksi dengan sempurna, sehingga efisiensi detektor diba.ah 1%%@. ). 1engaruh sistem elektronik pendukung ,etiap interaksi dalam detektor akan menghasilkan satu sinyal, dan partikel tersebut akan ter)a)ah apabila sinyal tersebut terekam oleh sistem elektronik. ,inyal ini akan direkam ika lebih tinggi dari le+el diskriminator. 0e+el ini digunakan untuk membatasi noise elektronik dari sistem pen)a)ah. Dengan melakukan +ariasi pada le+el diskriminator maka ter adi pula +ariasi pen)a)ahan sinyal dan efisiensi detektor akan berubah-ubah. Metode ini dapat digunakan untuk menentuka efisiensi terbaik dari detektor. Dari ketiga faktor yang saling mempengaruhi tersebut akan ter)ipata satu setting sistem pan)a)ahan tertentu yang mempengaruhi besar efisiensi detektor sebagai salah satu karakteristik detektor.

akti+itas 1osisi pengukuran

G m% r !. 2arakteristik peman)aran detektor

&. Koe"i##ie$ te$' #i "ahaya mono-energetik merupakan suatu berkas yang sempit dari satuan energi sehingga perubahan dalam sinar A berupa berkas )ahaya, intensitas pada beberapa arak di suatu material dapat dinyatakan >

G m% r &.1roses 1enyerapan ,inar B (sumber> DeAa,'%%=) &AC&% #ergantung oleh > 1. 2etebalan penyerapDAE/

'. Fomor atom penyerapDGE/ (. Densitas penyerapDHE/ !. ;nergi sinar A

Model matematika >

2oefisien pelemahan merupakan fraksi berkas sinar A yang melemah per satuan ketebalan penyerap I

dimana > & I intensitas satuan energi dalam )ahaya meman)arkan ke alur lain beberapa arak A &% I intensitas a.al satuan energi dalam )ahaya

I koefisien atenuasi linear A I arak

1. 2oefisien pelemahan atom Ja Merupakan fraksi berkas sinar A yang melemah akibat suatu atom tunggal. 2oefien pelemahan atom Ja uga disebut sayatan melintang mikroskopis atom KL Ja dengan satuannya luas )mM. satuan yang ditetapkan untuk sayatan melintang adalah barn, 1 barnI1%-'! )mM. '. 2oefisien pelemahan linear Jl Merupakan koefisien penyerapan dngan ketebalan penyerap yang diukur dalam )m, dengan satuannya adalah 9)m. koefisien atenuasi linear menguraikan pe)ahan suatu berkas )ahaya sinar gamma atau sinar rontgen yang diserap atau menyebar setiap ketebalan unit dari material penyerap. (. 2oefisien pelemahan massa Jm Merupakan koefien penyerapan dengan ketebalan penyerap yang diukur dalam gr9)mN dengan satuannya adalah )mM9gr. (,our)e, '%%=)

;fek ;nergi ?erhadap *tenuasi 2arakteristik penyerapan akan meningkat atau berkurang ika energi dari sinar A ditingkatkan atau dikurangi. 3rafik koefisien atenuasi massa dengan energi menun ukkan hubungan yang eksponensial yang berbanding terbalik antara koefisien atenuasi dengan besar energi.

3ambar !. 2oefisien atenuasi massa untuk beberapa material dalam rentang energi ( sumber> "ember :erman,1788)

(. De ) time Dead time adalah .aktu tertentu dimana suatu dete)tor 9pen)a)ah tidak peka selama pembentukan pulsa medan listrik , sehingga apabila partikel datang dalam periode tersebut, maka tidak ada pulsa yang akan terbentuk. Filai khas .aktu mati terbentang dari 1%%-(%% us. *ndaikan dead time 1%%us O la u pen)a)ahanya <%% )a)ah9s , maka akan terdapat < @ )a)ah yang hilang karena .aktu mati. 5aktu mati uga didefinisikan sebagai .aktu minimum yang diperlukan antara datang nya ' partikel yang ber urutan pada dete)tor, sehingga ' pulsa yang berbeda dapat dihasilkan. 5aktu mati uga didefinisikan sebagai .aktu yang dibutuhkan se ak partikel menumbuk dete)tor sampai pulsa tegangan masuk ke dalam penguat sinyal.Dead-time range sebenarnya bergantung pada kualitas dari perangkat elektronik, dimana respon dari perangkat elektronik tersebut akan menghasilkan dead-time range karakteristik dete)tor. :al ini disebabkan karena setiap dete)tor yang berhubungan dengan perangkat elektronik pendukung pasti terdapat inter+al .aktu t.Dua ionisasi yang ter adi pada selang .aktu lebih ke)il dari .aktu t, akan ter)a)ah oleh system dete)tor sebagai satu ke adian ionisasi. ,edangkan apabila dua

1%

ionisasi yang ter adi pada selang .aktu yang lebih besar dari .aktu t, maka akan ter)a)ah sebagi dua ke adian ionisasi. ,ehingga bisa dikatakan bah.a selang .aktu t akan sangat mempengaruhi efisiensi serta kemampuan ker a dete)tor. Metode penentuan dead-time range yang umum digunakan adalah dengan menggunakan metode dua sumber (t.o sour)e method). Metode ini dilakukan dengan memasukkan dua buah sumber radiasi yang berasal dari unsur yang sama, ke dalam system dete)tor dan dilakukan pen)a)ahan. 2emudian dilakukan pula pen)a)ahan untuk tiap sumber indi+idual tersebut. Pika m1 adalah )a)ah untuk sumber 1, m' adalah )a)ah untuk sumber ' dan m 1' adalah )a)ah untuk kedua sumber se)ara bersamaan, maka dapat di rumuskan besar deadtime rang dete)tor adalah

G. MET*DE PELAKSANAKAN a) *lat #ahan> 1. Detektor semikonduktor :13e '. *mplifier (. 1ersonal "omputer !. ,pe)trometer gamma <. Osiloskop $. #ahan penyerap> =. ,umber radionuklida> 8. *r-!1

11

b) "ara ker a i.1engoperasian ,pektrometer 3amma sebagai berikut> 1. Menaikkan tegangan se)ara perlahan hingga men)apai ',8 kQ dengan )ara memutar tombol HV yang terletak pada panel MCA (Multi Chanel Analyse) se)ara perlahan/ '. Melakukan kalibrasi energi alat menggunakan sumber standar "o-$%, dengan lama pen)a)ahan 1%%% detik/ (. Memasukkan nilai energi dari "o-$% yaitu energi 11=(,'! keQ dan energi 1((',<% 2eQ/ !. Mengamati besarnya intensitas )a)ahan, FWTM dan FWHM yang dihasilkan pada channel energi 11=(,'! keQ dan channel energi 1((',<% keQ/ <. Memasukkan besar intensitas )a)ahan yang diperoleh ke dalam ?abel QC Chart sesuai dengan energinya/ $. Memasukkan besar nilai FWTM dan FWHM yang diperolehke dalam ?abel Gaus Ratio pengukuran "o-$%. ii. 1engukuran "esium dilakukan dengan tahapan ker a sebagai berikut > 1. Mengukur standar point "s-1(= dilakukan dengan .aktu )a)ah 1%%% detik setelah energi alat terkalibrasi/ '. Melakukan pen)a)ahan dilakukan pada arak yang ber+ariasi dari '.< )m hingga 1% )m dengan inter+al arak '.< )m/ (. Mengamati .aktu mati yang diberikan selama pen)a)ahan/ !. Menganalisa spektrum hasil pengukuran pada energi $$1,$$ 2eQ. 1engukuran radioaktifitas (sumber standar yang digunakan ;u-1<') 1. Merangkai spektrometer gamma yang terdiri dari detektor semikonduktor :13e dengan system penguat a.al pre amplifier '. Merangkai perangkat tersebut dengan sebuah penguat

1'

(. Menghubungkan dengan rangkaian *D" pada system M"* (Multi "hannel *naly4er) !. Mengatur arak sumber-detektor adalah '< )m <. Menyetel tegangan ker a detektor pada model :Q (:igh Qoltage) yaitu !<%% +olt dengan polaritas positif $. Mengatur .aktu pegukuran ($%% detik dengan pengulangan ( kali =. M.ngukur )a)ah lata sebelum dan sesudah pegukuran sampel dengan .aktu pengukuran 1%.%%% detik ;fisiensi detektor 1. '. (. !. <. $. =. Memeriksa kondisi aman detektor Mengoperasikan system tegangan tinggi (:Q), pastikan keadaan a.al skala tegangan % +olt Menaikkan skala potensio perlahan sampai !<%% +olt Memantau kestabilan :Q dengan osiloskop(%,' +olt) Meletakkan sumber standar ;u-1<' pada arak '< )m Melakukan pen)a)ahan 1% kali dalam .aktu ' am Melakukan analisis dan perhitungan konstanta kalibrasi efisiensi yang ,eliputi energi kalibrasi(keQ), )a)ah per detik()ps), prosentase kesalahan pen)a)ahnya(@),yield(@), efisiensi perhitungan manual dari 1% kali pen)a)ahan dan de+iasi standarnya 8. Memperoleh hasil akhir berupa kur+a kalibrasi efisiensi detektor dengan sumber standar ;u-1<' 0MR& iii. 2oefisien atenuasi 1. Men)a)ah sampel *r-!1 menggunakan absorber dari bahan gelas ampul, masing-masing digunakan ! (empat) buah ampul dengan ketebalan masing-masing sekitar 1 mm/ '. 1en)a)ahan dilakukan selama $%% detik untuk tiap penambahan satu lembar absorber/ (. ,etelah menentukan region of interest untuk pun)ak-pun)ak energi *r-!1 (1'7! keQ, 1$== keQ dan annihilasi <11 keQ), dilakukan

1(

koreksi ea ti!e dan )a)ah latar pada setiap pun)ak energi *r-!1 yang ingin diamati. !. Membuat kur+a yang menyatakan hubungan )a)ahan terhadap ketebalan masing-masing absorber/ <. Membuat kur+a bahan absorber terhadap sinar gamma pada tiap-tiap energi sehingga diperoleh nilai koefisien atenuasinya. )) Pad.al kegiatan 1. ?empat 1elaksanakan praktikum ini dilaksanakan di 0aboratorium M&1* 0antai (. '. 5aktu 5aktu pelaksanakan dilaksanakan dari bulan ,eptember hingga Fopember, dapat dilihat seperti tabel diba.ah ini >

T %e+ 1. Pad.al pelaksanakan praktikum fisika inti

Fo. 5aktu9 2egiatan 1 ' ( 1embuatan proposal 1engumpulan proposal pelaksanakan praktikum> a.,pektrometer gamma b. ;fisiensi detektor ). 2oefisien atenuasi d. Dead time 1embuatan laporan 1elaksanakan responsi

Minggu 2e,eptember Oktober ( ! 1 '

<

Fopember 1 '

! <

1!

H. D "t r P'#t k

DeAa.'%%=.*ttenuation.http>99homepage.ma).)om9kieranmaher9dirgard9DR1apers9DeA aR*ttenuation.html 3atot 5urdiyanto. '%%7. stan ar isasi su!ber ra ioa"tif bentu" gas argon#$ !engguna"an !eto e spe"tro!etri ga!!a. 1usat ?eknologi 2eselamatan dan Metrologi Radiasi> #*?*F :erman "ember.1788. %ntro uction to Helath &hysics. 1engamon press &n) MaA.ell :ouse, ;lmsford Fe. Sork>8,* ,our)e.'%%=.'#Ray.#riatanni)a ;lementary 0ibrary.;n)iklopedia #ritani)a 5isnu susetyo T(pe"tro!etri Ga!!aT 3a ah Mada 8ni+ersity 1ress Sogyakarta, 1788 5i ono, Rosdiani. '%%$. 2alibrasi ;nergi dan ;fisiensi Detektor :13e model 3"1%18 1ada Rentang ;nergi 1'1 sampai 1!%8 keQ dengan ,umber ,tandar ;u-1<' 0MR&. 1rosing 1ertemuan dan 1resentasi &lmiah Uungsional ?eknis Fon 1eneliti>1?M2R-#*?*F