Anda di halaman 1dari 10

BAB II SETRIKA LISTRIK

2.1

Tujuan Percobaan : Mengetahui cara kerja dari Setrika Listrik Dapat mengetahui permasalahan seputar setrika listrik Dapat merawat setrika listrik dengan baik

2.2

Dasar Teori Setrika adalah alat yang biasanya digunakan untuk merapikan pakaian. Setrika zaman kuno dibuat dari besi yang diisi arang yang membara. Saat ini setrika kebanyakan dibuat dari alumunium dan baja tahan karat, sumber panas dari listrik, serta memiliki thermostat untuk mengendalikan suhu. Beberapa setrika modern juga dapat mengubah air menjadi uap air untuk membasahi pakaian. Selain itu, terdapat juga setrika nirkabel yang dipanaskan di sebuah docking station, dan setrika portable yang bentuknya kecil untuk menyetrika dasi atau untuk dibawa bepergian.

Gambar 8. Setrika Listrik

2.3

Cara Kerja Setrika Listrik Prinsip kerja setrika listrik adalah mengubah energi menjadi energi panas melalui elemen pamanas. Panas yang dihasilkan dikumpulkan oleh besi panas yang kemudian melalui gosokan diteruskan pada objek yang akan disetrika. Setrika listrik yang umum dipakai untuk keperluan rumah tangga adalah jenis setrika jinjing, sedangkan setrika listrik yang besar,

seperti roll iron dan press iron banyak dipakai di hotel-hotel, rumah sakit dan binatu. Berikut adalah jenis-jenis setrika listrik yang digolongkan dalam peralatan pemanas berdaya rendah 1. Setrika listrik jinjing (portable) Tanpa pengatur panas Dengan pengatur panas (otomatis) Dengan uap air 2. Setrika listrik besar Roll iron Press iron

2.4

Komponen Setrika Listrik 1. Kabel power, kabel ini biasanya terdiri dari tusuk kontak untuk ke sumber listrik dan kontra steker untuk ke terminal peralatan. 2. Elemen pemanas, sumber panas setrika listrik berupa kawat nikelin berbentuk pipih yang dililitkan pada lembaran mika yang dibentuk sesuai bentuk alas setrika, sehingga panasnya dapat tersebar merata. Elemen pemanas ini terisolasi terhadap badan setrika. 3. Besi pengumpul panas, sebagai bagian dasar atau alas dari setrika, berbentuk pelat yang dilapisi bahan anti karat dan anti lengket. Bagian ini harus selalu bersih karena langsung bersentuhan dengan objek yang disetrika (pakaian). 4. Platina otomatis, komponen otomatis putus nyambung aliran listrik. 5. Pemutar platina otomatis, mengatur tingkat panas yang ditimbulkan setrika. Apabila lempengan logam ini terkena panas, salah satu jenisnya akan memuai lebih dahulu, sehingga lempengan tadi membengkok, yang arah bengkoknya ini akan dimanfaatkan untuk melepas/menghubungkan kontak. Jadi, bila panas berlebihan, kontak akan putus sehingga elemen pemanas tidak lagi dialiri arus listrik. Jika panasnya mulai rendah lagi, kontak akan terhubung kembali dan arus listrik kembali mengalir melalui elemen pemanas. Dengan demikian, kondisi panas setrika dapat dipertahankan pada panas tertentu sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan tombol pengatur panas. 6. Thermostat, pengatur panas otomatis menggunakan komponen tambahan berupa thermostat yang tersusun dari bahan bimetal, yaitu

lempengan dua logam yang berbeda koefisien mulai panjangnya, disatukan menjadi satu lempengan. Thermostat akan menjaga panas agar tidak terlalu tinggi sehingga elemen tidak cepat rusak. Apabila lempengan logam ini terkena panas, salah satu jenisnya akan memuai lenih dahulu, sehingga lempengan tadi membengkok, arah bengkoknya ini kemudian dimanfaatkan untuk melepas/menghubungkan kontak. Jadi, bila panas berlebihan, kontak akan putus sehingga elemen pemanas tidak lagi dialiri arus listrik. Bila panasnya mulai rendah lagi, kontak akan terhubung kembali dan arus listrik kembali mengaliri melalui elemen pemanas. Dengan demikian, kondisi panas setrika dapat dipertahankan pada panas tertentu sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan tombol pengatur panas. 7. Terminal konektor, penyambung antara kabel power dan elemen. 8. Lampu indikator, penunjuk untuk melihat setrika dalam keadaan mati atau nyala. 9. Bodi dan tangkai pegangan, digunakan untuk melindungi bagian dalam setrika yang dialiri arus listrik terhadap sentuhan pemiliknya. Selain itu, juga berfungsi agar panas tidak menyebar langsung ke udara bebas. Pegangan setrika biasanya dari bahan yang tidak mengalirkan panas dan juga tidak mengalirkan arus listrik, biasanya terbuat dari kayu, ebonit atau karet. 10. Pompa air (untuk setrika dengan uap air). Setrika yang menggunakan uap air mempunyai tabung air dan dilengkapi dengan pompa air. Pompa air ini berfungsi untuk menyemburkan air pada objek yang disetrika, guna mendapatkan hasil setrika yang baik, halus dan rapi.

Gambar 9. Komponen Setrika Listrik

2.5

Langkah Percobaan Mengatasi permasalahan seputar setrika listrik A. Lampu Indikator Setrika Listrik Tidak Nyala Lampu indikator setrika listrik tidak nyala ada 2 indikasi yaitu kabel power putus atau lepas dan lampu indicator setrika lepas atau putus. Untuk memperbaiki permasalahan ini, ikuti langkah berikut ini : 1. Lepaskan kabel power atau kabel penghubung dari stop kontak. Pastikan kabel tidak putus dan masih bisa digunakan 2. Lepas penutup bagian belakang, biasanya terdapat baut, lepaskan baut dengan obeng, lalu putar kearah kiri 3. Buka penutup tersebut, perhatikan kebel penghubung dan lampu indikatornya. Jika kabel penghubung atau lampu indikator lepas, segera pasang kembali 4. Jika kabel penghubung dan lampunterpasang sempurna, periksa bagian-bagian berikut Periksa resistor atau tahanan yang melekat di lampu indikator jika ada Periksa nilai resistor dengan multitester, biasanya resistor lemah atau rusak dapat mengakibatkan indicator lampu setrika mati

Jika resistor normal, periksa lampu indicator. Biasanya lampu indicator mati ditandai dengan warna hitam atau bohlam dalam lampu putus. Ganti lampu indicator dengan yang baru. 5. Periksa lampu, jika terlihat hitam dan filament putus, ganti dengan lampu indicator yang baru. B. Pengatur Panas Setrika Listrik Tidak Jalan Pengatur panas tidak jalan biasanya akibat pemakaian tidak mematuhi petunjuk pemakaiannya atau karena setrika tersebut pernah jatuh atau terbentur benda keras lainnya (sehingga susunan mekanis thermostat ada yang berubah). Untuk memperbaiki masalah ini, ikuti langkahlangkah berikut : 1. Lepaskan kabel power atau kabel penghubung dari stop kontak 2. Lepaskan penutup bagian belakang, tangkai pemegang dan penutup tangkai 3. Lepaska semua casing penutup bagian luar setrika 4. Periksa platina otomatis untuk mengetahui kondisi putar on-off masih dalam keadaan bagus atau tidak 5. Bersihkan kontak platina dengan kertas ampelas atau kertas gosok. Kemudian coba atur setelan platina dengan menggunakan obeng minus yang kecil 6. Jika setrika anda memiliki thermostat yang menghubungkan elemen dengan platina otomatis, periksalah masih tersambung atau tidak dengan menggunakan multimeter. Jika putus, segera ganti dengan yang baru. Anda bisa membeli di toko elektronik. Untuk memasang kembali, jangan dilakukan dengan menyoler agar tidak meleleh, cukup dililitkan saja.

Gambar 10. Memeriksa dan Mengatur Platina Otomatis

C. Setrika Nyala, tetapi Tidak Menghasilkan Panas Seringkali terjadi setrika nyala, tetapi tidak bisa menghasilkan panas sama sekali. Untuk mengatasi permasalahan ini, ikuti langkah-langkah berikut. 1. Lepaskan kabel power dari stop kontak 2. Lepaskan penutup bagian belakang, tangkai pemegang, dan penutup tangkai 3. Lepaskan semua casing/bodi penutup bagian luar setrika 4. Periksa platina otomatis untuk mengetahui kondisi putar on-off masih dalam keadaan bagus atau tidak. Jika rusak, segera ganti dengan yang baru 5. Periksa thermostat, masih tersambung dengan sempurna atau tidak. Anda dapat memeriksa dengan menggunakan multimeter untuk memastikan thermostatberfungsi 6. Hal terakhir adalah elemen pemanasnya, periksa dengan multimeter. Jika putus, ganti dengan elemen yang baru

Gambar 11. Memeriksa Elemen Pemanas Setrika

D. Badan Setrika Berpegangan Listrik Seringkali setrika yang berumur tua, jika dipegang badannya, terasa bertegangan listrik. Selain umur, setrika yang habis terjatuh atau pemakaian yang terlalu lama dapat menimbulkan masalah ini. Untuk mengatasi masalah badan setrika bertegangan, ikuti langkah-langkah berikut : 1. Lepaskan kabel power atau kabel penghubung dari stop kontak 2. Lepas penutup bagian belakang setrika dengan menggunakan obeng 3. Periksa kabel penghubung. Jika kabel rusak atau ada serabutnya yang lepas, segera ganti dengan kabel yang baru 4. Lepaskan semua casing/bodi penutup bagian luar setrika 5. Periksa thermostatnya. Mekanik thermostat yang rusak dapat mengakibatkan kebocoran arus. Anda dapat mengganti thermostat atau memperbaikinya sendiri 6. Periksa elemen pemanas, tambal kerusakan isolasinya dengan gips atau ganti dengan yang baru 7. Periksa juga satu per satu komponen lain yang berhubungan dengan aliran listrik dengan menggunakan multimeter atau tespen

Gambar 12. Memeriksa Komponen-komponen dengan tespen

8. Setelah ditemukan penyebab kebocoran aliran listrik, pasang kembali bodi setrika dengan benar 9. Periksa kembali badan setrika dengan multitester atau dengan tespen apakah masih bertegangan atau tidak. E. Setrika Mati Total Untuk memperbaiki kondisi setrika listrik mati total, maka harus mengikuti langkah-langkah berikut : 1. Periksa kabel power dengan menggunakan alat multitester atau avometer. Apabila ada salah satu kabel yang putus atau tidak tersambung, sebaiknya ganti dengan yang baru 2. Jika kabel power dalam kondisi bagus atau tidak terputus, langkah selanjutnya adalah membongkar bodi setrika, dan periksa elemen pemanas dengan menggunakan avometer atau multitester 3. Tempelkan ujung pertama elemen pemanas pada kabel multitester warna merah, kabel multitester warna hitam ditempel pada ujung elemen pemanas yang lain. Apabila multitester tidak menunjukkan indikasi kontak atau jarum multitester tidak bergerak kekanan, berarti elemen pemanas tersebut mati atau tidak berfungsi. 4. Langkah selanjutnya adalah melepas elemen tersebut, lalu ganti dengan elemen yang baru. Untuk mengganti elemen yang baru, sesuaikan dengan spesifikasi elemen sebelumnya

5. Setelah elemen terpasang dengan benar, pasang kembali bodi setrika dengan benar 2.6 Merawat Setrika Listrik 1. Lakukan perawatan rutin bagian setrika listrik, terutama bersihkan bagian alas setrika 2. Jika selesai digunakan untuk menyetrika pakaian yang jenis kainnya mudah terbakar dan mengandung bahan sintetis, bulu-bulu kain terbakar dan arangnya akan menempel pada alas setrika. Bersihkan dengan lap yang sudah dibasahi dengan bensin/thiner. Jika sudah terlampau keras dan tebal, bersihkan dengan sekrap tipis atau pada waktu pelat dasar masih panas, olesi dengan lilin, kemudian gosok dengan kain lap yang bersih. 3. Hindari menyetrika pada bagian kancing, dan retsleting, agar pelat dasar tetap baik. 4. Bagian lain yang harus dipelihara adalah kabel penghubung, terminal, dan tusuk kontak 5. Perhatikan ketika memakai setrika, posisi kabel power jangan sampai dalam keadaan memutar atau melintir. Jika terjadi, segera diluruskan 6. Untuk pemakaian biasa sebaiknya pemutar setelan platina otomatis tidak diputar sampai maksimal, cukup digunakan setengah saja 7. Untuk meletakkan setrika, sebaiknya letakkan agak ke tengah agar tidak mudah terjatuh atau gunakan tempat menaruh setrika 2.7 Tip Membeli Setrika Listrik 1. Sesuaikan dengan kondisi keuangan anda 2. Beli dengan merk yang terkenal, karena kualitasnya akan terjamin 3. Periksa semua komponen setrika, dari bahan setrika, lapisan alas setrika, sampai panas yang dihasilkan 4. Perhatikan putaran pengatur panas setrika, dapat bekerja dengan suhu yang dikehendaki atau tidak 5. Pilihlah kabel dan steker pada setrika dengan kualitas yang bagus. Kabel yang bagus bahan pembungkusnya lebih halus dan kuat. Untuk steker, pilihlah yang berbahan plastic bagus dan kaki steker berbahan plat bagus 6. Perhatikan lampu indicator setrika, bila mati atau nyala secara otomatis atau tidak 7. Periksa garansi yang ditawarkan

2.8

Analisa Percobaan

Pada percobaan ini maka kami dapat menganalisa masalah yang terjadi yang mengakibatkan setrika menyala tetapi tidak panas. Hal ini disebabkan karena termofuse yang putus sehingga mengakibatkan setrika tidak bekerja. Pertama-tama kita lepas baut yang ada Pada setrika untuk melepas semua casing yang menyelubungi komponen setrika tersebut. Setelah semua casing terlepas maka kita periksa terlebih dahulu arus yang mengalir pada termofuse apakah putus atau tidak menggunakan multitester. Pada awalnya termofuse berfungsi dan menghasikan arus, tetapi setelah diulangi pengetesan termofuse tidak berfungsi atau putus, maka kami mencabut termofuse dan sementara menggantikannya dengan kabel jumper untuk mengetes setrika bisa hidup dan panas atau tidak. Pada pengetesan lampu led AC pada setrika terjadi letusan kecil pada led dikarenakan korsleting arus yang mengakibatkan lampu led tersebut tidak menyala kembali. Setelah itu kami periksa komponen elemen dan yang lainnya tetapi tidak ada masalah lagi, hanya termofuse saja yang tidak berfungsi / putus.Lalu kami mulai memasang kembali jumper sebagai pengganti termofuse sementara, dan ternyata setrika menyala dan menghasilkan panas.