Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA PASIEN DENGAN DENGUE HAEMORHAGIC FEVER (DHF)

A. Konsep Dasar Penya !" #. De$!n!s!%Pen&er"!an Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedesaegypty (Christantie Efendy, !!")# Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang de$asa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam# DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (%eoparman, !!&)# DHF adalah demam khusus yang diba$a oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam# 'iasanya dengan cepat menyebar secara efidemik# (%ir,(atrick manson,)&& )# Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty (%eoparman, !!*)# Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bah$a dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang de$asa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam# '. Ep!(e)!o*o&! +ngka kesakitan Demam 'erdarah Dengue (DHF) di ,ndonesia cenderung meningkat, mulai &,&" insiden per &&#&&& penduduk di tahun !*- menjadi .", ! insiden per &&#&&& penduduk di tahun !!-, dan pada saat ini DHF di banyak negara ka$asan +sia /enggara merupakan penyebab utama pera$atan anak di rumah sakit# 0irus dengue ditularkan oleh nyamuk famili %tegomyia, aedes aegypti, nyamuk penggigit siang hari, adalah vektor utama, dan semua empat tipe virus lain telah ditemukan darinya# 0irus dengue telah juga ditemukan dari aedes albopictus, dan $abah di daerah pasifik telah dianggap berasal dari beberapa spesies aedes lain#

1ebanyakan penyakit terjadi pada anak yang lebih tua dan orang de$asa# 1arena aedes aegypti mempunyai kisaran terbatas, penyebaran epidemi terjadi terutama melalui manusia viremia dan mengikuti jalan2jalan transportasi utama# +. E"!o*o&!%Penye,a, a# 0irus dengue sejenis arbovirus b# 0irus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 3 serotif, Dengue !"3# c# 0irus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 4& oC# 1eempat serotif tersebut telah di temukan pula di ,ndonesia dengan serotif ke . merupakan serotif yang paling banyak# -. Pa"o$!s!o*o&! "er.a(!nya DHF %etelah virus dengue masuk ke dalam tubuh, pasien akan mengalami keluhan dan gejala karena viremia, seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal seluruh badan, hiperemi ditenggorokan, timbulnya ruam dan kelainan yang mungkin muncul pada system retikuloendotelial seperti pembesaran kelenjar2kelenjar getah bening, hati dan limpa# 5uam pada DHF disebabkan karena kongesti pembuluh darah diba$ah kulit# Fenomena patofisiologi utama yang menentukan berat penyakit dan membedakan DF dan DHF ialah meningginya permeabilitas dinding kapiler karena pelepasan 6at anafilaktosin, histamin dan serotonin serta aktivasi system kalikreain yang berakibat ekstravasasi cairan intravaskuler# Hal ini berakibat berkurangnya volume plama, terjadinya hipotensi, hemokonsentrasi, hipoproteinemia, efusi dan renjatan# +danya kebocoran plasma ke daerah ekstravaskuler dibuktikan dengan ditemukannya cairan dalam rongga serosa, yaitu dalam rongga peritoneum, pleura dan perikard# 5enjatan hipovolemik yang terjadi sebagai akibat kehilangan plasma, bila tidak segera teratasi akan terjadi ano7ia jaringan, asidosis metabolic dan kematian# %ebab lain kematian pada DHF adalah perdarahan hebat# dan ) ditemukan di ,rian ketika berlangsungnya perang dunia ke ,,, sedangkan dengue . dan 3 ditemukan pada saat $abah di Filipina tahun !".2

(erdarahan umumnya dihubungkan dengan trombositopenia, gangguan fungsi trombosit dan kelainan fungsi trombosit# Fungsi agregasi trombosit menurun mungkin disebabkan proses imunologis terbukti dengan terdapatnya kompleks imun dalam peredaran darah# 1elainan system koagulasi disebabkan diantaranya oleh kerusakan hati yang fungsinya memang tebukti terganggu oleh aktifasi system koagulasi# 8asalah terjadi atau tidaknya D,C pada DHF9 D%%, terutama pada pasien dengan perdarahan hebat# /. K*as!$! as! :H;, !-* mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 3 golongan, yaitu < a# Derajat ,< Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positif, trombositopeni dan hemokonsentrasi# b# Derajat ,, < 8anifestasi klinik pada derajat , dengan manifestasi perdarahan spontan di ba$ah kulit seperti petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi dan perdarahan dari lain tempat# c# Derajat ,,, < 8anifestasi klinik pada derajat ,, ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah# d# Derajat ,0 < 8anifestasi klinik pada penderita derajat ,,, ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba, berkeringat dan kulit tampak biru# 0. Man!$es"as! K*!n!s%Tan(a (an Ge.a*a # Demam tinggi selama " = 4 hari# )# 8ual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi# .# (erdarahan terutama perdarahan ba$ah kulit, ptechie, echymosis, hematoma 3# Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri# "# >yeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati#

*# %akit kepala# 4# (embengkakan sekitar mata# -# (embesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening# !# /anda2tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah)# 1. Ko)p*! as! +dapun komplikasi dari penyakit demam berdarah diantaranya < a# (erdarahan luas# b# %hock atau renjatan# c# Effuse pleura d# (enurunan kesadaran# 2. Pe)er! saan D!a&nos"! % Pen3n.an& a# Darah Hasil yang didapat dari pemeriksaan darah antara lain adalah< ) /rombosit menurun# )) /erjadi trombositopenia ( &&#&&&9ml atau kurang) .) H' meningkat lebih )& ? 3) H/ meningkat lebih )& ? meningginya nilai hematokrit sebanyak )& ? atau lebih dibandingkan nilai hematokrit pada masa konvalesen ") @eukosit menurun pada hari ke ) dan ke . *) (rotein darah rendah 4) Areum (H bisa meningkat -) >+ dan C@ rendah b# Antuk lebih meyakinkan diagnosa, maka dilakukan tes %erology <H, (hemaglutination inhibition test)# ) (emeriksaan radiologi )) 5ontgen thora7 < Efusi pleura# .) (emeriksaan fisik (rumple leed test) 3) Aji test tourniket (B) 4. D!a&nos!s% Kre"er!a D!a&nos!s (atokan :H; ( !-*) untuk menegakkan diagnosis DHF adalah sebagai berikut <

a# Demam akut, yang tetap tinggi selama ) = 4 hari kemudian turun secara lisis demam disertai gejala tidak spesifik, seperti anoreksia, lemah, nyeri b# 8anifestasi perdarahan< )Aji tourniCuet positif ))(etekia, purpura, ekimosis .)Epistaksis, perdarahan gusi 3)Hematemesis, melena# c# (embesaran hati yang nyeri tekan, tanpa ikterus# d# Dengan atau tanpa renjatan# 5enjatan biasanya terjadi pada saat demam turun (hari ke2. dan hari ke24 sakit )# 5enjatan yang terjadi pada saat demam biasanya mempunyai prognosis buruk# e# 1enaikan nilai Hematokrit 9 Hemokonsentrasi #5. D!a&nosa 6an(!n& Dambaran klinis DHF seringkali mirip dengan beberapa penyakit lain seperti < a) Demam chiku nguya# Dimana serangan demam lebih mendadak dan lebih pendek tapi suhu di atas 3&&C disertai ruam dan infeksi konjungtiva ada rasa nyeri sendi dan otot# b) Demam tyfoid 'iasanya timbul tanda klinis khas seperti pola demam, bradikardi relatif, adanya leukopenia, limfositosis relatif# c) +nemia aplastik (enderita tampak anemis, timbul juga perdarahan pada stadium lanjut, demam timbul karena infeksi sekunder, pemeriksaan darah tepi menunjukkan pansitopenia d) (urpura trombositopenia idiopati (,/() (urpura umumnya terlihat lebih menyeluruh, demam lebih cepat menghilang, tidak terjadi hemokonsentrasi# ##. Pena"a*a saan a) /irah baring b) (emberian makanan lunak #

c) 8inum banyak () = )," liter9)3 jam)# 8inuman dapat berupa < susu, teh manis, sirup dan beri penderita sedikit oralit, pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita DHF# d) (emberian cairan melalui infus# (emberian cairan intra vena (biasanya ringer lactat, nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan , mengandung >a B .& mEC9liter , 1B 3 mEC9liter, korekter basa )mEC9liter , Cl &! mEC9liter dan Ca E . mEC9liter# e) (emberian obat2obatan < +ntibiotic, pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder antipiretik# (emberian obat antipiretik sebaiknya dari golongan asetaminopen +nti konvulsi jika terjadi kejang f) 8onitor tanda2tanda vital tiap . jam (suhu, nadi, tensi, pernafasan) jika kondisi pasien memburuk, observasi ketat tiap jam# g) 8onitor adanya tanda2tanda renjatan h) 8onitor tanda2tanda perdarahan lebih lanjut i) (eriksa H',H/, dan /rombosit setiap hari# (ada kasus dengan renjatan pasien dira$at di pera$atan intensif dan segera dipasang infus sebagai pengganti cairan yang hilang dan bila tidak tampak perbaikan diberikan plasma atau plasma ekspander atau dekstran sebanyak )& = .& ml9kg ''# (emberian cairan intravena baik plasma maupun elektrolit dipertahankan ) = 3- jam setelah renjatan teratasi# +pabila renjatan telah teratasi nadi sudah teraba jelas, amplitudo nadi cukup besar, tekanan sistolik )& mmHg, kecepatan plasma biasanya dikurangi menjadi & ml9kg ''9jam# /ransfusi darah diberikan pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal yang hebat# ,ndikasi pemberian transfusi pada penderita DHF yaitu jika ada perdarahan yang jelas secara klinis dan abdomen yang makin tegang dengan penurunan Hb yang mencolok# (ada DHF tanpa renjatan hanya diberi banyak minum yaitu F2) liter dalam )3 jam# Cara pemberian sedikit demi sedikit dengan melibatkan orang tua# ,nfus diberikan pada pasien DHF tanpa renjatan apabila < a# (asien terus menerus muntah, tidak dapat diberikan minum sehingga mengancam terjadinya dehidrasi b# Hematokrit yang cenderung mengikat#

#'. Pen7e&a8an (encegahan penyebaran penyakit DHF yang tepat akan membantu mengurangi jumlah penderita dan mencegah terjadinya 1ejadian @uar 'iasa (1@')# (rinsip yang tepat dalam pencegahan DHF ialah sebagai berikut < a# 8emanfaatkan perubahan keadaan nyamuk akibat pengaruh alamiah dengan melaksanakan pemberantasan vektor pada saat sedikit terdapatnya kasus DHF# b# 8emutuskan lingkaran penularan dengan menahan kepadatan vektor pada tingkat sangat rendah untuk memberikan kesempatan penderita viremia sembuh secara spontan# c# 8engusahakan pemberantasan vektor di pusat daerah penyebaran yaitu di sekolah, rumah sakit termasuk pula daerah penyangga sekitarnya# d# 8engusahakan pemberantasan vektor di semua daerah berpotensi penularan tinggi# +da ) macam pemberantasan vektor antara lain < # 8enggunakan insektisida# )# Gang la6im digunakan dalam program pemberantasan demam berdarah dengue adalah malathion untuk membunuh nyamuk de$asa dan temephos (abate) untuk membunuh jentik (larvasida)# Cara penggunaan malathion ialah dengan pengasapan atau pengabutan# Cara penggunaan temephos (abate) ialah dengan pasir abate ke dalam sarang2sarang nyamuk aedes yaitu bejana tempat penampungan air bersih, dosis yang digunakan ialah ? per & liter air# .# /anpa insektisida)# Caranya adalah < a) 8enguras bak mandi, tempayan dan tempat penampungan air minimal seminggu (perkembangan telur nyamuk lamanya 4 = & hari)# b) 8enutup tempat penampungan air rapat2rapat# c) 8embersihkan halaman rumah dari kaleng bekas, botol pecah dan benda lain yang memungkinkan nyamuk bersarang# 6. Konsep Dasar Kepera9a"an a) Pen& a.!an Dalam pengkajian yang dikaji pada pasien yaitu, identitas pasien, ri$ayat kepera$atan yang meliputi keluhan utama (1eluhan utama saat masuk rumah sakit dan keluhan saat pengkajian), ri$ayat penyakit (ri$ayat penyakit terdahulu, ri$ayat 7 ppm atau gram abate %D

penyakit sekarang, ri$ayat penyakit keluarga, ri$ayat psikososial dan spiritual), dan pengkajian fisik A. I(en"!"as Pas!en >ama Amur Henis kelamin %tatus +gama %uku 'angsa (endidikan 'ahasa yang digunakan (ekerjaan +lamat Diagnosa medis 1eluarga yang menemani atau bertanggungja$ab

6. R!9aya" Kepera9a"an #. Ke*38an U"a)a a# 1eluhan utama saat masuk rumah sakit 1eluhan yang paling utama dikeluhkan oleh pasien sehingga masuk rumah sakit (Pasien mengeluh panas, sakit kepala, lemah, nyeri ulu hati, mual dan nafsu makan menurun#) '. R!9aya" Penya !" a# 5i$ayat (enyakit /erdahulu Catatan tentang penyakit yang pernah dialami pasien sebelum masuk rumah sakit (Tidak ada penyakit yang diderita secara specific#) b# 5i$ayat (enyakit %ekarang Catatan tentang penyakit yang dialami pasien saat ini (saat pengkajian) (Riwayat kesehatan menunjukkan adanya sakit kepala, nyeri otot, pegal seluruh tubuh, sakit pada waktu menelan, lemah, panas, mual, dan nafsu makan menurun) c# 5i$ayat (enyakit 1eluarga

Catatan tentang penyakit keluarga pasien yang berhubungan dengan penyakit saat ini(adanya penyakit DHF pada anggota keluarga yang lain sangat menentukan, karena penyakit DHF adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk aides aigepty#) +. R!9aya" Kese8a"an :!n& 3n&an Catatan tentang lingkungan sekitar (Biasanya lingkungan kurang bersih, banyak genangan air bersih seperti kaleng bekas, ban bekas, tempat air minum burung yang jarang diganti airnya, bak mandi jarang dibersihkan#) -. R!9aya" T3),38 e),an& 8engkaji tingkat tumbuh kembang anak untuk memudahkan intervensi dari masalah kepera$atan yang muncul /. Pen& a.!an Per S!s"e) a) %istem (ernapasan %esak, perdarahan melalui hidung, pernapasan dangkal, epistaksis, pergerakan dada simetris, perkusi sonor, pada auskultasi terdengar ronchi, krakles# b) %istem (ersyarafan (ada grade ,,, pasien gelisah dan terjadi penurunan kesadaran serta pada grade ,0 dapat trjadi D%% c) %istem Cardiovaskuler (ada grde , dapat terjadi hemokonsentrasi, uji tourniCuet positif, trombositipeni, pada grade ,,, dapat terjadi kegagalan sirkulasi, nadi cepat, lemah, hipotensi, cyanosis sekitar mulut, hidung dan jari2jari, pada grade ,0 nadi tidak teraba dan tekanan darah tak dapat diukur# d) %istem (encernaan %elaput mukosa kering, kesulitan menelan, nyeri tekan pada epigastrik, pembesarn limpa, pembesaran hati, abdomen teregang, penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri saat menelan, dapat hematemesis, melena# e) %istem perkemihan (roduksi urine menurun, kadang kurang dari .& cc9jam, akan mengungkapkan nyeri sat kencing, kencing ber$arna merah# f) %istem ,ntegumen# /erjadi peningkatan suhu tubuh, kulit kering, pada grade , terdapat positif pada uji tourniCuet, terjadi pethike, pada grade ,,, dapat terjadi perdarahan

spontan pada kulit#

Po8on Masa*a8<

0irus masuk melalui gigitan nyamuk

0iremia

(eningkatan suhu tubuh

0irus bereaksi dengan anti bodi /erbentuk komplek virus2antibodi

Dangguan system gastrointestinal 8ual, muntah, anoreksia

H!per"er)!

aktivasi system komplemen

Per3,a8an n3"r!s! 3ran& (ar! e,3"38an "3,38.

Dangguan dinding endotel kapiler

J permeabilitas dinding 1apiler (embesaran (lasma ke ekstraseluler 'erkurangnya volume plasma

/rombositopenia Fungsi trombosit dan faktor koagulasi I


(protombin dan fibrinogen)

Disfungsi trombosit

I Factor koagulasi

Res! o Per(ara8an

Res! o Syo H!;o*e)!

Ke 3ran&an ;o*3)e 7a!ran

Diagnosa kepera$atan yang mungkin muncul< D7 D7 ) D7 . D7 3 D7 " < (eningkatan suhu tubuh b#d proses penyakit (viremia) < 1ekurangan volume cairan b#d peningkatan permeabilitas dinding plasma < (erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b#d mual, muntah, anoreksia < 5esiko terjadi syok hypovolemik b#d kurangnya volume cairan tubuh# <5esiko terjadi perdarahan berhubungan dnegan penurunan factor2faktor pembekuan darah ( trombositopeni ) ,) In"er;ens! Kepera9a"an D= # < (eningkatan suhu tubuh b#d proses penyakit (viremia) normal Kr!"er!a Has!* < %uhu tubuh antara .*,- &C 2.4,) &C /idak ada demam 8ukosa bibir lembab Ren7ana In"er;ens! < O,ser;as!< a# 1aji saat timbulnya demam# 5asional < untuk mengidentifikasi pola demam pasien# b# ;bservasi intake dan output, tanda vital (suhu, nadi, tensi, pernafasan) setiap . jam sekali atau lebih sering 5asional < /anda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien, 8endeteksi dini kekurangan cairan serta mengetahui keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh# /anda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien# Man(!r! c# +njurkan pasien untuk banyak minum ( "&&2)&&& ml 9hari ) 5asional < (eningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan tubuh meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan cairan yang banyak# d# 'erikan kompres hangat# T3.3an < %etelah dilakukan asuhan kepera$atan selama ####KL, %uhu tubuh pasien

5asional < Dengan vasodilatasi dapat meningkatkan penguapan yang mempercepat penurunan suhu tubuh# e# +njurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat 5asional < 8emberikan rasa nyaman dan pakaian yang tipis mudah menyerap keringat dan tidak merangsang peningkatan suhu tubuh# HE 'erikan pasien dan keluarga informasi tanda gejala, dan fase2fase DHF 5asional< menambah pengetahuan pasien dan keluarga tentang tahap2tahap demam DHF Ko*a,oras! (emberian cairan intravena 5asional < (emberian cairan sangat penting bagi pasien dengan suhu tinggi,untuk meningkatkan jumlah cairan tubuh, untuk mencegah terjadinya hipovolemic syok# D= ' < 1ekurangan volume cairan b#d peningkatan permeabilitas dinding plasma pasien terpenuhi Kr!"er!a Has!* < ,nput dan output seimbang 0ital sign dalam batas normal (/D &&94& mmHg, >< -&2 )&79mnt) (ulsasi kuat /idak ada tanda presyok +kral hangat Capilarry refill M . detik Ren7ana In"er;ens! < O,ser;as! a# +$asi vital sign tiap . jam9lebih sering 5asional < 0ital sign membantu mengidentifikasi fluktuasi cairan ,ntravaskuler b# ;bservasi capillary 5efill9 tanda2tanda terjadinya syok 5asional < ,ndikasi keadekuatan sirkulasi perifer +gar dapat segera dilakukan tindakan untuk menangani syok c# ;bservasi intake dan output# Catat $arna urine 9 konsentrasi, 'H

T3.3an < %etelah dilakukan asuhan kepera$atan selama ####KL, 0olume cairan

5asional < (enurunan haluaran urine pekat dengan peningkatan 'H diduga dehidrasi# 8andiri Delegatif dalam pemberian cairan parenteral9infuse (rasionalisasi < untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh)# +njurkan untuk minum "&&2)&&& ml 9hari ( sesuai toleransi ) 5asional < Antuk memenuhi kabutuhan cairan tubuh peroral HE +njurkan kepada keluarga untuk melapor bila ada tanda2tanda perdarahan spontan seperti mimisan, bintik2bintik merah dan berak darah (rasionalisasi < agar pera$atan lebih cepat memberikan intervensi yang tepat# Ko*a,oras! (emberian cairan intravena 5asional < Dapat meningkatkan jumlah cairan tubuh, untuk mencegah terjadinya hipovolemic syok#

D= +

<(erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b#d mual, muntah, anoreksia

T3.3an < %etelah dilakukan asuhan kepera$atan selama ####KL, 1ebutuhan nutrisi pasien terpenuhi Kr!"er!a Has!* < (asien mampu menghabiskan makanan sesuai dengan posisi yang diberikan 9dibutuhkan 'erat badan seimbang >afsu makan meningkat 8ual (2), muntah (2) Ren7ana In"er;ens! < Man(!r! a# 1aji ri$ayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai> bagaimana makanan dihidangkan#

5asional < 8engidentifikasi defisiensi, menduga kemungkinan intervensi, Cara menghidangkan makanan dapat mempengaruhi nafsu makan pasien# b# 1aji keluhan mual, sakit menelan, dan muntah yang dialami pasien# 5asional < Antuk menetapkan cara mengatasinya# c# 'erikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur# 5asional < 8embantu mengurangi kelelahan pasien dan meningkatkan asupan makanan # d# 'erikan makanan dalam porsi kecil dan frekuensi sering# 5asional < Antuk menghindari mual (8akanan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan masukan juga mencegah distensi gaster# e# 'erikan dan 'antu oral hygiene# 5asional < 8eningkatkan nafsu makan dan masukan peroral f# Catat jumlah 9 porsi makanan yang dihabiskan oleh pasien setiap hari# 5asional < Antuk mengetahui pemenuhan kebutuhan nutrisi# g# /imbang berat badan pasien setiap minggu# 5asional < Antuk mengetahui status gi6i pasien Ko*a,oras! a# 'erikan obat2obatan antiemetik sesuai program dokter# 5asional < +ntiemetik membantu pasien mengurangi rasa mual dan muntah dan diharapkan intake nutrisi pasien meningkat# b# 1onsultasi dengan ahli gi6i untuk memberikan diet tinggi kalori, protein, karbohidrat dan vitamin 5asional< untuk menjamin pemasukan 6at26at makanan yang adekuat dan mengidentifikasi makanan pengganti yang paling sesuai D= < 5esiko terjadi syok hypovolemik b#d kurangnya volume cairan tubuh# hipovolemik Kr!"er!a Has!* < /anda 0ital dalam batas normal Ren7ana In"er;ens! < Man(!r! a# 8onitor keadaan umum pasien

T3.3an < %etelah dilakukan asuhan kepera$atan selama ####KL, /idak terjadi syok

5asional N Antuk memonitor kondisi pasien selama pera$atan terutama saat terjadidi perdarahan# (era$at segera mengetahui tanda2tanda presyok 9 syok b# ;bservasi vital sign setiap . jam atau lebih 5asional < (era$at perlu terus mengobaservasi vital sign untuk memastikan tidak terjadi presyok 9 syok c# Helaskan pada pasien dan keluarga tanda perdarahan, dan segera laporkan jika terjadi perdarahan 5asional < Dengan melibatkan psien dan keluarga maka tanda2tanda perdarahan dapat segera diketahui dan tindakan yang cepat dan tepat dapat segera diberikan# Ko*a,oras! a# (emberian cairan intravena 5asional < Cairan intravena diperlukan untuk mengatasi kehilangan cairan tubuh secara hebat# b# (emeriksaan < H', (C0, trombosit 5asional < Antuk mengetahui tingkat kebocoran pembuluh darah yang dialami pasien dan untuk acuan melakukan tindakan lebih lanjut# D= / < 5esiko terjadi perdarahan berhubungan dnegan penurunan factor2faktor pembekuan darah ( trombositopeni ) T3.3an < %etelah dilakukan asuhan kepera$atan selama ####KL, /idak terjadi (erdarahan Kr!"er!a Has!* < /D &&9*& mmHg, >< -&2 &&79menit reguler, (ulsasi kuat /idak ada tanda perdarahan lebih lanjut, trombosit meningkat Ren7ana In"er;ens! < Man(!r! a# 8onitor tanda2tanda penurunan trombosit yang disertai tanda klinis# 5asional < (enurunan trombosit merupakan tanda adanya kebocoran pembuluh darah yang pada tahap tertentu dapat menimbulkan tanda2tanda klinis seperti epistaksis, ptike# b# 8onitor trombosit setiap hari 5asional < Dengan trombosit yang dipantau setiap hari, dapat diketahui tingkat

kebocoran pembuluh darah dan kemungkinan perdarahan yang dialami pasien# c# +njurkan pasien untuk banyak istirahat ( bedrest ) 5asional < +ktifitas pasien yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya perdarahan# d# 'erikan penjelasan kepada klien dan keluarga untuk melaporkan jika ada tanda perdarahan spt < hematemesis, melena, epistaksis# 5asional < 1eterlibatan pasien dan keluarga dapat membantu untuk penaganan dini bila terjadi perdarahan# e# +ntisipasi adanya perdarahan < gunakan sikat gigi yang lunak, pelihara kebersihan mulut, berikan tekanan "2 & menit setiap selesai ambil darah# 5asional < 8encegah terjadinya perdarahan lebih lanjut# 7) E;a*3as! D= # S O A P D= ' S O A P D= + S O A P D= < (eningkatan suhu tubuh b#d proses penyakit (viremia) < (asien mengatakan tidak demam, < 8ukosa bibir lembab, suhu tubuh .4 &C < /ujuan tercapai < (ertahankan kondisi < 1ekurangan volume cairan b#d peningkatan permeabilitas dinding plasma < (asien mengatakan tidak merasa lemas, < //0 &&9!&, >< -&79menit, turgor kulit normal, Capilarry refill M . detik +kral hangat, /idak ada tanda presyok < /ujuan tercapai < (ertahankan kondisi <(erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b#d mual, muntah, anoreksia < (asien mengatakan nafsu makan meningkat, tidak mual < 'erat badan seimbang, muntah (2), porsi makan lebih O porsi sebelumnya < /ujuan tercapai < (ertahankan kondisi < 5esiko terjadi syok hypovolemik b#d kurangnya volume cairan tubuh#

S O A P D= /

< (asien mengatakan tidak darah dalam ketika '+',tidak ada tanda2tanda terjadi perdarahan < /D &&9*& mmHg, >< -&2 &&79menit reguler, suhu tubuh .4 &C < /ujuan tercapai < (ertahankan kondisi

<5esiko terjadi perdarahan berhubungan dnegan penurunan factor2faktor pembekuan darah ( trombositopeni ) S O A P < (asien mengatakan tidak darah dalam ketika '+',tidak ada tanda2tanda terjadi perdarahan , tidak ada bintik2bintik merah < /D &&9*& mmHg, >< -&2 &&79menit reguler, suhu tubuh .4 &C, (ulsasi kuat, /idak ada tanda perdarahan lebih lanjut, trombosit meningkat < /ujuan tercapai < (ertahankan kondisi

Da$"ar P3s"a a 'runner P %uddart#)&&)# eperawatan !edikal Bedah#Edisi -# Hakarta < EDC# Doenges, 8arylin E#)&&&#Rencana "suhan eperawatan# Hakarta < EDC# Carpenito28oyet, @ynda Huall#)&&*#Buku $aku Diagnosa eperawatan# %akarta & '() >+>D+, Panduan Diagnosa eperawatan& Definisi dan lasifikasi *++,-*++.# %ar$ono, :#)&& #Buku "jar /lmu Penyakit Dalam#Hakarta<'alai (enerbit F1A,