Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH LAMA PERENDAMAN NILON TERMOPLASTIK DALAM MINUMAN KOPI ROBUSTA TERHADAP PERUBAHAN WARNA NILON TERMOPLASTIK Muhammad

Ulynnuha1 Fahmi Yunisa2 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2) Dosen Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta INTISARI Nilon termoplastik adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan basis protesa yang berasal dari asam diamina dan monomer asam dibasic. Dalam kedokteran gigi, bahan ini digunakan untuk menggantikan logam dan akrilik sebagai basis protesa. Kopi merupakan minuman yang cukup banyak digemari masyarakat Indonesia dan di dalam cairan kopi terdapat senyawa tanin yang dapat menyebabkan perubahan warna pencoklatan pada suatu bahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman nilon termoplastik dalam minuman kopi terhadap perubahan warna nilon termoplastik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang dilakukan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan sampel nilon termoplastik (Valplast) sebanyak 20 buah dengan ukuran (25x15x1,50.1 mm). Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 5 buah sampel. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol yang akan direndam dengan saliva buatan selama 24 jam, kelompok I dengan perendaman dalam minuman kopi selama 3 hari, kelompok II perendaman dalam minuman kopi selama 6 hari, dan kelompok III perendaman dalam minuman kopi selama 9 hari. Analisa data yang digunakan adalah analisis One-way Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different) dengan signifikansi 0,05. Hasil uji statistik One-way Anova menunjukkan p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh antara lama perendaman minuman kopi robusta dengan perubahan warna nilon termoplastik (Valplast). Hasil uji statistik LSD (Least Significant Different) menunjukan perbedaan yang bermakna pada kelompok perendaman 3 hari dengan 9 hari dan 6 hari dengan 9 hari. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara lama perendaman nilon termoplastik dalam minuman kopi robusta dengan perubahan warna nilon termoplastik (Valplast).
1)

Kata Kunci: Kopi, nilon termoplastik (Valplast), perubahan warna.

The Effect on Duration of Thermoplastic Nylon Immersion into Robusta Coffee to Thermoplastic Nylons Color Change
Muhammad Ulynnuha1 Fahmi Yunisa2 Student of Dentistry Department Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Lecturer of Dentistry Department Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRACT Thermoplastic nylon is a material used in prosthetic base fabrication made of diamine acid and dibasic acid monomer. In dentistry, this material is used to replace metal and acrylic as prosthetic base. Coffee is a quite favorable drink to Indonesian people and it contains tannin compound which enables a material becoming brownish. The purpose of this research is knowing the effect on duration of thermoplastic nylon immersion into Robusta coffee to thermoplastic nylons color change. This research was a laboratory experimental research which was held in vitro. The research used a number of 20 thermoplastic nylon samples (Valplast) with measurement of (25x15x1.50.1 mm). Each group of treatment was consisted of 5 samples. Samples would be divides into 4 groups, i.e. Controlling Group which was submerged in artificial saliva during 24 hours, Group I which was submerged in coffee during 3 days, Group II which was submerged in coffee during 6 days, and Group III which was submerged in coffee during 9 days. Data analysis used in the research was One-way ANOVA analysis and continued with LSD test (Least Significant Difference) within significance of 0.05. Statistical test result of One-way ANOVA was p=0.001 (p<0.05). It means that there is significant effect between duration of immersion into Robusta coffee and color change of thermoplastic nylon (Valplast). The result of LSD test showed significant difference between groups of 3 day immersion with 9 day immersion and between groups of 6 day immersion and 9 day immersion. Based on the result above, it can be summarized that there is a significant effect between duration of thermoplastic nylon immersion into Robusta coffee and color change of thermoplastic nylon (Valplast). Keywords: coffee, thermoplastic nylon, color change.
2) 1)

Pendahuluan protesa dapat didefinisikan sebagai gigi lepasan yang berfungsi untuk menggantikan permukaan pengunyahan dan struktur-struktur yang menyertainya dari suatu lengkung gigi rahang atas dan rahang bawah. Protesa digunakan untuk mencegah perubahan degeneratif yang timbul sebagai akibat hilangnya gigi dan oleh karena itu kesehatan mulut yang optimal termasuk fungsi geliginya dapat dipertahankan. Protesa tersebut terdiri dari gigi gigi tiruan yang dilekatkan pada basis protesa. Basis protesa memperoleh dukungan melalui kontak yang erat dengan jaringan mulut dibawahnya. Kebanyakan basis protesa dibuat menggunakan polimer dan dipilih berdasarkan keberadaannya, kestabilan dimensi karakteristik penanganan, warna, dan kekopakan dengan jaringan mulut. Bahan yang digunakan dalam pembuatan basis protesa antara lain termoplastik asetal, termoplastik polikarbonat, termoplastik akrilik, dan termoplastik nilon. Termoplastik asetal berasal dari homo polimer, termoplastik polikarbonat berasal dari rantai polimer karbonat bisphenol A, termoplastik akrilik lebih dikenal sebagai metakrilat polimetil (PMMA), serta termoplastik nilon berasal dari asam diamina dan monomer asam dibasic . Berdasarkan sifat termalnya, bahan resin dapat dibagi menjadi termoplastik dan termoseting. Resin termoplastik terdiri dari selulosa nitrat, resin vinil, polikarbonat, termoplastik nilon dan polystyrene. Sedangkan termoseting sering digunakan sebagai handle tahan panas, asbak rokok, fiting lampu dan lain-lain. Jenis kelompok ini antara lain backelite, melamine, epoxy resins dan polyester. Termoplastik nilon adalah resin yang berasal dari diamina dan monomer asam dibasic. Dari sudut pandang teknik, nilon merupakan bahan serbaguna dengan kedalaman karakteristik sehingga cocok untuk berbagai aplikasi. Nilon mempunyai sifat fisik yang tinggi, tahan panas dan tahan kimia. Dalam bidang kedokteran gigi, bahan ini digunakan untuk menggantikan logam dan resin akrilik sebagai basis protesa. Selain itu, nilon dipakai pada berbagai prosedur klinis seperti peralatan ortodontik dan gigi palsu sementara setelah penempatan implan bukan gigi palsu konvensional. Resin termoplastik memiliki keunggulan daripada bubuk konvensional atau sistem resin cair. Resin termoplastik lebih fleksibel dan lebih kuat daripada bahan-bahan tradisional lainnya. Fleksibilitas tersebut dapat mengurangi rasa sakit protesa karena tekanan lokal yang berlebihan. Resin termoplastik harus memiliki kekuatan dan kepegasan
3

serta tahan terhadap tekanan gigitan atau pengunyahan dalam rongga mulut bila digunakan sebagai basis protesa. Hal yang perlu diperhatikan pada basis protesa antara lain adalah stabilitas warna. Karena sangatlah penting untuk menyesuaikan dengan jaringan lunak sekitarnya untuk mempertahankan nilai estetiknya. Beberapa faktor dapat mempengaruhi perubahan warna antara lain akumulasi noda, penyerapan air, degradasi intrisik pigmen, kekasaran permukaan. Minuman seperti teh, kopi, anggur, serta beberapa pewarna buatan yang digunakan dalam makanan dapat

meningkatkan perubahan warna pada basis protesa. Kopi adalah salah satu minuman yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia dan berbagai bangsa di seluruh dunia. Senyawasenyawa yang terdapat di dalam cairan kopi diantaranya adalah kadar asam, katekin atau tanin, alkohol dan kafein. Tanin merupakan senyawa polifenol yang dapat ditemui pada setiap tanaman yang letak dan jumlahnya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Senyawa tanin dapat menyebabkan perubahan warna pencoklatan pada suatu bahan.

Bahan dan Cara Jenis penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris yang dilakukan secara in vitro, penelitian eksperimental ini merupakan penelitian dengan melakukan tindakan pada subjek penelitian yang dilaksanakan di luar tubuh, kemudian efek yang muncul sebagai akibat dari manipulasi oleh peneliti akan dipelajari. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilon termoplastik merk Valplast dengan ukuran 25x15x2.50.1 mm sebanyak 20 buah yang dibagi menjadi 4 kelompok, masingmasing kelompok terdiri dari 5 sampel.

Sebagai kriteria inklusi adalah miniman kopi jenis robusta dan lempengan nilon termoplastik merek valplast buatan Age Dental Lab. Sebagai variabel pengaruh adalah lama perendaman 3 hari, 6 hari, dan 9 hari dalam larutan kopi robusta sedang variabel terpengaruh Perubahan warna pada lempengan nilon termoplastik merk Valplast. Variabel terkendali adalah jumlah nilon termoplastik ; suhu selama perendaman dalam inkubator 370C ; waktu perendaman 1 hari, 3 hari, 6 hari, dan 9 hari ; ukuran subyek penelitian 25x15x2,50,1mm ; bahan perendam jenis kopi robusta ; konsentrasi volume serbuk kopi dan air diambil dari takaran pabrik.
4

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilon termoplastik merk valplast buatan Age Dental Lab, kopi robusta, akuades, saliva buatan. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas ukur untuk mengukur volume perendaman, gelas beker sbagai perendaman nilon termoplastik, incubator, thermometer suhu, kompor listrik, timbangan digital, spectrophotometer. Penelitian telah dilakukan di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY dan di laboratorium Evaluasi Tekstil Fakultas Teknik Industri UII pada bulan juli 2012. Pelaksanaannya diawali dengan pembuatan larutan perendaman antara lain yaitu larutan saliva buatan yang dibuat di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada dan pembuatan larutan kopi robusta dengan cara melarutkan serbuk kopi robusta dengan air yang sudah mendidih sesuai takaran yang telah ditentukan oleh pabrik. Pada kelompok I direndam dengan saliva buatan kemudian di inkubasi dengan suhu 370C selama 1 hari dilanjutkan dengan pengukuran perubahan warna dengan menggunakan alat uji spectrophotometer, kelompok II direndam dalam larutan kopi kemudian di inkubasi dengan suhu

370C selama 3 hari dilanjutkan dengan pengukuran perubahan warna dengan menggunakan alat uji spectrophotometer, kelompok III direndam dalam larutan kopi kemudian di inkubasi dengan suhu 370C selama 6 hari dilanjutkan dengan pengukuran perubahan warna dengan menggunakan alat uji spectrophotometer, kelompok IV direndam dalam larutan kopi kemudian di inkubasi dengan suhu 370C selama 9 hari dilanjutkan dengan pengukuran perubahan warna dengan menggunakan alat uji spectrophotometer Pengelompokan perubahan warna adalah kelompok perlakuan terdiri dari rendaman minuman kopi robusta 3 hari, 6 hari, dan 9 hari. Sebagai kelompok kontrol adalah rendaman dalam saliva buatan 1 hari. Pengumpulan data melalui hasil pengukuran alat uji spectrophotometer pada tiap- tiap kelompok. Analisa data menggunakan analisis varian (Anova) klasifikasi tunggal, yaitu jenis analisis statistik parametrik yang digunakan untuk menguji perbedaan antara 3 kelompok data atau lebih, yang berasal dari satu variabel bebas. Jika terdapat pengaruh yang bermakna, maka dilakukan uji LSD0,05 (Least Significant Different) untuk mengetahui beda rata-rata antar kelompok perlakuan.
5

Hasil Penelitian Dari hasil penelitian tentang lama perendaman nilon termoplastik dalam minuman kopi robusta terhadap perubahan warna termoplastik nylon selama waktu yang berbeda yaitu 3 hari, 6 hari dan

9 hari pada 4 kelompok yang terdiri dari 20 sampel diukur dengan alat spechtrophotometer, didapatkan nilai kromartisitas warna nilon termoplastik setelah dilakukan perendaman selama 3 hari, 6 hari dan 9 hari dalam minuman kopi robusta.

Table I. Nilai kromatisitas kearah coklat E*(L*a*b*) nilon termoplastik Lama perendaman Sampel 3 hari 6 hari 9 hari 1. 2. 3. 4. 5. Total Rata-rata Standar deviasi 0,25 0,38 0,41 0,41 0,27 1,72 0,344 0,07701 0,38 0,59 0,38 0,26 0,40 2,01 0,402 0,11943 0,73 0,92 0,59 0,69 0,52 3,45 0,69 0,1538

Pada tabel I terlihat bahwa nilai rata-rata kromatisasi kearah coklat E*ab (L*a*b*) nilon termoplastik yang direndam dalam minuman kopi robusta selama 3 hari, 6 hari, dan 9 hari mengalami kenaikan. Nilai rata-rata kromatisasi kearah coklat E*ab (L*a*b*) tertinggi pada kelompok 9 hari dan nilai rata-rata kromatisasi kearah

coklat E*ab (L*a*b*) terendah pada kelompok perendaman 3 hari. Pengaruh lama perendaman dalam minuman kopi robusta terhadap perubahan warna nilon termoplastik sebelum di uji secara statistik terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dengan hasil tertera pada tabel II dibawah ini.

Table II. Uji normalitas kromatisitas kearah coklat E*ab (L*a*b*) nilon termoplastik Lama Shapiro-wilk
6

perendaman 3 hari 6 hari 9 hari

statistik 0,807 0,890 0,961

df 5 5 5

Sig. 0,093 0,355 0,817

Hasil perhitungan uji normalitas pada table II, nilai kromatisitas warna pada kelompok 3 hari didapat nilai p= 0,093 (p>0,05), kelompok 6 hari didapat nilai p= 0,355 (p>0,05) dan kelompok 9 hari didapat nilai p= 0,817 (p>0,05), menunjukan bahwa distribusi data pada setiap kelompok perlakuan

adalah normal, maka dapat dilakukan uji analisis data parametrik. Setelah melakukan pengujian normalitas, dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui apakah kelima sampel mempunyai varian yang sama.

Table III. Uji homogenitas nilai kromatisasi E*ab (L*a*b*) nilon termoplastik Levene statistik Df1 Df2 Sig. 0,431 2 12 0,659 Dari hasil pengujian homogenitas pada table III diatas didapat nilai Levene T hitung adalah 0,431 yang menunjukan bermakna dengan nilai probabilitas 0,659. Oleh karena probabilitas >0,05, berarti bahwa kelima varian adalah sama. Setelah diketahui bahwa kelima varian adalah sama, maka dapat dilakukan uji One way Anova. Hasil perhitungan One way Anova pada tabel IV diatas menunjukan nilai p untuk lama perendaman adalah 0,001 yang berarti bahwa terdapat pengaruh lama perendaman terhadap perubahan warna pada nilon termoplastik, karena p<0,05. Selanjutnya untuk melihat perbedaan perubahan warna pada setiap kelompok perlakuan dilakukan LSD0,05 seperti pada tabel V.

Table IV. Ringkasan One Way Anova nilai kromatisasi kearah coklat E*ab (L*a*b*) nilon termoplastik Sumber DK Db MK F P variasi
7

Antar kelompok Dalam kelompok Total Keterangan : DK Db MK F P

0.343

0,172

11,827

0,001

0,174

12

0,015

0,518

14

: deviasi kuadrat (jumlah kuadrat) : derajat bebas : mean kuadrat (rata-rata kuadrat) : F hitung : signifikansi

Tabel V. Ringkasan hasil uji statistik LSD0,05 nilon termoplastik pada tiap kelompok perendaman Lama 3 hari 6 hari 9 hari perendaman 3 hari 0,461 0,001* 6 hari 0,461 0,003* 9 hari 0,001* 0,003* *. Beda rata rata yang signifikan Hasil uji LSD0,05 menunjukan ada perbedaan perubahan warna pada nilon termoplastik yang bermakna pada kelompok 3 hari dengan kelompok 9 hari dan kelompok 6 hari dengan kelompok 9 hari, akan tetapi tidak terdapat perbedaan perubahan warna pada nilon termoplastik yang bermakna pada kelompok 3 hari dengan kelompok 6 hari. Diskusi Pada penelitian ini dilakukan pengujian perendaman nilon termoplastik pada minuman kopi robusta untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi selama 3 hari, 6 hari, dan 9 hari. Hasil pengukuran nilai rata-rata kromatisasi dengan menggunakan alat spectrophotometer pada kelompok hari ke-3, hari ke-6, dan hari ke-9 menunjukan adanya kenaikan nilai rata-rata kromatisasi yang menuju kearah lebih gelap. Hasil uji statistik One Way Anava satu jalur menunjukan bahwa lama perendaman minuman kopi berpengaruh terhadap perubahan
8

warna nilon termoplastik (p<0,05). Pengaruh tersebut berupa kenaikan nilai rata rata perubahan warna yang berbeda pada tiap kelompok perendaman. Hal ini bisa disebabkan karena adanya ikatan NH pada gugus hidroksi pada H2O sehingga banyak molekul air yang mengandung zat warna akan terikat pada nilon termoplastik. Hasil uji LSD0,05 menunjukan adanya perbedaan nilai rata-rata perubahan warna kearah coklat. Beda nilai rata-rata pada kelompok 3 hari dengan 9 hari menunjukan hasil nilai yang signifikan yaitu dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05), sedangkan beda nilai rata-rata pada kelompok perendaman 3 hari dengan 6 hari menunjukan hasil nilai yang tidak signifikan yaitu dengan nilai signifikansi 0,461 (p>0,05), dan nilai rata-rata pada kelompok perendaman 6 hari dengan 9 hari menunjukan hasil nilai yang signifikan yaitu dengan nilai signifikansi 0,003 (p<0,05). Dengan demikian terdapat perbedaan perubahan yang bermakna pada kelompok perendaman 3 hari dengan 9 hari dan 6 hari dengan 9 hari. Sedangkan untuk kelompok perendaman 3 hari dengan 6 hari tidak menunjukan perbedaan perubahan bermakna dengan nilai signifikansi 0,461 (p>0,05). Hal ini terjadi karena kelompok perendaman 9 hari memiliki waktu yang lebih lama berkontak dengan nilon termoplastik jika dibandingkan

dengan kelompok perendaman 3 hari dan 6 hari. Perubahan warna yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah ukuran sampel, mikroporositas sampel dan lamanya kontak antara bahan. Semakin lama nilon termoplastik berkontak dengan suatu larutan, maka semakin banyak zat warna yang larut dalam air dan terserap yang kemudian mengendap pada bahan basis protesa tersebut. Hal lain yang dapat menyebabkan perubahan warna pada nilon termoplastik adalah sifat-sifat hidroskopi yang dimiliki oleh bahan ini sendiri. Perendaman yang cukup lama akan menyebabkan banyak molekul air yang mengandung zat warna memasuki tiap pori pada sampel. Proses penyerapan ini terjadi secara difusi yaitu berpindahnya suatu substansi melalui rongga atau melalui substansi kedua. Perubahan warna dapat disebabkan oleh pencemaran bahan pada saat pembuatan maupun proses pengolahannya, akibat reaksi kimia di dalam bahan itu sendiri, kemampuan penyerapan (permeabilitas) cairan pada bahan, dan juga lingkungan sekitar tempat gigi tiruan di dalam mulut yang kurang baik. Seperti halnya minuman kopi yang mengandung zat tanin, zat tersebut akan larut dalam air dan menempel pada permukaan bahan basis protesa.
9

Nilon termoplastik dalam proses pembuatannnya sudah dikemas dengan penambahan reinforced untuk mengurangi penyerapan air, akan tetapi fiber atau serat yang ada di dalam nilon itu sendiri masih mempunyai kemampuan menyerap air. Hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan perubahan warna pada nilon termoplastik. Perubahan warna yang terjadi pada penelitian ini menggambarkan terjadinya akumulasi penempelan zat warna pada permukaan suatu bahan dan perlekatan partikel yang masuk ke bagian nilon termoplastik sehingga warna menjadi semakin gelap Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh lama perendaman nilon termoplastik dalam minuman kopi robusta terhadap stabilitas warna nilon termoplastik, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Lama perendaman selama 3 hari, 6 hari dan 9 hari dalam larutan minuman kopi robusta berpengaruh terhadap perubahan warna nilon termoplastik. 2. Nilai perubahan warna paling tinggi terjadi pada kelompok lama perendaman 9 hari, sedangkan paling rendah

pada kelompok perendaman 3 hari. Saran

lama

Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh lama perendaman nilon termoplastik dalam larutan kopi robusta terhadap perubahan warna termoplastik nilon dengan memperpanjang waktu perendaman untuk mengetahui waktu maksimal penyerapan warna pada termoplastik nilon. Daftar Pustaka 1. Anusavice, K. J. (2004). Phillip : Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi (10th ed.). (Budiman, J. A., Purwoko, S. trans.). Jakarta : EGC. (Buku asli diterbitkan 1996). 2. Chang, R.(2007). Chemistry (9th ed.), page 1040 1045. New York : Mc. Grow-Hill International Edition. 3. Combe, E. C. (1992). Sari Dental Material (terj.), Jakarta: Balai Pustaka. 4. Craig, R. G., dan Power, J., M. (2006). Restorative Dental Materials (12th ed). USA: Mosby 5. Daniel,Wayne W. (2005). Biostatic: A Foundation for Analysis in The Health
10

Science (5th ed.). Canada: Willey 6. David dan Elly, Munadziroh. (2005). Perubahan Warna Lempeng Resin Akrilik yang Direndam Dalam Larutan Desinfektan Sodium Hipoklorit dan Klorhexidin. Maj. Ked. Gigi, 38(1). h. 3640. 7. Day, R. A., dan Underwood A. L. (2002). Analisis Kimia Kuantitatif (6th ed.). (W. H. Hilarius dan L. Simarmata, Trans.). Jakarta: Erlangga 8. Edgar, W. M., OMullane. (1996). Saliva and Oral Health. London British Dental Journal. 2nd, p. 32. 9. Evans, W. C., dan Trease, G. E. (1989). Pharmacognocy (11th ed.). London: Baillere Tyndal, Oval Road London. 10. Goiato, M. C., Santos, D. M. D., Haddad, M. F., Pesqueira, A. A. (2010). Effect of Accelerated Aging on The Microhardness and Color Stability of Flexible Resiins for Dentures. Braz Oral Res, 24(1). h. 114-9. 11. Gunadi, H. A., Margo, A., Burhan, L. K., Suryatenggara, F., Setiabudi, I. (1995). Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian

Lepasan Jilid I. Jakarta : Hipokrates. 12. Harborne, J. B. (2006). Metode Fitokimia. Bandung: ITB. 13. Imirzalioglu, P., Karacaer, O., Yilmaz, B., Ozmen, I. (2010). Color Stability of Denture Acrylic Resins and a Soft Lining Material Against Tea, Coffee, and Nicotine. Journal of prosthodontics, 19. h.118-124. 14. Najiyati, Sri, dan Danarti. (2006). Kopi Budi Daya dan Penanganan Pasca Panen. Jakarta: Penebar Swadaya, h. 15-19. 15. Negrutiu, M., Sinescu, C., Romanu, M., Pop, D., Lakatos, S. (2005). Thermoplastic Resins for Flexible Framework Removable Partial Dentures. Protheses Technology and Dental Materials. 16. Panggabean, Edy. (2011). Buku Pintar Kopi. Jakarta : PT. Agro Media Pustaka. 17. Rahayu, T., Rahayu, T. (2007). Optimisasi Fermentasi Cairan Kopi dengan Inokulan Kultur Kombucha (Kombucha Coffee). Jurnal Penelitian

11

Sains & Teknologi, 8(1). h.15-19. 18. Sudjana, Hardi. (2008). Teknik Pengecoran Logam. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejurusan. 19. Supandji, B. D. (2004). Evaluasi Klinis Thermoplastic Nylon sebagai Bahan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan. Laporan Kasus, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. 20. Takabayashi, Yota. (2010). Characteristic of Denture Thermoplastic Resins for Non-metal Clasp Dentures. Dental Material Journal, 29(4). h. 353-361. 21. Utami M, Febrida R, Djustiana N. (2009). The comparison of surface hardness between thermoplastic nylon resin and heat-cured acrylic resin. Padjadjaran Journal of Dentistry, 21(3). h. 200-203.

12

Anda mungkin juga menyukai