Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KEPANITERAAN KERUMAHSAKITAN SMF BEDAH MULUT ANGKATAN 66

TUMOR JINAK RONGGA MULUT

Disusun oleh :

Desi Y n!i * + n H ,- n!o He,l- D+i Pu!, Al0i1 R 2 1h n-

""#$%&6"'#KG#"(%") "$#$.&.('#KG#"(.") ")#$//&/(#KG#"(/6( ")#$/6"6%#KG#"(/'(

BAGIAN BEDAH MULUT RUMAH SAKIT UMUM DR3 SARDJITO YOGYAKARTA )""&

PENDAHULUAN

Masalah kedokteran gigi dewasa ini tidak hanya membahas gigi geligi saja, tetapi telah meluas ke rongga mulut yang terdiri dari jaringan keras maupun jaringan lunak. Penyakit-penyakit jaringan lunak rongga mulut telah menjadi perhatian serius oleh para ahli terutama dengan meningkatnya kasus kematian yang diakibatkan oleh lesi-lesi yang ada di rongga mulut terutama sekali pada negara- negara yang sedang berkembang. Tumor jinak rongga mulut merupakan suatu pertumbuhan tidak normal dalam mulut. A3 DIAGNOSA KLINIS3 An 2nesis3 Sebelum melakukan pemeriksaan fisik pada pasien, dokter gigi sebaiknya melakukan anamnesis yang meliputi : Keluhan pasien, keluhan keluhan gigi sebelumnya, riwayat medis umum yang lalu dan sekarang, gaya hidup dan kebiasaan, riwayat keluarga, status sosioekonomi dan pekerjaan !olden,"#$%&. Sambil melakukan anamnese dokter gigi dapat juga melihat keadaan ekstra oral pasien, seperti bibir dan asimetri wajah.

Pe2e,i4s

n Klinis.

Pada pemeriksaan klinis, dokter gigi boleh memiliki teknik yang berbeda antara pemeriksa yang satu dengan yang lainnya, tetapi prinsip

dasarnya adalah sama. Setiap pasien berhak mendapatkan pemeriksaan yang lengkap dari jaringan mulut dan para oral. Pemeriksaan ini meliputi :
1. Perubahan warna, apakah mukosa mulut berwarna abnormal,

misalnya putih, merah atau hitam.


2.

Konsistensi, apakah jaringan keras, kenyal, lunak, f'uktuan atau nodular.

3. Kontur, apakah permukaan mukosa kasar, ulserasi, asimetri atau

pembengkakan. (. Temperatur. ). *ungsi, apakah pasien dapat membuka mulut dengan sempurna. +. ,ymphnode ser-ikal. Pe,5e1 n !u2o, 6in 4 1 n 7 n s3 M li7n .epat Tidak berkapsel 'nfiltratif, in-asif Mitosis banyak Metastasis / 0iferensiasi baik

Beni7n Tumbuh lambat !erkapsel . Mendesak jar. Sekitarnya Mitosis jarang . Metastasis tidak ada Mirip sel induk

!erdasarkan lokasinya tumor jinak rongga mulut dapat dijumpai pada : ". 1usi dan Membran Mukoperiosteal Sebagai suatu lesi pada jaringan gusi atau membran mukoperiosteal dari al-eolar pro2ess maksila atau mandibula. Meliputi :

a. *ibroma b. 3yperplasia 2. pyogeni2 granuloma d. pregnan2y tumor e. papiloma


f. hemangioma

g. peripheral giant 2ell reparati-e granuloma


h. diphenylhydantoin sodium dilantin sodium & gingi-al hyperplasia i.

peripheral giant 2ell tumor

j. neuromas.

%. Tulang kortikal Pada tulang kortikal maksila atau mandibula, 2ontohnya :


a. 45ostoses

b. torus palatines
c. torus mandibula

d. 2hondroma e. osteo2hondroma

f. osteoma atau diffus hiperostosis 3yperplasia labial, dan atau mukosa

bukal atau lingual oleh karena trauma lama dan terus menerus seperti misalnya pada gigi tiruan yang tidak tepat. 6. Tulang .on2elus 0i dalam tulang kanselus maksila atau mandibula :
a. diffuse hyperostosisfibrous osteoma

b. ossifying fibroma
c. osteoid osteoma d. 2entral giant 2ell tumor e. 2entral giant 2ell reparati-e granuloma

f. ameloblastoma g. my5oma h. odontoma i. lo2ali7ed enostosis j. osteos2lerosis (. mukosa pipi Tumor ditemukan diatas atau dibawah mukosa pipi : a. fibroma b. neurufibroma

2. lipoma d. fibropapiloma e. hemangioma f. epulis fissuratum


g. mi5ed tumor pleomorphi2 adenoma &

h. traumati2 neuroma.

). Palatum Pada palatum : a. *ibroma

b. *ibromatosis 2. fibropapiloma,my5ofibroma d. rhabdomyoma


e. a2ute inflammatory papillary hyperplasia f. mi5ed tumor

g. soft tissue plasma2ytoma.


6. Pada lidah :

a. Papiloma

b. 3emangioma 2. 8habdomyoma d. Myoblastoma e. ,eiomyoma f. lymphangioma.


7. Pada dasar mulut :

a. mi5ed tumor b. my5ofibroma 2. dermoid 2yst

Pembagian lain tumor jinak rongga mulut: '. 9dontogeni2 dengan induksi minimal. a. :meloblastoma b. :denomatoid odontogeni2 tumor adenoameloblastoma& 2. .al2ifying odontogeni2 tumor Pinborg Tumor& Tumor 9dontogenik dengan induksi minimal : Terjadi oleh karena kesalahan akti-itas sel pada saat proses odontogenesis 0ibedakan atas dasar asal sel seperti epithel atau mesen2hym. :. :M4,9!,:ST9M:

Tumor ini berasal dari sisa sisa sel enamel organ dental lamina & atau dari epitel kista odontogenik :meloblastoma menempati " ; dari seluruh kista dan tumor rahang. $< ; terjadi pada mandibula, =) ; terjadi pada daerah gigi molar sampai ramus. Kebanyakan terjadi pada kelompok usia de2ade ketiga sampai kelima. Tumbuh se2ara lambat dan persisten ekspansi, jarang ada rasa sakit. 8adiografik : lesi sebagai multilokular atau multikistik, atau unilokular atau unikistik. 8ekurensi dilaporkan 6< ; dapat disebabkan oleh karena tumor ini penetrasi ke dalam tulang. !entuk ganas dari tumor ini termasuk perubahan menjadi ganas telah dilaporkan berasal dari type peripheral ameloblastoma. Terapi dengan kuretase berulang atau eksisi dari dinding tulang kista

!. :04>9:M4,9!,:ST9M: >ama lainnya :denomatoid odontogeni2 tumor :9T&. Tumor ini tidak ada kaitannya dengan ameloblastoma. !erasal dari sisa sisa enamel organ, dari kista odontogenik, atau dari kerusakan pada saat perkembangan enamel organ. Struktur seperti duktus dengan berbagai tingkat perubahan induktif dari stroma. !iasanya timbul sebagai pembengkakan rahang yang tidak sakit, sering dihubungkan dengan gigi impaksi terutama kaninus. ,esi berkapsul dan sering manifes pada maksila dan anterior. Kebanyakan terjadi

pada wanita +) ; &. 8ekurensi tidak pernah dilaporkan meskipun dengan kuretase konser-atif.
C. .:,.'*?'>1 4P'T34,':, 909>T914>'. T@M98

>ama lainnya Pindborg Tumor. Merupakan tumor jinak yang berasal dari sisa sisa enamel epithelium mirip dengan ameloblastoma&. Terjadi pada usia pertengahan. ,ebih banyak terjadi pada daerah mandibula biasanya regio gigi premolar dan molar perbandingan mandibula dengan

maksila 6 : " & !erupa pembengkakan rahang tanpa rasa sakit. Seringkali dihubungkan dengan adanya gigi impaksi pada )< ; kasus &. Terjadi

'n-asi lo2ally, sama dengan ameloblastoma 1ambaran radiografik tampak radiolusensi dengan fo2i radioopak, unilokuler atau multilokuler. Pada tahap awal gambaran radiografik sulit dibedakan dari kista dentigerous

II. Tumor A tumor epitel dengan induksi :

1ambaran klinik menunjukkan sifat tumor jinak. :. :meloblastik *ibroma Tumbuh lambat, ada ekspansi tulang kortikal. Pada kelompok usia )-%< tahun. :danya pembesaran pada mandibula atau maksila tanpa rasa sakit. Mandibula lebih sering daripada maksila. 1ambaran radiografik merupakan

lesi unilokular berbatas jelas, kadang multilokuler, tidak ada hubungannya dengan gigi impaksi. Terapi : enukleasi. 8ekurensi jarang terjadi. !. SBuamous 9dontogeni2 Tumor Merupakan tumor 2ampur yang mengandung pulau pulau sBuamous odontogeni2 epithelial dalam stroma jaringan ikat fibrous yang matur. Kemungkinan berasal dari sisa sisa sel malla7es periodontal membrane atau mukosa gusi. Tampak pembesaran tanpa rasa sakit atau gigi yang hilang. Pada de2ade kedua dan ketiga, tidak ada hubungannya dengan gender. Pada maksila dapat terjadi lebih agresif daripada bila terjadi pada mandibula, hal ini dapat disebabkan oleh densitas tulang maksila yang kurang dibandingken dengan mandibula. 1ambaran radiografik tampak radiolusensi yang menyebar meliputi satu atau beberapa gigi. Terapi: enukleasi dan kuretase, enblo2k e52ision. 8ekurensi tidak pernah ada laporan. .. Mesen2hymal 9dontogeni2 Tumor :

". My5oma Tumor ini berasal dari jaringan konektif selular yang sangat longgar, mengandung kolagen dan sejumlah besar substansi interseluler yang kaya mukopolisakarida. Tumbuhnya lambat lo2ally in-asif dan tidak metastase. My5oma yang tidak berkapsul 2enderung menginfiltrasi jaringan sekitar. tidak ada predileksi se2ara seksual. Tumor ini dapat ditemukan hampir di seluruh area rahang dengan pre-alensi mandibula lebih sering dari maksila.

,esi yang lebih ke2il bisanya asimptomatik dan ditegakkan dengan pemeriksaan radiografis. 8adiografik: defek radiolusen unilokular atau multilokular dengan tepi ireguler. My5oma yang besar bisa seperti busa sabun. Sulit dibedakan dengan ameloblastoma atau 2entral giant 2ell tumor. Tata laksana dengan kuretase, untuk lesi yang lebih besar mungkin diperlukan reseksi yang lebih ekstensif. Terapi : en blo2 e52ision karena tumor ini in-asif. 8ekurensi hingga %);. Pada beberapa kasus bisa berkembang menjadi my5osar2oma, lebih agresif namaun belum ditemukan metastasis. %. 9dontoma Merupakan tumor odontogenik yang paling sering dengan pre-alensi melebihi semua jenis tumor odontogenik setelah digabungkan. 9dontoma type solid mengandung struktur enamel dan dentin pada keadaan matur odontoma A sementum :da 6 klasifikasi : - .ompound odontoma : biasanya tampak sebagai sejumlah gigi ke2il dalam satu fokus. *okus ini biasanya berada pada tooth bearing area diantara akar atau di atas mahkota gigi yang impaksi. - .omple5 odontoma : tampak pada regio yang sama, amorf dan massa opak. ,esi yang ditemukan saat stadium awal nampak lusen dengan area fokal yang opak. Menggambarkan kalsifiksasi awal dari dentin dan enamel. 4nukleasi dapat kuratif dan rekurensi yang terjadi tidak menjadi masalah. - :meloblati2 odontoma Terapi : eksisi

6. .ementoma 'stilah 2ementoma banyak dipakai oleh para klinisi Periapi2al 2emental dysplasia P.0 .ementifying fibroma .ementoblastoma. Terapi : eksisi

konser-atif, enukleasi. '''. >on 9dontogeni2 Tumor berdasarkan asal jaringannya& :


A. !enign Mesen2hymal Tumor

!enign Mesen2hymal Tumor diklasifikasikan sebagai berikut : ". 1iant .ell ,essions : a.1iant .ell 8eparati-e 1ranuloma : Tanpa gejala sakit, mandibula lebih sering daripada maksila, regio tersering pada daerah gigi molar dan premolar, wanita lebih sering daripada pria %:"&. Sering

ditemukan tanpa sengaja pada waktu dilakukan radigrafik untuk perawatan gigi lainnya. ,esi unilokuler atau multilokuler, ada ekspansi tulang kortikal, dapat terjadiperforasi, gigi dapat

bergeser.Terapi dengan kuretase atau eksisi konser-atif. Carang terjadi rekuren. b. !rown Tumor dari 3iperparatiroidism : Tumor ini se2ara klinis, radiografik, dan histopatologi sulit dibedakan dari 1iant 2ell reparati-e granuloma. 0iagnosis ditegakkan dengan 2ara biopsy dimana ditemukan adanya peningkatan serum parathyroid hormone PT3 &. Terapi dengan reseksi

2. 1iant .ell Tumor : True 1iant 2ell tumor pada rahang jarang .0apat juga terjadi pada tulang panjang. Terapi en blo2 rese2tion dengan immediate re2onstru2tion untuk tumor yang sangat ganas, yang telah pernah dilakukan simple kuretase atau eksisi. %. My5oma Merupakan tumor jinak, dapat juga terjadi bukan pada daerah tempat gigi geligi pada daerah rahang. *ibrous dysplasia : D !iasanya monokistik, se2ara umum bisa dihubungkan atau tidak ada hubungan dengan endokrin yang abnormal. Pembesaran rahang dapat terjadi progresif pada saat pubertas.Setelah usia %) tahun mulai stabil. Maksila lebih sering disbanding dengan mandibula.8adiografiklesi radiolusen multilokular atau unilokular dengan penebalan tulang kortikal pada pasien muda & sedang pada usia lebih tua berbeda yakni ada gambaran 2ampuran antara radiolusen dan radioopak. Terapi : re2ountouring. 6. *ibrous 0ysplasia (. 9ssifying*ibroma Tumor ini dapat merupakan -ariant dari fibrous dysplasia dan termasuk didalam kategoari lesi lesi osteofibrosis. Tumbuhnya lambat, jarang menyebabkan rasa sakit dan paresthesia, terjadi lebih banyak pada mandibula daripada maksila kontras dengan fibrous dysplasia. Paling banyak dijumpai pada de2ade ketiga dan keempat. 1ambaran

radiografik pada stadium awal tampak radiolusaen berbatas jelas, lesi dengan 2epat mengalami kalsifikasi dan tepinya menjadi kurang jelas.

Se2ara klinis, radiografik dan histopatologis sulit dibedakan dengan 2ementifying fibroma. Terapi dengan lo2al eksisi atau enukleasi. ). .herubism Timbul nyata pada usia 6-( tahun sebagai suatu pembengkakan yang tidak sakit. Mandible lebih seringterkena dibandingkan dengan

maksila. Pertumbuhan tumor menjadi melambat pada saat usia "< tahun, selanjutnya memasuki usia pubertas tumor dapat berkurang

progresi-.. Permukaan keras, biasa disaertai dengan pembesaran kelenjar lymphe ser-ikal yang tidak lunak. 1igi susu tanggal lebih 2epat, multiple missing dan dapat dijumpai impa2ted se2ondary teeth foating

teeth &. Tampak ekspansi tulang rahang. 1ambaran radiografik bilateral ekspansi tulang rahang, multilokular, korteks tulang tipis. !agian posterior mandibula biasa terkena, gigi geligi dapat mengambang di dalam tumor dan biasanya mengalami malformasi. Terapi, kalau bisa ditunggu agar masa pertumbuhan selesai baru dilakukan rekontouring. =. 9steoblastoma E 9steoid osteoma Keduanya sulit dibedakan se2ara histology. Keduanya menunjukkan adanya gambaran trabekula dari tulang wo-en dan osteoid di dalam stroma fibrous -as2ular.Perbedaan dilakukan pada pertumbuhannya,

osteoblastoma mempunyai diameter " 2m lebih besar !. *'!89M:

Sering terdapat pada mukosa bagian bukal

sepanjang area gigitan&,

mukosa labial, lidah dan gusi. !erasal dari hiperplasia reaktif yang disebabkan oleh iritasi kronis. !iasanya berupa papula yang tumbuh lambat, berbatas jelas, berwarna merah muda, dengan permukaan li2in dan diameter hingga ",) 2m, keras dan tidak sakit. ,ama kelamaan papula ini akan membesar dan membentuk nodula, biasanya dengan dasar tidak bertangkai. Se2ara histologis jalinan massa dari jaringan kolagen padat dijumpai disekitar epitel yang menipis. Terjadi akibat iritasi lokal pada dekade ke- ( dan ke-+ dan jumlah penderitanya mempunyai perbandingan antara pria dan wanita ":%. Paling baik dirawat dengan menghilangkan sumber iritasi bersama dengan eksisi bedah. .. 4P@,'S *'S@8:T@M 4pulis fisuratum adalah suatau hiperplasia fibrosa reaktif radang yang disebabkan oleh iritasi kronis, biasanya dari daerah sayap geligi tiruan lengkap atau sebagian yang telah tua dan tidak pas. Pada awalnya tepi geligi tiruan yang terlalu lebar mengakibatkan ulkus yang tidak sembuh sempurna karena trauma yang berulang-ulang. :kibatnya adalah penyembuhan hiperplastik dan terjadi jaringan granulasi yang masak, merah muda menyerupai daging yang subur. 4pulis fisuratum pada tahap dini terdiri atas satu lipat jaringan lunak yang li2in. Ketika pembengkakan membesar, maka 2elah ditengah atau 2elah-2elah multipel akan terlihat, batas-batsanya dapat seperti

menggantung pada sayap gigi tiruan. Perawatan dengan eksisi bedah, tapi

eksisi bedah tanpa diikuti dengan perubahan dari gigi tiruan akan 2enderung rekuren. Perawatan yang berhasil biasanya memerlukan opembuangan se2ara bedah dari jaringan yang berlebihan, pemeriksaan laboratorium dari jaringan yang dieksisi dan koreksi kembali gigi tiruan. 0. '>*,:MM:T98? P:P',,:8? 3'P48P,:S': Merupakan reaksi pertumbuhan jaringan yang biasanya terdapat pada bagian atas gigi palsu. Sering dikaitkan dengan penggunaan gigi palsu dengan higienitas yang buruk. Sekitar %<; kasus akibat penggunaan gigi palsu selama %( jam sehari. Manifestasi pada palatum durum yang berada diatas dasar gigi palsu. Terkadang pada permukaan epulis fisuratum dan bisa pada bagian palatum pasien yang tidak menggunakan gigi palsu yang sering bernafas melalui mulut atau palatum yang tinggi. ,esi ini bersifat asimptomatik, pada bagian mukosanya mengalami eritomateus dengan permukaan berpapil. 4. P?914>'. 18:>@,9M: ,esi ini menggambarkan suatu bentuk hiperplasia radang yang penuh dengan neokapiler dan jaringan ikat fibrosa yang belum masak. Pertumbuhhan yang subur adalah suatu respon berlebihan terhadap iritasi dan tampak merah terang seperti daging, dan lunak. Permukaannya li2in dan batasnya merah serta berulserasi. 0asarnya dapat merupakan polip atau bertangkai. Terdapat pada gusi =);&, sisanya terdapat pada bibir, lidah dan mukosa bukal. Sering pada gusi maksila diarea anterior pada daerah fasial.

!eberapa terkadang meluas diantara gigi hingga gusi bagian fasial maupun lingual. !iasanya asimptomatik, tapi manipulasi ringan dapat menimbulkan perdarahan yang banyak karena epitel yang tipis dan jaringan yang banyak mengandung pembuluh darah. .enderung berkembang pada pasien dengan oral hygiene yang buruk atau adanya iritasi mulutr kronis misalnya restorasi yang menggaung o-erhanging& dan kalkulus. Perawatan dengan eksisi bedah yang pada wanita hamil seharusnya ditunda sampai sesudah melahirkan. Mungkin dapat kambuh, terutama jika eksisi dan pembersihan setempat tidak tuntas atau jika pengontrolan plak tidak baik. !iasa pada anak-anak dan dewasa muda. Pada wanita pre-aklensi lebih sering dibanding laki-laki karena pengaruh hormon wanita terhadap -askularisasi. *. P48'P348:, 9SS'*?'>1 *'!89M: 4tiologi dari fibroma perifer dengan kalsifikasi tidak pasti, tetapi di2urigai hiperplasia radang yang berasal dari ligamentum periodontal superfisial. Timbul se2ara eksklusif ahanya pada gusi, terutama pada papilla interdental. Predileksinya sering pada lengkung maksila dan lebih dari )<; +terdapat pada regio antara gigi in2isi-us dengan kaninus. Massa berbentuk nodul bulat atau bertangkai dengan permukaan yang mengalamai ulserasi. Farnanya ber-ariasi dari merah pyogenik granuloma& hingga merah muda fibroma iritasi&. ,esi berukuran kurang dari % 2m.

!iasanya mengenai usia renaja dan dewasa muda dengan pre-alensi tertinggi pada usia antara "<-"# tahun. Sekitar %G6 kasus mengenai wanita. Tatalaksananya dengan eksisi lokal. 8adiograf menunjukkan tempat-tempat radiopak 2ebtral dan resorbsi ringfan dari pun2ak lingir didasarnya. 1. >4@89*'!89M: >eoplasma saraf perifer yang paing sering terjadi. !erasal dari pen2ampuran beberapa tipe sel meliputi sel s2hwan dan perineural fibroblast. 0apat berkembang sebagai tumor soliter ata merupakan bagian dari neurofibromatosis. Tumor soliter paling sering terdapat pada dewasa muda dan tampil sebagai lesi yang berkembang lambat, lunak, tidak nyeri. Terdapat pada lidah dan mukosa bukal.

DAFTAR PUSTAKA !olden, T.4. "#$%. The Pre-ention and 0ete2tion of 9ral .an2er, dalam Stallard,8.4. : Te5tbook of Pre-entif 0entistry. 4d. Ke.%. Philadelphia. F.!. Sainders .ompany. %==-6<+.

.oleman, 1..H >elson,C.*. "##6. Prin2iples of 9ral 0iagnosis. St. ,ouis Mosby ?ear !ook. %""-%"(. Kerr, 0.:H :sh,M.MH 0ean,M.3."#=$.9ral 0iagnosis. 4d. Ke-) St. ,ouis. ..I.Mosby .ompany.66+-66$. ,yn2h, M.:."##(. !urketJs 9ral Medi2ine. 0iagnosis and Treatment. 4d.Ke-#. Philadelphia. C.!.,ippin2ott .ompany. %<6-%"6. ,anglais, 8.P dan Miller, ..S, "##$, :tlas !erwarna Kelainan 8ongga Mulut yang ,a7im, 3ipokrates, Cakarta. M2Kinney,8.IH Singh,!.!H S2hafmer,0.,. "#$). !iopsi Te2hniBues for the 1eneral Pra2tioner, dalam .lark,C.F. .lini2al 0entistry Iol Philadelphia. 3aeper dan 8ow Publisher.#-"(. Pedersen,F.1. "##+. !uku :jar Praktis !edah Mulut, alih bahasa drg. Purwanto dan drg. !asoeseno. 4d.Ke-". Penerbit !uku KeCokteran 41.. Cakarta. "(=-")< Pinborg,C.C. "#$+. 9ral Pre2an2er and .an2er, dalam ,e-ine ,>. .urrent Treatment 0ental Pra2ti2e. Philadelphia. F.!. Saunders .ompany. $-"6. S2iubba, C.C. "###. 'mpro-ing 0ete2tion of Pre2an2erous and .an2erous 9ral lesions. C:0:. Iol."6<. "(()-"()=. Filliams, C.3. "##<. 9ral .an2er and Pre2an2er: .lini22al *eatures. !ritish 0ental Cournal."+$."6-"=.