Anda di halaman 1dari 25

Surfaktan

Pada tahun 1981, T. Fujimoto telah menyebutkan bahwa surfaktan adalah zat aktif permukaan atau zat aktif antarmuka dan telah di unakan seba ai sarana yan dibutuhkan dalam semua tahap kehidupan, termasuk tekstil, farmasi, kosmetik, makanan, kapal, konstruksi, ban unan, dan deterjen untuk rumah tan a. Produk surfaktan banyak ditemukan di pasaran untuk berba ai keperluan tersebut, den an promosi yan men andalkan bahwa produk tersebut mempunyai sifat khusus yan men untun kan, tetapi struktur dan komposisi surfaktan se!ara detail san at dirahasiakan. "al tersebut menjadi kendala, baik ba i konsumen maupun ba i para peneliti dan mahasiswa, karena mereka serin men unakan surfaktan tertentu untuk tujuan pen unaan yan salah, karena penjelasan tentan produk tersebut kuran memadai. #eskipun demikian, akan san at men herankan apabila kita menyadari, bahwa den an mempelajari pen etahuan dasar tentan surfaktan, hal$hal tentan surfaktan yan membin un kan tersebut sebetulnya dapat diklasifikasikan dalam beberapa olon an, yan masin $masin mempunyai !iri khas tertentu. %e itu men ikuti klasifikasi dan olon an suatu produk, akan mudah ba i konsumen untuk men etahui !irri khas suatu produk, dan dapat menentukan pilihan sesuai den an sifat yan dikehendaki dari suatu olon an produk. %a i mereka yan mau memulai suatu studi tentan surfaktan atau ba i mereka yan in in men enal se!ara lebih baik terhadap surfaktan yan di unakan dalam pen unaan sehari$ hari, dibutuhkan pen etahuan dasar tentan surfaktan. &iktan ini akan men hantarkan kepada para pemba!anya tentan pen etahuan dasar zat aktif permukaan dan antarmuka atau surfaktan. #eskipun demikian perlu diba!a ju a pustaka yan lain seperti terlihat pada daftar pustaka.

Pengetahuan Dasar tentang Surfaktan 'ntuk menjelaskan apakah surfaktan itu(, berikut ini akan dijelaskan hal yan sudah dikenal tentan hubun an minyak den an air. )pabila di dalam elas piala di!ampurkan minyak den anh air, maka akan terlihat adanya dua lapisan yan te as, yaitu lapisan minyak diatas lapisan air. *ontak yan terjadi pada antarmuka minyak dan air dapat dilihat pada +ambar 1.,.1. -a..

*edua lapisan tersebut dapat diaduk$aduk supaya ter!ampur, tetapi akan se era kembali membentuk dua lapisan yan te as. #eskipun demikian, apabila ditambahkan sedikit surfaktan seperti sabun atau deterjen sintetik, dan dilakukan pen adukan den an baik, fasa minyak akan terdispersi ke dalam fasa air dalam bentuk partikel $ partikel ke!il, membentuk !airan seperti susu, dan ejala ini disebut pen emulsian -emulsifi!ation., seperti terlihat pada +ambar 1.,.1 -b.. &alam kondisi tersebut !airan tidak mudah terpisah ke dalam dua lapisan. Selain itu, san at men herankan bahwa minyak seolah$olah terlarut ke dalam air membentuk !airan transparan apabila seba ian ke!il minyak terdispersikan di dalam air, sedan kan penambahan surfaktan menin kat, maka ejala ini disebut pelarutan -solubilization.. #en apa ejala tersebut terjadi( "al tersebut terjadi, karena setiap molekul surfaktan terdiri atas dua ba ian den an sifat berbeda yan salin bertentan an, yaitu ba ian yan terlarut dalam minyak -oil$soluble. yan biasa disebut ba ian suka minyak -lipophili! roup. atau tidak suka air -hydrophobi! roup., dan ba ian yan terlarut dalam air -water$soluble. yan biasa disebut ba ian suka air -hydrophili! roup., seperti terlihat pada +ambar 1.,.,.

*edua ba ian dalam surfaktan bekerja men men!e ah terjadinya pemisahan.

abun kan fasa minyak dan fasa air, dan

+ejala tersebut dapat dijelaskan seba ai berikut / sementara kedua fasa minyak dan air salin tolak menolak dan ber abun den an sesama fasa den an kontak permukaan seke!il mun kin. *arena pembentukan dua lapisan akan memperke!il luas permukaan kedua fasa, maka terpisahnya lapisan minyak dan air se!ara te as menunjukkan kondisi yan palin stabil. )pabila fasa minyak dipaksa untuk terdispersi ke dalam fasa air den an !ara pen adukan, luas kontak antarmuka menin kat san at besar. *ondisi tersebut menhyebabkan ketidak stabilan dari masin $masin fasa, sehin a bila pen adukan berakhir, kedua fasa akan memperke!il luas kontak permukaan masin $masin , sehin a kembali terjadi pembentukan dua lapisan yan stabil. )pabila surfaktan ditambahkan ke dalam kedua fasa minyak dan air, molekul$molekul surfaktan akan berkumpul di sekitar permukaan kontak atau antarmuka -interfa!e., dimana minyak dan air salin tolak menolak, dan surfaktan men ikat minyak dan air melalui dua ba ian dalam struktunya, yaitu ba ian hidrofil -suka air. dan hidrofob -tidak suka air., lipofil atau liofil -suka minyak., men uran i te an an antarmuka minyak$air. #aka, meskipun luas antarmuka menin kat den an adanya pen adukan, fasa minyak tidak la i menolak fasa air, dan tetap dalam kondisi terdispersi dalam bentuk partikel dispersi yan tetap stabil pada saat pen adukan dihentikan. "al tersebut akan lebih nyata, apabila minyak dalam jumlah san at ke!il didispersikan ke dalam larutan surfaktan den an konsentrasi relatif tin i, dispersi minyak dalam bentuk partikel yan san at ke!il tidak akan nampak oleh mata dalam bentuk lapisan yan jernih. +ambar 1.0 dan 1.1. menunjukkan ba aimana molekul surfaktan men ikat kedua minyak dan air se!ara bersamaan pada bidan antarmuka -kontak permukaan..

&alam beberapa hal, kita dapat menyimpulkan bahwa surfaktan dapat berfun si saba ai pen hubun antara minyak dan air, yan biasanya salin tolak menolak. Surfaktan yan mempunyai u us hidrofil yan suka air dan u us hidrofob atau liofob yan suka minyak, dapat mendekatkan fasa minyak dan fasa air seperti dilukiskan pada ambar 1.,.1.

Seba ai !ontoh adalah lapisan polietilen yan tidak mudah dibasahi, meskipun permukaannya disiram den an air, karena polietilen bersifat seba ai parafin, yaitu sejenis minyak yan menolak air. Tetapi bila permukaannya dilapisi den an surfaktan, atau surfaktan diteteskan diatas permjukaan film yan telah disiram air, maka film polietilen akan menjadi basah den an mudah, karena surfaktan telah men ikat minyak dan air bersama$sama. #asin $masin permukaan fasa minyak dan air mempunyai te an an permukaan, yan menyebabkan kedua fasa membentuk dua lapisan yan te as. &alam hal air yan menetes se!ara perlahan, misalkan tetesan dari kran air, yan jatuh satu persatu, akan terlihat seba ai butiran$butiran air seperti terlihat pada +ambar 1.,.2.

+aya yan membentuk ke!enderun an tetesan air berbentuk bulat berasal dari te an an permukaan pada tetesan air, yan berusaha membentuk luas permukaan seke!il mun kin, sehin a terbentuk tetesan air yan !enderun bulat. 3ontoh lain ditunjukkan pada +ambar 1.,.4 -a., men enai batan pen halan )% yan diletakkan se!ara pelan$pelan diatas kawat berbentuk$' dan di erakkan satu arah membentuk luas permukaan kawat diatas air makin ke!il, akan nampak lapisan air yan terbentuk karena sifat te an an permukaan air yan !enderun membentuk luas seke!il mun kin. Te an an merupakan aya dan biasanya dinyatakan dalam unit dyne5!m. Suatu molekul dalam ron a !airan akan men alami tarik$menarik dan tolak menolak ke se ala arah -ke kanan, ke kiri, ke atas dan ke bawah., tetapi suatu aya pada antarmuka tidak sama tarik$ menariknya -hanya ke kanan, ke kiri dan ke bawah., sehin a molekul tersebut akan men alami aya tarik total ke bawah -ke dalam. dan terjadi te an an permukaan atau te an an antarmuka. 6adi te an an permukaan adalah aya dalam dyne yan bekerja pada permukaan sepanjan 1 !m dan dinyatakan dalam dyne5!m, atau ener i yan diperlukan untuk memperb esar permukaan atau antarmuka sebesar 1 !m, dan dinyatakan dalam er 5!m,. Surfaktan atau zat aktif permukaan 5 zat antarmuka mempunyai sifat khas, yaitu mempunyai ke!enderun an untuk berpusat pada permukaan atau antarmuka dan mempunyai kemampuan menurunkan atau menaikkan te an an permukaan atau antarmuka.

#olekul zat terlarut ber erak ke se ala arah den an erakan %rown dan 7an der 8aals, molekul di dalam air ber erak ke kanan, ke kiri, ke atas dan ke bawah. Sedan kan molekul di permukaan air hanya ber erak ke kanan, ke kiri dan ke bawah, seperti terlihat pada +ambar 1.,.4 -b..

permukaan akan menurun. Sedan kan apabila terjadi pelemasan dan tolak air, biasanya te an an permukaan akan menin kat. +ejala penurunan te an an permukaan dapat dilihat pada penambahan surfaktan ke dalam bejana yan berisi air, seperti ditunjukkan pada +ambar 1.,.4 -!..

Te an an antara as dan !airan disebut te an an permukaan -surfa!e tension.. Te an an antara !airan yan satu den an !airan yan lain atau den an padatan disebut te an an antarmuka -interfa!e tension., yan berarti te an an interaksi antara dua bahan atau fasa yan berbeda. &alam hal te an an antar muka padatan yan berbeda tidak banyak dibi!arakan, karena belum ada hasil pen ukuran yan dipublikasikan. 9at aktif permukaan serin ju a disebut zat aktif antarmuka, tetapi dalam pen unaan sehari$ hari kedua istilah tersebut banyak di unakan tanpa dibedakan satu sama lain, sehin a pen unaan istilah surfaktan lebih banyak di unakan baik oleh kalan an saientis maupun industriawan. Pada Tabel 1.,.1. disajikan besar te an an permukaan dari beberapa !ontoh jenis !airan.

Jenis Cairan

KontakJenis Gas

#erkuri )ir )ir :til alkohol :tilalkohol ;ktan %ensin

'dara 'dara 'dara 'dara =itro en +as oktan 'dara

Temperatur Tegangan (oC) Permukaan (dyne/cm) ,> 1?2,>> ,> ,2 > ,> ,> ,> ?,,?2 ?1,94 ,1,0> ,,,22 ,1,?> ,8,9>

#inyak oli<e 'dara 18 00,1> Pada tabel tersebut terlihat bahwa merkuri mempunyai te an an permukaan yan san at tin i dan menyebabkan merkuri dapat menahan aya rafisitas dan membentuk diri dalam suatu bulatan. "al itu ju a menyebabkan merkuri men elindin seperti manik$manik bila diteteskan diatas lantai. Setelah merkuri, air mempunyai te an an permukaan kedua terbesar, dan sebaliknya senyawa hidrokarbon seperti oktan dan bensin !air, mempunyai te an an permukaan yan relatif ke!il. "al ini menyebabkan se!ara prinsip dua istilah zat aktif permukaan dan zat aktif antarmuka, serin disebutkan tanpa membedakan satu sama lain. +ambaran tentan fun si surfaktan terhadap antarmuka antara minyak -!airan. dan air -!airan., serta te an an permukaan udara - as. dan air -!airan., ditunjukkan pada +ambar

1.?. &alam +ambar 1.,.?-a.. terlihat bahwa daya tolak menolak antara minyak dan air tidak terjadi la i, karena peranan surfaktan yan mendekatkan fasa minyak den an air se!ara sempurna, dan te an an antarmuka antar munyak$air menurun menjadi hampir mendekati > dyne5!m. &alam hal ambar 1.?-b., te an an permujkaan air yan berbatasan den an udara yan semula sebesar ?> dyne5!m, diturunkan oleh surfaktan yan sama pada -a. menjadi antara ,> $ 1> dyne5!m. &alam hal tersebut surfaktan yan di unakan dapat berfun si baik

seba ai zat aktif antarmuka maupun zat aktif permukaan, den an pertimban an seberapa besar fun si masin $masin . &en an demikian tidak dapat dibedakan untuk senyawa surfaktan yan selalu men andun u us hidrofil dan lipofil -hidrofob. dalam hal pen unaan seba ai zat aktif permukaan atau zat aktif antarmuka. Tetapi, apabila senyawa surfaktan men andun u us yan mempunyai afinitas tin i terhjadap air, seperti senyawa polar, misalnya senyawa or anik terflorinasi, atau alkil florida. Senyawa yan bersifat aerofilik atau suka udara dan ber abun den an sifat hidrofilik lebih tepat disebut zat aktif permukaan. %erikut ini disajikan beberapa !ontoh te an an antarmuka antara air den an zat or anik, dapat dilihat pada Tabel 1.,.,.

at organik cair ;ktan %ensin #inyak oli<e

Temperatur (oC) ,> ,> ,>

Tetangan antarmuka (dyne/cm) 2>,81 01,94 18,,

Seberapa jauh suatu surfaktan dapat menurunkan te an an permukaan atau antarmuka apabila dilarutkan dalam air pada konsentrasi tertentu(. Sepanjan suatu senyawa mempunyai u us hidrofil dan hidrofob atau lipofil, dan dapat berfun si untuk menurunkan te an an permujkaan atau antarmuka, maka memenuhi syarat untuk di unakan seba ai surfaktan dalam arti kata yan luas. %erikut ini disajikan !ontoh penurunan te an an permukaan oleh surfaktan atau senyawa lain pada konsentrasi tertentu, di!antumkan pada Tabel 1.,.0.

Jenis senya!a yang ditam"ahkan ke da#am air Tanpa penambahan :til alkohol Fenol =a$oktadesil sulfat 3a$dodesil sulfat

Suhu (oC) ,> 18 ,> 1> 4>

Konsentrasi Tegangan (mo#/$) permukaan (dyne/cm) $ ?,,?2 >,>124 48,1 >,>124 28,, >,>124 01,8 >,>124 0>,1

Tidak dira ukan la i bahwa etil alkohol dan fenol men andun u us hidrofil dan lipofil, seperti terlihat pada Tabel 1.,.0. telah mampu menurunkan te an an permukaan air, sehin

meskipun penurunannya tidak sebesar pada penambahan den an natrium oktadesil sulfat maupun kalsium dodesil sulfat, dalam pen ertian se!ara luas, senyawa etil alkohol dan fenol ju a termasuk olon an surfaktan. &alam hal ini oktadesil sulfat dan kalsium dodesil sulfat termasuk olon an surfaktan den an daya aktif permukaan yan kuat sedan kan etil alkohol dan fenol termasuk olon an surfaktan den an daya aktif permukaan yan lemah. "al yan sama ju a ditunjukkan pada +ambar 1.,.8. yan menunjukkan ba aimana sabun natrium dari berba ai jenis asam lemak den an <ariasi jumlah u us karbon atau panjan rantai alkil, dapat menurunkan te an an antar muka air dan minyak parafin. &alam hal ini efek beberapa sabun san at ber antun pada komposisi kimianya, sabun den an efek daya !u!i rendah seperti aram natrium dari asam lemak den an jumlah karbon 3 @ 2 -natrium <alerat. biasanya tidak disebut surfaktan.

Seba ai kesimpulan, zat aktif permukaan dapat dinyatakan seba ai senyawa yan se!ara alami dapat mendekatkan antarmuka dari dua fasa berbeda den an menurunkan te an an antarmuka kedua fasa se!ara men esankan. 'ntuk lebih jelasnya dalam men enal surfaktan, perlu pula ditinjau dari komposisi surfaktan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, surfaktan men andun dua u us senyawa den an sifat yan berlawanan, yaitu u us lipofil atau hidrofob dan u us hidrofil. +u us lipofil atau hidrofob mempunyai afinitas kuat den an bahan yan bersifat seperti minyak parafin atau asam lemak dari lemak atau minyak. Seba ai !ontoh jenis surfaktan dari sabun natrium laurat, seperti terlihat pada +ambar 1.,.9.

&ari +ambar 1.,.9. tersebut terlihat bahwa natrium laurat merupakan sabun den an ran kaian u us lipofil atau hidrofob den an struktur yan ju a merupakan struktur dari parafin laurat, dan palin banyak di unakan seba ai minyak parafin. Struktur tersebut banyak ditemukan baik dalam minyak bumi -petrolium. maupun lemak atau minyak, sehin a dapat ter!ampur satu sama lain tanpa salin tolak menolak. Struktur den an sifat yan sama ju a terdapat pada senyawa umum dari parafin, yaitu , dan dari struktur tersebut dapat dituliskan struktur lemak dari liserol trilaurat seba ai berikut

+liserol trilaurat merupakan komponen dari lemak atau minyak, dimana seba ai komponen yan bersifat lipofob atau hidrofob akan menolak air. +u us hidrofil dalam surfaktan men andun atom yan larut dalam air, atau mudah terbasahi oleh air. &alam hal struktur sabun natrium laurat seba ai senyawa aram or anik dari surfaktan anion, hampir menyerupai struktur dari natrium karbonat -;"$3;;=a. yan merupakan senyawa anor anik dan biasa disebut soda abu, seba ai hasil aram natrium -$ 3;;=a. dari karboksilat -$3;;".. )pabila surfaktan anion dapat mempunyai kelarutan dalam air seba ai senyawa anion yan menyerupai aram anion dari senyawa anor anik dan seba ai senyawa alkil den an u us pelarut natrium karboksilat atau natrium sulfat yan bersifat seba ai larutan koloid. Surfaktan nonion den an u us hidrofil berupa senyawa alkil den an u us ujun hidroksil ju a bersifat seba ai larutan koloid, tanpa u us pelarut den an atom natrium dan tidak terionkan di dalam air. Aemak

Aemak merupakan salah satu bahan dasar surfaktan yan umum di unakan, sifatnya yan dapat disabunkan, disulfonasi atau disulfatasi menjadikan lemak seba ai bahan dasar yan pentin dalam pembuatan surfaktan. Aemak berdasarkan struktur kimianya diba i menjadi ti a definisi yaitu lemak5minyak, waB5malam dan waB5paraffin. &efinisi yan pertama adalah lemak5minyak yaitu liserol -alkohol trihidrat. den an asam lemak yan mempunyai berat molekul tin i -311 $ 3,1..

C1, C, dan C0 adalah asam lemak den an berat molekul tin beberapa jenis asam lemak.

i. %erikut ini disajikan

=o 6enis )sam Aemak Cumus *imia 1 )sam Aaurat 311",03;;" , )sam #iristat 310",?3;;" 0 )sam Palmitat 312"013;;" 1 )sam Ainoleat 31?",93;;" 2 )sam Ainolat 31?"013;;" 4 )sam Cisinolat 31?"0,;" 3;;" ? )sam ;leat 31?"003;;" 8 )sam Stearat 31?"023;;"

Sifat 6enuh 6enuh 6enuh Tidak jenuh Tidak jenuh Tidak jenuh Tidak jenuh 6enuh

Pada lemak5minyak dapat terdiri dari beberapa jenis asam lemak sehin a suatu lemak dapat terbentuk dari liserol den an satu jenis asam lemak, dua jenis asam lemak atau ti a jenis asam lemak. 1. Aemak berasam satu

&apat dilihat bahwa lemak tersebut disusun oleh satu jenis asam lemak yaitu asam stearat 31?"023;;" oleh karena itu disebut den an lemak berasam satu. ,. Aemak berasam dua Aemak berasam dua dapat diterjadi apabila suatu lemak tersusun dari dua jenis lemak yan berbeda, !ontohnya adalah seba ai berikut /

Aemak tersebut tersusun dari dua jenis lemak yaitu dua mol asam palmitat dan satu mol asam stearat sehi a disebut seba ai lemak berasam dua.

0. Aemak berasam ti a Aemak besaram ti a terbentuk apabila liserol berikatan den an ti a jenis asam lemak, seperti !ontoh berikut ini.

Aemak tersebut tersusun dari ti a jenis asam lemak, yaitu asam palmitat, asam oleat dan asam stearat. &efinisi yan kedua adalah waB5malam yaitu ester dari asam lemak den an alkohol berbasa satu -be<alensi satu. den an rantai alkil yan panjan -jumlah karbon tin i. dan titik leleh yan tin i.

8aB5malam ini lebih sukar untuk disabunkan oleh alkali, tetapi dapat terhidrolisa pada suhu dan tekanan tin i oleh alkali. %erikut ini disajikan beberapa !ontoh al!ohol berbasa satu pada waB5malam.

=o 6enis )lkohol Cumus *imia Titik Aeleh 6enis ->3. 8aB5malam 1 Setil alkohol 314"00;" 2> 8aB )permaseti , #esitil 30>"41;" 88 %ees 8aB )lkohol 0 Seril )lkohol 3,4"20;" ?9 8aB 3hina 1 *arnaubil 3,1"18;" 1>0 8aB )lkohol *arnauba &efinisi yan keti a adalah waB5paraffin yaitu bukan suatu ester seperti lemak5minyak atau waB5malam melainkan senyawa hidrokarbon den an berat molekul tin i -C berantai panjan 5jumlah karbon tin i. den an titik leleh tin i. Cumus struktur kimianya adalah 3n",nD, untuk yan jenuh dan 3n",n$1,$0, ... dst untuk yan tidak jenuh.

Sifat Aemak Aemak5minyak, waB5malam dan waB5paraffin mempunyai sifat$sifat khusus yan ternyata dapat dimanfaatkan untuk dijadikan zat pembantu tekstil. Sifat $ sifat tersebut berhubun an den an struktur kimianya sehin a untuk mempermudah dalam mempelajari masin $masin sifatnya akan disertai rumus kimia atau reaksi yan terjadi. Penya"unan Ceaksi penyabunan akan diperoleh apabila suatu lemak5minyak direaksikan den an alkali -=a;"5*;". pada suhu mendidih sehin a diperoleh sabun natrium atau sabun kalium.

Pada reaksi diatas di unakan natrium hidroksida sehin a diperoleh sabun natrium namun apabila di unakan kalium hidroksida maka akan diperoleh sabun kalium.

%idro#isa Aemak5minyak mudah terhidrolisa oleh larutan asam kuat pada suhu mendidih terutama asam$asam mineral.

8aB5malam terhidrolisa oleh alkali pada suhu dan tekanan tin

i.

&ksidasi dan 'eduksi $emak (enuh Aemak yan men andun asam lemak jenuh -3n",nED1. seperti asam stearat, asam palmitat dan asam laurat tidak mudah teroksidasi dan tereduksi. $emak tidak (enuh Aemak yan men andun asam lemak tidak jenuh -3n",n$1,$0...dst. mudah tereduksi membentuk asam lemak jenuh dan mudah teroksidasi membentuk keton$keton. reduksi

Oksidasi Ceaksi aksidasi terjadi apabila lemak yan men andun asam lemak tidak jenuh teroksidasi dalam udara lembab dan suhu tin i. Cekasi pertama yan terjadi adalah reaksi oksidasi pada asam lemak tidak jenuh berubah menjadi hidroksida kemudian membentuk keton yan menimbulkan bau.

+abun an reaksi oksidasi dan penyabunan oleh enzim dapat men uraikan lemak menjadi liserol dan merubahnya menjadi akrolein.

Senyawa akrolein ini adalah penyebab utama timbulnya bau ten ik. )pabila reaksi oksidasi terjadi dalam waktu yan lama dapat menimbulkan warna kekunin an.

;ksi en dapat mensubstitusi ikatan ran kap membentuk u us karbonil yan menyebabkan warna kekunin an. *emudian apabila oksidasi dalam udara lembab dan suhu tin i serta membiarkan lemak lama berhubun an den an udara menyebabkan lemak5minyak tidak jenuh menjadi keras sehin a sukar dihilan kan dalam proses pen!u!ian. "al tersebut terjadi karena timbulnya polimer lemak antara ikatan ran kap pada hidrokarbon yan disebabkan oleh oksi en radikal yan mensubstitusi ikatan ran kap membentuk polimer lemak.

Pengsu#fonan

Pen sulfonan merupakan sifat kimia lemak yan men untun kan, karena den an terjadinya reaksi ini lemak atau asam lemak dapat di unakan seba ai surfaktan yan bermanfaat. Ceaksi pen sulfonan ini dapat terjadi apabila lemak jenuh yan men andun asam stearat, asam palmitat dan lain$lain direaksikan den an asam sulfat pekat pada suhu dan tekanan yan tin i. Ceaksi yan terjadi adalah substitusi.

Pengsu#fatan Ceaksi pen sulfatan seperti ju a reaksi pen sulfonan merupakan sifat lemak5minyak yan men untun kan karena dapat di unakan seba ai surfaktan. Ceaksi pen sulfatan dapat terjadi pada lemak yan tidak jenuh atau lemak yan men andun asam lemak tidak jenuh seperti asam oleat, linolat, linoleat dan lain$lain yan direaksikan den an asam sulfat pekat pada suhu mendidih tanpa tekanan. Ceaksi yan terjadi adalah reaksi adisi.

Sifat-sifat #ainnya Selain sifat$sifat pentin yan telah disebutkan sebelumnya, lemak5minyak, waB5malam, waB5paraffin mempunyai sifat$sifat seba ai berikut /

Paraffin jenuh tahan terhadap hisrolisa alkali sehin tersabunkan Paraffin tidak larut dalam air, asam dan alkali

a disebut seba ai waB tidak

Aarut dalam benzene, alkohol panas, kloroform, terpentin, karbon disulfida dan li roin #empunyai titik leleh antara 1? $ 42 >3

%entuk Aemak
Bentuk fisik lemak sangat tergantung pada bahan penyusunnya, apabila banyak mengandung lemak jenuh maka umumnya berbentuk fasa padat. Bentuk lemak seperti

ini biasanya lemak yang berasal dari hewani seperti lemak sapi, berupa gliserol-tristearat dengan campuran gliserol oleo-palmito-stearat. Lemak babi mengandung gliserol-oleopalmito-stearat dan lemak yang besaral dari susu hewan seperti mentega berupa gliserol-oleo-palmito-butirat. Lemak yang berasal dari minyak nabati (tumbuh-tumbuhan) banyak mengandung lemak tidak jenuh daripada lemak jenuh sehingga umumnya berbentuk fasa cair. Berikut ini disajikan beberapa lemak yang berasal dari minyak nabati.

=o 1

6enis Aemak5#inyak #inyak 6a un

*andun an Aemak5#inyak

+liserol$trioleat den an !ampuran liserol$oleo$palmito$linolat, liserol$dilinolo$oleat dan liserol trilinoleat #inyak %iji *apas "ampir sama den an minyak ja un den an lebih banyak men andun asam palmitat #inyak *a!an +liserol$trioleat den an !ampuran Tanah liserol$palmito$stearo$linolat, liserol$dioleo$linolat #inyak *a!an +liserol$trilinolat den an *edelai !ampuran liserol$oleo$palmito$ linoleat, liserol trilinolat dan liserol trilinoleat #inyak Palma +liserol$tripalmitat den an !ampuran liseril trioleat dan liserol oleo$palmito$linolat #inyak *elapa +liserol$trostearat den an !ampuran liserol$oleo$palmito$ laurat, liserol$dilauro$miristat dan liserol$lauro$miristo$ palmitatt

)nalisa Aemak &alam pembuatan aktif permukaan diperlukan analisis terhadap bahan bakunya, meliputi kadar air, kadar zat pemberat, kadar asam lemak, bilan an asam, bilan an ester, bilan an penyabunan dan bilan an iodium. "al tersebut harus dilakukan untuk memperkirakan jumlah pereaksi yan di unakan sehin a terjadi reaksi penyabunan yan sempurna. Pada ba ian ini akan dijelaskan se!ara aris besar analisa lemak yan dilakukan.

)na#isa Kadar )ir *adar air dalam lemak akan mempen aruhi reaksi penyabunan, semakin tin i kadar air dalam lemak maka lemak yan dapat disabunkan akan semakin ke!il. )nalisa kadar air ini di unakan untuk men etahui jumlah air yan terkandun atau di!ampurkan persatuan berat lemak5minyak. #etoda yan di unakan untuk analisa kadar air adalah ekstraksi lemak men unakan Bylol. Prinsipnya adalah melarutkan lemak dalam Bylol kemudian den an pemanasan dilakukan destilasi sehin a air dan lemak terpisah, air yan men embun akan tertampun dalam tabun pen ukur kemudian diamati dan diukur pada skala berapa -lapisan air diantara lapisan Bylol..

)na#isa Kadar at Pem"erat 9at pemberat atau pen isi adalah aram$ aram mineral, kaolin atau zat pen isi lainnya yan ditambahkan atau di!ampurkan kedalam lemak5minyak. Tujuan dari analisa kadar zat pemberat adalah men etahui kadar zat pemberat atau zat pen isi yan terkandun dalam lemak5minyak. #etoda yan di unakan adalah ekstraksi den an labu soBhlet dan tabun holsen. Prinsipnya hampir sama den an analisa kadar air, tetapi yan dipisahkan adalah lemak den an zat pemberat atau pen isi yan berada pada tabun holsen yan telah diketahui beratnya. Setelah dilarutkan semua lemak yan ada maka tabun "olsen hanya berisi zat pemberat atau zat pen isi, den an demikian diketahui kadar zat pemberat atau zat pen isi den an membandin kan berat zat pemberat terhadap berat lemak.

)na#isa *i#angan )sam %ilan an asam -)!id 7alue. adalah bilan an yan menunjukkan banyaknya *;" ->,1 =. yan diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas didalam lemak5minyak. Semakin banyak kadar bilan an asam maka akan semakin banyak lemak5minyak yan dapat disabunkan oleh alkali, untuk itu diperlukan penentuan bilan an asam untuk men etahui banyaknya asam lemak bebas di dalam lemak5minyak. #etoda yan di unakan pada analisi ini adalah penetralan asam oleh alkali.

)na#isa *i#angan +ster %ilan an ester adalah bilan an yan menunjukkan banyaknya alkali -*;" >.2 =. untuk men hidrolisa lemak dan menyabunkan asam lemak yan teresterkan dalam lemak5minyak. Prinsip analisa bilan an ester hampir sama den an analisa bilan an asam, akan tetapi pada penentuan bilan an ester ini dilakukan terlebih dahulu hidrolisa lemak oleh alkali untuk men hasilkan asam lemak yan teresterkan lalu dilakukan reaksi penyabunan. #etoda yan

di unakan adalah hidrolisa lemak dan penyabunan asam lemak den an alkali. "al yan pentin pada analisa ini adalah lemak yan diuji adalah lemak yan harus terbebas dari asam lemak bebas, sehin a pen ujian ini lan sun dilakukan pada !ontoh uji yan telah dilakukan analisa bilan an asam. Ceaksi pertama

Ceaksi lanjutan

)na#isa *i#angan Penya"unan %ilan an penyabunan adalah bilan an yan menunjukkan banyaknya *;" yan diperlukan untuk men hidrolisa lemak dan menyabunkan lemak bebas dan yan tersterkan dalam lemak5minyak. Prinsipnya sama den an analisa bilan an ester akan tetapi lemak yan diuji merupakan lemak yan masih men andun asam lemak bebas atau den an kata lain analisa bilan an penyabunan bertujuan untuk men etahui banyaknya total asam lemak -asam lemak bebas dan tersesterkan. di dalam lemak5minyak.

*i#angan ,odium Telah dijelaskan sebelumnya bahwa lemak mempunyai sifat khusus yan men un tun kan yaitu apabila lemak men andun asam lemak tidak jenuh maka dapat disulfatasi men unakan asam sulfat pekat pada suhu mendidih. 'ntuk men etahui kadar ikatan tidak jenuh -ikatan ran kap. dalam rantai hidrokarbon pada lemak5minyak di unakan analisa bilan an iodium.

%ilan an iodium adalah bilan an yan menunjukkan berapa m -F. halo en -seba i iodium. yan dapat diikat oleh 1>> m lemak5minyak. #etoda yan di unakan pada analisa bilan aniodium adalah adisi ikatan ran kap dalam hidrokarbon den an halo en -G, %r.. Pada analisa bilan an iodium ini dapat dilakukan men unakan dua !ara, yaitu !ara "anus dan

*aufmann. Pada prinsipnya kedua !ara tersebut adalah sama, perbedaannya hanya pada peraksi yan di unakan yaitu pen unaan G%r pada !ara hanus dan %r, pada !ara *aufmann.

)pabila yan di unakan !ara *aufmann, maka larutan G%r di anti menjadi %r,.

Sabun Telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu sifat lemak5minyak adalah dapat disabunkan oleh alkali. Sifat tersebut telah dimanfaatkan dalam pembuatan sabun yan bahan dasarnya dari lemak. Perkemban an pen unaan sabun yan makin luas dan ino<asi yan tin i menjadikan bahan dasar sabun menjadi ber<ariasi sesuai den an tujuan pen unaan akhirnya. Saat ini telah mun!ul sabun$sabun yan netral karena baik untuk kulit, akan tetapi untuk sabun yan diper unakan untuk proses tekstil harus mempunyai sifat$sifat khusus, seperti titik keruh yan tin i, tidak men hasilkan busa yan banyak, dapat bekerja den an baik pada suasana asam atau alkali dan seba ainya.

Pem"uatan Sa"un Sabun adalah aram lo am dari asam lemak den an lo am alkali, sehin a pada prinsipnya adalah mereaksikan asam lemak den an alkali sehin a terjadi reaksi penyabunan. Ceaksi pertama

Ceaksi *edua

)pabila penambahan alkali pada proses diatas berlebih maka akan dihasilkan !ampuran sabun, liserol, sisa alkali dan air sehin a sabun yan terbentuk bersifat basa, akan tetapi apabila penambahan alkalinya kuran maka akan diperoleh !ampuran sabun, liserol, asam lemak yan berasal dari lemak yan terhidrolisa oleh alkali. 3ampuran hasil reaksi penyabunan tersebut berupa masa yan kental. 'ntuk sabun natrium -apabila alkali yan di unakan adalah =a;". pemisahan dari masa tersebut dapat dilakukan den an !ara pen araman, karena sabun natrium akan larut dalam larutan jenuh =a3l. Setelah proses pen araman, larutan sabun akan naik ke permukaan larutan aram =a3A, sehin a dapat dipisahkan dari liserol dan larutan aran den an !ara menyerin dari larutan aram. #asa sabun yan kental di!u!i den an air din in untuk menetralkan alkali yan berlebih atau memisahkan aram =a3l yan masih ter!ampur. 'ntuk sabun *alium, pemisahan !ampuran sabun kalium den an yan lainnya dilakukan den an !ara pen araman den an aram *3A, sehin a sabun kalium dapat dipisahkan dari liserolnya. 3ara ini relatif mahal sehin a biasanya sabun kalium dibiarkan ter!ampur den an liserolnya dan menjadi bentuk sabun yan lunak. 'ntuk penambahan sifat yan lebih baik biasanya pada sabun tersebut ditambahkan zat$zat aditif lainnya yan disesuaikan den an fun sinya, minyalnya pewan i, pemutih optik, zat antiseptik dan lain$lain.

siifat Sabun Sabun adalah masa padat5kental yan mempunyai sifat yan khusus, sehin a dalam pen unaannya harus diketahui sifat$sifat khususnya tersebut. %erikut ini disajikan sifat$sifat sabun.

Pe#arut Sa"un Sabun dapat larut dalam alkohol dan sedikit larut dalam pelarut lemak. Sifatnya yan larut den an baik dalam alkohol menyebabkan pada analisa sabun selalu di unakan alkohol seba ai pelarut. Sifat Sa"un da#am )ir Sabun terlarut koloidal di dalam air dan bersifat seba ai surfaktan. #olekulnya terdiri atas u us hidrofil -suka air. dan u us hidrofob -tidak suka air.. Perbandin an jumlah u us hidrofob dan hidrofil pada larutan sabun akan menentukan sifat surfaktan tersebut. Sifat $arutan +ncer Sa"un Aarutan en!er sabun selalu terionkan membentuk anion dari alkil karboksilat, yan aktif seba ai pen!u!i sehin a sabun alkil natrium karboksilat disebut seba ai zat aktif anion. %idro#isa da#am )ir Aarutan sabun didalam air selalu terhidrolisa di dalam air sehin a bersifat sedikit alkalis, sehin a dalam waktu bersamaan akan terdapat molekul$molekul C3;;=a -sabun., C3;;" dan ion$ion C3;;$, ;"$ dan =aD. Sifat Sa"un da#am )ir Sadah Aarutan sabun dalam air sadah akan men endap seba ai sabun kalium dan sabun ma nesium, sehin a men an u proses pen!u!ian. Sifat Sa"un da#am )sam Aarutan asam akan men hidrolisa sabun menjadi asam lemak kembali.

Pan(ang 'antai )#ki# Panjan rantai alkil dari sabun akan mempen aruhi sifat fisik sabun, yaitu derajat hidrolisa, suhu titer dan titik keruh. %erikut disajikan beberapa jenis sabun dan sifat fisiknya.

=o #a!am Sabun

1 , 0 1 2

=a$Aaurat =a$#iristat =a$Palmitat =a$Stearat =a$;leat

&erajat Suhu Titer Titik *eruh "idrolisa -F ->3. ->3. &". ,.2 11 1> $ 12 1.2 21 2> $ 22 ?.2 4, 4> $ 42 10 ?1 42 $ ?> 8 11 ,> $ 0>

&ari tabel diatas dapat dilihat bahwa faktor$faktor yan mempen aruhi sifat fisik selain panjan rantai alkil adalah ikatan tidak jenuh yan dimiliki oleh sabun. 'ntuk rantai alkil

yan sama panjan makin banyak ikatan tidak jenuh maka derajat hidrolisa, suhu titer dan titik keruh semakin rendah.

)nalisa Sabun )nalisa sabun dapat di unakan seba ai salah satu !ara untuk mennetukan mutu sabun. Selain itu analisa ini ju a diperlukan untuk men etahui pen unaan sabun pada proses basah tekstil se!ara tepat. %erikut ini adalah analisa yan dilakukan untuk sabun, yaitu /

Suhu Titer )nalisa ini dilakukan untuk menentukan suhu maksimum suatu larutan koloid sabun membentuk dispersi kasar. Prinsipnya adalah larutan sabun dididihkan hin a menjadi benin dan bebas 3;,. *emudian didin inkan dan diamati perubahan suhunya den an termometer. Suhu ketika sekelilin bola air raksa pada termometer terjadi kekeruhan diba!a seba ai suhu titer.

Titik Keruh/Suhu Pi#in )nalisa ini bertujuan untuk menentukan suhu ketika larutan koloid sabun muali menjadi keruh dan kental sehin a dapat dipilin. Prinsipnya adalah mendidihkan larutan sabun kemudian diamati sampai larutan sabun menjadi keruh dan menjadi kental sehin a dapat dipilin. )pabila telah melewati titik keruh maka daya deterjensi sabun sudah hilan .

Kadar )ir )nalisa ini dilakukan untuk men etahui kadar air dalam sabun. Prinsipnya den an !ara penimban an, sabun dipoton ke!il$ke!il dan dikerin kan pada o<en den an suhu 1>2>3 selama , jan, lalu disimpan dalam eksikator dan ditimban smapi berat tetap -a ram.. Sabun yan 2 Ftelh kerin tersebut dikondisikan dalam ruan standar -C" @ 42F dan suhu ,1>3. selama 1 jam dan ditimban sampai berat tetap -b ram., kemudian dihitun kadar airnya men unakan rumus /

Kadar at Pem"erat

)nalisa kadar zat pemberat pada sabun sama den an !ara analisa kadar zat pemberat pada lemak, yaitu ekstaraksi sabun men unakan soBhlet.

Kadar )sam $emak *e"as Pada pembuatan sabun ada kalanya reaksi penyabunan berjalan tidak sempurna sehin a masih terdapat asam lemak, untuk itu dilakukan analisa kadar asam lemak bebas didalam sabun. %anyaknya asam lemak bebas berbandin lurus den an banyaknya *;" atau den an kata lain asam lemak bebas adalah bilan an yan menunjukkan banyaknya =a;" yan diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas di dalam sabun.

Kadar $emak Taktersa"unkan *adar lemak taktersabunkan adalah bilan an yan menunjukkan banyaknya =a;" yan diperlukan untuk menyabunkan lemak tak tersabunkan di dalam sabun. #etoda yan di unakan untuk men etahui kadar lemak taktersabunkan bema!am$ma!am, seperti penyabunkan lemak taktersabunkan oleh alkali pekat -=a;" >,2 =. dan pemisahan lemak taktersabunkan men unakan eter.

Kadar )#ka#i *e"as *adar alkali bebas didalam sabun adalah bilan an yan menunjukkan banyaknya alkali bebas -seba ai =a;". yan dapat dinetralkan oleh asam. Timbulnya alkali bebas didalam sabun disebabkan oleh jumlah =a;" yan berlebih pada saat pembuatan sabun. #etoda yan di unakan dalam analisa penentuan kadar alkali bebas adalah penetralan alkali den an asam.

Kadar )#ka#i Tota# 'ntuk men etahui kadar alkali total -seba ai alkali terikat dan alkali bebas. di dalam sabun dilakukan penetapan kadar alkali total den an !ara penetralan alkali den an asam. Prinsipnya adalah men hidrolisa sabun dalam air kemudian mereaksikan alkali yan terbebas den an asam.