Anda di halaman 1dari 23

X - 1

BAB X
PERENCANAAN GESER UNTUK BETON PRATEGANG
X.1. Pendahuluan
Bab ini membahas prosedur untuk desain penampang beton prategang yang harus
menahan gaya-gaya geser yang diakibatkan oleh beban luar. Karena kekuatan
beton dalam menahan tarik sangat jauh lebih kecil daripada kuat tekan, maka
desain untuk geser menjadi hal yang penting pada semua jenis struktur beton.
Perilaku balok beton prategang pada saat gagal akibat geser ataupun gabungan
geser dan torsi sangat berbeda dengan perilaku lentur, balok tersebut gagal secara
tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya yang memadai, dan retak diagonal
yang terjadi sangat jauh lebih besar dari pada retak lentur. Gaya geser dapat
menimbulkan tegangan geser yang dapat menimbulkan tegangan tarik utama di
penampang kritis yang dapat melebihi kuat tarik beton.
Tegangan geser pada balok biasa disebabkan oleh kombinasi momen dan beban
eksternal, bukan akibat geser langsung ataupun torsi murni. al ini akan
menimbulkan tarik diagonal atau tegangan geser lentur di komponen struktur
tersebut.
X.2. Perilaku Balok Homoen !an "enalami Ge#er
Tinjaulah dua elemen yang sangat kecil A1 dan A! dari balok persegi panjang dalam
Gambar X.1."a# yang terbuat dari material homogen, isotropis dan elastis linier.
Gambar X.1."b# menunjukkan distribusi tegangan lentur dan tegangan geser di
seluruh tinggi penampang. Tegangan normal tarik ft dan tegangan geser v adalah
nilai-nilai di elemen A1 pada bidang a1-a1 pada jarak y dari sumbu netral.
$a%
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - !
$(%
Gam(ar X.1. )i#&ri(u#i Teanan *ada Balok Per#ei Pan+an Homoen
'ehingga diperoleh persamaan tegangan normal f dan tegangan geser v untuk
elemen A1 adalah (
I
My
f ............................... "X-1#
dan
lb
VQ
lb
y VA
v ............................... "X-!#
dimana (
& ( &omen lentur pada potongan a1 - a1
) ( Gaya geser pada potongan a1 - a1
$ ( *uas bagian penampang di bidang yang melelui pusat berat elemen A1
y ( +arak dari elemen yang ditinjau ke sumbu netral
y
( +arak titik ke titik pusat A ke sumbu netral
, ( &omen inersia penampang
- ( &omen statis bagian penempang di atas atau di ba.ah le/el yang
ditinjau ke sumbu netral
b ( *ebar balok
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 0
$a% Kondi#i Teanan di Elemen A1
$(% Re*re#en&a#i ,inkaran "ohr- Elemen A1
$.% Kondi#i Teanan di Elemen A2
$d% Re*re#en&a#i ,inkaran "ohr- Elemen A2
Gam(ar X.2. Kondi#i Teanan *ada Elemen A1 dan A2
Gambar X.! menunjukkan tegangan internal yang bekerja di elemen kecil A1 dan A!.
1engan menggunakan lingkaran Mohr dalam Gambar X.!.b, tegangan utama untuk
elemen A1 di 2ona tarik di ba.ah sumbu netral adalah
2
2
) (
2 2
v
f f
f
t t
maks t
+
,
_

+ 3 tarik utama ............................... "X-0a#


Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 4
2
2
) (
2 2
v
f f
f
t t
maks c
+
,
_

3 tekan utama ............................... "X-0b#


dan
2
2 tan
t
maks
f
v

............................... "X-0c#
X./. Perilaku Balok Be&on #e(aai Penam*an Nonhomoen
Tegangan tekan fc di elemen A! dalam Gambar X.!.b di atas sumbu netral
mencegah retak, karena tegangan utama maksimum di elemen tersebut berupa
tegangan tekan. %ntuk elemen A1 yang terletak di ba.ah sumbu netral, tegangan
utama maksimum adalah tarik sehingga retak dapat terjadi. %ntuk penampang yang
semakin mendekati tumpuan, momen lentur dan tegangan ft berkurang, yang diikuti
dengan bertambahnya tegangan geser.
Tegangan utama ft"maks# tarik bekerja pada bidang sekitar 45
o
terhadap normal
penampang di dekat tumpuan seperti terlihat pada Gambar X.0. Karena kuat tarik
beton rendah, maka retak diagonal timbul di bidang yang tegak lurus dengan bidang
tarik utama, itu sebabnya retak tersebut disebut retak tarik diagonal. %ntuk
mencegah terbukanya retak tersebut, penulangan tarik diagonal khusus harus
digunakan.
+ika ft di dekat tumpuan dalam Gambar X.0 diasumsikan sama dengan nol, maka
elemennya akan mendekati keadaan geser murni dan tegangan tarik utama akan
sama dengan tegangan geser v di bidang 45
o
. Tegangan tarik diagonal inilah yang
menimbulkan retak miring.
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 5
Gam(ar X./. Tra+ek&ori Teanan U&ama *ada Balok 0#o&ro*ik Homoen
$ari# *u&u# 1 &ra+ek&ori &arik- ari# *enuh 1 &ra+ek&ori &ekan%
X.2. Balok Be&on Tan*a Penulanan Tarik )iaonal
1i daerah dengan momen lentur besar, retak terjadi dengan arah hampir tegak lurus
terhadap sumbu balok, dan disebut re&ak len&ur. 'edangkan di daerah dengan
geser besar akibat tarik diagonal, retak miring terjadi sebagai kelanjutan dari retak
lentur, dan disebut re&ak e#er len&ur. Gambar X,.4 menunjukkan jenis-jenis retak
yang dapat terjadi pada balok beton bertulang tanpa atau dengan penulangan tarik
diagonal yang memadai.
Gam(ar X.2. Ka&eori Re&ak
Pada balok prategang, hampir semua penampangnya mengalami tekan pada
kondisi beban kerja. 1ari Gambar X.!.c dan d, tegangan utama untuk elemen A!
adalah
2
2
) (
2 2
v
f f
f
c c
maks t
+
,
_

+ 3 tarik utama ............................... "X-4a#


2
2
) (
2 2
v
f f
f
c c
maks c
+
,
_

3 tekan utama............................... "X-4b#


dan
2
2 tan
c
maks
f
v

............................... "X-4c#
X.3. Raam Keaalan Balok &an*a Penulanan Tarik )iaonal
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 6
Kelangsingan suatu balok, yaitu rasio bentang geser terhadap tinggi, menentukan
ragam kegagalan balok tersebut. Gambar X.5 menunjukkan secara skematis pola
kegagalan untuk berbagai rasio kelangsingan.
$a%. Keaalan ,en&ur
$(%. Keaalan Tarik )iaonal $Ge#er ,en&ur%
$.%. Keaalan Tekan Ge#er $Ge#er Badan%
Gam(ar X.3. Pola Keaalan #e(aai 4un#i dari Kelan#inan Balok
Bentang geser a untuk beban terpusat adalah jarak antara titik tangkap beban dan
muka tumpuan. %ntuk beban terbagi rata, bentang geser Ic adalah bentang balok
bersih.
Pada dasarnya ada tiga ragam kegagalan yang dapat terjadi, yaitu kegagalan
lentur, kegagalan tarik diagonal dan kegagalan tekan geser "kegagalan web#.
'emaikin langsing suatu balok, semakin besar kemungkinan balok tersebut
berperilaku lentur.
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 7
X.5. Teanan U&ama dan Teanan Ge#er di Balok Pra&ean
Geser lentur di balok beton prategang meliputi e8ek gaya prategang tekan eksternal
yang harus dimiliki oleh balok beton bertulang. Komponen /ertikal gaya tendon
prategang mengurangi gaya geser /ertikal yang diakibatkan oleh gaya trans/ersal
eksternal dan beban trans/ersal netto yang dialami suatu balok jauh lebih kecil pada
balok prategang dibandingkan dengan balok beton bertulang.
'elain itu, gaya tekan dari tendon prategang, bahkan di dalam tendon lurus, sangat
mengurangi e8ek tegangan lentur tarik, sehingga besarnya retak lentur di komponen
struktur beton prategang berkurang. 1engan demikian, gaya geser dan tegangan
utama yang dihasilkannya pada balok prategang sangat jauh lebih kecil dari pada
tegangan dan gaya geser pada balok beton bertulang. Gambar X.6.
mengilustrasikan kontribusi komponen gaya /ertikal gaya tendon pada bagian
penyeimbang atau sebagian besar dari gaya /ertikal V yang ditimbulkan oleh beban
trans/ersal eksternal. Gaya geser netto Vc yang dipikul oleh beton adalah
p c
V V V
............................... "X-5#
Tegangan geser netto v pada setiap kedalaman penampang adalah
lb
Q V
v
c
c
............................... "X-6#
1istribusi tegangan serat tekan fc akibat momen lentur eksternal adalah
c
T
c
e
c
e
c
I
c M
I
ec P
A
P
f t
............................... "X-7#
dan tegangan tarik utama adalah
2 2
2
2
' c
c
c
t
f
v
f
f +
,
_

............................... "X-9#
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 9
Gam(ar X.5. Be(an Pen!eim(an un&uk "ela6an Ge#er 7er&ikal
$a%. Balok denan Tendon Ber(en&uk Harped8 $(% Balok denan Tendon
Ber(en&uk Drapped8 $.%. 7ek&or e#er 0n&ernal aki(a& Ga!a Pra&ean- P8
$d% 7ek&or e#er 0n&ernal aki(a& Ga!a Ek#&ernal- 6
X.9. Kekua&an Ge#er ,en&ur Vci
%ntuk mendesain terhadap geser, perlu ditentukan apakah geser lentur atau geser
badan menentukan pemilihan kuat geser beton Vc. :etak miring yang stabil pada
jarak d;! dari retak lentur yang terjadi pada tara8 beban retak pertama secara geser
lentur ditunjukkan dalam Gambar X.7.
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - <
Gam(ar X.9. Per&um(uhan Re&ak Ge#er ,en&ur
$a%. :eni# dan Pola Re&ak8 $(%. )iaram Ge#er Aki(a& Be(an Ek#&ernal denan
Ordina& Ga!a Ge#er 4rik#i 7.r di *o&onan 28 $.%. )iaram "omen denan
Ordina& "omen Re&ak Per&ama ".r di *o&onan 2
+ika tinggi e8ekti8 adalah dp, maka tinggi dari serat tekan ke pusat berat baja
prategang longitudinal, maka perubahan momen antara potongan ! dan 0 adalah (
2
p
cr
Vd
M M ............................... "X-<a#
$tau
2
p
cr
d V M
M
V

............................... "X-<b#
dimana (
V adalah geser di penampang yang ditinjau
+adi, geser /ertikal total yang bekerja di bidang ! dalam Gambar X.7 adalah
d c p w
p
cr
ci
V f x d x b x
d V M
M
V + +

'
20
1
2
............................... "X-1=#
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 1=
dimana ( Vd adalah geser /ertikal akibat berat sendiri.
Komponen /ertikal Vp dari gaya prategang karena kecilnya diabaikan dalam
persamaan "X-1=#di sepanjang bentang dimana tendon prategang tidak terlalu
curam
>ilai V dalam persamaan "X-1=# merupakan gaya geser ter8aktor Vi di penampang
yang ditinjau akibat beban eksternal yang terjadi secara simultan dengan momen
maksimum &maX, yang terjadi di tengah penampang tersebut, yaitu (
p w
c
maks
cr i
d p w
c
ci
d b
f
M
M V
V d b
f
V
7 20
' '
+ + ............................... "X-11#
dimana (
>ilai dp diambil terbesar dari dp dan =.9 h.
fce ( Tegangan tekan di beton sesudah terjadinya semua kehilangan di serat
ekstrim penampang dimana beban eksternal menyebabkan terjadinya
tegangan tarik fce menjadi
c
f
untuk tegangan di pusat berat penampang
Vd ( Gaya geser di penampang akibat beban mati tak ter8aktor
Vci ( Kuat geser nominal yang diberikan oleh beton pada saat terjadi retak tarik
diagonal akibat gabungan gaya geser /ertikal dan momen
Vi ( Gaya geser ter8aktor di penampang akibat beban eksternal yang terjadi secara
simultan dengan Mmaks
Persamaan untuk Mcr, yaitu momen yang menyebabkan retak lentur akibat beban
eksternal, dinyatakan dengan

,
_

,
_

d ce
c
t
c
cr
f f
f
y
I
M
2
'
............................... "X-1!#
dimana (
fce ( Tegangan tekan beton akibat tekanan e8ekti8 sesudah terjadinya kehilangan
di serat ekstrim penampang dimana tegangan tarik ditimbulkan oleh beban
eksternal, dalam satuan psi. 1i pusat beton
c ce
f f
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 11
fd ( Tegangan akibat beban mati tak ter8aktor di serat ekstrim penampang yang
ditimbulkan oleh berat sendiri saja dimana tegangan tarik diakibatkan oleh
beban eksternal, psi
yt ( +arak dari sumbu berat ke titik ekstrim
Mcr ( Bagian dari momen akibat beban hidup yang bekerja yang menimbulkan
retak. %ntuk mudahnya, ,c;,y dapat digantikan dengan 'b
X.;. Kua& Ge#er<Badan $Vcw%
:etak geser badan pada balok prategang disebabkan oleh tegangan tak tertentu
yang dapat dengan baik die/aluasi dengan menghitung tegangan tarik utama di
bidang kritis. Tegangan geser vc dapat dide8inisikan sebagai tegangan geser badan
vcw dan mencapai maksimum di dekat pusat berat penampang cgc dimana retak
diagonal aktual terbentuk.
$dapun persamaan yang digunakan untuk menghitung kuat geser nominal Vcw yang
diberikan oleh beton apabila terjadi retak diagonal yang diakibatkan tegangan tarik
utama di badan adalah
( )
p p w pc c cw
V d b f f V + +
'
3 . 0 ............................... "X-10#
dimana (
fpc ( Tegangan tekan pada beton "setelah memperhitungkan semua kehilangan
prategang# pada titik berat penampang yang menahan beban luar atau pada
pertemuan antara badan dan 8lens, jika titik berat terletak pada 8lens.
Vp ( Komponen /ertikal dari prategang e8ekti8 di penampang yang berkontribusi
dalam menambahkan kekuatan lentur
dp ( +arak dari serat tekan ekstrim ke pusat berat baja prategang atau =.9h
manapun yang terkecil
X.=. Penulanan Ge#er Badan
%ntuk mencegah terjadinya retak diagonal pada komponen struktur prategang,
apakah akibat aksi geser badan atau geser lentur, penulangan harus digunakan.
Penulangan geser pada dasarnya melakukan empat 8ungsi utama, yaitu (
1. Penulangan tersebut memikul sebagian gaya geser ter8aktor eksternal Vu
!. Penulangan tersebut membatasi perambatan retak diagonal
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 1!
0. Penulangan tersebut menahan posisi batang tulangan utama longitudinal agar
dapat memberikan kapasitas pasak yang dibutuhkan untuk memikul beban
lentur
4. Penulangan tersebut memberikan pengekangan terhadap beton di daerah tekan
jika sengkang yang digunakan adalah sengkang tertutup
X.1>. Pem(a&a#an Ukuran dan :arak Senkan
$gar setiap retak diagonal potensial dapat ditahan oleh sengkang /ertikal, maka
pembatasan jarak maksimum untuk sengkang /ertikal harus diterapkan sebagai
berikut (
1. smaX, ? h 6== mm, dimana h adalah tinggi total penampang
!. +ika
p w c s
d b f V
'
3
1
> , jarak maksimum di "a# harus dibagi !
0. +ika
p w c s
d b f V
'
3
2
> , perbesar penampang
4. +ika
c n u
V V V
2
1
> , luas minimum tulangan geser harus digunakan
*uas ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (
y
w
v
f
s b
A
3
1

+ika gaya prategang e8ekti8 Pe sama atau lebih besar daripada 4=@ dari kuat
tarik penulangan lentur, maka persamaan
w
p
y
pu ps
v
b
d
d f
s f A
A
80

Aang menghasilkan luas minimum perlu $/ yang lebih kecil, dapat digunakan
5. $gar e8ekti8, penulangan badan harus mampu memberikan panjang penyaluran
penuh yang dibutuhkan. ,ni berarti bah.a sengkang atau jaring tulangan harus
masuk ke daerah tekan dan tarik, dikurangi persyaratan selimut bersih beton
dan dibengkokkan <=
o
atau 105
o
pada sisi tekan
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 10
X.11. Pro#edur )e#ain Penulanan Badan Terhada* Ge#er
Berikut ini adalah rangkuman urutan langkah desain yang disarankan
1. Tentukan nilai kuat geser nominal yang dibutuhkan

u
n
V
V
pada jarak
2
h
dari
muka tumpuan.
!. itunglah kuat geser nominal Vc yang dimiliki badan dengan menggunakan
salah satu dari dua metode berikut (
$a%. "e&ode Al&erna&i?
fpe @ >.2 fpu
p w
u
p u
c c
d b
M
d V
f V

,
_

+ 5 05 . 0
'
dimana
p w c c p w c
d b f V d b f
' '
4 . 0
6
1
dan
0 . 1
u
p u
M
d V
dan Vu
dihitung pada penampang yang sama dimana Mu ditinjau.
$(%. Anali#i# le(ih rin.i- dimana nilai Vc diam(il nilai &erke.il dian&ara Vci
$re&ak e#er aki(a& len&ur% dan Vcw $re&ak e#er (adan %
p w
c
maks
cr i
d p w
c
ci
d b
f
M
M V
V d b
f
V
7 20
' '
+ +
( )
p p w pc c cw
V d b f f V + +
'
3 . 0
dimana (

,
_

,
_

d ce
c
t
c
cr
f f
f
y
I
M
2
'
>ilai dp diambil terbesar dari dp dan =.9 h.
Vi ( Gaya geser ter8aktor di penampang akibat beban eksternal yang terjadi
secara simultan dengan &maB
fce ( Tegangan tekan di beton sesudah terjadinya semua kehilangan di serat
ekstrim penampang dimana beban eksternal menyebabkan terjadinya
tegangan tarik fce menjadi
c
f
untuk tegangan di pusat berat penampang
0. +ika
c
u
V
V
2
1

, tulangan sengkang tidak dibutuhkan.


+ika
c
u
c
V
V
V <
2
1
, gunakan tulangan minimum.
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 14
+ika
c
u
V
V
>

dan
p w c c
u
s
d b f V
V
V
'
3
2

, desain baja tulangan


sengkang.
+ika
p w c c
u
s
d b f V
V
V
'
3
2
>

atau jika
,
_

+ >
p w c c u
d b f V V
'
3
2

,
besarkan penampang
4. itunglah penulangan badan minimum. +araknya adalah s =.75 h atau 6==
mm, diambil nilai terkecil
y
w
v
f
s b
A
3
1
min

"konser/ati8#
+ika fpe C =.4 fpu, nilai $/ minimum yang lebih konser/ati8 adalah nilai yang
terkecil diantara (
w
p
p y
pu ps
v
b
d
d f
s f A
A
80

1imana dp C =.9 h, dan


y
w
v
f
s b
A
3
1

5. itunglah ukuran penulangan sengkang yang dibutuhkan dan jaraknya.


+ika
p w c c
u
d b f V
V
Vs
'
6
1

1
]
1

,
_

, maka jarak sengkang s adalah yang


dibutuhkan berdasarkan rumus desain dalam langkah 6.
+ika
p w c c
u
d b f V
V
Vs
'
6
1
>
1
]
1

,
_

, maka jarak sengkang s adalah setengah


dari jarak yang dibutuhkan oleh rumus desain dalam langkah 6.
6.
minimum
600 75 . 0 s mm h
V
V
d f A
s
c
u
p y v

,
_

dimana
s b
f A
s
w
y v
3
min

dari langkah 4
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 15
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 16
Gam(ar X.;. Baan Alir un&uk Penulanan Ge#er Badan
Con&oh Soal
1esainlah balok prategang pasca tarik seperti terlihat dalam gambar, agar aman
terhadap kegagalan geserD

$dapun data-data yang digunakan adalah (
fpu E 196= &Pa
fy E 4== &Pa
fpe E 1=7= &Pa
'
c
f E 05 &Pa
Aps E 10 tendon 7 ka.at berdiameter F inchi
E 10 x =.150 inchi E 1.<9< inchi
!
E 1!90.!! mm
!
As E 4 11< E 1104.115 mm
!
Panjang bentang, * E != m
WL kerja E 16 k>;m
WSD kerja E 1.5 k>;m
WD kerja E 5.75 k>;m
h E 1=16 mm
dp E <19.464 mm
d E <55.=4 mm
bw E 15!.4 mm
ec E 091 mm
ee E 017.5 mm
Ic E !.<40 x 1=
1=
mm
4
Ac E !40!!5.0! mm
!
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 17
c
c
A
I
r
2
E 1!=<<9.<! mm
!
cb E 479.54 mm
ca E 507.46 mm
Pe E 1071.1< k>
Pen!ele#aian A
Beban ter8aktor, Wu E 1.! D G 1.6 L E "1.! x "1.5 G 5.75## G "1.6 B 16#
E 04.0 k>;m
Gaya geser di muka tumpuan, 343
2
20 3 . 34
2

x L W
V
u
u
k>
Vn yang dibutuhkan E
33 . 457
75 . 0
343

u
V
k>
Kuat geser nominal pada daerah kritis "
2
p
d
dari muka tumpuan#
232 . 459
2
464 . 918
2

p
d
mm
( ) [ ]
( )
328 . 436
2
20
1000
232 . 459
2
20
33 . 457

x V
n
k>
Vu di
2
p
d
(
246 . 327 328 . 436 75 . 0 x V
n

k>
Cek A pu pe
f f 4 . 0 >
MPa 744 1860 4 . 0 MPa 1070 > x
dapat menggunakan metoda $lternati8 dan :inci
"ETO)A A,TERNAT04
dp E <19.464 mm
=.9 h E =.9 x 1=
16
E 91!.9 mm
Karena dp H =.9 h, maka digunakan dp E <19.464 mm
p w
u
p u
c c
d b
M
d V
f V

,
_

+ 5 05 . 0
'
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 19
&omen ultimit di
2
p
d
Mu E
90 . 153
2
1000
459.232
x 34.3
-
1000
459.232
x 343
2

,
_

,
_

,
_

k>m
953 . 1
90 . 153
10 464 . 918 246 . 327
3

x x
M
d V
u
p u
H 1, maka digunakan
1
u
p u
M
d V
'yarat batas Vc
016 . 138 10 464 . 918 4 . 152 35
6
1
6
1
3 '
min


x x x d b f V
p w c c
k>
239 . 331 10 464 . 918 4 . 152 35 4 . 0 4 . 0
3 '
max


x x x x d b f V
p w c c
k>
&aka (
( ) ( ) ( )
3
10 464 . 918 4 . 152 1 5 35 05 . 0

+ x x x x V
c

274 . 741
c
V
k> H 239 . 331
max

c
V k>
digunakan ( )c E )cmaB E 001.!0< k>
Iek (
c
u
V
V
2
1
>

239 . 331
2
1
75 . 0
246 . 327
x >
406.0!9 k> H 165.61< k> J Tulangan geser badan dibutuhkan
089 . 105 239 . 331
75 . 0
246 . 327

c
u
s
V
V
V

k>
064 . 552 10 464 . 918 4 . 152 35
3
2
3
2
3 '


x x x d b f
p w c
k> H )s E 1=5.=9<
k>
Tinggi penampang sudah memadai
Tulanan Badan "inimum
Karena 8pe H =.4 8pu, maka (
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - 1<
w
p
p y
pu ps
v
b
d
d f
s f A
A
80
J
w
p
p y
pu ps
v
b
d
d f
f A
s
A
80

199 . 0
4 . 152
464 . 918
464 . 918 400 80
1860 22 . 1283

x x
x
s
A
v
mm
!
;mm
dan
y
w
v
f
s b
A
3
1

J
y
w v
f
b
s
A
3


127 . 0
400 3
4 . 152

x s
A
v
mm
!
;mm
&aka digunakan
( )
127 . 0
min

s
A
v
mm
!
;mm "diambil terkecil#
Tulanan Badan !an di(u&uhkan
mm h
V
V
d f A
s
c
u
p y v
600 75 . 0

,
_

s
p y v
V
d f A
s
286 . 0
464 . 918 400
10 089 . 105
3

x
x
d f
V
s
A
p y
s v
mm
!
;mm
1igunakan diameter sengkang 11=
$s E =.!5 x x 1=
!
E 79.54 mm
!
286 . 0
s
Av
23 . 549
286 . 0
54 . 78 2
286 . 0

x A
s
v
mm K 6== mm K "=.75 x 1=
16
# mm
Iek (
p w c c
u
d b f V
V
Vs
'
6
1

1
]
1

,
_

3 3
10 016 . 135 464 . 918 4 . 152 35
6
1
10 089 . 105 x x x kN x Vs k>
+adi s;! tidak perlu digunakan
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - !=
&aka tulangan badan yang digunakan adalah 11=-5== mm
"ETO)A R0NC0
Re&ak e#er aki(a& len&ur $Vi%
p w
c
maks
cr i
d p w
c
ci
d b
f
M
M V
V d b
f
V
7 20
' '
+ +
dimana (

,
_

,
_

d ce
c
t
c
cr
f f
f
y
I
M
2
'

,
_

+
2
1
r
c e
A
P
f
b
c
e
ce
Lksentrisitas tendon di
2
p
d
adalah (
( )
( )
42 . 320
2 20000
322 . 459
5 . 317 381 5 . 317 + x e
mm
sehingga (
78 . 12
92 . 120998
54 . 478 42 . 320
1
32 . 243225
10 19 . 1371
3

,
_

+
x x
f
ce
>
Beban mati tidak ter8aktor akibat berat sendiri adalah WD E 5.75 k>;m
( )
( ) ( ) ( )
80 . 25
2
10 232 . 459 20 10 232 . 459 75 . 5
2
3 3
2


x x x x x l x W
M

d
p
k>m
Tegangan akibat beban mati tak ter8aktor di serat beton ekstrim, dimana
tegangan tarik ditimbulkan akibat beban eksternal adalah (
( )
420 . 0
10 943 . 2
54 . 478 10 80 . 25
10
6
2 /

x
x x
I
c M
f
c
b dp
d
>
'ehingga (
053 . 942 10 420 . 0 78 . 12
2
35
54 . 478
10 943 . 2
6
10

,
_

,
_


x
x
M
cr
k>m
Gaya geser akibat berat sendiri di
2
p
d
adalah
( ) 86 . 54 10 232 . 459
2
20
75 . 5
2
3

,
_


,
_



x x x
l
W V
d
k>
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - !1
1iketahui beban kerja tambahan (
WL kerja E 16 k>;m
WSD kerja E 1.5 k>;m
( ) ( ) 4 . 27 16 6 . 1 5 . 1 2 . 1 6 . 1 2 . 1 + +
L ! u
W W W
k>;m
Gaya geser ter8aktor di penampang tersebut akibat beban eksternal yang
bekerja secar simultan dengan Mmas adalah (
( ) 72 . 261 10 232 . 459
2
20
4 . 27
2
3

,
_


,
_



x x
l
W V
u i
k>
( ) ( ) ( ) ( )
94 . 122
2
10 232 . 459 20 10 232 . 459 4 . 27
2
3 3


x x x x l x W
M
u
maks
k>m
&aka (
( )
( )( )
( )
464 . 918 4 . 152
7
35
10 94 . 122
10 053 . 942 10 72 . 261
10 86 . 54 464 . 918 4 . 152
20
35
6
6 3
3
x x
x
x x
x x x V
ci
+ +
N N V
ci
549 . 118299 673 . 2474391 >
kN kN V
ci
30 . 118 392 . 2474 >
Re&ak e#er (adan $Vcw%
( )
p p w pc c cw
V d b f f V + +
'
3 . 0
64 . 5
32 . 243225
10 19 . 1371
3

x
A
P
f
c
e
pc
&Pa
)p E Komponen /ertikal gaya prategang di penampang
71 . 8
2 20000
5 . 317 381
19 . 1371 tan

,
_


x P V
e p

k>
&aka (
( ) ( ) 07 . 494 71 . 8 10 644 . 918 4 . 152 64 . 5 35 3 . 0
3
+ +

x x x V
cw
k>
>ilai Vc diambil sebagai nilai terkecil diantara Vci dan Vcw
1alam hal ini, nilai retak geser lebih menentukan, sehingga Vc E Vcw E 4<4.=7 k>
+ika dibandingkan dengan metoda alternati8, dimana Vc E 001.!0< k>, maka
me&oda rin.i lebih konser/ati8 hasilnya.
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - !!
Iek (
07 . 494
2
1
328 . 436
2
1
> >
c
u
V
V

J tulangan geser badan dibutuhkan


742 . 57 07 . 494 328 . 436
c
u
s
V
V
V

k> J digunakan tulangan geser


minimum
Tulanan Badan "inimum
Karena 8pe H =.4 8pu, maka (
w
p
p y
pu ps
v
b
d
d f
s f A
A
80
J
w
p
p y
pu ps
v
b
d
d f
f A
s
A
80

199 . 0
4 . 152
464 . 918
464 . 918 400 80
1860 22 . 1283

x x
x
s
A
v
mm
!
;mm
dan
y
w
v
f
s b
A
3
1

J
y
w v
f
b
s
A
3


127 . 0
400 3
4 . 152

x s
A
v
mm
!
;mm
&aka digunakan
( )
127 . 0
min

s
A
v
mm
!
;mm "diambil terkecil#
Tulanan Badan !an di(u&uhkan
mm h
V
V
d f A
s
c
u
p y v
600 75 . 0

,
_

s
p y v
V
d f A
s
286 . 0
464 . 918 400
10 089 . 105
3

x
x
d f
V
s
A
p y
s v
mm
!
;mm
1igunakan diameter sengkang 11=
$s E =.!5 x x 1=
!
E 79.54 mm
!
286 . 0
s
Av
23 . 549
286 . 0
54 . 78 2
286 . 0

x A
s
v
mm K 6== mm K "=.75 x 1=
16
# mm
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG
X - !0
Iek (
p w c c
u
d b f V
V
Vs
'
6
1

1
]
1

,
_

3 3
10 016 . 135 464 . 918 4 . 152 35
6
1
10 089 . 105 x x x kN x Vs k>
+adi s;! tidak perlu digunakan
&aka tulangan badan yang digunakan adalah 11=-5== mm
Pusat Pengembangan Bahan $jar - %&B Ria Ca&ur 'ulian&i ST."T
BETON PRATEGANG

Anda mungkin juga menyukai