Anda di halaman 1dari 4

SALAH NALAR

Oleh : Satria Efandi 135120400111017 Definisi Salah Nalar Salah nalar merupakan Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat. Dalam proses berpikir sering sekali kita keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan, kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kecerobohan, atau ketidaktahuan. Contoh salah nalar : Emilia, seorang alumni STIE Serelo Lahat, dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Oleh sebab itu, Halimah seorang alumni STIE Serelo Lahat, tentu dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Macam-macam Salah Nalar Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang tepat pada sasarannya, oleh karena itu dalam berkomunikasi perlu kita perhatikan kalimat dalam berbahasa Indonesia secara cermat. Sehingga salah nalar dapat terminimalisasikan. Ada beberapa macam salah nalar, yakni sebagai berikut : a. Deduksi yang salah Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan. Contoh dari Deduksi yang salah : Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas.

b. Generalisasi Terlalu Luas Salah nalar jenis ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi tersebut sehingga kesimpulan yang diambil menjadi salah. Contoh Generalisasi Terlalu Luas : Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati. Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.

c. Pemilihan Terbatas pada Dua Alternatif

Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada. Contoh Pemilihan Terbatas pada Dua Alternatif : Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain. Petani harus bersekolah supaya terampil.

d. Penyebab yang Salah Nalar Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud. Contoh Penyebab yang Salah Nalar : Hendra mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam

leluhurnya. Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.

e. Analogi yang Salah Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain. Contoh Analogi yang Salah baik. Pada hari senin Patriana kuliah mengendarai sepeda motor. Pada hari selasa Patriana Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan

kuliah juga mengendarai sepeda motor. Pada hari rabu patriana kuliah pasti mengendarai sepeda motor. Rektor harus memimpin universitas seperti jenderal memimpin divisi.

f. Argumentasi Bidik Orang Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya. Contoh Argumentasi Bidik Orang : Kusdi kesulitan membuat tugas makalah bahasa Indonesia karena tidak mempunyai

materi bahasa Indonesia. Deliana tidak bias menikah lagi karena ia sudah janda.

g. Meniru-niru yang Sudah Ada Salah nalar jenis ini berhubungan dengan anggapan bahwa sesuatu itu dapat kita lakukan kalau orang lain melakukan hal itu. Contoh Meniru-niru yang Sudah Ada : Kita bisa melakukan korupsi karena pejabat pemerintah melakukannya. Saat Ujian Akhir Semester mata kuliah Bahasa Indonesia Slamet mencotek, karena pada

mata kuliah Statistik Fitriawati juga mencontek.

h. Penyamarataan Para Ahli Salah nalar ini disebabkan oleh anggapan orang tentang berbagai ilmu dengan pandangan yang sama. Hal ini akan mengakibatkan kekeliruan mengambil kesimpulan. Contoh Penyamarataan Para Ahli : Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia adalah Diska, Sarjanah Ekonomi. Sarifah pandai membuat kue, ia adalah lulusan SMEA.

Kesalah Nalar Ada Dua macam: 1. Kesalahan nalar induktif, berupa : a. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas, b. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat, c. kesalahan analogi. 2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan : a. kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;

b. kesalahan karena adanya term keempat; c. kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan

d. kesalahan karena adanya 2 premis negatif. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar

Salah Nalar dalam Komunikasi Salah satu penyampaian komunikasi adalah berita, baik itu dari media elektronik, ataupun dari media massa. Penyampaian berita yang dsampaikan sering sekali terjadi kesalahan dalam berpikir, sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam penalaran/nalar bagi penerima berita. Kekurangcermatan seseorang atau jurnalis dalam melihat hubungan logis antara satu fakta dengan fakta lain dalam konteks hubungan sebab-akibat, dan kekurangcermatan itu kemudian

dituangkan dalam teks berita, bisa menyesatkan logika pembaca atau pemirsa. Ketika pembaca atau pemirsa menganggap teks yang dihasilkan jurnalis itu sebagai sebuah kebenaran, maka kesesatan logika pun jadi dianggap benar. Fakta berupa pernyataan yang mengandung salah nalar atau sesat logika memang bisa saja berasal dari narasumber. Bisa saja narasumber sengaja untuk kepentingan tertentu, atau tak sengaja karena sebab tertentu. Namun, bukan berarti jurnalis bisa begitu saja meloloskannya menjadi fakta dalam teks berita. Bahkan, pada tahap awal, jurnalis seharusnya langsung mempersoalkan pernyataan yang salah nalar itu kepada narasumber.

Sebagai contoh pernyataan salah nalar muncul di dua media cetak, Kedaulatan Rakyat (24/3/09, hal 24) dan Koran Tempo (25/3/09, hal B3) : Pada Kedaulatan Rakyat, salah nalar muncul di alinea ke-5 berita berjudul Golput

Rugikan Proses Demokrasi. Berita ini memuat pernyataan dua pimpinan partai politik tentang golput pada saat keduanya kampanye, yaitu Yusril Ihza Mahendra (Ketua Majelis Syuro Partai Kebangkitan Bangsa) dan MS Kaban (Ketua Umum Partai Bulan Bintang). Alinea ke-5 berita tersebut, yang hanya terdiri atas tiga kalimat (dua kalimat tak langsung dan satu kalimat langsung berupa kutipan), memuat pernyataan MS Kaban tentang golput. Alinea selanjutnya berisi topik lain yaitu tentang panwaslu. Alinea ke-5 ditulis demikian: Hal senada diungkapkan Ketua Umum PBB, MS Kaban. Menurut Kaban, golput merupakan tindakan orang yang tidak bertanggungjawab. Sebab kita saat ini sedang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujarnya.

Kesimpulan Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi. Sumber : http://rizza-af-guruindo.blogspot.com/2011/03/kalimat-salah-nalar.html http://queenchib.blogspot.com/2011/04/penalaran-induktif-dan-salah-nalar.html http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme