Anda di halaman 1dari 8

A. PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang

ADC adalah kepanjangan dari Analog To Digital Converter yang berfungsi untuk mengubah input analog menjadi kodekode digital. ADC banyak digunakan sebagai Pengatur proses industri, komunikasi digital dan rangkaian

pengukuran/atau pengujian.Umumnya ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya, tekanan atau berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan menggunakan sistim digital (komputer). Bilangan Biner umum digunakan pada dunia komputasi. Komputer menggunakan Bilangan Biner agar bisa saling berkomunikasi antar komponen (hardware) maupun antar sesama komputer. Karena komputer hanya menggunakan bahasa mesin, yaitu apabila komputer mendapatkan sinyal listrik atau tegangan listrik (Volt), berarti bernilai 1. Apabila komputer tidak mendapatkan sinyal listrik atau tegangan listrik, berarti bernilai 0.

Bilangan Biner dapat dikonversikan ke jenis sistem bilangan lain seperti bilangan Desimal dan Oktal. Manusia sering menggunakan bilangan Desimal dalam kehidupannya sehari-hari. Bilangan Biner dan jenis sistem bilangan lainnya saling menyusun satu sama lain. Misalnya bilangan biner 00000010 merupakan angka 2 dalam bilangan Desimal. Begitupun sebaliknya, apabila angka 2 Desimal, maka berarti angka 00000010 dalam Bilangan Biner.

Bilangan Biner digunakan juga untuk menyusun suatu data ataupun file yang terdapat di dalam komputer. Misalnya terdapat suatu file yang berukuran 1MB (Mega Byte). Apabila 1 Byte= 8 bit, berarti file tersebut tersusun atas beratusratus bit menjadi sebuah file tersebut.

Bilangan Biner juga digunakan untuk berkomunikasi antar sesama komputer dalam suatu jaringan. Karena komputer hanya mengerti Bilangan Biner, maka komputer menstransmisikan sinyal-sinyal listrik ke perangkat jaringan untuk bisa berkomunikasi satu sama lain. Bilangan Biner sangat penting dalam menyusun

suatu jaringan komputer. Untuk menyusun suatu IP Address, Bilangan Biner sangatlah diperlukan.
Contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari adalah sinyal telepon seluler yang berupa sistem biner dikonversi dalam bentuk teks maupun suara, sehingga kita dapat menerima dan membaca pesan serta mendengarkan suara melalui telepon seluler. Contoh yang lain yaitu ketika kita ingin menuliskan kata atau kalimat di komputer, maka kita cukup menekan tombol pada keyboard. Maka secara otomatis komputer akan mengkonversi dari angka biner hiruf yang kita tekan menjadi huruf atau kalimat pada layar monitor.

2. Tujuan

Mengenal watak sistem ADC 8 bit

B. DASAR TEORI

Rangkaian ADC adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, dalam artian sinyal yang awalnya tidak bisa ditentukan nilai numericnya menjadi sinyal yang mempunyai sifat numeric.ADC memiliki fungsi yang merupakan kebalikan dari yang dilakukan oleh sebuah digital-to-analog converter (DAC).Umumnya, sebuah ADC adalah sebuah piranti elektronik yang mengubah sebuah tegangan menjadi sebuah bilangan digital biner.

Gambar 1 : rangkaian ADC (diagram blok ADC)

Jenis-jenis dari ADC dan fungsi dari masing-masing jenisnya 1. Tipe Tracking Tipe tracking menggunakan prinsip up down counter (pencacah naik dan turun). Fungsinya adalah : Binary counter (pencacah biner) akan mendapat masukan clock secara kontinyu dan hitungan akan bertambah atau berkurang tergantung pada kontrol dari pencacah apakah sedang naik (up counter) atau sedang turun (down counter). 2. Tipe flash / paralel Tipe ini dapat menunjukkan konversi secara lengkap pada kecepatan 100 MHz dengan rangkaian kerja yang sederhana. Berfungsi untuk mengatur masukan inverting dari tiap-tiap konverter menuju tegangan yang lebih tinggi dari konverter sebelumnya, jadi untuk tegangan masukan Vin, dengan full scale range, komparator dengan bias dibawah Vin akan mempunyai keluaran rendah. 3. Tipe successive approximation Tipe successive approximation merupakan suatu konverter yang paling sering ditemui dalam desain perangkat keras yang menggunakan ADC. Tipe ini memiliki kecepatan konversi yang cukup tinggi, meskipun dari segi harga relatif mahal. Prinsip kerja konverter tipe ini adalah, dengan membangkitkan pertanyaanpertanyaan yang pada intinya berupa tebakan nilai digital terhadap nilai tegangan analog yang dikonversikan. 4. Tipe Integrating menawarkan resolusi tertinggi dengan biaya terendah. ADC tipe ini tidak dibutuhkan rangkaian sample hold. Tipe ini memiliki kelemahan yaitu waktu konversi yang agak lama, biasanya beberapa milidetik.

Pada suatu ADC terdapat beberapa parameter atau karakteristik yang penting antara lain : 1. Resolusi Resolusi adalah jumlah bit (dalam kode digital atau binary digit) yang menyatakan tegangan analog pada masukannya. Resolusi dari sebuah converter sendiri adalah menunjukkan banyaknya nilai diskrit yang dapat dihasilkan pada skala tegangan tertentu. Sebagai contoh, sebuah ADC yang yang mengkodekan

sebuah masukan analog menjadi salah satu dari 256 nilai diskrit mempunyai resolusi 8 bit karena 2. = 256.

Kecepatan dan waktu konversi Kecepatan konversi adalah kecepatan waktu dimana ADC melakukan konversi dari masukan analog menjadi keluaran yang digital. Sedangkan waktu konversi sendiri adalah waktu dimana nilai masukan ditahan tetap selama waktu tertentu yaitu pada saat converter (ADC) melakukan sebuah pengkonversian. Dibutuhkan waktu konversi ini karena secara praktis ADC tidak dapat membuat sebuah pengkonversian yang terus menerus.

3.

Sampling rate Sampling rate adalah saat dari pengambilan nilai baru pada sebuah nilai digital yang baru saja diambil dari sebuah sinyal analog. Sinyal analog merupakan sinyal kontinyu dan perlu diubahnya menjadi sebuah sinyal digital. Untuk itu perlu untuk menentukan saat atau waktu dimana sebuah nilai digital yang baru diambil dari sebuah sinyal analog.

4.

Ketidaklinieran Ketidaklinieran adalah hasil yang didapat dari hubungan input dengan outputnya yang terjadi beberapa kesalahan.

5.

Akurasi Akurasi adalah tingkat ketelitian dimana sebuah konverter (ADC) melakukan konversi dari sinyal analog kedalam sinyal digital. Terkadang sebuah rangkaian ADC dalam kondisi tertentu (misal dari segi usia produksi atau pembuatan) tingkat akurasinya sangat buruk.

C. ALAT DAN BAHAN 1 buah DVM 1 buah sistem (ADC) 8 bit Beberapa kabel penghubung

D. SKEMA

E. LANGKAH KERJA

1. 2. 3. 4. 5. 6.
7.

Alat dan bahan disiapkan Dibuat susunan rangkaian seperti pada skema percobaan Sistem (ADC) dihidupkan DVM dipasang pada jalur masukan dengan masukan mula mula 0,8 V Data keluaran dicatat dengan cara mencatat angka digital 8 bit Langkah 4 sampai 5 diulangi sebanyak 20 data Dibuat grafik hubungan antara input (analog) dengan output (digital volt)

F. DATA DAN GRAFIK 1. Data No Input (v) x 20 1 0,04 2 0,09 3 0,13 4 0,21 5 0,25 6 0,29 7 0,31 8 0,36 9 0,40 10 0,44 11 0,49 12 0,52 13 0,56 14 0,62 15 0,69 16 0,74 17 0,80 18 0,84 18 0,89 20 0,94 2. Grafik

Output 0000 0001 0000 0011 0000 0100 0000 0111 0000 1000 0000 1001 0000 1010 0000 1011 0000 1101 0000 1110 0000 1111 0001 0000 0001 0010 0001 0011 0001 0110 0001 0111 0001 1001 0001 1010 0001 1100 0001 1101

Desimal 1 3 4 7 8 9 10 11 13 14 15 16 18 19 22 23 25 26 28 29

Desimal volt 0,39 1,16 1,55 2,71 3,09 3,48 3,87 4,25 5,03 5,41 5,80 6,19 6,96 7,35 8,51 8,89 9,67 10,05 10,83 11,21

Grafik Output VS Input


12
Output desimal (volt)

10 8 6 4 2 0 0 5 10 Input (volt) 15 20 Data

Grafik Output VS Input


12

Output desimal (volt)

10 8 6 4 2 0 0 5 10 15 20 25 Input (volt)

G. ANALISA

Analisa yang digunakan pada percobaan ini adalah berupa analisa grafik. Dimana dengan mengubah data angka biner kedalam desimal dapat dihasilkan grafik hubungan output desimal (volt) vs input (volt). Output desimal (volt) adalah sumbu y dan input (volt) adalah sumbu x. Dari pengolahan data sedemikian sehingga, didapatkan grafik yang berupa linier atau lurus. Hal ini menandakan bahwa besar input dan outpunya adalah sebanding atau mendekati sebanding. Semakin besar input yang diberikan maka semakin besar output yang dihasilkan. Dengan catatan pada percobaan ini nilai maksimal sudah ditentukan.

Kelebihan dengan menggunakan metode ini adalah memudahkan pembaca mengetahui hubungan langsung atau maksut dari data pengamatan atau percobaan. Selain itu, proses pembuatan dan analisa menjadi lebih cepat. Dari percobaan kali ini dengan menggunakan grafik dapat dilihat watak dari sistem ADC 8 bit ini. Namun metode grafik ini memiliki kekurangan karena hanya menampilkan atau menggambarkan berdasarkan data atau hasil yang ada, dengan kata lain tidak dapat menghilangkan atau mengedit suatu kesalahan yang ada. Oleh karena itu, didapati atau adanya ralat dan beberapa keanehan atau ketidakakuratan.

Pembuatan grafik menunjukkan tampilan yang tidak begitu linear yang membuktikan bahwa data yang dihasilkan dalam setiap kenaikan nilai masukan itu tidak konstan penambahannya. Adapun grafik yang dihasilkan dengan cara pertama adalah sebagai berikut:

Grafik Output VS Input


12
Output desimal (volt)

10 8 6 4 2 0 0 5 10 Input (volt) 15 20 y = 0,599x + 0,055 Data Linear (Data)

Nilai ralat dari data yang diperoleh adalah tidak terlau besar dapat terlihat pada grafik di atas. Kesalahan atau ralat dapat terjadi karena beberapa kesalah baik dari faktor manusianya atau juga dapat karena instrumen yang digunakan. Kesalah yang disebabkan oleh praktikan misalnya salah dalam membaca nilai pada tegangan masukan atau juga dapat dari kesalahan dalam membaca output biner pada instrumen. Sedangkan kesalahan yang dikarenakan oleh alat dapat karena waktu konversi ataupun tegangan yang terbaca pada alat tidak memenuhi tegangan untuk biner pada

bit di atasnya sehingga alat hanya memunculkan pada bit yang sebelumnya atau alat juga dapat memunculkannya pada bit yang berada diatasnya.

Berdasarkan teori, pada ADC 3 bit ada 8 keadaan bilangan biner oleh karena itu diperlukan 8 komparator. Apabila masukan analog mempunyai tegangan antara 0 sampai 5 volt maka harga tegangan tiap step nya adalah 5/8= 0,625 volt. Maka pada ADC 8 bit sesuai dengan percobaan kali ini ada 255 keadaan bilangan biner (2^8). Masukan analog disini mempunyai tegangan 0 sampai 18,8 V, maka harga tegangan tiap stepnya adalah 18,8/255 = 72,55 mV. Dari nilai tegangan untuk setiap step yang kecil mengakibatkan kesulitan dalam menyamakan kenaikan untuk setiap teganagan inputnya.

Karena beberapa data yang menyimpang, namun penyimpangan tersebut hanya sedikit atau kecil nilainya dengan kata lain ralat pada linier grafik ini sangat keci. Oleh karena itu watak trendline pada grafik tersebut dapat dikatakan linier meskipun tidak seutuhnya linier.

H. KESIMPULAN

Nilai masukan (volt) sebanding dengan nilai keluaran yang dihasilkan desimal (volt) Grafik yang dihasilkan dari hubungan masukan dengan keluaran adalah linier dengan sedikit ralat atau penyimpangan
Harga tegangan setiap stepnya adalah 72,55 mV I. DAFTAR PUSTAKA

http://bilangandigital.blogspot.com/2012/02/lsb-msb.html http://elka.ub.ac.id/praktikum/tak/tak.php?page=4 http://kuliah.andifajar.com/adc-analog-to-digital-converter/ http://ghadinkz23.blogspot.com/2011/01/pengertian-bilangan-biner.html http://www.oocities.org/ilham_aez/artikel/analog/ADC.html\


J. LAMPIRAN