Anda di halaman 1dari 4

MODEL PEMBELAJARAN DICK & CAREY

Pembelajara intruksional merupakan sebuah sistem karena memiliki komponen-komponen yang harus di organisasikan. Untuk mencapai kualitas pembelajaran, perencanaan pembelajaran haruslah di dasarkan pada pendekatan sisitem1[1].

Untuk merencanakan pembelajaran dapat dikembangkan berbagai model dan mengorganisasikan pembelajaran. Dari berbagai model rancangan pembelajaran, tidak ada model rancangan pembelajaran yang paling ampuh. Oleh karena itu, dalam menentukan modelrancangan untuk mengembangkan suatu program pembelajaran tergantung pada pertimbangan guru terhadap model yang akan digunakan atau dipilih.

1. Pengertian model dick dan carey Model Dick and Carey terdiri dari 10 langkah. Setiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehingga bagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untuk mempelajari model desain yang lain. Kesepuluh langkah pada model Dick and Carey menunjukan hubungan yang sangat jelas, dan tidak terputus antara langkah yang satu dengan yang lainya. Dengan kata lain, system yang terdapat pada Dick and Carey sangat ringkas, namun isinya padat dan jelas dari satu urutan ke urutan berikutnya.2[2]

Langkah awal pada model Dick and Carey adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Langkah ini sangat sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolah menengah dan sekolah dasar, khususnya dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran pada kurikulum agar dapat melahirkan suatu rancangan pembangunan. Penggunaan model Dick and Carey dalam pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar

(1) pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui dan mampu melakukan halhal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran, (2) adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki, (3) menerangkan langkahlangkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran.

2.

Langkah-langkah model Dick dan Carey

Berikut adalah langkah-langkah model Dick dan Carey: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran. Melaksanakan analisi pembelajaran Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa Merumuskan tujuan performansi Mengembangkan butirbutir tes acuan patokan Mengembangkan strategi pembelajaran Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif Merevisi bahan pembelajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.

a. Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran adalah langkah pertama yang dilakukan untuk menentukan apa yang diinginkan setelah melaksankan pembelajaran. Dick dan carey menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran adalah unutk menentukan apa yang dapat dilakukan oleh anak didik setelah mengikuti pembelajaran.

b. Melaksanakan analisi pembelajaran Setelah mengidentifikasi tujuan-tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan langkah-langkah yang dapat dilakukan yuntuk mencapai tujuan pembelajran tersebut. Langkah terakhir dalam proses analisis tujuan pembelajran adalah menentukan keterampilan,

pengetahuan, dan sikap yang di sebut dengan entry bfhavior (perilaku awal) yang diperlukan untuk memulai pembelajran. c. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa Analisis pararel dan konteks dimana siswa belajar, dan konteks apa tempat mereka menggunakan hasil pembelajaran. Aspeks-aspeks yang diungkap dalam kegiatan ini dapat berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berfikir, minat atau kemampuan awal.

d. Merumuskan tujuan performansi 1. Tujuan harus menguraikan apa yang akan dikerjakan, atau diperbuat oleh anak didik. 2. Menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat, yang ada pada waktu anak didik melaksankan. 3. Menyebutkan kriteria yang digunakan untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yang

dimaksudkan pada tujuan. Mengembangkan butirbutir tes acuan patokan

e.

Tes acuan patokan terdiri atas soal-soal yang secara langsung mengukur istilah patokan yang di deskripsikan dalam sustu perangkap tujuan khusus. Manfaat dari tes ini antara lain dapat mendiagnosiskan dan menempatkannya dalam kurikulum.

f. Mengembangkan strategi pembelajaran Strategi pembelajaran meliputi: kegiatan pembelajaran, penyajian informasi, praktek dan umpan balik pengetesan, dan mengikuti kegiatan selanjutnya.

g. Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran Produk pengembangan ini meliputi petunjuk untuk peserta didik, materi pembelajaran, dan soalsoal.

h. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif

Dalam merancang dan mengembangkan evaluasi formatif yang akan dihasilkan adalahinstrumen atau angket penilaian yang akan di gunakan untuk mengumpulkan data3[3]. Data-data yang diperoleh tersebut sebagai pertimbangan dalam merevisi pengembangan pembelajaran ataupun produk bahan ajar.

i. Merevisi bahan pembelajaran Data yang diperoleh dari evaluasi formatif dikumpulkan dan di interprestasikan untuk memecahkan kesulitan yang di hadapi peserta didik dalam mencapai tujuan. Bukan hanya untuk ini saja, singkatnya hasil evaluasi ini digunakan untuk merevisi pembelajaran agar lebih efektiv.

j. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif diantara kesepuluh tahapan desain pembelajaran diatas, tahapan ke-10 tidak dilaksanakan . evaluasi sumatif ini berada diluar sistem pembelajaran model dick dan carey. Sehingga dalam pengembangan ini tidak digunakan.
http://alimaksum.alkhoirot.net/2012/04/model-pembelajaran-dick-carey.html