Anda di halaman 1dari 18

WHAT IS THE DIFFERENCE OF STARVATION AND MALNUTRITION ???

DINIYAH KHOLIDAH Nutrition Dept. Health of Polytechnic Malang

Malnutrition

GIZI BURUK
NATURE OF SEVERE UNDERNUTRITION

Malnutrition is a condition in which there is unbalanced deficiency of nutrients. Causes are: Macronutrient deficiency Protein-energy malnutrition, Protein deficiency, Energy deficiency Micronutrient deficiency Electrolyte Potassium, Magnesium, Phosphorus Trace element Zinc, Copper, Chromium, Selenium Vitamin Deficiency Fat soluble - Vitamin D, Water soluble - Thiamine

Definisi Kurang Energi Protein

Kurang Energi Protein adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan

DIAGNOSIS PENGERTIAN GIZI BURUK


GIZI BURUK
Klinis dan atau antropometris

PENGERTIAN GIZI BURUK (lanjutan )


Klinis Gizi Buruk Tampak sangat kurus dan atau edema pd kedua punggung kaki sp seluruh tubuh Gizi Kurang Kurus Gizi Baik Gizi Lebih
7

Antropometri (BB/TB-PB) <-3 SD *) (bila ada edema BB bisa lebih)

DIAGNOSIS GIZI BURUK : 1. Terlihat sangat kurus dan atau edema, dan atau 2. BB/TB atau BB/PB : <-3 SD

-3 SD -2 SD - 2 SD +2 SD +2 SD
8

Normal Gemuk

(Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I, hal. 2)

Penyebab KEP :
Langsung : Penyakit infeksi Defisiensi energi dan protein Tidak langsung : Tingkat pendidikan Tingkat pengetahuan gizi Tingkat pendapatan Pekerjaan orang tua Besar anggota keluarga Pola asuh Sosio budaya Pola penyapihan Pola pemberian makanan padat

INFEKSI
Hubungan antara KEP dan penyakit infeksi merupakan --- Synergistik Penyakit infeksi yang menyebabkan KEP Cacar air Batuk rejang TBC Malaria Diare Cacing mis : Ascaris Lumbricoides Orang yang menderita KEP mudah terkena infeksi dan akan memperberat kondisinya dan sebaliknya.

Proses Depletion .

Patogenesis

L. John Hoffer, 2001. Clinical nutrition: 1. Protein energy malnutrition in the inpatient, CMAJ NOV. 13, 2001; 165 (10)

MAKANAN TAK ADEKUAT KATABOLIK


K A T A B . R I N G A

KATABOLIK BERAT KWASHIORKOR MALN.AKUT DECOMP. MALNUTR. KATAB. BERAT MAR.KWAS.

60%

N MARASMUS

Tipe, Tanda dan Gejala Klinis

MALN.KRONIK COMP. MALNURITION

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK 1. Kwashiorkor

2. Marasmus 3. Marasmik-kwashiorkor

15

KWASHIORKOR
1. 2. 3. 4. Edema, terutama pada kedua punggung kaki Wajah membulat dan sembab (moon face) Pandangan maya sayu Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit. Apatis dan rewel Pembesaran hati Otot mengecil (hipotofi) Crazy pavement dermatosis Sering disertai penyakit infeksi (akut), anemia dan diare

KEP - Gizi Buruk : Kwashiorkor

Kurus, Tulang Selangka & Tulang Rusuk Kelihatan

5. 6. 7. 8. 9.

Edema

KEP-Gizi Buruk : Kwashiorkor

Gizi buruk : Kwashiorkor


Rambut jarang Wajah Puffy

Crazy Pavement Dermatosis

Edema

Kwashiorkor

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLNIS ANAK GIZI BURUK (lanjutan ..)
1. Kwashiorkor

Hepatomegali

Edema

Perubahan status mental: apatis & rewel Rambut tipis, kemerahan spt warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok Wajah membulat dan sembab Pandangan mata sayu Pembesaran hati

22

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLNIS TANDA DAN GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK ANAK GIZI BURUK (lanjutan ..)
KWASHIORKOR (lanjutan.) Edema :

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLNIS ANAK GIZI BURUK (lanjutan ..)
KWASHIORKOR (lanjutan.)

Minimal pada kedua punggung kaki, bersifat pitting edema Derajat edema: + Kedua punggung kaki ++ Tungkai & lengan bawah +++ Seluruh tubuh (wajah & perut) Derajat edema untuk menentukan jumlah cairan yang diberikan
23

Otot mengecil (hipotrofi) Kelainan kulit berupa bercak merah muda yg meluas & berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas ( crazy pavement dermatosis) Sering disertai: penyakit infeksi (umumnya akut) anemia dan diare

24

Gambar anak kwashiorkor

Foto anak gizi buruk : Kwashiorkor (dengan campak)


Tampak ruam

Edema muka rambut kemerahan, mudah dicabut kurang aktif, rewel/cengeng pengurusan otot Kelainan kulit berupa bercak merah muda yg meluas & berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas (crazy pavement dermatosis)

Sumber: Prioritas pediatri di negara berkembang, edisi Indonesia, 1979, Morley.

25

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang

26

Foto anak gizi buruk : Kwashiorkor (dengan campak)


Tampak ruam

Foto anak gizi buruk : Kwashiorkor (dengan campak)

Scrotum edema
Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang
27

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang

28

Foto anak gizi buruk : Kwashiorkor


1. 2. 3.
Hepatomegali

MARASMUS
Tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit Wajah seperti orang tua Cengeng dan rewel Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit (baggy pant) Perut cekung Iga gambang Sering disertai penyakit infeksi (kronis berulang),diare

4.
Pitting Edema

5. 6. 7.

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

29

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK (lanjutan..)

Gambar anak marasmus

2. MARASMUS Tampak sangat kurus, hingga seperti tulang


terbungkus kulit Wajah seperti orang tua Cengeng, rewel Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (~pakai celana longgarbaggy pants) Perut umumnya cekung Tulang rusuk menonjol (Iga gambang, piano sign) Sering disertai penyakit infeksi (umumnya 31 kronis berulang) diare persisten

Anak gizi buruk kehilangan lemak dan otot, terlihat tulang terbungkus kulit, sehingga anak sulit untuk dapat berdiri tegak
Sumber: Prioritas pediatri di negara berkembang, edisi Indonesia, 1979, Morley.
32

Anak gizi buruk : Marasmus (dengan HIV/AIDS)


Anak gizi buruk : Marasmus dengan TB

wajah seperti orang tua kulit terlihat longgar tulang rusuk tampak terlihat jelas kulit paha berkeriput kulit di pantat berkeriput (baggy pants)

Rambut hitam Iga gambang

Tulang belakang menonjol


Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Karyadi, Semarang
33

Atrofi otot
34

Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Anak gizi buruk : Marasmus (dengan HIV/AIDS)

KEP - Gizi Buruk : Marasmus


Wajah spt orang tua

Rambut masih hitam

Kulit pantat berkeriput (baggy pants)


Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
35

Iga gambang, sangat kurus

Atrofi otot, Lemak sangat tipis/habis

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK (lanjutan)

Anak gizi buruk : Marasmik - Kwashiorkor


Iga menonjol

3. MARASMIK - KWASHIORKOR Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik Kwashiorkor dan Marasmus dengan BB/TB-PB <-3 SD disertai edema yang tidak mencolok
Atrofi otot

Edema di ke 2 punggung kaki


37 38

Sumber: Koleksi foto RSUD Dr. Chasan Bosoire, Ternate

Anak gizi buruk : Marasmik - Kwashiorkor

Anak gizi buruk : Marasmik - Kwashiorkor

Noma

Iga menonjol

Atrofi otot Iga menonjol


Sumber: Koleksi foto RSUD Dr. Chasan Bosoire, Ternate
39

Edema di ke 2 punggung kaki


Sumber: Koleksi foto RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
40

MARASMIK-KWASIORKOR

BALITA GIZI BURUK


BUKAN SEKEDAR KEKURANGAN ENERGI DAN PROTEIN SEMATA, NAMUN JUGA KEKURANGAN ZAT GIZI LAINNYA, OLEH KARENA ITU LEBIH TEPAT DISEBUT SEBAGAI SINDROMA MULTI NUTRIEN DEFISIENSI BERAT

Kombinasi tanda-tanda Marasmus dan kawashiorkor

LATIHAN 1
A B C Sebutkan status gizi dan tipe dari anak A, B, C ?

Jawaban pada hal 88

43

Sumber: M.Dynski-Klein, A colour atlas of Pediatrics, Wolfe Medical Publications Ltd, London 1975.

44

JAWABAN LATIHAN 1

Anak A, B, C mempunyai tinggi badan sama: Status gizi anak A: gizi buruk tipe kwashiorkor (2 tahun) Status gizi anak B: gizi baik (2 tahun) Status gizi anak C: gizi buruk tipe marasmus (4 tahun)

NUTRITIONAL STATUS

45

INDEKS ANTROPOMETRI

PENENTUAN STATUS GIZI PADA ANAK


Rumus menghitung Status Gizi berdasar Persen terhadap nilai median

BB/U MENGGAMBARKAN ADA / TIDAK NYA GANGGUAN GIZI UMUM TB/U MENGGAMBARKAN ADA / TIDAK NYA GANGGUAN GIZI KRONIS BB/TB MENGGAMBARKAN ADA / TIDAK NYA GANGGUAN GIZI AKUT

Nilai Riel
Nilai Median Katagori Status Indek: Gizi lebih Gizi Normal KEP Ringan KEP Sedang KEP Buruk BB/U >100%

x 100% = .%

TB/U >110% 95-110% 90-94% 85-89% <85%

BB/TB >110% 90-110% 80-89% 70-79% <70%

80-110% 70-79% 60-69% <60%

Penyakit gizi lain yang menyertai KEP


Defisiensi vitamin A Defisiensi zat besi,folat dan B12 Defisiensi vitamin B2 Defisiensi seng/Zn Pada KEP berat selalu disertai kekurangan vitamin dan mineral

EFFECT OF UNDERNUTRITION

KURANG ZAT GIZI MIKRO PADA ANAK GIZI BURUK

1. Kurang Vitamin A

TANDA DAN GEJALA KURANG ZAT GIZI MIKRO PADA ANAK GIZI BURUK

2. Anemia (kurang Fe, Asam Folat) 3. Kurang vitamin B dan C 4. Kurang Zn

53

54

KURANG ZAT GIZI MIKRO PADA ANAK GIZI BURUK (lanjutan )

ANEMIA

1. Kurang Vitamin A (KVA)

XEROFTALMIA

Telapak tangan anak yang menderita anemia terlihat sangat pucat. Bandingkan telapak tangan anak yang menderita anemia dengan telapak tangan orang sehat.
55

(sumber foto: Management of Severe Malnutrition, WHO)

56

KURANG ZAT GIZI MIKRO PADA ANAK GIZI BURUK (lanjutan )

Kurang Vitamin B

3. Kurang Vitamin B dan C

Stomatitis angularis: Kurang vit. B2 (riboflavin), vit. B6 (piridoksin), Glositis: Kurang vit. B2 , vit. B6, vit. B12 (kobalamin) Dermatitis seboroik: kurang vit. B2. vit. B6. Anemia dengan gangguan pembentukan/ proses pematangan eritrosit: kurang vit. B12
57 58

Stomatitis angularis

Noma

Xerosis kornea (X3b ?)

Sumber: Koleksi foto RSU M. Husein, Palembang

59

Sumber: Koleksi foto RSU M. Husein, Palembang

60

10

Kurang Vitamin B (lanjutan .)

Kurang Vitamin C

Diare: Kurang vit. B1 (tiamin), vit. B12 Tidak ada kenaikan BB, postur lebih kecil dari anak sehat: Kurang vit. B1 Dermatitis seboroik: kurang vit. B2. vit. B6. Perubahan pada mata seperti fotofobia, lakrimasi berlebihan: Kurang vit. B2

Scorbut: luka di gusi dan jaringan mukosa mulut dan mudah berdarah Gangguan pertumbuhan Perdarahan kapiler Gangguan pematangan eritrosit Gangguan pembentukan tulang, kuku, dentin Gangguan dalam respirasi jaringan

61

62

Kurang Vitamin C
Scorbut ?

KURANG ZAT GIZI MIKRO PADA ANAK GIZI BURUK (lanjutan )

Gangguan pembentukan kuku Gangguan pembentukan tulang iga (Rosary ?)

3. Kurang

Seng (Zn)

Perdarahan kapiler

Sumber:

63

64

Kurang Seng (Zn)

Kurang Seng (Zn)

Fungsi Zn : Sebagai komponen dari > 200 metalloenzym & hormon untuk metabolisme : - Sintesis DNA & RNA
- Stabilisasi membran - Memacu pertumbuhan - Meningkatkan imunitas - Maturasi seksual (remaja)

Tanda-tanda kelainan pada kulit:


- Hipo/ hiperpigmentasi - Deskuamasi (mengelupas) - Lesi ulserasi eksudatif (menyerupai luka bakar) - sering disertai infeksi sekunder (candida)

Kurang Zn : - Gangguan pertumbuhan - Dermatosis - Gangguan imunitas - Rambut rontok - Nafsu makan menurun

65

66

11

Crazy Pavement Dermatosis

Crazy Pavement Dermatosis

(sumber foto: Management of Severe Malnutrition, WHO)


67

Sumber: Koleksi foto RSU M. Husein, Palembang

68

Kurang Seng (Zn)

Flag?

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT PADA ANAK GIZI BURUK

Sumber: Koleksi foto RSU M. Husein, Palembang

69

70

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT PADA ANAK GIZI BURUK

1. ISPA/Pneumonia 2. Diare Persisten 3. Cacingan 4. Tuberkulosis 5. Malaria 6. HIV/AIDS

1. ISPA/Pneumonia - batuk - kesulitan bernapas - sakit tenggorokan - pilek - demam - sakit telinga

71

72

12

ISPA/Pneumonia (lanjutan .)

ISPA/Pneumonia (lanjutan .)

Tanda- tanda klinis pneumonia


a. Batuk atau kesulitan bernapas b. Pernapasan cepat (hitung napas dalam 1 menit dan anak dalam keadaan tenang)

c. Tarikan dinding dada ke dalam


Bagian dinding dada bagian bawah tertarik ke dalam pada saat anak menarik napas.

Pada bayi umur kurang dari 2 bulan dinding dada


Bila umur anak: Kurang dari 2 bulan Napas cepat bila hitungan napas: 60 kali permenit atau lebih

masih lunak, jika tarikan dinding dada ke dalam tersebut kuat (sangat dalam dan mudah terlihat) tanda pneumonia.
73 74

2 bulan sampai < 12 bulan 50 kali permenit atau lebih 12 bulan sampai < 5 tahun 40 kali permenit atau lebih

ISPA/Pneumonia (lanjutan ..)

ISPA/Pneumonia (lanjutan .)

d. Stridor suara keras yang terdengar pada saat menarik napas penyempitan laring, trakea/epiglotis. e. Wheezing Suara bising seperti siulan halus/tanda kesulitan waktu mengeluarkan napas.
Keterangan foto: Anak ini menunjukkan gejala tarikan dinding dada (Chest indrawing) yang merupakan salah satu tanda pneumonia. Seharusnya dinding dada mengembang ketika anak ini menarik napas, tetapi dinding dadanya justru tertarik ke dalam (gambar kanan).
(sumber foto: Rencana Kerja Jangka Menengah Nasional Penanggulangan Pneumonia Balita, 2005-2009)
75

Pneumonia berat juga mungkin disertai tanda-tanda lain seperti napas cuping hidung, suara rintihan dan sianosis.
76

ISPA/Pneumonia (lanjutan .)

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT PADA ANAK GIZI BURUK (lanjutan )

Tanda bahaya untuk anak umur 2 bulan 5 tahun:


- Tidak bisa minum Kejang- kejang Kesadaran menurun atau sukar dibangunkan Stridor pada waktu tenang

2. Diare Persisten Diare akut yang berlanjut sampai 14 hari atau lebih. Tanda dehidrasi: -letargis, gelisah dan rewel
- turgor kulit lambat ! - mata cekung ! - Haus !

Tanda bahaya pada bayi < 2 bulan: - Kurang mau minum - Demam atau teraba dingin - Wheezing
77

Tanda dehidrasi di atas kadang tidak tampak pada anak gizi buruk
(Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5)
78

13

TANDA DEHIDRASI: turgor menurun

TANDA DEHIDRASI

mata cekung (Sunken Eyes)

Mata cekung (gizi buruk)

Cubit selama 1 detik dan lepaskan: Belum balik > 2 detik turgor

(sumber foto: Management of Severe Malnutrition, WHO)

79

80

(sumber foto: Management of Severe Malnutrition, WHO)

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)

2. Diare Persisten (lanjutan ..) Tanda dehidrasi: - Tidak ada air mata - Mulut & lidah kering - tidak ada diuresis ( 6 jam)

3. Cacingan Ditemukan cacing/telur cacing dalam tinja penderita : - Ascaris lumbricoides - Ancylostoma duodenale - Necator americanus - Trichuris trichiura - Giardia Lambdia (amuba)
81 82

(Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5)

CACING KELUAR DARI MULUT & ANUS

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..) 4. Tuberkulosis


Diagnosis TB pada anak dengan kriteria 1. kontak erat dgn penderita TB yang BTA positif 2. reaksi kemerahan yang cepat (3-7 hari) setelah imunisasi BCG 3. BB menurun tanpa sebab yang jelas, walaupun sudah mendpt intervensi gizi. 4. Sakit dan demam lama atau berulang, tanpa sebab yang jelas

(sumber foto: www.rotten.com, Presentasi kebijakan program eliminasi filariasis di Indonesia, pada kajian albendazole dalam pengendalian penyakit cacingan di Hotel jayakarta, NTB, 2883 -30 Maret 2007)

84

14

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


4. Tuberkulosis (lanjutan ) 5. batuk-batuk > 3 minggu 6. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang spesifik 7. Skrofuloderma 8. Konjungtivitis fliktenularis 9. Uji tuberkulin positif (>10 mm) 10. Gambaran foto rontgen mendukung TB Bila ditemukan > 3 positif dari tanda-tanda diatas, dianggap TB
(Sumber: Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, Depkes RI, 2002, )
85

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT PADA ANAK GIZI BURUK (lanjutan)

4. Tuberkulosis (lanjutan )
Diagnosis TB pada anak dengan sistem skoring

Skor > 6 didiagnosis sebagai TB OAT

Jika ada skrofuloderma TB Uji tuberkulin negatif belum tentu anak tidak menderita TB (anergi)

86

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


SISTIM SKORING
Parameter
Kontak dgn pasien TB

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


SISTIM SKORING (lanjutan .)
Parameter
Demam tanpa sebab jelas Batuk-batuk

0
Tidak jelas

2
Lap keluarga, kuntak dgn pasien BTA negatif atau tidak tahu, BTA tdk jelas

3
Kontak dgn pasien BTA +

Skor

1 2 mg 3 mg 1 cm, jumlah 1, tidak nyeri Ada pembengkakan

Skor

Uji tuberkulin

negatif

Pos ( 10 mm atau 10 mm pd keadaan imunosupresi

Pembesaran kel limfe, koli, aksila, inguinal Pembengkakan tulang/sendi, panggul, lutut, falang Foto toraks Normal/ti dak jelas

Status Gizi

Gizi baik Tampak sehat (BB/TB antara 2SD - + 2SD)

Gizi Kurang Tampak kurus (BB/TB 3 SD < 2SD)

Gizi Buruk Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh

Suggestion TB

87

Bila skor 6 rujuk ke RS untuk evaluasi lebih lanjut Bilaa BB anak < 5 kg rujuk ke RS

88

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


4. Tuberkulosis (lanjutan ) Perlu perhatian khusus bila ditemukan hal-hal berikut: Tanda bahaya: - kejang, kaku kuduk - penurunan kesadaran - kegawatan lain misalnya sesak napas Foto toraks menunjukkan gambaran milier, kavitas, efusi pleura Gibus, koksitis

Anak dengan TB Paru

Sumber foto: Pedoman Nasional TB anak,

(Sumber: Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, Depkes RI, 89 2006, )

UKK Pulmonologi PP IDAI, 2005

90

15

UJI TUBERKULIN PADA ANAK

UJI TUBERKULIN PADA ANAK

(lanjutan ..)

Sumber : Pedoman Nasional TB Anak, UKK Pulmonologi PP IDAI, 2005


91

Sumber : Pedoman Nasional TB Anak, UKK Pulmonologi PP IDAI, 2005


92

UJI TUBERKULIN PADA ANAK (lanjutan ..)

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..) 5. Malaria


(Anak gizi buruk yang tinggal di daerah malaria/ riwayat kunjungan kedaerah risiko tinggi/ada riwayat sakit malaria/ada riwayat transfusi darah) periksa tanda & gejala malaria berat

- Demam & menggigil (teraba panas, suhu > 37,5 C)


Sakit kepala, nyeri otot Mual, muntah, diare Renjatan (syok) Kaku kuduk atau kejang Kesulitan bernafas Kuning (ikterik) Perdarahan Sediaan darah tebal (+) malaria

Sumber : Pedoman Nasional TB Anak, UKK Pulmonologi PP IDAI, 2005


93

94

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


5. Malaria (lanjutan )

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


5. Malaria (lanjutan )

Tanda-tanda bahaya: - Penurunan kesadaran, koma (malaria serebral)


- Distres pernafasan - Anemia berat (Hb < 5 gr % atau Ht < 15%) - Kejang berulang > 2 X 24 jam - Hipoglikemi : gula darah < 40 mg% - asidosis metabolik - kolaps sirkulasi, syok hipovolemia, hipotensi (tekanan sistolik < 50 mmHg) - Ikterus (kadar bilirubin darah > 3 mg%)
(Sumber: Pedoman Tatalaksana Kasus Malaria di Indonesia, Ditjen Pemberantasan Peny. 95 Menular & Penyehatan Lingkungan, Depkes RI, 2005)

Tanda-tanda bahaya (lanjutan .): - Renjatan/ syok ( tekanan sistolik < 70 mm


Hg (pada anak tekanan nadi = 20 mmHg), disertai keringat dingin - Kelemahan otot (tak bisa duduk/ berjalan) - Hiperpireksia (temperatur rektal > 41C) - hemoglobinuria (black water fever) - perdarahan spontan - gagal ginjal
(Sumber: Pedoman Tatalaksana Kasus Malaria di Indonesia, Ditjen Pemberantasan Peny. 96 Menular & Penyehatan Lingkungan, Depkes RI, 2005)

16

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..) 6. HIV/AIDS


(pada anak ditularkan oleh ibunya)

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PENYERTA/PENYULIT (lanjutan..)


6. HIV/AIDS (lanjutan ..)

Curiga HIV
Gejala umum yg tidak spesisik:

- Otitis Media Kronis :

> 14 hr - Diare persisten : > 14 hr - Gizi kurang : pd bayi < 6 bln yg mengalami gangguan pertumbuhan (KMS) - Gizi buruk : tidak ada perbaikan walaupun sudah di terapi

Voluntary Counseling Test (VCT) - Orang tua Narkoba (ayah/ibu) - Keluarga risiko (perokok berat, pemabuk, penjudi, dll)

Gejala umum yg spesifik pd anak:


- Pneumocystic pneumonia

- Kandidiasis oesofagus - Lymphoid Intertitial pneumonia atau - Kaposis sarkoma

97

98

Pencegahan

Tata Laksana Gizi Buruk

Mempertahankan status gizi anak Mengurangin resiko terjadinya infeksi Meminimalkan akibat penyakit infeksi Rehabilitasi penderita KEP yang masih dalam fase dini

Tatalaksana KEP berat

Tatalaksana KEP berat

1.Pengobatan dan pencegahan hipoglikemia 2.Pengobatan dan pencegahan hipotermia 3.Pengobatan dan pencegahan dehidrasi 4.Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit

5.Pengobatan dan pencegahan infeksi 6.Mulai pemberian makan 7.Masa tumbuh kejar 8.Koreksi defisiensi mikro nutrient 9.Berikan stimulasi sensorik dan dukungan emosional 10.Tindak lanjut di rumah

17

10 Langkah Utama Tatalaksana Gizi Buruk


BERAT BADAN NAIK KEP BERAT / TANDA SAKIT

Stabilisasi No Tindakan Hr 1 - 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mencegah / mengatasi hipoglikemi Mencegah / mengatasi hipotermi Mencegah / mengatasi dehidrasi Mengatasi gangguan elektrolit Mengobati infeksi Mengatasi kekurangan zat gizi mikro Memberikan makanan stabilisasi & transisi Memberikan makanan tumbuh kejar Memberikan stimulasi Mempersiapkan tindak lanjut di rumah Tanpa Fe Hr 3 -7

Transisi Hr 8 -14

Rehabilitasi Mg 3 - 6

Tindak lanjut Mg 7- 26

POSYANDU
PENIMBANGAN KONSELING SUPLEMENTASI GIZI PELAYANAN KESEHATAN DASAR

KMS

KEP RINGAN / SEDANG

SELURUH KELUARGA
(TERMASUK KELUARGA MISKIN) Dengan Fe

PPG
PMT PEMULIHAN KONSELING
KEP BERAT / TANDA SAKIT

SEMBUH, PERLU PMT

1. PUSKESMAS 2. RUMAH SAKIT

DIAGRAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN PPPG DATANG


Diplot dlm KMS dan interpretasi

Konsumsi
1. 2. 3. 4. Kecukupan Energi Kecukupan Gizi Diversifikasi Pangan Keamanan Pangan

Sumber : Patrick Webb and Beatrice Rogers. 2003 (dimodifikasi)

Dicatat dlm buku catatan penimbangan Didaftar dan diberi nomor urut Sesuai nomor urut

1. 2.

Falilitas dan Layanan Kesehatan Fasilitas Kesehatan Layanan Kesehatan

Ditimbang

Tidak Naik: Naik Kurang/ Turun/Tetap

Naik/ Sehat

1. 2. PENYERAPAN PANGAN 1. 2.

Sanitasi dan Ketersediaan air Kecukupan Air Bersih Sanitasi


Pengetahuan Ibu RT Pola Makan Pola Asuh Kesehatan

Ke ruang tunggu

KONSELING

PMT Penyuluhan

1 5 9

2 6 10

3 7 11

4 8 Dst.

Perlu Perlu PMT dirujuk ke Pemulihan Puskesmas/RS dan/atau YanKesDas

PULANG

1. 2. 3.

Outcome Nutrisi dan Kesehatan Harapan Hidup Gizi Balita Kematian Bayi

Dasar Pertimbangan Penyusunan Cairan Rehidrasi & Makanan Formula Untuk Gizi Buruk
KEADAAN FAAL TUBUH ANAK GIZI BURUK SANGAT BERBEDA DARI FAAL TUBUH ANAK TIDAK GIZI BURUK

18