Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis tunjukan kepada Allah SWT atas kemudahan, keberkahan, serta karuniaNya yang

lain sehingga penulisan ini dapat diselesaikan dengan baik Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan pada kekasih Allah yakni Nabi Muhamad SAW, keluarga, sahabat, serta kita sebagai pengikutnya. Amin Penulis menyadari bahwa makalah dengan judul MODUL GAWAT DARURAT ini sangat jauh dari sempurna. Maka pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ayah, Bunda dan keluarga, atas dukungan baik moril maupun materil. 2. Bapak Adi Harsa selaku dosen TIK 3. Teman-teman RMIK yang saya cintai dan saya banggakan. Semoga Allah membalas jasa mereka dengan segala kebaikan. Amin. Segala bimbingan, arahan, serta masukan yang mebangun sangat penulis harapkan. Semoga karya tulis ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................... i Unit Gawat Darurat (UGD) .......................................................................................1 Dukungan unit lain untuk UGD: .............................................................................1 Peran Instalasi Gawat Darurat: ...............................................................................2 Tugas Instalasi Gawat: ............................................................................................2 Kegiatan Instalasi Gawat Darurat: ..........................................................................2 Pengelolaan unit administrasi umum dan pengaturan SDM : ................................3 Pengelolaan keperawatan :......................................................................................3 Pengelolaan penunjang dan pelatihan .....................................................................3 Penyelenggaraan pelayanan khusus/siaga bencana : ..............................................3 BATASAN EMRGENCY CARE ..........................................................................4 Kegiatan yang menjadi tanggung iawab UGD: ......................................................4 Masalah-masalah yang ada di UGD .......................................................................5 Faktor yang berperan sebagai penyebab makin meningkatnya angka kunjungan penderita ke UGD ......................................................................................................6 Upaya penyelesaian masalah ..................................................................................6 Konsep Gawat Darurat............................................................................................7 PRINSIP GAWAT DARURAT .............................................................................7 Prinsip penanganan gawat darurat : ........................................................................7 PERSPEKTIF GAWAT DARURAT .....................................................................8 SISTEM PENANGANAN GAWAT DARURAT ............. Error! Bookmark not defined. Contoh gambar penanganan pada gawat darurat : ..................................................9

ii

Unit Gawat Darurat (UGD) adalah salah satu bagian di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakitdan cedera, yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. Di UGD dapat ditemukan dokter dari berbagai spesialisasi bersama sejumlah perwat dan juga asisten dokter. Saat tiba di UGD, pasien biasanya menjalani pemilahan terlebih dahulu, anamnesis untuk membantu menentukan sifat dan keparahan penyakitnya. Penderita yang terkena penyakit serius biasanya lebih sering mendapat visite lebih sering oleh dokter daripada mereka yang penyakitnya tidak begitu parah. Setelah penaksiran dan penanganan awal, pasien bisa dirujuk keRS, distabilkan dan dipindahkan ke RS lain karena berbagai alasan, atau dikeluarkan. Kebanyakan UGD buka 24 jam, meski pada malam hari jumlah staf yang ada di sana akan lebih sedikit. Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan pelayanan yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dan cedera yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. Dengan tetap memperhatikan Kecepatan dan Ketepatan Pelayanan, Instalasi Gawat Darurat RS Stella Maris siap melayani setiap hari selama 24 jam, di layani oleh dokter umum dan tenaga medis yang terampil dan terlatih. Terdapat pembagian Instalasi Gawat Darurat yang bertujuan untuk mempercepat Pelayanan dan Penanganan : - Instalasi Gawat Darurat Bedah - Instalasi Gawat Darurat Non Bedah Dukungan unit lain untuk UGD: - Layanan Ambulance 24 jam - Layanan kamar operasi 24 jam
1

- Layanan Intensif ICU/ICCU/PICU Peran Instalasi Gawat Darurat: - Memberikan pelayanan gawat darurat yang cepat, tepat dan cermat dan terjangkau sesuai kebutuhan masyarakat. Menyiapkan fasilitas SDM yang terampil dan bermutudalam melakukan pelayanan gawat darurat. - Meningkatkan mutu tenaga pelayanan khusus gawat darurat secara berkesinambungan. - Berpartisipasi dalam melaksanakan penelitian di bidang gawat darurat.

Tugas Instalasi Gawat: - Menyelenggarakan pelayanan medis pasien gawat darurat yaitu pasien dengan ancaman kematian dan perlu pertolongan segera (critically ill patient), pasien yang tidak ada ancaman kematian tetapi perlu pertolongan segera (emergency patient), dan pelayanan pasien tidak gawat tidak darurat yang datang ke IGD selama 24 jam terus menerus. - Mengelola pelayanan khusus siaga bencana dan pelayanan medis saat bencana. - Bersama dengan Bagian Pendidikan & Penelitian mengelola pelatihan penanganan pasien gawat darurat.

Kegiatan Instalasi Gawat Darurat: A. Penyelenggaraan pelayanan medis gawat darurat: pelayanan resusitasi, pelayanan bedah (surgikal), pelayanan nonbedah (Medikal), obstetrik ginekologi dan pediatrik yang meliputi kegiatan : - Monitoring supervisi pelayanan medis di R. Tindakan, Observasi/Rawat Sementara. - Monitoring supervisi keluhan pasien/pelanggan lain. - Audit pelayanan dan audit kematian. - Pendataan dan penanganan kasus bermasalah. - Pengawasan transportasi pasien gawat darurat dari IGD ke OK atau ICU. - Melakukan pelayanan kasus tidak gawat tidak darurat melalui pelayanan poliklinik 24 jam.

Pengelolaan unit administrasi umum dan pengaturan SDM : - Perencanaan kegiatan. - Pengawasan rekam medik. - Penyelenggaraan kesekretariatan. - Akreditasi. - Pencatatan, pelaporan dan pengolahan data. - Pengaturan SDM. - Pengawasan keamanan dan ketertiban dan kordinasi dengan SATPAM.

Pengelolaan keperawatan : - Pengelolaan asuhan keperawatan - pelaksanaan bimbingan, pemantauan, pengawasan, dan penilaian asuhan keperawatan - Pemantauan dan pengawasan etika profesi keperawatan - Pengawasan pendukung pelayanan (koordinasi pekarya)

Pengelolaan penunjang dan pelatihan : - Pengelolaan peralatan medis dan non medis. - Pengawasan kebersihan (koordinasi kegiatan Cleaning Service) - Pengawasan Depo Farmasi. - Pengelolaan pendidikan dan pelatihan gawat darurat.

Penyelenggaraan pelayanan khusus/siaga bencana : - Pelayanan penanggulangan gawat darurat terpadu bencana (SPGDTB). - Pelayanan siaga VVIP. - Pelayanan komunikasi dan informasi. - Pelayanan ambulans. - Pelayanan siaga dengan pendataan kerawanan dan potensi sumber daya
3

(geomedic mapping). - Penyiapan tim reaksi cepat (rapid respons) pada saat terjadi bencana.

BATASAN EMRGENCY CARE Batasan yang dimaksud dengan pelayanan gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera (imediatlely) untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving). Unit kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan gawat darurat disebut dengan nama Unit Gawat Darurat (emergency Unit). Tergantung dari kemampuan yang dimilki, keberadaan UGD tersebut dapat beraneka macam.

Kegiatan yang menjadi tanggung iawab UGD: Menyelenggarakan pelayanan gawat darurat Bertujuan menyelamatkan kehidupan penderita, namun sering dimanfaatkan hanya untuk memperoleh mendapatkan pelayanan pertolongan pertama dan bahkan pelayanan rawat jalan. Menyelenggarakan pelayanan penyeringan untuk kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan rawat inap intensif. Merujuk kasus-kasus gawat darurat yang dinilai berat untuk memperoleh pelayanan rawat inap intensif. Menyelenggarakan pelayanan informasi medis darurat. Menampung serta menjawab semua pertanyaan semua anggota masyarakat tentang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan keadaan medis darurat (emergency medical questions).

Masalah-masalah yang ada di UGD Sama halnya dengan berbagai unit pelayanan kedokteran lainnya, mengelola UGD tidak semudah yang diperkirakan. Akan banyak masalah yang ditemukan yang jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas dua macam, yaitu: 1. Masalah pembiayaan Masalah pertama yang ditemukan adalah kesulitan pebiayaan dalam megelola UGD. Terdapat dua faktor utama yangberperan, pertama, karena biaya pegelolaan UGD memang besar. Kedua, karena pendapatan UGD tidak pernah bias dijamin. 2. Masalah beban kerja Perbedaan pengertian keadaan gawat darurat antara pasien dengan petugas kesehatan, menyebabkan pelayanan UGD sering dimanfaatkan oleh mereka yang sebenarnya kurang membutuhkan. Hal ini berakibat atas banyaknya jumlah pengunjung rawat jalan akan berkurang. Dampaknya akan terlihat pada menurunnya pendapatan.

Faktor yang berperan sebagai penyebab makin meningkatnya angka kunjungan penderita ke UGD. Selain karena perbedaan pengertian keadaan gawat darurat , juga kerana factorfaktor sebagai berkut: Tidak tersedianya berbagai sarana kesehatan lain yang setiap saat dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pelayanan rawat jalan, terutama pada harihari libur. Makin banyak dokter yang lebih senang merujuk penderita ke UGD dari pada melakukan tindakan medis di tempat praktek pribadi. Makin banyak penderita yang menghemat, tidak berkunjung dlu ke dokter atau ke klinik, karena menurut penilaian mereka dokter atau klinik juga nantinya akan merujuk mereka. Pengaruh kebijakan asuransi kesehatan, yang hanya menanggung biaya perawatan rawat jalan apabila diselenggarakan oleh UGD.

Upaya penyelesaian masalah Untuk mengatasi berbagai masalah pelayanan gawat daurat ada beberapa upaya penyelesaian yang dapat dilaksanakan. Upaya-upaya yang dimaksud antara lain: Meningkatnya pendidikan kesehatan masyarakat, sehingga di satu pohak pemahaman masyarakat tentang pelayanan gawat darurat dapat ditingkatkan, di pihak lain kemampuan masyarakat dalam meanggulangi maalah-masalah kesehatan sederhana dapat ditingkatkan. Menambah jumlh sarana kesehatan yang bertangguang jawab menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, termasuk pelayanan pertolongan pertama . Menggalakkan program asuransi kesehata, terutama yang menganut sisten pembayaran pra-upaya (pre-payment system).

Konsep Gawat Darurat Gawat Darurat : harus segera ditangani terutama yang mengancam jiwa & kecacatan dg alat / obat seadanya. Perlu dibedakan : penderita gawat darurat. penderita gawat tidak darurat. penderita darurat tidak gawat. penderita tidak gawat tidak darurat penderita meninggal. Pendekatannya / penanganannya : Segera tangani hal-hal yg dpt menyebabkan kematian & kecacatan. Diagnosis tdk boleh menunda tindakan yg jelas ada indikasi. Anamnesis lebih mendetil tdk perlu, hanya untuk evaluasi dalam keadaan akut Empati

PRINSIP GAWAT DARURAT 1. SDM perlu disiplin yg tinggi. 2. Perlu pengetahuan dan ketrampilan yg cukup dari SDM. 3. SDM ada antusias dan kreativitas yg tinggi. 4. SDM mengetahui hal-hal yg dpt menyebabkan kematian dan kecacatan dalam waktu singkat. 5. Harus dapat segera mencukupi kebutuhan oksigen dalam sel.

Prinsip penanganan gawat darurat : Airway harus segera dibebaskan. Breathing harus adekuat. Circulation stabil dan adekuat. Mencari penyebab gangguan kesadaran & neurogis. Tindakan CITO bila diperlukan. Ada dokumentasi, klien sbg subyek, monitoring, manusiawi.

PERSPEKTIF GAWAT DARURAT Merupakan hal yg sangat mencemaskan baik pasien, keluarga dan SDM , pemerintah serta masyarakat secara luas. Keadaan gawat darurat dapat terjadi dimana saja & kapan saja. Perlu adanya sisitem penanggulangan gawat darurat terpadu yg jelas. Keadaan gawat darurat tdk dpt diprediksi baik jumlah korban maupun kondisi pasiennya. Masyarakat perlu memahami hal-hal yg dpt menyebabkan keadaan gawat darurat dan cara menolongnya. Perlu adanya evaluasi setelah kejadian.

Contoh gambar penanganan pada gawat darurat :