Anda di halaman 1dari 5

TEORI BINTANG KEMBAR. . by RA Lyttleton 1956.

Teori ini diberi nama teori bintang kembar karna Lyttleton beranggapan bahwa tata surya ( matahari dan planet ) terbentuk dari dua buah bintang, yang kemudian salah satunya hancur dan membentuk panet dan yang lainnya menjadi bintang ( matahari ) adpun alsan dari pendapat ini karna setelah penelitian terhadap tata surya lain ternya ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna itulah Lyttleton beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meladaknya bintang kembar. Adapun raian dari teori tersebut adalah sebagai berikut :

matahari dan kembarannya

Pada awalnya di tata surya kita ada dua buah bintang kembar yaitu matahari dan kembarannya. Entah karma sebab apa kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada suatu ketika kemudian kembaran dari maahari tersebut benar bena meledak menjadi serpihan serpihan kecil dan debu debu.

salah satu matahari hancur

hasil dari pilinan

Serpihan dan debu tersebut kemudian terperangkap oleh gaya grafitasi matahari, namun tidak tersedot masuk. Kemudian debu debu yang terbentuk nberkumpul dan mempilin sehingga

membentuk planet dan serpihan - serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang memisahkan planet dalam dan luar.

bagian matahari yang menjadi astroid

Pengertian Teori Proto PlanetPencarian teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 menunjukkan betapatidak mudahnya menemukan satu teori yang paling memungkinkan. Apalagi masing-masing teori yang dibangun masih menyisakan masalah mendasar yang belumterpecahkan. Sejak tahun 1960, pendekatan baru maupun pengembangan dari pendekatanyang sudah ada menjadi perhatian dalam pencarian teori pembentukan Tata Surya. Teori-teori yang lahir sejak tahun 1960 adalah Teori Proto-planet (1960, 1988), Teori Akresi(1961), Teori Capture (Penangkapan) (1964), Teori Nebula Matahari (1973) dan TeoriLaplace Modern (1974).Teori Proto-planetProto planet merupakan embrio planet didalam piringan yang tarik menarik satu samalainnya secara gravitasi dan bertubrukan. Proto planet akan saling mengganggu orbit satusama lainnya dan bertabrakan membentuk planet (terjadi coalesce yang membentuk planet). Teori proto planet dikemukakan McCrea pada tahun 1960 dengan ide awal, pembentukan bintang dan planet harus dipertimbangkan secara bersamaan. Tak mungkin pembentukan planet dipertimbangkan tanpa memikirkan bagaimana bintang terbentuk.Untuk mendukung idenya, McCrea kemudian membangun teori untuk mendukungkeberadaan idenya tersebut. Teori tersebut menunjukkan pembentukkan sebuah sistem, bintang dan planet. Teori ini juga menunjukkan bagaimana bintang bisa memilikisebagian besar massa dan planet-planet memiliki sebagian besar momentum sudut sistem.

Teori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu. Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planetplanet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat. Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulanbulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. Peranan yang dipegang

matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas. platesimal Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai Teori Kabut Laplace dan pada kali ini saya akan membahas mengenai teori Planetesimal. Seabad setelah teori kabut, Muncul teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat ''matahari asal'' pada suatu ketika matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari oleh tenaga penarikan matahari asal tadi.

Maka terjadilah ledakan yang sangat dahsyat, Gas pada yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari kemudian mengembun lalu membeku sebagai benda benda yang padat dan disebut Planetesimal. Dalam perkembangan selanjutnya menjadi planet-planet yang salah satunya adalah planet Bumi kita. Dimulai pada kondisi benda yang berbentuk gas bersuhu sangat panas, kemudian karna proses waktu dan perputaran cepat, maka terjadi pendinginan pada benda yang bersuhu sangat panas tersebut yang menyebabkan terjadinya proses pemadatan (pada bagian luar) sedangkan suhu bumi pada bagian dalam masih sangat panas mencapai 6000 Celsius.

Protoplanet adalah planet berukuran seperti bulan, atau embrio planet yang berukuran lebih besar, yang terdapat dalam cakram protoplanet. Mereka dianggap terbentuk dari planetisimal berukuran beberapa kilometer, yang secara gravitasi saling tarik-menarik dan bertabrakan. Menurut teori pembentukan planet, orbit-orbit protoplanet sedikit berpotongan satu sama lain sehingga terjadilah tabrakan berdampak besar dan selanjutnya secara bertahap membentuk planet-planet yang dominan.

Dalam kasus Tata Surya, diperkirakan bahwa tabrakan antar planetisimal menciptakan beberapa ratus embrio planet. Embrio tersebut mirip dengan Pluto, dengan massa sekitar 1022 sampai 1023 kg dan berdiameter beberapa ribu kilometer. Selama sekitar 100 Ma mereka terlibat tabrakan berdampak besar satu sama lain. Kejadian yang jelas mengenai bagaimana embrioembrio planet bertabrakan untuk membentuk planet tidaklah diketahui, namun diperkirakan bahwa tabrakan awal akan membuat embrio "generasi" pertama digantikan oleh embrio generasi kedua, yang jumlahnya lebih sedikit tetapi ukurannya lebih besar. Pada gilirannya tabrakan selanjutnya akan menciptakan generasi ketiga yang lebih sedikit lagi namun berukuran lebih besar dari embrio sebelumnya. Akhirnya hanya akan tertinggl segelintir embrio yang tersisa, yang kemudian bertabrakan dan akhirnya membentuk kumpulan planet-planet yang sebenarnya.