Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Pengendalian proses adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang melibatkan pembuatan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses tertentu. Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20 C. Pada kasus ini, temperatur disebut sebagai variabel terkendali. Selain itu, karena temperatur diukur oleh suatu termometer dan digunakan untuk menentukan kerja pengendali (apakah ruangan perlu didinginkan atau tidak), temperatur juga merupakan variable input. emperatur yang diinginkan (20 C) adalah setpoint. !eadaan dari pendingin (misalnya laju keluaran udara pendingin) dinamakan variabel termanipulasi karena merupakan "ariabel yang terkena aksi pengendalian. #lat pengendalian yang umum digunakan adalah Programmable Logic Controller (P$C). #lat ini digunakan untuk membaca input analog maupun digital, melakukan serangkaian program logika, dan menghasilkan serangkaian output analog maupun digital. Pada kasus sistem pengaturan temperatur, temperatur ruangan menjadi input bagi P$C. Pernyataan%pernyataan logis akan membandingkan setpoint dengan masukan nilai temperatur dan menentukan apakah perlu dilakukan penambahan atau pengurangan pendinginan untuk menjaga temperatur agar tetap konstan. &utput dari P$C akan memperbesar atau memperkecil aliran keluaran udara pendingin bergantung pada kebutuhan. 'ntuk suatu sistem pengendalian yang kompleks, perlu digunakan sistem pengendalian yang lebih kompleks daripada P$C.

1.2. Rumusan Masalah () )agaimana prinsip%prinsip dari alat pengendalian proses pembuatan 'rea 2) #pa contoh alat pengendalian yang digunakan dalam pembuatan 'rea. 1.3. Tu uan () *apat mengetahui bagaimana prinsip%prinsip dari alat pengendalian proses pembuatan 'rea 2) *apat mengetahui contoh alat pengendalian proses tersebut yang digunakan dalam pembuatan 'rea. 1.!. Man"aat () +emberikan pengetahuan dan pemahaman prinsip%prinsip dan contoh alat pengendalian proses. 2) +enjadikan salah satu re,erensi pembelajaran mata kuliah pengendalian proses mengenai prinsip%prinsip alat pengendalian proses.

BAB II PEMBAHA#AN 2.1 Tu uan $emasangan alat $engen%al&an #gar proses selalu stabil dibutuhkan instalasi alat%alat pengendalian. #lat%alat pengendalian dipasang dengan tujuan(. +enjaga keamanan dan keselamatan kerja. !eamanan dalam operasi suatu pabrik kimia merupakan kebutuhan primer untuk orang%orang yang bekerja di pabrik dan untuk kelangsungan perusahaan. 'ntuk menjaga terjaminnya keamanan, berbagai kondisi operasi pabrik seperti tekanan operasi, temperatur, konsentrasi bahan kimia, dan lain sebagainya harus dijaga tetap pada batas%batas tertentu yang dii.inkan. 2. +emenuhi spesi,ikasi produk yang diinginkan. Pabrik harus menghasilkan produk dengan jumlah tertentu (sesuai kapasitas desain) dan dengan kualitas tertentu sesuai spesi,ikasi. 'ntuk itu dibutuhkan suatu sistem pengendali untuk menjaga tingkat produksi dan kualitas produk yang diinginkan. /. +enjaga peralatan proses dapat ber,ungsi sesuai yang diinginkan dalam desain. Peralatan%peralatan yang digunakan dalam operasi proses produksi memiliki kendala%kendala operasional tertentu yang harus dipenuhi. Pada pompa harus dipertahankan 0PS1, pada kolom distilasi harus dijaga agar tidak flooding, temperatur dan tekanan pada reaktor harus dijaga agar tetep beroperasi aman dan kon"ersi menjadi produk optimal, isi tangki tidak boleh luber ataupun kering, serta masih banyak kendalakendala lain yang harus diperhatikan. 2. +enjaga agar operasi pabrik tetap ekonomis. &perasi pabrik bertujuan menghasilkan produk dari bahan baku yang memberi keuntungan yang maksimum, sehingga pabrik harus dijalankan pada kondisi yang menyebabkan biaya operasi menjadi minimum dan laba yang diperoleh menjadi maksimum.

3.

+emenuhi persyaratan lingkungan. &perasi pabrik harus memenuhi berbagai peraturan lingkungan yang

memberikan syarat%syarat tertentu bagi berbagai buangan pabrik kimia. 'ntuk memenuhi persyaratan diatas diperlukan penga4asan (monitoring) yang terus menerus terhadap operasi pabrik kimia dan inter"ensi dari luar ( external intervention) untuk mencapai tujuan operasi. 1al ini dapat terlaksana melalui suatu rangkaian peralatan (alat ukur, kerangan, pengendali, dan komputer) dan inter"ensi manusia (plant managers, plants operators) yang secara bersama membentuk control system. *alam pengoerasian pabrik diperlukan berbagai prasyarat dan kondisi operasi tertentu, sehingga diperlukan usaha%usaha pemantauan terhadap kondisi operasi pabrik dan pengendalian proses supaya kondisi operasinya stabil. 2.2 #&stem Pengen%al&an Sistem pengendali diterapkan untuk memenuhi / kelompok kebutuhan, yaitu() 2) /) alir), menekan pengaruh gangguan eksternal memastikan kestabilan suatu proses kimia4i optimasi kinerja suatu proses kimia4i 5ariabel%"ariabel yang terlibat dalam proses operasi pabrik adalah 6 (laju (temperatur), P (tekanan) dan C (konsentrasi). 5ariabel%"ariabel tersebut dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu "ariabel input dan "ariabel output. 5ariabel input adalah "ariabel yang menandai e,ek lingkungan pada proses kimia yang dituju. 5ariabel ini juga diklasi,ikasikan dalam 2 kategori, yaitu() 2) manipulated (adjustable) variable, jika harga "ariabel tersebut dapat diatur dengan bebas oleh operator atau mekanisme pengendalian disturbance variable, jika harga tidak dapat diatur oleh operator atau sistem pengendali, tetapi merupakan gangguan. Sedangkan "ariabel output adalah "ariabel yang menandakan e,ek proses kimia terhadap lingkungan yang diklasi,ikasikan dalam 2 kelompok-

(. 2.

measured output variables, jika "ariabel dapat diketahui dengan pengukuran langsung unmeasured output variables, jika "ariabel tidak dapat diketahui dengan pengukuran langsung.

2./. '(nt(h alat $engen%al&an Pr(ses 2./.(. HP S !"PP#! (H"$H P!#SS%!# S !"PP#!) #lat ini berada pada unit sintesa urea di pabrik urea P . Pupuk !altim. *alam sintesa urea, reaksi pembentukan urea di reaktor tidak berlangsung sempurna. #kibatnya produk yang keluar reaktor masih mengandung ammonium carbamate yang belum terkon"ersi menjadi urea serta terdapat kelebihan 01/. !edua produk sampingan ini harus dipisahkan dari larutan urea yang dihasilkan. 'ntuk memisahkan reaktan ini, dilakukan stripping dengan menggunakan gas C&2 dalam alat yang bernama Hig& Pressure Stripper' #lat ini merupakan shell and tube e7changer yang terdiri dari 2380 tube type straight dengan outside diameter /( mm dan inside dimeter shell 2/00 mm. 6luida s&ell side adalah steam dengan mass flo( 32900 kg:jam dan temperatur 2(2 oC, sedang ,luida tube side adalah sistem larutan urea ; gas C&2. () 6iloso,i Proses $arutan urea dari reaktor pada suhu <(=/ oC dikontakkan dengan gas C&2 pada suhu <(20 oC secara counter current. 'rea mengalir turun membasahi sepanjang dinding tube mebentuk lapisan tipis (,ilm), dan gas C&2 yang masuk dari ba4ah men% stripping ammonium carbamate yang terurai menjadi gas C&2 dan 01/ karena bantuan steam untuk dikembalikan ke 1PCC (Hig& Pressure )mmonium Carbamate Condenser). Sedangkan urea yang mengandung sedikit ammonium carbamate meninggalkan 1P stripper pada temperatur <(83 oC menuju unit resirkulasi, sedang campuran gas yang sebagian besar mengandung C&2 menuju bagian atas 1P stripper pada temperatur <(=> oC menuju 1PCC.

!arena reaksi penguraian ammonium carbamate menjadi gas C&2 dan 01/ merupakan reaksi endotermis, maka alat ini juga memerlukan panas. Panas di supplai dari luar (berupa steam), panas ini juga untuk menjaga agar larutan tetap pada titik didihnya serta untuk menguraikan ammonium carbamate menjadi C&2 dan 01/. #kibat aliran gas C&2 yang bersinggungan dengan lapisan ,ilm larutan pada dinding tube akan membantu penguraian ammonium carbamate menjadi C&2 dan 01/, dengan demikian dapat mengurangi pemakaian steam dalam penguraian di 1P stripper, sehingga mengurangi resiko terbentukya biuret. 2) Pengendalian Proses *i bagian ba4ah 1P stripper, kondisinya sangat sesuai untuk berlangsungnya hidrolisa urea dan pembentukan biuret, karena bersuhu tinggi dan konsentrasi ammonium carbamate rendah. 'ntuk mengurangi resiko terbentunya biuret, selain dengan pendinginan oleh gas C&2, dapat juga dilakukan dengan menjaga le"el steam kondensat di shell side 1P stripper. Penjagaan le"el dilakukan dengan mengontrol suhunya, jika suhunya di atas (83 oC maka "al"e akan membuka dan steam akan keluar sehingga temperatur bagian ba4ah stripper tetap (83 oC. #kibatnya, trans,er panas dapat dikurangi sehingga resiko terbentuknya biuret bisa dihindari. /) 5ariabel Proses Set Point Process *arible ,anipulated *ariable -isturbance - emperatur + Level + Laju )lir ( Control *alve ) - Steam yang masuk

2) ?ambar 'nit

3) ?ambar #lat

.'/'.' !ectifying Column #lat ini terdapat pada unit resirkulasi pada pabrik urea di P . Pupuk !altim. #lat ini berupa separator yang ber,ungsi sebagai pemisah urea (33@) yang keluar dari 1P Stripper dari ammonium carbamate dengan cara menguraikannya menjadi C&2 dan 01/. )agian atas alat ini berupa separator, dan bagian ba4ahnya berupa &eater. () 6iloso,i Proses 1asil reaksi pembentukan urea di unit sintesa urea, menghasilkan urea dengan kadar 33@ saja. Sisanya berupa larutan ammonium carbamate dan air. *i unit resirkulasi ini, urea dibersihkan dari reaktan yang tidak terkon"ersi ( ammonium carbamate) dan produk lain (air). #lat utama pada unit ini adalah rectifying column. Pertama%tama laruttan urea 33@ dari unit sintesa dimasukkan ke rectifying column bagian atas. Sebelum masuk, tekanan larutan tekanan diturunkan secara tiba% tiba dari (23 ; (80 kg:cm 2 menjadi 2,2 kg:cm2. Selanjutnya larutan di spray di bagian atas recti,ying column. Sesuai dengan reaksi pembentukan ammonium carbamate, sebagai berikut 201/ A C&2 012C&&012 A B ......... (C) )ila tekanan diturunkan kesetimbangan akan bergeser ke daerah yang memiliki koe,isien lebih besar, dalam hal ini C& 2 dan 01/. #rtinya, jika tekanan diturunkan, maka ammonium carbamate yang tidak terkon"ersi di unit sintesa akan terurai menjadi C&2 dan 01/ dalam ,ase gas yang akan langsung menuju ke Lo( Pressure Carbamate Condenser ($PCC). Pada tahap ini juga terdapat air yang teuapkan dan ikut ke $PCC bersama den gan C&2 dan 01/. Selain penurunan tekanan, pemurnian urea 33@ juga dilakukan dengan menggunakan &eater yang terdapat di bagian ba4ah rectifying column. Setelah larutan masuk melalui bagian atas recti,ying column, larutan akan bergerak turun menuju bagian ba4ah, yaitu &eater. Sesuai dengan reaksi, maka dengan pemanasan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan, sehingga ammonium carbamate yang masih tersisa akan terurai menjadi C&2 dan 01/ diikuti dengan penguapan air

yang tersisa. C&2, 01/, dan uap air ini kemudian menyusul ke $PCC. Selanjutnya, larutan urea yang telah menjadi lebih pekat dikirim:masuk ke flas& tank. 2) Pengendalian Proses 'nit resirkulasi menggunakan tekanan sebesar 2,2 kg:cm 2 absolut dan temperature larutan yang keluar rectifying column dijaga (/0 ; (20 oC. Dika temperatur terlalu rendah, maka banyak ammonia (01/) hasil penguraian ammonium carbamate bukannya masuk ke $PCC tapi malah ikut dengan urea masuk ke flas& tank. 0amun, bila temperatur terlalu tinggi (E(20 oC), maka akan semakin banyak air yang ikut ke $PCC dan akan terbentuk biuret. )iuret adalah hasil samping yang tidak diinginkan dari reaksi pembentukan urea. Feaksinya adalah sebagai berikut 2012C&012 012C&01C&012 A 01/ % B )iuret akan selalu terbentuk dalam pembentukan urea, sehingga tidak bisa dihindari. !arena biuret merupakan racun bagi tanaman, maka kandungan biuret dalam urea untuk keperluan pertanian harus dijaga serendah mungkin (maksimal (@). *ari reaksi pembentukan biuret di atas, terlihat bah4a biuret mudah terbentuk dalam kondisi sebagai berikut !onsentrasi urea tinggi !onsentrasi ammonia rendah emperatur tinggi

/) *ariable Process Set Point Process *ariable ,anipulated *ariable -isturbance - emperatur - Steam masuk - $aju alir steam - emperatur dalam steam

2) ?ambar 'nit

3) ?ambar #lat
CO2 dan NH 3 4 oC 4,2 kg/cm2 HP stripper 4,2 kg/cm2 LPCC

larutan urea 3! oC 4,2 kg/cm2 kondensat larutan urea steam TC

flash tank

.'/'/' 0las& tank 0las& tank merupakan alat yang terletak setelah rectifying column pada unit resirkulasi. 0las& tank memiliki dua ,ungsi, yang pertama adalah sebagai pengatur le"el. *an yang kedua adalah sebagai separator yang memisahkan ammonium carbamate yang belum terurai di rectifying column menjadi C&2 dan 01/ dengan cara menurunkan tekanan (,lashing) dari 2,2 kg:cm2 menjadi 0,23 kg:cm2 ("akum). () 6iloso,i Proses Setelah larutan urea mangalami dua tahap pemurnian di recti,ying column, urea yang sudah menjadi lebih murni di masukkan ke flas& tank dan kembali mengalami penurunan tekanan dari 2,2 kg:cm2 menjadi "akum. !arena adanya penurunan tekanan ini, maka sisa ammonium carbamate yeng tidak terurai di rectifying column akan terurai di sini. Penurunan tekanan ini terjadi di "al"e sebelum flas& tank. #kibat dari penurunan tekanan, kadar urea meningkat dari 33@ menjadi >3@ ; >8@. $arutan yang keluar dari flas& tank turun secara gra"itasi ke 'rea Storage ank ('S ). 'rea ini terdiri dari >3@ % >8@ urea, dan sisanya air serta sedikit C&2 dan 01/. 2) Pengendalian Proses *i flas& tank, tekanan sangat mempengaruhi temperatur larutan. Dadi, dengan adanya penurunan tekanan menjadi "akum, otomatis temperatur akan turun. emperatur a4al saat larutan keluar dari rectifying column (/0 ; (20 oC turun menjadi => ; 90 oC. emperatur harus dipertahankan dalam range tersebut. !arena bila temperatur berada di ba4ah range akan terjadi kristalisasi. *an jika temperatur berada di atas range, maka akan terbentuk biuret. Gnilah gunanya tekanan dibuat "akum. Hang berakibat turunnya temperatur. !arena, pada tahap akhir pemrosesan urea, kecenderungan terbentuknya biuret sangat besar akibat kondisinya optimalnya terpenuhi. 1al ini dapat dikurangi dengan memprosesnya di ba4ah kondisi "akum. !arena kondisi "akum akan menurunkan titik didih sehingga temperatunya juga lebih rendah. Gni akan mengurangi jumlah biuret yang terdapat pada urea.

/) *ariable Process + Set Point Process *ariable ,anipulated *ariable -isturbance 2) ?ambar 'nit - emperature - ekanan - Control *alve - 'rea yang keluar dari flas& tank

3)

?ambar #lat

.'/'1' #vaporator #lat ini berada pada unit e"aporasi yang terletak setelah unit resirkulasi di pabrik urea P . Pupuk !altim. #vaporator adalah suatu peralatan yang ber,ungsi memisahkan uap air dengan larutannya sehingga larutan menjadi lebih pekat. )agian ba4ahnya berupa &eater dan bagian atasnya berupa separator. () 6iloso,i Proses #vaporator ini di operasikan pada tekanan dan temperatur yang rendah untuk memekatkan urea keluaran dari unit resirkulasi dari >3@ ; >8@ menjadi 99,>@. Penurunan tekanan (menjadi "akum) diperoleh dengan menggunakan sistem kondensor dan ejector. a) !ondensor adalah alat yang ber,ungsi mengkondensasikan gas menggunakan cooling 4ater. b) Ijector adalah perealatan yang ber,ungsi membuat sistem menjadi "akum. *ari si,at ,isis larutan urea, maka untuk memekatkan urea menjadi 99,>@ digunakan dua tingkat evaporator. 1al ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kristalisasi urea. *i unit ini terdapat dua step a) #vaporator tingkat ( (,irst stage evaporator) $arutan dipanaskan menjadi (/0 ; (/3 oC (di &eater) dengan tekanan 0,/3 ; 0,2 kg:cm2 ("akum). b) #vaporator tingkat 2 (second stage evaporator) emperatur larutan dijaga maksimal (20 oC (di &eater) dengan tekanan diturunkan menjadi 0,0/3 kg:cm2 ("akum). $arutan yang mengandung >3 ; >8@ urea dari urea storage tank dipompa ke ,irst stage evaporator yang beroperasi pada tekanan "akum 0,/3 kg:cm 2 dan masuk ke &eater yang bertemperatur (/0 ; (/3 oC. #kibatnya air dalam larutan akan menguap. $arutan kemudian dipisahkan, gas:uap air masuk ke separator sehingga terpisah dari larutannya. !arena tekanan pada second stage evaporator lebih rendah dari ,irst stage evaporator, maka larutan mengalir secara alami ke second stage evaporator dimana

temperatur larutan dinaikkan dan dijaga konstan (20 oC. Sama seperti di ,irst stage evaporator, air dalam larutan akan kembali menguap dan masuk ke separator. $arutan yang keluar dari second stage evaporator berupa urea melt (bubur) dengan konsentrasi 99,>@ yang selanjutnya di pompa ke bagian atas prilling to4er untuk proses selanjutnya. Penurunan tekanan yang diikuti pemanasan pada dasarnya akan menyebabkan air yang berada dalam larutan menguap. Hang perlu diperhatikan di sini adalah bila tekanan a4al evaporator langsung diturunkan menjadi 0,0/3 kg:cm 2, maka larutan akan langsung mengkristal, akibatnya urea mengkristal sebelum 4aktunya ini tidak bisa dikirim ke prilling to4er. Selain itu, kristal urea juga akan membuntu pada pipa dan peralatan pada unit ini. Gnilah sebabnya maka digunakan dua tingkat evaporator dengan menurunkan tekanan secara bertahap sampai 0,0/3 kg:cm2. Fesiko dari alat ini adalah terbentuknya biuret, karena selama proses e"aporasi larutan dipanaskan. 0amun, pembentukan biuret ini dapat diminimalisasi dengan penurunan tekanan, yang disamping untuk membantu menguapkan air, juga agar panas yang digunakan penguapan tidak banyak sehingga resiko pembentukan biuret dapat ditekan. 2) Pengendalian Proses ekanan ,irst stage evaporator dijaga 0,/3 ; 0,2 kg:cm2 dan temperatur juga dijaga (/3 ; (20 oC. Dika tekanan lebih besar lagi, maka konsentrasi urea akan berkurang (air yang menguap sedikit) yang mengakibatkan second stage evaporator terbebani (o"erload) dan ada resiko terbentuk biuret. 0amun, jika tekanan lebih rendah, temperatur juga ikut turun dan mengakibatkan kristalisasi. Seperti halnya ,irst stage evaporator, tekanan dan temperatur second stage evaporator juga dijaga 0,0/3 kg:cm2 dan (20 oC. /) *ariable Process + Set Point Process *ariable - emperatur - Steam masuk

,anipulated *ariable -isturbance 2) ?ambar 'nit

- $aju alir steam - emperatur dalam steam

3) ?ambar #lat
campuran gas gas proses campuran gas 3 oC ,, 2 kg/cm2

3, oC ,,34 kg/cm2

2nd e)aporator

4, oC ,,,3, kg/cm2

melt urea #$$%&'( TC


st

steam

4, oC

prilling to"er

e)aporator

TC steam

larutan urea 3, oC kondensat

kondensat

larutan urea

*+ oC

*a,tar Pustaka http-::id.4ikipedia.org:4iki:PengendalianJproses http-::idpupuk.blogspot.com:20(2:((:industri%pupuk%urea.html http-::majarimaga.ine.com:200=:02:pengendalian%proses%(: