Anda di halaman 1dari 20

ABSTRAK

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di seluruh dunia adalah tulang punggung dari pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh sebab itu perhatian saat ini ditujukan kepada bagaimana prosedur penerapan akuntansi yang baik. Pencatatan Akuntansi yang baik mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi efektifitas jalannya usaha mikro. kecil dan menengah dan berakibat pula kepada modal yang diinvestasikan, yang pengaruhnya mengarah pada akhirnya kepada pertumbuhan dari usaha mikro. kecil dan menengah itu sendiri. Kontribusi penting dari usaha mikro. kecil Hari menengah kepada pertumbuhan sosial ekonomi sangatlah besar baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang. Namun terdapat masalah-masalah mendasar yang menghalangi peran penting dari usaha mikro, kecil dan menengah bagi keuntungan ekonomi, khususnya dalam negara berkembang menuju menjadi negara maju seperti Indonesia, yaitu kepiawaian pengetahuan manajeinen usaha, khususnya dalam bidang akuntansi dan sistem pengawasan yang pada umnmnya masih sangat kurang. Kenyataan menunjukkan bahwa praktek pembukuan dalam jalannya usaha mikro. kecil dan menengah secara akuntansi belum rnemadai, akibatnya tidaklah jarang digunakan jasa para akuntan dari pihak luar untuk urusan akuntansinya. Disamping itu kurangnya sistem pengawasan mempunyai kontribusi yang penting pula dalam usaha mikro, kecil dan menengah karena terbuangnya waktu dengan percuma dalarn hal akuntansi, terasa sekali penyalah-gunaannya dan laporan kerugian-kerugiannya, sehingga berakibat buruk pada jalannya usaha. Oleh sebab itu merupakan hal yang sangat mendasar dan penting untuk menerapkan akuntansi sebagai salah satu bagian dari sistem informasi pada usaha mikro. kecil dan menengah, bahkan sangatlah direkomendaikan untuk semua usaha apapun melakukan hal tersebut.

PENDAHULUAN Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah sumber kehidupan dari setiap pertumbuhan ekonomi dari suatu negara. Semangat para pengusaha untuk selalu main menciptakan dan bertumbuh dalam usaha-usaha yang baru. sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peranan usaha mikro, kecil dan menengah dalam perekonomian Indonesia terlihat dari: (1) kedudukannya sebagai pemeran utania dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, (2) penyedia lapangan kerja vans terbesar. (3) pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. (4) pencipta pasar yang baru dan sumber inovasi, dan (5) sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspornya. Usaha mikro. kecil dan menegah di Indonesia telah dijadikan sebagai motor inovasi dan pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat 99,9% pelaku usaha adalah usaha mikro. kecil dan menengah. yang mampu memberikan lapangan kerja bagi 99.45% tenaga kerja di Indonesia, menyediakan 43,8% kebutuhan barang dan jasa nasional. serta memberikan kontribusi dalam pembentukan PDB nasional sebesar 56,72%. Namun untuk dapat terus bertahan hidup dalam suatu usaha apapun diperlukan penerapan akuntansi yang baik dan benar dalam setiap transaksinya. Seperti melakukan pencatatan pada setiap transaksi yang terjadi secara sistematis. agar di setiap akhir periode akuntansi dapat memberitahukan kepada pemilik usaha secara baik. kinerja dari usaha yang sedang dijalankan. Usaha mikro, kecil dan menengah seringkali terbatas dalam melakukan hal tersebut termasuk dalam hal pengawasan jadi penerapan akuntansi merupakan kebutuhan. Usaha mikro, kecil dan menengah lebih dapat berhubungan sangat dekat dengan para pemasoknya. dan juga kepada para pelanggannya dibandmgkan dengan suatu perusahaan yang besar. Sehingga bagi UMKM dapat saja melakukan pengabaian pencatatan transaksi. yang akibamya dapat menimbulkan kerugian. Disamping itu ada pula perbedaan dalam tekmk menjalankan perusahaan kecil seperti UMKM dibandiiigkan perusahaan yang besar. sehingga akan berpengaruh pada perhitungan metode defisit akuntansi. teknik persediaan. metode depresiasi. metode akuntansi untuk pajak pendapatan dan prosedur pendapatan lainnya.

Keputusan-keputusan suatu usaha perlu didukung dengan informasi keuangan yang berkualitas baik, saling berkaitan, mudah dipahami dan tersedia setiap saat. Sehingga dapat menginformasikan kepada pemilik dan manajer untuk dapat mengelola dalam situasi saat ini yang serba kompetitif. dan mampu membuat keputusan-keputusan yang tepat agar usaha tidak menjadi gagal, atau bahkan dapat mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi. DEFINISI USAHA MIKRO, KECIL DAN-MENENGAH Ada beberapa cara dalam mendefmisikan usaha mikro. kecil dan menengah. Apacun perbedaannya semua definisi setuju bahwa yang dimaksud dengan usaha mikro. kecil dan menengah itu mempekerjakan sedikit karyawan dan dikategorikan relatif rnemakai modal dar. perputaran yang kecil. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Xomor 20 Tahun ZOOS langgal 4 Juli 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan untuk mendefmisikan pengertian dan kriteria usaha mikro. kecii dan menengah. Pengertian-pengertian UMKM tersebut. adalah sebagai berikut: 1. Usaha Mikro Definisi Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan. atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagahnana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Sedangkan berdasarkan jumlah asset dan penjualan yang dimiliki oleh Usaha Mikro adalah: a. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000.- (lima puluh juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha: atau b. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000.- (tiga ratus juta rupiah). 2. Usaha Kecil Definisi Usaha Kecil adalah usaha ekonorni produktif yang berdiri sendiri. yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan ar.ak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.

dikuasai. atau menjadi bagian baik langsung maupun tak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. berdasarkan jumlah aset dan penjualan yang dimiliki oieh usaha kecil adalah: a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000.- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000.- (dua milyar lima ratus juta rupiah);. 3. Usaha Meneagah Definisi Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Yar dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. dikuasai. Atau menjadi bagian baik langsung maupun tak langsung dari usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan adalah: a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 500.000.000.- (lima ratus juta rupiahi sanipai dengan paling banyak Rp. 10.000.000.000.- (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ranis juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 50.000.000.000.(lima pulun milyar rupiah).

ORGANISASI DARI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH Usaha mikro. kecil dan menengah adalah suatu usaha yang diciptakan dengan maksud tentunya untuk memperoleh laba, Pada dasamya UMKM terdiri dari kelompok-kelompok yang bergabung untuk maksud yang biasa bagi suatu laba dengan menggunakan sumber-sumber vans ada kemudian coba di\\uiudkan ke dalam usaha tersebut. lihat Gambar 1.

Gambar 1. Organisasi dan faktor-faktor pembentuk dari UMKM

Kelompok dan factor tersebut adalah manajemen pemiliknya

dan

karyawannya. Aktivitasnya (lihat Gambar 1) terdiri dari tiga hal yang paling utama: 1. Pembelian: Pembelian bahan baku dan pasokan lainnya yang akan dibutuhkan dalam usaha. 2. Pembuatan: Proses bahan baku dan pasokan lainnya sehingga memiliki niiai tambah. 3. Penjualan: Penyelesaian bahan baku dan pasokan lainnya sehingga mempunyai niiai jual. Tambahan aktivitas lainnya dalam usaha mikro. kecil dan menengah termasuk: 1. Manajemen. memberikan arah dan bagian-bagian lainnya bagi usaha yang dijalankan. 2. Pengawasan, termasuk perencanaan. penjadwalan. pantauan kinerja dan laporan. 3. Administrasi, melengkapi fungsi dan dukungan sistem kepada organisasi dan semua komunikasi antara bagian unsur-unsur pokoknya.

PENERAPAN AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM ESTOR.MASI PADA UMKM Ada pandangan dari beberapa pengusaha bahwa penerapan akuntansi bukardah hal yang penting dan perlu. supaya dapat menjalankan usaha rnikro. kecil dan menengah. Sebab masih banyak para pengusaha yang pada awalnya lebm tertarik unruk menghabiskan waktunya dalam memikirkan bagaimana caranya berproduksi. atau bagaimana caranya menjual produk atau mendapatkan para pelanggan. Xamiin demikian suka ataupun tidak. penerapan akuntansi merupakan bagian yang terpenting dalam meniaiankan suatu usaha. Sebab akuntansi adalah pusat aktivitas dalam kehidupan ekonomi. dan tanpa per.erapan akuntansi, usaha apapun tidak akan pernah mencapai keberhasilan yang memadai. Bahkan kurangnya pengetahuan di dalam hal penerapan akuntansi untuk menjalankan suatu usaha apapun dapat menimbulkan masalah-masalah hukum. yang sebenaxnya adalah hal yang mudah untuk dapat dihindarkan. Ada dua tujuan penting dalam penerapan akuntansi untuk usaha mikro. kecil dan menengah, yaitu: 1. Pertama, sebagai dasar penerapan sistem akuntansi bagi usaha niikio. kecil dan menengah adalah menghasilkan suatu catatan penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran dari kegiatan transaksinya sehari-hari. Data-data tersebut sangatlah penting untuk melengkapi laporan-laporan pajak tahunan. dan juga unruk keperluan lainnya sebagai dokumen arsip resmi yang sah. Data-data tersebut juga akan dibutuhkan oleh kreditor-kreditor bila di kemudian hari akan mengajukan pinjainan. 2. Kedua, penerapan akuntasi pada usaha mikro. kecil dan menengah memberikan hal yang berharga untuk memperkirakan dan menganalisa kinerja usaha. Dengan sedikit latihan akan mudah diketahui bahwa kecenderangan usaha memiliki kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangannya. Informasi ini akan sangat membantu dalam membuat keputusan-keputusan tentang bagaimana meningkatkan usaha. Akuntansi sebenarnya berhubungan erat dengan koleksi. analisis dan komunikasi antara informasi ekonomi. Dimana informasi tersebut dapat digunakan

sebagai suatu alat untuk membuat keputusan, perencanaan dan pengawasan. Dengan kata lain, penerapan akuntansi untuk usaha mikro, kecil dan menengah adalah sangat berguna untuk membuat kerutusar-keputusan dan rencana-rencana tentang usaha mikro. kecil dan menengah itu sendiri. Dan juga untuk mengawasi usaha mikro, kecil dan menengah tersebut. Akuntansi dapat dilihat sebagai salah satu bagian yang terpenting dari sistem total informasi untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Sebab pengguna dari informasi lersebut baik di dalam maupun di luar UMKM. harus membuat keputusan-keputusan. Mengenai alokasi dari sumber-sumber ekonomi yang terbatas. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa sumber-sumber tersebut dialokasikan secara efisien dan efektif. Oleh sebab itu pengguna-pengguna tersebut memerlukan informasi ekonomi sebagai dasar dari keputusan-keputusan mereka. Inilah peranan penting dari pada sistem akuntansi untuk menyediakan informasi tersebut. Jadi dalam hal ini dapat terlihat bahwa peneraran akuntansi adalah sebagai cara pengumpulan informasi dan sistem komunikasi. Penerapan system akuntansi pada UMKM akan melibatkan tahapan-tahapan sepeni terlihat dalarn Gambar 2 Identifikasi dan seleksi informasi temang ekonorra yang ada hurungannya. Catat informasi yang telah dikumpulkan secara sis:erna:ik. Analisa dan interprestasikan informasi yang telah terkurnpul. Laporkan informasi dalam cara yang sesuai dengan kebutuhan dari pengguna.

Identifikasi Informasi

Pencatatan informasi

Analisis Informasi

Laporan Keuangan

Gambar 2 Sistem Informasi AKuntansi

Jadi terlihat jelas bahwa hal yang utama adalah memberikan perhatian kepada dua tahapan terakhir, yaitu analisis informasi dan laporan informasi keuangan. Perlu diperhatikar pula bahwa informasi itu akan digunakan oleh siapa, dan manfaatnya bagi pembuat-pembuat keputusan dibandingkan kepada bagaimana cara informasi tersebut dikumpulkan dan dicatat.

PENERAPAN AKUNTANSI UNTUK UMKM SEBAGAI SUATU JASA Hal yang lain dalam melihat penerapan akuntansi untuk UMKM adalah sebagai suara jasa pelayanan. Para akuntan menyediakan informasi keuangan kepada para pelanggannya yang terdiri dari berbagai macam latar belakang pengguna seperti terlihat di Gambar 5. Kualitas dari pada pelayanan yang disajikan akan ditentukan oleh tingkat keburahan informasi dari berbagai kelompok-kelompok pengguna untuk dapat dipenuhi. Untuk itu haruslah ada empat (4) karakteristik agar terpenuhinya kebutuhan informasi tersebut. Ke-empat karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: 1. Relevansi (sangkut-paut): Informasi Akuntansi ini harus memiliki pengaruh yang besar untuk membuat keputusan-kepurusan. Kecuali bagi karakteristik ini haruslah informasi yang terkini (terbarui. maka informasi akuntansi ini tidaklah diperlukan. Informasi Akuntansi relevansinya mungkin untuk memprediksi hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari atau dapai juga mernbantu mengkonfirmasikan immk hal-ha; yang telah terjadi di rnasa yang lalu. 2. Handal (Reliable): Informasi Akuntansi senarusnya terbebaskan dari semua kesalahan yang fatal atau prasangka bunik. 3. Perbandingan: Infonnasi Akuniansl dari berbagai macam hal yang pada dasamya sama harus dikelornpokan dengan cara yang sama pula. untuk rujuan-rujuan persentasi dan atau sebagai pembandmg untuk mengetahui kinerja jalarmya usaha. 4. Mudah Dipahami: Laporan-Iaporan akuntansi seharusnya tersebut dimaksudkan. Ke-empat karakteristik di atas berlaku untuk informasi akuntansi yang dilaporkan kepada kelompok pengguna yang telah diidentifikasi seperti dalam Gambar 3. Karakteristlk-karakteristik tersebut di atas sangatlah jarang akan bertentangan satu dengan yang lain. Maksud dari akuntansi sebenamya seaerhana saja. yaitu untuk mempersiapkan laporan keuangan pada \vaktu-\vaktu tertentu. Dengan demikian penerapan akuntansi pada usaha apapun akan selalu dapai mememihi kebutuhan dari pengguna-penggunanya yar.g mempunyai latar belakang cukup luas. menunjukkan sejelas mungkin dan sebaiknya udah dimengerti oleh mereka dimana informasi

Seperti halnya penerapan akuntansi untuk usaha mikro. kecil dan menengah. aaa kemungkinan beberapa kelompok dimana mereka berkepentingan untuk mengetahui sehat tidaknya usaha tersebut. Hal dimaksud tergambarkan dalam Gambar 3.

Gambar 3. Kelompok Pengguna Informasi Akuntansi Pada UMKM

Pertanyaan yang timbul kemudian adalah: "Mengapa setiap kelompck di Gambar 3 tersebut membutuhkan penerapan akuntansi yang berhubungan dengan mikro, kecil dan menengah? Jawabannya adalah sebagai berikut. (lihat Tabel 1):

Tabel 1. Penerapan Akuntansi untuk UMKM Sebagai Suatu Jasa Informasi

Kelompok Pengguna Pelanggan

Pemasok

Pemerintah

Pemilik

Kreditor

Para karyawan dan Serikat Pekerja

Analis Investasi

Manfaatnya Untuk memperkirakan kemampuan dari jalannya usaha dapat tetap bertahan di dalam usaha tersebut. dan juga dapat memenuhi keperluan-keperluan dari para pelanggan. Untuk memperkirakan kemampuan dari jalannya usaha unruk dapat melunasi barang-barang dan jasa yang telah dipasok. Untuk memperkirakan seberapa besar pajak dari jalannya usaha yang hams dibayarkan. apakah jalannya usaha juga paruh dengan aturan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan. apakah dibutuhkan dukungan tambahan dalam hal keuangan dan sebagainya. Untuk memperkirakan apakah para manajer cukup efektif dalam menjalankan usaha dan melakukan perbaikan yang diperlukan Untuk memperkirakan kemampuan dari jalannya usaha memenuhi kewajibannya, untuk membayar bunga, dan untuk membayar kembali modal pinjaman. Untuk memperkirakan kemampuan dari jalannya usaha dalam melanjutkan penyediaan lapangan kerja dan memberikan: penghargaan kepada karyawan bagi suatu pencapaian mereka. Untuk memperkirakan kemungkinan resiko dan laba yang berhubungan dengan jalannya usaha, agar dapat menentukan keadaan dari investasinya yang potensial dan memberikan pengarahan yang dibutuhkan. Untuk memperkirakan kemampuan dari jalannya usaha dalam melanjutkan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dengan cara menggunakan sumber-sumber daya masyarakat tersebut dan membantu pendanaan untuk perbaikan lingkungan dan lain sebagainya. Untuk membantu manajer membuat keputusan dan rencana jalannya usaha dan juga untuk membantu melaksanakan pengawasan serta memastikan bahwa hasil yang diperoleh sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Pemangku kepentingan (stakeholders)

Manajer

TEKNIS PENERAPAN AKUNTANSI PADA UMKM Terdapat dua hal penting yang secara teknis hams dilakukan dalam penerapan akuntansi untuk usaha mikro, kecil dan menengah, yaitu pencatatan semua transaksi yang terjadi, maupun mengevaluasi modal investasi yang telah ditanamkan dan modal kerjanya. 1. Pencatatan Transaksi Secara Akuntansi Pada UMKM Bagi usaha mikro, kecil dan menengah lebih tepat digunakan penerapan akuntansi berbasis kas. Dengan demikian laporan keuangan dipersiapkan berdasarkan pada akuntansi berbasis kas. Basis kas artinya semua biaya atau pendapatan diakui sebagai sejumlah uang yang dibayarkan atau yang diterima. Semua transaksi akuntansi pada usaha mikro. kecil dan menengah perm dicatat dalam buku-buku akuntansi. Beberapa catatan akan sangat penting bagi manajemen mengenai jalannya usaha dari hari ke hari, dan juga untuk memenuhi kewajiban kepada pemerintah yang tidak dapat terhindarkan seperti pajak, Belum baiknya pencatatan transaksi seringkali berhubungan dengan kegagalan dari usaha mikro. kecil dan menengah. walaupun mungkin bukanlah merupakan penyebab utama langsung dari kegagalan tersebut. Pencatatan dalam usaha mikro. kecil dan menengah dapat menggunakan cara yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai cara-cara tersebut. a. Pencatatan Keuangan: Pencatatan keuangan seperti misalnya buku catatan penjualan harian, buku catatan pembelian harian, buku kwitansi buku cek. buku catatan kas kecil. buku jurnal umum, buku besar, buku besar debitur dan buku besar kreditur. Sering pula masih dilakukan pemisahan untuk catatan pengupahan yang disusun dalam buku jumal umum. Namun demikian tidaklah perlu semua usaha mikro. kecil dan menengah melakukan pencatatan keuangan seperti disebutkan di atas tadi. Usaha mikro. kecil dan menengah memutuskan saja yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya. dan besar atau kecilnya usaha. b. Pembukuan Ganda (Pembukuan Berpasangan) / Doubel Entry Bookkeeping: Pencatatan pada pembukuan berpasangan telah digunakan

oleh banyak perusahaan-perusahaan, Dalam pembukuan ganda selalu ada dua masukan yang diperlukan untuk setiap transaksi yang dicatat. Sebab setiap perubahan yang terjadi pada salah satu akun secara otomatis tercatai dengan cara debit dan kredit masukan. Dalam akuntansi pembukuan ganda untuk setiap transaksi artinya bahwa jumlah debit harus sama dengan jumlah total kredit. yakni harus sama atau seimbang setiap kali. Namun demikian bagi beberapa usaha mikro kecil dan menengah untuk pembukuan tunggal hal tersebut masih dapat dibenarkan sebab jumlah transaksinya belum terlalu banyak atau tidak terlalu rumit c. Buku Akuntansi: Selama dalam tahapan pengumpulan data, yang rinciannya terkaran dengan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi. dicatat berdasarkan sumber dokumennya. Contoh sumber dokumen seperti faktur, tagihan, nota debit, bon, nota kredit dan lain-lain. d. Buku Besar: Buku besar adalah buku yang berisi akun-akun untuk transaksi-transaksi dan usaha mikro, kecil dan menengah. Pencatatan transaksi dilakukan secara berkala pada akhirnya semua data transaksi akan dicatat ke dalam buku pembantu. e. Buku Pembantu: Buku pembantu didefinisikan sebagai buku yang mencatat semua transaksi harian dari sumber dokumen-dokumen dan dari transfer yang telah dilakukan secara berkala pada akun-akun yang bersangkutan ke dalam buku besar. 2. Pengevaluasian Modal Investasi dan Modal Kerja Pengevaluasian modal investasi dan modal kerja secara akuntansi untuk usaha mikro kecil dan menengah dilakukan dengan ernpat (4.) rnetode umum yang biasa diperegunakan. Ke-empat metoda tersebut adalah sebagai berikut: a. Tingkat Pengembalian Akuntansi (Accounting Rate of Return. ARR): dapat mengukur laba dengan membandingkan modal investasi yang dibutuhkan dengan pendapatan per tahunnya. Petunjuk praktis (Rule of Tumb): pilih ARR yang tertinggi dan beberara proposal yang diajukan. Keuntungan dari ARR adalah: (1) mudah dirnengerti dan mudah meghitungnya (2) mempertimbangkan keuntungan (3) mempertimbangkan

seluruh umur proyek. Kerugian dari ARR adalah : (1) Mengabaikan nilai waktu dari uang. dan (2) rnenggunakan data akuntansi dari pada data arus kas. b. Periode Pembayaran Kembali (Payback Period): periode pembayaran kembali adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal investasi awal. Periode pembayaran kembali membantu dalam mengevaluasi risiko proyek dan likuiditas Semakin pendek umur periode pembayaran kembali semakin disukai. karena mengindikasikan kurang berisiko. likuiditas yang lebih banyak dan cepat dalam tingkat pengembalian laba dan perputaran (ROI). Keuntungan menggunakan periode pembayaran kembali: (1) mudah menghitung dan mudah dimengerti (2) efektif untuk mengetahui risiko investasi (3) dapat digunakan sebagai tambahan informasi kepada teknis perhitungan lainnya yang lebih rurnit, risiko. Kerugiannya: (1) mengabaikan nilai waktu dari uang (2) tidak dapat mempertimbangkan arus kas yang diterima setelah periode pembayaran kembali (3) tidak dapat mengetahui laba dari suatu investasi. c. Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value/NPV): metode nilai sekarang bersih membandingkan nilai sekarang dari arus kas nantinya yang diperkirakan dari suatu investasi proyek, dengan pembiayaan kas awal untuk investasi tersebut, Petunjuk praktis (Rulu of Thumb): pergunakan selalu nilai sekarang bersih yang positif. d. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR): Tingkat pengembalian internal didefinisikan sebagai tingkat suku bunga = I dengan nilai sekarang = PV dari arus kas masukan yang sama dengan nol. Jadi pada IRR. I = PV atau NPV = 0. Penmjuk Praktis: selalu gunakan tingkat pengembalian internal yang lebih besar dari biaya modal (cost of capital). Disamping itu untuk mengetahui laba atau efisiensi dari jalannya usaha dan perputaran asetnya dapat dihitung dengan menggunakan metode tingkat pengembalian investasi (Return on Investment/ROI atau dikenal dengan rumus Du Pont) karena dapat mengindikasikan

MANAJEMEN MODAL KERJA DAN MODAL INVESTASI PADA UMKM Suatu usaha akan gagal tanpa menghasilkan laba dari usahanya sendiri. Usaha mikro. kecil dan menengah harus dapat menghasilkan cukup laba dari jalannya perdagangan yang normal, untuk mempertahankan tingkat keberadaan usaha dan untuk menyediakan kepentingan pengembangan usaha di masa depan. Oleh sebab itu untuk mempertahankan sejumlah uang tunai yang dibutuhkan oleh jalannya usaha mikro. kecil dan menengah. kepiawaian dari manajer harus dapat memastikan perputaran (siklus) modal kerja secepa: mungkin (lihat Gambar 4). Sehingga biasanya para manajer akan menekankan pada tiga hal: 1. Kredltur: Bahan baku dan persediaan dibutuhkan oleh proses manufakror. Setiap pembelian yang dilakukan harus menggunakan pemasok yang rnau memberikan piutang atau kredit sebelum dibayar lunas. Seringkali suatu usaha lebih baik tidak rnelakukan pembelian dengan potongan harga, sehingga tetap memiliki uang tunai di tangan. Tetapi hal tersebut kurang manfaatnya, karena jika terlalu lama belum membayar hutang. maka pemasok dapat menghentikan pasokan atau persediaan, bahkan dapat ditinggalkan bagi perusahaan yang lama belum melunasi pembayarannya kepada pemasok. 2. Persediaan dan barang dalam proses (barang setengah jadi): Persediaan bahan baki: yang cukup harus selalu ada di dalam gudang untuk menghindarkan ganaguan daian produksi, atau untuk menghindarkan harga yang akan segera naik. Tahapan barang daiair. proses dan barang jadi, ditentukan oleh kebutuhan jumlah produksi unnik dapa: memenuhi penjualan di masa depan. Persediaan yang cukup akan dapat menghindarkar kehabisan persediaan, yang dapat berakibat mengganggu produksi, biaya produksi menjadi mahal dan merusak hubungan dengan pelanggan yang baik. Namun dernikian, persediaan yang banyak juga dapat memakan biaya. Sebab itu para manajer harus dapai memastikan bahwa persediaan yang ada minimum cukup untuk menghindarkan biaya tinggi. Dalam keadaan resesi. tindakan awal seorang manajer adalah meraeriksa persediaan dengan jumlah yang tepat agar dapat menekan biaya. sehingga dalam keadaan kritis uang tunai yang di tangan dapat digunakan untuk hal lain yang lebih penting.

3.

Debitur: Bagi UMKM terutama yang bergerak dalam bidang penjualan eceran. maka penjualan tunai adalah bagian yang penting dari jalannya usaha. karena penjualan secara kredit tidaklah terelakkan, Sebab jika pesaing kita melakukan penjualan secara kredit maka kitapun harus melakukan hal yang sama pula. Apabila syarat dan ketentuan yang berlaku dalam pemberian kredit makin memudahkan maka akan makin banyak pula pengeluaran dari pihak penjual. Dengan demikian usaha keras sangat diperlukan untuk

menyeimbangkan antara memberikan syarat dan ketentuan yang berlaku cukup baik, tetapi akan membuat para pelanggan tertarik, disamping itu harus memiliki kebijakan yang tegas dalam tagihan piutang nantinya. Sehingga dengan demikian dapat meminimalisasikan pengeluaran tetapi membca pengeluaran tetapi membuat pelanggan tetap tertarik ingin membeli.

Barang dalam proses Persediaan bahan baku dan pasokan

Persediaan Barang Jadi

Kreditur Debitur

kas
Gambar 4. Siklus dari Modal hivestasi dan Modal Kena

FUNGSIPENERAPAN AKUNTANSI UNTUK UMKM Fungsi penerapan akuntansi untuk usaha mikro, kecil dan menengah adalah untuk memaksimumkan nilai per lembar saham yang ada pada saat itu. Sudah barana tentu bah\va memaksimumkan nilai saham adalah sama juga dengan memaksimumkan harga pasar dan per lembar sahamnya. Beberapa tindakan yang dilakukan (lihat Gambar 5). sebagai berikut: Akuntansi Keuangan: mencatat semua transaksi usaha; menagih piutang atau membayar hutang; menyiapkan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Bendahara: memastikan selalu menerima kembali tunai, bukan tunai di tangan: menyediakan cukup uang untuk membayar hutang: menyiapkan arus kas untuk laporan dan anggaran. Akuntansi Manajemen: mencatat, menginterpretasikan dan menganalisa informasi keuangan untuk kebutuhan internal misalnya perencanaan, pengawasan dan pembuatan kepurosan. Sistem: strategi perencanaan komputer: mengurangi kompleksitas ketersediaan dan aliran informasi; memilih perlengkapan

computer dan menggunakan system komputer. menyediakan data informasi keuangan dan informasi lain yang bukan hal keuangan. Audit Internal: periksa dan laporkan efektifitas dari kebijakan. prosedur dan rancazgan; memberikan saran bagi prosedur pengawasan yang baru; periksa bila diperlukan perbalkan Tiga peranan penting akuntansi manajemen adalah (1) pencatatan pembukuan-. se.alu mencatat setiap transaksi yang terjadi dan pengaruhnya terhadap ekuitas usaha. (2) perencanaan dan pengawasan adalah fungsi yang penting. termasuk seluruh kerangka kera dari perencanaan, penganggaran dan memperhatikan kinerja nyata dari usaha. (3) pembuatan keputusan: menyediakan cukup informasi bagi manajer untuk menentukan aktiviias yang akan dilakukan di kemudian hari.

Gambar 5. Fungsi Penerapan -Akuntansi Untuk UMKM

KESIMPULAN dan SARAN Salah satu sebab gagalnya suatu usaha adalah kehabisan dana yang disebabkan oleh buruknya manajemen dan tidak mampu menerapkan akuntansi secara baik dalam usahanya. Jelas terlihat bahwa penerapan akuntansi untuk usaha mikro. kecil dan rnenengah menekankan pada penyediaan informasi kepada berbagai kelompok pengguna (pemilik. pelanggan, manajer, dan lain sebagainya) untuk membantu mereka dalam member!tahukan pembuatan keputusan dan perencanaan tentang usaha mikro, kecil dan menengah. Terlihat pula bagaimana penerapan akuntansi menjadi bagian dari sistem informasi UMKM. yang menekankan kepada identifikasi, menganalisa pencatatan dan melaporkan tentang informasi ekonomi. Ditekankan juga bagaimana informasi akuntansi, agar berguna, haruslah berkaitan dengan kebutuhan pengguna, handal dan bebas dari kesalaharu dapat diperbandingkan -dan mudah untuk dimengerti. Perencanaan dan sistem pengawasan untuk usaha mikro, kecil dan menengah dimulai dengan gagasan yang obyektif, yakni apa yang pada akhirnya ingin dicapai. Dengan demikian pengevaluasian modal investasi dan modal kerja dapat dilakukan dengan cara menggunakan metoda tingkat pengembalian akuntansi, nilai sekarang bersih dan tingkat pengernbalian internal yang sama efektifnya secara akuntansi. Namun metode periode pembayaran kembali terlihat agak kurang baik. karena tidak mempertimbangkan nilai wakm dari uang. Oleh karena sumber-sumber keuangan yang sering terbatas. maka alokasi unruk modal investasi atau modal kerja harus memiliki kepastian unmk pengembaliannya. Metode Txengembalian modal yang ditanamkan (Return on Investment) akan dspai mendeieksi apakah usaha yang dijalankan menjanjikan laba. melampaui dari target lafaa. aiaii bahka- ii bawah rarge:. Kebutuhan manager mengenai informasi keuangan dan akses kepada iniortnas: tersebut melalui cabang dari akuntansi (yaitu aktmtaiisi manajenien* hamslah dapat berjalan dan mudah. Di samping itu akuntansi keuangan yang juga sebagai cabang akuntarisi berhubungan erat dengan kebutuhan informasi. hams dapat memenuhi kelompok pengguna lainnya mengenai informasi akuntansi. Sebab itu bagi usaha mikro kecil dan menengah sangat disarankan untuk

menerapkan akuntansi dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian kegiatan dari usaha mikro, kecil dan menengah akan berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan mungkin cap a: berkembang lebih maju lagi di kemudian hari. Di samping itu usaha apapun tanpa pengawasan adalah mustahil. Jadi pengav-.asan dalam menjalankan usaha mikro, kecil dan menengah sangat disarankan juga.

DAFTAR PUSTAKA

1. Abdulraheem, A. and Abogun, S. Research Journal of Finance and Accounting. ISSN 2222-1697. Vol 3, No 2, 2012. 2. Arnold, J. and Turley, S. Accounting for Management Decisions, 3rd edition. Prentice Hall, 1996. 3. Kurz, Douglas W. and Rhodes, Dawn K., Policies and Procedures Manual for Accounting and Financial Control, Prentice Hall. 1992. 4. Malburg, Christopher R., The Cash Management Handbook, Prentice Hall. 1992. 5. Nitisusastro, Muyadi, Kewirausahaan & Manajemen Usaha Kecil, Bandung. Alfabeta, 2010. 6. Pass, C. Lowes, B. and Davies, L. Dictionary of Economy, 2nd edition. Harper Collins Publishers, UK, April 26,1994. 7. Ross, Stephen A., Westerfield Randolph W.. and Jordan. Bradford D. Essentials of Corporate Finance, McGraw-HUl Higher Education. 2001. 8. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20. tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. 4 Mi 2008, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 93, Tahun 2008. 9. Vickman, Thomas M., Handbook of Model Accounting Reports and Formats. 2T^ edition. Prentice HaU, 1995.