Anda di halaman 1dari 11

INTERNAL DERANGEMENT

1. Pendahuluan Beberapa pakar telah mengemukakan berbagai pendapatnya mengenai internal derangement sebagai berikut : Menurut Kawamura (1997), internal derangement adalah hubungan anatomi yang tidak normal antara meniscus, kondilus mandibularis , !ossa glenoidalis dan eminensia artikularis Menurut "keson (199#), internal derangement adalah kelainan yang khas dimana terdapat hubungan yang tidak normal antara diskus artikularis, kondilus mandibularis, dan eminensia artikularis $erpindahan dari diskus ini lebih sering ke anterior, namun perpindahan dari diskus ini ke medial, lateral, dan posterior %uga pernah dilaporkan Menurut &ray et al (199'), internal derangement adalah suatu bunyi (klik) yang khas dari sendi karena perubahan tempat dari diskus atau kemungkinan lain karena adanya obstruksi mekanik pada pembukaan mulut Menurut *tengenga (1991), internal derangement adalah perubahan tempat dari diskus artikularis yang mengakibatkan tidak normalnya kontak antara permukaan sendi atau adanya masalah mekanis 2. Etiologi $enyebab dari internal derangement adalah karena perubahan mor!ologi dari discal ligament atau penipisan diskus artikularis karena adanya trauma, baik mikrotrauma maupun makrotrauma (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#) Makrotrauma dapat berupa tekanan yang bersi!at tiba.tiba pada sendi baik yang secara langsung maupun tidak langsung, misalnya gigitan yang keras *edangkan mikrotrauma yaitu berupa tekanan ringan pada sendi yang sering ter%adi dan berulang. ulang dalam %angka waktu yang lama, seperti bruxism dan clenching, serta adanya maloklusi (*chwart/ 0 1 dan *ciuba - - 19234 Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#4) Beberapa !aktor predisposisi dari internal derangement adalah (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#) :

1 5 6 ' 7 2

Kecuraman eminensia artikularis Mor!ologi kondilus dan !ossa Kelemahan sendi $erlekatan otot pterigoideus lateralis superior Kehilangan gigi 8ambalan o9erhang

3. Mekanisme Terjadinya Internal Derangement $ada keadaan normal, pada saat membuka mulut kondilus akan bergerak ke anterior karena tarikan otot pterigoideus lateralis superior, dan superior retrodiscal ligament akan meregang, memutar diskus di bagian posterior kondilus ,danya tekanan interartikularis yang ditimbulkan otot pembuka mulut akan mempertahankan kondilus tetap berada pada intermediate zone, yang merupakan bagian yang paling tipis dari diskus artikularis dan mencegah anterior bergerak ke posterior (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#4 Mard%ono + 5331) +iskus tetap pada posisinya terhadap kondilus selama pergerakan karena mor!ologinya, karena adanya tekanan interartikular, %uga karena adanya medial dan lateral ligament yang mencegah kondilus tergelincir ("keson - $ 199#) ,pabila ter%adi perubahan mor!ologi dari diskus dan discal ligament meman%ang, maka diskus dapat tergelincir melalui permukaan artiklaris dari kondilus &erakan ini tidak ter%adi pada sendi yang normal Besarnya gerakan diskus tergantung pada besarnya perubahan mor!ologi diskus dan dera%at elongasi dari discal ligament $ada keadaan mulut tertutup dan istirahat, tekanan intertikular sangat rendah, sehingga apabila discal ligament meman%ang maka diskus bebas untuk bergerak pada permukaan kondilus $ergerakan diskus ke anterior dibatasi oleh pan%ang discal ligament dan ketebalan posterior border dari diskus ,pabila ter%adi tarikan otot terus menerus maka posterior border dari diskus men%adi lebih tipis dan diskus dapat bergerak lebih ke antero.medial ,pabila superior retrodiscal ligament mempunyai cukup ketahanan pada saat posisi menutup, maka posisi diskus akan tetap ter%aga Bila posterior border menipis maka diskus dapat bergerak menu%u discal space sehingga kondilus terletak pada posterior border dari diskus Keadaan inilah yang disebut dengan displacement. (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#4 :ambito, + 5331) (&ambar 1)

&ambar 1 , $osisi normal diskus dan kondilus pada keadaan mulut tertutup B +iskus berpindah tempat dimana Posterior Border, Discal Ligament, dan inferior retrodiscal ligament meman%ang ("keson - $ 199#)

$ada saat mulut membuka, kondilus bergerak ke anterior dan terbentuk suatu %arak pendek antara kondilus dan diskus *etelah gerakan ke anterior mencapai maksimum, kondilus mulai kembali dan serat.serat superior retrodiscal ligament membantu untuk mengembalikan kondilus untuk kembali pada pisisi penutupan (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#) $ada saat rahang tertutup, diskus bebas untuk bergerak sesuai dengan kebutuhannya ,danya tonus otot menyebabkan diskus berada pada posisi paling antero.medial, sehingga apabila terdapat hiperakti9itas otot maka pengaruhnya terhadap posisi ini %uga sangat besar Bagian yang terpenting adalah bahwa kondilus bergerak translasi melewati diskus dalam beberapa tingkatan pada saat gerakan dimulai &erakan ini tidak ter%adi pada sendi yang normal *elama pergerakan, peningkatan tekanan interartikular dapat mencegah ter%adinya gerakan menggelincir satu sama lain +iskus dapat terhambat atau sedikit terikat, menyebabkan bunyi (klik) Bila keadaan displacement ini bersi!at ringan dan tekanan interartikular rendah maka tidak terdapat kliking pada saat gerakan penutupan, disebut dengan single click dan ini merupakan ge%ala paling awal dari disc derangement disorder atau yang biasa disebut dengan internal derangement (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#4 :ambito, + 5331) (&ambar 5)

&ambar 5 Single

lick ,ntara posisi 5 dan 6 terdengar klik pada saat kondilus melewati

posterior border menu%u intermediate zone ;ubungan discus dan kondilus yang normal ter%adi saat gerakan membuka dan menutup $ada posisi rahang tertutup (1) discus terletak lebih ke anterior ("keson - $ 199#)

*emakin kronis keadaan ini (diskus terletak lebih anterior dan medial), maka discal ligament akan lebih meman%ang, dan diikuti bertambah tipisnya posterior border, sehingga diskus terletak lebih ke anterior dan kondilus terletak lebih posterior dari posterior border Keadaan ini akan menimbulkan bunyi (klik) yang kedua, yaitu pada saat gerakan menutup, disebut dengan reciprocal click (*chwart/ 0 1 dan *ciuba - - 19234 Keith + ,, 199#; "keson - $, 199#) (&ambar 6)

&ambar 6 !eciprocal

lick ,ntara posisi 5 dan 6 terdengar bunyi klik pada saat kondilus

bergerak melewati posterior border ;ubungan diskus.kondilus yang normal ter%adi selama gerakan membuka dan menutup sampai posisi menutup tercapai Kemudian bunyi klik kedua terdengar pada saat kondilus bergerak dari intermediate zone menu%u posterior border ( antara # dan 1 ) ("keson - $ 199#)

,pabila keadaan tersebut men%adi lebih parah lagi dimana diskus berada %auh lebih antero.medial, posterior border semakin lebih menipis, dan lateral discal ligament dan superior retrodiscal ligament lebih meman%ang, superior discal lamina kehilangan estasitasnya, maka gerakan translasi dari kondilus akan dihambat oleh diskus, sehingga pasien akan merasakan rahangnya seperti terkunci atau terbatasnya gerakan (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#) (8abel 1)

8abel 1 <iri Khas utama "nternal derangement pada 8M- (:ambito, + 5331) *umber =n!ormasi ,namnesa Disc displacement #ith Disc displacement #ithout reduction riwayat kliking keluhan dan utama

reduction ,da riwayat kliking yang ,da merupakan rasa sakit keluhan waktu

utama, pembatasan gerakan, tetapi yang ter%adi adalah pembatasan gerakan yang diikuti rasa sakit 8idak ada kliking, yang pasi! !ungsi

biasanya dikombinasi dengan merupakan pergerakan Kliking

Klinik

terbatas dan pembukaan mulut Biasanya ter%adi de9iasi tanpa perbaikan Biasanya ada perubahan degenerasi 4. Macam-macam Internal Derangement "nternal derangement menggambarkan suatu perpindahan tempat dari diskus dengan atau tanpa reduksi $disc displacement #ith reduction dan disc displacement #ithout reduction%. (Keith + ,, 199#; "keson - $ 199#) 1 Disc Displacement &ith !eduction $ada keadaan ini, diskus masih dapat kembali ke posisi normalnya terhadap kondilus &e%ala klinisnya berupa kliking pada saat membuka mulut ( single click) atau pada saat membuka dan menutup $reciprocal click%. +apat disertai atau tanpa nyeri, tergantung dari akut atau kronisnya keadaan tersebut ,pabila ter%adinya akut, riwayat ter%adinya singkat, maka akan disertai dengan ge%ala nyeri yang disebabkan karena peman%angan dari ligamen Bila keadaan ini sering ter%adi dan ber%alan kronis, ligamen akan mengalami kerusakan dan akan kehilangan iner9asi, dan ge%ala nyeri akan berkurang $ada disc displacement #ith reduction ini pembukaan mulut masih dalam batas normal

0adiogra!i

Disc Displacement &ithout !eduction

Kondisi ter%adi bila pasien tidak dapat mengembalikan diskus ke posisi normalnya pada kondilus &e%ala klinisnya adalah terbatasnya pembukaan mulut karena posisi diskus yang tidak memungkinkan ter%adinya gerakan translasi $embukaan mulut biasanya hanya mencapai 53 sampai 63 mm keadaan ini seringkali disebut dengan (a close lock) Biasanya disertai dengan ge%ala nyeri pada saat membuka mulut, namun keluhan utamanya lebih sering berupa pembatasan gerakan mandinula $ada keadaan ini tidak disertai kliking (&ambar ')

&ambar '

losed Lock Kondilus dan discus tidak pernah dalam hubungan yang normal Keadaan ini membatasi gerakan translasi ke depan ("keson - $ 199#)

5. Diagnosa +iagnosa ditegakkan dengan mengetahui riwayat, ge%ala dan dengan rontgen !oto . Di!!erential Diagnosa "nternal derangement seringkali didiagnosa banding dengan dislokasi sendi

". Tera#i

$erawatan internal derangement dapat berupa tindakan non bedah dan tindakan bedah sebagai berikut : (*chwart/ 0 1 dan *ciuba - - 19234 Keith + ,, 199# ; "keson - $ 199#) 1 8indakan >on Bedah : a 0eposisi 8u%uannya adalah untuk mengembalikan hubungan yang normal antara diskus dan kondilus 8etapi reposisi ini ditu%ukan pada kelainan yang bersi!at akut (&ambar 7)

&ambar 7 0eposisi Mandibula (*chwart/ 0 1 dan *ciuba - - 1923)

1isioterapi . $emanasan dan pemi%atan $emanasan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan kompres air panas, yang dilakukan terus menerus minimal selama 6 minggu dengan !rekuensi 5 kali sehari selama 13 menit $emanasan ini mempunyai e!ek meningkatkan suplai darah $emi%atan dilakukan dengan tekanan yang ringan di daerah yang sakit . ?atihan pergerakan $asien dian%urkan untuk melakukan latihan membuka dan menutup mulut dengan benar +engan latihan yang teratur dan benar, pola gerakan akan terbentuk dengan sendirinya dan akan men%adi pola gerakan !ungsional

1armakoterapi "bat.batan yang dapat diberikan misalnya analgetik, ,=>*, kortikosteroid, dan muscle relaxant.

d. Splinting

+engan cara menggunakan suatu alat yang ditempatkan pada dataran oklusal pada keadaan oklusi, sehingga menyebabkan posisi mandibula berada sedikit ke anterior dan diharapkan tercapai hubungan yang normal antara diskus (&ambar 2)

<

&ambar 2 , $ada keadaan istirahat diskus sudah bergeser lebih ke anterior B *uatu alat dipasang dan menciptakan keadaan oklusi yang mendorong mandibula sedikit bergeser ke depan < $ada saat alat dipasang dan gigi dalam keadaan oklusi Kondilus dan discus dalam hubungan yang normal (:ambito, + 5331)

8indakan Bedah : a b ,rtrosentesis, yaitu penyuntikan pada ruang sendi, biasanya diasosiasikan dengan irigasi sendi, dapat dilakukan dengan atau tanpa kortikosteroid ,rtroskopi, yaitu menggunakan suatu alat yang ber!ungsi untuk membersihkan ruang sendi yang menyebabkan l'sis perletakan %aringan !ibrosa, kemudian dilakukan lo(age (penghanyutan produk buangan intra artikular) dengan menggunakan larutan garam !isiologis atau larutan 0inger@s laktat L'sis adhesi dan lo(age sendi ini menghasilkan penurunan reaksi sino9itis yang dapat memperbaiki mobilitas sendi c +isektomi, yaitu pengambilan diskus artikularis $erawatan ini dilakukan bila terapi konser9ati! gagal

$. %esim#ulan

"nternal derangement adalah kelainan yang khas pada sendi temporomandibular dimana terdapat hubungan yang tidak normal antara diskus artikularis, kondilus mandibularis, dan eminensia artikularis Keadaan ini disebabkan karena perubahan mor!ologis atau penipisan diskus artikularis karena adanya trauma, sedangkan !aktor predisposisinya dapat berupa : kecuraman eminensia artikularis, mor!ologi kondilus dan !ossa, kelemahan sendi, perlekatan otot pterigoideus lateralis superior, kehilangan gigi (maloklusi), dan tambalan o9erhang "nternal derangement dapat berupa disc displacement #ith reduction dan disc displacement #ithout reduction dan seringkali di ++A dengan dislokasi sendi 8erapi internal derangement dapat berupa tindakan non bedah yang meliputi reposisi, !isioterapi, !armakoterapi, splinting, maupun tindakan bedah yang meliputi artrosentesis, artroskopi, dan disektomi

D&'T&( P)*T&%& 1 5 Keith + ,, 199# Surger' of the )emporomandibular *oint Boston, Blackwell *cienti!ic $ub Mard%ono + 5331 Biomekanika *endi 8emporomandibula *erta +is!ungsi dan $erawatannya +itin%au dari *udut $rostodonsia Ma%alah $,BM= Bdisi ,pril Bandung : $,BM= =ndonesia 6 ' 7 "keson - $ 199# +anagement of )emporomandibular Disorders and ,cclusion. ' th Bdition >ewyork4 Mosby Cear Book *chwart/ 0 1 dan *ciuba - - 1923 Disorders of the )emporomandibular *oint, $hiladelphia : DB *aunders <ompany :ambito, + 5331 Manual 8erapi dental 8er%emahan : Kusuma D -akarta: Bina 0upa ,ksara

INTERNAL DERANGEMENT
10

Oleh : Deece Patuti MSQ 04001

Pembimbing : Alwin Kasim, drg., S !M "K#

P$O%$AM P&'D(D(KA' DOK)&$ %(%( SP&S(A*(S !&DA+ M,*,) DA' MAKS(*O-AS(A* -AK,*)AS K&DOK)&$A' %(%( ,'(.&$S()AS PAD/AD/A$A' !A'D,'% 0010

11