Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Ammonium Clorida adalah salah satu bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam industri kimia dasar antara lain : pembuatan dry cell, pembersih metal untuk solder, untuk obat obatan, pembuatan senyawa ammonium, pembuatan pupuk dan sebagainya. Di Indonesia kebutuhan Ammonium Clorida masih diimpor, mengingat tersedianya bahan baku di Indonesia untuk pembuatan Ammonium Clorida akan mempunyai kemungkinan yang baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri, dan menaikkan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.

2. Tujuan Prarancangan Tujuan prarancangan pabrik Ammonium Klorida adalah untuk pendirian Pabrik Ammonium Klorida dari Ammonium Sulfat dan Natrium Klorida serta mengaplikasikan ilmu Teknologi Kimia Industri yang meliputi neraca massa, neraca energi, operasi teknik kimia, utilitas dan bagian ilmu Teknologi Kimia Industri lainnya yang penyajiannya disajikan pada prarancangan pabrik.

3. Manfaat Prarancangan Pabrik Manfaat prarancangan pabrik kimia ini agar mahasiswa mempunyai wawasan dan cakrawala berpikir yang luas serta dapat mengetahui rekayasa suatu pabrik kimia, mulai dari perancangan pabrik, pengoperasian pabrik dan cara memecahkan seluruh masalah proses dan mengetahui untung rugi dari pabrik yang akan didirikan serta aspek-aspek pemasaran produk.

I-2

4. Batasan Masalah

Sebelum tahun 1972 bahan baku utama untuk pembuatan minyak olein adalah kopra. Akan tetapi sekitar tahun 1972 produksi kopra sebagai bahan baku mengalami penurunan yang sangat tajam, sehingga produksi minyak goreng sebagai konsumsi dalam negeri tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini pemerintah mengambil kebijaksanaan

menjadikan kelapa sawit sebagai bahan baku yang lain untuk memproduksi minyak olein. 5. Tinjauan Pustaka

Produksi Ammonium Clorida sudah dikenal sejak dahulu dengan berbagai proses pembuatan, pada mulanya Ammonium Clorida dibuat dengan gas amoniak yang didapat dari destilasi coke gas dan gas klor, tetapi dengan adanya kemajuan teknologi pada tahun 1932, dimana N2 dapat diambil dari udara maka cara tersbut diatas tidak digunakan lagi. Pada dasarnya pembuatan Ammonium Clorida terdiri dari dua cara yaitu : 1. Netralisasi langsung Cara netralisasi langsung ini, yaitu dengan jalan menetralkan langsung antara amoniak dengan asam klorida . NH3 + HCl NH4Cl

Amoniak didapat dari Heber proses dan HCl didapat dari kelebihan industri sulfat. Kedua gas tersebut dimasukkan kedalam chamber yang terbuat dari batu tahan asam yang didalamnya dilengkapi dengan drum air pendingin yang dapat berputar, dengan perbandingan molekulnya, maka akan terbentuk endapan Ammonium Clorida yang menempel pada permukaan drum dan diambil dengan alat serap, diangkut dengan screw conveyor dan dilakukan dengan cara kontinyu cara ini sederhana tetapi membutuhkan alat alat khusus karena merupakan gas gas korosif,sehingga doipandang dari segi ekonomi kurang menguntungkan. 2. Dekomposisi rangkap a. Proses Soda Amoniak

I-3

Pada proses ini Ammonium Clorida merupakan hasil samping pada pembuatan natrium karbonat NH3 + CO2 + H2O . NH4HCO3 + NaCl NH4HCO3 NaHCO3 + NH4Cl

Dalam proses ini amoniak dan karbondioksida dibawah tekanan direaksikan dengan NaCl, dimana prinsipnya terbentuk sodium bikarbonat dan Ammonium Clorida adalah pemurnian rangkap. Sodium Bicarbonate sulit larut sehingga dapat dipisahkan,sedangkan Ammonium Clorida tetap dalam larutan. Sodium bicarbonate dipisahkan dengan penyaringan sedangkan larutan Ammonium Clorida dialirkan ke kristalizer, dipisahkan dengan filter dan kemudian dicuci dan dikeringkan. b. Proses Amonium Sulfat dan Natrium klorida Bahan yang dipakai ammonium sulfat dan natrium klorida. Natrium klorida sebelum dipakai dimurnikan dulu, setelah itu baru direaksikan dengan ammonium sulfat didalam reaktor tangki berpengaduk. (NH4)2SO4 + 2 NaCl 2 NH4Cl + Na2SO4

c. Proses ammonium sulfit dengan natrium klorida Proses ini dilakukan dengan cara mereaksikan ammonium sulfat dan natrium klorida sebagai pengganti ammonium sulfit biasanya digunakan amoniak dan SO2, yang kemudian direaksikan dengan sodium klorida. SO2 + 2 NH3 + 2 NaCl + H2O 2 NH4Cl + Na2SO3 Dalam proses ini digunakan kelebihan SO2 sehingga bisulfit contact 1,4 2,5 % pada akhir reaksi., kecepatan penambahan SO2 dikurangi sehingga bisulfit contact mencapai 1,2 % reaksi biarkan mencapai keseimbangan pada suhu 60oC dimana sodium sulfite akan mengendap, sodium sulfite kemudian disentrifugal dan dicuci dengan air serta dikeringkan. Sedangkan Ammonium Clorida yang berupa larutan diteruskan ke kristalisator. Ammonium Clorida yang terbentuk dicuci dan dikeringkan. Proses pembuatan dengan cara ini tidak banyak digunakan dalam industri dan ketiga dari cara tersebut, dipilih cara kedua dengan alasan sebagai berikut : - Bahan bakunya mudah didapat

I-4

- Peralatan yang digunakan lebih sederhana Sedangkan cara yang pertama Ammonium Clorida hanya merupakan produk samping sehingga hasilnya kurng baik, dan cara yang ketiga hanya berjalan jika kemurnian bahan baku tinggi. Pemilihan proses : Proses digunakan dalam pembuatan ammonium klorida pada dasarnya sangat tergantung dari bahan baku yang digunakan. Dalam proses pembuatan ammonium klorida ini, digunakan proses dekomposisi rangkap dari bahn baku garam dapur (NaCl) dengan ammonium sulfat (NH4)2SO4. Dalam proses ini digunakan empat tahap/unit yaitu : 1. Unit persiapan bahan baku Pada unit ini meliputi persiapan bahan baku yang akan direaksikan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. 2. Unit pembuatan ammonium klorida Pada unit ini, dimana bahan baku yang telah dilarutkan dimasukkan ke dalam reactor sebagai tempat reaksi berlangsung. Pemanasan dilakukan dengan jaket pemanas yang berisi steam. Kemudian hasil reaksi ddialirkan kedalam tangki penampung untuk menampung sementara selanjutny dari tangki penampung dialirkan ke unit pemisahan (Rotary drum vakum filter) 3. Unit pemisahan Unit ini bertujuan untukmemisahkan natrium sulfat dari larutannya atau memisahkan Ammonium Clorida dari larutannya, dengan menggunakan alat Rotary Drum Vacum Filter. 4. Unit finishing Pada unitfinishing merupakan tahap proses yang terakhir. Dari hasil filtering berupa cake diangkut screw conveyor untuk dikeringkan pada rotary dryer, selanjutnya cake yang telah kering kemudian diangkut dengan belt conveyor.

I-5

Bahan baku : a. Bahan baku : Natrium Clorida Sifat-sifat fisik dan kimia - Rumus molekul - Berat molekul - Kenampakan - Berat jenis - Bau - Warna - Titik didih - Titik lebur = NaCl = 58,5 gr / grmol = kristal kubic = 2,165 kg / liter = Tidak bau = putih = 1413oC = 801oC

Komposisinya sebagai berikut ( data PN Garam Jawa Timur ) NaCl H2O Inert Bahan baku : Ammonium sulfat Sifat-sifat fisik dan kimia - Rumus molekul
- Berat

= 98,08 % = 1,2 % = 0,72 %

= (NH4)2SO2 = 123 gr/grmol = 1,77 kg/liter = tidak bau = Putih = 513oC

molekul

- Berat jenis - Bau - Warna - Titik lebur

Komposisinya sebagai berukut ( data PT. Petrokimia Gresik ) (NH4)2SO4 H2O Inser = 99,75 % = 0,15% = 0,10%

Produk : a. Produk Ammonium Clorida Sifat-sifat fisik dan kimia

I-6

- Rumus molekul - Berat molekul - Kenampakan - Berat jenis - Warna - Bau - Kenampakan Analisanya sebagai berikut : NH4Cl H2O b. Produk samping Natrium Sulfat sifat-sifat fisik dan kimia - Rumus molekul - Berat molekul - Kenampakan - Berat jenis - Warna Komposisinya sebagai berikut : Na2SO4 NaCl H2O Inert

= NH4Cl = 142 gr/grmol = padat = 2,698 kg/liter = putih = Tidak berbau = kristak kubik

= 99,8 % = 0,2 %

= Na2SO4 = 142 gr / grmol = padat = 2,698 kg / ltr = putih

= 95 % =1,73 % = 0,445 % = 0,7667 % I.3 Dasar Penentuan Kapasitas

Adapun yang menjadi dasar penentuan kapasitas adalah : Berdasarkan data dari statistic perdagangan luar Negara Indonesia (Foreign trade Statistik) impor volume 1, kebutuhan akan Ammonium Clorida, seperti terlihat pada table di bawah ini :

TAHUN KEBUTUHAN PRODUKSI (TON) 2001 5228,169

I-7

2002 2003 2004 2005

7034,466 8120,960 9121,190 10140,121

SUMBER : DATA BIRO PUSAT STATISTIK

Dengan melihat kebutuhan nasional yang harus dipenuhi yang didasarkan pada data diatas, dan adanya pabnrik ammonium klorida didalam negeri penentuan kapasitas didasarkan pada kebutuhan nasional.

Dengan Melihat latar belakang sertta maksud dan tujuan dari pra rencana pabrik ammonium klorida, yaitu untuk mendorong pengembangan pembangunan Khususnya disektor industri mengenai industri kimia dasar dan dengan pertimbangan bahan baku serta kebutruhan akan ammonium klorida, maka pabrik ini akan direncanakan dengan kapasitas 18,000 ton/tahun.