Anda di halaman 1dari 28

REFERAT KEHAMILAN POSTTERM

Oleh: Jonggi Mathias Tamba (0 !"0#00$%&

Pembimbing : '() A*hma+ Fe(,anto- S.)O/

Ke.anite(aan Klini0 Obstet(i /ine0ologi RS1' 2I3INON/ Pe(io+e %4 Se.tembe( %0"4 5 "! No6embe( %0"4 Fa07ltas Ke+o0te(an 1ni6e(sitas K(isten In+onesia Ja0a(ta

DAFTAR ISI

1. Kata pengantar 2. Daftar isi 3. Pendahuluan 4. Tinjaun pustaka keha ilan p!stter a. Definisi ". Insiden #. $ti!l!gi d. Pat!fisi!l!gi e. Diagn!sis f. K! plikasi

g. Penatalaksanaan %. Penutup &. Daftar Pustaka

3A3 I PEN'AH1L1AN Keha ilan pada u u n'a "erlangsung 4( hari pert a haid terakhir. Keha ilan p!stter "erlangsung le"ih dari 42 terakhir )-P-T+. Insiden keha ilan p!stter keha ilan. 1 Penentuan usia keha ilan enjadi salah satu p!k!k penting dala penegakan uterus inggu )2*( hari+ dihitung dari erupakan keha ilan 'ang antara 4.1,/ tergantung pada enentukan usia

inggu )2,4 hari+ sejak hari perta a siklus haid

definisi 'ang dianut dan kriteria 'ang dipergunakan dala

diagn!sa keha ilan p!stter . Inf!r asi 'ang tepat

engenai la an'a keha ilan engala i

arupakan hal 'ang penting karena se akin la a janin "erada di dala aka se akin "esar pula resik! "agi janin ataupun ne!natus untuk gangguan 'ang "erat.
1

Diagn!sa keha ilan p!stter

"erdasarkan hari perta a

haid terakhir )-P-T+ han'a adan'a pela'anan 2S3

e iliki tingkat akurasi 03( persen. 2 Kini1 dengan inggu. 1 eskipun hal ini p!stter

aka usia keha ilan dapat ditentukan le"ih tepat1

teruta a "ila dilakukan pe eriksaan pada usia keha ilan &.11 Keha ilan p!stter asih "an'ak teruta a "erpengaruh terhadap janin1 dala ken'ataann'a

diperde"atkan1

keha ilan

e pun'ai pengaruh terhadap perke "angan janin sa pai ke atian janin. Ada janin 'ang dala asa keha ilan 42 inggu atau le"ih "erat "adann'a kandungan karena kekurangan dunia eningkat terus1 ada 'ang tidak "erta "ah1 ada 'ang lahir dengan "erat "adan kurang dari se estin'a1 atau !"stetri eninggal dala akanan dan !ksigen. Keha ilan ini erupakan per asalahan dala

!dern karena terjadi peningkatan angka kesakitan dan ke atian "a'i. dapat "erupa eningkat. 4er"eda

Se entara itu1 risik! "agi i"u dengan keha ilan p!stter perdarahan pas#a !ersalinan ataupun tindakan !"stetrik 'ang dengan angka ke atian i"u 'ang #enderung ta pakn'a asih enunjukan angka 'ang #ukup tinggi.

enurun1 ke atian perinatal

Sa pai saat ini1

asih "elu

ada ketentuan dan kesepakatan 'ang pasti adalah perkiraan usia keha ilan 'ang tidak atur

engenai penatalaksanaan keha ilan p!stter . 5asalah 'ang sering dihadapi pada pengel!laan keha ilan p!stter selalu dapat ditentukan dengan tepat sehingga janin "isa saja "elu en'ulitkan kita untuk engala i

se"agai ana 'ang diperkirakan. Ketidakakuratan penentuan usia keha ilan akan enentukan apakah janin akan terus hidup atau se"alikn'a !rtilitas "ila tetap "erada dala rahi . 2 adalah karena inggu1 !r"iditas "ahkan

5asalah lain dala didapatkan ser7iks "elu

penatalaksanaan kasus keha ilan p!stter

pada se"agian "esar pasien )06(/+1 saat keha ilan sehingga tingkat ke"erhasilan induksi 'ang "erlarut.larut akan sangat

en#apai 42

atang8unfavourable dengan nilai 4ish!p 'ang rendah enjadi rendah. Se entara itu1 persalinan asih langsung erugikan "a'i p!st atur. 9leh se"a" itu1

enjadi k!ntr!7ersi sa pai saat ini apakah pada keha ilan p!stter dilakukan pe antauan kesejahteraan janin. 2

dilakukan ter inasi8induksi atau dilakukan penanganan ekspektatif sa "il

3A3 II

TINJA1AN P1STAKA

A) 'e8inisi Kehamilan Postte(m Keha ilan p!stter dise"ut juga keha ilan ser!tinus1 keha ilan le:at :aktu1 keha ilan le:at "ulan1 prolonged pregnancy, extended pregnancy, postdate/ p!st datis e atau pas#a aturitas. 5enurut ;-9 1,66 keha ilan p!stter le"ih dari 42 terakhir )-P-T+ adalah keha ilan 'ang "erlangsung

inggu )2,4 hari+ 'ang terhitung sejak hari perta a siklus haid enurut ru us <aegele dengan siklus haid rata.rata 2* hari.

5enurut definisi 'ang diru uskan !leh American College of Obstetricians and Gynecologists )2((4+1 keha ilan p!stter "erlangsung le"ih dari 42 siklus haid terakhir )-P-T+. 1 5asalah 'ang sering terjadi dala enegakkan diagn!sisi keha ilan p!stter udah1 adalah keha ilan 'ang inggu )2,4 hari+ 'ang terhitung sejak hari perta a

adalah penentuan usia keha ilan "erdasarkan -P-T seringkali tidaklah !7ulasi 'ang pasti juga tidak

karena i"u tidak ingat kapan tanggal -P-T 'ang pasti1 selain itu penentuan saat udah1 terdapat pula fakt!r.fakt!r 'ang e pengaruhi perhitungan= 7ariasi siklus haid1 kesalahn perhitungan !leh i"u dan se"again'a. Dengan adan'a pe eriksaan 2S3 teruta a pada trise ester I1 usia keha ilan dapat ditentukan le"ih tepat 1 dengan pen'i panagn han'a le"ih atau kurang satu inggu.3

3) Insi+en Kehamilan Postte(m

Angka kejadian keha ilan le:at :aktu "er7ariasi antara 4/.14/ dengan rata.rata se"esar 1(/. -al ini sangat tergantung kepada kriteria 'ang digunakan untuk endiagn!sis )4akketeig and 4ergasj!1 1,,1+.2 en'atakan "ah:a */ dari 4 juta "a'i 'ang dilahirkan )usia gestasi ? 3&

3a "ar di "a:ah ini gestasi > 42

di A erika Serikat sepanjang tahun 1,,61 diperkirakan dilahirkan pada usia inggu sedangkan 'ang dilahirkan preter inggu+ han'a se"esar 11/.2

UsiaGestasi
2000000 1800000 1600000 1400000 1200000 1000000 800000 600000 400000 200000 0 1.793.421 (46% )

851.729 (22% ) 436.600 (11% ) 458.145 (12% ) 302.541 (8% )

36

37-39

40

41

42

Adapted fr!

@entura and A!lleagues1 1,,,

/amba(: Tabel 'ist(ib7si 1sia /estasi Sedangkan kepustakaan lainn'a en'atakan "ah:a per"edaan 'ang le"ar juga enentukan usia keha ilan.

dise"a"kan !leh karena adan'a per"edaan dala enentukan se#ara tepat saat !7ulasi.1141&

Se"an'ak 1(/ i"u lupa tanggal haid terakhirn'a sehingga terjadi kesukaran dala

5enurut Standar Pela'anan 5edik 9"stetri dan 3inek!l!gi )P93I+1 insidens keha ilan le:at :aktu sangat "er7ariasi antara lain =* Insidens keha ilan 42 B 6 /. inggu lengkap = 4 B 14 /1 43 inggu lengkap 2

Insidens keha ilan p!st.ter pendidikan

tergantung pada "e"erapa fakt!r = tingkat

as'arakat1 frekuensi kelahiran pre.ter 1 frekuensi induksi

persalinan1 frekuensi seksi! sesaria elektif1 pe akaian 2S3 untuk enentuka usia keha ilan. Se#ara spesifik1 insidens keha ilan p!st.ter kelahiran pre.ter keha ilan. Peningkatan dist!sia aki"at !rtalitas dan !r"iditas se#ara signifikan "erhu"ungan dengan dan 11%/ janin dengan "erat "adan akr!s! ia adalah 3 kali lipat dan inggu. 21, akr!s! ia. Sekitar 1(.2%/ janin 'ang lahir le:at :aktu akan rendah jika frekuensi enentukan usia tinggi1 "ila angka induksi persalinan dan seksi! sesaria

elektif tinggi1 dan "ila 2S3 dipakai le"ih sering untuk

e iliki "erat "adan le"ih dari 4((( gra se"esar 2/. Resik!

sekitar 4%(( gra . Insidens dist!sia "ahu pada keha ilan le:at :aktu adalah engala i dist!sia aki"at peningkatan insiden dist!sia "ahu se"esar 2 kali lipat pada keha ilan le:at :aktu di"andingkan dengan :anita 'ang elahirkan "a'i pada keha ilan 4(

2)Etiologi Kehamilan Postte(m Pen'e"a" pasti dan p!ses terjadin'a keha ilan p!stter "elu enerangkan pen'e"a" terjadin'a keha ilan p!stter sa pai saat ini asih diketahui dengan pasti. Te!ri.te!ri 'ang pernah diajukan untuk antara lain=2

1. Teori progesteron. 4erdasarkan te!ri ini1 diduga "ah:a terjadin'a keha ilan p!stter adalah karena asih "erlangsungn'a pengaruh pr!gester!n ele:ati :aktu 'ang se estin'a. 2. Teori oksitosin. Rendahn'a pelepasan !ksit!sin dari neur!hip!fisis :anita ha il pada usia keha ilan lanjut diduga se"agai salah satu fak!r pen'e"a" terjadin'a keha ilan p!stter . 3. Teori kortisol/ACTH janin. K!rtis!l janin akan sehingga pr!duksi pr!gester!n "erkurang dan e pengaruhi plasenta

e per"esar sekresi estr!gen.

Pr!ses

ini

selanjutn'a

"erpengaruh

terhadap

eningkatn'a

pr!duksi

pr!staglandin. Pada kasus.kasus keha ilan dengan #a#at "a:aan janin seperti anensefalus atau hip!plasia adrenal1 tidak adan'a kelenjar hip!fisis janin akan en'e"a"kan k!rtis!l janin tidak dipr!duksi dengan "aik sehingga keha ilan "erlangsung le:at "ulan. 4. Teori saraf uterus. 4erdasarkan te!ri ini1 diduga keha ilan p!stter terjadi pada keadaan tidak terdapatn'a tekanan pada gangli!n ser7ikalis dari pleksus Frankenhauser 'ang janin. %. Teori eriditer. Pengaruh herediter terhadap insidensi keha ilan p!stter telah di"uktikan pada "e"erapa penelitian se"elu n'a. Kitska et al )2((6+ en'atakan dala keha ilan p!stter p!stter hasil penelitiann'a "ah:a se!rang i"u 'ang pernah akan e iliki risik! le"ih tinggi untuk enga i engala i keha ilan e un#ulkan
%

e "angkitkan k!ntraksi uterus1 seperti pada asih tinggin'a "agian ter"a:ah

keadaan kelainan letak1 tali pusat pendek1 dan

pada keha ilan "erikutn'a. -asil penelitian ini en'atakan "ah:a "ila ana se!rang i"u elahirkan anak pere puan1 engala i keha ilan p!stter .

ke ungkinan "ah:a keha ilan p!stter 5!gren )1,,,+ p!stter saat

juga dipengaruhi !leh fakt!r genetik.

engala i keha ilan

aka "esar ke ungkinan anak

pere puann'a akan

') Pato8isiologi Kehamilan Postte(m Pada keha ilan p!stter plasenta1 dapat dijadikan dasar untuk terjadi "er"agai peru"ahan "aik pada #airan a ni!n1 engenai peru"ahan.peru"ahan terse"ut engel!la kasus persalinan p!stter . aupun janin. Pengetahuan

1. Peru"ahan pada Plasenta. Disfungsi plasenta keha ilan p!stter erupakan fakt!r pen'e"a" terjadin'a k! plikasi pada eningkatn'a risik! pada janin. Fungsi plasenta inggu dan ke udian ulai enurun

dan

en#apai pun#akn'a pada keha ilan 3*

teruta a setelah 42

inggu. Rendahn'a fungsi plasenta ini "erkaitan dengan

peningkatan kejadian ga:at janin dengan risik! 2.4 kali le"ih tinggi. Penurunan fungsi plasenta dapat di"uktikan dengan penurunan kadar estri!l dan plasenta lakt!gen. Peru"ahan 'ang terjadi pada plasenta se"agai "erikut. Peni "unan kalsiu . Peningkatan peni "unan kalsiu pada plasenta sesuai

dengan pr!gresi7itas degenerasi plasenta. Pr!ses degenerasi jaringan plasenta 'ang terjadi seperti ede a1 ti "unan fi"rin!id1 fi"r!sis1 tr! "!sis inter7illi1 spas e arteri spiralis dan infark 7illi. Selap!t 7askul!sinsial dan ju lahn'a "erkurang. Keadaan ini dapat plasenta. Transp!rt kalsiu gluk!sa1 asa janin akan a in!1 le ak dan ga enurunkan enjadi ta "ah te"al eta"!lis e transp!rt

tudak terganggu tetapi aliran natriu 1 kaliu 1 a gl!"ulin engala i gangguan sehingga

engala i ha "atan pertu "uhan dan penurunan "erat janin. 1

2. 9lig!hidra ni!n Pada keha ilan p!stter a ni!n. Cu lah #airan a ni!n 'aitu sekitar 1((( 4( 4*( l1 2%( l dan terjadi peru"ahan kualitas dan kuantitas #airan en#apai pun#ak pada usia keha ilan 3* enjadi sekitar *(( inggu1 enurun l pada usia keha ilan enjadi sekitar inggu. 1 "erhu"ungan

inggu. Penurunan ju lah #airan a ni!n "erlangsung terus l1 hingga 1&( l pada usia keha ilan 421 431 dan 44

Penurunan ju lah #airan a ni!n pada keha ilan p!stter pe eriksaan D!ppler 7el!si etri1 pada keha ilan p!stter

dengan penurunan pr!duksi urin janin. Dilap!rkan "ah:a "erdasarkan terjadi peningkatan eni "ulkan ha "atan aliran darah )resistance index/!"+ arteri renalis janin sehingga dapat en'e"a"kan penurunan ju lah urin janin dan pada akhirn'a !lig!hidra ni!n.
)9D1 et al.1 2((2+

9leh se"a" itu1 e7aluasi 7!lu e #airan a ni!n pada enjadi sangat penting artin'a. Dilap!rkan "ah:a en'e"a"kan en'e"a"kan

kasus keha ilan p!stter ke atian perinatal

eningkat dengan adan'a !lig!hidra ni!n 'ang

k! presi tali pusat. Pada persalinan p!stter 1 keadaan ini dapat keadaan ga:at janin saat intra partu . 2

Selain peru"ahan 7!lu e1 terjadi pula peru"ahan k! p!sisi #airan a ni!n sehingga enjadi le"ih kental dan keruh. -al ini terjadi karena lepasn'a 7ernik engaki"atkan per"andingan Eesitin terhadap Sfing! ielin ek!niu akan enjadi hijau atau kuning dan eningkatkan risik! kase!sa dan k! p!sisi f!sf!lipid. Pelepasan seju lah "adan la ellar dari paru. paru janin akan enjadi 4=1 atau le"ih "esar. Selain itu1 adan'a pengeluaran engaki"atkan #airan a ni!n terjadin'a aspirasi ek!niu . 1

$sti asi ju lah #airan a ni!n dapat diukur dengan pe eriksan 2S3. Salah satu et!de 'ang #ukup p!puler adalah pengukuran dia eter 7ertikal dari kantung a ni!n ter"esar pada setiap kuadran dari 4 kuadran uterus. -asil penju lahan kee pat kuadran terse"ut dikenal dengan se"utan indeks #airan an i!n )Amnionic #luid "ndex/A#"$% 4ila nilai AFI telah turun hingga % # kurang1 aka erupakan indikasi adan'a !lig!hidra ni!n. 1 atau

3. Peru"ahan pada janin 3e(at 9anin. 4ila terjadi peru"ahan anat! ik 'ang "esar pada plasenta1 terjadi penurunan "erat janin. <a un1 seringkali pula plasenta asih aka dapat pada

"erfungsi dengan "aik sehingga "erat janin "ert "ah terus sesuai "erta "ahn'a u ur keha ilan. Risik! persalinan "a'i dengan "erat le"ih dari 4((( gra keha ilan p!stter eningkat 2.4 kali le"ih "esar.

Selain risik! perta "ahan "erat "adan 'ang "erle"ihan1 janin pada keha ilan p!stter juga engala i "er"agai peru"ahan fisik khas disertai dengan gangguan pertu "uhan dan dehidrasi 'ang dise"ut dengan sin+(om .ostmat7(itas. Peru"ahan.peru"ahan terse"ut antara lainF penurunan ju lah le ak su"kutaneus1 kulit enjadi keriput1 dan hilangn'a 7ernik kase!sa dan lanug!. Keadaan ini en'e"a"kan kulit janin "erhu"ungan langsung dengan #airan a ni!n. Peru"ahan lainn'a 'aituF ra "ut panjang1 kuku panjang1 serta :arna kulit kehijauan atau kekuningan karena terpapar keha ilan p!stter ek!niu . <a un de ikian1 Tidak seluruh ne!natus enunjukkan tanda p!st aturitas tergantung fungsi plasenta.

2 u n'a didapat sekitar 12.2( / ne!natus dengan tanda p!st aturitas pada keha ilan p!stter . Tanda p!stter a. Stadiu ". Stadiu #. Stadiu 1 2 3 di"agi dala 3 stadiu = 2 aserasi "erupa pada kulit.

= Kulit kehilangan 7erniks kase!sa dan kulit kering1 rapuh1 dan udah = 3ejala di atas disertai pe:arnaan

engelupas. ek!niu

= Pe:arnaan kekuningan pada kuku1 kulit1 dan tali pusat.

E) 'iagnosis Kehamilan Postte(m 5eskipun diagn!sis keha ilan p!stter kekeliruan dala "erhasil ditegakkan pada 4.1,/ dari seluruh keha ilan1 se"agian diantaran'a ken'ataan'a tidak ter"ukti !leh karena enentukan usia keha ilan. 9leh se"a" itu1 pada penegakkan engenai la an'a keha ilan diagn!sis keha ilan p!stter 1 inf!r asi 'ang tepat dala uterus

enjadi sangat penting. -al ini dise"a"kan karena se akin la a janin "erada di aka se akin "esar pula risik! "agi janin dan ne!natus untuk !r"iditas aupun !rtalitas. <a un se"alikn'a1 pe "erian e "erikan da pak 'ang engala i

inter7ensi8ter inasi se#ara ter"uru."uru juga "isa erugikan "agi i"u 1. Ri:a'at haid Pada dasarn'a1 diagn!sis keha ilan p!stter aupun janin.

tidaklah sulit untuk ditegakkan

apa"ila keakuratan -P-T i"u "isa diper#a'a. Diagn!sis keha ilan p!stter "erdasarkan -P-T dapat ditegakkan sesuai dengan definisi 'ang diru uskan !leh American College of Obstetricians and Gynecologists )2((4+1 'aitu keha ilan 'ang "erlangsung le"ih dari 42 inggu )2,4 hari+ 'ang terhitung sejak hari perta a siklus haid terakhir )-P-T+. 1 Per asalahan sering ti "ul apa"ila tern'ata -P-T i"u tidak akurat atau tidak "isa diper#a'a. 5enurut 5!#htar et al )2((4+1 jika "erdasarkan ri:a'at haid1 diagn!sis keha ilan p!stter e iliki tingkat keakuratan han'a 03( persen. e enuhi "e"erapa kriteria1 'aitu= )a+ i"u Ri:a'at haid dapat diper#a'a jika telah inu

harus 'akin "etul dengan -P-T.n'aF )"+ siklus 2* hari dan teratur1 )#+ tidak pil anti ha il setidakn'a 3 "ulan terakhir. 2

-asil penelitian Sa7itD1 et al )2((2+ keha ilan p!stter

enunjukkan "ah:a usia keha ilan 'ang

ditentukan "erdasarkan -P-T #enderung le"ih sering salah didiagn!sa se"agai di"anding dengan pe eriksaan 2S31 teruta a aki"at !7ulasi inggu+ dari hari 'ang terla "at. Penentuan usia keha ilan dengan -P-T didasarkan kepada asu si "ah:a keha ilan akan "erlangsung sela a 2*( hari )4( perta a siklus haid 'ang terakhir.
)Aunningha 1 et al.1 2(1(+

Pendekatan ini "erp!tensi enstruasi.

en'e"a"kan kesalahan karena sangat "ergantung kepada keakuratan tanggal -P-T dan asu si "ah:a !7ulasi terjadi pada hari ke.14 siklus Padahal1 !7ulasi tidak selalu terjadi pada hari ke.14 siklus karena adan'a 7ariasi durasi fase f!likular1 'ang "isa "erlangsung sela a 6.21 hari. 9leh se"a" itu1 pada i"u 'ang e iliki siklus 2* hari1 asih ada ke ungkinan !7ulasi terjadi setelah penentuan usia keha ilan hari ke.14 siklus. Aki"atn'a1 terjadi kesalahan dala 'ang seharusn'a dihitung
)4ennett1 et al.1 2((4+

ulai dari terjadin'a fertilisasi sa pai lahirn'a "a'i. inggu. &

Tingkat kesalahan esti asi tanggal perkiraan persalinan jika

"erdasarkan -P-T adalah 0 1136

2. Ri:a'at pe eriksaan antenatal Tes 0ehamilan. 4ila pasien terla "at haid 2 inggu. /e(a0 9anin. 3erak janin pada u u n'a dirasakan i"u pada u ur keha ilan 1*.2( inggu. Pada pri igra7ida dirasakan sekitar u ur keha ilan 1* ultigra7ida pada 1& inggu1 sedangkan pada inggu. Keadaan klinis 'ang dite ukan enit. inggu1 elakukan pe eriksaan tes i un!l!gik sesudah aka dapat diperkirakan kea ilan telah "erlangsung &

ialah gerakan janin 'ang jarang1 'aitu se#ara su"'ektif kurang dari 6 kali82( enit1 atau se#ara !"'ektif dengan AT3 kurang dari 1( kali82(

'en,7t Jant7ng Janin ('JJ&. Dengan stet!sk!p Eaenne# DCC dapat didengar ulai u ur keha ilan 1*.2( pada usia keha ilan 1(.12 inggu1 sedangakn dengan D!ppler dapat terdengar inggu.

Pern!ll1 et al )2((6+ keha ilan p!stter se"agai "erikut= a. Telah le:at 3& ". Telah le:at 24 #. Telah le:at 32 d. Telah le:at 22

en'atakan "ah:a keha ilan dapat din'atakan se"agai

"ila didapat 3 atau le"ih dari 4 kriteria hasil pe eriksaan

inggu sejak test keha ilan p!sitif inggu sejak dirasakan gerak janin perta a kali inggu sejak DCC perta a terdengar dengan D!ppler inggu sejak terdengarn'a DCC perta a kali dengan

stet!sk!p Eaenne#.

3. Tinggi Fundus 2teri Dala trise ester perta a pe eriksaan tinggi fundus uteri serial dala inggu1 tinggi fundus uteri dapat enentukan u ur senti eter )# + dapat "er anfaat "ila dilakukan pe eriksaan se#ara "erulang setiap "ulan. Ee"ih dari 2( keha ilan se#ara kasar. 6 4. Pe eriksaan 2ltras!n!grafi )2S3+ Penggunaan pe eriksaan 2S3 untuk "an'ak enggantikan et!de -P-T dala p!stter . 4e"erapa penelitian terdahulu telah keha ilan elalui pe eriksaan 2S3 et!de -P-T. aka usia keha ilan 'ang endiagn!sa tinggi di"anding dengan enentukan usia keha ilan telah e pertaja diagn!sa keha ilan e "uktikan "ah:a penentuan usia

e iliki tingkat keakuratan 'ang le"ih

Se akin a:al pe eriksaan 2S3 dilakukan1 keha ilan p!stter

didapatkan akan se akin akurat sehingga kesalahan dala

akan se akin rendah. Tingkat kesalahan esti asi tanggal

perkiraan persalinan jika "erdasarkan pe eriksaan 2S3 tri ester I )cro&n'rump lengt + adalah 0 4 hari dari taksiran persalinan. )A!hn1 et al.1 2(1(+ Pada usia keha ilan antara 1&.2& persalinan.2 inggu1 ukuran dia eter "iparietal )biparietal diameter84PD+ dan e "erikan ketepatan 0 6 hari dari taksiran panjang fe ur )femur lengt 8FE+

Pe eriksaan usia keha ilan "erdasarkan 2S3 pada tri ester III hasil penelitian A!hn1 et al )2(1(+ di"anding et!de -P-T

enurut

e iliki tingkat keakuratan 'ang le"ih rendah enentukan "erat janin1 keadaan air

aupun 2S3 tri ester I dan II. Pe eriksaan sesaat

setelah trise ester III dapat dipakai untuk tetapi sukar untuk pada tri ester III

ketu"an ataupun keadaan plasenta 'ang "erkaitan dengan keha ilan p!stter 1 enentukan usia keha ilan. 2kuran.ukuran "i! etri janin e iliki tingkat 7aria"ilitas 'ang tinggi sehingga tingkat enjadi tinggi. Tingkat

kesalahan esti asi usia keha ilan pada tri ester ini juga 2S3 tri ester III "ahkan "isa en#apai 0 31&

kesalahan esti asi tanggal perkiraan persalinan jika "erdasarkan pe eriksaan inggu. Keakuratan penghitungan
6

usia keha ilan pada tri ester III saat ini se"enarn'a dapat ditingkatkan dengan elakukan pe eriksaan 5RI terhadap pr!fil air ketu"an.

%. Pe eriksaan la"!rat!riu a. Sit!l!gi #airan a ni!n. Penge#atan nile "lue sulphate dapat le ak dala ele"ihi 1(/1 apa"ila ju lahn'a atau le"ih. ". Tr! "!plastin #airan a ni!n )ATAA+. -asil penelitian terdahulu "erhasil e "uktikan "ah:a #airan a ni!n Akti7itas ini keha ilan 41.42 keha ilan G42 e per#epat :aktu pe "ekuan darah. eningkat dengan "erta "ahn'a usia keha ilan. Pada usia inggu1 AATA "erkisar antara 4%.&% detik sedangkan pada usia inggu1 didapatkan AATA H4% detik. 4ila didapatkan AATA enunjukkan "ah:a keha inan sudah p!stter . inggu adalah sa a )1=1+. Pada usia keha ilan enjadi 112=1 dan pada keha ilan genap "ulan enentukan keha ilan #airan a ni!n. Apa"ila ju lah sel 'ang en#apai %(/ atau le"ih1 aka keha ilan diperkirakan sudah "erusia 3& elihat sel inggu dan inggu engandung le ak

aka usia keha ilan 3,

antara 42.4& detik1 ini

#. Per"andingan kadar lesitin.sping! ielin )E8S+. Per"andingan kadar E8S pada usia keha ilan sekitar 22.2* 032 inggu1 per"andingann'a

enjadi 2=1. Pe eriksaan ini tidak dapat dipakai untuk

p!stter

tetapi

han'a digunakan untuk

enentukan apakan janin #ukup

usia8 atang untuk dilahirkan. d. Sit!l!gi 7agina. Pe eriksaan sit!l!gi 7agina )indeks kari!pikn!tik G 2(/+ e pun'ai sensiti7itas 6%%. Perlu diingat "ah:a ke atangan ser7iks tidak dapat dipakai untuk enentukan usia gestasi.2

F) Kom.li0asi Kehamilan Postte(m K! plikasi 'ang dapat terjadi pada i"u seperti k!ri!a ni!nitis1 laserasi perineu 1 perdarahan p!st partu 1 end! i! etritis dan pen'akit tr! "!e "!li. K! plikasi terjadi pada "a'i seperti hip!ksia1 hip!7!le ia1 asid!sis1 sindr! ga:at nafas1 hip!glike ia1 hip!fungsi adrenal.3 /) Penatala0sanaan Kehamilan Postte(m Sa pai saat ini pengel!laan'a p!stter asih "elu e uaskan dan asih "an'ak per"edaan pendapat. 5asalah 'ang sering dihadapi pada pengel!laan keha ilan antara lain karena pada "e"erapa penderita1 usia keha ilan tidak selalu atur se"agai ana inggu1 pada en#apai 42 dapat ditentukan dengan tepat sehingga janin "isa saja "elu 'ang diperkirakan. Selain itu1 saat usia keha ilan 06(/ penderita didapatkan ser7iks "elu itu1 setelah diagn!sis keha ilan p!stter 4ish!p rendah sehingga tingkat ke"erhasilan induksi

atang8unfavourable dengan sk!r enjadi rendah. 9leh karena ditegakkan1 per asalahan 'ang harus

dipe#ahkan selanjutn'a adalah apakah dilakukan pengel!laan se#ara aktif dengan induksi ataukah se"alikn'a dilakukan pengel!laan se#ara ekspektatif dengan pe antauan terhadap kesejahteraan janin1 "aik se#ara "i!fisik aupun "i!ki ia penga "ilan sa pai persalinan "erlangsung dengan sp!ntan atau ti "ul indikasi untuk engakhiri keha ilan. 2 -al.hal 'ang harus diperti "angkan dala perkiraan "erat janin1 keinginan pasien dan ri:a'at !"stetrik dahulu. keputusan tindakan adalah kepastian usia keha ilan1 pe eriksaan ser7iks1

1. Pe antanauan kesejahteraan janin

5anning dkk )1,*(+ telah "i!fisik untuk

engajukan pe akaian k! "inasi dari % 7aria"el en'atakan "ah:a k! "inasi ini enit. @aria"el

enilai kesejahteraan janin dan

e "erikan hasil 'ang le"ih akurat di"andingkan pe akaian salah satu 7aria"el saja. Se#ara u u 1 tes ini 'ang digunakan dala e "utuhkan :aktu sekitar 3(.&( penilaian pr!fil "i!fisik adalahF )a+ tes tanpa "e"an ) non'

stress test/()T+1 )"+ gerak nafas janin1 )#+ gerakan janin1 )d+ t!nus janin1 dan )e+ 7!lu e #airan a ni!n. Setiap 7aria"el di"erikan sk!r 2 "ila n!r al dan sk!r ( "ila a"n!r al. 9leh se"a" itu1 se!rang janin sehat akan pe eriksaan pr!fil "i!fisikn'a. )Aunningha
1 et al.1 2(1(+

e iliki sk!r 1( pada

a. Tes Tanpa 4e"an )(on')tress Test/()T+ Den'ut jantung janin se#ara n!r al aki"at pengaruh dari siste eningkat aupun enurun se"agai

saraf si patis.parasi patis 'ang i pulsn'a "erasal engala i akselerasi

dari "atang !tak. 5enurut hip!tesis1 den'ut jantung janin 'ang tidak "erada dala keadaan asid!sis aki"at hip!ksia ataupun depresi saraf akan se entara se"agai resp!n terhadap gerakan janin. Adan'a akselerasi ini dipegaruhi !leh usia keha ilan. 5enurut hasil penelitian1 "esarn'a tingkat akselerasi den'ut jantung aki"at gerakan janin akan peningkatan usia keha ilan. )Aunningha Penggunaan <ST tes untuk
1 et al.1 2(1(+

eningkat seiring dengan

e iliki tujuan 'ang "er"eda dengan tes "e"an k!ntraksi enilai

)contraction stress test/oxytocin stress test/9ST+. Se#ara sederhana1 <ST adalah engetahui k!ndisi janin sedangkan 9ST digunakan untuk enilai kesejahteraan janin. )Aunningha
1 et al.1 2(1(+

fungsi uter!plasenta. Sa pai saat ini1 <ST adalah tes uta a 'ang paling sering digunakan untuk

". Pe eriksaan gerakan nafas janin )fetal breat ing+ Salah satu fen! ena enarik dari gerakan pernafasan janin adalah gerakan enge pis sedangkan

dinding dada 'ang parad!ks )paradoxical c est &all movement+. Pada janin1 ketika pr!ses inspirasi1 dinding dada se#ara parad!ks

dinding perut

enge "ung. -al ini "erke"alikan dengan pr!ses inspirasi 'ang engeluarkan de"ris #airan a ni!n
1 et al.1 2(1(+

terjadi pada ne!natus dan !rang de:asa. 3erakan ini dihu"ungkan dengan ke ungkinan adan'a gerakan janin untuk 'ang en'erupai gerakan pada saat "atuk. )Aunningha en#!"a

4e"erapa peneliti telah

elakukan penelitian

engenai adan'a

keterkaitan antara gerakan nafas janin epis!dik1

elalui pe eriksaan 2S3 dengan pr!ses

e7aluasi kesejahteraan janin. 9leh karena gerakan nafas janin terjadi se#ara aka interpretasi hasil tes pada saat tidak dite ukan gerakan nafas elakukan penelitian !"ser7asi endapatkan inggu terakhir keha ilan. engindikasikan gerakan nafas enilai enggunakan ultras!n!grafi real time untuk enjadi tidak dapat diper#a'a. Patri#k dkk )1,*(+ sela a 24 ja -asiln'a "ah:a

ga "aran karakteristik gerakan nafas janin sela a 1( gerakan nafas "ahkan sa pai 122 untuk dapat

enunjukkan "ah:a pada janin n!r al pun "isa saja tidak dite ukan enit la an'a. Penelitian ini tidak dite ukann'a endiagn!sis

e "utuhkan :aktu !"ser7asi 'ang panjang. 9leh se"a" itu1 untuk pe eriksaan lain1 isaln'a pe eriksaan den'ut jantung janin. )Aunningha

kesejahteraan janin1 pe eriksaan gerakan nafas sering diga"ungkan dengan


1 et al.1 2(1(+

#. Pe eriksaan gerakan janin )fetal movements+ Akti7itas pasif janin tanpa rangsangan se"enarn'a sudah inggu ke.6 dan akan keha ilan. 4ahkan setelah "aru "isa ulai ada sejak

enjadi le"ih k! pleks serta terk!!rdinasi pada akhir inggu ke.* usia keha ilan1 gerakan janin tidak enit. <a un de ikian1 i"u ha il

pernah "erhenti dengan :aktu le"ih dari 13

erasakan pergerakan janin perta a kali sekitar usia keha ilan 1*.2(
1 et al.1 2(1(+

inggu. 5ula. ula gerakann'a jarang1 le ah1 dan terkadang tidak dapat di"edakan dengan sensasi a"d! en lainn'a seperti gerakan usus. )Aunningha Antara inggu ke.2( sa pai ke.3(1 gerakan tu"uh u u ulai

enjadi le"ih inggu1 saat

teratur dan janin

e perlihatkan siklus istirahat.akti7itas. Pada tri ester

ketiga1 pe atangan gerakan janin terus "erlanjut sa pai sekitar 3&

sikap tu"uh n!r al telah ter"entuk pada *(/ janin. )Aunningha 1 et al.1 2(1(+

Pergerakan rata.rata harian janin sela a keha ilan "er7ariasi. Pada u ur keha ilan 2( inggu1 pergerakan janin rata.rata adalah sekitar 2(( gerakan per en#apai nilai aksi al sekitar inggu ke.32 enjadi 12 ja . Pergerakan janin kurang dirasakan setelah pada keha ilan ater janin seiring dengan

keha ilan1 'aitu 0 %(( gerakan per 12 ja . Setelah itu1 pergerakan a ni!n "erkurang. -asil penelitian akin

inggu ke.3& karena janin tu "uh dan 7!lu e #airan enunjukkan "ah:a "erkurangn'a akti7itas erupakan hal 'ang ungkin juga dise"a"kan !leh perta "ahan :aktu tidur aturn'a janin. Keadaan ini
1 et al.1 2(1(+

terjadi se#ara fisi!l!gis pada tri ester ke. tiga. )Aunningha d. Pe eriksaan t!nus janin

T!nus janin dengan pe eriksaan 2S3 diketahui se"agai gerakan ekstensi ekstre itas atau tu"uh janin1 'ang dilanjutkan dengan gerakan ke "ali ke p!sisi fleksi. T!nus janin dapat juga dinilai dengan e "uka )ekstensi+ dan ke "ali ke p!sisi elihat gerakan jari.jari tangan 'ang engepal. Dala 3( keadaan n!r al1 enit pe eriksaan. T!nus engepal terus sela a

gerakan terse"ut terlihat sedikitn'a sekali dala 3( enit pe eriksaan. e. Pe eriksaan 7!lu e #airan a ni!n Pe eriksaan 7!lu e #airan a ni!n telah antepartu pada keha ilan 'ang

janin juga dianggap n!r al apa"ila jari.jari tangan terlihat

enjadi "agian dari pe eriksaan

e iliki risik! ke atian janin. Pelaksanaan tes enurunkan pr!duksi urin janin1 dan pada
1 et al.1 2(1(+

ini didasari pada pe ikiran "ah:a penurunan perfusi uter!plasenta akan enurunkan aliran darah ginjal janin1 akhirn'a akan eni "ulkan !lig!hidra ni!n. )9D1 et al.1 2((2F Aunningha

$sti asi 7!lu e #airan a ni!n dapat dilakukan dengan pe eriksaan 2S3 dengan #ara enilai indeks #airan a ni!n )amniotic fluid index8AFI+. Penilaian ena "ahkan ukuran kedala an dari dengan indeks ini dilakukan dengan #ara

setiap kantung 7ertikal ter"esar pada tiap kuadran uterus. 4ila nilai AFI telah

turun

hingga

atau

kurang1

aka

erupakan

indikasi

adan'a

!lig!hidra ni!n. )Aunningha

1 et al.1 2(1(+

5et!de lain adalah dengan #ara

engukur salah satu kantung #airan a ni!n

7ertikal 'ang ter"esar )single deepest pocket+. 5enurut pe eriksaan ini1 7!lu e #airan a ni!n dikatakan "erkurang "ila didapatkan ukuran kant!ng ? 2 # .
)Aunningha 1 et al.1 2(1(+

/amba(: Amnioti* Fl7i+ In+e: (27nningham- et al)- %0"0& 4erdasarkan penilaian keli a 7aria"el 'ang telah dijelaskan di atas1 pr!fil "i!fisik 'ang didapatkan "erkisar antara nilai ini al ( dan aka

didapatkanlah sk!r pr!fil "i!fisik dari janin 'ang dinilai kesejahteraan'a. Sk!r aksi al 1(.

Tabel: Penilaian S0o( P(o8il 3io8isi0 (27nningham- et al)- %0"0&

Penatalaksanaan keha ilan "erdasarkan sk!r pr!fil "i!fisik dapat "erupa penanganan ekspektatif tanpa elakukan inter7ensi apapun sa "il elakukan aka pe eriksaan ulangan. <a un jika didapatkan ga "aran keadaan asfiksia1 penanganan di"erikan se#ara aktif dengan ter inasi keha ilan.

Tabel: Mana9emen 0ehamilan be(+asa(0an s0o( .(o8il bio8isi0 (27nningham- et al)- %0"0&

Pengel!l!aan se#ara ekpetatif dipertahankan sela a 1 pe antauan se#ara "erkala. Apa"ila ti "ul suatu dapat dilakukan pengel!laan aktif. 2. Induksi persalinan Keha ilan p!stter

inggu dengan

asalah seperti kega:atan janin

erupakan keadaan klinis 'ang sering

enjadi indikasi edis

untuk pelaksanaan induksi persalinan dengan perti "angan k!ndisi "a'i 'ang #ukup "aik atau !pti al. Induksi persalinan dari ,/ pada tahun 1,*, enjadi salah satu pr!sedur
stad1 2((6+

'ang paling sering dilakukan di A erika Serikat dengan pr!p!rsi 'ang enjadi 1,/ di tahun 1,,*. )-ei

eningkat

Induksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap i"u ha il 'ang "elu inpartu1 "aik se#ara tindakan atau untuk e perlunak atau edisinal1 untuk erangsang ti "uln'a k!ntraksi uterus. Pe atangan ser7iks adalah tindakan far ak!l!gik atau #ara lain eningkatkan dilatasi ser7iks dengan tujuan untuk eningkatkan ke"erhasilan induksi persalinan. Tindakan induksi persalinan ini adalah untuk kesela atan i"u dan anak1 tetapi :alaupun dilakukan dengan teren#ana dan hati.hati1 ke ungkinan untuk janin tetap ada. )-ei
stad1 2((6+

eni "ulkan risik! terhadap i"u dan

Ke ungkinan ke"erhasilan induksi persalinan ditentukan !leh "e"erapa keadaan se"elu dilakukan induksi1 salah satun'a dari ke atangan ser7iks

)favorable+. Penilainan ke atangan ser7iks ini dapat dilakukan dengan enggunakan sk!r 4ish!p. Sk!r ini dinilai "erdasarkan li a fakt!r 'ang didapatkan dari pe eriksaan dala dan akan digunakan untuk e perkirakan ke"erhasilan induksi persalainan. Ei a fakt!r 'ang diperiksa adalah )1+ dilatasi ser7iks1 )2+ penipisan ser7iks8effacement1 )3+ k!nsistensi ser7iks1 )4+ p!sisi ser7iks1 dan )%+ station dari "agian ter"a:ah janin. Tabel :Pel6i0s s0o( men7(7t 3isho.) (27nningham- et al)- %0"0&

Sk!r 4ish!p G* ser7iks 'ang "elu

e "erikan ke ungkinan ke"erhasilan induksi persalinan enunjukkan keadaan atang )unfavorable+ sehingga e "utuhkan pe atangan
1 et al.1

'ang tinggi. Se entara itu1 sk!r 4ish!p ?4 "iasan'a

ser7iks 'ang "isa dilakukan se#ara far ak!l!gis )pr!staglandin1 nitrit !ksida+ ataupun teknik )kateter transer7ikal1 dilat!r higr!sk!pis1 stripping+. )Aunningha
2(1(+

Pada keha ilan p!stter 1 harus diperhatikan nilai !e atangan ser7iks )Sk!r 4ish!p+ karena akan e pengaruhi tindakan induksi. Apa"ila sk!r "ish!p G % aka di"erikan asih ke udian1 apa"ila sk!r "ish!p aka di induksi dengan infus !ksit!sin1tetapi "ila sk!r "ish!p ? % is!pr!st!l 2% Ig per 7agina . Die7aluasi & ja sudah G% 4ila dala sa a atau ? % & ja aka dilanjutkan ke udian "elu

aka dilanjutkan infus !ksit!sin1 na un apa"ila setelah & ja inpartu aka dilanjutkan infus !ksit!sin.

is!pr!st!l dengan #ara pe "erian 'ang sa a.

9ksit!sin adalah Dat 'ang paling sering digunakan untuk induksi persalinan dala "idang !"stetri. )-ei
stad1 2((6+

9ksit!sin

e pun'ai efek 'ang p!ten terhadap eningkat

!t!t p!l!s uterus dan kelenjar

ae. Kepekaan terhadap !ksit!sin

pada saat persalinan. Induksi persalinan dengan !ksit!sin 'ang di"erikan dilakukan dengan #ara 'ang dilarutkan dala a#a e "erikan 1(.2( unit !ksit!sin )1(.(((.2(.((( 28 E. )Aunningha
1 et al.1 2(1(+

elalui 2+

infus se#ara titrasi tern'ata efektif dan "an'ak dipakai. Titrasi ini "iasan'a 1((( ## larutan Ringer laktat. Reji en ini akan Terdapat "er"agai enggunakan drip !ksit!sin1 "aik 'ang

enghasilkan kadar !ksit!sin 1(.2( et!de induksi dengan enggunakan d!sis rendah

aupun d!sis tinggi.

Tabel :Re9imen +(i. in+70si +engan o0sitosin) (27nningham- et al)- %0"0&

4iasan'a1 k!ntraksi 'ang adekuat akan di#apai dengan d!sis !ksit!sin 2( 28 enit. Apa"ila dengan pe "erian d!sis !ksit!sin 3(.4( tidak didapatkan his 'ang adakuat1 Pe "erian dengan d!sis 'ang le"ih "esar akan dengan resept!r 7as!presin sehingga akan atau hipert!nik. Selain itu1 dapat juga 28 enit asih aka indusi tak perlu lagi dilanjutkan. en'e"a"kan ikatan !ksit!sin eni "ulkan k!ntraksi 'ang tetanik un#ul efek antidiuretik sehingga 1( enit

D eningkatkan risik! terhadap kera#unan air. Induksi dianggap "erhasil kalau didapatkan k!ntraksi uterus 'ang adekuat1 'aitu his sekitar 3 kali dala dengan kekuatan sekitar 4( -g atau le"ih )2(( 5!nte7idi!+. )Aunningha dengan 9lig!hidra ni!n tergantung
1 et al.1 2(1(+

3. Penatalaksanaan Keha ilan P!stter

Penatalaksanaan kasus !lig!hidra ni!n pada keha ilan p!stter

pada situasi klinik pasien 'ang "ersangkutan. Pada tahap a:al1 harus dilakukan e7aluasi terhadap an! ali janin dan gangguan pertu "uhan. Pada keha ilan p!stter 'ang diper"erat dengan k! plikasi !lig!hidra ni!n harus dilakukan !r"iditas janin. )-ei stad1 2((6+ penga:asan ketat karena tinggin'a risik!

-asil dari keha ilan dengan !lig!hidra ni!n intrapartu penelitian dari )Aunningha 1 et al.1 2(1(+1 i"u ha il 'ang k!ntr!l 'ang

enurut "e"erapa

e iliki hasil 'ang "er"eda."eda. Ahauhan dkk )1,,,+ 'ang dikutip elakukan penelitian terhadap le"ih dari 1(.%(( H% # di"andingkan dengan e iliki nilai AFI intrapartu

e iliki nilai AFI G% # . 5enurut hasil penelitian didapatkan

"ah:a risik! seksi! sesarea atas indikasi ga:at janin pada kel! p!k !lig!hidra ni!n le"ih tinggi 2 kali lipat. Selain itu1 risik! janin dengan sk!r AP3AR % enit di"a:ah 6 pada kel! p!k ini le"ih tinggi % kali lipat. -asil et al1 )2(1(+ juga ek!niu . )Aunningha
1

penelitian Di7!n dkk )1,,%+ 'ang dikutip dari Aunningha en'atakan "ah:a han'a i"u paturien p!stter 'ang
et al.1 2(1(+

'ang

e iliki nilai AFI ?% #

engala i deselerasi den'ut jantung janin dan aspirasi

Se"alikn'a1 Jhang dkk )2((4+ 'ang dikutip dari Aunningha

et al.1 )2(1(+ tidak

elap!rkan "ah:a k!ndisi !lig!hidra ni!n dengan nilai AFI ? % # dkk )1,,,+ 'ang tidak

"erhu"ungan dengan k!ndisi perinatal 'ang "uruk. 4egitu juga dengan 5agann ene ukan peningkatan risik! k! plikasi intrapartu
1 et al.1 2(1(+

pada k!ndisi !lig!hidra ni!n. )Aunningha

Perlu kita sadari "ah:a persalinan adalah saat paling "er"aha'a "agi janin p!stter sehingga setiap persalinan p!stter e adai. harus dilakukan penga:asan ketat dan se"aikn'a dilaksanakan di Ru ah Sakit dengan pela'anan !peratif dan ne!natal 'ang

5enurut 5!#htar1 et al )2((4+ pengel!laan persalinan pada keha ilan p!stter en#akup=

a. Pe antauan 'ang "aik terhadap k!ntraksi uterus dan kesejahteraan janin. Pe akaian alat !nit!r janin se#ara k!ntinu sangat "er anfaat. ". -indari penggunaan !"at penenang atau analgetika sela a persalinan. #. Persiapan !ksigen dan tindakan seksi! sesarea "ila se:aktu.:aktu terjadi kega:atan janin

d. Aegah terjadin'a aspirasi

ek!niu

dengan segera

engusap :ajah

ne!natus dan penghisapan pada tengg!r!kan saat kepala lahir dilanjutkan resusitasi sesuai pr!sedur pada janin dengan #airan ketu"an "er#a pur ek!niu . e. Penga:asan ketat terhadap ne!natus dengan tanda.tanda p!st aturitas

/amba(: S0ema .enatala0sanaan 0ehamilan .ostte(m) (27nningham- et al)- %0"0

3A3 III KESIMP1LAN

2ntuk

engetahui keha ilan le:at :aktu atau tidak1 siklus n!r al1 aka penting untuk

aka penentuan usia e perkirakan usia

keha ilan penting diketahui. 4ila i"u tidak terakhirn'a dala

engetahui tanggal perta a haid

keha ilan dengan "antuan pe eriksaan 2S3 teruta a trise ester I1 apa"ila peralatan 2S3 tidak ada1 dapat serial. Pada kasus keha ilan p!stter sulit untuk enegakan se#ara pasti diagn!sis apa"ila dite ukan enggunakan pe eriksaan tinggi fundus uteri

ini1 !leh karena itu dapat kita #urigai keha ilan p!stter dan dite ukann'a sindr! aturitas setelah "a'i dilahirkan.

gejala seperti gerakan janin 'ang jarang1 insufisiensi plasenta1 !lig!hidra ni!n

Penatalaksanaan keha ilan p!stter

tergantung dari keadaan i"u dan janin1

hal.hal 'ang harus diperhatikan adalah kepastian usia keha ilan1 pe "ukaan ser7iks1 ri:a'at !"stetrik dahulu i"u1 perke "angan pertu "uhan janin. Penilaian janin "erdasarkan pr!fil "i!fisik 'aitu= )a+ tes tanpa "e"an )non'stress test/()T+1 )"+ gerak nafas janin1 )#+ gerakan janin1 )d+ t!nus janin1 dan )e+ 7!lu e #airan a ni!n. Apa"ila keadaan janin "aik dapat ditunggu dahulu1 na un apa"ila keadaan janin "uruk atau dengan #ara induksi e "aha'akan dapat dilakukan ter inasi keha ilan aupun !perasi apa"ila di"utuhkan.

'AFTAR P1STAKA

1. Aunningha 1 F.3.1 et al% 2((1. P!stter 62, B 642. 1(,%.11(*.

Pregnan#'1 Antepartu

Assess ent1 In = ;illia s 9"stetri#s. $disi 21. 5# 3ra: -ill. <e: K!rk= 2. ;iknj!sastr!. -.1 "lmu *ebidanan, edisi """1 Ka'asan 4ina Pustaka Sar:!n! Pra:ir!hardj!1 Keha ilan Ee:at ;aktu1 Cakarta1 2((2 hal= 316. 32(. 3. Rusta 1 5!#htar. 1,,* Sin!psis 9"stetri )9"stetri Fisi!l!gi 9"stertri Pat!l!gi+. $disi 2. $3A. Cakarta. 4. 4agian 9"stetri dan 3inek!l!gi Fakultas ked!kteran 2ni7ersitas Padjajaran 4andung. 1,*2. 9"stetri Pat!l!gi1. Pener"it = $lstar 9ffset. 4andung %. -a#ker <F and 5!!re 3e!rge1 +ssensial of Obstetrics and Gynecology1 2nd editi!n1 ;.4. Sauders #! pan'11,,21 page 31&.31* &. Sha7er D.A. et al1 Clinical ,anual Of Obstetrics1 2 nd $diti!n1 5# 3ra: Internati!nal $diti!ns1 1,,3 page 313.321. 6. De#herne' A1 <athan E1 3!!d:in T1Eeufer <1 Current -iagnosis and Treatment Obstetrics . Gynacology 1(th editi!nF 5#3ra:.-ill1 2((6 page 1*6.1*, *. Pengurus "esar P93I1 )tandar /elayanan ,edik Obstetri dan Ginekologi1 "agian 11 4alai pener"it FK2I1 2((31 hal 6(.61. ,. R!sa A. 2((1. P!stdate Pregnan#' in= 9"stetri#s and 3'e#!l!g' Prin#iples f!r Pra#ti#e1 5#3ra:.-ill. <e: K!rk1 A eri#a= 3**.3,% 1(. Asrat T.1Luilligan $.C.1 2(((. P!stter A eri#a=321.322 11. Spella#' ;.<.1 1,,,.P!stdate Pregnan#' in=Danf!rthMs 9"stetri#s and 3'ne#!l!g'. $disi *. Eippin#!tt ;illia s and ;ilkins. Philadelphia=2*6. 2,1. Pregnan#' in= Aurrent Therap' in 9"stetri#s and 3'ne#!l!g'1 edisi %. ;4. Saunders A! pan'. Philadelphia

12. Puder K.S.1 S!k!l R.C.1 1,,%. Alini#al use !f Antepartu Eippin#!tt ;illia s and ;ilkins. Philadelphia 13.

Fetal

!nit!ring

te#hniNues in=C!hn C.S#iarra 3'ne#!l!g' and 9"stetri#s 7!l 2.edisi re7isi. 4ris#!e D.1 et al. 2((%. 5anage ent !f Pregnan#' 4e'!nd 4(

;eeksM 3estati!n in= :::.aafp.!rg8afp 14. Singal P.1 et al. 2((1. Fet! aternal 9ut#! e F!ll!:ing P!stdate Pregnan#'.A Pr!spe#ti7e Stud' in= :::.j!urnal.!"g'n. india.#! 8arti#les8issueOsepO!#t2((18!OpapersO*,.asp