Anda di halaman 1dari 3

LBM 5 STEP 1 - pulse lips breathing : sikap bernafas dengan mulut mecucu, pada saat ekspirasi, sebagai betuk

kompensasi tubuh untk mengeluarkan CO2. Untuk mengontrol orang yg sesak nafas, tujuannya untuk mengkompensasi agar inspirasi dan ekspirasi efektif dengan waktu yg tidak terlalu panjang - emfisematus : pembesaran saluran nafas bagian distal karena ada obstruksi dari dinding nafas sehingga ada udara yg terjebak Bentuk thorak anteroposterior lebih besar daripada yang lateral, angulus kosta > dari 90 derajat - hepatojugular reflux : suatu bentuk pemeriksaan untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi, disebut juga kompresi abdomen

STEP 2 1. Apa pengaruh penderita merokok selama 48 tahun dengan penyakitnya sekarang? 2. Mengapa pada pemeriksaan fisik ditemukan udem tungkai, JVP + 3, Hepatojuguler? 3. Mengapa pada pemeriksaan fisik thorax didapatkan pulse lips breathing, retraksi otototot thoraks, bentuk thorak emfisematus, dan auskultasi paru didaatkan ekspirasi diperpanjang? 4. Apa interpretasi dari setiap hasil pemeriksaan fisik pd skenario? Bagaimana cara pemeriksaannya? 5. Apa interpretasi dari pemeriksaan spirometri FEV1/ FCV <70%? 6. Mengapa penderita mengeluh sesak nafas dan batuk berdahak kental? 7. Mengapa penderita diberikan salbutamol, ipratomium bromide dan bromhexin? 8. DD (definisi, etiologi, patofisiologi, pemeriksaan penunjang, terapi, pemeriksaan fisik) STEP 3 1. Apa pengaruh penderita merokok selama 48 tahun dengan penyakitnya sekarang? Kandungannya? Efeknya kemana? Rokok ada zat zat spt nikotin dan asap rokok yg mengacaukan pertahanan normal pernafasan, bisa meneyebabkan silianya tidak bekerja karena efek nikotin, sehingga mukus tidak bisa dikeluarkan, dan terjadi hipersekresi mukus. Rokok bisa menyebabkan hambatan pada makrofag alveolus yg menyebabkan tidak efektif dalam meerangi infeksi. Disaluran pernafasan perubahan saluran nafas sentral perubahan histologis pada sel epitel bronkus menyebabkan silia berkurang hiperplasi kelenjar mukus meningkatkan jumlah sel goblet Perubahan saluran nafas ditepi : menyebabkan infla,asi, metaplasia sel goblet, menyebabkan sumbatan lendir di bronkiolus terminalis dan bronkiolus respiratorius Perubahan alveoli dan kapiler : menyebabkan kersakan jaringan peribronkiolar alveoli, pengurangan jumlah kapiler perialveolar, menyebabkan penebalan di tunika intima dan media.

Perubahan fungsi imunologis : bisa menyebabkan leukositosis,ig e meningkat Tar : menyebabkan perubahan warna dahak menjadi keabu abuan Peradangan anti protease terhambat dari oksidan asap rokok Kandungan : - Nikotin : memacu bronkokonstriksi, menghambat enzim alfa 1, -Co : mengasamkan darah, ph darah jadi lebih asam -Arsenik : mengganggu saluran nafas dan mengiritasi kulit -HCN : menyebabkan gangguan kardiovaskuler - Formalin : menyebabkan kanker paru-paru 2. Mengapa pada pemeriksaan fisik ditemukan udem tungkai, JVP + 3, Hepatojuguler? Karena dia sudah mengalami gagal jantung kanan. Aterosklerosis karena rokok, di arteri koronaria yg fungsinya mensuplai nutrisi, karena terganggu sehingga nutrisinya tidak tersalurkan, sehingga fungsinya menyalurkan darah ke seluruh tubuh berkurang, kompensasinya seperti hipertrofi ventrikel, mekanisme frans starling, menyebabkan gagal jantung. Dekompensasi jantung tidak mampu, tidak mampu menyalurkan darah ke seluruh tubuh dan menumpuk di atrium kanan dan ventrikel kanan sehingga menyebabkan oedem tungkai, hepatomegali, JVP meningkat. Adanya obstruksi di saluran nafas, intake oksigen turun O2 sedikit, Co banyak yg diikat hb kompensasinya aliran darah semakin cepat mengalami hipertensi agar oksigen tersalur ke seluruh tubuh mengalami gagal jantung PPOK bisa disebabkan herediter karena alfa 1 antitripsin Karena ada penyempitan bronkus Co2 tidak bisa dikeluarkan menumpuk di alveolus Elastic recoil menurun Tekanan alveolus tinggi Hipertensi pulmonal tekanan di paru paru lebih tinggi daripada di ventrikel kanan sehingga darah yg akan masuk ke paru terhambat dan kembali lagi ke ventrikel kanan, dan kembali ke atrium kanan, apabila sudah penuh maka akan kembali ke ekstremitas. 3. Mengapa pada pemeriksaan fisik thorax didapatkan pulse lips breathing, retraksi otototot thoraks, bentuk thorak emfisematus, dan auskultasi paru didapatkan ekspirasi diperpanjang? - Bentuk thorax emfisematus : ada udara yg terperangkap karena alveolus kehilangan daya elastic recoil, sehingga menumpuk di daerah thorax daerah anteroposterior karena bagian depan terdapat cartilago costa. - Auskultasi ekspirasi diperpanjang: karena kesusahan mengeluarkan CO2. Restriktif : gangguan paru paru karena gagal mengembang Obstruktif : gangguan paru2 akibat salurannya terhambat di traktus respiratorius. Obstruktif, karena keluhannya kesulitan ketika ekspirasi. Saat inspirasi normal karena dibantu oleh otot-otot dan traktus respiratorius melebar. - Pulse lips breathing : ekspirasi seharusnya hanya karena perbedaan tekanan, karena ada penyempitan maka ekspirasinya harus menggunakan otot otot Mengapa pada saat inspirasi tidak terjadi hal yang sama pada saat ekspirasi? 4. Apa interpretasi dari pemeriksaan spirometri FEV1/FCV <70%? Kelainannya restriktif dan obstruktif Untuk restriktif menggunakan pemeriksaan kapasitas vital, dilihat hasilnya kurang dari 80% atau tidak Untuk kelainan obstruktif pemeriksaan menggunakan fvc, jika hasilnya kurang dari 80% maka hasilnya disimpulkan ada kelainan paru obstruktif

SVC = (Action /Prediction) x 100% FEV 1% = (Action FEV 1.0 / Action FCV) X 100% Bagaimana apabila ada segmen paru paru yg tidak normal? Tidak bisa terlihat 5. Mengapa penderita mengeluh sesak nafas dan batuk berdahak kental? Apakah dispneu atau takipneu? Dispneu karena? Berdahak kental : karena hipersekresi mukus dan silia tidak dapat bekerja dengan normal 6. Mengapa penderita diberikan salbutamol, ipratomium bromide dan bromhexin? 7. DD : PPOK berdasarkan etiologi (definisi, etiologi, patofisiologi, pemeriksaan penunjang, terapi (farmakokinetik dan farmakodinamik, pemeriksaan fisik) Bagaimana alur penegakan diagnosis untuk penyakit ini? - Anamnesis : keluhan, sejak kapan, faktor yg memperberat Yg didapat : merokok, batuk berdahak, sesak nafas, dahak berwarna abu abu (bila merokok), warna dahak?, dispneu, waktu batuknya - Pf : dada tong, JVP meningkat, oedem tungkai, hepatojugular - Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan dahak, spirometri, foto thorax (spesifikasi)

Sesak nafas, batuk berdahak kental. PF : pulse lips breathing, JVP R+3

Kelainan paru

obstruksi

restriktif

PPOK

ETIOLOGI