Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Jaringan lunak adalah bagian dari tubuh yang terletak antara kulit dan tulang serta organ tubuh bagian dalam. Yang tergolong jaringan lunak antara lain adalah otot, tendon, jaringan ikat, lemak dan jaringan synovial (jaringan di sekitar persendian). Tumor adalah benjolan atau pembengkakan abnormal dalam tubuh, tetapi dalam artian khusus tumor adalah benjolan yang disebabkan oleh neoplasma. Secara klinis, tumor dibedakan atas golongan neoplasma dan nonneoplasma misalnya kista, akibat reaksi radang atau hipertrofi. Tumor jaringan lunak dapat terjadi di seluruh bagian tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tumor jaringan lunak ini ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor ganas atau kanker pada jaringan lunak dikenal sebagai sarcoma jaringan lunak atau Soft Tissue Sarcoma (STS). anker jaringan lunak termasuk kanker yang jarang ditemukan, insidensnya hanya sekitar !" dari seluruh keganasan yang ditemukan pada orang de#asa dan $%!&" dari seluruh keganasan pada anak. 'isa ditemukan pada semua kelompok umur. (ada anak%anak paling sering pada umur sekitar ) tahun dan pada orang de#asa paling banyak pada umur )&%&* tahun. +okasi yang paling sering ditemukan adalah pada anggota gerak ba#ah yaitu sebesar )," di mana $&" ada diatas lutut terutama di daerah paha. -i anggota gerak atas mulai dari lengan atas, lengan ba#ah hingga telapak tangan sekitar !.". .*" di tubuh bagian luar maupun dalam, seperti pada dinding perut, dan juga pada jaringan lunak dalam perut maupun dekat ginjal atau yang disebut daerah retroperitoneum. (ada daerah kepala dan leher sekitar /" dan !" di tempat lainnya, antara lain di dada. B. Tujuan 1. Tujuan Umum 0engetahui asuhan kepera#atan kepada klien dengan STT (Soft Tisue Tumor) di rumah sakit umum 'anyumas. 2. Tujuan Khusus

a. 0engetahui definisi, etiologi, tanda gejala, patofisiologi dan pemeriksaan penunjang klien dengan STT (Soft Tisue Tumor) di rumah sakit umum 'anyumas. b. 0engetahui pengkajian pada pasien dengan klien dengan STT (Soft Tisue Tumor) di rumah sakit umum 'anyumas. c. 0engetahui intervensi kepera#atan pada klien dengan STT (Soft Tisue Tumor) di rumah sakit umum 'anyumas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA De !n!s! Tumor merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi berasal dari bahasa latin, yang berarti bengkak. 1stilah Tumor ini digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan biologikal jaringan yang tidak normal. 0enurut 'rooker, 2**! pertumbuhan tumor dapat digolongkan sebagai ganas (malignant) atau jinak (benign). Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepat membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpai (serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). 3leh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi (4obin dan umar, !//&). Jaringan lunak adalah bagian dari tubuh yang terletak antara kulit dan tulang serta organ tubuh bagian dalam. Yang tergolong jaringan lunak antara lain adalah otot, tendon, jaringan ikat, lemak dan jaringan synovial (jaringan di sekitar persendian). Tumor adalah benjolan atau pembengkakan abnormal dalam tubuh, tetapi dalam artian khusus tumor adalah benjolan yang disebabkan oleh neoplasma. Secara klinis, tumor dibedakan atas golongan neoplasma dan nonneoplasma misalnya kista, akibat reaksi radang atau hipertrofi. Tumor jaringan lunak dapat terjadi di seluruh bagian tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tumor jaringan lunak ini ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor ganas atau kanker pada jaringan lunak dikenal sebagai sarcoma jaringan lunak atau Soft Tissue Sarcoma (STS) Et!"l"g! !. ondisi genetik

5da bukti tertentu pembentukan gen dan mutasi gen adalah faktor predisposisi untuk beberapa tumor jaringan lunak, dalam daftar laporan gen yang abnormal, bah#a gen memiliki peran penting dalam diagnosis. 2. 4adiasi 0ekanisme yang patogenik adalah munculnya mutasi gen radiasi%induksi yang mendorong transformasi neoplastik. .. +ingkungan karsinogen Sebuah hubungan antara eksposur ke berbagai karsinogen dan setelah itu dilaporkan meningkatnya insiden tumor jaringan lunak. ). 1nfeksi 1nfeksi virus 6pstein%'arr dalam orang yang kekebalannya lemah juga akan meningkatkan kemungkinan tumor jaringan lunak. &. Trauma 7ubungan antara trauma dan Soft Tissue Tumors nampaknya kebetulan. Trauma mungkin menarik perhatian medis ke pra%luka yang ada. #ejala $an Tan$a 8ejala dan tanda tumor jaringan lunak tidak spesifik, tergantung pada lokasi di mana tumor berada, umumnya gejalanya berupa adanya suatu benjolan diba#ah kulit yang tidak terasa sakit. 7anya sedikit penderita yang mengeluh sakit, yang biasanya terjadi akibat pendarahan atau nekrosis dalam tumor, dan bisa juga karena adanya penekanan pada saraf%saraf tepi. Tumor jinak jaringan lunak biasanya tumbuh lambat, tidak cepat membesar, bila diraba terasa lunak dan bila tumor digerakan relatif masih mudah digerakan dari jaringan di sekitarnya dan tidak pernah menyebar ke tempat jauh. 9mumnya pertumbuhan kanker jaringan lunak relatif cepat membesar, berkembang menjadi benjolan yang keras, dan bila digerakkan agak sukar dan dapat menyebar ke tempat jauh ke paru%paru, liver maupun tulang. alau ukuran kanker sudah begitu besar, dapat menyebabkan borok dan perdarahan pada kulit diatasnya. Jen!s % jen!s tum"r jar!ngan lunak
Jar!ngan Asal 5diposa Ben!gna +ipoma 5ngiolipoma 0iolipoma Interme$!et 'erdiferensiasi baik &al!gna +iposarkoma berdiferensiasi +iposarkoma miksoma Round cell liposarcoma

:ibrosit;miofibrosi t

+ipoma ondroid :ascitis nodular :ascitis proliferative 0yositis 3sificans :ibroma sarung tendo

:ibromatosis superficial ((almar ; (lantar) :ibromatosis tipe desmoids +ipofibromatosis

:ibrosarkoma de#asa 0iksofibrosarkoma Sarcoma fibromiksoma daerah rendah :ibrosarkoma epiteloid sklerosans 7istiositoma fibrosa maligna pleomorfik 7istiositoma fibrosa maligna sel raksasa 7istiositoma fibrosa maligna inflamatorik +eiomiosarkoma

'iasa disebut Tumor :ibrohistiositik

Sel raksasa sarung tendo Tumor sel raksasa tipe difus 7istiositoma fibrosa benigna profunda 5ngioleimioma +eiomioma profunda +eiomioma genital Tumor glomus 4abdomioma Tipe de#asa Tipe fetus Tipe genital 7emangioma 7emangioma epiteloid 5ngiomatosis +imfangioma

Tumor fibriohistiositik pleksiform Tumor sel raksasa jaringan lunak

3tot polos

(erivaskuler ((erisit) 3tot rangka

Tumor glomus maligna 0ioperisitoma 4abdomiosarkoma embrional 4abdomiosarkoma alveolar 4abdomiosarkoma pleomorfik 7emangioendotelioma kaposiformis 7emangioendotelioma retiformis 5ngioendotelioma retiformis 5ngioendotelioma intralimfatik papilaris 7emangioendotelioma epiteloid 5ngiosarkoma jaringan lunak

<askular

ondro%osseus Tumor yang berasal dari jaringan yang diferensiasinya tidak jelas

ondroma jaringan lunak 0iksoma intramuscular 0iksoma juksta% artikular 5ngiomiksoma profunda 7ialinisasi pleomorfik Timoma 7istiositoma fibrosa angiomatoid Tumor fibromiksoma oksifikans Tumor campuran 0ioepiteloma (arakordoma

ondrosarkoma mesenkimal 3steosarkoma ekstraskeletal Sarcoma synovial Sarcoma bagian lunak alveolar (=6T;Tumor 6#ing ekstraskeletal 0esenkimoma maligna

hamartomatosa ektonik

Pat" !s!"l"g! (ada umumnya tumor%tumor jaringan lunak atau Soft Tissue Tumors (STT) adalah proliferasi jaringan mesenkimal yang terjadi di jaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh. -apat timbul di tempat di mana saja, meskipun kira%kira )*" terjadi di ekstermitas ba#ah, terutama daerah paha, 2*" di ekstermitas atas, !*" di kepala dan leher, dan .*" di badan. Tumors jaringan lunak tumbuh centripetally, meskipun beberapa tumor jinak, seperti serabut luka. Setelah tumor mencapai batas anatomis dari tempatnya, maka tumor membesar mele#ati batas sampai ke struktur neurovascular. Tumor jaringan lunak timbul di lokasi seperti lekukan%lekukan tubuh. (roses alami dari kebanyakan tumor ganas dapat dibagi atas ) fase yaitu > !. (erubahan ganas pada sel%sel target, disebut sebagai transformasi. 2. (ertumbuhan dari sel%sel transformasi. .. 1nvasi lokal. ). 0etastasis jauh. STADIU& KLINIK 'erdasarkan 91?? dan 5J?? 2**2 T % Pr!mar' tum"r T* T! T!a T!b T2 T2a T2b =* =! 0* 0! =o evidence of primary tumor Tumor @& cm in greatest dimension Superficial tumor -eep tumor Tumor A& cm in greatest dimension Superficial tumor -eep tumor =o regional lymph node metastasis 4egional lymph node metastasis =o distant metastasis -istant metastasis

N % (eg!"nal l'm)h n"$es

& % D!stant metastas!s

# % H!st")ath"l"g!* gra$e

+o# grade 7igh grade Stage #r"u)!ng (T=0 System ,th edition, 2**2) Stage 15 Stage 1' Stage 115 Stage 11' Stage 111 Stage 1< 5ny +o# grade +o# grade +o# grade +o# grade 7igh grade 7igh grade 7igh grade 7igh grade 5ny T!a T!b T2a T2b T!a T!b T2a T2b 5ny T 5nyT =* =* =* =* =* =* =* =* =! 5ny= 0* 0* 0* 0* 0* 0* 0* 0* 0* 0!

Pemer!ksaan Penunjang :oto 4ontgen, biasanya tampak massa isodens, berlatar belakang bayangan otot. 'eberapa lesi menunjukkan gambaran yang spesifik seperti aebolit di dalam hemangioma, massa kartilago pada osteokondromatosis synovial, kalsifikasi perifer pada miositis osifikans. :oto rontgen juga bisa menunjukkan reaksi tulang akibat invasi tumor jaringan lunak seperti destruksi, reaksi periosteal atau remodeling tulang. 9S8, mempunyai dua peran yaitu dapat membedakan tumor kistik atau padat, dan mengukur besarnya tumor. (ada sarcoma jaringan lunak akan didapatkan gambaran massa hiperechoic, kecuali pada liposarkoma. 9S8 -oppler ber#arna sangat berguna untuk melihat vaskularisasi massa jaringan lunak. ?T Scan, memiliki keunggulan dalam mendeteksi kalsifikasi dan osifikasi, melihat metastasis di tempat lain (misalnya paru%paru), dan mengarahkan :=5' (biopsy tertutup) tumor jaringan lunak. 041, merupakan modalitas diagnostic terbaik untuk mendeteksi, karakterisasi, dan menentukan stadium tumor jaringan lunak, 041 mampu membedakan jaringan tumor dengan otot di sekitarnya dan dapat menilai terkena tidaknya komponen neurovascular yang penting dalam limb salvage surgery. 041 juga bisa digunakan untuk mengarah

biopsy, merencanakan teknik operasi, mengevaluasi respons kemoterapi, penentuan ulang stadium, dan evaluasi jangka panjang terjadinya kekambuhan local. Tera)! Secara umum, pengobatan untuk jaringan lunak tumor tergantung pada tahap dari tumor. Tahap tumor yang didasarkan pada ukuran dan tingkatan dari tumor. (engobatan pilihan untuk jaringan lunak tumors termasuk operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. !. Terapi (embedahan (Surgical Therapy) 'edah adalah yang paling umum untuk pera#atan jaringan lunak tumor. Jika memungkinkan, dokter akan menghapus kanker dan margin yang aman dari jaringan sehat di sekitarnya. (enting untuk mendapatkan margin bebas tumor untuk mengurangi kemungkinan kambuh lokal dan memberikan yang terbaik bagi pembasmian dari tumor. Tergantung pada ukuran dan lokasi dari tumor, mungkin, jarang sekali, diperlukan untuk menghapus semua atau bagian dari lengan atau kaki. 2. Terapi radiasi Terapi radiasi dapat digunakan untuk operasi baik sebelum atau setelah shrink Tumor operasi apapun untuk membunuh sel kanker yang mungkin tertinggal. -alam beberapa kasus, dapat digunakan untuk mera#at tumor yang tidak dapat dilakukan pembedahan. -alam beberapa studi, terapi radiasi telah ditemukan untuk memperbaiki tingkat lokal, tetapi belum ada yang berpengaruh pada keseluruhan hidup. .. emoterapi emoterapi dapat digunakan dengan terapi radiasi, baik sebelum atau sesudah operasi untuk mencoba bersembunyi di setiap tumor atau membunuh sel kanker yang tersisa. (enggunaan kemoterapi untuk mencegah penyebaran jaringan lunak tumors belum membuktikan untuk lebih efektif. Jika kanker telah menyebar ke area lain dari tubuh, kemoterapi dapat digunakan untuk Shrink Tumors dan mengurangi rasa sakit dan menyebabkan kegelisahan mereka, tetapi tidak mungkin untuk membasmi penyakit. Pengkaj!an !. eluhan 9tama

eluhan sangat tergantung dari dimana tumor tersebut tumbuh. eluhan utama pasien SJ+ daerah ekstremitas tersering adalah benjolan yang umumnya tidak nyeri dan sering dikeluhkan muncul setelah terjadi trauma didaerah tersebut. 2. 4i#ayat (enyakit Sekarang (erlu ditanyakan kapan terjadi dan bagaimana sifat pertumbuhannya, keluhan yang berhubungan dengan infiltrasi dan penekanan terhadap jaringan sekitar, dan ketuhan yang berhubungan dengan metastasis jauh. .. 4i#ayat (enyakit -ahulu -itanyakan ri#ayat kesehatan klien, tertama untuk penyakit B penyakit yang dapat memperberat kondisinya saat ini, misalnya memiliki -0. -apatkan juga informasi sejak mulai kapan dan bagaimana ri#ayat pengobatannya. ). 4i#ayat (enyakit eluarga -itanyakan apakah ada keluarga yang memiliki penyakit yang sama ataupun menderita tumor atau kanker jenis yang lain. -itanyakan juga penyakit B penyakit menular dan menurun yang diderita oleh keluarga yang lain seperti hipertensi, -0, 8angguan Jantung, 5stma, T'?, dll. &. (emeriksaan :isik a. (emeriksaan status generalis untuk menilai keadaan umum penderita dan tanda% tanda metastasis pada paru, hati dan tulang. b. (emeriksaan status lokalis meliputi> !) Tumor primer>

+okasi tumor 9kuran tumor 'atas tumor, tegas atau tidak onsistensi dan mobilitas

Tanda%tanda infiltrasi, sehingga perlu diperiksa fungsi motorik;sensorik dan tanda% tanda bendungan pembuluh darah, obstruksi usus, dan lain%lain sesuai dengan lokasi lesi. 2) 0etastasis regional> (erlu diperiksa ada atau tidaknya pembesaran kelenjar getah bening regional (engkajian pasien menurut 0arilynn 6. -oenges, !/// meliputi > Sirkulasi 8ejala > ri#ayat masalah jantung, 8J , edema pulmonal, penyakit vascular perifer, atau stasis vascular (peningkatan risiko pembentukan trombus). 1ntegritas ego 8ejala > perasaan cemas, takut, marah, apatis C factor%faktor stress multiple, misalnya financial, hubungan, gaya hidup. Tanda > tidak dapat istirahat, peningkatan ketegangan;peka rangsang C stimulasi simpatis. 0akanan ; cairan 8ejala > insufisiensi pancreas;-0, (predisposisi untuk hipoglikemia;ketoasidosis) malnutrisi (termasuk obesitas) C membrane mukosa yang kering (pembatasan pemasukkan ; periode puasa pra operasi). (ernapasan 8ejala > infeksi, kondisi yang kronis;batuk, merokok. eamanan 8ejala > alergi;sensitive terhadap obat, makanan, plester, dan larutan C -efisiensi immune (peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan) C 0unculnya kanker ; terapi kanker terbaru C 4i#ayat keluarga tentang hipertermia malignant;reaksi anestesi C 4i#ayat penyakit hepatic (efek dari detoksifikasi obat% obatan dan dapat mengubah koagulasi) C 4i#ayat transfuse darah ; reaksi transfuse. Tanda > menculnya proses infeksi yang melelahkan C demam. (enyuluhan ; (embelajaran 8ejala > pengguanaan antikoagulasi, steroid, antibiotic, antihipertensi, kardiotonik glokosid, antidisritmia, bronchodilator, diuretic, dekongestan, analgesic, antiinflamasi, antikonvulsan atau tranDuiliEer dan juga obat yang dijual bebas,

atau obat%obatan rekreasional. (enggunaan alcohol (risiko akan kerusakan ginjal, yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia, dan juga potensial bagi penarikan diri pasca operasi). Inter+ens! =yeri b.d kerusakan jaringan paska tindakan eksisi bedah Tujuan> dalam #aktu .F2) jam nyeri berkurang;hilang atau teratasi ?riteria hasil> Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat diatasi dengan skala nyeri *%) -apat mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan nyeri (asien tidak gelisah INTE(,ENSI kaji nyeri dengan pendekatan (G4ST jelaskan pereda nonfarmakologi dan (ASI-NAL 0enjadi parameter dasar untuk melihat sejauh mana renca intervensi yang diperlukan dan sebagai evaluasi keberhasilan dari

intervensi menajemen nyeri kepera#atan bantu (endekatan dengan menggunakan relaksasi dan nonfarmakologi nyeri dan (osisi fiologis akan meningkatkan asupan *2 kejaringan yang mengalami peradangan subkutan. (engaturan posisi idealnya 'agian tubuh yang mengalami inflamasi local dilakukan imobilitasiuntuk menurunkan respon peradangan dan meningkatkan kesembuhan. 1stirahat diperlukan selama fase akut. -isini akan meningkatkan +ingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan pengunjung yang berada diruangan. sekunder dari peradangan.

pasien dengan tindakan lainnya telah menunjukan keefektifan dalam mengurangi nyeri

noninvasif +akukan menajemen nyeri kepera#atan> imobilisasi ekstrimitas yang mengalami selulitis o 1stirahatkan pasien lingkungan tenang dan batasi pengunjung pernafasan dalam pernafasan dalam

o 5tur posisi fisiologi dan adalah pada arah yang berla#anan dengan letak dari selulitis.

o 0enajemen lingkungan> suplai darah pada jaringan yang mengalami peradangan.

o 5jarkan teknik relaksasi kondisi 32 ruangan yang akan berkurang apabila banyak o 5jarkan teknik relaksasi 0eningkatkan asupan 32 sehingga akan menurukan nyeri o 5jarkan teknik distraksi -istraksi ( pengalihan perhatian ) dapat menurunkan stimulus

pada saat nyeri

internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorphin dan enkefalin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk tidak dikirimka ke korteks serebri sehingga menurunkan persepsi nyeri.

olaborasi dokter, analgetik

dengan pemberian 5nalgetik memblok lintasan nyeri sehingga nyeri kan berkurang

ecemasan b.d prognosis penyakit Tujuan> kecemasan pasien berkurang kriteria hasil > (asien menyatakan kecemasan berkurang, mengenal perasaannya, dapat mengidentifikasi penyebab atau faktor yang mempengaruhinya, kooperatif terhadap tindakan, #ajah rileks 1ntervensi rasional anji tanda verbal dan 4eaksi verbal;nonverbal dapat menunjukan rasa agitasi, nonverbal kecemasan, marah, dan gelisah damping pasien dan lakukan tindakan bila menunjukan prilaku merusak 7indari konfrontasi onfrontasi dapat meningkatkan rasa marah, menurunkan

kerja sama dan mungkin memperlambat penyembuhan. 0ulai melakukan tindakan 0engurangi rangsangan eksternal yang tidak perlu untuk kecemasan. 'eri istirat 'ina percaya lingkungan yang tenang dan suasana penuh hubungan saling 0ereka harus didorong untuk mengekspresikan perasaan terhadap seseorang yang mereka percayai. 0endengarkan keprihatinan mereka dan selalu siap untuk memberikan yang terampil serta penuh kehangatan yang penting untuk 3rientasikan mengurangi ansietas. pasien 3rientasi dapat emnurunkan kecemasan. mengurangi

terhadap prosedur rutin dan aktifitas yang diharapkan. 'eri kesempatan kepada -apat menghilangkan ketegangan terhadap kekha#atiran pasien u; mengungkapkan yang tidak diekspresikan. ansietasnya.

'erikan privasi untuk pasien 0ember dan orang terdekat

#aktu

untuk

mengekspresikan

perasaan,

menghilangkan cemas dan prilaku adaptasi. 5danya keluarga dan teman%teman yang dipilih pasien melayani aktifitas dan pengalihan ( misalnya> membaca ) akan menurunkan perasaan terisolasi. (engaturan agar anggota keluarga dan setiap teman dekatnya untuk lebih banyak mencurahkan #aktu bersama pasien dapat menjadi upaya yang bersifat suportif. 0eningkatkan relaksasi dan menurunkan kecemasan.

olaborasi > 'erikan anti cemas sesuai indikasi diaEepam. contohnya

urang pengetahuan b.d intervensi diagnosa, intervensi, kemoterapi, dan eksisi bedah Tujuan > informasi kesehatan terpenuhi ?riteria hasil > (asien mampu menjelaskan kembali pendidikan kesehatan yang diberikan (asien termotivasi untuk menjelaskan yang telah diberikan intervensi rasional aji tingkat pengetahuan Tingkat pengetahuan dipengerahui oleh kondisi sosial pasien. pasien tentang prosedur (era#at menggunakan pendekatan sesuai dengan kondisi diagnostik, pembedahan individu pasien dengan mengetahui tingkat pengetahuan kolostomi sementara, dan tersebut pera#at dapat lebih terarah dalam memberikan rencana pera#atan pendidikan yang sesuai dengan pengetahuan pasien secara yang efesien dan efektif eluarga terdekat dengan pasien perlu dilibatkan dalam pemenuhan informasi untuk menurunkan resiko dirumah ?ari sumber meningkatakan

penerimaan informasi misininterprestasi terhadap informasi yang diberikan . Jelakan tentang terapi (asien perlu mengetahui bah#a kemoterapi diberikan sebagai dengan temoterapi pelengkap terapi bedah dan terapi radiasi. Jelaskan tentang terapi (engetahuan tentang karsinoma skuamosa #alaupun tidak radiasi. bersifat radiosensitive efek pada kebanyakan tumor akan pasien jika memberikan Jelaskan dan lakukan penyusutan bertambah

semangat pada pasien untuk terapi . (asien dan keluarga harus diberitahu #aktu dimulainya

pemenuhan

atau pembedahan. 5pabila rumah sakit mempunyai jad#al kamar

persiapan meliputi> consent

pembedahan, operasi yang padat, lebih baik pasien dan keluarga diberitahukan tentang banyaknya jad#al operasi yang telah (asien sudah menyelesaikan administrasi dan

-iskusikan jad#al ditetapkan sebelum pasien pembedahan. (ersiapan mengetahui secara financial biaya pembedahan. (asien sudah administrasi dan informet mendapat penjelasan tentang pembedahan kolektomi atau kolostomi oleh timbedah dan menandatangani imfomed 0anfaat dari intruksi preoperative telah dikenal sejak +akukan pendidikan consent. kesehatan pereoperatif yang didasarkan (rogramkan intruksi lama. Setiap pasien diajarkan seseorang individu, dengan pada mempertimbangkan segala keunikan ansietas, kebutuhan, dan dan Jika sesi penyuluhan dilakaukan beberapa haru sebelum yang dikataka. Jika intruksi diberikan terlalu dekat dengan #aktu pembedahan, pasien mungkin tidak dapat berkonsentrasi atau belajar karna ansietas atau efek dari 'eritahu pembedahan> medikasi praanestesi (uasa dilakukan minimal ,%H jam sebelum pembedahan apabila intervensi bedah dilaksanakan dengan menggunakan anestesi umum. Tujuan dari persiapan kulit preoperative adalah untuk 'eritahu pasien menguragi sumber bakteri tanpa mencederai kulit. dan (asien akan mendapat manfaat bila mengetahui kapan dan temannya dapat berkunjung setelah kebutuhan direncanakan #aktu yang tepat. individu harapan%harapannya .

diimplementasikan pada pembedahan, pasien mungkin tidak ingat tentang telah apa

(ersipan puasa (ersipan kulit

keluarga kapan pasien keluarga

bisa dikunjungi pembedahan. 'eri informasi tentang 0enajemen nyeri dapat dilakukan untuk peningkatan control menajemen kepera#atan 'erikan motivasi dukungan moral nyeri nyeri pada pasien. dan 1ntervensi untuk meningkatkan keinginan pasien dalam melaksanakan pengobatan jangka panjang.

DA.TA( PUSTAKA

'rooker, ?hristine. 2**!. amus Saku epera#atan. Jakarta > 68?. 0arilynn 6. -oenges. !///. 4encana 5suhan epera#atan pedoman untuk perencanaan

dan pendokumentasian pasien, ed... Jakarta > 68?. 4obin S.+. dan umar <. !//&. 'uku 5jar (atologi 1. Jakarta > 68? Sjamsuhidajat, 4., Jong, I.-. 2**&, editor., J Soft Tissue TumorK, dalam Buku Ajar Ilmu Bedah, 6disi 2. Jakarta> 68?