Anda di halaman 1dari 12

Trematoda

Trematoda adalah cacing yang secara morfologi berbentuk pipih seperti daun. Pada umumnya cacing ini bersifat hermaprodit, kecuali genus Schistosoma. Pada dasarnya daur hidup trematoda ini melampui beberapa beberapa fase kehidupan dimana dalam fase tersebut memerlukan hospes intermedier untuk perkembangannya. Fase daur hidup tersebut adalah sebagai berikut: Telur---meracidium---sporocyst---redia---cercariametacercaria---cacing dewasa. Dimana fase daur hidup tersebut sedikit berbeda untuk setiap spesies cacing trematoda.

sporocyst Telur meracidium sporocyst redia

cercaria cercaria redia redia

dewasa !" metacercaria dewasa #"

cercaria cercaria

dewasa $" metacercaria dewasa %"

(1) Schistosoma (2) Paragonimus (3) Clonorchis (4) Echinostoma &enurut lokasi berparasitnya cacing trematoda dikelompokkan sbagai berikut: !" Trematoda pembuluh darah: Schistosoma haematobium, S. mansoni, S. japonicum #" Trematoda paru: Paragonimus westermani $" Trematoda usus: asciolopsis bus!i, Echinostoma re"olutum, E. ilocanum %" Trematoda hati: Clonorchis sinensis, asciola hepatica, . gigantica.

Schistosomiasis (Schistosoma haematobium, S. mansoni, S. japonicum) Tiga spesies schistosoma tersebut berparasit pada orang, dimana ketiganya struktur bentuknya sama, tetapi beberaopa hal seperti morfologinya sedikit berbeda dan 'uga lokasi berparasitnya pada tubuh hospes definitif. S. hematobium dan S. mansoni, banyak dilaporkan menginfeksi orang di &esir, (ropa dan Timur Tengah, sedangkan S. japonicum, banyak menginfeksi orang di daerah )epang, *hina, Taiwan, Filippina, +ulawesi, ,aos, -ambo'a dan Thailand. *acing betina pan'ang #.-#/ mm, lebar .,#0-.,$ mm1 cacing 'antan pan'ang !.-#. mm1 lebar .,2-! mm. Daur hidup *acing dewasa hidup dalam 3enula yang mengalir ke organ tertentu dalam perut hospes definitif orang", yaitu: S. hematobium, hidup dalam 3enula yang mengalir ke kantong kencing 3esica urinaria", S. mansoni, hidup dalam 3enula porta hepatis yang mengalir ke usus besar dalam hati", S. japonicum, hidup dalam 3enula yang mengalir ke usus halus. *acing betina menempel pada bagian g#necophore dari cacing 'antan dimana mereka berkopulasi. *acing betina meninggalkan tempat tersebut untuk mengeluarkan telur di 3enula yang lebih kecil. Telur keluar dari 3enula menu'u lumen usus atau kantong kencing. Telur keluar dari tubuh hospes melalui feses atau urine dan membentuk embrio. Telur menetas dan kelur 4meraci$iun% yang bersilia dan berenang dalam air serta bersifat fototrofik. &eraci$ia menemukan hospes intermedier yaitu pada babarapa spesies siput yaitu: 'S. hematobium( 5ospes intermediernya spesies siput: )ulinus sp, Ph#sopsis sp. atau Planorbis sp. 'S. mansoni( 5ospes intermediernya bergantung pada lokasi mereka hidup yaitu: )iomphalaria ale*an$ria( Di 6frika 7tara, 6rab +audi dan 8aman ). Su$anensis, ). rupelli, ). p+ei++eri( di bagian 6frika lainnya1 ). glabrata( (ropa 9arat1 ,ropicorbio centrimetralis( Di 9ar:il. 'S. japonicum( hospes intermediernya pada siput -ncomelania.

+etelah masuk kedalam siput meraci$ium melepaskan kulitnya dan membentuk Sporoc#st, biasanya didekat pintu masuk dalam siput tersebut. +etelah dua minggu Sporoc#st mempunyai % Protonepri$ia yang akan mengeluarkan anak sporoc#st dan anak tersbut bergerak ke organ lain dari siput. Sporoc#st memproduksi anak lagi dan begitu seterusnya sampai /-; minggu. Cercaria keluar dari anak sporocyst kemudian keluar dari tubuh siput dlam waktu % minggu se'ak masuknya meracidium dalam tubuh siput. Cercaria berenang ke permukaan air dan dengan perlahan tenggelam kedasar air. 9ila cercaria kontak dengan kulit hospes definitif orang", kemudian mencari lokasi penetrasi dari tubuh orang tersebut, kemudian menembus penetrasi" kedalam epidermis dan menanggalkan ekornya sehingga bentuknya men'adi lebih kecil disebut 4Schistosomula% yang masuk kedalam peredaran darah dan terbawa ke 'antung kanan. +ebagian lain schistosomula bermigrasi mengikuti sistem peredaran cairan limfe ke duktus thoracalis dan terbawa ke 'antung. +chistosomula ini biasanya berada dalam 'antung sebelah kanan. *acing muda tersebut kemudian meninggalkan 'antung kanan melalui kapiler pulmonaris dan kemudian menu'u 'antung sebelah kiri, kemudian mengikuti sistem sirkulasi darah sistemik. 5anya schistosomula yang masuk arteri mesenterika dan sistem hepatoportal yang dapat berkembang. +etelah sekitar tiga minggu dalam sinusoid hati, cacing muda bermigrasi ke dinding usus atau ke kantong kencing brgantung spesiesnya", kemudian berkopulasi dan memulai memproduksi telur. +eluruhnya prepatent periodnya 0-2 minggu. Patologi (fek patologi dari cacing ini sangat bergantung pada spesiesnya. Progresifitas dari penyakit dari ke $ cacing ini ada tiga fase yaitu: fase awal, selama $-% minggu setelah infeksi yang menun'ukkan ge'ala demam, toksik dan alergi. Fase intermediate sekitar #,0 bulan sampai beberapa tahun setelah infeksi, yaitu adanya perubahan patologi pada saluran pencernaan dan saluran kencing dan waktu telur cacing keluar tubuh. Fase terakhir, adanya komplikasi gastro-intestinal, renal dan sistem lain, sering tak ada telur cacing yang keluar tubuh. Proses permulaan dari fase dari ke $ spesies

cacing ini adalah sama yaitu: Demam yang berfluktuasi, kulit kering, sakit perut, bronchitis, pembesaran hati dan limpa serta ge'ala diaree. -erusakan yang nyata disebabkan oleh telur cacing, dimana S. mansoni , usus besar lebih terpengaruh. Telur terdapat dalam 3enula dan submukosa yang bertindak sebagai benda asing, sehingga menyebabkan reaksi radang dengan laukosit dan infiltrasi fibroblast. 5al tersebut menimbulkan nodule disebut pseudotuberkel, karena nodule yang disebabkan reaksi 'aringan. 6bses kecil akan terbentuk sehingga menyebabkan nekrosis dan ulserasi. +ering ditemuai adanya sel eosinofil dalam 'umlah besar dalam darah dan diikuti penurunan 'umlah sel radang. 9anyak telur terbawa kembali kedalam 'aringan hati dan menumpuk dalam kapiler hati sehingga menimbulkan reaksi sel dan terbentuk nodule pseudotuberkel. 5al tersebut menimbulkan reaksi pembentukan sel fibrotik 'aringan ikat" didalam hati dan menyebabkan sirosis hepatis dan mengakibatkan portal hipertensi. Pembengkakan limpa ter'adi karena kongesti kronik dalam hati. -rena ter'adinya kongesti pembuluh darah 3iscera mengakibatkan ter'adinya ascites. +e'umlah telur cacing dapat terbawa kedalam paru-paru, sistem saraf dan organ lain sehingga menyebabkan terbentuknya pseudotuberkel di setiap lokasi tersabut. S. japonicum menyebabkan perubahan patologi terutama di dalam intestinum dan hati, mirip dengan yang disebabkan oleh S. mansoni, tetapi lebih parah bagian yang menderita ialah usus kecil. <odule yang dikelilingi 'aringan fibrosa yang berisi telur cacing ditemukan pada 'aringan serosa dan permukaan peritonium. Telur cacing S. japonicum terlihat lebih sering mencapai 'aringan otak daripada dua spesies lainnya, sehingga menyebabkan gangguan saraf yaitu: koma dan paralysis infausta pada infeksi yang berat dan tidak lekas diobati. ?nfeksi oleh S. hematobium terlihat paling ringan dibanding dua spesies lainnya. +elama cacing dewasa tinggal didalam 3enula kantong kencing, ge'ala yang terlihat adalah adanya gangguan pada sistem urinaria sa'a yaitu: cystitis, hematuria dan rasa sakit pada waktu kencing. Ter'adinya hematuria biasanya secara gradual dan men'adi parah bila penyakit berkembang dengan adanya ulserasi pada dinding kantong kencing. @asa sakit ter'adi akhir urinasi. Perubahan patologi dinding kantong kencing disebabkan oleh ==> kasus". +chistosomiasis disebabkan oleh S. japonicum, terlihat lebih parah prognosanya dapat

reaksi tubuh terhadap telur sehingga membentuk pseudotuberkel, infiltrasi sel fibrotik, penebalan lapisan muskularis dan ulserasi. Diagnosis +eperti pada cacing lainnya, diagnosis dilakukan dengan melihat telur cacing dalam ekskreta. Tetapi 'umlah telur yang diproduksi caing betina schistosoma sangat sedikit sekali dibanding dengan parasit cacing lainnya yang menginfeksi orang. 5anya sekitar %;> pasien dapat didiagnosis dengan cara smear langsung itupun setelah dilakukan tiga kali smear. 9iopsi dapat dilakukan yaitu dengan biopsi rektal, li3er dan katong kencing akan mendapatkan hasil yang baik, tetapi hal tersebut berlu keahlian khusus bagi yang melakukannya. Penelitian telah dilakukan dengan metoda imunodiagnostik, yaitu dengan tes intradermal. Tes intradermal akan terlihat positif setelah %-2 minggu setelah infeksi, walaupun pasien mungkin telah sembuh. 5asilnya =;> akuarat dan lebih efisien. Tes 'uga dapat dilakukan dengan *FT *omplemen fiksasion tes", tetapi hal ini dapat ter'adi kros reaksi dengan penyakit shyfilis dan Paragonimus sp, tetapi bila tidak hasilnya dapat !..>. Pengobatan +ulit dilakukan, dan penyakit schistosomiasis ini merupakan penyakit yang cukup bermasalah bagi A5B, karena distribusinya yang sangat luas. Bbat yang telah dicoba dan cukup efektif adalah 4tri3alen organik antimonialC tetapi obat ini sedikit bersifat toksik terhadap orang, sehingga pemebriannya harus hati-hati. Bbat lain yang toksik seperti: -,ucanthone hydroksoid dan mirida:ole, tetapi obat ini kurang efektif. Bbat tersebut hanya menghambat cacing untuk memproduksi telur dan cacing kembali ke hati untuk sementar, suatu saat cacing dapat balik lagi ke3enula porta dan memproduksi telur lagi. 9eberapa obat yang masih dalam proses penelitian ialah: hycanthone, metriphonat, oDamniEuine, pra:iEuantel, menun'ukkan hasil yang cukup men'an'ikan untuk lebih efektif. Pada fase dimana hati sudah mengalami kerusakan, semua obat men'adi berefek kontra-indikatif, mungkin operasi adalah 'alan yang terbaik. Pada kasus yang sudah sangat terlambat prognosanya 'elek, pengobatan hanya dilakukan sebagai suportif sa'a.

-ontrol schistosomiasis sangat sulit dilakukan, bergantung pada sosialisasi mengenai sanitasi dan pendidikan masyarakat setempat untuk merubah kebiasaan dan tradisi mereka. Pemberantasan hospes intermedier dengan moluskisida cukup baik, tetapi untuk hospes intermedier cacing S. japonicus agak sulit karena siput -nchomelania bersifat amfibia dan mereka hanya masuk kedalam air bila akan bertelur sa'a. Fasciolopsis buski Parasit cacing sering dilaporkan menginfeksi orang dan babi. Diperkirakan sekitar !. 'uta orang terinfeksi oleh parasit cacing ini. *acing dewasa pan'angnya #.-;0 mm dan lebar lebar #. mm. Daur hidup cacing dewasa hidup dalam usus halus memproduksi telur sampai #0... butirFekorFhari yang keluar melalui feses. Telur menetas pada sushu optimum #;-$#o*" selama sekitar ; minggu. &eracidium keluar dan masuk kedalam hospes intermedier siput yang termasuk dalam genus segmentia dan hippeutis planorbidae" untuk membentuk sporocyst. +porocyst berada dalam 'antung dan hati siput, kemudian mengeluarkan redia induk, kemudian redia induk memproduksi redia anak. @edia berubah menadi cercaria keluar dari tubuh siput dan berenang dalam air, kemudian menempel pada tanamanFsayuranFrumput dimana cercaria berubah men'adi metacercaria. 9ila tanaman tersebut dimakanFtermakan manusiaFbabi maka cercaria menginfeksi hospes definitif. Patologi Perubahan patologi yang disebabkan oleh cacing ini ada tiga bentuk yaitu toksik, obstruksi dan traumatik. Ter'adinya radang di daerah gigitan, menyebabkan hipersekresi dari lapisan mukosa usus sehingga menyebabkan hambatan makanan yang lewat. +ebagai akibatnya adalah ulserasi, haemoragik dan absces pada dinding usus. Ter'adi ge'ala diaree kronis. Toksemia ter'adi sebagai akibat dari absorpsi sekresi metabolit dari cacing, hal ini dapat mengakibatkan kematian.

Diagnosis 9erdasarkan ge'ala klinis dan ditemukan telur cacing dalam feses. Pengobatan Diklorofen, niklosamide dan pra:iEuantel, cukup efektif untuk pengobatan cacing ini. Echinostoma revolutum, E. ilocanum, E. malayanum Telur cacing E. ilocanum pertama ditemukan dalam feses dari seorang hukuman di &anila tahun !=.;. -emudian cacing ini banyak ditemukan menginfeksi orang di daerah ?ndia 9arat dan *hina. &orfologi dan biologinya sangat mirip dengan cacing E. re"olutum. E. re"olutum merupakan parasit cacing trematoda yang sering dilaporkan menginfeksi orang di Taiwan dan ?ndonesia. (. malayanum ditemukan menginfeksi orang di ?ndia, 6sia Tenggara dan ?ndia 9arat. Daur hidup *acing trematoda yang termasuk famili (chinostomatidae ini terciri dengan adanya duri leher yang melingkar dalam sebaris atau dua baris yang melingkari batl isap kepala. *acing dewasa hidup dalam usus halus, telur keluar melalui feses dan kemudian menetas dalam waktu $ minggu dan kemudian keluar meracidium yang berenang dalam air mencari hospes intermedier ke ! berupa siput genus Physa, ,ymnea, 5eliosoma, Paludina dan segmentia. Dalam hospes intermedier tersebut meracidium membentuk sporocyst dan kemudian terbentuk redia induk, redia anak yang kemudian membentuk cercaria. *ercaria keluar dari siput berenang mencari hospes intermedier ke # yaitu 'enis moluska siput besar", planaria, ikan atau katak. 9ila hospes intermedier dimakan orang maka orang akan terinfeksi. Patologi ?nfeksi cacing ini tidak memperlihatkan ge'ala yang nyata.

Paragonimus estermani Pertama ditemukan berparasit pada harimau 9engali di kebon binatang di (ropa tahun !2;2. Pada ddua tahun kemudian infeksi cacing ini pada manusia dilaporkan di Formosa. Ditemukan cacing pada organ paru-paru, otak dan 3iscera pada orang di )epang, -orea dan Filipina. +ekarang parasit ini telah menyebar ke ?ndia 9arat, <ew Guenia,, +alomon, +amoa, 6frika 9arat, Peru, *olombia dan Hene:uela. Paragonimiasis termasuk dalam penyakit :oonosis. *acing dewasa pan'angnya ;,0-!# mm dan lebar %-/ mm berwarna merah kecoklatan. Daur hidup *acing dewasa biasanya hidup di paru yang diselaputi oleh 'aringan ikat dan biasanya berpasangan. *acing tersebut 'uga dapat ditemukan pada organ lainnya. Fertilisasi silang dari dua cacing biasanya ter'adi hermaprodit". Telurnya sering ter'ebak dalam 'aringan sehingga tidak dapat meninggalkan paru, tetapi bila dapat keluar kesaluran udara paru akan bergerak ke silia epitelium. +ampai di pharynD, kemudian tertelan dan mengikuti saluran pencernaan dan keluar melalui feses. ,ar3a dalam telur memerlukan waktu sekitar !/ hari sampai beberapa minggu sebelum berkembang men'adi miracidium. Telur kemudian menertas dan miracidium harus menemukan hospes intermedier ke !, siput ,hieri$ae supaya tetap hidup. Didalam tubuh siput miracidium cepat membentuk sporocyst yang kemudian memproduksi rediae yang kemudian berkembang men'adi cercariae, dimana ceracaria ini berbentuk micrococcus. +etelah keluar dari siput cercariae men'adi aktif dan dapat merambat batuan dan masuk kedalam kepiting crab" dan Cra#+ish, dan membentuk cysta dalam 3iscera atau muskulus hewan tersebut hospes intermedier ke #". 5ospes intermedier ke # ini di Taiwan adalah kepiting yang termasuk spesies Eriocheir japonicus. Dapat 'uga ter'adi infeksi bila krustasea ini langsung memakan siput yang terinfeksi. *ercaria kemudian membentuk metacercaria yang menempel terutama pada filamen insang dari krustasea tersebut. 9ilamana hospes definitif memakan kepiting terutama bila dimakan mentahFtidak matang", maka metacercaria tertelan dan menempel pada dinding abdomen. 9eberapa hari kemudian masuk kedalam kolon dan penetrasi ke diafragma dan menu'u

pleura yang kemudian masuk ke broncheol paru. *acing kemudian men'adi dewasa dalam waktu 2-!# minggu. ,ar3a migran mungkin dapat berlokasi dalam otak, mesenterium, pleura atau kulit. Patologi Pada fase awal in3asi tidak memperlihatkan ge'ala patologik. Pada 'aringan paru atau 'aringan ektopik lainnya, cacing akan merangsang terbentuknya 'aringan ikat dan membentuk kapsul yang berwarna kecoklatan. -apsul tersebut sering membentuk ulser dan secara perlahan dapat sembuh. Telur cacing di dalam 'aringan akan merupakan pusat terbentuknya pseudotuberkel. *acing dalam saraf tulang belakang spinal cord" akan dapat menyebabkan paralysis baik total maupun sebagian. -asus fatal ter'adi bila Paragonimus berada dalam 'antung. -asus serebral dapat menun'ukkan ge'ala seperti C#tisercosis. -asus pulmonaris dapat menyebabkan ge'ala gangguan pernafasan yaitu sesak bila bernafas, batuk kronis, dahakFsputum becampur darah yang berwarna coklat ada telur cacing". -asus yang fatal sering tetr'adi. Diagnosis Diagnosis pasti hanya dapat ditentukan dengan operasi sehingga menemukan cacing dewasa, 'uga dapat ditentukan dengan menemukan telur cacing dalam sputum, menyedot cairan pleura, dari feses atau bahan apapun yang menyebabkan ulser dari Paragonimus. Diagnosis dapat dikelirukan dengan tuberkulosis, pneumonia, spirochaeta dan sebagainya. Gangguan serebral perlu dibedakan dengan tumor, cystisercosis, hydatidosis, enchepalitis dan sebagainya. Diagnosis 'uga dapat dilakukan dengan tes intradermal yang diikuti dengan *FT.

Pengobatan Pengobatan masih dalam proses penelitian. Pencegahan dilakukan dengan memasak kepiting yang akan dimakan sampai benar-benar matang.

!lonorchis sinensis *hinese li3er fluke" *acing ini pertama ditemukan di -alkuta ?ndia pada seorang tukang kayu suku cina pada tahun !2;0. ?nfeksi lain ditemukan di 5ong--ong dan )epang. Dewasa ini diketahui bahwa 4chinese li3er flukeC tersebar secara luas di )epang, -orea, *ina, Taiwan dan Hietnam. Diperkirakan sekitar != 'uta orang terinfeksi cacing di 6sia Timur tahun !=%;, yang mungkin akan men'adi lebih banyak lagi dewasa ini. *acing berukuran pan'ang 2-#0 mm dan lebar !,0-0 mm. Daur hidup *acing dewasa hidup di saluran empedu hati dan memproduksi telur sampai %... butirFhari sampai / bulan. Telur yang telah masak berwarna kuning coklat dan akan menetas bila dimakan oleh siput Para+ossarulus manchouricus yang merupakan hospes intermedier ke !. Telur menetas keluar meracidium yang akan berubah men'adi sporocyst yang menempel pada dinding intestinum atau organ lain siput dalam waktu % 'am setelah infeksi. +porocyst memproduksi redia dalam wakti !; hari, dan setiap redia memproduksi 0-0. cercaria. *ercaria mempunyai # titik mata dan ekork, kemudian keluar dari siput berenang dalam air menu'u permukaan dan kemudian tenggelam kedasar air. 9ila menemukan ikan sebagai hospes intermedier ke #, cercaria akan menempel pada epithelium kulit ikan tersebut. -emudian menanggalkan ekornya dan menempus kulit ikan dan membentuk cyste dibawah sisik ikan tersebut men'adi metacercaria. 9anyak spesies ikan yang men'adi hospes intermedier ke # dari C. sinensis ini terutama yang termasuk dalam famili *yprinidae. &etacercaria 'uga dapat menginfeksi 'enis krustacea udang" seperti: Carin$ina, &acrobrachium dan Palaemonetes. 5ospes definitif orang" akan terinfeksi oleh cacing ini bila makan ikanFudang secara mentah-mentahFdimasak kurang matang. 5ewan yang dapat terinfeksi C. sinensis ini adalah babi, an'ing, kucing, tikus dan unta. 5ewan laboratorium seperti kelinci dan marmot sangat peka terhadap infeksi cacing ini. &etacercaria men'adi cacing muda pada dinding duodenum dan bermigrasi ke hati melalui saluran empedu. *acing muda ditemukan didalam hati dalam waktu !.-%. 'am setelah infeksi pada hewan percobaan". *acing tumbuh men'adi dewasa dan

memproduksi telur dalam waktu sekitar ! bulan, sedangkan daur hidup secara komplit dalam waktu $ bulan. *acing dewasa dapat hidup selama 2 tahun pada tubuh orang. Patologi Perubahan patologi terutama ter'adi pada sel epitel saluran empedu. Pengaruhnya terutama bergantung pada 'umlah cacing dan lamanya menginfeksi, untungnya 'umlah cacing yang menginfeksi biasanya sedikit. Pada daerah endemik 'umlah cacing yang pernah ditemukan sekitar #.-#.. ekor cacing. ?nfeksi kronis pada saluran empedu menyebabkan ter'adinya penebalan epithel empedu sehingga dapat menyumbat saluran empedu. Pembentukan kantong-kantong pada saluran empedu dalam hati dan 'aringan parenchym hati dapat merusak sel sekitarnya. 6danya infiltrasi telur cacing yang kemudian dikelilingi 'aringan ikat menyebabkan penurunan fungsi hati. Ge'ala asites sering ditemukan pada kasus yang berat, tetapi apakah ada hubungannya antara infeksi C. sinensis dengan asites ini masih belum dapat dipastikan. Ge'ala 'oundice penyakit kuning" dapat ter'adi, tetapi persentasinya masih rendah, hal ini mungkin disebabkan oleh obstruksi saluran empedu oleh telur cacing. -e'adian kanker hati sering dilaporkan di )epang, hal ini perlu penelitioan lebih 'auh apakah ada hubungannya dengan penyakit *lonorchiasis. Diagnosis dan pengobatan Diagnosis dilakukan berdsarkan atas adanya telur cacing dalam feses. 6danya ge'ala gangguan fungsi hati dapat dicurigai sebagai clonorchiasis bila ter'adi di daerah endemik, tetapi perlu dibedakan dengan ge'ala penyakit cancer, hydatidosis, beri-beri, abses amuba dan penyakit hati lainnya. Pengobatan masih belum ditemukan obat yang efektif terhadap penyakit cacing ini. Fasciola hepatica, F. gigantica *acing ini banyak menyerang hewan ruminansia yang biasanya memakan rumput yang tercemar netacercaria, tetapi dapat 'uga menyerang manusia. *acing ini termasuk cacing daun yang besar dengan ukuran $. mm pan'ang dan !$ mm lebar.

Daur hidup *acing dewasa hidup dalam saluran empedu hospes definitif terutama ruminansia kadang 'uga orang". *acing bertelur dan keluar melalui saluran empedu dan keluar melalui feses. Telur berkembang membentuk meracidium dalam waktu =-!. hari pada suhu optimum. &eracidium mencari hospes intermedier siput .#mnea rubiginosa dan berkembang men'adi cercaria. *ercaria keluar dari siput dan menempel pada tanaman airFrumputFsayuran. *ercaria melepaskan ekornya memmbetuk metacercaria. 9ila rumputFtanaman yang mengandung metacercaria dimakan oleh ternakForang, maka cacing akan menginfeksi hospes definitif dan berkembang men'adi cacing dewasa. Patologi *acing dalam saluran empedu menyebabkan peradangan sehingga merangsang terbentuknya 'aringan fibrosa pada dinding saluran empedu. Penebalan saluran empedu menyebabkan cairan empedu mengalir tidak lancar. Disamping itu pengaruh cacing dalam hati menyebabkan kerusakan parenchym hati dan mengakibatkan sirosis hepatis. 5ambatan cairan empedu keluar dari saluran empedu menyebabkan ichterus. 9ila penyakit bertambah parah akan menyebabkan tidak berfungsinya hati.