Anda di halaman 1dari 6

Garam Kompleks Dan Garam Rangkap

Oleh : Putri Putih Puspa Asri 3211121017


`

Garam Kompleks Dan Garam Rangkap


Oleh : Putri Putih Puspa Asri 3211121017
Pendahuluan 1.1 Latar Belakang. Dalam pelaksanaan analisis kualitatif banyak digunanakan reaksi-reaksi yang menghasilkan pembentukan senyawa kompleks. Suatu ion (atau molekul) kompleks terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom (ion) pusat itu. Pembentukan kompleks analisis anorganik kualitatif sering terlihat dan dipakai untuk pemisahan dan identifikasi. Salah satu fenomena yang paling umum yang muncul apabila ion kompleks terbentuk adalah perubahan warna dalam larutan. Satu fenomena lain yang penting yang sering terlihat bila kompleks terbentuk adalah kenaikan larutan, banyak endapan bisa melarut karena pembentukan kompleks. 1.2 Teori Suatu garam yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu disebut garam rangkap. Sedangkan garam-garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya heksamminkobalt(III) kloroda Co(NH3)6Cl3 dan kalium heksasianoferat(III) K3Fe(CN)6. Bila suatu kompleks dilarutkan, akan terjadi pengionan atau disosiasi, sehingga akhirnya terbentuk kesetimbangan antara kompleks yang tersisa (tidak berdisosiasi). (Harjadi. 1993) Proses pembentukan dari garam rangkap terjadi apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu. Garam-garam itu memiliki struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Kompleks ialah suatu satuan baru yang terbentuk dari satuan-satuan yang dapat berdiri sendiri, tetapi membentuk ikatan baru dalam kompleks itu. Dalam hal ini, kompleks yang terbentuk masing-masing berisi sebuah komponen, tetapi ada pula yang terjadi dari lebih banyak komponen seperti kompleks [Pt(NH3)2Cl4] dan [Pt(NH3)Cl3]. Contoh dari garam rangkap adalah garam alumia, KAI(SO4)2.12H2O dan feroammonium sulfat, Fe(NH3)2(SO4).6H2O. (Harjadi. 1993) Garam rangkap dalam larutan akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya. Garam kompleks berbeda dengan garam rangkap. Salah satu tipe reaksi kimia yang dapat merupakan dasar penetapan titrimetri, mencakup pembentukan kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit sekali terdisosiasi. Satu contoh adalah reaksi ion perak dengan ion sianida untuk membentuk ion kompleks Ag(CN)2yang sangat stabil. (Underwood.1999) 2. Metodologi Percobaan 2.1 Alat dan Bahan Alat- alat yang dipergunakan adalah : Gelas Kimia 50, 100 ml, Corong gelas, Penyangga corong, Gelas Ukur 50 ml, Kaca Arloji, Batang Pengaduk, Pipet Tetes , Kaki tiga + kassa asbes, Pembakar spirtus , Spatula, Kertas saring, Aluminium foil, Botol semprot, Neraca analitis, pemanas listrik, Melting point apparatus. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah : CuSO4.5H2O ; (NH4)2SO4 ; KSCN 0.5 M ; Amonia Pekat ; Alkohol ; Aquades 2.2 Langkah Kerja 2.2.1 Pembuatan Garam Kompleks CuSO4.5H2O ditimbang sebanyak 1 gr dan dimasuka dalm gelas kimia 50 ml kemudian ditambahkan 5.ml aquades. Kemudian larutan ammonia pekat ditambahkan tetes demi tetes (sambil diaduk) sampai endapan yang terbentuk larut kembali (ammonia berlebih). Larutan tersebut didiamkan pada suhu kamar. Setelah itu ditambahkan 20 ml 1. alkohol dengan pipet tetes perlahan melalui dinding gelas sampai terbentuk 2 lapisan (bawah=biru, atas=bening). Ditutup rapat dengan aluminium foil dan dibiarkan pada suhu ruang, kemudian pertumbuhan Kristal diamati pada hari berikutnya. Setelah itu larutan disaring dan diletakan pada kaca arloji lalu kristal dikeringkan dalam oven 60o selama 2 jam, kemudian kristal ditimbang. 2.2.2 Pembuatan Garam Rangkap Ditimbang CuSO4.5H2O sebanyak 5 gr dan dilarutkan dalam 20 ml air mendidih (sebagai larutan 1). Ditimbang sebanyak 5 gr (NH4)2SO4 dan dilarutkan dalam 20 ml air (dinyatakan sebagai larutan 2). Larutan 1 dan larutan 2 dicampurkan kemudian diaduk sampai homogen. Larutan tersebut diuapkan sampai jenuh dan kemudian dibiarkan dingin, proses kristalisasi dapat dibantu dengan menambahkan air dingin di luar wadah gelas. Kristal yang terbentuk disaring dan dicuci dengan alkohol secukupnya. Dikeringkan pada suhu kamar dan ditimbang massanya. 2.2.3 Uji kualitatif Ditimbang sejumlah massa yang sama dari garam rangkap dan garam kompleks yang diperoleh kemudian masing-masing dilarutkan dengan 5 ml aquades. Direaksikan kedua larutan tersebut dengan 2 ml KSCN 0.5 M. Diamati perubahan yang terjadi. 2.3 Diagram Alir Pembuatan Garam Kompleks 1gr CuSO4.5H2O - +5 ml aquades -+ammonia pekat (sampai endapan larut) -dinginkan pada suhu kamar - +20 ml alcohol -amati, kemudian tutup dengan aluminium foil -amati pada hari berikutnya Filtrat Residu -keringkan -timbang Hasil Pembuatan garam Rangkap 5 gr CuSO4.5H2O +20ml air mendidih Larutan 1 5 gr (NH4)2SO4 -+20 ml air Larutan 2 -campurkan -homogenkan -uapkan sampai jenuh -dinginkan Filtrat Residu - saring,kemudian cuci dengan alkohol secukupnya -keringkan -timbang Hasil

Uji Kualitatif 0.5 gr garam rangkap Hasil 0.5 gr garam Kompleks

Masing-masing +5 ml aquades +2 ml KSCN 0.5 M Amati

3. Hasil Dan Pembahasan 3.1 Hasil percobaan No 1. Perlakuan 1 gr CuSO4.5H2O + aquades + NH4 pekat Didiamkan selama satu malam + 20 ml alkohol Pengamatan pada hari berikutnya, 2. CuSO4.5H2O +20 ml air panas (sbg lar. 1) (NH4)2SO4 +20 ml aquades (sbg lar.2) Lar 1+lar 2 Larutan biru muda bening biru gelap Biru gelap bening Ada dua lapisan,(bi ru dan tak berwarna) Bening (tidak berwarna) . Biru bening Tidak berwarna Biru tua bening Hasil pengamatan Endapan Penimbangan Tidak ada Terdapat endapan warna biru Endapan biru Endapan biru CuSO4.5H2O = 1. 0493 gr -

Berwarna biru. Belum ada

garam kompleks = 0.5011 gram 5.1101 gr 5.004 gr -

panaskan sampai jenuh. Biru Belum ada Kemudian bening didinginkan Setelah Larutan didapat garam keesokan Endapan biru rangkap = harinya Kristal biru bening 0.5047 gr diamati 0.5 gr garam Biru 3. kompleks Biru, kehijauan +Aquades +KSCN 0.5 Biru gelap M 0.5 gr garam Biru rangkap muda +aquades bening +KSCN 0.5 Hijau M 3.2 Pembahasan Pada pembuatan garam kompleks Tetrammincopper (II) Sulfat hidrat Cu(NH3)4SO4.H2O. Padatan CuSO4.5H2O berfungsi sebagai penyedia atom pusat dan NH3 pekat berfungsi sebagai penyedia ligan, juga fungsi dari alkohol yang digunakan adalah sebagai masking agent (zat penutup) dimana zat penutup ini berfungsi untuk meminimalisir

gangguan dari ion-ion lain dalam larutan, ia akan mengikat ion-ion pengganggu itu dan membentuk kompleks stabil dengannya. Berdasarkan hasil analisis data yang terlampir, didapatkan persen randemen garam kompleks yang terbentuk sebesar 51.13% dengan reaksi sebagai berikut : CuSO4.5H2O+ 4NH3 Cu(NH3)4SO4.5H2O Pembuatan Garam Rangkap kupriammonium sulfat, CuSO4(NH4)2SO4.6H2O, alas an digunakannya pelarut air pada percobaan ini adalah karena air mempunyai momen dipol yang besar dan ditarik baik ke kation maupun anion untuk membentuk ion terhidrasi. Dari sifatnya tersebut maka digunakannya pelarut air karena kedua garam yang bereaksi dapat larut dalam air dan tetap berupa satu spesies ion. Kebanyakan garam anorganik lebih dapat larut dalam air murni daripada dalam pelarut organik. Larutan segera ditutupi dengan kaca arloji sehingga dapat mencegah menguapnya beberapa ion yang diinginkan untuk dapat membentuk kristal monoklin sempurna. Dari hasil analisis data yang terlampir didapatkan persen randemen garam rangkap sebesar 6.31% dengan reaksi sebagai berikut : CuSO4.5H2O+(NH4)2SO4CuSO4(NH4)2SO4.6H2O Nilai persen randemen yang kurang dari 10% mengindikasikan bahwa pada percobaan ini terdapat beberapa faktor kesalahan sehingga hasil yang didapat kurang maksimal, kesalahan yang mungkin terjadi adalah pada alat, ataupun pada bahan autupun human error, tetapi diduga kesalahan pada percobaan pembuatan garam rangkap ini disebabkan oleh Human error. 4. Kesimpulan Garam kompleks dapat diperoleh dengan mereaksikan CuSO4.5H2O dengan NH3 pekat, dengan reaksi sebagai berikut : CuSO4.5H2O+4NH3 Cu(NH3)4SO4.5H2O sehingga didapatkan garam komples Tetrammincopper (II) Sulfat hidrat Cu(NH3)4SO4.5H2O dan didapatkan berat garam sebesar 0.5011 gr dn persen randemen sebesar. Garam rangkap dapat diperoleh dengan mereaksikan CuSO4.5H2O dengan (NH4)2SO4 dengan reaksi sebagai berikut : CuSO4.5H2O+(NH4)2SO4CuSO4(NH4)2SO4.6H2O sehingga didapatkan garam rangkap berupa kupriammonium sulfat CuSO4(NH4)2SO4.6H2O dan didapatkan berat garam sebesar 0.5047 gr dan persen randemen sebesar 6.31 %. Diduga terdapat beberapa factor kesalahan yang salah satunya adalah human error sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal Daftar Pustaka 1. Day & Underwood. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta. 2. Harjadi. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Gramedia. Jakarta 3. http://novienobie.blogspot.com/2010/05/pembutan-

garam-kompleks-tembaga.html
4. Svehla, G. 1985.Vogel Buku Tesk Anilisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, bagian I. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta. 5. Sukardjo. 1997. Kimia Fisik. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Putri Putih Puspa Asri Jurusan Kimia F-MIPA UNJANI 2012

Garam Kompleks Dan Garam Rangkap


Oleh : Putri Putih Puspa Asri 3211121017