Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN ESTERIFIKASI I.TUJUAN 1.

1 Tujuan umum Mahasiswa mampu membuat etil asetat dengan bahan baku etanol dan asam asetat glacial dengan katalisator asam sulfat pekat atau asam klorida pekat. 1.2 Tujuan khusus - Mahasiswa dapat menentukan yield dari etil asetat yang dihasilkan. - Mahasiswa dapat menentukan berat jenis dari etil asetat yang dihasilkan - Mahasiswa dapat menentukan viskositas dari etil asetat yang dihasilkan - Mahasiswa dapat mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pada proses esterifikasi - Mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan alat destilasi - Mahasiswa dapat mengetahui alat dan bahan yang digunakan pada proses esterifikasi II. LANDASAN TEORI 2.1 Esterifikasi Esterifikasi adalah bila asam karboksilat dan alcohol dipanaskan dengan kehadiran katalis asam (HCl atau H2SO4) maka kesetimbangan tercapai dengan ester dan air.

Proses ini disebut esterifikasi Fischer, berdasarkan Emil Fischer yang mengembangkan metode ini. Meskipun reaksi ini berkesetimbangan reaksi dapat digeser ke kanan dengan beberapa cara. Jika alcohol atau asamnya murah, gunakanlah secara berlebih. Cara lain, ester dan atau air dapat dipindahkan segera setelah terbentuk.(Hart, 2003). Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alcohol dan asam karboksilatnya. Kuat dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukan ester. ( Fessenden, 1982) 2.2 Ester Ester merupakan senyawa organic yang diturunkan dari asam dengan mengganti gugus OH oleh gugus OR. Ester dinamai dengan cara yang sama dengan asam karboksilatnya. (Hart, 2003)

Ester merupakan salah satu senyawa organic yang sangat berguna dan dapat diubah menjadi aneka ragam senyawa lainnya. Ester lazim dijumpai di alam. Salah satu contoh ester adalah lemak dan lilin. Ester juga digunakan untuk polimer sintetik. (Fessenden, 1982) 2.2.1 Macam-macam reaksi pembuatan ester 2.2.1.1 Dari asam karboksilat dan alcohol Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dan alcohol. Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi reversible. R-COOH + R-OH R-COOR + H2O 2.2.1.1 Dari halide asam dan alkohol Klorida asam bereaksi dengan alcohol untuk menghasilkan ester dan HCl dalam suatu reaksi yang beranalogi langsung dengan hidrolisis. Reaksi antara suatu senyawa organic dan suatu alcohol disebut alkoholisis. R-CO-Cl + R-OH R-CO-OR + HCl 2.2.1.3 dari suatu anhidrida dengan alcohol atau fenol Seperti halide asam, anhidrida asam lebih reakstif daripada asam karboksilat dan dapat digunakan untuk mensintesis keton, ester atau amida. Anhidrida asam bereaksi dengan nukleofil yang sama seperti yang bereaksi dengan klorida asam, namun laju reaksinya lebih rendah. 2R-CO-O-CO-R + HO-R-OH R-CO-O-R-O-CO-R + 2 R-COOH (Fessenden, 1982) 2.2.2 Reaksi pada ester 2.2.2.1 Hidrolisis R-COO-R + H2O R-COOH + R-OH 2.2.2.2 Saponifikasi R-COO-R +NaOH R-OH + R-COO-Na 2.2.2.3 Transesterifikasi R-COO-R + R-OH R-COO-R + R-OH 2.2.2.4 Reaksi dengan ammonia R-COO-R + NH3 R-CO-NH2 + R-OH 2.2.2.5 Reduksi R-COO-R + LiAlH4 + H2O, H+ R-CH2-OH + HO-R

2.2.2.6 Reaksi dengan reagen Grignard R-COO-R + RMgX+ H2O, H+ R-CR-OH (Fessenden, 1982) 2.3 Destilasi Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin. Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin. proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut. (Zulfikar.Destilasi. http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimiakesehatan/pemisahan-kimia-dananalisis/destilasi/)

2.3.1 Jenis-jenis destilasi 1) Distilasi Sederhana, prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan.

Biasanya digunakan untuk memisahkan zat sederhana seperti air dan alcohol. 2) Distilasi Fraksionasi (Bertingkat), merupakan teknik atau proses pemisahan campuran

berupa cairan yang bertujuan untuk memproses lebih dari 1 jenis komponen. Untuk tujuan

ini, cairan yang menguap dilewatkan melalui kolom kolom perangkap uap. Komponen yang lebih mudah menguap (bertitik didih rendah) cenderung mengembun (terperangkap) di kolom lebih atas dan komponen yang sukar menguap (bertitik didih tinggi) cenderung mengendap di kolom lebih bawah. Teknik ini diterapkan, misalnya untuk pemurnian minyak bumi 3) Distilasi Azeotrop, memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih

komponen yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tsb, atau dengan menggunakan tekanan tinggi. 4) Distilasi Kering : memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan

cairnya. Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu bata. 5) Distilasi vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede

yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, shg titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi. 2.4 Massa jenis 2.5 Viskositas 2.6 Rendemen 2.7 Sifat dan fungsi reagen III. METODOLOGI