Anda di halaman 1dari 44

TUGAS TUTORIAL BLOK REPRODUKSI DAN TUMBUH KEMBANG SKENARIO I KEPUTIHAN

Oleh : KELOMPOK B-5

Ketua: Sabila E a!"a#t$% Se+$eta$i!: Ri,"eta De!ti# A#../ta: 0i1%a E+a Put$i M3 I4bal Si$e.a$ P$i6i Mutia$a Ri,+a R3 A3 0ita 7e$a#i K3 Rhe,,a I6a6 M/$.a#1ha S$i Raha%u I#1$a"ati Su9i A!#ata!ia Ra6a1hi#i &&'(''*(*2 &&'('')&25 &&'('')(&) &&'('')(() &&'('')(8( &&'('')(58 &&'('')(5*
1

&&'('')(5*

&&'('')(5-

Ul:a#i A;$ilia

&&'('')(22

7AKULTAS KEDOKTERAN UNI<ERSITAS =ARSI ('&&>('&&


Skenario 2

KEPUTIHAN Pasien wanita,umur 26 tahun, ibu rumah tangga, baru 2 tahun menikah datang berobat ke dokter dengan keluhan ke utihan !ang ban!ak, "air, berbau an!ir !ang kadang#kadang disertai gatal se$ak % minggu !ang lalu& Penderita mem un!ai siklus menstrulasi !ang normal dan tidak menggunakan kontrase si& Suami enderita beker$a sebagai su ir dan riw!at melakukan hubungan seksual dengan wanita lain disangkal& Pada emeriksaan genitalia eksterna ' labium ma!us dan minus tam ak eritema dan sedikit erosi& Pada emeriksaan ins ekulo dida atkan ' dis"harge agina homogn, keabu#abuan dan tam ak melekat ada dinding (agina& Pasien disarankan untuk melakukan emeriksaan PAP)smear&

Ste; & Sa!a$a# Bela?a$

*& TIU ' +emahami dan +en$elaskan ,enitalia -anita TIK ' *&* +akrosko ik genitalia wanita *&2 +ikrosko ik genitalia wanita

2& TIU ' +emahami dan +en$elaskan Ke utihan !ang Patologis TIK ' 2&* .e/inisi dan E idemiologi ke utihan 2&2 Klasi/ikasi Ke utihan 2&% Etiologi ke utihan 2&0 Pato/isiologi ke utihan 2&1 +ani/estasi klinis ke utihan 2&6 .iagnosis dan emeriksaan ada ke utihan 2&2 .iagnosis 3anding
3

2&4 Tatalaksana 2&5 Kom likasi 2&*6 Prognosis

%& TIU ' +emahami dan +en$elaskan Thaharah ada Ke utihan

Ste; ( Mandiri

=UNINDAR SE<= AR<INTA &&'('&'-'-

TIU &3 Me6aha6i 1a# Me#?ela!+a# Ge#italia 0a#ita TIK &3&3 A#at/6i Ma+$/!+/;i+ .e#italia "a#ita Terdiri alat 7 organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga anggul& Eksternal 8sam ai (agina9 ' /ungsi ko ulasi Internal ' /ungsi o(ulasi, /ertilisasi o(um, trans ortasi blasto"!st, im lantasi, ertumbuhan /etus, kelahiran& :ungsi sistem re roduksi wanita dikendalikan 7 di engaruhi oleh hormon#hormon gondaotro in 7 steroid dari oros hormonal thalamus ; hi othalamus ; hi o/isis ; adrenal ; o(arium&

Selain itu terda at organ7sistem ekstragonad7ekstragenital !ang $uga di engaruhi oleh siklus re roduksi ' a!udara, kulit daerah tertentu, igmen dan sebagain!a& GENITALIA EKSTERNA <ul a Tam ak dari luar 8mulai dari mons ubis sam ai te i erineum9, terdiri dari mons ubis, labia ma!ora, labia minora, "litoris, h!men, (estibulum, ori/i"ium urethrae e<ternum, kelen$ar#kelen$ar ada dinding (agina& M/#! ;ubi! > 6/#! e#e$i! =a isan lemak di bagian anterior s!m hisis os ubis& Pada masa ubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut ubis& Labia 6a%/$a =a isan lemak lan$utan mons ubis ke arah bawah dan belakang, ban!ak mengandung leksus (ena& Homolog embriologik dengan skrotum ada ria& =igamentum rotundum uteri berakhir ada batas atas labia ma!ora& .i bagian bawah erineum, labia ma!ora men!atu 8 ada "ommisura osterior9& Labia 6i#/$a =i atan $aringan ti is di balik labia ma!ora, tidak mem un!ai /olikel rambut& 3an!ak terda at embuluh darah, otot olos dan u$ung serabut sara/& @lit/$i! Terdiri dari "a ut7glans "litoridis !ang terletak di bagian su erior (ul(a, dan "or us "litoridis !ang tertanam di dalam dinding anterior (agina& Homolog embriologik dengan enis ada ria& Terda at $uga rese tor androgen ada "litoris& 3an!ak embuluh darah dan u$ung serabut sara/, sangat sensiti/& <e!tibulu6
5

.aerah dengan batas atas "litoris, batas bawah /our"het, batas lateral labia minora& 3erasal dari sinus urogenital& Terda at 6 lubang7ori/i"ium, !aitu ori/i"ium urethrae e<ternum, introitus (aginae, du"tus glandulae 3artholinii kanan#kiri dan duktus Skene kanan#kiri& Antara /our"het dan (agina terda at /ossa na(i"ularis& I#t$/itu! > /$i:i9iu6 a.i#a Terletak di bagian bawah (estibulum& Pada gadis 8(irgo9 tertutu la isan ti is bermukosa !aitu sela ut dara 7 h!men, utuh tan a robekan& H!men normal terda at lubang ke"il untuk aliran darah menstruasi, da at berbentuk bulan sabit, bulat, o(al, "ribi/ormis, se tum atau /imbriae& Akibat "oitus atau trauma lain, h!men da at robek dan bentuk lubang men$adi tidak beraturan dengan robekan 8misaln!a berbentuk /imbriae9& 3entuk himen ost artum disebut arous& >orrun"ulae m!rti/ormis adalah sisa2 sela ut dara !ang robek !ang tam ak ada wanita ernah melahirkan 7 ara& H!men !ang abnormal, misaln!a rimer tidak berlubang 8h!men im er/orata9 menutu total lubang (agina, da at men!ebabkan darah menstruasi terkum ul di rongga genitalia interna&

<a.i#a ?ongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari te i "er(i< uteri di bagian kranial dorsal sam ai ke (ul(a di bagian kaudal (entral& .aerah di sekitar "er(i< disebut /orni<, dibagi dalam 0 kuadran ' /orni< anterior, /orni< osterior, dan /orni< lateral kanan dan kiri& @agina memiliki dinding (entral dan dinding dorsal !ang elastis& .ila isi e itel skuamosa berla is, berubah mengikuti siklus haid&:ungsi (agina !aitu untuk mengeluarkan ekskresi uterus ada haid, untuk $alan lahir dan untuk ko ulasi 8 ersetubuhan9& 3agian atas (agina terbentuk dari duktus +ulleri, bawah dari sinus urogenitalis& 3atas dalam se"ara klinis !aitu /orni"es anterior, osterior dan lateralis di sekitar "er(i< uteri& Titik ,ra!enbergh 8,#s ot9, meru akan titik daerah sensorik di sekitar *7% anterior dinding (agina, sangat sensiti/ terhada stimulasi orgasmus (aginal& Pe$i#eu6
6

.aerah antara te i bawah (ul(a dengan te i de an anus& 3atas otot#otot dia/ragma el(is 8m&le(ator ani, m&"o""!geus9 dan dia/ragma urogenitalis 8m& erinealis trans(ersus ro/unda, m&"onstri"tor urethra9& Perineal bod! adalah ra he median m&le(ator ani, antara anus dan (agina& Perineum meregang ada ersalinan, kadang erlu di otong 8e isiotomi9 untuk mem erbesar $alan lahir dan men"egah ru tur&

Ge#italia e+!te$#a "a#ita

GENITALIA INTERNA Ute$u! Suatu organ muskular berbentuk se erti buah ir, dila isi eritoneum 8serosa9& Selama kehamilan ber/ungsi sebagai tem at im latansi, retensi dan nutrisi konse tus& Pada saat ersalinan dengan adan!a kontraksi dinding uterus dan embukaan ser(iks uterus, isi konse si dikeluarkan& Terdiri dari "or us, /undus, isthmus dan ser(iks uteri& Se$ i+! ute$i 3agian terbawah uterus, terdiri dari ars (aginalis 8berbatasan 7 menembus dinding dalam (agina9 dan ars su ra(aginalis& Terdiri dari % kom onen utama' otot olos, $alinan $aringan ikat 8kolagen dan glikosamin9 dan elastin& 3agian luar di dalam rongga (agina !aitu ortio "er(i"is uteri 8dinding9 dengan lubang ostium uteri e<ternum 8luar, arah (agina9
7

dila isi e itel skuamokolumnar mukosa ser(iks, dan ostium uteri internum 8dalam, arah "a(um9& Sebelum melahirkan 8nulli ara7 rimigra(ida9 lubang ostium e<ternum bulat ke"il, setelah ernah7riwa!at melahirkan 8 rimi ara7 multigra(ida9 berbentuk garis melintang& Posisi ser(iks mengarah ke kaudal# osterior, setinggi s ina is"hiadi"a& Kelen$ar mukosa ser(iks menghasilkan lendir getah ser(iks !ang mengandung gliko rotein ka!a karbohidrat 8musin9 dan larutan berbagai garam, e tida dan air& Ketebalan mukosa dan (iskositas lendir ser(iks di engaruhi siklus haid& @/$;u! ute$i Terdiri dari, aling luar la isan serosa7 eritoneum !ang melekat ada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah la isan muskular7miometrium beru a otot olos tiga la is 8dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, an!aman dan sirkular9, serta dalam la isan endometrium !ang mela isi dinding "a(um uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat engaruh hormon#hormon o(arium& Posisi "or us intraabdomen mendatar dengan /leksi ke anterior, /undus uteri berada di atas (esi"a urinaria& Pro orsi ukuran "or us terhada isthmus dan ser(iks uterus ber(ariasi selama ertumbuhan dan erkembangan wanita Li.a6e#ta ;e#%a#..a ute$u! =igamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum "ardinale, ligamentum o(arii, ligamentum sa"routerina ro ium, ligamentum in/undibulo el(i"um, ligamentum (esi"outerina, ligamentum re"touterina& <a!+ula$i!a!i ute$u! Terutama dari arteri uterina "abang arteri h! ogastri"a7illia"a interna, serta arteri o(ari"a "abang aorta abdominalis& Sal;i#. > Tuba 7al/;ii Embriologik uterus dan tuba berasal dari du"tus +ulleri& Se asang tuba kiri#kanan, an$ang 4#*0 "m, ber/ungsi sebagai $alan trans ortasi o(um dari o(arium sam ai "a(um uteri& .inding tuba terdiri tiga la isan ' serosa, muskular 8longitudinal dan sirkular9 serta mukosa dengan e itel bersilia& Terdiri dari ars interstitialis, ars isthmi"a, ars am ularis, serta ars
8

in/undibulum dengan /imbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding !ang berbeda# beda ada setia bagiann!a& Pars isthmi"a 8 roksimal7isthmus9 +eru akan bagian dengan lumen tersem it, terda at s/ingter uterotuba engendali trans/er gamet& Pars am ularis 8medial7am ula9 Tem at !ang sering ter$adi /ertilisasi adalah daerah am ula 7 in/undibulum, dan ada hamil ekto ik 8 atologik9 sering $uga ter$adi im lantasi di dinding tuba bagian ini& Pars in/undibulum 8distal9 .ilengka i dengan /imbriae serta ostium tubae abdominale ada u$ungn!a, melekat dengan ermukaan o(arium& :imbriae ber/ungsi Amenangka B o(um !ang keluar saat o(ulasi dari ermukaan o(arium, dan membawan!a ke dalam tuba& Me!/!al;i#. Caringan ikat en!angga tuba 8se erti haln!a mesenterium ada usus9&

O a$iu6 Drgan endokrin berbentuk o(al, terletak di dalam rongga eritoneum, se asang kiri# kanan& .ila isi meso(arium, sebagai $aringan ikat dan $alan embuluh darah dan sara/& Terdiri dari korteks dan medula& D(arium ber/ungsi dalam embentukan dan ematangan /olikel men$adi o(um 8dari sel e itel germinal rimordial di la isan terluar e ital o(arium di korteks9, o(ulasi 8 engeluaran o(um9, sintesis dan sekresi hormon#hormon steroid 8estrogen oleh teka interna /olikel, rogesteron oleh kor us luteum as"ao(ulasi9& 3erhubungan dengan ars in/undibulum tuba :alo ii melalui erlekatan /imbriae& :imbriae Amenangka B o(um !ang dile askan ada saat o(ulasi& D(arium ter/iksasi oleh ligamentum o(arii ro rium, ligamentum in/undibulo el(i"um dan $aringan ikat meso(arium& @askularisasi dari "abang aorta abdominalis in/erior terhada arteri renalis& 8Snell, 26669
9

Ge#italia i#te$#a "a#ita

TIK &3( 3A#at/6i Mi+$/!+/;i+ .e#italia "a#ita Se$ i+! Ser(iks mem un!ai serabut otot olos, namun terutama terdiri dari atas $aringan

kolagen, ditambah dengan elastin serta embuluh darah& Peralihan ser(iks !ang terutama !ang beru a $aringan kolagen ke kor us uteri !ang terutama beru a $aringan muskuler, meski un umumn!a mendadak namun bisa $uga sedikit demi sedikit, sehingga terentang se an$ang *6 mm& Ser(iks !ang berbentuk silinder ada nulli ara an$angn!a sekitar % "m dan diameter 2,1 "m& +ukosa kanalis ser(ikalis meski un se"ara embriologis meru akan kelan$utan dari endometrium, namun setelah mengalami erubahan sedemikian ru a sehingga otongan melintangn!a men!eru ai sarang tawon& +ukosan!a terdiri dari satu la isan e itel kolumnar !ang sangat tinggi, menem el ada membrana basalis !ang ti is& Nukleus !ang o(al terletak dekat dasar sel kolumner !ang bagian atasn!a terlihat agak $ernih karena berisi mukus& Sel ;
10

sel ini mem un!ai ban!ak silia& Terda at ban!ak kelen$ar ser(ikalis !ang meman$ang dari ermukaan mukosa endoser(iks langsung menu$u $aringan ikat di sekitarn!a, karena tidak terda at submukosa demikian, kelen$ar inilah !ang ber/ungsi mengeluarkan sekret !ang kental dan lengket

Se1iaa# Se$ i+!

<a.i#a La;i!a# <a.i#a


11

.inding (agina terdiri dari la isan mukosa, muskularis, dan ad(entitia& +ukosa ini berada didalam li atan 8rugae9 !ang terdiri dari la isan ermukaan e itel skuamosa berla is tan a la isan tanduk 8nonkeratiniEed9 diatas lamina ro ria& Sel#sel e itel mengandung glikogen =amina ro ria terdiri dari $aringan ikat, dibawah la isan e itel, serabut elastis membentuk $aringan adat& Caringan lim/atik men!ebar dan nodular ditemukan sesekali, dan ban!ak lim/osit, bersama dengan leukosit granular, mengin(asi e itel& @agina tidak memiliki kelen$ar, dan e itel di$aga agar teta lembab oleh sekresi dari leher rahim 8ser(i<9& +uskularis terdiri dari kum ulan sel#sel otot longitudinal di la isan luar& Para ad(entitia adalah la isan luar !ang ti is !ang tersusun dari $aringan ikat dengan serat elastis& 3er/ungsi untuk mem ertahankan (agina teta di tem at& E itel skuamosa bertingkat nonkeratiniEed !ang mela isi (agina terdalam adalah la isan basal 8stratum germinati(um9, diikuti oleh la isan 8s inosus9 menengah dan la isan dangkal 8stratum korneum9& Labia =abia ma!or terdiri dari li atan#li atan kulit !ang menutu i kum ulan $aringan adi osa& Pada orang dewasa, ermukaan luar ditutu i oleh rambut kasar dengan kelen$ar keringat dan sebasea& =abia ma$ora adalah homolog dengan skrotum ada ria& =abia minora terdiri dari inti !ang sangat (askular, $aringan ikat longgar tertutu oleh e itel skuamosa berla is !ang sangat men$orok oleh a illa $aringan ikat& Kedua ermukaan labia minora tidak terda at rambut, teta i ban!ak terda at kelen$ar sebasea besar& Klit/$i! Klitoris adalah suatu badan !ang terbentuk dari dua "or ora "a(ernosa !ang tertutu dalam la isan $aringan ikat /ibrosa dan di isahkan oleh se tum !ang tidak lengka & U$ung bebas dari klitoris berakhir dalam tuberkulum, ke"il membulat,serta kelen$ar "litoridis& Klitoris dibungkus oleh la isan ti is e itel skuamosa berla is nonkeratiniEed , $uga terkait dengan ban!ak u$ung sara/ khusus& Klitoris tidak memiliki kor us s ongiosum , oleh karena itu tidak dilalui oleh uretra& Kele#?a$ e!tibula$> +ele#?a$ Ba$th/li#
12

olos !ang tersusun sirkuler di la isan dalam dan

@estibulum adalah "elah antara labia minora !ang di dalamn!a meru akan bukaan (agina dan uretra& dibatasi oleh e itel skuamosa berla is dan mengandung ban!ak kelen$ar (estibular ke"il& Terda at kelen$ar lendir tubuloal(eolar !ang mengeluarkan "airan, elumas $elas berlendir& Kelen$ar utama sesuai dengan kelen$ar bulbourethral dari laki#laki& 8CunFueira, 26629

E;itel a.i#a

TIU II3 Me6aha6i 1a# Me#?ela!+a# Ke;utiha# %a#. Pat/l/.i!


13

TIK (3& De:i#i!i 1a# E;i1e6i/l/.i Ke;utiha# Ke utihan sudah men$adi masalah !ang ban!ak ditemui ara wanita& .i erkirakan 21G wanita Indonesia ernah mengalami ke utihan sekali dalam hidu n!a& Keban!akan wanita Indonesia mengangga ke utihan sebagai sesuatu !ang lumrah ter$adi ada wanita& Se"ara de/inisi ke utihan adalah keluarn!a sekret atologis& 8htt '77re ositor!&usu&a"&id7bitstream7*2%01624572%2*2707>ha terG26II& d/9 dari (agina& Sekret tersebut da at ber(ariasi dalam konsistensi, warna dan bau& Keadaan ini da at bersi/at /isiologis atau

TIK (3( Kla!i:i+a!i Ke;utiha# Ke utihan terbagi men$adi dua, !aitu ke utihan !ang atologis dan ke utihan !ang /isiologis& Ke utihan !ang /isiologis da at timbul saat ter$adi erubahan siklus hormonal, se erti sebelum ubertas, stress sikologis, sebelum dan setelah datang bulan, kehamilan, saat menggunakan kontrase si hormonal, atau saat meno ause& >iri#"iri dari "airan lendir ke utihan !ang /isiologis adalah berwarna bening en"er, tidak berbau, tidak gatal dan tidak menimbulkan keluhan& Ke utihan !ang atologis meru akan ke utihan !ang tidak normal !ang ter$adi karena in/eksi ada (agina, adan!a benda asing ada (agina atau adan!a keganasan& In/eksi bisa diakibatkan karena (irus, bakteri, $amur dan arasit& .a at ula di sebabkan oleh karena iritasi saat berhubungan seks, enggunaan tam on dan alat kontrase si& Ke utihan ini beru a "airan berwarna kekuningan hingga kehi$auan, $umlahn!a ban!ak bahkan sam ai keluar dari selana dalam, kenatal, lengket, berbau sangat tidak seda , menimbulkan gatal !ang sangat hebat dan anas, dan da at menimbulkan luka didaerah mulut (agina& Ke utihan !ang atologis se erti ini !ang harus diwas adai, karena da at men$adi salah satu indikasi ge$ala adan!a kanker ser(iks, maka dari itu harus di"ari en!ebab dan obatn!a se"ara adekuat se$ak dini& 83enson, 26659 TIK (3-3 Eti/l/.i Ke;utiha# *& In/eksi +ikroorganisme
14

a) Chlamydia trachomatis Chlamydia trachomatis meru akan salah satu dari em at s esies genus "hlam!dia !ang meru akan bakteri khusus !ang hidu sebagai arasit intrasel& Chlamydia trachomatis adalah in/eksi bakteri menular seksual !ang ditemukan diseluruh dunia& Chlamydia trachomatis bersi/at dimor/ik !aitu organisme ini terda at dalam dua bentuk, dalam bentuk in/eksiosa, Chlamydia trachomatis meru akan s/eroid berukuran ke"il, tidak akti/ se"ara metabolis, dan mengandung .NA dan ?NA serta di sebut badan elementer& S/eroid#s/eroid ini mem eroleh akses ke sel en$amu melalui endositosis dan setelah berada didalam berubah men$adi organisme !ang se"ara metabolis akti/ !ang bersaing dengan sel en$amu mem erebutkan nutrien& Drganisme ini memi"u timbuln!a siklus re likasi dan setelah kembali memadat men$adi E3 sam ai sel en$amu e"ah, ter$adi ratusan E3 untuk mengin/eksi sel#sel e itel uretra, ser(iks, dan rostatitis adalah mani/estasi sekitarn!a& >hlamydia trachomatis memiliki a/initas terhada kon$ungti(a mata& Pada laki#laki uretritis,e ididimitis dan in/eksi tersering& Pada

erem uan !ang tersering adalah ser(isitis, diikuti oleh uretritis,

bartolinitis dan akhirn!a en!akit radang anggul&da at $uga mengin/eksi /aring dan rektum orang !ang melakukan hubungan seks oral atau anal rese ti/& 3a!i da at terin/eksi sewaktu dilahirkan dan mengalami kon$ungti(itis dan neumonia& In/eksi oleh Chlamydia trachomatis tidak menimbulkan imunitas terhada in/eksi di kemudian hari&

15

Chlamydia trachomatis

b) Candida albicans Se"ara normal da at ditemukan di mulut, tenggorokan, usus, dan kulit laki#laki dan ada erem uan sehat sering di $um ai di (agina erem uan asimtomatik& Candida albicans meru akan s esies en!ebab ada lebih dari 46G kasus in/eksi kandida ada genitalia& Pertumbuhan berlebihan "andida albi"ans adalah en!ebab tersering (aginitis dan

(ul(o(aginitis& C.tropicalis dan C.glabrata adalah dua s esies lain !ang men!ebabkan (ul(o(aginitis& Se"ara ketat, kandidiasis tidak diangga ditularkan se"ara seksual, namun Candida albicans da at dibiak dr enis 26G laki#laki asangan erem uan !ang mengida (ul(o(aginitis kandida rekurens& Candida albicans bersi/at dimor/ik, selain ragi#ragi dan seudohi/a, ia $uga bisa

menghasilkan hi/a se$ati& .alam media agar atau dalam 20 $am ada suhu %2 > atau ada suhu ruangan, s esies "andida menghasilkan koloni halus, berwarna "rem dengan aroma ragi& .ua tes mor/ologi sederhana membedakan Candida albicans !ang aling atogen dari s esies "andida lainn!a !aitu setelah inkubasi dalam serum selama sekitar 56 menit ada suhu %2, sel#sel ragi "andida albi"ans akan mulai membentuk hi/a se$ati atau tabung benih, dan ada media !ang kekurangan nutrisi, "andida albi"ans menghasilkan "hlam!dos ora bulat dan besar&

Candida albicans
16

c) Gardnerella vaginalis Gardnerella vaginalis Namun, bakteri ini terda at ada keadaan normal ditemukan dalam saluran erna asan&

ada kira#kira %6G /lora normal (agina wanita normal&

Drganisme ini meru akan basil gram negati/ !ang biasan!a ditemukan bersamaan dengan keberadaan bakteri anaerob& +ungkin ter$adi enularan melalui hubungan seksual, karena 56G laki#laki terin/eksi&

Gardnerella vaginalis

d) Human papillomavirus Salah satu anggota gru a ilo(irus, da at men!ebabkan kondiloma akuminata& @irus

ini ditularkan se"ara seksual umumn!a mengenai kedua asangan dan men!erang kelom ok umur !ang sama dengan en!akit lainn!a& HP@ diketahui sebagai en!ebab kanker kongenital, termasuk karsinoma ser(iks& bahwa strain (irus alamiah bisa berbeda dalam

Pa illoma(irus menggambarkan konse

otensi onkogenik& Hang aling sering di temukan HP@#*6 atau HP@#*4, walau un bebera a kanker mengandung .NA dari HP@ ti e %* atau ti e 01&

17

Human papillomavirus

e) Herpes simplek virus Terda at dua ti e (irus her es !ang berbeda ti e * dan ti e 2& Susunan genom mereka sama dan menun$ukan kesesuaian urutan substansi& Teta i mereka da at dibedakan melalui analisis embatasan enEim dari .NA (irus& Keduan!a se"ara serologis bereaksi silang, teta i terda at bebera a rotein unik ada setia ti e& >ara enularan mereka berbeda, HS@#* men!ebar melalui kontak, biasan!a melibatkan air liur !ang terin/eksi sementara HS@#2 ditularkan se"ara seksual atau melalui in/eksi genitalia maternal ke ada ba!i !ang baru lahir& Ini menimbulkan gambaran klinis !ang berbeda ada in/eksi manusia&

Herpes simplek virus

f) Molluscum contagiosum Molluscum contagiosum adalah (irus !ang autoinokulasi 8masukn!a (irus dari tubuh asien sendiri9 dengan masa tunas *#0 minggu& Umumn!a timbul tumor kulit e itel berwarna merah muda hingga abu#abu, tan a ge$al, men!ebar, dan berukuran kurang dari * "m di (ul(a& ,ambaran histologik menun$ukan se$umlah badan inklusi dalam sito lasma sel
18

Molluscum contagiosum

g)

Trichomonas vaginalis Trikomiasis disebabkan oleh rotoEoa arasitik tri"omonas (aginalis& T&(aginalis

adalah organisme o(al ber/lagela !ang berukuran setara dengan sebuah leukosit& Drganisme terdorong oleh gerakan#gerakan dari /lageln!a& Trigomonad mengikat dan akhirn!a mematikan sel#sel en$amu, memi"u res on imun humoral dan seluler !ang tidak bersi/at rotekti/ terhada in/eksi berikutn!a& Agar da at bertahan hidu , trikomonad harus berkontak langsung dengan eritrosit, dan hal ini da at me$elaskan menga a erem uan lebih rentan terhada in/eksi dari ada laki#laki& Trichomonas vaginalis tumbuh aling subur ada H antara 0,5 dan 2,1 dengan demikian haid, kehamilan, tindakan sering men"u"i (agina meru aka emakaian kontrase si oral, dan redis osisi timbuln!a trikomoniasis& 3a!i

erem uan !ang lahir dari ibu !ang terin/eksi da at mengalami in/eksi Trikomonas vaginalis& 3a!i erem uan rentan karena engaruh hormon ibu ada e itel (agina ba!i& .alam bebera a minggu, seiring dengan dimetabolismen!a hormon#hormon ibu, e itel (agina ba!i men$adi resisten terhada Trichomonas vaginalis dan in/eksi sembuh bahkan tan a engobatan& In/eksi Trichomonas vaginalis ditularkan ham ir se"ara eksklusi/ melalui hubungan seksual& -alau un trikomonad diketahui da at bertahan hidu sam ai 01menit ada /omite, namun "ara enularan /omite ini sangat $arang ter$adi& ?isiko terin/eksi Trichomonas vaginalis meningkat seiring dengan $umlah asangan seks dan lama akti(itas seksual&

19

Trichomonas vaginalis

8S!l(ia& *551& 3rooks&26619 2& Adan!a 3enda Asing Terda atn!a benda asing se erti kondom !ang digunakan saat bersenggama, enggunaan tam on saat menstruasi, enggunaan "in"in esarium oleh wanita atau benda asing lain !ang masuk dan tertinggal didalam (agina da at merangsang hi ersekresi "airan (agina& Cika rangsangan ini menimbulkan in/lamasi maka menimbuklan ke utihan dan da at mem ermudah in/eksi bakteri dan menimbulkan masalah ke utihan berbau&

%&

Keganasan7Neo lasia& Kanker meru akan en!ebab ke utihan hal ini karena meningkatan!a roli/erasi sel#

sel genital !ang "e at dan mudah rusak& Sehingga timbul nekrosis sel !ang men!ebabkan ikut e"ahn!a embulu darah& Pada kasus se erti ini maka akan keluar "airan ber"am ur darah !ang berbau busuk&

0&

+eno ouse
20

Pada wanita !ang telah mengalami meno ouse ter$adi enurunan akti(itas hormonal se erti estrogen !ang berdam ak ada enurunan akti(itas organ genital& Se erti (agina men$adi lebih keras, meni isn!a e itel dan kurangn!a degenerasi sel e itel& Hal ini da at mem ermudah ter$adin!a in/eksi !ang ada akhirn!a da at menimbulkan ke utihan

1&

Penggunaan obat#obatan Penggunaan obat#obat imunosu resan se erti kortikosteroid dan enggunaan

antise tik genital se"ara berlebihan da at menurunkan kemam uan imunitas organ genital dan $uga men!ebabkan kematian /lora normal organ genital& Hal ini men!ebabkan mudahn!a ter$adi in/eksi daerah (agina !ang da at menimbulkan ke utihan&

TIK (383 Pat/:i!i/l/.i Ke;utiha# Pada keadaan normal, "airan7sekret !ang keluar dari (agina wanita dewasa sebelum meno ause terdiri dari sel e itel (agina 8terutama !ang aling luar7su er/isial !ang terkelu as dan dile askan ke dalam rongga (agina9, bebera a sel darah utih 8leukosit9, "airan transudasi dari dinding (agina, sekresi dari endoser(iks beru a mukus, sekresi darri saluran !ang lebih atas dalam $umlah !ang ber(ariasi serta mengandung berbagai organisme terutama =a"tobasilus .oderlein 8batang gram ositi/, /lora (agina terban!ak9I bebera a $enis bakteri lain kokus se erti Stre tokokus dan Sta ilokokus, dan Eschericia coli&

Peranan basil doderlein diangga menekan ertumbuhan mikroorganisme atologis karena basil .oderlein mem un!ai kemam uan mengubah glikogen dari e itel (agina !ang terle as men$adi asam laktat, sehingga (agina teta dalam keadaan asam dengan H %,6#0,1 ada wanita dalam masa re roduksi& Suasana asam inilah !ang men"egah tumbuhn!a mirkoorganisme atologis&

21

Ga6ba$ E!t$/.e# 1a# Bi/l/.i <a.i#a

3ila ter$adi suatu ketidakseimbangan suasana /lora (agina !ang disebabkan oleh bebera a /aktor maka ter$adi enurunan /ungsi basil .oderlein dengan berkurangn!a $umlah glikogen karena /ungsi roteksi basil .oderlein berkurang maka ter$adi akti(itas dari mikroorganisme atologis !ang selama ini ditekan oleh /lora normal (agina& Progresi/itas mikroorganisme atologis se"ara klinis akan memberikan suatu reaksi in/lamasi di daerah (agina& Sistem imun tubuh akan beker$a membantu /ungsi dari basil .oderlein sehingga ter$adi engeluaran lekosit P+N maka ter$adilah /luor albus&

In/eksi bakteri o ,onorea ,onorea disebabkan oleh in(asi di bakteri di lokokus gram#negati(e, Neisseria gonorrhoeae& >airan !ang keluar dari (agina ada in/eksi berwarna kekuningan !ang sebetuln!a meru akan nanah !ang terdiri dari sel darah utih !ang mengandung Neisseria gonorrhoeae berbentuk asangan dua#dua ada sito lasma sel& 3akteri ini melekat dan menghan"urkan membaran e itel !ang mela isi sela ut lendir, terutama
22

e itel !ang mela isi kanalis endoser/iks dan uretra& In/eksi ekstragenetalial di /aring, anus, re"tum, da at di $um ai ada wanita dan ria& Untuk da at menular harus ada kontak langsung mukosa ke mukosa& Namun tidak semua !ang ter a$an gonorea ter$adi en!akit& ?esiko enularan dari ria ke wanita lebih tinggi kerena luasn!a sela ut lendir !ang ter a$an dan "airan eksudat !ang terdiam lama di (agina& Setelah terinokulasi, in/eksi da at tersebar ke rostat, (as de/erent, (esikula seminalis, e idid!mis dan testis ada laki#laki dan ke uretra, kelen$ar skene, kelen$ar bartolin, endometrium, tuba /allo i, meru akan en!ebab en!akit radang anggul 8PI.9 !ang meru akan en!ebab utama in/ertilitas ada erem uan& In/eksi gonokokus da at men!ebar melalui aliran darah dan men!ebabkan bakterimia gonokokus& 3akterimia lebih sering ter$adi ada erem uan&Perem uan $uga beresiko tinggi mengalami en!ebaran in/eksi saat haid, enularan erinatal ke ada ba!i saat lahir melalui os ser(iks !ang terin/eksi, da at mne!ebabkan kon$ungti/itis dan akhirn!a dan kebutaan ada ba!i a abila tidak di ketahui dan di obati& Setelah in/eksi oleh Neisseria gonorrhoeae, tidak timbul imunitas alami, sehingga in/eksi da at ter$adi lebih dari satu kali& Angka in/eksi tertinggi ada usia muda dengan teringgi wanita umur *1#*5 tahun dan laki#laki berusia 26#20 tahun dan ada laki#laki !ang berhubungan seks dengan sesama $enis& o Si/ilis Adalah in/eksi !ang sangat menular !ang di sebabkan oleh bakteri berbentuk s iral, Treponema pallidum. Ke"uali enularan neonates, si/ilis ham ir selalu di tularkan melalui kontak seksual dengan asangan !ang terin/eksi& Namun, s iroketa T.pallidum da at menembus sawar lasenta dan mengin/eksi neonates& S iroketa mem eroleh akses melalui kontak langsung antara lesi basah terin/eksi dengan setia kerusakan, walau un mikrosko ik di kulit atau mukosa en$amu& Si/ilis da at di sembuhkan ada taha #taha awal in/eksi& Teta i a abila di biarkan en!akit ini da at men$adi in/eksi !ang sistemik dan kronik& In/eksi en!akit si/illis da at di bagi men$adi , si/illis rimer, sekunder 8si/ilis laten, dini dan lan$ut9 dan tersier& Pada erkembangan en!akit da at terlihat kutil#kutil ke"il di (ul(a dan (agina !ang disebut kondiloma lata& 3akteri kadang da at terlihat ada emeriksaan a smear,
23

teta i biasan!a bakteri ini diketahui ewarnaan ,ram& o Clamidia trachomatis

ada

emeriksaan sediaan a us dengan

Clamidia trachomatis adalah in/eksi bakteri menular seksual !ang aling ban!ak di $um ai di amerika& 3akteri ini terd at dalam 2 bentuk 8dimor/ik9& .alam bentuk in/eksiosa C. trachomatis meru akan s/eroid berukuran ke"il, tidak akti/ se"ara metabolis dan mengandung .NA dan ?NA sehingga disebut badan elementer 8E39& S/eroid#s/eroid ini mem eroleh akses ke sel en$amu melalui endositosis dan setelah berada di dalam berubah men$adi organisme !ang se"ara metabolis akti/ dan bersaing dengan sel e$amu mem erebutkan nutrient& Drganisme ini memi"u timbuln!a siklus re likasi dan setelah kembali memadat men$adi E3 untuk mengin/eksi sel#sel di sekitarn!a& C.trachomatis memiliki a/initas terhada tersering&Pada e itel uretra, ser(i< dan kon$ungti(a mata& Pada laki#laki, urethritis, e idid!mis dan rostatitis adalah in/eksi bakteri !ang erem uan !ang tersering adalah ser(isitis, diikuti oleh urethritis, bartolinitis dan akhirn!a en!akit radang anggul 8PI.9& C.trachomatisda at mengin/eksi /aring, dan re"tum orang !ang melakukan hubungan seksual oral atau anal#rese ti/& 3a!i da at terin/eksi sewaktu dilahirkan dan mengalami kon$ungti(itis dan neumonia& Terin/eksi bakteri ini tidak menimbulkan imunitas terhada in/eksi di kemudian hari& Kaum muda !ang berusia antara *1#*5 tahun meru akan 06G kasus klamidia !ang di la orkan& ?esiko tertinggi tertularn!a bekteri ini adalah wanita karena konsentrasi e$akulat !ang terin/eksi tertahan di (agina sehingga ema$anan meman$ang& 3akteri ini da at ditemukan ada "airan (agina dan terlihat melalui mikrosko setelah diwarnai ewarnaan ,iemsaI sulit ditemukan ada emeriksaan a smear akibat siklus hidu n!a !ang tak mudah dila"ak& o Gardnerella vaginalis +en!ebabkan eradangan (agina !ang tidak s esi/ik dan kadang diangga sebagai bagian dari mikroorganisme normal dalam (agina karena sering ditemukan& 3akteri ini biasan!a mengisi enuh sel e itel (agina dengan membentuk bentukan khas dan siebut dengan clue cell& ,ardnerella menghasilkan asam amino !ang diubah men$adi
24

sen!awa amin !ang menimbulkan bau amis se erti ikan& >airan (agina tam ak warna keabu#abuan& In/eksi (irus o @irus Her es Sim leks 8HS@9 Adalah en!akit (irus menular dengan a/initas ada kulit, sela ut lendir dan s!stem s!ara/&+a"amn!a ada HS@#* dan HS@#2& HS@#* men!erang daerah oro/aring, men!ebabkan lesi di wa$ah, mulut dan bibir&-alau un (irus ini da at $uga men!ebabkan har es genitalis rimer& HS@#2 swasirna& HS@ disebarkan melalui kontak langsung antara (irus dengan mukosa atau setia kerusakan di kulit&@irus her es tidak da at hidu di luar lingkungan !ang lembab& HS@ mem un!ai kemam uan untuk mengin(asi beragam sel melalui /usi langsung dengan membrane sel& Untuk d at masuk ke dalam sel, tidak memerlukan roses endositosis& HS@#* dan HS@#2 menan!ebabkan in/eksi kronik !ang di tandai dengan masa# masa in/eksi akti/ dan latensi& Pada in/eksi rimer akti/, (irus mengin(asi sel en$amu dan "e at berkembang biak menghan"urkan sel en$amu dan mele askan lebih ban!ak (irion untuk mengin/eksi sel#sel di sekitarn!a& .an (irus men!ebar melalui saluran lim/e ke kelen$ar lim/e regional dan men!ebabkan lim/adeno ati&Tubuh melakukan imunitas seluler dan humoral !ang menahan in/eksi teta i tidak da at men"egah kekambuhan in/eksi akti/& Setelah in/eksi awal, timbul masa laten& Selama masa ini, (irus masuk ke dalam sel#sel sensorik !ang mens!ara/i daerah !ang terin/eksi dan bermigrasi di se an$ang akson untuk bersembun!i di dalam ganglion radiksdorsalis tem at (irus berdiam tan a menimbulkan sitotosisitas atau ge$ala ada manusia e$amun!a& @irion da at menular baik, dalam /ase akti/ mau un masa laten& HS@ lebih sering di $um ai ada wanita, mungkin karena luas ermukaan mukosa saluran genitalia erem uan !ang lebih luas dan ter$andin!a kerusakan mikro di in/eksi HS@ dan menularkan en!akit ini& mukosa selama hubungan kelamin&.ibandingkan dengan o ulasi umum, orang !ang terin/eksi HI@ lebih rentan terhada terda at di daerah genital& HS@ tidak da at di sembuhkan&Pada orang !ang imunokom eten&In/eksi biasan!a ringan dan

25

Karena in/eksi HS@ tidak mengan"am $iwa dan sering ringan atau asimtomatik, sehingga ban!ak orang !ang tidak men!adari akan besarn!a en!akit ini& Pada awal in/eksi tam ak kelainan kulit se ert mele uh terkena air anas !ang kemudian e"ah dan menimbulkan luka se erti borok, dan asien merasa sakit& o @irus Pa iloma +anusia 8HP@9 Adalah suatu athogen .NA !ang men!ebabkan timbuln!a berbagai tumor $inak, 8kutil9, dan bebera a lesi ramaligna dan maligna& .itandai dengan kutil#kutil !ang kadang sangat ban!ak dan da at bersatu membentuk $engger a!am !ang berukuran besar& >airan di (agina sering berbau tan a rasa gatal& @irus ini mam u berikatan dengan beragam sel dan subt! e#subti e tertentu, mem erlihatkan re/erensi untuk tem at#tem at anatomis tertentu& In/eksi HP@ da at men!ebabkan kanker ser(iks, enis dan anus& HP@ ti e#6 dan ** meru akan en!ebab utama kutil genital dan tidak berkaitan dengan keganasan& HP@ sangat menular !ang sering ter$adi di amerika& Penularan HP@ genital han!a semata#mata melalui hubungan kelamin, walau un autoinokulasi dan enularan melalui /omite $uga da at ter$adi& In/eksi da at di tularkan ke ada neonates saat ersalinan& :a"tor resiko terbesar untuk timbuln!a HP@ adalah $umlah asangan seks, merokok, emakaian kontrase si oral 8KD9 dan kehamilan da at meningkatkan kerentanan terhada in/eksi HP@& Sebagian besar in/eksi HP@ akan sembuh dan tidak terdeteksi setelah 2 tahun& Imunitas !ang terbentuk bersi/at s esi/ik#ti e, sehingga indi(idu masih rentan terhada in/eksi oleh HP@ ti e lain&

In/eksi Camur o Candida albicans C.albicans meru akan s esies en!ebab in/eksi "andida ada genitalia lebih dari 46G !aitu (aginitis dan (ul(o(aginitis& Se"ara ketat, kandidiasis tidak diangga di tularkan se"ara seksual& In/eksi simtomatik timbul a abila ter$adi erubahan ada resistensi e$amu atau /lora bakteri lo"al& :aktor redis osisi ada wanita adalah kehamilan, haid, diabetes mellitus, ada emakaian kontrase si dan tera i antibioti"& 3a$u dalan !ang ketat,

26

konstrikti/ dan sintetik, sehingga menimbulkan lingkungan !ang hangat dan lembab untuk kolonisasi da at men!ebabkan in/eksi rekurent& Pada sebagian misaln!a erem uan, reaksi hi ersensiti/itas terhada roduk# roduk, en"u"i (agina, sem rotan deodorant dan kertas toilet da at ber eran ada laki#laki umun!a ter$angkit in/eksi melalui kontak

menimbulkan kolonisasi& Perem uan umumn!a mengalami in/eksi akibat salah satu /a"tor diatas sedangkan seksual dengan erem uan !ang mengida kandidiasis (ul(o(agina& Keadaan !ang saling menularkan antara asangan suami istri ini desebut /emoma ing ong& In/eksi arasit o Trikomoniasis @aginalis Adalah organisme oral ber/lagel&Trikomonad mengikat dan akhirn!a mematikan sel# sel e$amu, memi"u res on imun humoral dan selular !ang tidak bersi/at rotekti/ terhada in/eksi berikutn!a&Agar da at bertahan hidu trikomonad harus berkontak langsung dengan eritrosit, dan dalam hal ini da at men$elaskan menga a erem uan lebih rentan terhada in/eksi dari ada laki#laki& T&(aginalis aling subur ada H antara 0,5#2,1& Keadaan !ang meningkatkan H (agina, misaln!a haid, kehamilan, emakaina kontrase si oral, dan tindakan sering men"u"i (agina meru akan redis osisi timbuln!a trikomoniasis& 3a!i erem uan !ang lahir dari ibu !ang terin/eksi da at menularkan in/eksin!a&3a!i erem uan rentan karena engaruh hormone ibu ada e itel (agina ba!i& In/eksi T&(aginalis di tularkan ham ir se"ara eksklusi/ melalui hubungan kelamin& -alau un trikomonad di ketahui da at hidu sam ai 01 menit ada /omite, namun "ara enularan melalui /omite ini sangat $arang ter$adi& -alau un $arang da at ditularkan melalui erlengka an mandi se erti hsnduk dan bibir kloset& :lour albus tidak selalu gatal, teta i (agina tam ak kemerahan dan n!eri ditekan, dan erih berkemih& >airan (agina biasan!a ban!ak, berbuih, men!eru ai air sabun dan berbau& 3enda asing +enimbulkan rangsangan engeluaran "airan (agina !ang $ika berlebihan menimbulkan luka akan sangat mungkin ter$adi in/eksi en!erta dari /lora normal dalam (agina& Neo lasia7Keganasan
27

Ter$adi

engeluaran "airan !ang ban!ak disertai bau busuk akibat

embusukansel

abnormal, seringkali disertai darah !ang tidak segar& +eno ause Estrogen turun J (agina men$adi kering dan la isan sel ti is, kadar glikogen berkurang, dan basil doderlein berkurang J memudahkan in/eksi karena la isan sel e itel ti is, mudah menimbulkan luka J /lour albus Erosi .aerah merah sekitar ostium uteri internum !akni e itel kolumner endoser(iks terkelu as, mudah ter$adi in/eksi en!erta dari /lora normal di (agina sehingga timbul /luor albus& Stress Stressor da at merangsang sekresi adenokorteks !ang berakibat meningkatkan glukokortikoid dan akti(itas sara/ sim atis, diikuti ele asan katekolamin& Hi otalamus bereaksi mengontrol sekresi Adreno"orti"o in 8A>TH9 !ang berhubungan dengan sekresi hormon e tida termasuk (aso resin, oksitosin, dan >orti"otro in ?eleasing :a"tor 8>?:9& Hormon e tida ini ber eran mengatur /ungsi imun& .alam keadaan stres, sekresi ,rowth Hormone 8,H9 $uga meningkat, stress !ang lama da at menekan /ungsi gonad& ?ese tor s esi/ik !ang terda at ada neuroendokrin da at mem engaruhi akti/itas sel& Sel makro/ag !ang telah akti/ akan mele askan suatu mediator !aitu interleukin * 8I=#*9& +ediator ini sangat berman/aat bagi lim/osit lain sehingga da at membunuh sel#sel asing&

Hubu#.a# !t$e!/$A !i!te6 !a$a:A 1a# !i!te6 i6u#

28

Penelitian dari .asgu ta 8266%9 mela orkan bahwa ada im uls langsung dari stressor !ang mengenai hi okam us !ang diteruskan ke res tor estrogen di (agina melalu Ner(e Pathwa! khusus sehingga ter$adi su resi estrogen !ang berakibat ergeseran H (agina&

TIK (353 Ma#i:e!ta!i Kli#i! Ke;utiha# Pe#%ebab Pe#e6ua# Kli#i! Pe#1e+ata# Dia.#/!ti+B A#a+-a#a+ 3enda asing 8biasan!aKeluar "airan dari (agina, biasan!aE(aluasi Klinis kertas tissue9 dengan bau busuk dan ber"ak (agina In/eksi 8misaln!a,Pruritus, dan "airan (agina 8ke utihan9Pemeriksaan mikrosko ik dari >andida, kremi, sta/ilokokus9 "a"ingdengan eritema dan embengkakan"airan (agina untuk ragi dan hi/a dan kultur untuk stre tokokus,(ul(a, seringkali dengan disuria

+emburukn!a ruritus ada malam harimengkon/irmasi 8menun$ukkan in/eksi "a"ing kremi9Pemeriksaan (ul(a dan anus Signi/ikan eritema dan edema (ul(auntuk "a"ing kremi& dengan dis"harge 8menun$ukkan in/eksi stre tokokus atau sta/ilokokus9 N!eri (ul(o(agina, (agina berdarah ataue(aluasi "airan (agina berbau busukKultur Seringkali, keluhan medis samar#samar=angkah#langkah n!eri erut9 atau erubahan erilakudan la oran ke berwenang $ika

Pele"ehan seksual

klinis seksual untuk ihak !ang kekerasan

dan nons esi/ik 8misaln!a, kelelahan,memastikan keselamatan anak 8misaln!a, amarah9

diduga 0a#ita u!ia $e;$/1u+ti: @aginosis 3akterial 3erbau busuk 8amis9, dis"harge (aginaKriteria untuk diagnosis 8% abu#abu ti is dengan ruritus dan iritasi dari 09' Eritema dan edema tidak biasa

dis"harge (agina abu#abu H sekresi (aginaK 0,1 3au amis Clue cell terlihat selama

In/eksi Kandidiasis

emeriksaan mikrosko is In/eksi "andida (ul(a dan iritasi (agina,E(aluasi klinis ditambah
29

edema, ruritus .is"harge (agina& !ang men!eru ai "ottage dan melekat ada dinding

H (agina L0,1 ?agi atau hi/a ada diidenti/ikasi kadang#kadang kultur

ke$u

re arat basah atau KDH

Kadang#kadang memburukn!a ge$ala setelah hubungan seksual dan sebelum In/eksi Trikomonas

mens >airan kuning#hi$au, (agina berbusa,Drganisme motil, berbentuk sering dengan n!eri, eritema, dan edemabuah dari (ul(a dan (aginadilihat ir memiliki /lagrel, selama emeriksaan

Kadang#kadang disuria dan dis areuniamikrosko is Kadang#kadang belang#belang, bintik#U$i diagnostik "e at untuk bintik merah Mstrawberr!M di dindingTri"homonas, $ika tersedia 3enda asing (agina atau ser(iks >airan sangat berbau busuk, dan seringE(aluasi klinis berlim ah, eritema (agina, disuria, dan kadang#kadang Se6ua u6u$ ?eaksi hi ersensiti/itas dis areunia Db!ek terlihat selama emeriksaan @ul(o(aginal eritema, edema, 8sering ?iwa!at intens9, enggunaan ruritusE(aluasi klinis dan hindari

ke utihan en!ebab sem rotan

kebersihan atau kandida, In/lamasi radiasi oo/orektomi, kemotera i9 N

ar/um, air mandi emutih, atau

aditi/, engobatan to ikal untuk in/eksi elembut kain, sabun "u"i 8misaln!a,Ke utihan urulen, dis areunia, disuria,.iagnosis eksklusi el(is,iritasi terbakar, erdarahan berdasarkan /aktor#/aktor ringan H (aginaK 6 U$i -hi// Negati/ ,ranulosit dan sel arabasal dilihat selama emeriksaan mikrosko is Kadang#kadang ruritus, eritema, n!eririwa!at dan risiko Caringan (agina ti is, kering

30

:istula 8kom likasi ersalinan,

enterik@agina "airan berbau busuk dengan@isualisasi langsung atau berlalun!a /eses dari (agina o erasi al asi /istula di bagian bawah (agina

anggul, atau en!akit in/lamasi usus9 O Cika ada ke utihan, emeriksaan mikrosko is dari re arat basah garam dan re arat KDH dan kultura bagi organisme menular seksual dilakukan 8ke"uali satu en!ebab tidak menular se erti alergi atau badan asing $elas9 N kondisi in/lamasi se erti ini meru akan en!ebab umum (aginitis& KDH P K hidroksida

83arad,26*6& Amiruddin,266%& +anoe,*555& ?ama!anti, 2660& Sudo!o,2662& -ikn$osastro,2665 9

TIK (3*3 Dia.#/!i! 1a# Pe6e$i+!aa# ;a1a Ke;utiha# .iagnosis /luor albus ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan enun$ang& - A#a6#e!i! .itan!akan mengenai usia, metode kontrase si !ang di akai oleh akse tor K3 kontak seksual, erilaku, $umlah, bau dan warna leukore, masa inkubasi, en!akit !ang diderita, enggunaan obat antibiotik atau kortikosteroid dan keluhan#keluhan lain& - Pe6e$i+!aa# 7i!i! 1a# Ge#ital Ins eksi Kulit erut bawah, rambut ubis, terutama erineum, dan anus& Ins eksi dan al asi genitalia eksterna& Pemeriksaan s ekulum untuk (agina dan ser(iks, emeriksaan bimanual el(is, al asi kelen$ar getah bening dan /emoral& # =aboratorium Hasil engukuran H "airan (agina da at ditentukan dengan kertas engukur H dan H diatas 0,1 sering disebabkan oleh tri"homoniasis teta i tidak "uku s esi/ik& >airan $uga da at di eriksa dengan melarutkan sam el dengan 2 tetes larutan normal saline 6,5G diatas
31

emeriksaan

ob$ek glass dan sam el kedua di larutkan dalam KDH *6G& Penutu ob$ek glass ditutu dan di eriksa dibawah mikrosko & Sel ragi atau dida atkan ada emeriksaan mikrosko ik& Se"ara klinik, untuk menegakkan diagnosis (aginosis bakterial harus ada tiga dari em at kriteria sebagai berikut, !aitu' 8*9 adan!a sel "lue ada emeriksaan mikrosko ik sediaan basah, 829 adan!a bau amis setelah enetesan KDH *6G ada "airan (agina, 8%9 duh !ang homogen, kental, ti is, dan berwarna se erti susu, 809 H (agina lebih dari 0&1 dengan menggunakan nitraEine a er& seudoh! hae dari "andida lebih mudah re arat KDH& Namun kultur T& (aginalis lebih sensiti(e disbanding

Te!t PAPAS6ea$ Tes ini meru akan ena isan untuk mendeteksi in/eksi HP@ 8human a iloma (irus9 dan rakanker ser(iks& Kete atan sitologin!a kurang lebih 56G ada d!s lasia keras 8karsinoma in situ9 dan 26G ada d!s lasia ringan7sedang& Pa Smear meru akan tes skrining untuk mendeteksi dini erubahan atau abnormalitas dalam ser(iks sebelum sel#sel tersebut men$adi kanker& Kanker leher rahim meru akan $enis kanker !ang sering ter$adi ada wanita, $uga meru akan en!ebab kematian nomor satu dari $enis kanker !ang men!erang wanita& Pen!ebabn!a !aitu adan!a erubahan gen mikroba se ertiI (irus HP@ 8human a illoma (irus9, radiasi atau en"emaran bahan kimia& Kanker leher rahim stadium dini !ang "e at ditangani da at sembuh *66G& Alat !ang dibutuhkan'

:ormulir konsultasi sitologi S atula A!re !ang dimodi/ikasi atau "!tobrush Ka"a benda atau gelas ob$ek !ang ada satu sisin!a telah diberikan label S e"ulum "o"or bebek kering Tabung berisi larutan /iksasi sediaan di ka"a benda !aitu alkohol 51G

32

>ara engambilan sediaan Tuliskanlah data klinis asien !ang $elas ada lembar emintaan konsultasi Pasang s e"ulum "o"or bebek agar da at melihat kedalam (agina sehingga tam ak terlihat ser(iks S atula dengan u$ung endek diusa %66 dera$at ada ermukaan ser(iks ,eserkan s atula ada ka"a benda !ang telah diberikan label dengan insil gelas ada sisi kirin!a se an$ang setengah an$ang gelas dan geserkan sekali sa$a agar tidak ter$adi kerusakan sel& S atula A!re !ang telah dimodi/ikasi dengan u$ung !ang an$ang agar bisa men"a ai sambungan skuamokolumner atau ka as lidi diusa %66 dera$at ada ermukaan endoser(iks, kemudian digeserkan ada setengah bagian sisan!a& +asukan dalam larutan /iksasi alhokol 51G, lalu dikeringkan&

Inter retasi dan ?ekomendasi dari Cawaban Sitologi Negati/& Tidak ditemukan sel ganas& Ulangi emeriksaan sitologi dalam * tahun lagi Inkonklusi/& Sediaan tidak memuaskan& 3isa disebabkan /iksasi tidak baik, tidak ditemukan sel endoser(iks, gambaran sel radang !ang menutu i& Ulang emeriksaan setelah diberikn engobatan radang .!s lasia& Terda at sel#sel diskariotik ada emeriksaan mikrosko ik& .era$at ringan, sedang sam ai karsinoma in situ& .i erlukan kon/irmasi denagn kol osko i dan bio s!& =akukan enanganan lebih lan$ut dan harus diamati minimal 6 bulan berikutn!a& Positi/& Terda at sel#sel ganas ada engamatan mikrosko ik& Harus dilakukan bio s! untuk memastika diagnosis& Penanganan harus dilakukan di rumah sakit ru$ukan dengan orang ahli onkologi& HP@& Pada in/eksi (irus ini da at ditemukan sediaan negati/ atau d!s lasia& .ilakukan emantauan ketat dengan kon/irmasi kol osko i dan ulangi a smear&

Alasan Harus melakukan Pa smear ' +enikah ada usia muda 8dibawah 26 tahun9 Pernah melakukan senggama sebelum usia 26 tahun Pernah melahirkan lebih dari % kali
33

Pemakaian alat kontrase si lebih dari 1 tahun, terutama IU. atau kontrse si hormonal +engalami erdarahan setia hubungan seksual +engalami ke utihan atau gatal ada (agina Sudah meno ause dan mengeluarkan darah er(agina 3erganti#ganti asangan dalam senggama

Persia an PAPQsmear ' *& +enghindari ersetubuhan, enggunaan tam on, il (agina, atau un mandi berendam dalam bath tub, selama 20 $am sebelum emeriksaan, untuk menghindari Rkontaminasi) ke dalam (agina !ang da at menga"aukan hasil emeriksaan& 2 Tidak sedang menstruasi , karena darah dan sel dari dalam rahim da at mengganggu keakuratan hasil a smear

TIK (353 Dia.#/!i! Ba#1i#. >a >er(i< in/eksi >hlam!dia atro ik (aginitis gonorrhea

TIK (323 Pe#atala+!a#aa# Ke;utiha#

&3 7a$6a+/l/.i Untuk menghindari kom likasi !ang serius dari ke utihan 8/luor albus9, sebaikn!a enatalaksanaan dilakukan sedini mungkin&

34

Penatalaksanan ke utihan tergantung dari en!ebab in/eksi se erti $amur, bakteri atau arasit& Umumn!a diberikan obat#obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan roses in/eksi sesuai dengan en!ebabn!a& Tu$uan engobatan !aitu' +enghilangkan ge$ala +emberantas en!ebabrn!a +en"egah ter$adin!a in/eksi ulang Pasangan diikutkan dalam engobatan

Ke utihan /isiologis ' tidak ada menghilangkan ke"emasann!a&

engobatan khusus,

enderita diberi

enerangan untuk

Ke utihan Patologis ' Tergantung en!ebabn!a

Obat /bata# u#tu+ +e;utiha# Pat/l/.i! : &3 A#ti!e;ti+ : P/ i1/#e I/1i# Sediaan ini berbentuk larutan *6G o(idon iodin dan ada !ang di erlengka i dengan alat dou"he#n!a sebagai a likator larutan ini& Selain sebagai antiin/eksi !ang disebabkan $amur Kandida, Trikomonas, bakteri atau in/eksi "am uran, $uga sebagai embersih& Tidak boleh digunakan ada ibu hamil dan men!usui& 3ila ter$adi iritasi atau sensiti/ emakaian harus dihentikan& (3 A#ti bi/ti+ @l/t$i6a,/le
35

+emiliki akti(itas anti$amur dan antibakteri& Untuk in/eksi kulit dan (ul(o(aginitis !ang disebabkan oleh Candida albicans. E/ek sam ing' emakaian to ikal da at ter$adi rasa terbakar,eritema, edema ,gatal dan urtikaria Sediaan dan osologi ' Tersedia dalam bentuk krim dan larutan dengan kadar *G dioleskan 2 kali sehari & Krim (agina *G untuk tablet (agina *66 mg digunakan sekali sehari ada malam hari selama 2 hari atau tablet (aginaI 166 mg, dosis tunggal& Ti#i1a,/le TinidaEole adalah obat anti arasit !ang digunakan untuk membrantas in/eksi ProtoEoa, Amuba& E/ek sam ing obat ini sama se erti +etronidaEole teta i dengan kelebihan tidak erlu minum dengan waktu !ang an$ang sehingga mengurangi e/ek sam ingn!a& TinidaEole sebagai re arat (aginal digunakan untuk in/eksi Tri"homonas& 3iasa dikombinasi dengan N!statin sebagai anti $amurn!a& 3entuk sediaan !ang ada adalah (aginal tablet& Met$/#i1a,/le .iberikan eroral 8 2 gram sebagai dosis tunggal , *gr setia *2 $am < 2 atau 216 mg %<sehari selama 1#2 hari9 untuk in/eksi Trichomonas vaginalis .iberikan 166 mg 2<sehari selama seminggu dan lebih baik se"ara mitraseksual& Untuk in/eksi Gardnerella vaginalis E/ek sam ing ' mual kadang kadang muntah, rasa se erti logam dan intoleransi terhada alkohol& +etronidaEol tidak boleh diberikan ada trimester ertama kehamilan& Ni6/$a,/le
36

NimoraEole meru akan antibiotika golongan AEol !ang terbaru& Selain dalam sediaan tunggal dalam bentuk tablet oral 8diminum9 $uga ada kombinasin!a 8>hloram heni"ol dan N!statin9 dalam bentuk (aginal tablet& Pe#i!ili# *& Am isilin ada emberian oral di engaruhi besarn!a dosis dan ada tidakn!a makanan dalam saluran "erna 2& Amoksisilin lebih baik diberikan oral ketimbang am isilin karena tidak terhambat makanan dalam absorbsin!a& E/ek sam ing ' ?eaksi alergi , ne/ro ati, s!ok ana/ilaksis, e/ek toksik enisilin terhada susunan sara/ menimbulkan ge$ala e ile si karena emberian I@ dosis besar Sediaan dan osologi ' Am isilin ' # Tersedia dalam bentuk tablet atau ka sul *21mg, 216mg, 166mg # .alam suntikan 6,* I 6,21 I 6,1 dan * gram er(ial Amoksisilin ' .alam bentuk ka sul atau tablet ukuran *21, 216, 166 gram dan siru *21mg71m= dosis diberikan % kali 216#166 mg sehari -3 A#ti ?a6u$ : N%!tati# N!statin adalah obat anti$amur olien untuk $amur dan ragi !ang sensiti/ terhada obat ini termasuk Candida sp& .i dalam darah sangat berbaha!a bagi tubuh, teta i dengan si/atn!a !ang tidak bisa melewati membran kulit sangat baik untuk digunakan sebagai obat emakaian luar sa$a& Teta i dalam enggunaann!a harus hati#hati $angan digunakan ada luka terbuka& 83 A#ti <i$u! : A!i+l/ i$

37

Hambat enEim .NA olimerase (irus& Sediaan dalam bentuk oral, in$eksi dan krim untuk mengobati her es dilabia& E/ek sam ing ' Dral ' using, mual, diare,sakit ke ala To ikal ' Kulit kering dan rasa terbakar dikulit& Kontraindikasi ' tidak boleh digunakan ada ibu hamil 3erikut ini adalah engobatan dari en!ebab aling sering ' 1. Candida albicans To ikal # Nistatin tablet (agina 2 < sehari selama 2 minggu # KlotrimaEol *G (aginal krim * < sehari selama 2 hari # +ikonaEol nitrat 2G * < ssehari selama 2 ; *0 hari

Sistemik # Nistatin tablet 0 < * tablet selama *0 hari # KetokonaEol oral 2 < 266 mg selama 2 hari# NimoraEol 2 gram dosis tunggal # DrnidaEol *,1 gram dosis tunggal Pasangan seksual dibawa dalam engobatan 2. Chlamidia trachomatis # +etronidaEole 666 mg7hari 0#2 hari 8Illustrated o/ te<tbook g!ne"olog!9 # Tetrasiklin 0 < 166mg selama *6#*0 hari oral # Eritromisin 0 < 166 mg oral selama *6#*0 hari bila # +inosiklin dosis *266mg di lan$utkan 2 < *66 mg7hari selama *0hari # .oksisiklin 2 < 266 mg7hari selama *0 hari
38

# KotrimoksaEole sama dengan dosis minosiklin 2 < 2 tablet7hari selama *6 hari 3. Gardnerella vaginalis # +etronidaEole 2 < 166 mg # +etronidaEole 2 gram dosis tunggal # Am isillin 0 < 166 mg oral sehari selama 2 hari # Pasangan seksual diikutkan dalam engobatan

1. Neisseria gonorhoeae # Peni"illin rokain 0,4 $uta unit im atau # Amoksisiklin % gr im atau # Am isiillin %,1 gram im .itambah hari # Eritromisin 0 < 166 mg oral selama 2 hari # Tiam/enikol %,1 gram oral # Kanamisin 2 gram im # D/loksasin 066 mg7oral Untuk Neisseria gonorhoeae enghasil Penisilinase # Se/tria<on 216 mg im atau # S ektinomisin 2 mg im atau # >i ro/loksasin 166 mg oral .itambah # .oksisiklin 2 < *66 mg selama 2 hari atau
39

'

# .oksisiklin 2 < *66mg oral selama 2 hari atau Tetrasiklin 0 < 166 mg oral selama 2

# Tetrasiklin 0 < 166 mg oral selama 2 hari # Eritromisin 0 < 166 mg oral selama 2 hari 2& @irus her eks sim leks 3elum ada obat !ang da at memberikan kesembuhan se"ara tuntas # Asiklo(ir krim dioleskan 0 < sehari # Asiklo(ir 1 < 266 mg oral selama 1 hari # Po(idone iododine bisa digunakan untuk men"egah timbuln!a in/eksi sekunder 8Setiabudi ? dan www&medi"astore&"om9

(3 N/# 7a$6a+/l/.i

Tindakan en"egahan ke utihan !aitu dengan ' A& Pola hidu sehat !aitu diet !ang seimbang, olahraga rutin, istirahat "uku , hindari rokok, dan alkohol serta dihindari stress berke an$angan 3& Setia ada asangan, hindari romiskuitas atau gunakan kondom untuk men"egah enularan en!akit menular seksual& >& Selalu men$aga kebersihan daerah ribadi, dengan men$agan!a agar teta kering dan tidak lembab, misaln!a dengan menggunakan "elana dengan bahan !ang men!era keringat, hindari emakaina "elana terlalu ketat, biasakan untuk mengganti oembalut ant!liner ada waktun!a untuk men"egah bakteri berkembang biak .& 3iasakan membasuh dengan "airan !ang benar tia kali buang air !aitu dari arah de an ke belakang E& Penggunaan "airan embersih (agina sebaikn!a tidak berlebihan karena da at mematikan /lora normal (agina
40

:& Hindari enggunaan bedak /akum, tissue atau sabun dengan ewangi ada daerah (agina& ,& Hindari emakaian barang#barang !ang memdahkan enularan se erti memin$am erlengka an mandi&

TIK (323 K/6;li+a!i Ke;utiha# Kom likasi !ang sering adalah bila kuman telah menaiki anggul sehingga ter$adi en!akit !ang dikenal dengan radang anggul& Kom likasi $angka an$ang !ang lenih mengerikan, !aitu kemungkinan wanita tersebut akan mandul akibat rusak dan lengketn!a organ#organ dalam kemaluan terutama tuba /alo i dan $uga da at men!ebabkan in/ertilitas&Kom likasi $uga da at terda at ada ria !aitu kom likasi non s esi/iknda at men$alar ke rostat dan menimbulkan in/eksi buah Eakar dan saluran kemih Terin/eksin!a kelen$ar !ang ada di dalam bibir (agina& 3isul kelen$ar tersebut harus disedot keluar karena tidak da at disembukan dengan obat& Kom likasi ada wanita sering menimbulkan radang saluran telur& In/eksi nons esi/ik ada wanita sering tan a keluhan mau un ge$ala

TIK (3)3 P$/.#/!i! 3iasan!a kondisi#kondisi !ang men!ebabkan /luor albus memberikan res on terhada engobatan dalam bebera a hari& Kadang#kadang in/eksi akan berulang& .engan erawatan kesehatan akan menentukan engobatan !ang lebih e/ekti/ S @aginosis bakterial mengalami kesembuhan rata ; rata 26 ; 46G dengan regimen engobatan S Kandidiasis mengalami kesembuhan rata rata 46 #51 G
41

S Trikomoniasis mengalami kesembuhan rata ; rata 51 G 8Amiruddin,266%9 TIU III& +emahami dan +en$elaskan Thaharah Ke utihan Ke utihan bisa ter$adi dalam keadaan tidak normal, !ang umumn!a di i"u kuman en!akit dan men!ebabkan in/eksi& Akibatn!a, timbul ge$ala#ge$ala !ang sangat mengganggu, se erti berubahn!a warna "airan men$adi kekuningan hingga kehi$auan, $umlah berlebih, kental, lengket, berbau tidak seda , terasa sangat gatal atau anas& .alam khaEanah Islam, ke utihan $enis ini biasa disebut dengan "airan utih kekuningan 8su/rah TUVW9 atau "airan utih kekeruhan 8kudrah TXYZ9& Terkait dengan kedua hal ini, di kitab shahih 3ukhari disebutkan bahwa Sahabat bernama Ummu RAthi!!ah radhiallahu Ranha berkata' T [X [Y \] ^_ \` Y ab ^c [d [ ef gZ ^ eh ij \k [ T [U [V \l a _`m [ AKami tidak mengangga al#kudrah 8"airan keruh9 dan as#su/rah 8"airan kekuningan9 sama dengan haidhB 3erdasarkan hadits tersebut da at disim ulkan ' *& Hukum orang !ang mengalami ke utihan tidak sama dengan hukum orang !ang mengalami menstruasi& Drang !ang sedang ke utihan teta mem un!ai kewa$iban melaksanakan shalat dan uasa, serta tidak wa$ib mandi& 2& >airan ke utihan tersebut hukumn!a na$is, sama dengan hukumn!a air ken"ing& Dleh karenan!a, a abila ingin melaksanakan shalat, sebelum mengambil wudhu, harus istin$ak, dan membersihkan badan atau akaian !ang terkena "airan ke utihan terlebih dahulu& 8www&mui&or&id9

42

.a/tar Pustaka

Amiruddin, .& luor !lbus in "enyakit Menular #eksual& 266%&=KiS ' Cog$akarta 3arad, .a(id H& 26*6& $aginal %tching and &ischarge. 3enson, ?al h >& n +artin =& Pernoll& 2665& 'uku #aku (bstetri ) Ginekologi, Edisi 5& E,>' Cakarta 3rooks ,:, 3utel Cs, +orse SA& 2661& Mikrobiologi *edokteran& Alih 3ahasa& +udihardi E& Kurniawan, dkk&& Salemba +edika,' Cakarta CunFueira =>, >arneiro C& +istologi &asar Teks ) !tlas3 *6th ed& 2662& E,>' Cakarta'& +anoe, I&& +&S& +, ?au/, S, Usman!,H& Pedoman .iagnosis dan Tera i Dbstetri dan ,inekologi& *555& 3agian7S+: Dbstetri dn ,inekologi :akultas Kedokteran Unhas ?SUP dr& -ahidin Sudirohusodo ' U$ung andang& ?ama!anti& 2660& "ola Mikroorganisme Semarang' Uni(ersitas .i onegoro ?i"hard S& Snell& 2666& Anatomi Klinik untuk +ahasiswa Kedokteran& Cakarta ' E,>& Setiabudi ?& :armakologi dan Tera i Edisi 1& .e artemen :armakologi dan Tera eutik :akultas Kedokteran Uni(ersitas Indonesia Sudo!o, Aru -& Ilmu Pen!akit .alam& 2662& 3alai Penerbit :KUI ' Cakarta&
A& Pri"e S!l(ia, +& -ilson =orraine, Pato/isiologi, Konse Klinis Proses#Proses Pen!akit, 3uku 2, E,>, Cakarta, *551&

luor !lbus "atologis ,ang &isebabkan (leh

%n-eksi pada "enderita .a/at 0alan di *linik Ginekologi .# dr. *ariadi #emarang & Tesis&

43

-ikn$osastro, H, Sai/uddin, 3, ?a"himhadi, Tri$atmo& ?adang dan 3ebera a en!akit lain ada alat genital wanita in Ilmu Kandungan& 2665& Edisi kedua , >etakan Ketiga& Ha!asan 3ina Pustaka Sarwono Prawirodihard$o ' Cakarta& htt '77re ositor!&usu&a"&id7bitstream7*2%01624572%2*2707>ha terG26II& d/ www&medi"astore&"om www&mui&or&id htt '77www&mer"kmanuals&"om7 ro/essional7g!ne"olog!oandoobstetri"s7s!m tomsoo/og!ne" ologi"odisorders7(aginaloit"hingoandodis"harge&html

44