Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI

PADA PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI


Ir. Hj.Ninny Siregar, MSi
Staf Pengajar Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik Universitas Medan Area

Abstrak
PKS Rambutan adalah salah satu dari II PKS milik PT. Perkebunan Nusantara III dengan kapasitas olah 30 ton/jam.
Dengan produk yang dihasilkan adalah Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel), dimana pada skripsi ini

biaya untuk pengolahan CPO dan kernel telah disatukan.


Perhitungan harga pokok produksi pada suatu perusahaan adalah hal yang sangat penting.
Kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi dapat berakibat buruk bagi perusahaan, karena
harga produksi inilah yang akan dijadikan dasar untuk analisa rencana dan kekuatan pemasaran,
penentuan harga jual dan penentuan nilai persediaan. Informasi mengenai harga pokok produksi ini
akan sangat membantu manajemen untuk mengevaluasi kinerja produksi perusahaan.
Analisa Break Even Point dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan pengawasan dalam pengambilan keputusan.
Analisa Break Even Point merupakan salah satu bentuk analisa biaya, harga jual, dan volume penjualan yang mempunyai
hubungan yang erat dan bahkan saling berkaitan. Biaya akan menentukan harga jual dan harga jual akan mempengaruhi
volume penjualan. Sedangkan volume penjualan akan mempengaruhi volume produksi dan volume produksi akan
mempengaruhi biaya per unit. Jumlah produksi yang besar akan menghasilkan harga pokok produksi yang kecil, sebaliknya
semakin sedikit jumlah produksi yang dihasilkan maka harga pokok produksi akan semakin besar. Harga pokok produksi tiap
bulan dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Bulan

Harga pokok/kg
Rp. 4.281,41/kg
Rp. 4.220,30/kg
Rp. 4.224,00/kg
Rp. 4.254,30/kg
Rp. 4.229,00/kg
Rp. 4.250,30/kg
RP. 4.265,65/kg
Rp. 4.318,41/kg
RP. 4.264,29/kg
Rp. 4.263,99/kg
Rp. 4.212,00/kg
Rp. 4.255,39/kg

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa harga pokok produksi tertinggi adalah Rp.4.318,41/kg pada bulan
Agustus dan harga pokok terendah adalah Rp.4.212,00/kg pada bulan Nopember.
Tingkat Break Even Point tiap bulan dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Bulan

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober

Break Even Point


Rp.
17.375.340.660,Rp.
17.821.900.060,RP.
20.307.448.170,Rp.
19.207.315.740,Rp.
22.877.313.900,Rp.
22.903.824.440,Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

25.360.742.650,25.518.089.050,24.444.502.440,22.284.549.960,-

Nopember
Desember

24.390.760.760,Rp. 23.839.623.490,Rp.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat Break Even Point tertinggi dicapai pada bulan Agustus
sebesar Rp.25.518.089.050,- dan terendah pada bulan Januari sebesar Rp.17.375.340.660,-.
Harga pokok produksi rata-rata untuk tiap kilogram produk pada tahun 2009 adalah
Rp.4.253,25/kg dengan total biaya Rp.265.916.878.506,-.
Perhitungan profit contribution analysis dengan menaikkan harga pokok sebesar 75% telah
menunjukkan perubahan terhadap Break Even Point yaitu Rp.22.722.072.330,- atau 3.490.301 kg
dan total penjualan Rp.495.755.028.400,-

PENDAHULUAN
Tujuan utama suatu perusahaan didirikan,
selain untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah
untuk mendapatkan keuntungan yang layak. Dengan
adanya keuntungan yang layak maka dimungkinkan
suatu perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya bahkan dapat mengembangkan usahanya
untuk lebih maju dan berkembang. Untuk itu
perusahaan harus selalu berusaha menghasilkan barang
dan jasa yang berkualitas tinggi namun harganya relatif
rendah. Agar hal tersebut dapat tercapai maka
perusahaan harus menggunakan biaya yang efektif.
Biaya produksi sangat diperlukan untuk
menentukan harga pokok produksi suatu produk. Biaya
yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk harus
jelas, sehingga penentuan harga pokok produksinya
akan tepat. Ketidaktepatan dalam perhitungan harga
pokok produksi akan menyesatkan manajemen dalam
mengambil keputusan. Karena harga

seharusnya tidak dimasukkan dalam perhitungan harga


pokok produksi. Kondisi tersebut akan berpengaruh
terhadap penetapan harga jual dan laba yang akan
diperoleh
perusahaan.
Untuk
menanggulangi
ketidaktepatan harga pokok produksi maka harus
diusahakan penggolongan biaya-biaya sesuai dengan
fungsi pokok perusahaan. Perusahaan hendaknya
mampu menetapkan harga pokok produksi yang tepat
sehingga nantinya dapat bersaing dengan perusahaan
lain yang sejenis.
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka
penulis membuat karya ilmiah dengan judul Analisis
Penentuan Harga Pokok Produksi Pada PKS Kebun
Rambutan Tebing Tinggi.
Asumsi
Adapun asumsi dari Tugas Akhir ini adalah
sebagai berikut:
1. Aktivitas perusahaan tetap berjalan seperti biasa
dalam menjalankan penelitian
2. Biaya untuk pengolahan CPO dan kernel sudah
digabung

pokok berfungsi sebagai dasar untuk


menentukan harga jual dan laba,
serta sebagai alat untuk mengukur
efisiensi
pelaksanaan
proses
produksi. Harga pokok produksi
merupakan kumpulan dari biayabiaya
yang
dikeluarkan
untuk
mengolah bahan baku menjadi
barang jadi.

PENGUMPULAN DATA
Teknik Pengumpulan Data
Dalam menyelesaikan penelitian ini penulis
berpedoman pada teknik pengumpulan data yaitu :
1. Observasi, yaitu melakukan penelitian terhadap
data yang diperoleh dari perusahaan yang
berkaitan dengan pokok bahasan.
2. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab
langsung kepada pekerja di bagian produksi yang
berwenang memberi keterangan.

PKS
Rambutan
di
dalam
menentukan harga pokok produksi, semua
biaya yang terjadi diperlakukan sebagai
biaya
produksi,
belum
diadakan
penggolongan biaya-biaya itu dengan jelas,
terutama untuk biaya non produksi
sehingga terdapat unsur biaya non produksi yang
dimasukkan dalam elemen harga pokok produksi. Hal
ini akan mengakibatkan ketidaktepatan dalam
perhitungan harga pokok produksi dan biaya produksi
sesungguhnya terjadi. Karena adanya unsur biaya yang

Data Volume Produk Jadi


Untuk
menentukan
harga
penjualan,
diperlukan data yang berhubungan dengan pokok
permasalahan di atas. Data yang diambil adalah data
dalam jangka waktu satu tahun. Data tersebut meliputi
data produksi dan data-data biaya produksi.

Tabel 1
Data TBS yang diolah, Minyak Sawit dan Inti Sawit Tahun 2009
Bulan

Januari

Jumlah TBS
(Kg)

13.785.000

Minyak Sawit
(Kg)

3.431,986

Inti Sawit
(Kg)

665.485

Minyak sawit
+ Inti sawit

4.097.471

Februari
MqI-Pt
April
Mel
juni
Jull
Agustus
September
Oktober
November
December
Jumlah

14.115.000

3.552.453

697.125

4.249.578

16.110.000

4.052.463

789.286

4.841.749

15.142.500
18.145.000

3.808.793
4.569.051

726.230
844.108

4.535.023
5.413.159

18.095.000

4.542.973

825.561

5.368.534

20.382.500
18.762.500

5.097.564
4.644.878

897.555
836.280

5.995.119
5.481.158

19.645.000

4917.648

878.369

5-795.418

17.680.000
19.410.000
19.156.400
210.428.900

4.424.343
4.861093
4.718.680
56.622.295

831.809

5.256.152

950.289

5-912,382
5.669.523

950.873
9.982.977

66.605.272

Biaya Langsung dan Tidak Langsung


Data produksi atas dua macam yaitu :
1. Biaya langsung :
- Biaya bahan baku
- Gaji dan tunjangan karyawan pelaksana
- Biaya air
- Biaya bahan bakar dan pelumas
- Biaya listrik
- Biaya bahan kimia
- Biaya pengepakan
2. Biaya tidak langsung :
- Gaji dan tunjangan karyawan pimpinan
- Biaya penyusutan
- Biaya asuransi

Biaya sosial
Biaya langsir
Biaya perlengkapan kantor
Biaya pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan dan reparasi mesin
Biaya alat dan perlengkapan
Biaya lain-lain

Dalam menentukan harga pokok produksi


dibutuhkan data tentang biaya langsung dan biaya tidak
langsung dalam pabrik tersebut. Dan untuk
menentukan Break Even Point dibutuhkan data biaya
tetap dan biaya variabel. Adapun biaya langsung, tidak
langsung, biaya tetap dan biaya variabel untuk tiap
bulan dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 2
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Januari
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Biaya Langsung
Bahan baku
Gaji dan tunjangan karyawan pelaksana
Biaya air
Biaya bahan bakar dan pelumas
Biaya listrik
Biaya bahan kimia
Biaya pengepakan

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Jumlah Biaya
16.542.000.000
385.743.487
5.357.495
6.902.629
4.967.466
56.252.551
7.635.675

Biaya Tidak Langsung


Gaji dan tunjangan karyawan pimpinan
Biaya penyusutan
Biaya asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik dan reparasi
mesin
8. Biaya perawatan dan reparasi mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.Biaya lain-lain
17.088.859.303
Jumlah
Rp.17.542.923.904.1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jumlah Biaya
94.042.817
152.519.229
37.272.649
50.670.042
46.682.163
12.976.478
14.437.608
103.206.048
10.263.000
11.994.567
534.064.601

Tabel 3
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Januari
Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2 Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

385.743.487

Biaya Variabel

1. Bahan baku

16.542.000.
000

94.042.817 2. Biaya bahan kimia


14.437.608
152.519.229
37.272.649
50.670.042
12.976.478
103.206.048
10.263.000
7.635.675
868.767.033

3.
4.
5.
6.
7.

Jumlah Biaya

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

Jumlah

56.252.551
6.902.629

5.357.495
4.967.466
46.682.163
11.994.567

16.674.156.
871

Rp 17.542.923.904

Tabel 4
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Februari
Biaya Langsung

1. Bahan baku

Jumlah Biaya

Biaya tidak Langsung

16.938.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan

Jumlah Biaya

95.021.000

2. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

386.025.000
4.640.250
476.703
4.898.408
65.076.621
7.857.250

2. Biaya penyusutan
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan & reparasi mesin
Biaya alat dan perlengkapan

10. Biaya lain-lain

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

17.406.974.2
32

Jumlah

142.969.280
37.272.649
52.021.000
47.742.706
17.840.230
14.487.908
91.710.986
10.245.900
18.156.627

527.468.286

: Rp. 17.934.442.518
Tabel 5
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Februari

Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Variabel

386.025.000 1. Bahan baku


95.021.000 2. Biaya bahan kimia
14.487.908
142.969.280
37.272.649
52.021.000
17.840.230
91.710.986

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

Jumlah Biaya

16.938.000.
000
65.076.621
476.703

4.640.250
4.898.408
47.742.706
18.156.627

10.245.900
7.857.250
855.451.203

Jumlah

17.078.991.
315

: Rp 17.934.442.518
Tabel 6
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Maret

Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

Biaya tidak Langsung

19.332.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan
386.047.453 2. Biaya penyusutan
4.978.056
16.090.074
4.287.000
81.079.854
7.857.250

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan & reparasi mesin
Biaya alat dan perlengkapan

10. Biaya lain-lain

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

19.832.339.6
87
: Rp 20.451.054.699

Jumlah

Jumlah Biaya

96.075.070
126.728.827
37.272.649
52.720.052
49.676.446
11.875.076
19.347.343
196.626.344
9.900.000
18.493.205

618.715.012

Tabel 7
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Maret
Biaya Tetap

Jumlah Biaya

Biaya Variabel

Jumlah

Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor

96.075.070 2. Biaya bahan kimia


19.347.343
126.728.827
37.272.649
52.720.052
11.875.076

8. Biaya perawatan & reparasi


mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan

3.
4.
5.
6.

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir

7. Biaya lain-lain

19.322.000.
000
81.079.854
16.090.074

4.978.056
4.287.000
49.676.446
18.493.205

196.626.344
9.900.000
7.857.250

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

386.047.453 1. Bahan baku

954.450.064

Jumlah

19.496.604.
635

: Rp 20.451.054.699
Tabel 8
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan April

Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya tidak Langsung

18.171.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan
386.025.705
5.357.490
2.142.430
4.988.760
77.198.940
9.883.903

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Biaya penyusutan
Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik

8. Biaya perawatan & reparasi mesin


9. Biaya alat dan perlengkapan
10. Biaya lain-lain
Jumlah

18.656.597.228
: Rp 19.293.243.209
Tabel 9
Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan April

Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Variabel

386.025.705 1. Bahan baku

3.
4.
5.
6.
7.

95.076.800

137.555.855
37.272.649
52.670.075
48.451.758
13.578.700
19.500.000
189.500.000
24.302.500
18.738.044
636.646.381

Jumlah Biaya

18.171.000.
000

95.076.800 2. Biaya bahan kimia


19.500.000
137.555.855
37.272.249
52.670.075
13.578.700
189.500.000

Jumlah Biaya

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

77.198.940
2.142.430

5.357.490
4.988.760
48.451.758
18.738.044

24.302.500
9.883.903
965.365.787

Jumlah

: Rp 19.293.243.209

Tabel 10
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Mei

18.327.877.422

Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik

4.882.407 3. Biaya Asuransi


2.170.215 4. Biaya sosial
4.840.516

6. Biaya bahan kimia


7. Biaya pengepakan

Biaya tidak Langsung

21.774.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan
383.560.740 2. Biaya penyusutan

5.

Biaya langsir

10. Biaya lain-lain

Total keseluruhan biaya adalah

22.257.58133
6

93.050.600
137.555.855
37.272.649
51.070.200
51.046.097

80.798.773 6. Perlengkapan kantor


7.328.685 7. Pemeliharaan bangunan pabrik
8. Biaya perawatan & reparasi mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan

Jumlah

Jumlah Biaya

Jumlah

19.180.843
18.421.612
198.231.000
15.175.000
13.615.000

634.618.856

: Rp 22.892.200.192
Tabel 11
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Mei

Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah

Biaya Variabel

383.560.740 1. Bahan baku

21.774.000.
000

93.050.600 2. Biaya bahan kimia


18.421.612
137.555.855
37.272.649
51.070.200
19.180.843
198.231.000

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

15.175.000
7.328.685
960.847.184

Jumlah Biaya

Jumlah

80.798.773
2.170.215

4.882.407
4.840.516
51.046.097
13.615.000

21.931.353.008
22.892.200.192

Tabel 12
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Juni
Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan pelaksana

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya air
Biaya bahan bakar dan pelumas
Biaya listrik
Biaya bahan kimia
Biaya pengepakan

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Tetap

Biaya tidak Langsung

21.714.000.0
00

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pimpinan

384.360.740

2. Biaya penyusutan

5.582.400
2.291.250
4.987.500
91.773.353
8.243.583

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan & reparasi mesin
Biaya alat dan perlengkapan

10. Biaya lain-lain


22.211.238.826
Jumlah
: Rp 22.818.106.189
Tabel 13
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Juni
Jumlah Biaya

Biaya Variabel

Jumlah Biaya

94.050.600
128.035.540

37.272.649
51.070.200
52.509.371
13.381.520
18.421.612
189.750.043
4.950.000
17.425.828
606.867.363

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


383.360.740
pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
94.050.600
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
18.421.612
4. Biaya penyusutan
128.035.540
5. Biaya Asuransi
37.272.649
6. Biaya sosial
51.070.200
7. Perlengkapan kantor
13.381.520
8. Biaya perawatan & reparasi
189.750.043
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
4.950.000
10.Biaya pengepakan
8.243.583
929.536.487
Jumlah
Total keseluruhan biaya
: Rp.22.919.106.189

1. Bahan baku

21.714.000.0
00

2. Biaya bahan kimia


3.
4.
5.
6.
7.

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

Jumlah

91.773.353
2.291.250

5.582.400
4.987.500
52.509.371
17.425.828

21.888.569.702

Tabel 14
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Juli
Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

Biaya tidak Langsung

24.459.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan
385.340.620 2. Biaya penyusutan
5.630.200
6.431.575
4.991.600
84.389.491
5.756.478

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
8. Biaya perawatan & reparasi mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10. Biaya lain-lain

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

24.951.539.964
: Rp 25.572.882.510

Jumlah

Jumlah Biaya

94.050.600
137.555.855
37.272.649
50.980.400
53.080.453
14.981.620
18.925.715
190.503.041
2.980.500
21.011.713
621.342.546

Tabel 15
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Juli
Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Variabel

385.340.620 1. Bahan baku


94.050.600
18.925.715
137.555.855
37.272.649
50.980.400
14.981.620
190.503.041
2.980.500
5.756.478

Jumlah Biaya

24.459.000.
000

2. Biaya bahan kimia

84.389.491

3.
4.
5.
6.
7.

5.630.200
4.991.600
53.080.453
21.011.713

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

938.347.478

Jumlah

: Rp 25.572.882.510
Tabel 16
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Agustus

6.431.575

24.634.535.
032

Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

Biaya tidak Langsung

22.515.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan
387.380.520 2. Biaya penyusutan
5.720.150
1.976.307
4.993.700
106.748.190
8.400.303

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan & reparasi-mesin
Biaya alat dan perlengkapan

10. Biaya lain-lain

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

23.030.219.1
70
: Rp 23.669.851.450

Jumlah Biaya

94.050.600
158.555.375
37.272.649
51.803.231
4.587.045
14.990.700
18.950.720
190.601.531
49.272.200
19.548.229

Jumlah

639.632.280

Tabel 17
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Agustus
Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2 Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Variabel

387.380.520 1. Bahan baku

22.515.000.
000

94.050.600 2. Biaya bahan kimia


18.950.720
158.555.375
37.272.649
51.803.231
14.990.700
190.601.531

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

49.272.200
8.400.303
1.011.277.82
9
Rp 23.669.851.450

Jumlah Biaya

Jumlah

106.748.190
1.976.307

5.720.150
4.993.700
4.587.045
19.548.229

22.658.573.
621

Tabel 18
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Bulan September
Biaya Langsung

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

Jumlah Biaya

Biaya tidak Langsung

23.574.000.0 1. Gaji dan tunjangan karyawan


00
pimpinan
388.431.420 2. Biaya penyusutan
5.810.250
5.274.001
4.995.820
67.984.193
6.835.855

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan & reparasi mesin
Biaya alat dan perlengkapan

10. Biaya lain-lain

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

24.053.331.539

Jumlah

: Rp 24.713.333.105
Tabel 19

Jumlah Biaya

94.050.600
160.202.671
25.591.856
51.913.142
47.018.923
14.992.231
18.961.731
191.201.251
35.000.000
21.069.161
660.001.566

Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan September


Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Variabel

388.431.420 1. Bahan baku

23.574.000.
000

94.050.600 2. Biaya bahan kimia


18.961.731
160.202.671
25.591.856
51.913.142
14.992.231
191.201.251

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya bahan bakar dan pelumas


Biaya air
Biaya listrik
Biaya langsir
Biaya lain-lain

35.000.000
6.835.855
660.001.566
: Rp 24.713.333.105

Jumlah Biaya

Jumlah

67.984.193
5.274.001

5.810.250
4.995.820
47.018.923
21.069.161

24.053.331.539

Tabel 20
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Pada Bulan Oktober
Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku

Biaya tidak Langsung

21.216.000. 1. Gaji dan tunjangan karyawan


000
pimpinan

2. Gaji dan tunjangan karyawan pelaksana

3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan
pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

390.451.432

2.

Biaya penyusutan

5.825.340 3. Biaya Asuransi


8.053.204 4. Biaya sosial
4.996.361 5. Biaya langsir
101.405.483 6. Perlengkapan kantor
8.932.063 7. Pemeliharaan bangunan pabrik
8. Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10. Biaya lain-lain
Jumlah

Jumlah

21.735.663.
883
Total keseluruhan biaya adalah : Rp 22.412.139,216

Jumlah Biaya

94.050.600
137.555.855

57.273.000
51.924.136
58.085.358
14.994.215
18.963.816
191.213.63
1
37.446.000
14.968.722
676.475.333

Tabel 21
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Oktober
Biaya Tetap
1. Gaji dan tunjangan karyawan pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan pimpinan

3. Pemeliharaan bangunan
pabrik
4.
Biaya penyusutan
5.
Biaya Asuransi
6. Biaya sosial
7.
Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan reparasi
mesin
9. Biaya alat dan
perlengkapan

Jumlah Biaya
390.451.432
94.050.600

18.963.816

1.
2.

Biaya Variabel
Bahan Baku
Biaya bahan kimia

3.

Biaya bahan bakar dan pelumas

137.555.855 4. Biaya air


57.273.000 5. Biaya listrik
51.924.136

6.

Biaya langsir

14.994.215 7. Biaya lain-lain


191.213.631

37.446.00
0
10

Jumlah Biaya
21.216.000.000
101.405.483
8.053.204

5.825.340
4.996.361
58.085.358

14.968.722

10.

Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

8.932.063
1.002.804.748

Jumlah

21.409.334.468

: Rp. 22.412.139.216

Tabel 22
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Bulan November
Biaya Langsung

Jumlah Biaya

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia
7. Biaya pengepakan

Biaya tidak Langsung

23.92.000.00 1. Gaji dan tunjangan karyawan


0
pimpinan
392.471.416 2. Biaya penyusutan
5.843.527
7.151.887
4.998.431
103.787.744
8.063.061

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik
Biaya perawatan & reparasi mesin

9. Biaya alat dan perlengkapan


10. Biaya lain-lain

Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

23.814.316.0
66
: Rp 24.481.332.370

Jumlah

Jumlah Biaya

94.050.600
169.799.000
25.591.856
52.065.115
47.495.287
15.021.210
19.961217
192.415.316
30.582.400
20.034.303

667.016.304

Tabel 23
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan November
Biaya Tetap

Jumlah Biaya

1. Gaji dan tunjangan karyawan


pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik
4. Biaya penyusutan
5.
6.
7.
8.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Perlengkapan kantor
Biaya perawatan & reparasi
mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

Biaya Variabel

392.471.416 1. Bahan baku


94.050.600
19.961217
1,69. 799.
000
25.591.856
52.065.115
15.021.210

23.92.000.0
00

2. Biaya bahan kimia


3. Biaya bahan bakar dan pelumas
4. Biaya air
5. Biaya listrik
6. Biaya langsir
7.

Jumlah Biaya

Biaya lain-lain

103.787.744
7.151.887

5.843.527
4.998.431
47.495.287
20.034.303

192.415.316
30.582.400
8.063.061
1.000.021.191

Jumlah

23.481.311.179

Rp 24.481.332.370

Tabel 24
Data Biaya Langsung dan Tidak Langsung Bulan Desember
Biaya langsung

1. Bahan baku
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pelaksana
3. Biaya air
4. Biaya bahan bakar dan pelumas
5. Biaya listrik
6. Biaya bahan kimia

Jumlah Biaya
22.987.680.000
389.452.452
4.989.000
12.711.758
4.589.725
70.954375

1.

Biaya tidak Langsung


Gaji dan tunjangan
karyawan pimpinan

2.

Biaya penyusutan

3.
4.
5.
6.
7.

Biaya Asuransi
Biaya sosial
Biaya langsir
Perlengkapan kantor
Pemeliharaan bangunan pabrik

11

Jumlah Biaya
94.050.600

152.219.251
25.591.856
52.070.200
50.392.836
15.032.005
19.250.043

6.451.356

7. Biaya pengepakan

8. Biaya perawatan reparasi mesin


9. Biaya alat dan perlengkapan
10. Biaya lain-lain
23.476.828.666
Jumlah
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah
: Rp 24.126.048.829
Tabel 25
Data Biaya Tetap dan Biaya Variabel Pada Bulan Desember
Biaya Tetap

1. Gaji dan tunjangan


karyawan pelaksana
2. Gaji dan tunjangan karyawan
pimpinan
3. Pemeliharaan bangunan pabrik

152.219.251
25.591.856
52.070.20
0
15.032.005

Biaya sosial

7. Perlengkapan kantor
8. Biaya perawatan &
reparasi mesin
9. Biaya alat dan perlengkapan
10.
Biaya pengepakan
Jumlah
Total keseluruhan biaya adalah

94.050.600
19.250.043

4. Biaya penyusutan
5. Biaya Asuransi
6.

Jumlah Biaya
389.452.452

192.035.200
31.471.600
17.106.572
649.220.163

1.

Biaya Variabel
Bahan baku

2.

Biaya bahan kimia

70.954.375

3.

Biaya bahan dan pelumas

12.711.758
4.989.000

4. Biaya air
5. Biaya listrik

Jumlah Biaya
22.987.680.000

4.589.725

6. Biaya langsir

50.392.836

7. Biaya lain-lain

17.106.572

192.035.200
31.471.600
6.451.356
977.424.563
: Rp.24.126.048.029

Jumlah

23.148.424.266

PENGOLAHAN DATA
Tabel 26
Jumlah TBS Yang Diolah, Minyak Sawit Dan Inti Sawit Tahun 2009 PKS Rambutan Tebing Tinggi
Bulan

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah

Jumlah TBS
(Kg)

13.785.000
14.115.000
16.110.000
15.142.500
18.145.000
18.095.000
20.382.500
18.762.500
19.645.000
17.680.000
19.410.000
19.156.400
210.428.90
0

Minyak Sawit
(Kg)

Inti sawit
(Kg)

Minyak sawit
+ Inti sawit

3.431.986
3.552.453
4.052.463
3.808.793
4.569.051
4.542.973
5.097.564
4.644.878
4.917.648
4.424.343
4.862.093

665.485
697.125
789.286
726.230
844.108
825.561
897.555
836.280
878.369
831.809
950.289

4.097.471
4.249.578
4.841.749
4.535.023
5.413.159
5.368.534
5.995.119
5.481.158
5.795.418
5.256.152
5.812.382

4.718.680

950.873

5.669.523

56.622.295

9.982.977

66.605.272

Perhitungan Harga Pokok Produksi


Untuk menentukan besarnya harga pokok
produksi setiap bulan maka dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut :
Harga pokok produksi
=

1.

12

Total Biaya Pr oduksi


Jumlah Pr oduksi
Untuk bulan Januari
Harga pokok produksi

Rp.17.542.923.904
Rp. 4.097.471
Untuk bulan Februari
Harga pokok produksi
Rp.17.934.442.518
=
Rp. 4.249.578
Untuk bulan Maret
Harga pokok produksi
Rp. 20.451.054.699
=
Rp. 4.841.749
Untuk bulan April
Harga pokok produksi
Rp.19.293.243.209
=
Rp. 4.535.023
Untuk bulan Mei
Harga pokok produksi
Rp. 22.892.200.192
=
Rp. 5.413.159
Untuk bulan Juni
Harga pokok produksi
Rp. 22.818.106.189
=
Rp. 5.368.534
Untuk bulan Juli
=

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Harga pokok produksi


Rp. 25.572.882.510
=
Rp. 5.995.119
8. Untuk bulan Agustus
Harga pokok produksi
Rp.17.542.923.904
=
Rp. 4.097.471
9. Untuk bulan September
Harga pokok produksi
Rp. 24.713.333.105
=
Rp. 5.795.418
10. Untuk bulan Oktober
Harga pokok produksi
Rp. 22.412.139.216
=
Rp. 5.256.152
11. Untuk bulan November
Harga pokok produksi
Rp. 24.481.332.370
=
Rp. 5.812.382
12. Untuk bulan Desember
Harga pokok produksi
Rp. 24.125.848.829
=
Rp. 5.669.523

= Rp. 4.281.41/kg

= Rp. 4.220,30/kg

= Rp. 4.224,00/kg

= Rp. 4.254,30/kg

= Rp. 4.229,00/kg

= Rp. 4.250,35/kg

= Rp. 4.265,62/kg

= Rp. 4.318,41/kg

= Rp. 4.264,29/kg

= Rp. 4.263,99/kg

= Rp. 4.212,00/kg

= Rp. 4.255,39/kg

434000
432000

431841

430000

Biaya

428000

428141

426000

425430

424000

422400
422030

422000

426562
425035

426429
426399
425539

422900
421200

420000
418000
416000

ov

es
D

O
kt

pr
M
ei
Ju
ni
Ju
li
A
gs
Se
p

ar
M

Fe
b

Ja
n

414000

Bulan
Gambar 1. Harga Pokok Produksi Perbulan

Profit Contribution Analysis


Analisa Break Even Point dapat digunakan
untuk menentukan tingkat aktivitas atau volume
produksi yang dipergunakan untuk mencapai suatu
target laba. Bila pihak manajemen ingin meningkatkan
keuntungan lebih besar bisa dengan menaikkan harga
jual ataupun dengan meningkatkan volume produksi,
misalnya harga jual dinaikkan 75% dari harga pokok
produksi, maka harga jual menjadi: Rp.4.253,25 x 75%
= Rp.3.189,93 sehingga harga 1 kg produk menjadi
Rp.4.253,25 + Rp.3.189,93 = Rp.7.443.18. Karena

harga jual telah berubah, maka titik Break Even Point


dalam satuan produk akan berubah pula, sehingga
dapat dirumuskan sebagai berikut:
BEP (Satuan Produk)
biaya tetap
=
h arg a jual h arg a pokok
Rp.11.133.815.448
=
Rp. 7.443,18 Rp.4.253, 25
Rp. 11.133.81
=
Rp. 3.189,93

13

Jadi BEP (rupiah) :


Karena harga jual telah dinaikkan, maka akan
berpengaruh
terhadap
penjualan
dan
akan
mempengaruhi tingkat Break Even dalam rupiah,
sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
Total Penjualan (S)
= harga jual x jumlah total produksi
= Rp. 7.443,18 x 66.605.272,= Rp. 495.755.028.400,-

Rp. 11.133.815.448
FC
BEP =
VC = Rp. 254.783.063.058
1
Rp. 495.755.028.400
S
=

Rp. 11.133.815.448
= Rp.23.839.623.490,1 0.51

Rp.11.133.815.448
= Rp. 22.722.072.330,0,49

Gambar 2. Grafik Profit Contribution

Dari gambar grafik diatas dapat kita lihat


bagaimana hubungan antara garis hasil penjualan, garis
biaya tetap dan garis jumlah biaya. Titik potong antara
garis penjualan dan garis jumlah biaya telah
menghasilkan titik koordinat Break Even Point

keuntungan. Dan sebaliknya apabila volume


penjualan kurang dari titik tersebut, maka
perusahaan akan mengalami kerugian.
PERHITUNGAN DAN ANALISA
Harga Produksi
Untuk menentukan apakah variance harga
pokok produksi setiap bulan masih dalam batas control,
maka dilakukan perhitungan dan analisis dengan
menggunakan Control Chart (Batas Control) dengan
perhitungan sebagai berikut:

yang jatuh pada titik hasil penjualan


Rp.22.722.072.330,- dan titik koordinat
volume penjualan yang jatuh pada titik satuan
produksi sebesar 3.490.301 kg, yang artinya
apabila volume penjualan melebihi titik
tersebut, maka perusahaan akan mengalami

Tabel 27.
Data Perhitungan Batas Kendali

14

Bulan

4.281,41/kg

Januari

Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah

Xi2

Xi

18.330.471,59
17.810.932,09
17.842.176,00
18.099.068,49
17.884.441,00
18.065.475,12
18.195.513,98
18.648.664,93
18.184.169,20
18.181.610,72
17.740,944,00
18.108.344,05
217.091.811,20

4.220,30/kg
4.224,00/kg
4.254,30/kg

4.229,00/kg
4.250,35/kg
4.265,62/kg

4.318,41/kg
4.264,29/kg
4.263,99/kg
4.212,00/kg
4.255,39/kg

51.039,06
434000
432000

Biaya

(Xi X )
28,16
-32,95
-29,25
1,05
-24,25
-2,9
12,37
65,16
11,04
10,74
-41,25
2,14
0,06

(Xi X )2
792,98
1.085,70
855,36
1,10
588,06
8,41
153,02
4.245,82
121,88
115,34
1.701,56
4,57
9.674

431841

430000
428000
426000

428141
425430

424000
422000
420000
418000

422400
422030

426562
425035

426429
426399
425539

422900
421200

es
D

ov
N

O
kt

pr
M
ei
Ju
ni
Ju
li
A
gs
Se
p

M
ar

Fe
b

Ja
n

416000
414000

Bulan
Gambar 3. Peta Kontrol Harga Pokok Produksi

Dari hasil grafik diatas diperoleh harga


sebarannya masih berada diantara batas kontrol atas
dan batas kontrol bawah, dan dapat dikatakan bahwa
semua data seragam. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa parameter harga pokok produksi pada
perusahaan sudah baik dan perlu ditingkatkan lagi.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan dan analisa terhadap seluruh
elemen biaya yang dikeluarkan, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Perhitungan elemen biaya dilakukan setiap bulan
selama satu tahun yaitu mulai dari bulan Januari
sampai dengan bulan Desember 2009.
2. Biaya pokok produksi tiap bulan adalah sebagai
berikut
- Januari : Rp.4.281,41/kg
- Februari
: Rp.4.220,30/kg

3.

15

Maret
: Rp.4.224,00/kg
April
: Rp.4.254,30/kg
Mei
: Rp.4.229,00/kg
Juni
: Rp.4.250,35/kg
Juli
: Rp.4.265,65/kg
Agustus
: Rp.4.318,41/kg
September
: Rp.4.264,29/kg
Oktober
: Rp.4.263,99/kg
November
: Rp.4.212,00/kg
- Desember
: Rp.4.255,39/kg
Tingkat Break Even Point tiap bulan adalah:
- Januari
: Rp.17.375.340.660,- Februari
: Rp.17.821.900.060,- Maret
: Rp.20.307.448.170,- April
: Rp.19.307.315.740,- Mei
: Rp.22.877.313.900,- Juni
: Rp.22.903.824.440,- Juli
: Rp.25.360.742.650,-

4.

Agustus
: Rp.25.581.089.050,September
: Rp.24.444.502.440,Oktober
: Rp.22.284.549.960,November
: Rp.24.390.760.760,Desember
: Rp.23.839.623.490,Perhitungan profit contribution analysis dengan
menaikkan harga pokok sebesar 75% telah
menunjukkan perubahan terhadap, Break Even
Point yaitu menjadi Rp.22.722.072.330,-

1.

Adikoesoemah, Somita R, Biaya dan Harga


Pokok, Tarsito, Bandung, 1982

2.

Bambang Supomo, Akuntansi Manajemen, Edisi


Pertama, BPEF Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta, 1990

3.

Ikatan Akuntansi Indonesia, Prinsip Akuntansi


Indonesia, Rineka Cipta, Percetakan

Negara Indonesia, 1984

atau 3.490.301 kg dan total penjualan


Rp.495.755.028.400,5. Jumlah produksi yang besar akan
menghasilkan harga pokok yang kecil,
sebaliknya jumlah produksi yang sedikit
akan menghasilkan harga pokok yang
tinggi. Dengan harga jual yang tinggi
maka tingkat Break Even Point-nya akan
menurun sedangkan harga jual yang
rendah maka tingkat Break Even Pointnya akan. naik.
6. Harga pokok produksi yang dihitung PKS
Rambutan dimana biaya non produksi dimasukkan
kedalam perhitungan dengan harga pokok
produksi yang tidak dimasukkan unsur biaya non
produksi menghasilkan selisih biaya yang cukup
signifikan.
Saran
Agar PKS Rambutan dalam menentukan
harga pokok produksinya dapat lebih tepat dan teliti
maka penulis memberikan saran sebagai berikut :
1. Perusahaan hendaknya dalam menggolongkan
biaya dipisahkan antara biaya produksi dan biaya
non produksi. Hal ini dilakukan untuk
menghindari pemasukan elemen-elemen biaya
bukan produksi ke dalam biaya produksi.
2. Perusahaan hendaknya harus selalu menekan biaya
produksi dan meningkatkan volume produksi,
sehingga harga jual yang dicapai perusahaan biasa
bersaing dengan produk sejenis di pasaran dan
laba yang diinginkan tercapai.
3. Memotifasi pihak management untuk bekeda lebih
efektif dalam menyusun anggaran biaya produksi
dan anggaran penjualan.
Untuk mencapai keuntungan/laba yang diinginkan
maka perusahaan harus menjual produknya lebih dari
batas Break Even Point atau dengan Margin

4.

Manullang M, Pengantar Ekonomi


Perusahaan, Ghalia Indonesia, Medan,
1980

5.

Matz Adolph dan Usry F. Milton, Akuntansi


Biaya, Perencanaan dan Pengendalian, Edisi
Kesembilan, Diterjemahkan oleh Herman
Wibowo, Erlangga, Jakarta, 1997

6.

Mulyadi, Akuntansi Biaya, Penentuan Harga


Pokok dan Pengendalian Biaya, Edisi Ketiga,
BPFE, Yogyakarta, 1983

7.

Mulyadi, Akuntansi Manajemen, Konsep,


Manfaat dan Rekayasa, Edisi Ketiga, STIE
YKPN, Yogyakarta, 1983

8.

Riyanto Bambang, Dasar-Dasar Pembelanjaan


Perusahaan, Edisi Kedua,UGM, Yogyakarta,
1980

9.

Sunurayas,
Cost
Accounting
(Akuntansi
Perusahaan Industri), CV Joehanda, Medan,

1993
10.

Sukirno Sadono, Pengantar Teori Mikro


Ekonomi, Rajawali Pers, Jakarta 1997

11. Supriyono R.A, Akuntansi Biaya Perencanaan


dan Pengendalian Biaya Serta Pembuatan
Keputusan, BPFE, Yogyakarta, 1989
12. Supriyono R.A, Akuntansi Biaya, Pengumpulan
Biaya dan Penentuan Harga Pokok, BPFE,

Yogyakarta, 1999

Contribution tertentu.

13.

http:/www.accountingcoach.com

14. http:/www.bisnis.cont/harga/komoditas/lid73769.html

DAFTAR PUSTAKA

16

17