Anda di halaman 1dari 148

Perpustakaan Unika

Skripsi AUDIT MANAJEMEN FUNGSI KEUANGAN (Studi Kasus pada PT. Indonesia Miki Industries)
Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

VERANIKA 01.60.0052

FAKULTAS EKONOMI - AKUNTANSI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG 2005

Perpustakaan Unika

Abstrak Perusahaan dapat digambarkan sebagai suatu kumpulan dana yang berasal dari berbagai sumber seperti para investor, kreditur, dan dari laba yang diperoleh perusahaa. Dalam suatu kegiatan usaha yang berjalan aktif, dana ini mengalir secara berkesinambungan dan mengalami perubahan dalam suatu periode akuntansi. Perubahan aliran dana ini dikenal sebagai keuangan perusahaan. Istilah manajemen keuangan mengandung arti bahwa pengelolaan keuangan perusahaan diarahkan sesuai dengan suatu rencana yang dapat mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Dalam PT. IMI pengelolaan keuangan ditangani oleh bagian keuangan yang bertugas untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memantau beraneka ragam data yang diperoleh dari satuan kerja dan bidang fungsional lain dalam perusahaan untuk membuat suatu pelaporan keuangan yang mudah dipahami dan digunakan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Pentingnya tugas dari satuan kerja bidang keuangan membuat pengendalian dan pengawasan kerja dari satuan ini juga penting, oleh karena itu dibutuhkan suatu alat untuk menilai kinerja satuan kerja yang mengurus bidang keuangan dalam perusahaan. Salah satu alat menilai kinerja ini adalah audit manajemen. Menurut Alejandro R. Gorospe (Tunggal, 1992, h.2) audit manajemen adalah suatu teknik yang secara teratur dan sistematis digunakan untuk menilai efektifitas unit atau pekerjaan dibandingkan dengan standar-standar perusahaan dan industri, dengan menggunakan petugas yang bukan ahli dalam lingkup obyek yang dianalisis, untuk meyakinkan manajemen bahwa tujuannya dilaksanakan, dan keadaan yang membutuhkan perbaikan ditemukan. Dari pengertian ini diketahui bahwa audit manajemen dapat digunakan sebagai alat pendeteksi adanya suatu keadaan yang tidak wajar dalam perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan yang diperlukan sedini mungkin. Audit manajemen pada PT. IMI dilakukan karena kurang maksimalnya fungsi perencanaan yang menjadi tugas bagian keuangan. Pembuatan perencanaan ini merupakan hal yang penting dalam menentukan arah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga tidak adanya fungsi ini dapat berakibat pada terjadinya pembengkakan biaya dan kurangnya koordinasi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Agar audit manajemen yang dilaksanakan pada PT. IMI mencapai sasarannya, maka digunakan empat obyek audit yang akan diteliti, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, organisasi perusahaan, dan pengendalian keuangan. Hasil analisis pada sasaran finansial perusahaan menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan rasio leverage PT. IMI sudah bagus, namun pada rasio aktivitas, PT. IMI mengalami kecenderungan penumpukan persediaan karena rasio perputaran persediaan semakin menurun, namun nilai persediaan yang tercantum dalam neraca perusahaan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hasil dari rasio profitabilitas PT. IMI telah menunjukkan adanya peningkatan yang berarti bahwa

Perpustakaan Unika

pihak manajemen telah dapat menghasilkan laba dan pengembalian atas investasi yang cukup memuaskan. Hasil analisis ini dapat memberikan penilaian bahwa manajemen telah berhasil dalam mencapai sasaran finansial perusahaan, yaitu mencapai laba yang semaksimal mungkin, namun dalam hal pengelolaan persediaan yang melibatkan perencanaan pihak manajemen dinilai kurang berhasil. Dukungan terhadap pencapaian sasaran finansial perusahaan juga ditunjukkan pada kepatuhan bagian keuangan dalam melaksanakan sistem pengendalian keuangan, yang diperkuat dengan tidak ditemukannya kesalahan otorisasi maupun prosedur dalam sampel dokumen yang diambil dalam penelitian ini. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa perencanaan keuangan yang telah diterapkan bagian keuangan telah disusun sesuai dengan kriteria perencanaan keuangan yang baik, tetapi rencana keuangan tersebut tidak disusun secara spesifik dalam bentuk budgeting sehingga tidak ada koordinasi yang baik dalam pelaksanaan rencana tersebut. Sedangkan struktur organisasi PT. IMI sudah baik dan sesuai dengan prinsip organisasi. Struktur organisasi ini juga sudah mendukung sistem pengendalian internal perusahaan, karena adanya pemisahan fungsi yang jelas, namun dalam penyusunan struktur organisasi ini tidak disertai dengan pembuatan dokumentasi job description yang jelas. Pengendalian keuangan perusahaan yang dianalisis dengan menggunakan kuesioner menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem pengendalian perusahaan sudah bagus dan memenuhi syarat pengendalian menurut sistem informasi akuntansi, namun dari hasil kuesioner tersebut juga memperkuat indikasi adanya kelemahan dari sistem perencanaan perusahaan, dimana perusahaan mengakui tidak adanya pembuatan budgeting dan proyeksi arus kas walaupun secara sederhana sehingga tidak ada alat yang digunakan untuk mengontrol hasil penjualan dan biaya operasional. Rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada PT. IMI ini adalah penghitungan kembali EOQ untuk barang produksi sendiri dan EOQ untuk persediaan bahan baku, dengan demikian perusahaan dapat membatasi proses produksi tanpa menunpuk persediaan atau kekurangan persediaan. Tindakan korektif lain yang dapat direkomendasikan adalah pembuatan perencanaan keuangan yang lebih spesifik berupa budget pendapatan dan pengeluaran, juga rencana produksi. Tindakan ini dilakukan agar kegiatan operasi perusahaan dapat lebih dikendalikan, karena budgeting dapat berfungsi sebagai pedoman dalam mengarahkan setiap kegiatan dalam perusahaan. Perusahaan tidak perlu menambah fungsi khusus untuk bidang perencanaan keuangan, namun dapat mengevaluasi kembali tugas masing-masing karyawan di bagian keuangan dan membuat job description secara jelas dan terdokumentasi serta dapat diterapkan dilapangan. Diharapkan dengan adanya pembenahan ini fungsi perencanaan perusahaan dapat terlaksana secara maksimal, sekaligus membuat sistem operasional perusahaan menjadi lebih sistematis.

Perpustakaan Unika

DAFTAR ISI

Halaman Judul ...............................................................................................i Halaman Persetujuan .....................................................................................ii Halaman Pengesahan .....................................................................................iii Pernyataan Keaslian Skripsi ...........................................................................iv Halaman Persembahan ...................................................................................v Abstraksi ........................................................................................................vi Kata Pengantar ...............................................................................................viii Daftar isi ........................................................................................................xi Daftar Tabel ...................................................................................................xiii Daftar Gambar ...............................................................................................xiv Daftar Lampiran ............................................................................................xv Bab I Pendahuluan ....................................................................................1 1.1. Latar Belakang Masalah .........................................................1 1.2. Perumusan dan Batasan Masalah .............................................5 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...............................................7 1.4. Sistematika Penulisan ............................................................8 Landasan Teori ................................................................................9 2.1. Pengertian Audit Manajemen .................................................9 2.2. Tujuan dan Manfaat Audit Manajemen ..................................12 2.3. Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan .................15 2.4. Ruang Lingkup Audit Manajemen ..........................................16 2.5. Karakteristik Audit Manajemen ..............................................16 2.6. Pengertian Sasaran Pemeriksaan .............................................17 2.7. Objek Audit ............................................................................18 2.8. Definisi dan Fungsi Manajemen Keuangan ............................22 2.9. Tujuan Audit Manajemen Keuangan ......................................23 2.10. Sumber Kriteria untuk Evaluasi ..............................................23 2.11. Tahap-tahap Audit Manajemen ..............................................26 2.12. Program Audit Manajemen Keuangan ....................................31 2.13. Prinsip Manajemen Keuangan ................................................32 2.14. Kriteria Perencanaan Keuangan ..............................................32 2.15. Prinsip Organisasi ..................................................................34 2.16. Prinsip sistem Informasi Akuntansi ........................................36 2.17. Prinsip Sistem Pengendalian Manajemen ...............................40 2.18. Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen yang Baik .....40 2.19. Kerangka Pikir Penelitian .......................................................41

Bab II

Perpustakaan Unika

Bab III Metodologi Penelitian ......................................................................45 3.1. Objek dan Lokasi Penelitian ...................................................45 A. Objek dan Lokasi Penelitian ............................................45 B. Sejarah Singkat Perusahaan ..............................................45 C. Struktur Organisasi Perusahaan ........................................47 D. Sistem Pencatatan Keuangan Perusahaan .........................48 3.2. Metode Pengumpulan Data .....................................................49 A. Jenis dan Sumber Data .....................................................49 B. Teknik Pengumpulan Data ...............................................50 C. Desain Analisis Data ........................................................52 Bab IV Hasil Analisis ..................................................................................62 4.1. Perencanaan ...........................................................................62 4.2. Mengumpulkan Bukti-bukti Performa ....................................68 4.3. Analisis dan Penyelidikan Penyimpangan / Deviasi ................70 4.4. Manentukan Tindakan Korektif ..............................................105 4.5. Melaporkan Hasil Audit Manajemen ......................................107 Bab V Kesimpulan dan Saran .....................................................................108 5.1. Kesimpulan ............................................................................108 5.2. Saran ......................................................................................109

Daftar Pustaka ................................................................................................110

Perpustakaan Unika

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Perusahaan dapat digambarkan sebagai suatu kumpulan dana yang berasal dari berbagai sumber seperti para investor, kreditur, dan dari laba yang diperoleh perusahaan (Van Horne, 1986, h.2). Dana tersebut digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan, seperti kegiatan produksi barang dan jasa, memberi kredit pada pelanggan, dan lain sebagainya. Dalam suatu kegiatan usaha yang berjalan aktif, dana ini mengalir secara berkesinambungan dan mengalami perubahan dalam suatu periode akuntansi. Perubahan aliran dana ini dikenal sebagai arus dana yang selanjutnya disebut sebagai keuangan perusahaan. Menurut Wetson (1993, h.xi), bidang keuangan merupakan dasar dari suatu sistem perusahaan dan pengelolaannya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi perusahaan. Jika keuangan perusahaan ditangani dengan baik, maka akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi perusahaan yang sehat. Demikian pula sebaliknya jika keuangan tidak ditangani dengan baik, akan berdampak buruk pada seluruh bidang operasional dalam perusahaan. Istilah manajemen keuangan mengandung arti bahwa pengelolaan keuangan perusahaan diarahkan sesuai dengan suatu rencana yang dapat mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Pada umumnya tujuan perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik perusahaan dan para karyawan yang bekerja

Perpustakaan Unika

pada perusahaan tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya tujuan lain. Dalam perkembangan dunia usaha pada masa kini, manajemen keuangan mempunyai peran strategis dalam pengambilan keputusan tentang investasi, pendanaan, dan pengelolaan aktiva yang dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Mengingat sangat pentingnya manajemen keuangan yang baik, maka biasanya dalam struktur organisasi perusahaan selalu ada satuan kerja tersendiri yang khusus menangani bidang keuangan, dengan nama apapun satuan kerja itu dikenal, seperti departemen, divisi, biro, bagian, dan lain sebagainya, tergantung pada tradisi perusahaan dan struktur organisasi yang digunakan. Dalam hal ini PT. Indonesia Miki Industries (IMI) menyebut satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan dengan nama Bagian Keuangan perusahaan. Bagian keuangan pada PT. IMI ini bertugas untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memantau beraneka ragam data yang diperoleh dari satuan kerja dan bidang fungsional lain dalam perusahaan untuk membuat suatu pelaporan keuangan yang mudah dipahami dan digunakan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Bagian keuangan harus mampu menganalisis dengan jeli setiap laporan yang masuk dari bidang fungsional lain dan membuat perencanaan keuangan dengan seksama guna menghindari terjadinya pemborosan dana dalam perusahaan. Pentingnya tugas dari satuan kerja bidang keuangan membuat pengendalian dan pengawasan kerja dari satuan ini juga penting, oleh karena itu dibutuhkan suatu alat untuk menilai kinerja satuan kerja yang mengurus bidang

Perpustakaan Unika

keuangan dalam perusahaan. Salah satu alat menilai kinerja ini adalah audit manajemen. Menurut Alejandro R. Gorospe (Tunggal, 1992, h.2) audit manajemen adalah suatu teknik yang secara teratur dan sistematis digunakan untuk menilai efektifitas unit atau pekerjaan dibandingkan dengan standar-standar perusahaan dan industri, dengan menggunakan petugas yang bukan ahli dalam lingkup obyek yang dianalisis, untuk meyakinkan manajemen bahwa tujuannya dilaksanakan, dan keadaan yang membutuhkan perbaikan ditemukan. Dari pengertian ini dapat diketahui bahwa audit manajemen bukan hanya dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat pendeteksi adanya suatu keadaan yang tidak wajar dalam perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan yang diperlukan sedini mungkin. Agar audit manajemen yang dilaksanakan mencapai sasarannya, ada empat obyek audit yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, organisasi perusahaan, dan pengawasan keuangan (Siagian, 1997, h.145). Sasaran finansial perusahaan digunakan sebagai obyek audit untuk mengetahui apakah fungsi bagian keuangan mendukung upaya pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan, sedangkan dalam bagian perencanaan keuangan audit dilakukan untuk mencari dan menemukan fakta tentang perencanaan keuangan yang disusun bidang keuangan dalam menyelenggarakan fungsi perencanaan. Struktur organisasi perusahaan juga merupakan hal yang penting sebagai obyek audit, karena dari susunan organisasi ini dapat diketahui apakah bagian

Perpustakaan Unika

keuangan sudah disusun dengan pendekatan kesisteman atau belum. Obyek audit yang terakhir adalah pengendalian keuangan, yang digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan berbagai informasi tentang kekuatan dan kelemahan dalam melakukan proses pengendalian keuangan perusahaan. Audit manajemen dapat digunakan sebagai alat pendeteksi adanya ketidakberesan dalam suatu perusahaan, oleh karena itu audit manajemen pada bagian keuangan PT. IMI perlu dilakukan mengingat selama ini bagian keuangan PT. IMI belum melaksanakan fungsi perencanaan secara maksimal. Menurut Nasehatun (1994, h.4) perencanaan sebagai sistem manajemen mempunyai tiga fungsi utama sebagai berikut : A. Sebagai alat manajemen untuk mengendalikan dan mengarahkan setiap kegiatan dalam perusahaan agar senantiasa mengacu atau berpedoman kepada rencana yang dibuat B. Sebagai alat manajemen yang berfungsi untuk mengkoordinasikan dan mengsinkronisasikan aktivitas atau kegiatan dalam perusahaan. Setiap aktivitas yang dilakukan senantiasa berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai sasaran atau hasil sesuai dengan rencana ini C. Sebagai sistem manajemen dengan tujuan agar setiap pelaksanaan kegiatan senantiasa dikendalikan dan diarahkan kepada rencana yang ditetapkan untuk mencapai sasaran atau hasil yang telah ditentukan dalam rencana itu Tujuan akhir dari perencanaan adalah untuk meningkatkan produktifitas, efisiensi dan profit margin yang tinggi bagi perusahaan.

Perpustakaan Unika

Fungsi perencanaan menjadi penting dalam menentukan arah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga tidak adanya fungsi ini dapat berakibat pada terjadinya pembengkakan biaya dan kurangnya koordinasi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Kendati selama ini perusahaan tidak mengalami permasalah yang cukup serius, audit manajemen pada bidang keuangan PT. IMI perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja bagian keuangan selama ini dan untuk mengetahui apakah tidak adanya fungsi perencanaan dalam bidang keuangan mempengaruhi kinerja bagian keuangan secara keseluruhan mengingat bahwa bidang keuangan merupakan dasar dari sistem perusahaan. Menyadari pentingnya kedudukan bagian keuangan dalam suatu perusahaan dan pentingnya melakukan praktek-praktek keuangan yang sehat agar perusahaan dapat bertahan dalam segala situasi, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang audit manajemen yang berjudul Audit Manajemen Fungsi Keuangan (Studi Kasus pada PT. Indonesia Miki Industries).

1.2. Perumusan Masalah dan Batasan Masalah


A. Perumusan Masalah Dalam era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia bisnis semakin berat. Agar dapat bertahan dalam kondisi ini, perusahaan disamping harus meningkatkan mutu produk dan pelayanannya juga harus mampu melakukan praktek-praktek manajemen yang sehat. Kesehatan dalam manajemen perusahaan terutama bagian keuangannya menjadi pokok masalah yang penting untuk disoroti karena jika kondisi keuangan dalam suatu perusahaan baik, maka perusahaan akan mampu

Perpustakaan Unika

menghadapi segala situasi lingkungan ekternal perusahaan yang cenderung berubah mengikuti arus perkembangan jaman, seperti semakin ketatnya kompetisi antar perusahaan, perubahan teknologi, perubahan harga dan tingkat bunga, ketidak pastian ekonomi dunia, dan fluktuasi nilai tukar. Pentingnya tugas bagian keuangan ini membuat audit atas bagian keuangan dalam perusahaan sangat diperlukan untuk mengevaluasi kinerja bagian keuangan. Untuk tujuan tersebut, maka pokok permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah fungsi bagian keuangan pada PT. IMI mendukung keseluruhan upaya pencapaian tujuan sasaran perusahaan? 2) Bagaimanakah bentuk perencanaan keuangan yang telah diterapkan oleh bagian keuangan pada PT. IMI? 3) Apakah organisasi yang terkait dengan fungsi keuangan dalam PT. IMI sudah disusun dengan baik dan memenuhi prinsip organisasi? 4) Apakah terdapat kelemahan pada sistem pengendalian keuangan yang diterapkan pada PT. IMI?

B.

Batasan Masalah Agar dalam pembahasan usulan penelitian ini tidak menyimpang dari pokok

pembahasan, maka penulis memberikan suatu batasan pada masalah yaitu peran audit manajemen sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja bagian keuangan pada PT. IMI dengan empat sasaran audit sebagai alat pengukurnya, yaitu sasaran

Perpustakaan Unika

finansial

perusahaan,

perencanaan

keuangan,

struktur

organisasi,

dan

pengendalian keuangan.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian


A. Tujuan Penelitian : 1. Untuk mengevaluasi apakah fungsi keuangan pada PT. IMI sudah mendukung upaya pencapaian tujuan perusahaan 2. Untuk mengevaluasi rencana keuangan yang telah diterapkan oleh bagian keuangan PT. IMI 3. Untuk mengevaluasi penyusunan struktur organisasi yang terkait dengan fungsi keuangan pada PT. IMI 4. Untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian keuangan pada PT. IMI

B.

Manfaat Penelitian : 1. Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak pemilik perusahaan (Direktur) dalam mengevaluasi kinerja bagian keuangan PT. IMI 2. Sebagai media untuk memberikan saran dan perbaikan jika masih ada kekurangan perusahaan 3. Sebagai bahan referensi bagi pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan dalam praktek keuangan yang dilakukan dalam

Perpustakaan Unika

4.

Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang berminat pada pembahasan audit manajemen ini.

1.4. Sistematika Penulisan


Dalam penelitian ini, sistematika penulisan dibagi dalam lima bab, yaitu : Bab I Merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka pikir penelitian, serta sistematika penulisan dalam penelitian ini. Bab II Merupakan tinjauan pustaka yang berisi tentang uraian berbagai teori serta konsep-konsep tentang penelitian ini. Bab III Merupakan metodologi penelitian yang berisi tentang lokasi penelitian, jenis data yang akan digunakan, metode pengumpulan dan analisis data, serta gambaran umum mengenai obyek penelitian. Bab IV Merupakan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dimana akan diungkapkan hasil-hasil yang ditemukan selama penelitian dan menguraikan beberapa penjelasan yang diperlukan untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Bab V Merupakan kesimpulan, keterbatasan, dan implikasi dari pembahasan yang telah dilakukan pada bab IV.

Perpustakaan Unika

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.

Pengertian Audit Manajemen

Ada beberapa definisi audit manajemen yang telah diungkapkan oleh beberapa tokoh, sebagai berikut : A. Menurut Alejandro R. Gorospe (Tunggal, 1992, h.2) audit

manajemen adalah suatu teknik yang secara teratur dan sistematis digunakan untuk menilai efektifitas unit atau pekerjaan dibandingkan dengan standarstandar perusahaan dan industri, dengan menggunakan petugas yang bukan ahli dalam lingkup obyek yang dianalisis, untuk meyakinkan manajemen bahwa tujuannya dilaksanakan, dan keadaan yang membutuhkan perbaikan ditemukan. B. Menurut Siagian (1997,h.15) audit manajemen adalah suatu

kegiatan untuk meneliti dan menilai kinerja perusahaan disoroti dari sudut pandang peningkatan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas kerja, baik dalam arti perusahaan sebagai suatu keseluruhan maupun dalam arti berbagai komponennya. C. Menurut Willy Susilo (2002, h.2) audit manajemen adalah

kegiatan mengumpulkan informasi faktual dan signifikan melalui interaksi (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian serta penarikan kesimpulan) secara sistematis, obyektif dan terdokumentasi yang berorientasi pada azas nilai manfaat terhadap manajemen suatu organisasi secara keseluruhan untuk

Perpustakaan Unika

menilai unsur-unsur manajemen apakah telah direncanakan, dijalankan dan dikendalikan dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik dan benar sehingga organisasi melalui fungsi-fungsinya dapat mencapai tujuan yang direncanakan yang mencakup dimensi PQCDSME Productivity

(Produktifitas) Quality (Mutu) Cost (Biaya) Delivery (Waktu penyampaian) Safety (Keselamatan) Morale (Etos kerja) Environment (Lingkungan) secara efektif dan efisien. D. Menurut Leo Herbert (1979, h.6-7) audit manajemen atau

M-Auditng adalah: 1. Planning for obtaining, and evaluating sufficient relevant, material, and competent evidence 2. By an independent auditor 3. On the audit objective of a. whether an entitys management or employees have

or have not accepted and carried out; b. appropriate laws, regulations, policies, procedures,

or other management standards for properly using its resources; c. in an efficient and economical manner;

4. From this evidence on the audit objective, the auditor comes to an opinion or conclusion and reports to a third party, a. with sufficient evidence in the report to convince

the third party that the conclusion is accurate; and

10

Perpustakaan Unika

b.

with a recommendation for the possible correction

of any deficiencies. Yang dapat diterjemahkan secara bebas sebagai berikut : 5. Suatu rencana untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang cukup relevan, material, dan kompeten 6. Dilakukan oleh auditor yang independen 7. Dengan sasaran audit : c. apakah pihak manajemen dan karyawan sudah atau

belum dapat diterima dan dipublikasikan kepada pihak luar, d. Apakah penggunaan sumber daya sudah dilakukan

dengan semestinya dan tidak melanggar hukum, regulasi, kebijakan-kebijakan umum, prosedur, atau standar manajemen lainnya, e. Dalam pengertian efisien dan ekonomis,

8. Dari bukti pada sasaran audit, auditor membuat suatu pendapat atau kesimpulan dan melaporkannya pada pihak ketiga, f. dengan bukti yang cukup pada laporan untuk

meyakinkan pihak ketiga bahwa kesimpulan yang diperoleh akurat, dan g. dengan rekomendasi perbaikan yang mungkin

dilakukan pada hal-hal yang kurang baik. Dari beberapa pendapat diatas dapat diperoleh sebuah kesimpulan dari definisi audit manajemen, yaitu suatu kegiatan yang teratur dan sistematis dalam

11

Perpustakaan Unika

memperoleh dan mengevaluasi informasi faktual dan signifikan untuk menilai efektifitas dan efisiensi kinerja manajemen dalam suatu organisasi, dilakukan oleh auditor independen yang selanjutnya melaporkan hasil penemuannya kepada pihak auditee (pihak yang meminta dilaksanakannya audit) disertai dengan kesimpulan dan rekomendasi perbaikan yang diperlukan.

2.2. A.

Tujuan dan Manfaat Audit Manajemen

Tujuan Audit Manajemen

Ada beberapa tujuan dari audit manajemen, yaitu (Tunggal, 2001, h.12) : 1. Obyek dari audit manajemen adalah mengungkapkan kekurangan dan ketidak beresan dalam setiap unsur yang diuji oleh auditor dan untuk menunjukkan perbaikan apa yang dimungkinkan untuk memperoleh hasil yang terbaik dari operasi yang bersangkutan 2. Untuk membantu manajemen mencapai administrasi operasi yang paling efisien 3. Untuk mengusulkan kepada manajemen cara-cara dan alatalat untuk mencapai tujuan apabila manajemen organisasi sendiri kurang pengetahuan tentang pengelolaan yang efisien 4. Audit manajemen bertujuan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dari pengelolaan 5. Untuk membantu manajemen, auditor berhubungan dengan setiap fase dari aktivitas usaha yang dapat merupakan dasar pelayanan kepada manajemen

12

Perpustakaan Unika

6. Untuk membantu manajemen pada setiap tingkat dalam pelaksanaan yang efektif dan efisien dari tujuan dan tanggung jawab mereka. Menurut Mulyadi (2002, h.33) tujuan dari audit manajemen adalah mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan, dan membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Tujuan audit manajemen lainnya dikemukakan oleh Willy Susilo (2002, h.57) yaitu untuk mendapatkan informasi faktual dan signifikan berupa data hasil analisa, penilaian, rekomendasi auditor yang dapat digunakan oleh auditee atau manajemen untuk berbagai keperluan misalnya untuk dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan / atau perubahan dalam berbagai aspek dalam upaya mengamankan kebijakan dan mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.

B.

Manfaat Audit Manajemen

Manfaat audit manajemen dapat dirasakan oleh beberapa pihak yaitu (Susilo, 2002, h.60-61) : 1. Bagi manajemen Hasil audit yang disampaikan kepada pihak manajemen dapat membantu penyelesaian masalah atau hambatan yang ada pada setiap fungsi organisasi baik yang bersifat aktual, maupun potensial, baik untuk keperluan saat sekarang maupun untuk masa depan. Dengan informasi hasil penilaian auditor dan rekomendasi yang disampaikan memungkinkan pimpinan unit

13

Perpustakaan Unika

operasi melakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, maupun produktifitas usaha secara lebih terarah.

2. Bagi pemilik modal Audit manajemen memberikan informasi yang diperlukan oleh pucuk pimpinan untuk membuat atau merubah kebijakan organisasi dan menentukan strategi-strategi pengembangan jangka panjang. Hasil audit dapat juga dimanfaatkan pucuk pimpinan sebagai dasar untuk menilai kerja para pimpinan unit-unit operasi serta untuk menentukan perlu tidaknya mengadakan perubahan sistem pengendalian kegiatan organisasi. 3. Bagi auditor sendiri Proses audit merupakan kegiatan pembelajaran dan pertumbuhan yang tidak ternilai harganya, bagi para pelaku audit itu sendiri, karena melalui proses audit, terjadi proses pemahaman secara mendalam tentang seluk beluk operasi organisasi serta permasalahan yang dihadapinya baik permasalahan skala perusahaan maupun permasalahan spesifik yang ada pada setiap fungsi dalam organisasi. Dengan demikian seorang auditor secara disadari atau tidak telah mempelajari proses manajemen organisasi secara komprehensif dan manajemen fungsional secara intensif. 4. Bagi masyarakat umum

14

Perpustakaan Unika

Hasil kerja auditor khususnya auditor independen yang melakukan audit pada perusahaan publik dapat digunakan oleh berbagai pihak seperti kreditor, calon investor, dan sebagainya untuk mengambil keputusan.

2.3. Keuangan

Perbedaan antara Audit Manajemen dan Audit

Jenis audit yang selama ini sering digunakan adalah audit keuangan yaitu pengujian atas kewajaran laporan keuangan, sedangkan untuk audit manajemen sendiri lebih jarang dilakukan. Berikut dijelaskan perbedaan antara audit manajemen dan audit keuangan secara ringkas dalam bentuk tabel (Tunggal, 2001, h.1) : Tabel 2.1. Perbedaan antara Audit Manajemen dan Audit Keuangan No. Karakteristik Audit Manajemen 1. Tujuan Menilai dan meningkatkan keefektifan pengelolaan Audit Keuangan Menyatakan pendapat tentang

laporan keuangan dan menilai pengendalian akuntansi menjaga dalam keamanan sistem

aktiva perusahaan 2. Ruang Lingkup fungsi Operasi atau Data catatan keuangan 15 atau

Perpustakaan Unika

Lingkup 3. Orientasi

fungsi Urusan operasional sudah

catatan keuangan Urusan yang keuangan lalu, periode yang dalam sudah

sekarang, dan yang lalu akan datang 4. Standar Penilaian Prinsipprinsip manajemen Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum 5. Metode Teknikteknik manajemen audit umum 6. 7. Presisi Penerima intern, pimpinan 8. 9. Realisasi Keharusan Potensial Tidak harus, Relatif Biasanya Absolut Terutama pihak Standar-standar yang berlaku

umumnya luar pemegang saham, pemerintah, publik Aktual Diharuskan

terutama prerogatif oleh Undang-undang / pimpinan 10. Sejarah Belum lama, berkaitan adanya Approach 16 dengan lama Sistem peraturan Sudah berusia

Perpustakaan Unika

Approach 11. Katalisator Terutama permintaan pimpinan 12. Frekuensi tetapi saatnya tertentu / tegas Periodik, Teratur, paling Tradisi

kebanyakan sedikit per tahun tidak

2.4. Ruang Lingkup Audit Manajemen Audit manajemen mencakup setiap aspek ekonomisasi, efisiensi, dan efektifitas yang beraneka ragam dalam suatu organisasi, oleh karena itu dapat mencakup beraneka ragam aktivitas yang luas. Sebagai contah, efektifitas dari program advertensi atau efisiensi keryawan pabrik merupakan bagian dari suatu audit manajemen (Tunggal, 1992, h.8).

2.5. Karakteristik Audit Manajemen Menurut Drs. Amin Widjaja Tunggal (2001, h.9) ada beberapa karakteristik dari audit manajemen, yaitu : A. B. Audit manajemen adalah prosedur yang bersifat investigatif Mencakup semua aspek perusahaan, unit, atau fungsi

17

Perpustakaan Unika

C.

Yang diaudit adalah seluruh perusahaan, atau salah satu

unitnya (bagian penjualan, bagian perencanaan produksi, dan sebagainya), atau suatu fungsi, atau salah satu sub klasifikasinya (pengendalian persediaan, sistem pelaporan, pembinaan pegawai, dan sebagainya) D. Penelitian dipusatkan pada prestasi atau keefektifan dari

perusahaan / unit / fungsi yang diaudit dalam menjalankan misi, tanggung jawab, atau tugasnya E. Pengukuran terhadap keefektifan didasarkan pada bukti

atau data dan standar F. Tujuan utama audit manajemen adalah memberikan

informasi kepada pimpinan tentang efektif tidaknya perusahaan, suatu unit, atau suatu fungsi. Diagnosis tentang permasalahan dan sebab-sebabnya, dan rekomendasi tentang langkah-langkah korektifnya merupakan tujuan tambahan.

2.6. Pengertian Sasaran Pemeriksaan Sasaran pemeriksaan adalah merupakan suatu pertanyaan ataupun dugaan / hipotesis yang ada dalam benak pemeriksa yang memerlukan jawaban atau pembuktian. Sasaran pemeriksaan dapat dibagi menjadi tiga elemen penting, yaitu (Setyawan, 1988, h.12-13) : A. Kriteria (Criteria)

Kriteria adalah merupakan norma atau standar yang menunjukkan bagaimana seharusnya para individu dalam suatu organisasi melakukan

18

Perpustakaan Unika

aktivitas sebagai pertanggung jawaban atas wewenang yang dilimpahkan. Jadi apa yang terkandung dalam kriterialah yang seharusnya dianut oleh para individu yang memikul tanggung jawab dan kriteria ini akan digunakan oleh pemeriksa untuk mengukur kinerja para individu yang bertanggung jawab. B. Penyebab (Causes)

Penyebab adalah merupakan tindakan / aktifitas aktual yang dilakukan oleh para individu dalam organisasi. Penyebab itu sendiri dapat bersifat positif, yaitu yang bersifat ekonomis, efisien, dan efektif maupun yang bersifat negatif, yaitu yang bersifat pemborosan, inefisiensi, dan inefektif. C. Akibat / Efek (Effect)

Akibat adalah merupakan hasil pengukuran dan pembandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan dengan penyebab tersebut. Penyajian sasaran pemeriksaan dapat ditempuh dalam dua cara, yaitu penyajian dalam bentuk pertanyaan dan penyajian dalam bentuk pernyataan.

2.7. Objek Audit Agar audit fungsi keuangan mencapai sasarannya, ada empat hal yang menjadi objek audit, yaitu (Siagian, 1997, h.145-147): A. Sasaran finansial perusahaan

Dalam pelaksanaan audit fungsi keuangan, yang dapat dijadikan sebagai obyek pertama audit ialah pencarian, penemuan, dan pengumpulan informasi

19

Perpustakaan Unika

tentang tercapai tidaknya sasaran finansial perusahaan. Dari hasil temuan audit akan terlihat bahwa apakah fungsi manajemen keuangan mendukung atau tidak keseluruhan upaya pencapaian tujuan berbagai sasaran perusahaan. Disamping itu, audit harus pula ditujukan pada pencarian, penemuan, dan pengumpulan informasi tentang posisi finansial masing-masing bidang fungsional yang terdapat dalam lingkugan perusahaan. Dua pertimbangan mengapa hal ini penting adalah untuk menjamin bahwa posisi keuangan berbagi bidang fungsional memperkuat posisi finansial perusahaan sebagai keseluruhan, tidak justru berkembang menjadi kerajaan kecil dalam perusahaan dan untuk menjamin bahwa para manajer yang memimpin berbagai komponen perusahaan memahami dan menaati kebijakan finansial yang ditetapkan oleh manajer keuangan, termasuk kebijaksanaan perusahaan yang menyangkut pengawasan dibidang keuangan. Segi lain yang penting dalam pelaksanaan audit ialah untuk meneliti apakah tujuan dan berbagai sasaran perusahaan memenuhi berbagai persyaratan seperti kelayakan, kewajaran, dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan etika atau tidak dan untuk menemukan fakta apakah berbagai komponen perusahaan memenuhi standar kinerja yang telah ditentukan atau tidak. Dengan perkataan lain, dari kegiatan audit harus bisa terungkap apakah tujuan dan sasaran perusahaan mempunyai makna operasional bagi berbagai komponen perusahaan dan bahwa berbagai komponen itu mampu memenuhi standar yang telah ditentukan oleh manajemn puncak untuk dipenuhinya. Harus ditekankan bahwa dalam melakukan audit manajemen keuangan, para pelaksana audit harus bisa

20

Perpustakaan Unika

menilai apakah perusahaan berada pada jalur yang benar atau tidak berdasarkan strategi akbar yang telah ditetapkan manajemen puncak. B. Perencanaan keuangan

Perencanaan keuangan sebagai objek audit berarti dua hal, yaitu efektif tidaknya satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan menyelenggarakan fungsi perencanaan bagi satuan kerja yang bersangkutan dan mencari dan menemukan fakta tentang mutu rencana yang disusun oleh para manajer bidang fungsional dalam lingkungan perusahaan. Dalam menilai proses perencanaan berbagai komponen perusahaan, sangat penting diteliti apakah rencana satuan kerja yang lebih kecil merupakan rincian dan operasionalisasi rencana satuan kerja yang membawahinya atau tidak. Dengan perkataan lain, audit harus bisa menemukan fakta tentang apakah perusahaan dikelola dengan pendekatan kesisteman atau tidak dan apakah prinsip sinergi dan simbiosis diterapkan secara mantap atau tidak. Menurut Sawir (2001, h.90-91) perencanaan keuangan mencakup penjualan, laba, dan aktiva yang didasarkan pada alternatif strategi produksi dan pemasaran, untuk kemudian menentukan bagaimana memenuhi kebutuhan permodalan. Bila ternyata hasil aktual tidak sesuai dengan proyeksinya, perencanaan keuangan harus dapat mengidentifikasikan perubahan-perubahan potensial yang mungkin akan memberikan hasil yang memuaskan. Perencanaan keuangan biasanya berupa proforma neraca, laporan laba-rugi, laporan sumber dan penggunaan dana, serta rencana pengeluaran modal berdasarkan kategori dan divisi. Syarat untuk perencanaan yang efektif, adalah :

21

Perpustakaan Unika

1. Peramalan, perusahaan tidak akan pernah dapat melakukan peramalan yang tepat secara sempurna 2. Menemukan rencana keuangan yang optimal, seorang manajer keuangan yang baik harus dapat menilai rencana mana yang terbaik untuk perusahaannya 3. Melihat rencana keuangan berjalan, rencana jangka panjang digunakan juga sebagai tolok ukur untuk menilai hasil yang dicapai pada masa datang. C. Organisasi

Pada uraian sebelumnya telah disinggung bahwa karena pentingnya peranan satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan, pimpinan sebaiknya merupakan salah seorang anggota tim manajemen puncak. Dengan posisi demikian paling sedikit ada empat hal yang dapat diwujudkan, yaitu : 1. Pimpinan satuan kerja dibidang keuangan selalu turut serta dalam pengambilan keputusan stratejik perusahaan 2. Satuan kerja dibidang keuangan dapat bekerja secara independen 3. Bantuan dan nasihat yang diberikannya diterima oleh para manajer lain dalam lingkungan perusahaan 4. Diperlakukan sejajar dengan komponen lain baik

komponen yang menyelenggarakan tugas pokok maupun tugas penunjang.

22

Perpustakaan Unika

Dengan menjadikan organisasi satuan kerja dibidang keuangan sebagai sasaran audit, informasi yang diperoleh akan mampu memberi masukan penting tentang apakah organisasi di bidang keuangan itu dikelola dengan efektif atau tidak yang akan turut menentukan apakah satuan kerja itu mampu menyelenggarakan fungsi pendukung yang diembannya atau tidak, dikenali faktor-faktor penyebabnya dan diberikan rekomendasi untuk mengatasinya. D. Pengendalian keuangan

Fungsi pengendalian di bidang keuangan terdiri dari dua segi yang penting, yaitu analisis keuangan dan akunting. Akunting berfungsi untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan melaporkan hasil kegiatan operasional disoroti kusus dari segi keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan format, norma, dan standar yang berlaku baku di lingkungan tertentu, misalnya di suatu negara. Dengan demikian, audit bidang keuangan harus mampu menemukan dan mengumpulkan bebagai informasi tentang kekuatan dan kelemahan dalam melakukan proses pengendalian keuangan perusahaan melalui proses akunting yang tepat. Berarti bahwa berbagai pertanyaan yang diajukan oleh tim audit harus mengarah pada faktor kekuatan dan kelemahan itu, untuk kemudian dimanfaatkan dalam peningkatan pengendalian pada tahap berikutnya. Proses pengendalian melalui analisis anggaran dan keuangan, agak berbeda dari praktek-praktek akunting karena dimaksudkan untuk mengamankan kekayaan dan sumber finansial perusahaan. Hasilnya disampaikan kepada satuansatuan kerja operasional untuk dimanfaatkan dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja masing-masing.

23

Perpustakaan Unika

Dengan demikian, tim audit keuangan harus dengan cermat mengamati hal-hal yang potensial menjadi permasalahan dimasa depan baik yang bersumber dari satuan kerja yang mengurus keuangan sendiri maupun yang berasal dari berbagai komponen yang terdapat dalam perusahaan.

2.8. Definisi dan Fungsi Manajemen Keuangan A. Definisi Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah segala aktifitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. Oleh karena itu, fungsi pembuatan keputusan dari manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu keputusan sehubungan dengan investasi, pendanaan, dan manajemen aktiva (Van Horne, 1986, h.2). B. Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan (Husnan, 2002, h.4). menurut Prof. Dr. Ridwan S. Sundjaja (2003, h.65) ada tiga fungsi utama dari manajemen keuangan, yaitu : 1. Perencanaan dan analisa keuangan 2. Keputusan investasi atau pengelolaan asset 3. Keputusan pembiayaan investasi atau pengelolaan kewajiban dan kekayaan/modal

24

Perpustakaan Unika

2.9. Tujuan Audit manajemen Keuangan Dari definisi dan fungsi manajemen diatas dapat diketahui bahwa salah satu fungsi dari manajemen keuangan adalah membuat suatu perencanaan keuangan untuk pengambilan keputusan tentang investasi dan pendanaan. Tujuan dari audit manajemen keuangan adalah untuk mencari dan menemukan informasi tentang bagaimana rencana keuangan yang telah disusun tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan operasional disoroti khusus dari segi keuangan (Siagian, 1997, h.144).

2.10. Sumber Kriteria untuk Evaluasi Kesulitan utama yang dihadapi dalam audit manajemen adalah menentukan kriteria untuk mengevaluasi apakah efisiensi dan efektifitas telah tercapai. Salah satu pendekatan untuk menyusun kriteria bagi auditor adalah dengan menetapkan tujuannya yaitu untuk menentukan apakah beberapa aspek unit usaha itu dapat dibuat lebih efektif atau efisien, dan untuk rekomendasi perbaikan. Pendekatan ini mungkin memadai bagi auditor yang berpengalaman dan terlatih baik, tetapi akan sulit bagi kebanyakan auditor untuk mengikuti pendekatan yang tidak ditentukan dengan jelas semacam itu. Alvin A. Arens dan James K. Leobbecke (Tunggal, 1997, h.62-65) mengungkapkan beberapa sumber yang dapat dimanfaatkan auditor dalam mengembangkan kriteria evaluasi, yaitu : A. Kinerja historis

25

Perpustakaan Unika

Seperangkat kriteria yang sederhana dapat didasarkan pada hasil aktual (atau hasil audit) dari periode sebelumnya. Gagasan dibalik penggunaan kriteria ini adalah untuk membandingkan apakah yang telah dilakukan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Manfaat kriteria ini adalah kriteria tersebut mudah dibuat, tetapi mungkin tidak memberikan pandangan mendalam mengenai seberapa baik atau seberapa buruk sebenarnya unit usaha yang diperiksa dalam melakukan sesuatu. B. Kinerja yang dapat diperbandingkan

Sebagian besar kesatuan yang menjalani audit manajemen tidak bersifat unik, tetapi banyak kesatuan yang sama didalam keseluruhan organisasi atau diluarnya. Dalam hal demikian data kinerja dari kesatuan yang dapat diperbandingkan merupakan sumber yang sangat baik untuk mengembangkan kriteria. Untuk kesatuan internal yang dapat

diperbandingkan datanya biasanya sudah tersedia. Bila kesatuan yang dapat diperbandingkan berada diluar organisasi, mereka seringkali juga bersedia menyediakan informasi seperti itu. Data ini seringkali juga tersedia pada kelompok industri dan lembaga pemerintah yang berwenang. C. Standar rekayasa

Dalam banyak jenis penugasan audit manajemen, adalah mungkin dan layak untuk mengembangkan kriteria berdasarkan standar rekayasa, misalnya studi waktu dan gerak untuk menentukan tingkat keluaran produksi. Kriteria ini seringkali memakan waktu dan biaya yang besar dalam pengembangannya, karena memerlukan banyak keahlian, akan tetapi

26

Perpustakaan Unika

hal ini mungkin sangat efektif dalam memecahkan masalah operasional yang utama dan biaya yang dikeluarkan akan berharga. Beberapa standar dapat juga dikembangkan oleh kelompok industri untuk digunakan oleh semua anggota mereka, sehingga dapat mengurangi beban biaya setiap anggotanya. Ini bisa merupakan kelompok dalam industri menurut subyek atau kelompok fungsional pengolahan data elektronis. D. Diskusi dan kesepakatan

Kadang-kadang kriteria obyektif sangat sulit didapat dan sangat memakan biaya, tetapi ada kalanya kriteria dapat dikembangakan melalui diskusi dan kesepakatan yang sederhana. Pihak yang terlibat dalam proses ini harus meliputi manajemen kesatuan yang diperiksa, auditor, dan kesatuan atau orang yang akan mendapat laporan tentang temuan yang didapat.

2.11. Tahap-tahap Audit Manajemen Audit manajemen mempunyai banyak cakupan area sehingga sulit menentukan pendekatan yang dapat diambil dalam melakukan audit. Walaupun demikian, beberapa fungsi umum biasanya dapat diterapkan pada kebanyakan audit manajemen, yaitu (Tunggal, 1992, h.40-47) : A. Perencanaan

Sering area subyek dan tujuan suatu audit manajemen ditunjuk oleh manajemen puncak. Auditor kemudian merencanakan pekerjaan untuk menyelesaikan tujuan yang diberikan. Bukti-bukti rencana tersebut

27

Perpustakaan Unika

didokumantasikan suatu survei pendahuluan merupakan prosedur umum yang dilakukan auditor untuk mengenal operasi yang diaudit. Auditor mungkin menggunakan daftar pertanyaan, flow chart, tanya jawab, laporan manajemen, dan observasi dalam pelaksanaan survei pendahuluan. Daftar pertanyaan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang mempengaruhi efektifitas, efisiensi, dan performa operasi. Auditor kemudian akan menilai jawaban yang diperoleh, kemudian auditor mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat jawaban yang diterima. Untuk membantu memahami arus barang, jasa dan transaksi kemana, dimana, dan dalam operasi, auditor dapat menelaah atau menyiapkan flow chart, yang merupakan diagram piktorial operasi. Pada waktu mempelajari flow chart, auditor akan mencari inefisiensi dan kekurangan pengendalian, seperti operasi yang duplikasi, formulir dari operasi yang tidak perlu, dan kekurangan pengawasan. Pada saat auditor melakukan tanya jawab melalui audit, auditor harus berusaha membangun hubungan dan mempromosikan sikap yang kooperatif dengan personil yang diaudit. Kerjasama ini penting untuk penyelesaian yang efisien dari audit manajemen. Auditor juga akan menelaah laporan manajemen, seperti laporan keuangan interim, anggaran, laporan produksi, dan penjualan. Pada saat melakukan bagian lain dari survei pendahuluan auditor harus mengamati sekelilingnya. Karyawan atau peralatan yang nganggur, operasi yang tidak aman, aktiva yang tidak aman seperti kas atau persediaan, pabrik atau lay out kantor yang tidak efisiensi

28

Perpustakaan Unika

dapat merupakan area yang potensial yang dapat diusulkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber-sumber ini, auditor dapat menentukan beberapa kriteria yang obyektif untuk menilai operasi. Biasanya tidak ada kriteria yang sempurna, dan auditor harus mengembangkan yang terbaik dalam keadaan yang dialaminya. Dengan informasi ini, auditor akan mendesain suatu program audit untuk menggunakannya sebagai suatu petunjuk untuk mengumpulkan bukti dalam penilaian akhir suatu operasi. B. Mengumpulkan bukti-bukti performa

Tujuan mengumpulkan bukti-bukti atau untuk mendapatkan dasar faktual dalam menilai kriteria performa yang sebelumnya diidentifikasi. Wawancara merupakan alat yang penting untuk mendapatkan bukti-bukti selama audit manajemen. Semakin baik pewawancara yang baik tidak sekedar mengajukan pertanyaan. Wawancara harus direncanakan dan sebanyak mungkin informasi diperoleh sebelum dilakukan wawancara. Orang yang diwawancara (interviewee) harus dibuat merasa seenak mungkin. Pewawancara harus bijaksana dan menghindari untuk pernyataan tidak terhadap suatu pertanyaan. Auditor akan mengumpulkan bukti yang diperoleh dalam suatu arsip. Bukti-bukti mungkin berupa bentuk daftar yang berisi informasi yang diuji dan tembusan dokumen. Dengan menggambarkan formulir-formulir tersebut auditor harus mempunyai bukti dokumentasi untuk mendukung

29

Perpustakaan Unika

temuannya. Bukti dokumentasi ini disebut kertas kerja, dikumpulkan terutama dari sumber intern dan ekstern, seperti statistik industri dapat bermanfaat dalam penilaian efisiensi beberapa operasi. Kertas kerja juga dapat diorganisir berdasarkan sub unit dari usaha yang diaudit, urutan prosedur audit yang dilaksanakan, atau setiap sistem logis yang mempertinggi pemahaman auditor terhadap pekerjaan yang dilakukan. C. Analisis dan penyelidikan penyimpangan / deviasi

Pada saat mengumpulkan bukti-bukti, auditor harus waspada untuk deviasi dari kebijakan perusahaan dan performa yang tidak efektif dan efisien. Ia harus belajar membedakan deviasi yang tidak signifikan. Deviasi masa lampau dapat atau tidak dapat dikoreksi, akan tetapi auditor memberi perhatian terhadap perusahaan jika pengaruh potensial deviasi berlangsung terus pada masa yang akan datang. Analisis dan penyelidikan deviasi harus didokumentasikan dalam arsip auditor, karena dokumentasi merupakan dasar menentukan tindakan korektif. D. Menentukan tindakan korektif

Setelah analisis dan penyelidikan suatu deviasi, auditor harus menjawab dua pertanyaan, yaitu : 1. Tindakan korektif apa yang harus diambil? 2. Apakah tindakan korektif dapat diterapkan? Pertanyaan kedua sering paling sulit dijawab karena auditor perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti hubungan biaya atau manfaat, pengaruh terhadap moral karyawan, dan konsistensi dengan kebijakan

30

Perpustakaan Unika

perusahaan yang lain. Semua tindakan korektif yang diusulkan perlu didiskusikan dengan orang yang terlibat untuk mendapatkan ide dan kerjasamanya. E. Melaporkan hasil audit manajemen

Walaupun laporan formal dapat dianggap sebagai langkah terakhir dalam audit manajemen, laporan informal harus dibuat selama audit. Sebagai contoh, apabila auditor menemukan suatu inefisiensi yang serius selama survei pendahuluan, ia harus diselidiki, dinilai, dan dilaporkan segera daripada menunggu audit selesai. Laporan formal biasanya termasuk : 1. Suatu konferensi dengan supervisor bagian divisi pada saat selesainya audit 2. Suatu laporan audit yang tertulis kepada departemen atau divisi yang termasuk temuan audit secara terinci dan rekomendasi 3. Suatu laporan audit yang tertulis kepada manajemen puncak atau panitia audit dari dewan direksi dengan meringkaskan hanya temuan audit yang lebih signifikan dari rekomendasi Karena ekonomisasi dan efisiensi adalah istilah yang relatif (relative term), seorang auditor tidak menyatakan pendapat apakah suatu operasi dilakukan pada tingkat ekonomis dan efisien. Melainkan auditor harus melaporkan temuan khusus dan simpulan. Tidak ada bentuk laporan yang standar dari suatu audit manajemen, akan tetapi beberapa masalah akan tercakup dalam kebanyakan laporan audit. Paragraf ruang lingkup atau

31

Perpustakaan Unika

pendahuluan harus menguraikan operasi yang diaudit, periode waktu yang tercakup, dan keterbatasan pada ruang lingkup pekerjaan auditor. Paragraf yang lain harus memberikan penilaian yang menyeluruh dari operasi dan penilaian performanya. Ini dapat diikuti suatu bagian yang menyajikan temuan yang terinci berdasarkan masalah individu. Dilaporan ini penting untuk melaporkan baik temuan yang baik maupun yang jelek. Memberikan kredit yang tepat untuk performa yang baik mempromosikan suatu kesan (image) yang obyektif dari auditor dan mendorong kerjasama dengan auditor pada masa yang akan datang. Temuan yang jelek harus termasuk suatu uraian deviasi, tindakan korektif yang diusulkan dan komentar oleh personel departemen atau divisi. Paragraf akhir dapat menyatakan apresiasi auditor untuk kerjasama dan bantuan yang diterima selama audit. Penemuan tindakan korektif aktual yang diambil terhadap temuan termasuk dalam laporan adalah tanggung jawab manajemen dan biasanya diluar lingkup auditor.

2.12. Program Audit Manajemen Keuangan Pada audit manajemen masing-masing program pemeriksaan untuk masing-masing tahap pemeriksaan mempunyai karakteristik dan penekanan yang berbeda. Program audit pada tahap perencanaan dan pengumpulan bukti-bukti performa dititikberatkan pada usaha untuk memperoleh informasi umum seputar keuangan dan informasi latar belakang perusahaan yang memadai sehingga dikemudian hari dapat menghindarkan pemeriksa dari kebingungan dalam

32

Perpustakaan Unika

penentuan mengenai informasi latar belakang mana yang harus diperoleh, dimana dapat diperoleh, dan apa yang harus dilakukan kalau sudah diperoleh. Program audit pada tahap perencanaan dan pengumpulan bukti-bukti umumnya kurang terinci dibanding dengan program audit pada tahap analisis dan penentuan tindakan korektif. Program audit pada tahap perencanaan akan memuat sasaran audit dalam arti luas dan garis besar pedoman untuk mencapai sasaran audit. Sedangkan program analisis dan penentuan tindakan korektif haruslah lebih terinci dan spesifik karena pada tahap ini area audit yang lebih sempit telah diperoleh (Setyawan, 1988, h.39-40).

2.13. Prinsip Manajemen Keuangan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prinsip adalah dasar atau asas yang menjadi pokok untuk berpikir atau bertindak. Sedangkan manajemen keuangan adalah segala aktifitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. Oleh karena itu, fungsi pembuatan keputusan dari manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu keputusan sehubungan dengan investasi, pendanaan, dan manajemen aktiva (Van Horne, 1986, h.2). Jadi yang dimaksud dengan prinsipprinsip manajemen keuangan adalah dasar atau asas yang menjadi pokok untuk berpikir dan bertindak dalam melakukan segala aktifitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva. Dalam penelitian ini prinsip manajemen yang digunakan adalah rasio-rasio keuangan yang digunakan

33

Perpustakaan Unika

untuk mengetahui dukungan bagian keuangan terhadap sasaran finansial perusahaan.

2.14. Kriteria Perencanaan Keuangan Perencanaan keuangan yang baik harus dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dapat dirumuskan dalam enam pertanyaan, yaitu (Wursanto, 1987, h.43 44) : A. Apa (What)

Apa menanyakan : apa yang menjadi tujuan, apa yang akan dikerjakan, apa yang direncanakan. Jawaban dari pertanyaan ini menunjukkan tentang tujuan (Objective), dan sasaran (Target), yang hendak dicapai dalam waktu yang relative pendek (short term), dan waktu panjang (long term), sehingga dari sana dapat disusun suatu rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. B. Mengapa (Why)

Mengapa menanyakan sebab-sebab mengapa tujuan itu yang akan dicapai, mengapa jenis kegiatan itu yang harus dikerjakan. Jawaban terhadap pertanyaan ini memberikan alasan-alasan kenapa perencanaan itu dibuat, sehingga diperoleh pengertian yang lebih jelas dan terperinci tentang latar belakang pemikiran perencanaan tersebut. C. Dimana (Where)

Dimana menanyakan hal yang berhubungan dengan lokasi atau tempat dimana rencana itu akan dilaksanakan. Pertanyaan ini akan

34

Perpustakaan Unika

memberikan jawaban penentuan tentang tempat kerja (lokal, geografis) dan letak tingkatan pelaksanaan suatu rencana, seperti tingkatan pusat atau daerah. D. Kapan (When)

Kapan menanyakan hal yang berhubungan dengan waktu, kapan, bilamana rencana itu akan dilaksanakan. E. Siapa (Who)

Siapa menanyakan orang : siapa penanggung jawab rencana itu, siapa akan diberi tugas melaksanakan rencana itu, baik untuk tenaga manajemen maupun untuk tenaga pelaksanaannya. F. Bagaimana (How)

Bagaimana menanyakan cara : bagaimana melaksanakannya, bagaimana mengerjakannya. Dengan pertanyaan ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan-keterangan tentang cara-cara, metode pelaksanaan dengan memperhatikan faktor kemampuan dan sumber daya. Faktor-faktor tersebut perlu diinventarisasi terlebih dahulu sehingga pelaksanaan rencana tidak mengalami hambatan.

2.15. Prinsip Organisasi Organisasi formal disusun berdasarkan prinsip atau asas yang berlaku. Salah satu prinsip yang paling banyak dianut dewasa ini, yakni teori kontinjensi (bersyarat), menyatakan bahwa setiap perusahaan tergantung pada seperangkat keadaan yang unik; karena itu, stuktur organisasi setiap perusahaan dipengaruhi

35

Perpustakaan Unika

oleh keadaan khusus (yaitu, industri, kewajiban hukum, proses internal, dan lainlain) yang dihadapi perusahaan. Namun prinsip yang paling banyak dianut didasarkan teori organisasional yang klasik atau tradisional. Prinsip ini meliputi (Wilkinson, 1992, h.35 36) : A. Wewenang Merujuk pada kekuasaan manajer untuk menuntut keparuhan. Wewenang didelegasikan kepada tingkatan manajer yang lebih rendah. Kadar wewenang yang didelegasikan harus seimbang dengan tanggung jawab yang dibebankan untuk mencapai sasaran khusus. Jadi, jika manajer produksi bertanggung jawab untuk mempertahankan mutu produk, dia harus memiliki wewenang lengkap atas pengelolaan pengendalian mutu. B. Kesatuan Perintah Merujuk pada kejelasan jalur wewenang dimana setiap karyawan hanya melapor pada seorang atasan. Jika prinsip ini dilanggar, mungkin sekali akan terjadi kesimpangsiuran. Misalnya seorang klerk yang melapor kepada dua manajer dan menerima perintah yang saling bertentangan, tentu akan bingung mau mengikuti yang mana. Mungkin dia akan mengikuti yang satu dan mengabaikan yang lain atau mengabaikan keduanya. C. Rentang Manajemen Rentang manajemen disebut juga sebagai rentang kendali, merujuk pada jumlah bawahan yang melapor kepada seorang atasan. Rentang manajemen sangat berbeda-beda. Rentang yang luas mengurangi tingkatan manajerial dan hasilnya, yakni strutur organisasi yang datar, dapat mempercepat dan mempercermat

36

Perpustakaan Unika

pergerakan komunikasi ke tingkatan manajemen yang lebih tinggi, akan tetapi jika rentang itu terlalu luas, mungkin manajer tingkat tinggi akan menerima lebih banyak informasi daripada yang dapat mereka tanggapi atau mereka serap. D. Pembagian Kerja Merujuk pada segmentasi operasi. Pembagian kerja mempunyai dua keunggulan, yaitu memungkinkan karyawan dan manajer berspesialisasi dan membantu perusahaan mengendalikan berbagai operasi dengan lebih efektif. Harus diperhatikan bahwa satu masalah yang dikenal sebagai suboptimisasi dapat terjadi apabila pekerjaan dibagi pada unit-unit. Suboptimisasi, yang

mengakibatkan perusahaan tidak bisa mencapai keseluruhan sasarannya, terjadi karena adanya pertentangan sasaran dan komunikasi yang tidak beres antar unit kerja. Misalnya, bagian keuangan tidak bersedia meminjamkan uang dengan suku bunga tinggi meskipun dibutuhkan bagian pemasaran untuk membangun ruang pamer. Kendatipun ruang pamer itu dapat memperbesar penjualan dan laba, namun bagian keuangan menolaknya karena terpaku pada sasarannya sendiri : menghemat dana dengan meminimumkan biaya keuangan.

2.16. Prinsip Sistem Informasi Akuntansi Menurut Moscove dalam Baridwan, 1993, h.3 sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa, dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak luar perusahaan dan pihak intern. Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip sistem informasi akuntansi adalah

37

Perpustakaan Unika

dasar atau asas yang menjadi pokok untuk berpikir dan bertindak dalam mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa, dan

mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak luar perusahaan (seperti kantor pajak, investor, dan kreditor) dan pihak intern (terutama manajemen). Prinsip pengendalian sistem informasi akuntansi ini meliputi (Romney, 2004, h.236 244 ) : A. Otorisasi Transaksi dan Kegiatan yang Memadai Para pegawai melaksanakan tugas dan membuat keputusan yang mempengaruhi aset perusahaan, oleh karena itu pihak manajemen kekurangan waktu dan sumber daya untuk melakukan supervisi setiap aktivitas dan keputusan, mereka membuat kebijakan untuk diikuti oleh para pegawai, dan kemudian memberdayakan mereka untuk melaksanakannya. Pemberdayaan ini, yang disebut sebagai otorisasi, yang merupakan bagian penting dari pengendalian dan prosedur organisasi. Otorisasi sering kali didokumentasikan sebagai penandatanganan, pemberian tanda paraf, atau memasukan kode otorisasi atas dokumen atau catatan transaksi. Para pegawai yang memproses transaksi harus memverifikasi keberadaan otorisasi yang sesuai. Auditor meninjau transaksi untuk memverifikasi otorisasi yang memadai, karena ketidak beradaan otorisasi yang memadai

menunjukan kemungkinan masalah pengendalian. B. Pemisahan Tugas Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak. Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan

38

Perpustakaan Unika

atau kesalahan yang tidak disengaja. Pemisahan tugas yang efektif dicapai ketika fungsi-fungsi berikut ini dipisahkan : 1. Otorisasi : menyetujui transaksi dan keputusan 2. Pencatatan : mempersiapkan dokumen sumber, memelihara catatan jurnal, buku besar dan file lainya, mempersiapkan rekonsiliasi, serta mempersiapkan laporan kinerja. 3. Penyimpanan : menangani kas, memelihara tempat penyimpanan persediaan, menerima cek yang masuk dari pelanggan, menulis cek atas rekening bank organisasi. Apabila dua dari ketiga fungsi tersebut merupakan tanggung jawab satu orang, maka akan mucul masalah. C. Desain Penggunaan Dokumen serta Catatan yang Memadai Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan. Bentuk dan isinya harus dijaga agar tetap sesederhana mungkin untuk mendukung pencatatan yang efisien, meminimalkan kesalahan pencatatan, dan memfasilitasi peninjauan serta verifikasi. Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi. Dokumen-dokumen yang dipergunakan untuk memindahkan aset ke orang lain harus memiliki ruang untuk tanda tangan pihak penerima aset. Dalam rangka mengurangi kesempatan penggunaan dokumen untuk penipuan, dokumen harus diberikan nomer urut yang telah dicetak terlebih dahulu, agar setiap dokumen dapat dipertanggungjawabkan.

39

Perpustakaan Unika

Jejak audit yang baik memfasilitasi pelacakan kesetiap transaksi melalui sistem, perbaikan kesalahan, dan verifikasi output sistem. D. Penjagaan Aset dan Catatan yang Memadai Ketika orang berpikir tentang penjagaan aset, mereka sering kali berpikir tentang kas dan aset fisik, seperti persediaan dan perlengkapan. Akan tetapi, dimasa sekarang ini, salah satu aset terpenting perusahaan adalah informasi. Oleh sebab itu, harus diambil langkah-langkah untuk menjaga baik aset berupa informasi maupun fisik. Prosedur-prosedur berikut ini menjaga aset terhadap pencurian, penggunaan tanpa otorisasi, dan vandalisme : 1. Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif. 2. Memelihara catatan aset, termasuk informasi, secara akurat. 3. Membatasi aset secara fisik ke aset (mesin kas, lemari besi, kotak uang, dan akses terbatas ke safe deposit box kas, sekuritas dan aset dalam bentuk surat-surat berharga. Area penyimpanan yang terlarang, dipergunakan untuk melindungi persediaan). 4. Melindungi catatan dan dokumen (area penyimpanan tahan api, kabinet file yang terkunci, dan lokasi pendukung diluar kantor, merupakan cara yang efektif untuk melindungi catatan dan dokumen. Akses ke cek kosong serta dokumen harus dibatasi hanya untuk personil yang memiliki otorisasi). 5. Mengendalikan lingkungan (perlengkapan komputer yang sensitif harus diletakkan dalam ruangan yang memiliki alat pendingin dan perlindungan dari api, yang memadai. Ruangan tersebut harus

40

Perpustakaan Unika

ditinggikan dan diperkuat untuk menghindari banjir dan kejatuhan benda lainnya). 6. Pembatasan akses ke ruang komputer, file komputer dan informasi. E. Pemeriksaan Independen atas Kinerja Pemerikasaan internal untuk memastikan seluruh transaksi diproses secara akurat adalah elemen pengendalian lainnya yang penting. Pemerikasaan ini harus independen, karena pemerikasaan umumnya akan lebih efektif apabila dilaksanakan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab atas jalannya operasi yang diperiksa. 2.17. Prinsip Sistem Pengendalian Manajemen Istilah pengendalian manajemen (management control) digunakan untuk menunjukkan keseluruhan sistem yang ada dalam organisasi, termasuk didalamnya perencanaan, penetapan kebijaksanaan, dan penetapan prosedur serta semua praktek yang sebenarnya dilaksanakan oleh organisasi dalam menangani semua peristiwa yang terjadi dalam suatu entitas. Sedangkan yang dimaksud dengan prinsip-prinsip sistem pengendalian manajemen disini adalah dasar atau asas yang menjadi pokok untuk berpikir dan bertindak dalam melaksanakan keseluruhan sistem yang ada dalam organisasi. Pengendalian manajemen bertujuan untuk menjamin terlaksananya strategi yang telah dicanangkan secara efisien dan efektif oleh fungsionaris yang memperoleh limpahan wewenang dan efektifitas operasi ditinjau dari hasil yang diinginkan (Setyawan, 1988, h.76). Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang digunakan oleh manajemen untuk mempengaruhi anggota organisasi secara efisien dan efektif

41

Perpustakaan Unika

dalam rangka mencapai tujuan organisasi, sistem pengendalian manajemen terdiri atas struktur dan proses (Supriyono, 2000, h.27).

2.18. Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen yang Baik Sistem pengendalian manajemen organisasi yang baik haruslah memiliki hal-hal berikut (Setyawan, 1988, h.77) : A. B. C. Pernyataan tujuan organisasi Rencana organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan Kualitas dan kuantitas karyawan yang sesuai dengan

tanggung jawab yang dipikul dan pemisahan fungsi yang memadai D. Sistem pembuatan kebijakan dan praktek-praktek yang

sehat pada masing-masing unit organisasi E. Sistem review yang efektif pada setiap aras aktivitas guna

memperoleh keyakinan bahwa kebijakan dan praktek yang sehat telah dilaksanakan sebagaimana telah digariskan.

2.19. Kerangka Pikir Penelitian PT. IMI merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan bumbu masak atau penyedap rasa, yang biasanya disebut dengan MSG (Monosodium Glutamat). Dalam meningkatkan dan mempertahankan

eksistensinya didunia bisnis, perusahaan harus mampu menerapkan praktekpraktek manajemen yang sehat terutama dalam bidang keuangan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu mengevaluasi dan menilai praktek-praktek akuntansi

42

Perpustakaan Unika

dan keuangan pada bagian keuangan perusahaan agar dapat mengetahui apakah fungsi bagian keuangan sudah melaksanakan fungsinya dengan baik dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Salah satu alat manajemen yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja bagian keuangan perusahaan adalah audit manajemen, dimana melalui kegiatan ini akan dapat ditemukan hal-hal yang dapat menjadi masalah dimasa depan atau kelemahan-kelemahan dalam praktek keuangan yang dilakukan perusahaan, sehingga dapat dilakukan perbaikan secepat mungkin. Secara kronologis proses pelaksanaan penelitian dapat dilakukan sebagai berikut : A. Mengetahui sasaran finansial perusahaan agar dapat menilai dukungan bagian keuangan dalam pencapaian sasaran tersebut B. Mencari dan menemukan fakta tentang perencanaan keuangan yang diterapkan oleh bagian keuangan perusahaan untuk mengevaluasi proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan rencana C. Mempelajari struktur organisasi perusahaan untuk mengetahui penyusunan struktur organisasi yang terkait dengan fungsi keuangan perusahaan D. Mempelajari sistem pengendalian keuangan dalam perusahaan untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam melakukan proses pengendalian keuangan.

43

Perpustakaan Unika

Berdasarkan uraian kronologis diatas, dapat disusun suatu skema kerangka pikir atas rencana penelitian ini, sebagai berikut : Gambar 2.1. Kerangka Pikir Penelitian Direktur Bagian Keuangan

Sasaran Finansial Perusahaan

Perencanaan Keuangan

Struktur Organisasi

Pengendalian Keuangan

kebijakan perusahaan dan prinsip manajemen keuangan

Kriteria perencanaan keuangan yang baik

Prinsip Organisasi

Prinsip Sistem Pengendalian Manajemen dan sistem informasi akuntansi

Analisis Data yang Ditemukan

Kekuatan dan kekurangan

Saran Perbaikan

44

Perpustakaan Unika

Keterangan Kerangka Pikir Bagian keuangan dalam perusahaan bertanggung jawab langsung kepada direktur utama. Bagian keuangan ini bertanggung jawab atas segala urusan administrasi perusahaan. Audit manajemen atas bagian keuangan perusahaan akan dilakukan dengan empat sasaran audit, yaitu : B. Sasaran finansial perusahaan, untuk mengetahui dukungan

bagian keuangan dalam upaya pencapaian sasaran tersebut C. Perencanaan keuangan, untuk mengetahui perencanaan

keuangan yang telah diterapkan oleh bagian keuangan perusahaan D. Struktur organisasi, untuk mengetahui penyusunan struktur

organisasi yang terkait dengan fungsi keuangan perusahaan E. Sistem pengendalian keuangan, untuk mengetahui kekuatan

dan kelemahan perusahaan dalam melakukan pengendalian keuangan Dari data yang diperoleh pada empat sasaran audit diatas akan dilakukan analisis data dan memperbandingkannya dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan, prinsip-prinsip sistem informasi akuntansi, dan prinsip-prinsip sistem pengendalian manajemen untuk mengevaluasi kinerja bagian keuangan

perusahaan. Dari analisis data yang ditemukan akan diperoleh kekuatan dan kekurangan sistem keuangan serta pelaksanaannya dalam perusahaan. Hasil temuan yang diperoleh akan dibuat laporan audit beserta dengan rekomendasi perbaikan jika ditemukan kekurangan dalam sistem keuangan perusahaan tersebut.

45

Perpustakaan Unika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Obyek dan Lokasi Penelitian A. Obyek dan Lokasi Penelitian

Audit manajemen yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah audit manajemen atas bagian keuangan pada PT. IMI, yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis pembuatan bumbu masak (MSG). PT. IMI ini mempunyai sebuah kantor operasional sekaligus pabrik tempat produksi yang berada di jl. RE. Martadinata No. 520 Kab. Batang Jawa Tengah.

B.

Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Indonesia Miki Industries atau biasa disingkat PT. IMI berdiri sejak 1969, tetapi pada awal berdirinya PT. IMI masih berbentuk CV, dengan nama CV. Chemical Co, dengan akte pendirian nomor 44 tanggal 30 januari 1969 dan memulai kegiatan produksinya pada pertengahan tahun 1970. Pada tanggal 11 juli 1970 barulah diurus pengubahan bentuk perusahaan dari CV menjadi PT melalui UU PMDN dengan nama PT. Miki Chemical Co. Pada tanggal 29 april 1972, PT. Miki Chemical Co berganti nama lagi menjadi PT. Indonesia Miki Industries yang pendiriannya disahkan dengan surat keputusan Menteri Kehakiman tertanggal 27 juli 1972 dengan nomor JA/5/1/12/20 di Batang, Jawa Tengah dan terdaftar di kantor Pengadilan Negeri Batang tanggal 10 agustus 1972 serta anggaran dasarnya termuat dalam berita acara Negara Republik

Perpustakaan Unika

Indonesia nomor 90 tanggal 10 oktober 1972. Dalam akte ini disebutkan bahwa perusahaan bergerak dalam bidang pembuatan bumbu masak dan perdagangan, dengan akte ini pula PT. Indonesia Miki Industries mendapat ijin secara remi untuk menjalankan aktivitas usahanya. Produk yang dihasilkan oleh PT. IMI adalah bumbu masak atau MSG dengan merk dagang Miki. Produknya dikemas dalam dua bentuk, yaitu kemasan sak berisi 25 kilogram yang dikemas tanpa merk sehingga pembeli dapat memberi merk dagang sendiri dan kemasan dengan merk dagang Miki yang berisi 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Pada awal berdirinya, PT. IMI merupakan anak perusahaan dari PT. Batang Alum. Dengan maksud untuk memberi wewenang dan tanggung jawab yang lebih besar pada manajemen, maka pada tahun 1998 PT. IMI resmi memisahkan diri dari PT. Batang Alum. Pada saat ini yang menjabat sebagai direktur PT. IMI adalah Bapak Edwin Jaya Wiyanto.

Perpustakaan Unika

C.

Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar Struktur Organisasi Perusahaan ada di dokumen yang terpisah.

Perpustakaan Unika

D.

Sistem Pencatatan Keuangan Perusahaan

Kepala bagian keuangan PT. IMI bertanggung jawab langsung kepada direktur PT. IMI. Tugas dari bagian keuangan ini adalah mempersiapkan laporan keuangan yang mudah dipahami oleh pemilik ataupun pihak lain yang berkepentingan. Bagian keuangan juga membuat rencana dan analisis berbagai keputusan yang menyangkut tentang aktiva perusahaan. Bagian keuangan bertindak sebagai pengawas keuangan dari bagian - bagian fungsional lain dalam perusahaan. Seluruh bagian fungsional dalam perusahaan wajib melaporkan segala bentuk penggunaan dana perusahaan kepada bagian keuangan untuk kemudian disusun menjadi laporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan. Tiap - tiap bagian fungsional dalam perusahaan memberikan laporan penggunaan dananya kepada administrasi bagian keuangan setiap bulan. Administrator lalu mengumpulkan dan membuat laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi yang kemudian disampaikan kepada kepala bagian keuangan untuk diperiksa dan diserahkan kepada direktur utama. Kasir pada bagian keuangan bertugas untuk mengelola kas, seperti membayar hutang atau menerima pelunasan piutang dagang berupa kas, juga membayar gaji para pegawai. Kasir akan membuat laporan berupa laporan arus kas. Setiap cek yang keluar harus ditandatangani oleh kepala bagian keuangan dan administrator, sedangkan untuk cek yang batal digunakan tidak dirobek, namun diberi tanda silang sebagai bukti pembatalan penggunaan cek.

Perpustakaan Unika

3.2. Metode Pengumpulan Data A. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder menurut Husein Umar (2002, h.84) data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama, misalnya dari individu atau perseorangan. Data ini bisa berwujud hasil wawancara, pengisian kuesioner, atau bukti transaksi seperti tanda bukti pembelian barang dan karcis parkir. Semua data ini merupakan data mentah yang kelak akan diproses untuk tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentuk bentuk seperti tabel, grafik, diagram, dan sebagainya sehingga lebih informatif oleh pihak lain. Data sekunder ini oleh periset diproses lebih lanjut, misalnya laporan keuangan seperti neraca dan laba rugi dapat diolah untuk menilai kinerja perusahaan. Data primer dan data sekunder yang diperoleh penulis dari perusahaan berkaitan dengan keperluan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Data primer berupa : a. Hasil wawancara dengan direktur tentang penilaian direktur terhadap kinerja bagian keuangan selama ini b. Hasil daftar pertanyaan (kuesioner) mengenai sistem

pengendalian keuangan perusahaan. c. Hasil observasi kegiatan perusahaan dan sistem pengelolaan keuangan perusahaan.

Perpustakaan Unika

2.

Data sekunder berupa : d. Laporan keuangan (neraca dan laba rugi) dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2004. e. Laporan tentang perencanaan keuangan tahun 2004.

B.

Teknik Pengumpulan Data

Ada beberapa metode penggumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu : 1. Wawancara personal

Wawancara personal diartikan sebagai wawancara antar orang, yaitu antara peneliti (pewawancara) dengan responden (yang diwawancarai), yang diarahkan oleh pewawancara untuk tujuan memperoleh informasi yang relevan, pewawancara biasanya telah menyiapkan rencana wawancara, sering tertulis, yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang difokuskan untuk menjawab masalah penelitian (Kuncoro, 2003, h.139). wawancara personal ini dilakukan untuk memperoleh penilaian terhadap kinerja bagian keuangan oleh direktur. 2. Observasi

Observasi meliputi segala hal yang menyangkut pengamatan aktivitas atau kondisi perilaku maupun non perilaku, yang kira-kira dapat dikelompokan sebagai berikut (Cooper, 1996, h.357) :

f.

Observasi non perilaku (non behavioral observation)

Perpustakaan Unika

1) 2) 3) a.

Analisis catatan (record analysis) Analisis kondisi fisik (phyisical condition analysis) Analisis Proses fisik (Phyical process analysis)

Observasi perilaku ( behavioral observation) 1) 2) 3) 4) Analisis non verbal (non verbal analysis) Analisis bahasa (linguistic analysis) Analisis ekstrabahasa (extralinguistic analysis) Analisis sebagian (spatial analysis)

Observasi yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi non perilaku berupa analisis catatan untuk mengetahui kondisi catatan-catatan keuangan perusahaan, apakah lengkap atau tidak, apakah catatan tersebut benar-benar dibuat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Analisis proses fisik dilakukan untuk mengetahui aktivitas bagian keuangan dalam memproses bukti-bukti keuangan seperti cek, bukti pembayaran, atau yang lainnya, apakah sudah diproses menurut prosedur yang berlaku di perusahaan secara benar. Observasi perilaku dilakukan dengan analisis non verbal dengan mengamati lingkungan kerja bagian keuangan dan mengamati perilaku orang-orang yang bekerja didalamnya, apakah telah tercipta hubungan dan suasana kerja yang sehat.

3.

Dokumentasi

Perpustakaan Unika

Data dokumentasi ini berasal dari sumber internal dan eksternal. Data dokumentasi yang berasal dari sumber internal adalah data yang diperoleh dari dalam organisasi sendiri, sedangkan dokumentasi dari sumber eksternal adalah data yang diperoleh dari luar organisasi yang sedang diteliti (Cooper, 1996, h.258). Dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian ini adalah dokumen dari pihak perusahaan berupa laporan keuangan dan laporan perencanaan keuangan. 4. Daftar Pertanyaan (Questionnaries)

Daftar pertanyaan (Questionnaries) adalah suatu cara pengumpulan data dengan menyebutkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respons terhadap daftar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan memuat berbagai pertanyaan yang menyangkut topik tertentu.Daftar pertanyaan yang diajukan dapat disesuaikan dengan sistem komputer maupun sistem manual, dan juga dapat berguna untuk kendali umum dan dan administratif serta kendali transaksi. Daftar pertanyaan merupakan alat yang efisien untuk pengumpulan informasi yang berhubungan dengan pengendalian internal (Wilkinson, 1992, h.115). Daftar pertanyaan dalam penelitian ini dibuat untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan sistem pengawasan keuangan perusahaan. Daftar pertanyaan ini akan diajukan kepada manajer bagian keuangan.

Perpustakaan Unika

C.

Desain Analisis Data 1. Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya sasaran finansial perusahaan. Analisis rasio keuangan bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana perusahaan berprestasi dan bagaimana menempatkan posisinya dimasa yang akan datang. Analisis rasio keuangan hanya berguna jika ada pembandingnya. Dalam penelitian ini digunakan rasio perusahaan tiga tahun kebelakang untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan selama tiga tahun ini. Rasio-rasio keuangan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut (Wetson, 1994, h.226-238) : a. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang akan jatuh tempo. Ada dua rasio likuiditas yang pada umumnya dipakai untuk mengukur likuiditas perusahaan, yaitu : 1) Rasio Lancar

Rasio lancar merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, karena rasio ini menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditor pada kewajiban jangka pendek dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo hutang. Rumus yang digunakan adalah : Rasio Lancar = Aktiva Lancar Pasiva Lancar

Perpustakaan Unika

2)

Rasio Cepat atau Acid Test

Persediaan merupakan unsur aktiva lancar yang paling tidak likuid dan unsur aktiva tersebut seringkali merupakan kerugian jika terjadi likuidasi. Rasio cepat merupakan ukuran penting untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka

pendeknya tanpa memperhitungkan penjualan persediaan. Rumus yang digunakan adalah : Rasio Cepat = Aktiva Lancar Persediaan Kewajiban Lancar

c.

Rasio Leverage

Digunakan untuk mengukur perbandingan antara dana yang disediakan oleh pemilik perusahaan dengan dana yang berasal dari kreditor perusahaan. Perusahaan dengan rasio leverage yang rendah memiliki resiko rugi yang lebih kecil jika kondisi ekonomi sedang menurun, tetapi memiliki hasil pengembalian yang lebih rendah jika kondisi ekonomi membaik. Sebaliknya perusahaan dengan rasio leverage yang tinggi mengemban risiko rugi yang besar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperoleh laba yang tinggi. Dalam prakteknya ada dua cara pendekatan leverage yang saling melengkapi. Pendekatan pertama adalah memeriksa rasio-rasio neraca dan menentukan sejauh mana dana yang dipinjam digunakan untuk membiayai perusahaan. Pendekatan yang lainnya mengukur rasiorasio hutang dengan menggunakan rasio perhitungan laba rugi yang

Perpustakaan Unika

dirancang untuk menentukan berapa kali beban tetap perusahaan bisa tertutup oleh laba operasi perusahaan. Rasio-rasio tersebut adalah : 1) Total Hutang terhadap Total Aktiva

Rasio ini biasa disebut rasio hutang, merupakan rasio yang mengukur persentase total dana yang disediakan para kreditor.Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Rasio H utang = Total Hutang Total Aktiva

2)

Laba terhadap Beban Bunga

Rasio ini disebut juga rasio penutupan (Coverage Ratio). Rasio ini mengukur sejauh mana laba perusahaan boleh menurun tanpa mengurangi kemampuan untuk membayar beban bunga tahunan. Rumus yang digunakan adalah : Rasio penutupan = Laba sebelum bunga dan pajak ( EBIT ) Beban Bunga

Laba sebelum pajak + Beban bunga Beban Bunga

c.

Rasio Aktivitas

Rasio ini mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan semua sumber daya yang ada pada pengendaliannya. Rasio aktivitas adalah sebagai berikut:

Perpustakaan Unika

1)

Perputaran Persediaan

Rumus yang digunakan untuk menilai rasio ini adalah : Perputaran Persediaan = Penjualan Persediaan

2)

Periode Penagihan Rata-rata

Periode penagihan rata-rata mengukur perputaran piutang, yang dihitung dalam dua tahap, yaitu penjualan tahunan dibagi dengan 360 untuk mendapatkan penjualan harian rata-rata dan piutang dibagi dengan penjualan harian rata-rata untuk memperoleh jumlah hari dimana penjualan terikat pada piutang. Rumusnya adalah sebagai berikut : Penjualan Per hari = Penjualan tahunan 360 Piutan g Penjualan per hari

Periode Penagihan rata rata =

3)

Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover)

Rasio penjualan terhadap aktiva tetap mengukur perputaran dari alatalat dan mesin pabrik dengan rumus sebagai berikut : Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan Aktiva tetap bersih

Perpustakaan Unika

4)

Perputaran Total Aktiva

Rasio ini mengukur perputaran seluruh aktiva perusahaan, dengan rumus : Perputaran Total Aktiva = Penjualan Total aktiva

d.

Rasio Profitabilitas

Rasio ini digunakan untuk mengukur keseluruhan keefektifan manajemen perusahaan. Rasio profitabilitas merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan. Rasio profitabilitas adalah sebagai berikut : 1) Marjin Laba atas Penjualan

Rasio ini menghitung laba yang diperoleh dari aktivitas penjualan dengan rumus sebagai berikut : Marjin Laba = Laba bersih Penjualan

2) Rasio ini

Hasil Pengembalian atas Total Aktiva mencoba mengukur efektifitas perusahaan dalam

memanfaatkan seluruh sumber dayanya. Rasio ini kadang disebut sebagai ROA (Return On Assets). Rumus dari rasio ini adalah : ROA = Laba bersih + Bunga (1 Pajak ) Total aktiva

Perpustakaan Unika

3)

Hasil Pengembalian atas Modal (Net Worth)

Rasio ini mengukur tingkat hasil pengembalian dari investasi para pemegang saham, biasanya disebut dengan ROI (Return On Investment). Rumusnya adalah : ROI = Laba Bersih Modal

Untuk mengetahui dukungan bagian keuangan terhadap tercapainya tujuan finansial perusahaan juga dilakukan observasi dan pencarian informasi tentang posisi finansial masing-masing bidang fungsional dalam perusahaan untuk mengetahui apakah para manajer masingmasing bidang fungsional tersebut sudah menaati kebijakan finansial yang telah disepakati bersama.

2.

Perencanaan keuangan dievaluasi dari proses pembuatan rencana, siapa saja yang terlibat dalam rencana tersebut, sampai dengan pelaksanaan rencana yang telah dibuat. Dari evaluasi proses sampai dengan terealisasinya perencanaan keuangan dilakukan observasi, apakah terdapat kelemahan dalam proses tersebut yang dapat mempengaruhi mutu perencanaan.

3.

struktur

organisasi

perusahaaan

merupakan

hal

yang

patut

diperhatikan dalam melakukan audit ini, karena penyusunan struktur organisasi yang berlapis-lapis akan menyulitkan auditor dalam melakukan penyelidikan. Oleh karena itu hendaknya penyusunan

Perpustakaan Unika

struktur organisasi dilakukan sesuai dengan prinsip organisasi. Untuk mengetahui kesesuaian struktur organisasi terhadap prinsip organisasi maka dilakukan observasi terhadap bagan struktur organisasi dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip penyusunan organisasi, juga untuk mengetahui apakah struktur ini sudah diikuti dilapangan. Jika struktur organisasi sudah sesuai dengan prinsip organisasi dan juga sudah dipatuhi dalam kegiatan operasi perusahaan sehari-hari, maka struktur organisasi perusahaan sudah baik.

4.

Kekuatan dan kelemahan sistem pengawasan keuangan perusahaan digunakan daftar pertanyaan yang akan diajukan kapada kepala bagian keuangan. Jawaban ya dalam daftar pertanyaan tersebut

mengindikasikan kekuatan dalam sistem pengawasan keuangan perusahaan, sebaliknya jawaban tidak mengindikasikan kelemahan dalam sistem pengawasan keuangan perusahaan, kemudian juga dilakukan pencarian bukti-bukti dokumentasi atas sistem tersebut untuk meyakini apakah sistem tersebut sudah benar-benar dipatuhi dalam kegiatan operasional perusahaan.

Perpustakaan Unika

Secara sistematik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini diringkas dalam program audit sebagai berikut : Tabel 3.1 Program Audit Manajemen Fungsi Keuangan No. Tujuan Program Audit 1. Mengetahui a. Memperoleh dukungan bagian fakta apakah keuangan terhadap tujuan sasaran finansial finansial perusahaan perusahaan tercapai (ekternal) Alat Analisis Analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas Bukti-bukti aktivitas keuangan perusahaan seperti bukti kas bon, cek, bukti penyetoran uang ke bank, faktur penjualan, dan kartu persediaan Tolok Ukur Jika hasil perhitungan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, maka kemungkinan tercapainya sasaran finansial perusahaan semakin tinggi Jika dalam semua dokumen tersebut tidak ditemukan kesalahan otorisasi atau kesalahan prosedur, maka masing-masing bidang fungsional tersebut telah mampu mematuhi kebijakan perusahaan tentang sistem pengendalian keuangan Semakin sesuai dengan kriteria perencanaan keuangan, maka semakin baik perencanaan keuangan dan apakah rencana tersebut dibuat dengan pendekatan kesisteman

b. Memperoleh informasi tentang kepatuhan masing-masing bidang fungsional dalam perusahaan dalam pelaksanaan sistem pengendalian keuangan (internal) 2. Mengetahui perencanaan keuangan yang telah diterapkan oleh bagian keuangan Observasi dari proses pembuatan, keterlibatan, sampai dengan pelaksanaan rencana keuangan

Laporan perencanaan keuangan tahun 2005

Perpustakaan Unika

3.

Mengetahui pola Melakukan struktur organisasi observasi pada keuangan struktur organisasi perusahaan

Bagan struktur organisasi perusahaan dan job description Daftar pertanyaan tentang sistem pengendalian keuangan perusahaan Bukti-bukti dokumentasi dari transaksi keuangan

Jika struktur sesuai dengan prinsip organisasi, maka penyusunan organisasi sudah baik Jawaban ya mengindikasikan kekuatan sistem, dan jawaban tidak mengindikasikan kelemahan sistem Jika pada bukti transaksi yang diambil dapat mendukung jawaban dari daftar pertanyaan, maka jawaban dalam daftar pertanyaan tersebut dapat diyakini kebenarannya

4.

Mengetahui a. Evaluasi kekuatan dan sistem kelemahan sistem pengawasan pengawasan keuangan keuangan perusahaan perusahaan b. Mencari sampel untuk diuji kebenaran jawaban dari kuesioner

62
Perpustakaan Unika

BAB IV HASIL ANALISIS

Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil audit manajemen fungsi keuangan pada PT. IMI yang dilakukan untuk mengevaluasi fungsi keuangan pada PT. IMI ditinjau dari dukungannya terhadap pencapaian tujuan organisasi, mutu perencanaan keuangan yang disusunnya, penyusunan struktur organisasi perusahaan, dan sistem pengendalian keuangannya. Tahap-tahap audit manajemen yang dilakukan meliputi : 4.1. Perencanaan Tahap ini bertujuan untuk mengenal dan memahami lingkungan objek audit, agar dapat menentukan area dan tujuan audit secara jelas dan terinci. Tahap perencanaan ini digunakan oleh auditor untuk mengetahui kegiatan keuangan perusahaan dan mengumpulkan informasi-informasi umum mengenai perusahaan, seperti sejarah perkembangan perusahaan, struktur organisasi perusahaan, job description, kegiatan operasi perusahaan, sistem pencatatan keuangan perusahaan, dan sistem pengendalian keuangan perusahaan secara umum. Informasi-informasi tersebut diperoleh melalui kegiatan observasi pada lingkungan perusahaan dan wawancara terhadap manajer keuangan perusahaan. Dalam tahap ini auditor juga menentukan kriteria yang akan dipakai untuk mengevaluasi objek audit. Dari informasi dan kriteria yang telah diperoleh kemudian disusun program audit agar pelaksanaan audit manajemen ini lebih terarah. Tabel dari program audit manajemen fungsi keuangan ini dapat dilihat pada halaman 60-61.

63
Perpustakaan Unika

Dari informasi-informasi yang telah diperoleh diketahui bahwa PT. IMI adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis pembuatan bumbu masak dan perdagangan, produk yang dihasilkan adalah bumbu masak atau MSG / Monosodium Glutamat dengan merk dagang MIKI. Karena produk yang dihasilkan bersifat homogen, maka sangatlah tepat jika perusahaan memilih struktur organisasi yang bersifat sentralisasi (Centralized) dimana hanya sedikit wewenang yang didelegasikan kepada tingkat manajerial menengah dan bawah. Struktur ini pada umumnya diorganisasikan menurut fungsi. Struktur ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan keseluruhan kegiatan dan sumber daya dengan lebih mudah dan menjaga pengembilan keputusan yang lebih seragam. Struktur ini juga telah terbukti tepat untuk PT. IMI karena organisasi ini sendiri telah bertahan selama 35 tahun dan tetap mampu bertahan ditengah badai krisis ekonomi pada tahun 1997 lalu. Hal ini tentu tidak hanya disebabkan oleh tepatnya pola pengelolaan organisasi saja, namun juga disebabkan oleh faktorfaktor internal lain yang membentuk fondasi perusahaan dengan kokoh seperti strategi keuangan yang baik, kerjasama tim yang kompak, kecermatan dalam menilai situasi, dan lain sebagainya. Dari hasil wawancara dengan manajer keuangan perusahaan, auditor menemukan bahwa job description ternyata tidak didokumentasikan secara tertulis, begitu juga dengan visi dan misi perusahaan. Karyawan hanya ditekankan untuk melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin dan petunjuk untuk melakukan pekerjaannya hanya dilakukan pengarahan secara lisan dan pelatihan singkat saja. Tidak adanya job description yang didokumentasikan ini memang tidak membuat masalah yang

64
Perpustakaan Unika

besar dan bahkan tidak mengganggu jalannya kegiatan operasi perusahaan secara keseluruhan, namun hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak disusun dengan pendekatan kesistematisan. Akan tetapi hal ini juga cukup diimbangi dengan pola pengelolaan organisasi sentralisasi yang telah disinggung diatas, yang dapat mempermudah perusahaan untuk mengendalikan seluruh kegiatan operasi beserta sumber dayanya. Dalam pelaksanaan kegiatan operasi perusahaann sehari-hari kegiatan yang terkait dengan fungsi keuangan adalah sebagai berikut : A. Penerimaan dan pengeluaran kas Didalam kegiatan penerimaan kas,kasir hanya bertugas untuk menerima dan mengeluarkan kas, berdasar permintaan yang disertai dengan voucher pengeluaran (kas bon), sedangkan untuk penerimaan kas biasanya diperoleh dari kegiatan penjualan dan pembayaran piutang yang telah jatuh tempo. Kasir akan membuat rekapitulasi arus kas yang telah diterimanya sepanjang hari itu kemudian menyerahkannya kepada fungsi akuntansi yang kemudian membuat laporan arus kas dan laporan keuangan. B. Pencatatan kegiatan keuangan Kegiatan ini merupakan fungsi yang penting untuk keuangan perusahaan, karena dengan catatan keuangan berupa laporan keuangan (neraca dan laba rugi), perusahaan dapat menganalisa perkembangan usahanya dan juga dapat menilai hasil kerja para karyawannya. Fungsi akuntansi dalam perusahaan ini bertugas untuk mengumpulkan dan mencatat berbagai macam catatan kegiatan keuangan perusahaan dari bidang fungsional lain

65
Perpustakaan Unika

seperti bagian personalia dengan laporan tentang gaji karyawan, bagian gudang dengan catatan tentang pembelian dan persediaan, dan bagian pemasaran dengan catatan tentang piutang dagang dan penjualan. Semua catatan yang telah terkumpul tersebut diproses oleh fungsi akuntansi untuk menjadi sebuah laporan keuangan yang sederhana dan mudah dipahami. Adanya pemisahan fungsi antara kasir (pemegang kas) dengan fungsi akuntansi (pencatatn keuangan) merupakan suatu indikasi yang baik dalam sistem pengendalian keuangan perusahaan.

1.

Penentuan Tujuan Pemeriksaan PT.IMI adalah sebuah perusahaan yang sudah cukup lama berdiri dan sudah

mengalami perkembangan yang memuaskan. Untuk terus dapat bertahan dan untuk mengalami perkembangan, perusahaan tentu harus dapat membuat srategi serta perencanaan keuangan yang kokoh, juga didukung oleh tenaga ahli dan kerjasama dari semua komponen organisasi. Selama ini strategi perusahaan yang dipakai untuk terus dapat bertahan adalah dengan menekan biaya produksi seminimal mungkin dan melakukan perluasan pangsa pasar (mencari pelanggan baru), sedangkan untuk strategi internal perusahaan secara finansial adalah berusaha untuk dapat melaksanakan sistem pengendalian keuangan yang baik. Perusahaan sempat membuat suatu anggaran sebagai alat pengendalian dana perusahaan, namun ternyata setelah beberapa tahun pembuatan anggaran ini terhenti dikarenakan ketidak efektifan pembuatan anggaran tersebut, hal ini disebabkan oleh tidak adanya fungsi khusus yang menangani pembuatan anggaran

66
Perpustakaan Unika

sehingga bagian keuangan yang ditugasi membuat anggaran merasa kerepotan karena anggaran yang harus terus diprediksikan secara periodik menyita cukup banyak waktu dan sumber daya manusia yang ada. Tidak adanya anggaran keuangan memang tidak menimbulkan suatu permasalahan yang cukup serius, namun bukan berarti tidak ada masalah sama sekali, mengingat fungsi anggaran yang cukup penting. Selain itu salah satu fungsi dari bagian keuangan adalah fungsi perencanaan, dan jika fungsi tersebut tidak dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya berarti merupakan indikasi adanya suatu masalah. Dari pemikiran tersebut, dikembangkan tujuan dari audit manajemen fungsi keuangan ini, yaitu mengevaluasi kegiatan keuangan perusahaan ditinjau dari sudut pandang fungsi bagian keuangan, struktur organisasi perusahaan, dan sistem pengendalian keuangannya; juga pencarian fakta mengenai pengaruh peniadaan anggaran keuangan terhadap dana perusahaan secara keseluruhan.

2.

Penentuan Luas Lingkup Audit Audit manajemen yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk

mengevaluasi kinerja fungsi keuangan perusahaan dilihat dari empat objek audit, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, struktur organisasi, dan pengendalian keuangan. Keempat objek audit tersebut kemudian diperbandingkan dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan auditor berdasarkan studi literatur dan hasil diskusi, kemudian dari hasil analisis perbandingan kriteria-kriteria dengan kondisi nyata pada perusahaan disusun suatu laporan audit. Untuk lebih mempermudah pelaksanaan audit dan agar audit dapat dilaksanakan secara

67
Perpustakaan Unika

terfokus dan tidak menyimpang dari tujuannya, maka luas lingkup audit manajemen fungsi keuangan pada penelitian ini adalah : a) Pemeriksaan pada upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan, karena auditor dapat memperoleh informasi melalui observasi dan wawancara mengenai tercapai tidaknya sasaran finansial perusahaan dan apakah fungsi keuangan telah bersungguh-sungguh untuk berusaha agar dapat mencapai sasaran tersebut, juga kegiatan apa saja yang dilakukan dalam rangka pencapaian sasaran tersebut. b) Pemeriksaan pada perencanaan keuangan yang selama ini dipakai. Apakah perencanaan tersebut sudah disusun sesuai dengan kriteria perencanaan yang baik, karena perencanaan keuangan yang mantap akan menghasilkan aktivitas keuangan yang lebih terarah dan dapat diprediksi dan juga akan dapat lebih siap dengan alternatif keputusan jika ada permasalahan yang terjadi. c) Pemeriksaan terhadap susunan organisasi, agar auditor dapat mengetahui bagaimana pola penyusunan organisasi apakah sudah disusun berdasarkan dengan prinsip organisasi. d) Pemeriksaan sistem pengendalian keuangan yang meliputi pengendalian terhadap aktiva perusahaan, termasuk didalamnya kas, persediaan, dan aktiva tetap. Akan tetapi yang paling menjadi fokus perhatian utama untuk diperiksa sistem pengendaliannya adalah kas dan persediaan, sedangkan untuk aktiva tetap tidak diperiksa secara mendetail karena dinilai tidak memiliki resiko bawaan setinggi kas dan persediaan. Pemeriksaan

68
Perpustakaan Unika

terhadap kas, persediaan, dan aktiva tetap perusahaan dilakukan untuk menguji sistem pengendaliannya, apakah dengan sistem pengendalian yang dilakukan perusahaan selama ini dapat betul-betul mampu menjaga keamanan aktiva tersebut atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan, kemudian memperbandingkannya dengan kriteria prinsip-prinsip pengendalian dalam sistem informasi akuntansi, juga dilakukan pencarian bukti-bukti pendukung dari hasil temuan.

4.2. Mengumpulkan bukti-bukti performa Melalui tahap ini auditor melakukan pengumpulan bukti-bukti transaksi keuangan yang dilakukan dalam perusahaan. Bukti-bukti pendukung ini berupa bukti pengeluaran kas (kas bon) oleh kasir, kartu persediaan, permintaan pembelian, cek yang batal digunakan, bagan flow chart operasi perusahaan, laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi, pendapat auditor independen atas laporan keuangan perusahaan, dan daftar pertanyaan tentang sistem pengendalian keuangan yang ditujukan kepada manajer keuangan perusahaan. Bukti-bukti tersebut akan digunakan sebagai bukti dokumentasi untuk mendukung hasil temuan selama proses audit berlangsung. Auditor juga melakukan wawancara dengan manajer keuangan perusahaan yang dilakukan secara bertahap. Teknik ini dilakukan agar auditor dapat melakukan pendekatan secara kekeluargaan sehingga diharapkan interviewee dapat merasa santai dan terbuka dalam menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan. Kegiatan wawancara ini cukup penting dalam pelaksanaan audit

69
Perpustakaan Unika

manajemen fungsi keuangan ini, mengingat tidak semua bukti dokumentasi dapat diberikan kepada auditor. Kegiatan lain yang dilakukan dalam mengumpulkan bukti-bukti performa adalah observasi lingkungan perusahaan. Dari hasil observasi tersebut, auditor mendapatkan kesan yang baik dari suasana kerja di perusahaan. Hubungan antar karyawan dan antara karyawan dengan atasannya terjalin dengan baik sebagai rekan kerja. Kantor tempat bekerja juga nyaman dengan ruangan ber AC yang cukup luas. Salah satu pendukung kenyamanan dalam bekerja adalah lingkungan kerja yang nyaman sehingga karyawan betah dikantor dan dapat memberikan hasil yang optimal dalam melakukan tugasnya. Semua bukti-bukti yang diperoleh auditor ini akan digunakan untuk menganalisis empat objek audit yang digunakan sebagai sasaran pemeriksaan dalam penelitian ini, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, struktur organisasi perusahaan, dan sistem pengendalian keuangan perusahaan. Dengan semua bukti-bukti yang dikumpulkan dan analisis bukti-bukti tersebut diharapkan auditor dapat menjawab pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini dan memenuhi tujuan audit manajemen sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik dalam penyelesaian masalah.

70
Perpustakaan Unika

4.3. Analisis dan Penyelidikan Penyimpangan / Deviasi A. Sasaran Finansial Perusahaan Sasaran finansial yang ingin dicapai perusahaan adalah mencapai laba setinggi-tingginya, untuk itu perusahaan telah berupaya untuk meningkatkan penjualan dengan melakukan perluasan daerah pemasaran di jawa timur yaitu daerah surabaya dan sekitarnya. Usaha yang dilakukan saat ini adalah berupaya untuk mencari pelanggan baru. Perusahaan juga berusaha untuk lebih meningkatkan kualitas produk dan menekan biaya produksi seminimal mungkin. Bagian keuangan mendukung tercapainya sasaran tersebut dengan cara bekerja sebaik-baiknya agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan. Hasil dukungan tersebut disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang disusun setiap tahun untuk mengetahui perkembangan perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi tahun 2002, 2003, 2004 untuk menganalisis aktivitas operasi perusahaan dan untuk menilai tingkat keberhasilan bagian keuangan dalam mendukung pencapaian sasaran finansial perusahaan. Analisis yang digunakan untuk laporan keuangan ini adalah analisis rasio keuangan yang meliputi : a) b) c) Rasio likuiditas berupa rasio lancar dan rasio cepat Rasio leverage berupa rasio hutang dan rasio penutupan Rasio aktivitas berupa rasio perputaran persediaan, rasio periode penagihan rata-rata, rasio perputaran aktiva tetap, dan rasio perputaran total aktiva d) Rasio profitabilitas berupa marjin laba, ROI, dan ROA

71
Perpustakaan Unika

Perusahaan tidak menerapkan standar untuk hasil analisis rasio, sehingga perhitungan analisis rasio hanya dilakukan untuk mendapatkan penemuanpenemuan tentang bagaimana sebenarnya kondisi keuangan perusahaan dan penjelasan singkat mengenai risiko dari kondisi tersebut. Analisis rasio yang dihitung adalah rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan profitabilitas. Hasil yang didapat dari perhitungan analisis rasio tersebut dirangkum dalam bentuk tabel sebagai berikut : No 1 2 3 Tabel 4.1 Hasil Analisis Rasio Keuangan PT. IMI Jenis Rasio 2002 2003 2004 Rasio likuiditas a) Rasio Lancar 1,57 1,74 1,96 b) Rasio Cepat 1,21 1,21 1,42 Rasio Leverage a) Rasio Hutang 44% 43% 40% b) Rasio Penutupan 2,89 4,20 5,22 Rasio Aktivitas a) Perputaran persediaan 2,29 1,83 1,75 b) Periode penagihan rata-rata 214,05 208,27 217,02 c) Perputaran aktiva tetap 1,18 1,37 1,65 d) Perputaran total aktiva 0,36 0,36 0,37 Rasio Profitabilitas a) Marjin laba 6% 8% 10% b) ROA 3% 4% 5% c) ROI 5% 7% 9%

Hasil perhitungan diatas dapat dianalisa sebagai berikut 1. Rasio Likuiditas a) Rasio Lancar Rasio ini dapat dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Rasio ini digunakan untuk mengetahui kesanggupan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya. Pada tahun 2002 perusahaan dapat memenuhi kewajiban lancarnya sebanyak 1,57 kali, hal ini berarti PT.

72
Perpustakaan Unika

IMI memiliki Rp 1,57 dalam aktiva lancarnya untuk setiap Rp 1 dalam hutang (kewajiban lancar) dan dapat melikuidasi aktiva lancarnya sebesar 63% dari nilai bukunya dan tetap mampu melunasi seluruh kewajiban lancarnya. Akan tetapi rasio ini terus meningkat dari tahun ke tahun, yaitu pada tahun 2003 sebesar 1,74 kali yang berarti perusahaan memiliki Rp 1,74 dalam aktiva lancar untuk setiap Rp 1 dalam hutang dan dapat melikuidasi aktiva lancarnya sebesar 59% dari nilai bukunya. Sedangkan pada tahun 2004 jumlah rasio lancar PT. IMI adalah 1,96 kali yang berarti perusahaan memiliki Rp 1,96 dalam aktiva lancarnya untuk setiap Rp 1 dalam hutang dan dapat melikuidasi aktiva lancarnya sebesar 50% dari nilai bukunya. Nilai rasio lancar ini harus dijaga agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Rasio lancar untuk perusahaan yang normal berkisar pada angka dua, meskipun tidak ada standar yang pasti untuk penentuan rasio lancar yang seharusnya. Dari hasil analisis rasio ini dapat diketahui bahwa perusahaan mampu membayar seluruh kewajiban lancarnya.

b) Rasio Cepat Rasio cepat dihitung dengan menggunakan persediaan dari aktiva lancar dan sisanya dibagi dengan kewajiban lancar. Rasio cepat merupakan ukuran penting untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan penjualan persediaan, hal ini dikarenakan persediaan merupakan unsur aktiva lancar yang paling tidak likuid dan seringkali merupakan kerugian

73
Perpustakaan Unika

jika terjadi likuidasi. Hasil perhitungan rasio cepat PT. IMI juga menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu pada tahun 2002 sebesar 1,21 kali yang berarti bahwa perusahaan memiliki Rp 1,21 dalam aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan untuk setiap Rp1 hutang (kewajiban lancar). Pada tahun 2003 jumlah rasio ini masih tetap sama dengan tahun 2002, namun pada tahun 2004 rasio ini meningkat menjadi sebesar 1,42 kali yang berarti perusahaan memiliki Rp 1,42 dalam aktiva lancar dikurangi persediaan dibanding untuk setiap Rp 1 dari hutang. Hasil perhitungan dari rasio cepat PT. IMI masih tergolong baik karena PT. IMI masih tetap mampu melunasi seluruh kewajiaban lancarnya yang telah jatuh tempo tanpa hasil penjualan dari persediaanya.

Secara keseluruhan rasio likuidasi pada PT. IMI sudah cukup baik dan perusahaan dapat dikatakan likuid karena mampu memenuhi seluruh kewajiban lancarnya yang sudah jatuh tempo. Dari hasil perhitungan rasio likuiditas ini perusahaan dapat meyakinkan kreditor untuk memberikan pinjaman, namun perusahaan juga harus memperhitungkan dengan cermat jumlah hutang yang akan dipakai agar likuiditas perusahaan tidak terancam.

2. Rasio Leverage a) Rasio Hutang Rasio ini diperoleh dari pembagian total hutang dengan total aktiva. Rasio hutang dari PT. IMI pada tahun 2002 adalah 44% yang berarti bahwa

74
Perpustakaan Unika

44% dari total pembiayaan perusahaan diperoleh dari kreditor. Namun pada tahun 2003 dan 2004 rasio ini mengalami penurunan secara perlahan yaitu 43% pada tahun 2003 dan 40% pada tahun 2004. hal ini dapat berarti bahwa perusahaan telah dapat meningkatkan modalnya sendiri dan mengurangi pembiayaan dari kreditor. Ini merupakan suatu hal yang baik karena jika rasio hutang terlalu tinggi, maka ada bahaya kurangnya tanggung jawab spekulasi, jika perusahaan berhasil maka akan memberikan hasil pengembalian yang tinggi, namun jika perusahaan gagal maka pemilik akan mengalami kerugian yang kecil karena investasinya sangat rendah. Pada PT. IMI dapat dikatakan bahwa perusahaan telah berhasil dalam menjalankan kegiatan operasionalnya dan oleh karena itu perusahan dapat memberikan hasil pengembalian yang cukup tinggi.

b) Rasio Penutupan Rasio penutupan atau laba terhadap beban bunga didapat dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan beban bunga. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar beban bunga yang disyaratkan oleh kreditor sekaligus mengukur sejauh mana laba perusahaan boleh menurun tetapi tetap mampu membayar beban bunga, karena ketidak mampuan perusahaan dalam membayar beban bunga dapat menyebabkan perusahaan menghadapi tuntutan hukum dari kreditor dan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan perusahaan. Pada

75
Perpustakaan Unika

PT. IMI rasio penutupan pada tahun 2002 adalah 2,89 kali yang berarti bahwa perusahaan mempunyai kemampuan dalam menutup beban bunga sebanyak 2,89 kali. Pada tahun 2003 rasio penutupan PT. IMI meningkat menjadi 4,20 yang berarti perusahaan mampu membayar beban bunga sebanyak 4,2 kali dan kemampuan ini terus meningkat pada tahun 2004 yaitu sebanyak 5,22 kali. Hasil perhitungan rasio ini menunjukkan bahwa PT. IMI mampu menutupi beban bunganya tanpa kesulitan, namun harus tetap diingat bahwa bunga tidak dibayar dengan laba tetapi dengan kas dan bahwa perusahaan mungkin diharuskan membayar kembali sebagian dari pokok hutangnya bersamaan dengan bunga, jadi rasio laba terhadap beban bunga hanya merupakan ukuran kasar mengenai kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Akan tetapi rasio ini tetap dapat memberikan petunjuk umum mengenai kapasitas hutang perusahaan.

3. Rasio Aktivitas a) Perputaran Persediaan Rasio ini diperoleh dari penjualan dibagi dengan persediaan. Rasio ini menunjukkan tingkat perputaran persediaan perusahaan. Rasio perputaran persediaan pada PT. IMI terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, yaitu pada tahun 2002 sebesar 2,26 yang berarti perusahaan mengalami perputaran persediaan sebanyak 2,26 kali; pada tahun 2003 sebesar 1,83 yang berarti perusahaan mengalami perputaran persediaan sebanyak 1,83

76
Perpustakaan Unika

kali ; dan pada tahun 2004 perusahaan mengalami perputaran persediaan sebanyak 1,75 kali. Penurunan rasio ini mengindikasikan adanya penumpukan persediaan dalam perusahaan atau bisa saja perusahaan menyimpan barang-barang yang rusak atau sudah usang yang nilainya tidak sesuai dengan nilai yang dinyatakan. Penurunan rasio ini juga menunjukkan bahwa perusahaan kurang produktif dalam mengelola persediaannya.

b) Periode Penagihan Rata-rata Rasio periode penagihan rata-rata didapat dari pembagian antara piutang dengan penjualan per hari, sedangkan jumlah penjualan per hari diperoleh dari penjualan tahunan dibagi dengan 360 hari. Rasio ini mengukur perputaran piutang prusahaan. Dari hasil perhitungan pada laporan keuangan PT. IMI tahun 2002 diketahui bahwa periode penagihan ratarata adalah 117 hari, pada tahun 2003 adalah 113 hari, dan pada tahun 2004 adalah 129 hari. Rasio periode penagihan rata-rata pada PT. IMI relatif tidak stabil dan termasuk piutang yang penagihannya lamban. Mungkin PT. IMI perlu mengubah kebijakannya dalam mengelola piutang.

c) Perputaran Aktiva Tetap Rasio perputaran aktiva tetap dihasilkan dari pembagian antara penjualan dengan aktiva tetap bersih. Rasio ini mencerminkan seberapa efektif

77
Perpustakaan Unika

perusahaan menggunakan aktiva tetap (pabrik dan peralatan). Rasio perputaran aktiva tetap pada PT. IMI tahun 2002, 2003, dan 2004 berturut-turut adalah 1,18; 1,37; dan 1,65. rasio perputaran aktiva tetap pada PT. IMI terus naik secara bertahap namun pasti. Dari hal ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perusahaan berusaha untuk terus meningkatkan efisiensi penggunaan aktiva tetap. Usaha perusahaan ini dinalai cukup berhasil dalam mengoptimalkan nilai guna dari aktiva tetap dan terbukti dengan adanya peningkatan dari perhitungan rasio ini.

d) Perputaran Total Aktiva Rasio ini diperoleh dengan membagi penjualan dan total altiva. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat perputaran dari seluruh aktiva perusahaan. Pada tahun 2002, rasio perputaran total aktiva yang dihasilkan oleh perusahan adalh sebesar 0,36 yang berarti perusahaan menghasilkan Rp 0,36 penjualan untuk setiap rupiah aktiva yang dimilikinya. Hal yang sama terjadi pada tahun berikutnya, namun pada tahun 2004 terjadi peningkatan sebesar 0,01 sehingga rasio perputaran total aktiva PT. IMI pada tahun 2004 adalah 0,37 yang berarti perusahaan dapat manghasilkan Rp 0,37 penjualan untuk setiap rupiah aktiva yang dimilikinya. Angka dari rasio ini bisa dibilang kurang memuaskan walaupun ada peningkatan pada tahun 2004. rendahnya nilai dari rasio ini dapat mengindikasikan bahwa perusahaan tidak menggunakan aktiva yang dimilikinya dengan efesien.

78
Perpustakaan Unika

4. Rasio Profitabilitas a) Marjin Laba Marjin Laba didefinisikan sebagai laba bersih dibagi dengan penjualan. Rasio ini mengukur jumlah laba yang diperoleh atas penjualan. Marjin laba PT. IMI pada tahun 2002 adalah 6% yang berarti bahwa setiap rupiah hasil penjualan PT. IMI memperoleh laba sebesar 6%atau 0,06 rupiah. Perolehan laba PT. IMI pada tahun 2003 meningkat menjadi 8% dan terus meningkat pada tahun 2004 menjadi 10%. Hal ini bisa dikatakan bahwa PT. IMI telah berhasil untuk menekan banyak produksi sehingga laba yang dihasilkan dapat meningkat. Jumlah ini merupakan hasil yang menggembirakan dan merupakan tanda keberhasilan perusahaan dalam beroperasi.

b) ROA ROA (Return On Assets) atau hasil pengembalian atas total aktiva diperoleh dengan cara laba bersih ditambah bunga yang dikalikan dengan pajak kemudian hasilnya dibagi dengan total aktiva. Rasio ini mencoba untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber dayanya. Rasio ini digunakan untuk mengetahui hasil pengembalian atas total aktiva setelah bunga dan pajak. ROA PT. IMI pada tahun 2002, 2003, dan 2004 adalah 3%, 4%, dan 5%. PT. IMI telah berhasil meningkatkan hasil pengembalian atas total aktivanya dari tahun

79
Perpustakaan Unika

ke tahun, jadi dapat dikatakan bahwa PT. IMI telah berhasil mengelola seluruh aktivanya dengan baik.

c) ROI ROI (Return on Investment) atau hasil pengembalian atas modal didapat dengan membagi laba bersih atas modal. Rasio ini digunakan untuk mengukur hasil pengembalian dari investasi para pemegang saham. ROI PT. IMI pada tahun 2002 adalah 5% yang berarti para pemegang saham mendapat hasil pengembalian atas investasinya sebesar 5%, pada tahun 2003 sebanyak 7% dan pada tahun 2003 sebanyak 9%. Jumlah ROI yang terus mengalami peningkatan juga merupakan petunjuk umum tingkat keberhasilan perusahaan.

Hasil dari seluruh analisis rasio keuangan diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan telah berhasil mengelola seluruh sumber daya yang dimilikinya dengan baik, namun perlu diperhatikan bahwa ada kecenderungan adanya ketidak efektifan pengelola aktiva, dalam hal ini adalah persediaan. Nilai persediaan yang terus meningkat sedangkan rasio perputaran persediaan makin menurun mengindikasikan bahwa perusahaan menimbun persediaan. Diketahui bahwa persediaan juga turut berpengaruh pada laba perusahaan, oleh karena itu alangkah baiknya jika perusahaan mulai menagani pengelolaan persedian dengan lebih baik. Keseluruhan hasil dari analisis rasio keuangan sudah baik dan ada kecenderungan peningkatan hasil dari tahun ke tahun, untuk itu perusahaan

80
Perpustakaan Unika

diharapkan dapat terus mempertahankan kondisi ini bahkan meningkatkannya menjadi lebih baik lagi. Dari hasil analisis ini juga dapat diketahui bahwa bagian keuangan telah melakukan fungsinya dengan baik dalam mendukung upaya pencapaian tujuan perusahaan. Bagian keuangan telah dengan seksama mengelola sumber daya yang dipercayakan padanya sehingga dapat meningkatkan hasil laba perusahaan, berarti bagian keuangan juga cukup punya andil dalam pencapaian sasaran finansial perusahaan yaitu memperoleh laba yang setinggi-tingginya. Akan tetapi bagian keuangan perlu lebih seksama dalam mengelola persediaan sehingga persediaan tidak menumpuk digudang dan tingkat perputarannya mengalami peningkatan. Dukungan bagian keuangan dalam upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari laporan keuangan saja, namun secara internal dukungan bagian keuangan dapat dinilai dari kepatuhanya terhadap kebijakan keuangan yang ditetapkan oleh perusahaan. Kebijakan keuangan yang ditetapkan PT. IMI tidak terlalu kompleks. Perusahaan hanya meminta karyawan dan manajer perusahaan untuk selalu mematuhi semua prosedur yang berlaku dalam sistem pengendalian keuangan. Kepatuhan tersebut dapat berupa penandatanganan dokumen-dokumen keuangan dengan otorisasi yang berlaku, seperti bukti permintaan barang yang harus dengan sepengetahuan dan otorisasi manajer produksi, bukti pengeluaran kas yang harus ditandatangani oleh direktur utama atau menyetorkan uang kas kebank setiap harinya. Dapat dilihat pula apakah kebijakan finansial yang ditetapkan oleh manajer keuangan selaras dengan sasaran finansial yang ingin dicapai perusahaan. Bukti

81
Perpustakaan Unika

penyetoran kas kebank setiap harinya merupakan salah satu bukti dukungan bagian keuangan dalam pencapaian sasaran finansial perusahaan. Bukti lainya adalah adanya kebijakan bagian keuangan untuk menghemat biaya produksi untuk menaikan laba perusahaan dan meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan penjualan. Kebijakan ini tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dan kerjasama dari bagian produksi dan pemasaran. Dari analisis laporan keuangan tersebut diatas sudah dapat diketahui bahwa laba perusahaan meningkat dan penjualannya pun menunjukan peningkatan. Hal ini dapat berarti posisi finansial masing-masing bidang fungsional dalam perusahaan sudah sejalan dengan strategi akbar yang ditetapkan oleh perusahaan dan masing-masing bidang fungsional dalam perusahaan dapat bekerjasama dengan baik dalam mencapai sasaran tersebut sehingga tidak ada salah suatu bagian fungsional tersebut yang berkembang menjadi kerajaan kecil di dalam perusahaan. Pada analisa tentang obyek audit yang pertama ini, yaitu sasaran finansial perusahaan, auditor telah menemukan bahwa bagian keuangan sudah cukup mendukung upaya perusahaan dalam mencapai sasaran finansial perusahaan. Auditor juga menyampaikan bukti dokumentasi atas temuan tersebut berupa bukti penyetoran ke bank, bukti otorisasi atas permintaan barang, bukti pengeluaran kas yang dapat dilihat pada lampiran E, serta hasil dari analisis rasio keuangan atas neraca dan laporan laba rugi PT. IMI yang dapat dilihat di lampiran A.

82
Perpustakaan Unika

B.

Perencanaan keuangan Telah diungkapkan dalam pendahuluan bahwa perusahaan tidak

menggunakan perencanaan keuangan secara efektif. Memang pada awal berdirinya perusahaan dan selama beberapa tahun berikutnya perusahaan membuat budgeting atas penjualan, pembiayaan, dan membuat proyeksi laporan keuangan, akan tetapi lama kelamaan tugas ini terasa membebani bagian keuangan karena budgeting memerlukan ramalan yang tepat sasaran. Bagian keuangan juga berpendapat bahwa penambahan fungsi budget merupakan pemborosan pada biaya perusahaan sehingga perusahaan memutuskan untuk menghentikan pembuatan budget tersebut. Ternyata setelah pembuatan budget terhenti perusahaan tetap dapat memperkirakan laba yang akan didapat berdasarkan laporan keuangan tahun sebelumnya. PT. IMI merupakan perusahaan skala menengah yang kegiatan produksi dan pemasarannya sederhana, sehingga untuk perencanaan keuangan perusahaan cukup dengan berdasar pada laporan keuangan tahun sebelumnya. Dengan terhentinya pembuatan budget juga tidak menimbulkan suatu masalah baru dalam perusahaan. Pada saat ini perusahan sedang berencana untuk menghemat biaya produksi dengan mengurangi nilai akun-akun yang menjadi tambahan pada biaya produksi seperti harga bahan baku, perusahaan sedang berupaya untuk mencari pemasok lain yang menawarkan harga lebih rendah dan juga sedang berusaha untuk mencari pelanggan baru dan meningkatkan penjualan sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan dan mengasilkan pengembalian yang tinggi atas

83
Perpustakaan Unika

modal perusahaan. Untuk itu perusahaan membuat perencanaan keungan berupa rencana pembiayaan dan penjualan untuk tahun 2005. Akan tetapi untuk tahun 2002, 2003, dan 2004, perusahaan tidak membuat rencana keuangan apapun sehingga perusahaan tidak menentukan standar-standar dalam pencapaian sasaran finansial perusahaan. Sedangkan untuk tahun 2005 perusahaan telah dapat menerapkan kriteria perencanaan keuangan yang baik dimana perencanaan tersebut telah dapat menjawab enam pertanyaan berikut : a) Apa Apa yang menjadi tujuan PT. IMI dalam membuat rencana keuangan. Pembuatan rencana keuangan PT. IMI bertujuan pada penghematan biaya produksi sehingga dapat menghasilkan harga produk yang lebih murah. Rencana ini disusun untuk jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka panjangnya PT. IMI berupaya untuk mencari pemasok dengan harga yang lebih rendah, sedangkan untuk jangka pendeknya PT. IMI berusaha untuk meningkat kualitas barang dengan meminimalkan produk rusak. Diharapkan dengan adanya peningkatan kualitas ini dapat meningkatkan penjualan sehingga dapat pula meningkatkan laba perusahaan. b) Mengapa Pertanyaan ini menanyakan alasan-alasan mengapa rencana itu dibuat dan alasan utama PT. IMI merencanakan penghematan biaya dan meningkatkan penjualan dengan mencari pelanggan baru adalah untuk menghasilkan peningkatan laba sehingga mempunyai hasil pengembalian terhadap modal yang cukup tinggi.

84
Perpustakaan Unika

c) Dimana Dimana menanyakan hal yang berhubungan dengan lokasi atau tempat dimana rencana itu akan dilaksanakan. PT. IMI berupaya untuk mencari pemasok lain yang memberikan harga lebih rendah didaerah jawa tengah dengan pertimbangan biaya angkut. Sedangkan untuk perluasan daerah pemasaran, perusahaan berkonsentrasi pada daerah jawa timur karena perwakilan pemasaran disurabaya termasuk masih baru berdiri. d) Kapan Kapan menanyakan hal yang berhubungan dengan waktu, kapan bila mana rencana itu dilaksanakan. Rencana ini dibuat perusahaan pada tahun 2004 pada saat rapat evaluasi hasil kerja dan rencana ini akan dilaksanakan untuk sepanjang tahun 2005. e) Siapa Siapa menanyakan penanggung jawab dari rencana itu, siapa yang akan diberi tugas untuk melaksanakan rencana itu. Untuk rencana pencarian pemasok baru ditugaskan pada seksi pembelian dengan penanggung jawabnya manajer bagian gudang, sedangkan untuk mencari pelanggan baru diwilayah Jawa Timur ditugaskan pada salesman dengan penanggung jawab manajer pemasaran dibantu oleh kantor perwakilan disurabaya. f) Bagaimana

85
Perpustakaan Unika

Pertanyaan ini menanyakan cara, bagaimana melaksanakannya, bagaimana mengerjakannya. Pertanyaan ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan tentang cara-cara dan metode pelaksanaanya dengan memperhatikan faktor kemampuan dan sumber daya. Pada PT. IMI pelaksanaan rencana untuk mencari pemasok baru dengan harga yang lebih rendah dilakukan dengan mengirimkan surat penawaran harga kepada para pemasok dan pencarian pelanggan baru dilakukan oleh salesman dengan cara mendatangi langsung calon pelanggan dan menawarkan produk. Pencarian pelanggan baru juga dilakukan dengan promosi-promosi lain seperti spanduk dan kalender.

Secara keseluruhan perencanaan keuangan PT. IMI sudah sesuai dengan kriteria tentang perencanaan yang baik. Bagian keuangan hanya berperan sebagai kontroler atas pembiayaan untuk proses produksi dan pemasukan kas dari hasil penjualan. Rencana keuangan ini hanya dibuat secara kasar dan tidak mendetail, tidak ada pengendalian kusus yang dibuat untuk pelaksanaan rencana ini. Untuk proses permintaan pembelian misalnya, bagian keuangan akan memberikan kas secukupnya bagi permintaan pembelian yang telah disetujui tanpa menganalisa lebih jauh mengenai kondisi keuangan perusahaan. Bagian keuangan memberikan kas kepada pihak yang membutuhkan kapan saja diminta, asalkan ada persetujuan dan otoritas dari pihak yang terkait. Hal semacam ini dapat mengakibatkan pemborosan dana perusahaan, sebagai contoh adanya kegagalan dari perencanaan keuangan dari tahun-tahun yang lalu adalah menumpuknya pesediaan atau

86
Perpustakaan Unika

meningkatnya nilai persediaan digudang sedangkan perputaran persediaan perusahaan tergolong rendah

Pada perencanaan keuangan yang dicanangkan untuk tahun 2005 ini perusahaan tidak membuat penganggaran secara rinci hanya berdasarkan pada pembiayaan dan penjualan tahun 2004. Meskipun rencana ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan eksternal perusahaan, namun pembuatan rencana yang kasar seperti ini mempunyai efek ketidakpastian yang relatif tinggi. Adanya penemuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa bagian keuangan kurang bisa memaksimalkan fungsinya sebagai perencana keuangan perusahaan. Keuangan perusahaan terkesan mengalir mengikuti keadaan lingkungan eksternal perusahaan yang tidak pasti, sehingga dapat dikatakan bahwa rencana keuangan perusahaan tidak dibuat dengan pendekatan kesisteman. Bukti perencanaan keuangan perusahaan untuk tahun 2005 dapat dilihat pada lampiran B.

C.

Struktur Organisasi Stuktur organisasi adalah suatu susunan pembagian tanggung jawab

menurut fungsi dan hirarkis, dengan demikian penyusunan struktur organisasi harus memperhitungkan semua fungsi yang ada dalam perusahaan dan kemudian membagi habis fungsi-fungsi tersebut kepada pihak-pihak yang harus

mempertanggung jawabkannya. Struktur organisasi perusahaan menetapkan garis otoritas dan tanggung jawab, serta menyediakan kerangka umum untuk

87
Perpustakaan Unika

perencanaan, pengarahan, dan pengendalian operasinya. Struktur organisasi yang sangat kompleks dan tidak jelas dapat mengakibatkan masalah yang serius dan mengaburkan jejak audit (audit trail) sehingga sulit dilacak jika ada penyimpangan yang terjadi. Pada PT. IMI struktur organisasinya disusun dengan sederhana sesuai dengan banyaknya fungsi yang dibutuhkan dalam kegiatan operasional perusahaan. Organisasi pada PT. IMI menggunakan pola operasi yang bersifat sentralisasi dimana dalam pola ini memungkinkan perusahaan untuk

mengendalikan keseluruhan kegiatan dan sumber daya dengan lebih mudah dan menjaga pengambilan keputusan yang lebih seragam. Struktur tersentralisasi hanya memberikan sedikit wewenang kepada tingkat manajerial menengah dan bawah, dan biasanya diorganisasikan menurut fungsi. Dalam struktur organisasi PT. IMI ada beberapa prosedur yang berkaitan dengan keuangan perusahaan, yaitu : (a) Prosedur Order Pembelian Bagian yang membutuhkan (seperti bagian produksi) membuat surat permintaan barang yang kemudian diserahkan kepada bagian pembelian. Bagian pembelian melakukan penawaran kepada suplier yang telah disetujui dan mengadakan transaksi pembelian. Untuk membiayai transaksi tersebut, bagian pembelian mengirimkan tagihan pembayaran dari suplier kepada bagian keuangan. Bagian keuangan kemudian membuat voucher pengeluaran kas untuk membayar barang yang dibeli. (b) Prosedur Pengiriman Barang

88
Perpustakaan Unika

Bagian pemasaran mengirimkan barang yang diperlukan oleh masingmasing kantor perwakilan kemudian melaporkannya pada bagian keuangan. Bagian keuangan membuat pembukuan berdasarkan jumlah barang yang dikirim dan membuat voucher pengeluaran kas untuk membiayai transportasi ke kantor perwakilan yang dituju. (c) Prosedur Penjualan Bagian pemasaran menerima laporan penjualan kemudian melaporkannya kepada bagian keuangan. Bagian keuangan kemudian membuat bukti penerimaan kas dan menyetorkannya ke bank. (d) Prosedur Pelunasan Piutang Bagian pemasaran menerima pelunasan piutang dagang dan mencocokannya dengan catatan piutang dagang, kemudian menyerahkannya kepada bagian keuangan. Bagian keuangan kemudian membuat bukti penerimaan kas dan menyetorkannya ke bank. (e) Prosedur Pembayaran Gaji Bagian keuangan menyiapkan pembayaran gaji setiap bulannya kemudian menyerahkan pembagiannya kepada bagian personalia. Bagian personalia kemudian membagikan gaji pada para karyawan yang berhak. Dari prosedur-prosedur diatas dapat diketahui ada tiga fungsi yang berhubungan dengan fungsi keuangan yaitu bagian pembelian untuk order pembelian barang; bagian pemasaran untuk penjualan, penerimaan barang, dan pelunasan piutang dagang; dan bagian personalia untuk urusan gaji karyawan.

89
Perpustakaan Unika

Analisis terhadap struktur organisasi perusahaan dilakukan dengan membandingkan prinsip penyusunan organisasi dan struktur organisasi PT. IMI prinsip penyusunan organisasi ini terdiri dari wewenang, kesatuan perintah, rentang manajemen dan pembagian kerja pembandingan ini juga disertai dengan observasi pelaksanaan kegiatan produksi serta memeriksa apakah struktur organisasi yang dibuat tersebut benar-benar dilaksanakan dalam kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Analisis penyusunan organisasi PT. IMI dilakukan sebagai berikut : 1. Wewenang Wewenang menunjuk pada kekuasaan manajer untuk menuntut kepatuhan. Wewenang didelegasikan kepada tingkatan manajer yang lebih rendah dan kadar wewenang yang dideligasikan harus seimbang dengan tanggung jawab yang dibebankan untuk mancapai sasaran khusus. Pada PT. IMI wewenang yang diberikan pada tiap-tiap fungsi dalam perusahaan sudah seimbang dengan tanggung jawab yang dibebankan. Sebagai contoh, manajer keuangan yang diberi tanggung jawab untuk mengawasi ketertiban penggunaan sistem dan prosedur akuntansi yang ditentukan, maka manajer keuangan diberi wewenang khusus untuk menyetujui pengeluaran kas yang telah memenuhi syarat dan prosedur akuntansi yang berlaku atau tidak menyetujui pengeluaran tersebut jika ada satu syarat yang tidak terpenuhi. Contoh lain manajer bagian gudang yang bertanggung jawab atas persediaan digudang diberi limpahan wewenang untuk menyetujui atau tidaknya order pemesanan dan juga berhak untuk segera bertindak bila ada oknum atau

90
Perpustakaan Unika

keadaan yang mengancam keamanan persediaan; Manajer personalia yang bertanggung jawab terhadap tenaga kerja perusahaan diberi wewenang untuk menerima pegawai baru yang diperlukan atau memecat pegawai yang lalai dalam melakukan pekerjaannya. Manajer produksi yang bertanggung jawab untuk mengendalikan mutu produk diberi wewenang yang lengkap atas pengelolaan pengendalian mutu, dan manajer pemasaran yang diberi tanggung jawab untuk memasarkan produk secara luas diberi kewenangan untuk menentukan strategi pemasaran dan media promosi yang akan digunakan. Akan tetapi kewenangan yang lebih tinggi ada ditangan direktur utama yang berwenang untuk menyetujui atau tidak menyetujui segala tindakan yang dilakukan para manajer atas nama perusahaan.

2.

Kesatuan Perintah Kesatuan perintah merujuk pada kejelasan jalur wewenang dimana setiap karyawan melapor pada seorang atasan. Hal ini pun sudah jelas dilakukan PT. IMI dimana personalia dan kepala keamanan hanya menaati perintah dari manajer personalia, unit produksi dan pengepakan hanya melapor kepada manajer produksi, unit dan gudang hanya menerima perintah dari manajer bagian gudang, kantor-kantor perwakilan hanya melapor pada manajer pemasaran dan terakhir kasir dan administrasi hanya memberikan laporan kepada manajer keuangan. Direktur utama kemudian hanya menerima laporan-laporan dari para manajer sebagai pusat pertanggung

91
Perpustakaan Unika

jawaban. Jadi sudah jelas bahwa pada PT. IMI sudah ada garis batas atas wewenang yang jelas sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran.

3.

Rentang Manajeman Rentang manajemen disebut juga rentang kendali, merujuk pada jumlah bawahan yang melapor pada seorang atasan. Rentang manajemen ini sangat berbeda-beda pada setiap organisasi. Rentang yang luas mengurangi tingkat manajerial dan menghasilkan struktur organisasi yang datar, sehingga dapat mempercepat dan mempercermat pergerakan komunikasi ke tingkat manajer yang lebih tinggi.akan tetapi jika rentang itu terlalu luas, mungkin manajer tingkat tinggi akan menerima lebih banyak informasi dari pada yang dapat mereka tanggapi atau mereka serap. Pada PT. IMI rentang manajemennya tidak terlalu luas, direktur utama hanya membawahi lima manajer dan masing-masing pada tingkat manajer menengah ini diberi dua sampai tiga rentang manajemen. Struktur organisasi PT.IMI merupakan struktur organisasi yang datar sehingga mempunyai keuntungan dalam hal pergerakan informasi. Dapat disimpulkan bahwa penyusunan rentang manajeman pada PT. IMI sudah cukup bagus.

4.

Pembagian Kerja Pembagian kerja merujuk pada pembagian segmentasi operasi. Pembagian kerja ini mempunyai dau keunggulan yaitu : memungkinkan karyawan dan manajer berspesialisasi dan membantu perusahaan mengendalikan berbagai

92
Perpustakaan Unika

operasi dengan lebih efektif. Pada PT. IMI pekerjaan dibagi atas lima fungsi yaitu fungsi personalia, fungsi produksi, fungsi penyimpanan (gudang), fungsi pemasaran dan fungsi keuangan. Pembagian tugas ini dirasa sudah tepat dan memenuhi kebutuhan perusahaan. Dari analisis tentang penyusunan struktur organisasi PT. IMI dapat disimpulkan bahwa penyusunan organisasi PT. IMI sudah baik dan memenuhi prinsip organisasi. Struktur organisasi PT. IMI juga sudah ada pemisahan fungsi yang cukup jelas dan dapat dikatakan bahwa penyusunan organisasi PT. IMI sudah mendukung terlaksananya pengendalian yang baik. Struktur organisasi dapat dilihat pada halaman 47 dan job description PT. IMI dapat dilihat pada lampiran C.

D.

Pengendalian Keuangan Pengendalian keuangan ditujukan untuk melindungi aktiva perusahaan dan

mendorong kepatuhan pada kebijakan dan prosedur yang telah digariskan oleh manajemen. Dalam menganalisis tingkat kelayakan pengendalian keuangan pada PT. IMI digunakan daftar pertanyaan yang memuat berbagai pertanyaan tentang pengendalian keuangan perusahaan. Walaupun hasil yang diperoleh dari daftar pertanyaan ini tidak memadai untuk memahami sepenuhnya suatu prosedur atau sistem pengendalian keuangan, namun daftar pertanyaan ini cukup dibutuhkan dalam penelitian ini untuk menilai pengendalian keuangan perusahaan. Daftar pertanyaan tentang pengendalian keuangan dapat dilihat pada lampiran D dan

93
Perpustakaan Unika

bukti-bukti dokumentasi atas jawaban dari kuesioner tersebut dapat dilihat pada lampiran E. Jawaban yang diperoleh dari daftar pertanyaan yang diajukan manunjukkan bahwa sistem pengendalian keuangan perusahaan sudah baik. Dalam sistem pengendalian akuntansi secara umum prosedur-prosedur pengendalian dirangkum dalam lima kategori berikut : 1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai Sistem otorisasi dari sistem keuangan dan kegiatan keuangan pada PT. IMI sudah memadai. Hal ini dapat dilihat dari bukti dokumentasi atas pengeluaran kas, dimana dalam bukti pengeluaran kas harus ada tanda tangan dari direktur utama. Otorisasi lainnya dapat dilihat dari adanya bukti permintaan pembelian oleh pihak yang memerlukan pada setiap transaksi pembelian. Prosedur penghapusan piutang dagang yang macet pun harus melalui persetujuan direktur utama. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem otorisasi transaksi dan kegiatan keuangan perusahaan sudah memadai.

2.

Pemisahan tugas Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak. Pada PT. IMI sudah ada pemisahan tugas yang baik. Fungsi pencatatannya juga sudah terpisah dari fungsi penyimpanan. Dalam penerimaan kas,yang menerima kas adalah kasir yang membuat rekapitulasi penerimaan kas setiap harinya, kemudian

94
Perpustakaan Unika

fungsi akuntansi melakukan pencatatan dan mendokumentasikannya, sedangkan penyetoran kas ke bank dilakukan oleh manajer keuangan. Penerimaan kas perusahaan telah ada pemisahan fungsi yang bagus. Sedangkan untuk order pembelian dilakukan oleh bagian pembelian dan penerimaan serta penyimpanan barang dilakukan oleh bagian gudang. Pemisahan tugas yang efektif dicapai ketika fungsi otorisasi, pencatatan, dan penyimpanan dapat dipisahkan. Pada PT. IMI ketiga fungsi tersebut telah dapat dipisahkan sehingga dapat dikatakan bahwa pemisahan tugas dalam PT. IMI sudah baik.

3.

Desain dan penggunaan dokumentasi serta catatan yang memadai Dokumentasi dan pencatatan yang memadai berguna untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan. Dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi dan dokumen-dokumen tersebut harus diberi nomor urut yang telah dicetak lebih dahulu agar setiap dokumen dapat dipertanggung jawabkan. Pada PT. IMI dokumen yang digunakan sudah terdapat ruang untuk otorisasi namun dokumen-dokumen tersebut belum diberi nomor urut tercetak, sehingga dapat dikatakan bahwa desain dokumen pada PT. IMI belum cukup memadai. Dokumen yang tidak bernomor urut tercetak dapat mengaburkan jejak audit dan memungkinkan terjadinya transaksi fiktif. Peniadaan nomor urut tecetak dalam dokumen-dokumen yang digunakan oleh PT. IMI mengindikasikan adanya kelemahan pengendalian intern.

95
Perpustakaan Unika

4.

Penjagaan aset yang memadai Penjagaan aset dan catatan yang memadai itu penting karena di masa sekarang aset terpenting dari perusahaan adalah informasi, meskipun aset fisik seperti kas dan persediaan juga merupakan aset yang penting. Salah satu tindakan penjagaan aset yang dilakukan oleh PT. IMI adalah sistem otorisasi dan pemisahan tugas yang memadai. Penjagaan aset berupa informasi dilakukan dengan cara menempatkan dokumen-dokumen tersebut dalam suatu ruangan yang dibatasi aksesnya. Dokumen-dokumen tersebut disimpan dengan rapi oleh PT. IMI sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dokumen tersebut dapat dengan mudah ditemukan. Tindakan pengamanan aset fisik juga dilakukan atas persediaan yang ditempatkan dalam suatu gudang khusus yang dijaga oleh satpam. Pengamanan kas dilakukan dengan cara menyetorkan kas ke bank setiap harinya. Lingkungan perusahaan juga cukup aman dengan dijaga oleh beberapa orang satpam untuk jaga malam. Penjagaan aset dan catatan PT. IMI sudah cukup memadai dan selama ini tidak ada laporan tentang pencurian aset perusahaan.

5.

Pemeriksaan independen atas kinerja Pemeriksaan independen atas kinerja perusahaan dilakukan oleh auditor independen. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kewajaran

96
Perpustakaan Unika

laporan keuangan pada PT. IMI. Pemeriksaan ini dilakukan secara periodik setiap tahun.

Secara keseluruhan pengendalian keuangan pada PT. IMI sudah baik. Kelemahan pengendalian keuangan hanya ada pada sistem perencanaan keuangan. PT. IMI tidak membuat proyeksi kas masuk dan kas keluar, juga tidak membuat budgeting untuk mengontrol hasil penjualan dan biaya operasional. Kelemahan ini terjadi karena perencanaan keuangan dapat menentukan arah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kelemahan dalam perencanaan dapat berakibat pada terjadinya pembengkakan biaya dan kurangnya koordinasi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Hasil analisis dari keseluruhan objek audit dirangkum dalam tabel berikut. Tabel 4.2 Hasil Analisis Objek Audit PT. IMI

No. Tujuan 1.

Program Audit

Alat Analisis Analisis rasio keuangan : o Rasio Likuiditas

Tolok Ukur

Mengetah c. Memperole ui h fakta dukungan apakah bagian tujuan keuangan finansial terhadap perusahaan sasaran tercapai finansial (ekternal) perusahaa n

Adanya peningkatan hasil rasio likuiditas dari tahun ke tahun

Hasil analisis Rasio likuiditas pada PT. IMI mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang berarti bahwa perusahaan cukup likuid dan mampu memenuhi seluruh kewajiban lancarnya yang telah jatuh tempo.

97
Perpustakaan Unika

o Rasio Leverage

Adanya penurunan pada rasio hutang dan peningkatan pada rasio penutupan

o Rasio Aktivitas

Adanya peningkatan pada rasio aktivitas perusahaan dan penurunan pada rasio periode penagihan ratarata

Rasio leverage pada PT. IMI sudah cukup baik. Perusahaan sudah dapat mengurangi hutangnya dengan meningkatkan modal, dan mampu menutup beban bunganya tanpa kesulitan. Perusahaan telah melaksanakan aktivitasnya dengan baik sehingga hasil dari rasio periode penagihan ratarata, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva semakin baik dari tahun ke tahun. Akan tetapi ada kecenderungan penumpukan persediaan karena rasio perputaran persediaan semakin menurun, namun nilai persediaan yang tercantum dalam neraca perusahaan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

98
Perpustakaan Unika

o Rasio Profitabilitas

Adanya peningkatan pada rasio profitabilitas

Hasil dari rasio profitabilitas PT. IMI telah menunjukkan adanya peningkatan yang berarti bahwa pihak manajemen telah dapat menghasilkan laba dan pengembalian atas investasi yang cukup memuaskan. Hal ini dapat memberikan penilaian bahwa manajemen telah berhasil dalam mencapai sasaran finansial perusahaan, yaitu mencapai laba yang semaksimal mungkin.

99
Perpustakaan Unika

2.

Tidak ditemukan kesalahan otorisasi maupun prosedur dalam sampel dokumen yang diambil dalam penelitian ini, yang berarti bahwa pihak manajemen telah berusaha dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kebijakan finansial perusahaan sebagai dukungannya dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Hasil analisis yang telah diperoleh menunjukkan bahwa bagian keuangan sudah cukup mendukung upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan, namun telah ditemukan adanya indikasi penumpukan nilai persediaan di gudang perusahaan. Mengetah Observasi dari Laporan Semakin sesuai Hasil analisis ui proses perencanaan dengan kriteria menunjukkan perencana pembuatan, keuangan tahun perencanaan bahwa an keterlibatan, 2005 keuangan, maka perencanaan keuangan sampai dengan semakin baik keuangan yang yang pelaksanaan perencanaan telah diterapkan telah rencana keuangan dan bagian keuangan diterapka keuangan apakah rencana telah disusun n oleh tersebut dibuat sesuai dengan bagian dengan pendekatan kriteria keuangan kesisteman perencanaan keuangan yang baik, tetapi rencana keuangan tersebut tidak disusun secara spesifik sehingga dapat menimbulkan kesimpangsiuran . Rencana keuangan tersebut juga tidak dibuat

d. Memperole h informasi tentang kepatuhan masingmasing bidang fungsional dalam perusahaan dalam pelaksanaan sistem pengendalia n keuangan (internal)

Bukti-bukti aktivitas keuangan perusahaan seperti bukti kas bon, cek, bukti penyetoran uang ke bank, faktur penjualan, dan kartu persediaan

Jika dalam semua dokumen tersebut tidak ditemukan kesalahan otorisasi atau kesalahan prosedur, maka masing-masing bidang fungsional tersebut telah mampu mematuhi kebijakan perusahaan tentang sistem pengendalian keuangan

100
Perpustakaan Unika

3.

Mengetah ui pola struktur organisasi keuangan

Melakukan observasi pada struktur organisasi perusahaan

Bagan struktur organisasi perusahaan dan job description

menimbulkan kesimpangsiuran . Rencana keuangan tersebut juga tidak dibuat dengan pendekatan kesisteman. Jika struktur sesuai Struktur dengan prinsip organisasi PT. organisasi, maka IMI sudah baik penyusunan dan sesuai organisasi sudah dengan prinsip baik organisasi. Struktur organisasi ini juga sudah mendukung sistem pengendalian internal perusahaan, karena adanya pemisahan fungsi yang jelas, namun dalam penyusunan struktur organisasi ini tidak disertai dengan pembuatan dokumentasi job description yang jelas.

101
Perpustakaan Unika

4.

Mengetah c. Evaluasi ui sistem kekuatan pengawasan dan keuangan kelemaha perusahaan n sistem pengawas an keuangan perusahaa n

Daftar pertanyaan tentang sistem pengendalian keuangan perusahaan

Jawaban ya mengindikasikan kekuatan sistem, dan jawaban tidak mengindikasikan kelemahan sistem

Ada tiga jawaban tidak dari 57 pertanyaan yang diajukan dalam daftar pertanyaan sistem pengendalian keuangan. Hal ini berarti secara keseluruhan sistem pengendalian keuangan PT. IMI sudah baik. Salah satu kelemahan pada sistem pengendalian keuangan PT. IMI ada pada perencanaan keuangannya. PT. IMI tidak menggunakan sistem budget atau membuat proyeksi kas masuk dan kas keluar, sehingga tidak ada alat yang digunakan untuk mengontrol hasil penjualan dan biaya operasional

102
Perpustakaan Unika

d. Mencari sampel untuk diuji kebenaran jawaban dari kuesioner

Bukti-bukti dokumentasi dari transaksi keuangan

Jika pada bukti transaksi yang diambil dapat mendukung jawaban dari daftar pertanyaan, maka jawaban dalam daftar pertanyaan tersebut dapat diyakini kebenarannya

Bukti-bukti dokumentasi yang diperoleh telah dapat memperkuat jawaban dari daftar pertanyaan yang diajukan, sehingga jawaban dari kuesioner tersebut dapat diyakini kebenarannya.

2.

Tidak ditemukan kesalahan otorisasi maupun prosedur dalam sampel dokumen yang diambil dalam penelitian ini, yang berarti bahwa pihak manajemen telah berusaha dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kebijakan finansial perusahaan sebagai dukungannya dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Hasil analisis yang telah diperoleh menunjukkan bahwa bagian keuangan sudah cukup mendukung upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan, namun telah ditemukan adanya indikasi penumpukan nilai persediaan di gudang perusahaan. Mengetah Observasi dari Laporan Semakin sesuai Hasil analisis ui proses perencanaan dengan kriteria menunjukkan perencana pembuatan, keuangan tahun perencanaan bahwa an keterlibatan, 2005 keuangan, maka perencanaan keuangan sampai dengan semakin baik keuangan yang yang pelaksanaan perencanaan telah diterapkan telah rencana keuangan dan bagian keuangan diterapka keuangan apakah rencana telah disusun

e. Memperole h informasi tentang kepatuhan masingmasing bidang fungsional dalam perusahaan dalam pelaksanaan sistem pengendalia n keuangan (internal)

Bukti-bukti aktivitas keuangan perusahaan seperti bukti kas bon, cek, bukti penyetoran uang ke bank, faktur penjualan, dan kartu persediaan

Jika dalam semua dokumen tersebut tidak ditemukan kesalahan otorisasi atau kesalahan prosedur, maka masing-masing bidang fungsional tersebut telah mampu mematuhi kebijakan perusahaan tentang sistem pengendalian keuangan

103
Perpustakaan Unika

perencana an keuangan yang telah diterapka n oleh bagian keuangan

pembuatan, keterlibatan, sampai dengan pelaksanaan rencana keuangan

keuangan tahun 2005

perencanaan keuangan, maka semakin baik perencanaan keuangan dan apakah rencana tersebut dibuat dengan pendekatan kesisteman

3.

Mengetah ui pola struktur organisasi keuangan

Melakukan observasi pada struktur organisasi perusahaan

Bagan struktur organisasi perusahaan dan job description

Jika struktur sesuai dengan prinsip organisasi, maka penyusunan organisasi sudah baik

bahwa perencanaan keuangan yang telah diterapkan bagian keuangan telah disusun sesuai dengan kriteria perencanaan keuangan yang baik, tetapi rencana keuangan tersebut tidak disusun secara spesifik sehingga dapat menimbulkan kesimpangsiuran. Rencana keuangan tersebut juga tidak dibuat dengan pendekatan kesisteman. Struktur organisasi PT. IMI sudah baik dan sesuai dengan prinsip organisasi. Struktur organisasi ini juga sudah mendukung sistem pengendalian internal perusahaan, karena adanya pemisahan fungsi yang jelas, namun dalam penyusunan struktur organisasi ini tidak disertai dengan pembuatan dokumentasi job description yang

104
Perpustakaan Unika

organisasi ini tidak disertai dengan pembuatan dokumentasi job description yang jelas. 4. Mengetah e. Evaluasi ui sistem kekuatan pengawasan dan keuangan kelemaha perusahaan n sistem pengawas an keuangan perusahaa n Daftar pertanyaan tentang sistem pengendalian keuangan perusahaan Jawaban ya mengindikasikan kekuatan sistem, dan jawaban tidak mengindikasikan kelemahan sistem Ada tiga jawaban tidak dari 57 pertanyaan yang diajukan dalam daftar pertanyaan sistem pengendalian keuangan. Hal ini berarti secara keseluruhan sistem pengendalian keuangan PT. IMI sudah baik. Salah satu kelemahan pada sistem pengendalian keuangan PT. IMI ada pada perencanaan keuangannya. PT. IMI tidak menggunakan sistem budget atau membuat proyeksi kas masuk dan kas keluar, sehingga tidak ada alat yang digunakan untuk mengontrol hasil penjualan dan biaya operasional

105
Perpustakaan Unika

4.4. Menentukan Tindakan Korektif Dari hasil analisis dan penyelidikan penyimpangan pada tahapan audit ketiga diatas menunjukan adanya suatu penyimpangan pada persediaan. Jumlah persediaan yang terus meningkat dan menurunnya nilai rasio perputaran persediaan mengindikasikan adanya penumpukan persediaan digudang dan hal ini berarti manajer bagian gudang kurang dapat menjalankan manajemen persediaan yang baik. Kejadian ini dimungkinkan karena tidak adanya suatu perencanaan yang baik atas produksi dan penjualan. Menumpuknya persediaan digudang pada PT. IMI terjadi karena jumlah produksi dan jumlah penjualan yang tidak berimbang. Rekomendasi yang dapat diberikan oleh auditor adalah perusahaan harus membuat anggaran penjualan dan produksi agar diperoleh perkiraan jumlah produksi yang tepat, tetapi karena pembuatan anggaran sulit dilakukan dengan kondisi perusahaan saat ini, maka auditor menyarankan agar perusahaan mengevaluasi kembali jumlah produksi barang dengan menghitung EOQ (Economic Order Quantity) untuk barang produksi sendiri. Pembuatan batas produksi dan persediaan ini dapat dilakukan oleh manajer bagian gudang bekerjasama dengan manajer produksi dan manajer keuangan. Para manajer tersebut dapat menginvestasikan sedikit waktunya dengan menghitung EOQ untuk barang produksi sendiri dan EOQ untuk persediaan bahan baku, dengan demikian perusahaan dapat membatasi proses produksi tanpa

menumpuk persediaan atau kekurangan persediaan. Tindakan ini dirasa cukup bermanfaat karena menghitung EOQ untuk barang produksi sendiri dan bahan

106
Perpustakaan Unika

baku tidak membutuhkan banyak waktu asalkan semua data yang dibutuhkan telah tersedia, dan tindakan ini juga dapat diterapkan pada PT. IMI. Tindakan korektif lain yang dapat direkomendasikan adalah pembuatan perencanaan keuangan yang lebih spesifik berupa budget pendapatan dan pengeluaran, juga rencana produksi. Tindakan ini dilakukan agar kegiatan operasi perusahaan dapat lebih dikendalikan, karena budgeting dapat berfungsi sebagai pedoman dalam mengarahkan setiap kegiatan dalam perusahaan. Budgeting dapat dibuat secara sederhana dan tidak terlalu kompleks. Budgeting ini juga tidak perlu diubah setiap tahunnya. Pembuatan budgeting ini berfungsi sebagai pedoman saja agar para karyawan mengetahui arah dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Perusahaan tidak perlu menambah fungsi khusus untuk bidang perencanaan. Perencanaan keuangan berupa budgeting yang sederhana dapat dibuat dengan mudah menurut pedoman buku-buku akuntansi atau pedoman khusus perencanaan keuangan yang lainnya. Jika selama ini perusahaan tidak dapat menugaskan salah satu karyawannya dalam pembuatan budgeting, perusahaan dapat mengevaluasi kembali tugas masing-masing karyawan di bagian keuangan dan membuat job description secara jelas dan terdokumentasi serta dapat diterapkan dilapangan. Diharapkan dengan adanya pembenahan ini fungsi perencanaan perusahaan dapat terlaksana secara maksimal, sekaligus membuat sistem operasional perusahaan menjadi lebih sistematis.

107
Perpustakaan Unika

4.5. Melaporkan Hasil Audit Manajemen Proses audit yang dilaksanakan dalam rangka penyelesaian penelitian ini telah dilaksanakan dengan baik tanpa adanya hambatan yang cukup berarti. Pada tahapan audit manajemen yang terakhir ini auditor melaporkan semua hasil yang didapat dalam proses audit manajemen yang telah dilakukan. Laporan audit manajemen ini mencakup tentang latar belakang dan tujuan audit, ruang lingkup audit, penilaian tentang hasil analisis audit, dan ungkapan apresiasi auditor. Laporan hasil audit ini dapat dilihat pada lampiran F.

Perpustakaan Unika

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan Audit manajemen fungsi keuangan ini cukup memakan waktu yang lama, namun hasil temuan-temuan yang diperoleh selama proses audit diharapkan dapat memberi masukan bagi perusahaan. Dari hasil analisis yang dilakukan pada tahap audit ketiga, auditor mendapatkan suatu kesimpulan yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu : 1. Bagian keuangan perusahaan telah berhasil dalam mendukung upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari kinerja bagian keuangan yang diwujudkan dalam laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi). Hasil analisis dari rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan PT. IMI menunjukkan bahwa manajemen PT. IMI telah mampu meningkatkan perolehan laba, sehingga dapat disimpulkan bahwa bagian keuangan PT. IMI telah berhasil mendukung upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan. Dukungan terhadap pencapaian sasaran finansial perusahaan juga terwujud dalam kepatuhannya menjalankan sistem pengendalian keuangan perusahaan. 2. Perencanaan keuangan yang menjadi salah satu fungsi bagian keuangan ternyata tidak terlaksana secara maksimal. Penggunaan keuangan dalam perusahaan masih tidak terarah dengan baik sehingga memungkinkan terjadinya pemborosan penggunaan dana perusahaan. Kegagalan bagian

Perpustakaan Unika

keuangan dalam fungsi perencanaan ini juga mengakibatkan adanya indikasi penimbunan persediaan dalam gudang perusahaan. 3. Struktur organisasi perusahaan telah disusun dengan baik dan sesuai dengan prinsip organisasi. Perusahaan menggunakan struktur organisasi

tersentralisasi yang memudahkan perusahaan dalam mengendalikan seluruh kegiatan operasi perusahaan. Tidak ditemukan masalah dalam penyusunan dan pengelolaan organisasi PT. IMI, sehingga dapat dikatakan bahwa struktur organisasi PT. IMI sudah baik. 4. Pada sistem pengendalian keuangan PT. IMI belum dapat dikatakan baik. Ada syarat sistem pengendalian keuangan yang belum dipenuhi oleh PT. IMI, yaitu tentang desain dokumen yang belum mempunyai nomor urut tercetak.

5.2. Saran Hasil audit manajemen dalam penelitian ini telah menyebutkan bahwa bagian keuangan PT. IMI belum melaksanakan fungsi perencanaannya dengan maksimal. PT. IMI juga tidak mempunyai Job Description yang jelas dan tertulis, oleh sebab itu ada beberapa saran yang ingin diberikan kepada perusahaan, sebagai berikut : 1. Sebaiknya fungsi perencanaan pada bagian keuangan dilaksanakan secara maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pembuatan kembali anggaran keuangan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengontrol penggunaan kas.

Perpustakaan Unika

2.

Pembuatan proyeksi arus kas masuk dan keluar dirasa perlu dilakukan sebagai sistem kontrol atas kas sehingga tidak terjadi pemborosan dana dalam perusahaan.

3.

Evaluasi kembali sistem persediaan, agar perputaran persediaan meningkat dan tidak terjadi penimbunan persediaan.

4.

Menghitung EOQ (Economic Order Quantity) untuk barang yang diproduksi sendiri dan EOQ untuk persediaan bahan baku. Hal ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan persediaan di gudang.

5.

Susun uraian Job Description secara jelas dan tertulis, sehingga masingmasing bagian dalam struktur organisasi perusahaan mengerti tugasnya dengan jelas.

6.

Pembuatan kembali desain dokumen yang sehat dengan cara menambahkan nomor urut tercetak.

Perpustakaan Unika

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 1993. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi kelima. Yogyakarta : BPFE. Cooper, Donald . R. dan C. William Emory. 1996. Metode Penelitian Bisnis. Jilid 1. Edisi kelima. jakarta : Erlangga. Herbert, Leo. 1997. Auditing The Performance Of Management. Belmont, California : Lifetime Learning Publications. Husnan, Suad dan Enny P. 2002. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi ketiga. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Kuncoro, M. 2003. MetodeRiset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga. Mulyadi. 2002. Auditing. Edisi keenam. Cetakan pertama. Jakarta : Salemba Empat. Nasehatun, Apandi. 1999. Budget & Control Sistem Perencanaan dan Pengendalian Terpadu. Jakarta : PT. Grasindo. Salim, P. dan S. Yenny. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta : Modern English Press. Sawir, Agnes. 2001. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Setyawan, J. 1988. Pemeriksaan Kinerja (performance auditing). Edisi pertama. Yogyakarta : BPFE Angota IKAPI. Siagian, S. P. 1997. Audit Manajemen. Jakarta : PT.Bumi Aksara.

Perpustakaan Unika

Sundjaja S. R. dan Inge B. 2003. Manajemen Keuangan Satu. Jakarta : Literata Lintas Media. Supriyono, R. A. 2000. Sistem Pengendalian Manajemen. Yogyakarta : BPFE. Susilo, Willy. 2002. Audit SDM. Jakarta : PT.Varqistatama Binamega. Tunggal, A. W. 1992. Management Audit suatu pengantar. Jakarta : Pt Rineka Cipta. ___________. 1994. Auditing Suatu Pengantar. Jakarta : PT.Rineka Cipta. ___________. 1997. Dasar-Dasar Pemeriksaan Operasional. Jakarta : PT.Rineka Cipta anggota IKAPI. ___________. 2001. Audit Operasional (suatu pengantar). Jakarta : Harvarindo. Van Horne, C. 1986. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi kelima. Jilid 1. Terjemahan Junis Tirok. Jakarta : Erlangga. Wetson, F dan Eugene, F. B. 1993. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jilid 1. Edisi kesembilan. Jakarta : Erlangga. Wetson, F dan Thomas E. C. 1994. Manajemen Keuangan. Jilid 1. Edisi kedelapan. Jakarta : Erlangga. Wilkinson, Joseph W. 1992. Sistem Akuntansi dan Informasi. Edisi kedua. Jilid pertama. Terjemahan Marianus Sinaga. Jakarta : Erlangga.

Wursanto. 1987. Pokok-pokok Perencanaan. Yogyakarta : Kanisius.

Perpustakaan Unika

LAMPIRAN A

Perpustakaan Unika

LAMPIRAN B

Perpustakaan Unika

LAMPIRAN C

Perpustakaan Unika

LAMPIRAN D

Perpustakaan Unika

LAMPIRAN E

Perpustakaan Unika

LAMPIRAN F

Perpustakaan Unika

Kuesioner Sistem Pengendalian Keuangan Perusahaan

Pertanyaan 1. Umum a. Apakah perusahaan berjalan dengan baik? b. Apakah perusahaan melaporkan keuntungan lima tahun terakhir? c. Apakah perusahaan memiliki struktur organisasi yang diikuti di lapangan? d. Apakah perusahaan memiliki bagian / fungsi akuntansi / pembukuan? e. Apakah hubungan perusahaan dengan bank atau lembaga keuangan lainnya baik (tidak pernah ada masalah)? f. Apakah kebijakan keuangan yang sudah diterapkan perusaahan tidak pernah mengakibatkan masalah yang serius? g. Apakah direktur merasa puas pada kejujuran stafnya? h. Apakah dilakukan audit keuangan secara periodik? i. Apakah dilakukan sistem review / pemeriksaan independen atas kinerja secara periodik? j. Apakah dokumentasi semua catatan keuangan disimpan dengan rapi? k. Apakah semua dokumentasi tersebut dapat dengan mudah ditemukan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan? l. Apakah semua formulir / bukti-bukti transaksi keuangan perusahaan bernomor urut tercetak? 2. Akuntansi a. Apakah ada catatan akuntansi yang dibuat terus dan ditutup tiap bulan? b. Apakah digunakan bagan perkiraan atau buku-buku sejenis? c. Apakah manajemen menggunakan sistem budget atau target (kendatipun sederhana) dalam mengontrol hasil penjualan dan biaya operasional? d. Apakah dibuat perkiraan mengenai proyeksi kas masuk dan keluar? e. Apakah laporan bulanan diberikan kepada direktur? f. Apakah direktur memberikan perhatian secara langsung dan aktif terhadap masalah keuangan? g. Apakah tersedia laporan mengenai keuangan dalam bentuk apapun? h. Apakah dana pribadi dan dana perusahaan dipisahkan?

Ya

Tidak

Perpustakaan Unika

i. 3.

4.

5.

6.

Apakah perusahaan memiliki laporan / catatan / buku sebagai dasar audit? Penerimaan Kas a. Apakah sudah ada sistem control yang memadahi dalam penerimaan kas? b. Apakah ada pemisahan fungsi antara penerimaan, pencatatan ,dan penyimpanan kas? c. Apakah dibuat catatan tentang daftar penerimaan kas? d. Apakah daftar penerimaan tersebut ditelusuri ke jurnal penerimaan kas? e. Apakah penelusuran tersebut dilakukan secara rutin? f. Apakah penerimaan uang disetor langsung ke bank? g. Apakah ada prosedur yang diikuti dalam transaksi penerimaan kas? Pengeluaran Kas a. Apakah sebelum kas dikeluarkan harus melalui voucher atau bukti persetujuan atasan? b. Apakah bukti pengeluaran kas yang telah disetujui diberi tanda lagi ketika telah diuangkan? c. Apakah sewaktu cek ditandatangani didukung oleh bukti penggunaan cek? d. Apakah cek tidak ditandatangani jika belum diisi? e. Apakah cek yang batal dirobek atau ditandai? f. Apakah terdapat sistem pengendalian dan otorisasi yang memadahi terhadap pengeluaran kas? g. Apakah staf membuat rekonsiliasi bank secara periodik? h. Apakah ada catatan / pembukuan cek atau slip cek disimpan? Penjualan dan Penagihan a. Apakah ada catatan tentang penjualan? b. Apakah saldo piutang dikonfirmasi secara periodik baik surat atau media lain? c. Apakah kualitas piutang tergolong tidak mengalami masalah, misalnya macet? d. Apakah prosedur penghapusan piutang macet harus melalui pemilik atau manajer? Persediaan a. Apakah ada gudang persediaan yang khusus dan aman? b. Apakah ada catatan, kartu, buku persediaan? c. Apakah laporan mengenai data persediaan digudang dibuat secara periodik? d. Apakah ada pengecekan kebenaran persediaan secara periodik?

Perpustakaan Unika

e. Apakah ada review persediaan misalnya melihat yang rusak atau yang hilang secara periodik? 7. Aktiva Tetap a. Apakah pemilikan aktiva tetap dipisah antara perusahaan dengan pemilik? b. Apakah ada catatan mengenai aktiva tetap? c. Apakah ada penyusutan perusahaan? d. Apakah ada ketentuan kapitalisasi dan atau pembiayaan? 8. Pembelian a. Apakah perusahaan memiliki prosedur baku tentang persediaan? b. Apakah setiap pembelian melalui persetujuan manajer? c. Apakah pembelian dilakukan setelah melalui usulan dari pihak yang memerlukan? d. Apakah ada pemisahan fungsi antara yang melakukan order pembelian dengan fungsi penerimaan barang? e. Apakah hutang dicek dan dikonfirmasi secara periodik? f. Apakah ada pencatatan mengenai pembelian? g. Apakah catatan tersebut disimpan dengan rapi sehingga mudah ditemukan apabila dibutuhkan?

Perpustakaan Unika

JOB DESCRIPTION
i. Direktur Utama Memimpin seluruh kegiatan manajer bawahan untuk mencapai tujuan perusahaan Menjalankan komisaris Melakukan koordinasi dengan manajer-manajer bagian dan memberikan wewenang kusus, serta meminta pertanggung jawaban dalam pelaksanaan kerja harian Selalu berkomunikasi dengan manajer lain untuk mengetahui apakah kebijakasanaan perusahaan telah dijalankan dengan sebagaimana mestinya Meminta saran-saran dan tindakan antisipasi dari manajer lain untuk mngetahui apakah kebijaksanaan perusahaan telah dijalankan dengan sebagaimana mestinya Menandatangani surat-surat perjanjian, giro bilyet, cek, kas, bon, dan memeriksa laporan keuangan secara berkala j. Manajer Personalia Melaksanakan penyelidikan, penyimpulan, dan mengemukakan bahanbahan ketata personaliaan yang telah ada dan yang akan digariskan oleh pimpinan perusahaan Mengusulkan penambahan atau pengurangan pegawai Melakukan tes dan menyeleksi pengangkatan pegawai Membuat catatan prestasi pegawai yang meliputi kedisiplinan, kecakapan, dan penampilannya kebijaksanaan-kebijaksanaan yang digariskan dewan

Perpustakaan Unika

k. Manajer Produksi Menandatangani laporan-laporan produksi Mengadakan rapat dengan bawahan untuk membicarakan masalah yang timbul dan mencari jalan keluarnya Bertanggung jawab terhadap penyediaan barang yang cukup sesuai dengan permintaan pasar menurut standar kualitas yang telah ditentukan dengan efisensi kerja maksimal l. Manajer Bagian Gudang Bertanggung jawab atas persediaan yang ada di gudang Menentukan jumlah maksimum dan minimum setiap jenis barang yang ada di gudang Menandatangani dokumen-dokumen permintaan dan penerimaan barang (persediaan) Mengecek penerima barang dari pemasok dan mencocokannya dengan order pembelian Secara insidentil melakukan perhitungan secara fisik atas sisa barang yang ada di gudang Mengatur dan menentukan tempat penyimpanan barang (lay out gudang) m. Manajer Pemasaran Melakukan penilaian tugas dan prestasi bawahaannya untuk mengembangkan karier dan kesejahteraan Melaksanakan rapat bulanan dengan bawahan untuk menganalisa kemajuan yang telah dicapai dengan menetapkan langkah-langkah yang akan diambil bulan berikutnya Bertanggung jawab atas semua laporan penjualan yang dilakukan oleh bagian pemasaran Membuat rencana penjualan untuk diajukan kepada direktur utama dan memberikan laporan hasil penjualan, perkembangan jumlah penjualan, dan promosi perusahaan

Perpustakaan Unika

Bertanggung jawab kepada tingkat pengelola pasar, tingkat penjualan, dan penagihan penjualan n. Manajer Keuangan Mengawasi ketertiban penggunaan sistem dan prosedur akuntansi yang ditentukan Bekerjasama dengan departemen lain untuk mewujudkan kelancaran kerja dan menyampaikan tujuan finansial perusahaan Berkonsultasi dengan direktur utama terhadap rencana pengeluaran yang tidak wajar atau penyimpangan dari budget apabila ada kelebihan atau kekurangan Bertanggung jawab terhadap laporan-laporan yang berhubungan dengan sistem dan prosedur akuntansi Menyetujuai pengeluaran kas yang sesuai dengan syarat otorisasi yang berlaku 7. Personalia Menyiapkan daftar gaji dan upah serta membagikannya kepada yang berhak Merupakan penghubung antara personalia dan organisasi perburuhan 8. Kepala Keamanan (Satpam) Mengkoordinasi seluruh satpam yang ada Bertanggung jawab atas keamanan seluruh lingkungan perusahaan dan keamanan aktiva perusahaan dari kemungkinan hilang atau rusak 9. Produksi Memproduksi barang sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan Bertanggung jawab atas semua hasil produksi

Perpustakaan Unika

10. Pengepakan Mengepak seluruh barang hasil produksi 11. Pembelian Bertanggung jawab untuk melaksanakan pembelian sesuai dengan permintaan Berhak menunjuk pemasok barang Menganalisis data pemasok dan pelaksanaan kerjanya 12. Gudang Bertanggung jawab atas keamanan lingkungan gudang dan aktiva perusahaan dari kemungkinan hilang, rusak, atau gangguan lain Mengevaluasi masuk dan keluarnya barang di gudang Mengajukan permintaan pembelian bila sisa barang yang ada di gudang mendekati batas minimum Menghitung barang yang diterima dari pemasok secara fisik dengan teliti dan menyimpan pada tempat yang telah disediakan Secara rutin memeriksa kondisi fisik barang dan mencocokkannya dengan kartu persediaan 13. Perwakilan Jakarta, Semarang, Surabaya Bertanggung jawab atas penjualan pada daerah yang menjadi wewenangnya Melaksanakan rencana penjualan yang telah ditentukan oleh perusahaan 14. Kasir Bertanggung jawab atas arus kas perusahaan Membuat laporan rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran kas Menyerahkan seluruh penerimaan kas kapada manajer keuangan untuk disetor ke bank

Perpustakaan Unika

Menyimpan dan mempertanggung jawabkan sisa uang yang ada di perusahaan 15. Administrasi (Akuntansi) Mengumpulkan catatan seluruh transaksi yang terjadi di perusahaan Melakukan rekonsiliasi bank Menyiapkan laporan keuangan secara berkala 16. Satpam Menjaga keamanan lingkungan perusahaan dan aktiva perusahaan Menyeleksi tamu yang berkunjung ke perusahaan 17. Salesman Aktif mencari pelanggan baru Menerima dan mengantarkan order pembelian dari pelanggan

Perpustakaan Unika

Laporan Audit Manajemen Fungsi Keuangan PT. IMI

Audit manajemen fungsi keuangan pada PT. IMI ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja bagian keuangan PT. IMI. Audit manajemen ini didasari oleh tidak maksimalnya bagian keuangan dalam melaksanakan fungsi perencanaan. Audit manajemen fungsi keuangan dilakukan atas operasi bagian keuangan yang berupa pencatatan keuangan perusahaan, perencanaan keuangan, dan kegiatan pengendalian keuangan perusahaan. Proses audit dilakukan dalam waktu satu bulan dengan pertimbangan agar tidak mengganggu jalannya operasi perusahaan dalam jangka waktu yang lama. Audit manajemen fungsi keuangan ini mempunyai empat obyek audit sebagai sasaran pemeriksaan, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, struktur organisasi, dan

pengendalian keuangan perusahaan. Ruang lingkup pemeriksaan dibatasi pada : a) Pemeriksaan pada upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan, karena auditor dapat memperoleh informasi melalui observasi dan wawancara mengenai tercapai tidaknya sasaran finansial perusahaan dan apakah fungsi keuangan telah bersungguh-sungguh untuk berusaha agar dapat mencapai sasaran tersebut, juga kegiatan apa saja yang dilakukan dalam rangka pencapaian sasaran tersebut. b) Pemeriksaan pada perencanaan keuangan yang selama ini dipakai. Pakah perencanaan tersebut sudah disusun sesuai dengan kriteria perencanaan yang baik, karena perencanaan keuangan yang mantap akan menghasilkan

Perpustakaan Unika

aktivitas keuangan yang lebih terarah dan dapat diprediksi dan juga akan dapat lebih siap dengan alternatif keputusan jika ada permasahan yang terjadi. c) Pemeriksaan terhadap susunan organisasi, agar auditor dapat mengetahui bagaimana pola penyusunan organisasi apakah sudah disusun berdasarkan dengan prinsip organisasi. d) Pemeriksaan sistem pengendalian keuangan yang meliputi pengendalian terhadap aktiva perusahaan, termasuk didalamnya kas, persediaan, dan aktiva tetap. Akan tetapi yang paling menjadi fokus perhatian utama untuk diperiksa sistem pengendaliannya adalah kas dan persediaan, sedangkan untuk aktiva tetap tidak diperiksa secara mendetail karena dinilai tidak memiliki resiko bawaan setinggi kas dan persediaan. Pemeriksaan terhadap kas, persediaan, dan aktiva tetap perusahaan dilakukan untuk menguji sistem pengendaliannya, apakah dengan sistem pengendalian yang dilakukan perusahaan selama ini dapat betul-betul mampu menjaga keamanan aktiva tersebut atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan, kemudian memperbandingkannya dengan kriteria prinsip-prinsip pengendalian dalam sistem informasi akuntansi, juga dilakukan pencarian bukti-bukti pendukung dari hasil temuan. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, menemukan bahwa bagian keuangan telah berhasil memberikan dukungannya terhadap upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan. Dukungan ini terwujud dalam laporan keuangan yang menunjukkan hasil analisis rasio-rasio keuangan relatif baik, dan kepatuhan

Perpustakaan Unika

bagian keuangan dalam menjalankan instruksi perusahaan mengenai sistem pengendalian keuangan perusahaan. Perencanaan keuangan yang menjadi salah satu fungsi bagian keuangan ternyata tidak dilaksanakan secara maksimal. Idealnya perencanaan keuangan silakukan secara periodik dengan sistem peramalan yang tepat, namun bagian keuangan tidak dapat membuat perencanaan secara mendetail karena kurangnya waktu dan sumber daya. Saran yang dapat diberikan adalah perusahaan dapat membuat sistem budget yang sederhana sebagai pedoman aktivitas perusahaan. Budget ini dapat dibuat oleh salah satu karyawan di bagian keuangan, perusahaan tidak perlu lagi menambah jumlah karyawan khusus untuk perencanaan, akan tetapi perusahaan harus mengevaluasi kembali job descripton bagian keuangan sehingga karyawan mengetahui tugasnya dengan pasti. Tidak adanya perencanaan termasuk perencanaan jumlah persediaan telah mengakibatkan adanya indikasi penumpukan persediaan di gudang yang ditandai dengan meningkatnya nilai persediaan yang tercantum dalam neraca, sedangkan hasil rasio perputaran persediannya semakin rendah. Hal ini dapat diatasi dengan pembuatan perencanaan jumlah persediaan dengan menghitung nilai EOQ (Economic Order Quantity) untuk barang yang diproduksi sendiri dan EOQ untuk persediaan bahan baku. Dengan hasil dari EOQ perusahaan dapat memperkirakan jumlah produksi per hari dan tingkat penjualan per hari, sehingga jumlah persediaan di gudang tidak mengalami penumpukan. Pada struktur organisasi perusahaan dan pengendalian keuangan, sistemnya sudah baik. Penyusunan struktur organisasi sudah baik dan sesuai dengan prinsip

Perpustakaan Unika

organisasi serta sudah ada sistem otorisasi dan pemisahan fungsi yang bagus. Sistem otorisasi dalam struktur organisasi perusahaan juga mendukung dan berkaitan dengan sistem pengendalian keuangan yang baik. Yang dinilai dalam sistem pengendalian keuangan perusahaan sebenarnya lebih ditekankan pada pelaksanaan sistem itu sendiri, apakah sistem pengendalian keuangan perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik dalam operasi perusahaan atau belum; apakah dalam sistem tersebut masih ada celah untuk melakukan suatu tindak kecurangan atau tidak. Pengisian daftar pertanyaan oleh manajer bagian keuangan telah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa sistem pengendalian keuangan perusahaan sudah bagus. Kesimpulan ini juga didukung dengan bukti-bukti rekomendasi yang terlampir. Meskipun daftar pertanyaan ini tidak dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh terhadap suatu prosedur atau sistem pengendalian keuangan perusahaan, namun tetap dapat memberikan informasi yang diperlukan sehubungan dengan sistem pengendalian keuangan perusahaan. Kesimpulan secara umum yang dapat diambil adalah bahwa perusahaan telah dapat beroperasi dengan baik dan tetap dapat terus bertahan bahkan berkembang dalam kondisi perekonomian indonesia yang tidak stabil. Bagian keuangan juga telah melaksanakan sebagian besar fungsinya dengan maksimal. Kondisi keuangan perusahaan secara umum tidak mengalami masalah yang cukup serius, namun tetap perlu memperhatikan masalah perencanaan terutama pada perencanaan jumlah persediaan.

Perpustakaan Unika

Auditor telah melaksanakan seluruh proses audit manajemen ini dengan baik tanpa adanya suatu hambatan yang berarti, dan semuanya itu tidak lepas dari dukungan semua pihak di PT. IMI, terutama bagian keuangan yang telah menyambut pelaksanaan audit dengan tangan terbuka. Tak lupa auditor mengucapkan terimakasih kepada Direktur utama PT. IMI, Manajer keuangan PT. IMI, dan seluruh staff dan karyawan PT. IMI atas segala kerjasama yang diberikan selama proses audit.

Perpustakaan Unika

Perencanaan Tahun 2005

Tujuan : Pemadatan biaya produksi Meningkatkan penjualan

Upaya : Mencari pemasok dengan penawaran yang lebih rendah di daerah jateng Meningkatkan kualitas barang produksi Mencari pelanggan baru di daerah jatim

Penanggung jawab : Mencari pemasok baru : Manajer bagian gudang Peningkatan kualitas produk : Manajer produksi Mencari pelanggan baru : Manajer pemasaran & kantor perwakilan surabaya

Perpustakaan Unika

C.

Struktur Organisasi Perusahaan Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. IMI Direktur Utama

Manajer Bagian Personalia

Manajer Bagian Produksi

Manajer Bagian Gudang

Manajer Bagian Pemasaran

Manajer Bagian Keuangan

Personalia

Keamanan

Produksi

Pengepakan

Pembelian

Gudang

Perwakilan Jakarta

Perwakilan Semarang

Perwakilan Surabaya

Kasir

Administrasi

Satpam

Salesman

Salesman

Salesman

Perpustakaan Unika

PT. Indonesia Miki Industries Neraca Tahun 2002

Aktiva Aktiva Lancar : Kas Kas di Bank Piutang Dagang Piutang Lain-lain Piutang Aviliasi Persediaan Biaya dibayar di muka Total Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar : Aktiva Tetap Penyusutan Total Aktiva Tidak Lancar Total Aktiva 125.750.000 1.830.340.210 736.500.000 342.890.230 271.196.150 1.005.320.000 27751.000 4.339.747.590 2.151.720.000 (229.630.000) 1.922.090.000 6.261.837.590

Pasiva Pasiva Lancar : Hutang Usaha Hutang Pajak Hutang Aviliasi Biaya yang masih harus dibayar Total Pasiva Lancar Modal Laba yang ditahan Laba tahun berjalan 624.570.300 30.402.772 447.818.230 1.653.428.600 2.756.219.902 2.650.800.000 725.316.888 129.500.800

Total Pasiva

6.261.837.590

Perpustakaan Unika

PT. Indonesia Miki Industries Neraca Tahun 2003

Aktiva Aktiva Lancar : Kas Kas di Bank Piutang Dagang Piutang Lain-lain Piutang Aviliasi Persediaan Biaya dibayar di muka Total Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar : Aktiva Tetap Penyusutan Total Aktiva Tidak Lancar Total Aktiva 100.625.000 1.981.420.631 723.956.350 371.357.025 242.187.380 1.264.633.250 27.751.000 4.711.930.636 2.151.720.000 (459.260.000) 1.692.460.000 6.404.390.636

Pasiva Pasiva Lancar : Hutang Usaha Hutang Pajak Hutang Aviliasi Biaya yang masih harus dibayar Total Pasiva Lancar Modal Laba yang ditahan Laba tahun berjalan 513.974.125 41.214.340 496.731.560 1.652.648.915 2.704.568.940 2.650.800.000 854.817.688 194.204.008

Total Pasiva

6.404.390.636

Perpustakaan Unika

PT. Indonesia Miki Industries Neraca Tahun 2004

Aktiva Aktiva Lancar : Kas Kas di Bank Piutang Dagang Piutang Lain-lain Piutang Aviliasi Persediaan Biaya dibayar di muka Total Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar : Aktiva Tetap Penyusutan Total Aktiva Tidak Lancar Total Aktiva 130.458.000 2.075.420.631 863.716.800 310.850.025 281.527.000 1.382.430.520 27.751.000 5.072.153.706 2.151.720.000 (688.890.000) 1.462.830.000 6.534.983.706

Pasiva Pasiva Lancar : Hutang Usaha Hutang Pajak Hutang Aviliasi Biaya yang masih harus dibayar Total Pasiva Lancar Modal Laba yang ditahan Laba tahun berjalan 475.846.000 56.327.133 502.716.085 1.557.102.517 2.591.991.735 2.650.800.000 1.049.021.696 243.170.275

Total Pasiva

6.534.983.706

Perpustakaan Unika

PT. Indonesia Miki Industries Laporan Laba Rugi Tahun 2002

Penjualan HPP Laba Kotor Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Laba Bersih (EBIT) Beban Bunga Laba Bersih sebelum Pajak Pajak Penghasilan Laba Bersih

2.271.477.000 1.913.032.800 358.444.200 64.371.000 38.626.200 255.447.000 88.303.000 167.144.000 37.643.200 129.500.800

Perpustakaan Unika

PT. Indonesia Miki Industries Laporan Laba Rugi Tahun 2003

Penjualan HPP Laba Kotor Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Laba Bersih (EBIT) Beban Bunga Laba Bersih sebelum Pajak Pajak Penghasilan Laba Bersih

2.311.850.000 1.857.360.700 454.488.300 73.163.400 40.541.800 340.793.100 81.205.942 259.577.158 65.373.150 194.204.008

Perpustakaan Unika

PT. Indonesia Miki Industries Laporan Laba Rugi Tahun 2004

Penjualan HPP Laba Kotor Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Laba Bersih (EBIT) Beban Bunga Laba Bersih sebelum Pajak Pajak Penghasilan Laba Bersih

2.415.380.000 1.884.577.475 530.802.525 79.280.300 43.852.630 407.669.595 78.140.620 329.528.975 86.358.700 243.170.275

Perpustakaan Unika

Analisis Laporan Keuangan PT.IMI


1 Rasio Likuiditas a) Rasio Lancar = 2002 2003 2004

Aktiva Lancar Pasiva Lancar

RL =

4.339.747.590 = 1,57 2.756.219.902

RL =

4.711.930.636 = 1,74 2.704.568.940

RL =

5.072.153.706 = 1,96 2.591.991.735

b) Rasio Cepat

Aktiva Lancar persediaan = Pasiva Lancar

4.339.747.590 1.005.320.000 RC = 2.756.219.902 = 3.334.427.590 = 1,21 2.756.219.902

4.711.930.636 1.264.633.250 RC = 2.784.568.940 = 3.447.297.386 = 1,21 2.784.568.940

5.072.153.706 1.382.430.250 RC = 2.591.991.735 = 3.689.723.456 = 1,42 2.591.991.735

Rasio Leverage a) Total Hutang terhadap Aktiva Rasio Hutang =

Total Hutang Total Aktiva

RH =

2.756.219.902 = 44% 6.261.837.590

RH =

2.784.568.940 = 43% 6.404.390.636

RH =

2.591.991.735 = 40% 6.534.983.706

b) Laba terhadap beban bunga Rasio Penutupan =

EBIT Beban Bunga

RP =

255.447.000 = 2,89 88.303.000

RP =

340.793.100 = 4,20 81.205.942

RP =

407.669.595 = 5,22 78.140.620

Perpustakaan Unika

Rasio Aktivitas a) Perputaran Persediaan PP =

Penjualan Persediaan

PP =

2.271.477.000 = 2,26 1.005.320.000

PP =

2.311.850.000 = 1,83 1.264.633.250

PP =

2.415.380.000 = 1,75 1.382.430.250

b) Periode Penagihan rata-rata Penjualan Per hari

Penjualan Tahunan = 360 Piutan g PPR = Penjualan Per Hari


c) Perputaran Aktiva Tetap PAT =

PPH =

2.271.477.000 360 = 6.309.658 1.350.586.380 6.309.658 = 214,05 Hari

PPH =

2.311.850.000 360 = 6.421.806 1.337.500.755 6.421.806 = 208,27 Hari

PPH =

2.415.380.000 360 = 6.709.389 1.456.093.825 6.709.389 = 217,02 Hari

PPR =

PPR =

PPR =

Penjualan Aktiva Tetap Bersih

PAT =

2.271.477.000 = 1,18 1.922.090.000

PAT =

2.311.850.000 = 1,37 1.692.460.000

PAT =

2.415.380.000 = 1,65 1.462.830.000

d) Perputaran Total Aktiva PTA =

PTA =

Penjualan Total Aktiva

2.271.477.000 = 0,36 6.261.837.590

PTA =

2.311.850.000 = 0,36 6.404.390.636

PTA =

2.415.380.000 = 0,37 6.534.903.706

Perpustakaan Unika

Rasio Profitabilitas a) Marjin Laba atas Penjualan Marjin Laba =

Laba Bersih Penjualan

ML =

129.500.800 = 6% 2.271.477.000

ML =

194.204.008 = 8% 2.311.850.000

ML =

243.170.275 = 10% 2.415.380.000

b) Hasil Pengembalian atas total aktiva (ROA) ROA =

Laba Bersih + Bunga (1 Pajak ) Total Aktiva

129.500.800 + 88.303.000(1 30% ) ROA = 6.261.837.590 191.312.900 = = 3% 6.261.837.590

194.204.008 + 81.205.945(1 30% ) ROA = 6.404.390.636 251.048.170 = = 4% 6.404.390.636

243.170.275 + 78.140.620(1 30% ) ROA = 6.534.983.706 297.868.715 = = 5% 6.534.983.706

c) Hasil Pengembalian atas Modal (ROI) ROI =

ROI =

129.500.800 = 5% 2.650.800.000

ROI =

194.204.008 = 7% 2.650.800.000

ROI =

243.170.275 = 9% 2.650.800.000

Laba Bersih Modal