Anda di halaman 1dari 6

PEMURNIAN

Muhammad Hilyan Ramadhiansyahr 133020179 Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan ABSTRAK
Pemurnian merupakan suatu proses memurnikan suatu campuran untuk mendapatkan zat-zat murni. Oleh karena itu apabila kita menginginkan suatu hasil yang murni, maka perlu diadakan atau dilakukan suatu proses pemurnian. Teknik pemisahan dan pemurniaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu, filtrasi, dekantasi, penukar ion, destilasi, ekstraksi, dan rekristalisasi. Tujuan dari percobaan pemurniaan adalah untuk memisahkan campuran zat agar mendapatkan zat-zat murni dengan membandingkan filtrat dan sentrat, juga dapat memisahkan kembali suatu zat dari campuran cair dan padat agar diperoleh suatu keadaan yang murni. Prinsip percobaan pemurnian adalah berdasarkan ukuran partikel dari campuran zat cair dengan zat padat dengan berbagai cara. Pertama filtrasi adalah proses pemurnian senyawa berdasarkan ukuran partikel. Sentrifugasi adalah proses pemurnian berdasarkan berat jenis. Rekristalisasi adalah proses pengkistralan kembali dengan cara pemanasan dan pendinginan.

Key words : Pemurniaan PENDAHULUAN Pemurnian digunakan untuk memisahkan zat tertentu dari pengaruh zat lain yang mengotorinya untuk menjadi keadaan murni. Agar didapatkan zat murni dengan membandingkan filtrat dan sentrat. Campuran suatu larutan dapat dipisahkan melalui caracara fisis pemurnian didasarkan pada perbedaan ukuran partikel sifat titik didih, titik beku, daya larutan dan daya serap komponen campuran (Sutrisno,2011) Tujuan dari percobaan pemurniaan adalah untuk memisahkan campuran zat agar mendapatkan zat-zat murni dengan membandingkan filtrat dan sentrat, juga dapat memisahkan kembali suatu zat dari campuran cair dan padat agar diperoleh suatu keadaan yang murni Prinsip percobaan pemurnian adalah berdasarkan ukuran partikel dari campuran zat cair dengan zat padat dengan berbagai cara : 1. Filtrasi adalah proses pemurnian senyawa berdasarkan ukuran partikel. 2. Sentrifugasi adalah proses pemurnian berdasarkan berat jenis 3. Rekristalisasi adalah proses pengkistralan kembali dengan cara pemanasan dan pendinginan. METODELOGI Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan pemurniaan ini adalah gelas kimia, gelas ukur, pipet tetes, corong, kertas saring, tabung sentrifuge, tabung reaksi, alat sentrifuge, cawan, bunsen, kaki tiga, kawat kasa, batang pengadu, tankrus dan botol semprot Bahan yang digunakan saat percobaan pemurnian adalah H2O, CaO, NaCl, CuSO4, Yod, dan CHCl3

Metode Percobaan

Gambar 1. Metode Percoaan Filtrasi dan Sentrifugasi

Gambar 1. Metode Percobaan Rekristalisasi

Gambar 1. Metode Percobaan Ekstraksi HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Filtrasi dan sentrifugasi Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan didapat hasil pengamatan sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Pengamatan Filtrasi dan Senrifugasi No 1. 2. Pengamatan Filtrasi Sentrifugasi Hasil 1. Tabel 2. Hasil Pengamatan Ekstraksi No Pengamatan Ekstraksi Hasil Terbentuk dua fase, fase atas berwarna bening, dan fase bawah berwarna ungu.

Filtrat bening Sentrat lebih jernih di bandingkan filtrat (Muhammad Hilyan R, 133020179, meja 13, kelompok G, tahun 2013) Ekstraksi Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan didapat hasil pengamatan sebagai berikut :

(Muhammad Hilyan R, 133020179, meja 13, kelompok G, tahun 2013)

Rekristalisasi Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan didapat hasil pengamatan sebagai berikut : Tabel 3. Hasil Pengamatan Rekristalisasi No Pengamatan NaCl + 50 ml H2O Hasil Warna : Putih Bentuk : Kristal, kubus Gambar :

lolos dari medium tersebut (kertas saring). Secara teori seharusnya sentrat lebih bening dibandingkan filtrat karena sentrat merupakan hasil percobaan dari sentrifugasi yang berdasarkan berat jenis sedangkan filtrat merupakan hasil dari percobaan filtrasi yang berdasarkan ukuran partikel. Aplikasi filtrasi dalam bidang pangan adalah untuk memisahkan minyak,pemisahan bakteri dari air, kliring jus buah, anggur dan bir.Sentrifugasidigunakan dalam pengolahan minyak kelapa. (Anonim, 2012) Berdasarkan hasil percobaan sampel yang diamati adalah NaCl dan CuSO4.Bentuk Kristal dari NaCl yaitu berbentuk kotak atau seperti kubus yang berwarna putih sedangkan bentuk dari CuSO4 yaitu berbentuk seperti jarum berwana biru. Faktor Kesalahan pada percobaan rekristalisasi ini tidak larutnya CuSO4 pada saat pengadukan yang menyebabkan kedua zat tersebut tidak larut. Rekristalisasi dilakukan untuk memisahkan zat padat dari larutannya, dengan jalan menguapkan pelarutnya. Rekistralisasai dapat dilakukan dengan pemanasan atau pendinginan. Kristalkristaldapat dibagi dalam jenis yang jelas, yang masing - masing dibedakan oleh sifat tertentu . Jenis dan sifat kristal tersebut diantaranya adalah kristal molekular, kristalionic, kristal kovalen, dan kristallogam (Brady, 1987). Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada duacara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan. Apabila larutan tidak cukup pekat, dapat dipekatkan lebih dahulu dengan jalan penguapan, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan melalui kristalisasi diperoleh zat padatyang lebih murni karena komponen larutan yang lainnya yang kadarnya lebihkecil tidak ikut mengkristal (Rahayu, 2012). Perbedaan kristalisasi dan rekristalisasi adalah prinsip dasar dari proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang dimurnikan dengan zat pengotornya, sedangkan kristalisasi adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Sehingga dalam melakukan percobaannya pun berbeda,dalam kristalisasi kita membuat larutan menjadi dalam bentuk kristal, sedangkan dalam rekristalisasi kita melarutkan kembali kristal ke bentuk larutan/cair lalu merubahnya kembali ke dalam bentuk kristal. (Rahayu, 2012) Aplikasi rekristalisasi di bidang pangan yaitu pada proses pengkristalan gula pasir yang berasal dari air tebu, pembuatan garam. (Anonim, 2012)

1.

2. CuSO4 + 50 ml H2O

Warna : Biru Bentuk : Kristal, jarum Gambar :

(Muhammad Hilyan R, 133020179, meja 13, kelompok G, tahun 2013) Berdasarkan hasil pengamatan percobaan diatas filtrasi menghasilkan cairan bening (filtrat) dan sentrifugasi menghasilkan cairan putih keruh (sentrat). Faktor Kesalahan Pada percobaan sentrifugasi yaitu ketidak tepatan dalam menggunakan pipet, sehingga hasil yang didapat filtrat lebih bening dibandingkan sentrat. Filtrasi disebut juga penyaringan.Filtrasi dilakukan untuk memisahkan zat padat dari suatu suspensi. Filtrasi didasarkan pada perbedaan ukuran partikelnya. Filtrasi menggunakan suatu penyaringan, yaitu bahan berpori yang dapat dilewati partikelpartikel kecil, tetapi menahan partikel yang lebih besar (Brady, 1987). Sentrifugasi merupakan suatu metode yang digunakan dalam pencapaian sedimentasi dimana partikel-partikel yang ada di dalam suatu bahan yang dipisahkan dari fluida oleh gaya sentrifugasi yang dikenakan pada partikel. (Anonim 2012) Filtrasi adalah proses pemurnian berdasarkan ukuran partikel sedangkan sentrifugasi adalah proses pemurnian berdasarkan berat jenis. (Anonim, 2012) Seharusnya hasil dari sentrifugasi lebih jernih daripada hasil filtrasi. Hal ini karena adanya perbedaan berat jenis kedua zat tersebut. Selain itu, pada sentrifugasi prosesnya lebih sempurna, sedangkan pada proses filtrasi hanya menggunakan kertas saring yang prosesnya lebih sederhana sehingga ada kemungkinan zat yang disaring ada yang

Berdasarkan hasil proses pemurnian secara ekstraksi menghasilkan dua larutan yang terpisah, larutan yang berwarna bening terletak di atas gumpalan atau endapan yang berwarna ungu. Diakibatkan karena perbedaan kedua jenis larutan. Faktor kesalahan yang terjadi saat proses ekstraksi adalah penggunaan yodium yang sangat banyak sehingga menghasilkan larutan yang lebih coklat dan endapan yang berwarna mendekati hitam. Ekstraksi adalah proses pemisahan campuran dimana zat-zat yang akan terpisahkan terbagi kedalam dua pelarut yang tidak saling bercampur. Air sering kali digunakan sebagai pelarut pertama kemudian pelarut keduanya adalah pelarut organik yang tidak tercampur dengan air.Dengan demikian senyawa-senyawa organik yang nonpolar akan terdapat dalam fase organik, sedangkan senyawa yang sifatnya polar akan larut didalam fase air. Senyawa yang sifatnya polar akan lebih mudah larutdalam pelarut yang sifatnya polar, demikian juga sebaliknya yaitu senyawa yang sifatnya nonpolar akan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar. Dalam suatu pemisahan yang ideal oleh ekstraksi pelarut, seluruh zat yang diinginkan akan berakhir dalam pelarut dan semua zat penganggu dalam pelarut yang lain (Underwood, 1993). Fungsi kloroform (CHC3) pada percobaan ini adalah untuk memisahkan antara ekstrak dan cairan larutan tersebut. (Anonim, 2012) Pelarut nonpolar merupakan senyawa yang memilki konstan tadi elektrik yang rendah dan tidak larut dalam air.Contoh pelarut dari kategori ini adalah benzena (C6H6), karbon tetra klorida (CCl4) dan di etileter (CH3CH2OCH2CH3). (Anonim, 2012) Aplikasi ekstraksi di bidang pangan adalah pada proses pengambilan ekstrak bunga untuk membuat teh yang beraroma bunga, pembuatan sari buah dan kstrak jahe.(Anonim, 2012) KESIMPULAN Dari percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mendapatkan senyawa yang murni. Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat di simpulkan bahwa hasil dari proses sentrifugasi lebih jernih dibandingkan dari proses filtrasi. Larutan garam kotor yang telah disaring dan dipanaskan kemudian di dinginkan menghasilkan kristal garam yang bersih yang berbentuk kubus, begitu pula dengan larutan CuSO4 menghasilkan Kristal jarum berwarna biru. Sedangkan pada percobaan ekstraksi dihasilkan larutan berwarna coklat kekuningan dan terdapat endapan berwarna ungu, kedua larutan tidak dapat tercampur karena Iodium dan air dengan CHCl3 mempunyai kepolaran berbeda.

DAFTAR PUSTAKA Anonim.2012.http://rahayupurwaaa.blogspot.com. Accessed : 26 November 2013 Anonim. 2012.http://www.chem-is-try.org/ Accessed : 26 November 2013 Brady, James E. 1987. Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta:Bina Aksara Rupa. Underwood A. dan Day JR. A. 1981. Analisis Kimia .Jakarta: Erlangga.