Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MARASMUS ( GIZI BURUK )

Disusun oleh : D ni S !"in n ( A#$$#$%&' )

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADI(AH GOMBONG TAHUN )#$*

MARASMUS
A+ Pen,e-.i n 1. Syndrome nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbunemia dan hiperkolesterolemia (Rusepno, H, dkk. 2000, 8 2!. 2. Sindrom "efrotik ditandai oleh #roteinuria masif, hipoalbuminemia, edema dan hiperlipidemia. $nsiden tertinggi pada usia %& tahun, rasio lelaki dan perempuan 2'1 ((apita Selekta (edokteran, 2000'&88! . Syndrome nefrotik adalah keadaan dimana terjadi ganggun pada system filtrasi ginjal, yaitu terutama pada glomerulusnya. )alam keadaan normal glomeruli ginjal berfungsi melakukan filtrasi terhadap protein yang akan dikeluarkn oleh air seni. (http'**id.+ikipedia.org*+iki*"efrotik Syndrom! &. (esimpulan ' Sindrom "efrotik adalah keadaan dimana ginjal terutama bagian glomerulusnya tidak berfungsi se,ara normal (peningkatan permeabilitas! biasanya terjadi pada anak ( %&tahun! yang ditandai dengan ' #roteinuria, hypoprteinuria, edema, hypoalbuminemia, hyperlipidemia, lipiduria. B+ E.iolo,i -erdasarkan etiologinya Sindrom "efrotik dibagi menjadi $+ P-i/e- 0 I"io1 .i2 a. .ang berhubungan dengan kelainan primer glomerulus dengn sebab tidak diketahui. b. -anyak terjadi pada usia sekolah (/&0 pada usia 2 1 / tahun! ,. #ria dan +anita 2 ' 1 d. )ia+ali dengan infeksi 2irus pada saluran nafas atas. )+ Se2un"ea. )isebabkan oleh kerusakan glomerulus (akut*kronik! karena penyakit tertentu. b. (arena infeksi, keganasan, obat%obtan, penyakit multisistem dan jaringan ikat, reaksi alergi, bahan kimia, penyakit metabolik, penyakit kolagen, toksin, transplantasi ginjal, trombosis 2ena renalis, stenosis arteri renalis, obesitas masif, glomerulonefritis akut*kronis. ,. -anyak terjadi pada anak dengan penurunan daya tahan tubuh* gangguan imunitas, respon alergi, glomerulonefritis. )ikaitkan dengan respon imun (abnormal immunoglobulin! d. #ada orang de+asa S" skunder terbanyak disebabkan oleh dibetes melitus *+ Kon,eni. l a. )iturunkan sebagai resesif autosom atau karena reaksi fetomaternal b. Herediter Resisten gen 3idak resisten terhadap terapi malalui 3ransplantasi 4injal 3+ P .o!isiolo,i " n M ni!es. si Klinis 1. 5eningkatnya permeabilitas dinding kapiler glomerular (kebo,oran glomerulus! akan berakibat pada hilangnya protein plasma dan kemudian akan terjadi Proteinuria. yaitu '

2. #erubahan integritas membrana basalis glomerulus menyebabkan peningkatan permeabilitas glomerulus terhadap protein plasma dan protein utama yang adalah albumin, sehingga menyebabkan Hypoalbuminemia . )engan menurunnya albumin, tekanan osmoti, plasma menurun sehingga ,airan intra2as,ular perpindah kedalam interstisial. #erpindahan ,airan tersebut menjadikan 2olume ,airan intra2as,ular berkurang, sehingga menurunkan jumlah aliran darah ke renal karena hypo2olemi. 5enurunnya aliran darah ke renal, ginjal akan melakukan kompensasi dengan merangsang produksi renin%angiotensin dan peningkatan sekresi antidiuretik hormone (6)H! dan sekresi aldesteron yang kemudian terjadi retensi natrium dan air. )engan retensi natrium dan air, serta menyebabkan mudahnya ,airan tubuh keluar dari jaringan akan menyebabkan Edema. &. 3erjadi peningkatan kolesterol dan trigli,erida serum akibat dari peningkatan stimulasi produksi lipoprotein (arena penurunan plasma albumin atau penurunan onkotik plasma, sehingga menyebabkan Hyperlipidemia. 7. 6danya Hyperlipidemia juga akibat dari meningkatnya produksi lipoprotein dalam hati yang timbul oleh karena kompensasi hilangnya protein, dan lemak akan banyak dalam urin, 8emak bebas (oval fat bodies! sering ditemukan pada sedimen urin (Lipiduria!. Sumber lemak ini berasal dari filtrat lipoprotein melalui membrana basalis glomerulus yang permeable 9. 5enurunnya respon imun karena sel imun tertekan, kemungkinn disebabkan oleh karena hypoalbuminemia, hyperlipidemia atua defisiensi seng. Hal ini menyebabkan kerentanan terhadap infeksi 5anifestasi (linis ' Sebagai sebuah sindroma (kumpulan gejala!, tanda * gejala penyakit sindroma nefrotik meliputi ' % % % % #roteinuria Hipoalbuminemia (rendahnya kadar albumin dalam darah! Hiperkolesterolemia*hiperlipidemia (tingginya kadar kolesterol dalam darah! :edema -eberapa gejala yang mungkin mun,ul antara lain hematuria, a;otemia dan hipertensi ringan. #roteinuria (87%<70! terjadi sejumlah 10 117 gram*hari (dalam pemeriksaan =sba,h! . Selama terjadi oedema biasanya -> ?rine meningkat. 5ungkin juga terjadi penurunan faktor $@, 8aju endap darah meningkat dan rendahnya kadar kalsium serta hiperglikemia diekskresikan dalam urin

D+

P .h4 5 Ke1e- 4 . n =tiologi (erusakan glomerulo ginjal #roteinuria masif

Hipoalbuminemia*Hipoproteinemia Hipo2olemia 5enurunkan aliran darah

5eningkatkan sintesa protein dan lemak di hepar Hiperlipidemia peningkatan metabolisme lipid

menurunkan tekanan onkotik 5eningkatkan sekresi 6)HAaldesteron Retensi "aAair 5eningkatkan tekanan hidrostatik =dema

#elepasan rennin Basokontriksi

#eningkatan benda keton kega+atan Hospitalisasi Kno4le",e "e!+ 3e/ s

Saluran pen,ernaan 5ual, absorbsi Pe-u6 h n nu.-isi Ku- n,

#ernafasan sesak nafas In.ole- nsi 2.i7i. s

(ardio2askuler

$ntegumen

Kele6ih n " n Ke2u- n, n 8 i- n Risi2o 2e-us 2 n In.e,-i. s 2uli. Risi2o in!e2si

Sumber ' 6leC Habel, 1<<0

E+

Pe/e-i2s

n Penun9 n,

Selain proteinuria massif, sediment urin bisanya normal. -ila terjadi hematuria mikroskopik (D20 eritrosit*8#-! di,urigai adanya lesi glomerular (missal s,lerosis glomerulus fokal!. 6lbumin plasma darah dan lipid meningkat. $g5 dapat meningkat, sedangkan $g4 turun,. (omplemen serum normal dan tidak ada krioglobulin. Serta adanya tanda klinis pada anak, ri+ayat infeksi saluran nafas atas. Analis urin (meningkatnya protein dalam urine !, menurunnya serum protein serta Biopsi ginjal. :+ Pen . l 2s n n #engobatan yaitu dengan ,ara menghentikan kehilangan protein didalam urine, dan meningkatkan jumlah urine. ?mumnya dokter akan memberikan obat prednison. -anyak anak% anak yang keadaannya membaik dengan pemberian obat ini. #rednison digunakan untuk menghentikan kehilangan protein dalam darah yang keluar melalui urine. Setelah & minggu terapi, umumnya anak sudah mulai lan,ar miksi. -ila urin lan,ar edemanya pun hilang. -ila sudah tidak ada protein dalam urine, dokter akan mulai menurunkan dosis prednison untuk beberapa minggu. "amun tidak pernah menghentikan pemakaian prednison. >ika obat ini dihentikan atau diberikan terlalu banyak atau terlalu sedikit, anak akan menderita sakit. Suatu saat anak akan merasa sehat, namun suatu saat akan menderita lagi, setelah beberapa +aktu ia merasa sehat. Sakit akan terjadi lagi saat pasien mengalami nifeksi 2irus, seperti saat flu atau demam. #rednison adalah obat yang baik, tetapi memiliki banyak efek samping. 5isalnya' 1. terasa lapar 2. badan menjadi gemuk . jera+at &. perubahan mood (kadang sedih, kadang gembira! 7. o2era,ti2e 9. mudah mengalami infeksi /. terjadi pertumbuhan yang lambat =fek samping akan tampak bila dosis prednison besar dan digunakan terus menerus, bila penggunaan dihentikan, semua efek samping akan hilang. >ika prednison tidak dapat bekerja atau jika anak mengalami efek samping yang serius, dokter dapat mengganti dengan obat lain, yang disebut obat immunosuppresi2e. :bat ini menurunkan sistem immune tubuh. -anyak yang efektif dengan obat ini, namun tidak untuk semua anak. )okter akan menjelaskan tentang baik buruknya penggunaan obat ini. (arena efek sampingnya adalah peningkatan kejadian infeksi, rambut rontok dan peningkatan produksi sel darah. :rang tua harus memperhatikan anak yang menggunakan obat ini karena dapat terjadi infeksi 2irus ,hi,ken poC. orang tua harus segera melaporkan ke dokter bila terkena infeksi ,hi,ken poC saat menggunakan obat ini. #asien juga biasanya diberikan diuretik. :bat ini membantu ginjal dalam mengatur fungsi pengeluaran garam dan air. :bat yang biasa digunakan adalah furosemid. -ila pasien mulai

mengalami masalah mual atau diare, harus segera dilaporkan karena dikha+atirkan kehilangan ,airan terlalu banyak. -ila protein sudah tidak ada didalam urine, diuretik harus dihentikan. #asien juga harus menjalani diit rendah natrium dan tinggi protein, serta menjalani tirah baring untuk meningkatkan diuresis. Eegah infeksi, antibioti, hanya diberikan bila ada infeksi. #ungsi asites maupun hidrotoraks dilakukan bila ada indikasi 2ital G+ :o2us Pen,2 9i n $+ Ri4 5 . Keseh . n Ri+ayat penyakit yang lalu ' 6pakah mempunyai ri+ayat penyakit sistemik, )5, penyakit ginjal, dll )+ Pe/e-i2s n :isi2 Ri+ayat Sekarang a. #emeriksaan fisik fokus khususnya pada edema ' #eriorbital +ajah dan anasarka b. 5onitor tanda%tanda 2ital dan deteksi infeksi dini atau hypo2olemi ,. Status hidrasi ' )iare, monitor adanya retensi ,airan, intake dan output, urinalisis, output urin menurun. d. 6noreksia, lemah e. #eningkatan berat badan dan lingkar abdomen f. Sesak nafas g. Suhu meningkat h. 6lbumin, monitor hasil laboratorium, dan pantau urin setiap hari, adanya protein i. #engkajian pengetahuan kelurga tentang kondisi dan pengobatan H+ Di ,nos Ke1e- 4 . n ( n, Mun,2in Mun8ul 1. (elebihan 2olume ,airan b.d kelebihan intake sodium dan retensi air,peningkatan permeabilitas dinding glomerulus dan perubahan mekanisme regulasi 2. (etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d pembatasan ,airan diit dan hilangnya protein . $ntoleransi akti2itas b.d kelemahan fisik &. Resiko kerusakan integritas kulit b.d perubahan sirkulasi (edema!

I+

In.e-7ensi Ke1e- 4 . n Dx I : Kele6ih n 7olu/e 8 i- n 6+" 2ele6ih n in. 2e so"iu/ " n -e.ensi i-;1enin,2 . n 1e-/e 6ili. s "in"in, ,lo/e-ulus " n 1e-u6 h n /e2 nis/e -e,ul si 3ujuan ' Setelah dilakukan tindakan kepera+atan selama proses kepera+atan diharapkan edema berkurang dengan kriteria hasil ' 3erbebas dari edema dan efusi anasarka -unyi nafas bersih, tidak ada dyspnu atau ortopnue

5emelihara tekanan 2ena sentral, tekanan kapiler paru, output jantung dan 2ital sign dalam batas normal 3erbebas dari ke,emasan, kelelahan dan kebingungan. "$E ' Fluid 5anagement $nter2ensi ' 1. 3imbang popok atau pembalut jika diperlukan 2. #ertahankan ,atatan intake dan output yang akurat . #asang urin kateter jika diperlukan &. 5onitor hasil laboratorium yang sesuai dengan retensi ,airan (-?", H53 ! 7. 5onitor status hemodinamika 9. 5onitor 2ital sign /. 5onitor indikasi retensi atau kelebihan ,airan (edema, asites, distensi 2ena leher ! 8. (aji kalori dan luas edema <. 5onitor masukan makanan*,airan dan hitung intake kalori harian 10. 5onitor status nutrisi 11. -erikan diureti, sesuai instruksi 12. -atasi masukan ,airan pada keadaan hiponatremia dilusi dengan serum natrium G 1 0 m=H*l 1 . (olaborasi medis*dokter jika ,airan berlebihan mun,ul memburuk DX II : Ke.i" 2sei/6 n, n nu.-isi 2u- n, " -i 2e6u.uh n 6+" 1e/6 . s n "ii. " n hil n,n5 1-o.ein 3ujuan ' Setelah dilakukan tindakan kepera+atan selama proses kepera+atan diharapkan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan kriteria hasil ' ":E ' Nu.-i.ion l S. .us : Nu.-ien. In. 2e -erat badan ideal sesuai dengan tinggi badan 3idak ada tanda%tanda malnutrisi 5enunjukkan peningkatan fungsi penge,apan dari menelan 3idak terjadi penurunan berat badan yang berarti "$E ' Nu.-i.ion l M n ,e/en. 8 i- n

1. (aji adanya alergi makanan 2. (olaborsi dengan ahli gi;i untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien . 6njurkan pasien untuk meningkatkan intake protein, Fe dan 2itamin E &. -erikan substansi gula 7. .akinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk men,egah konstipasi 9. -erikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gi;i! /. 5onitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori

Dx III : In.ole- nsi 2.i7i. s 6+" Kele/ h n !isi2 3ujuan ' Setelah dilakukan tindakan kepera+atan selama proses kepera+atan diharapkan pasien dapat melakukan aktifitas seperti biasa dan pasien dapat pulih dari kelemahan ":E $' Eontrol Eemas (riteria Hasil ' 1. 5onitor intensitas ke,emasan. 2. 5enyingkirkan tanda ke,emasan. . 5enggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi ke,emasan. ":E $$ ' (oping (riteria Hasil ' 1. 2. . "$E (eluarga menunjukkan fleksibilitas peran para anggotanya. "ilai keluarga dalam mengatur masalah%masalah. 5elibatkan anggota keluarga untuk membuat keputusan. ' #enurunan (e,emasan

$nter2ensi ' 1. 3enangkan klien. 2. >elaskan seluruh prosedur pada klien*keluarga dan perasaan yang mungkin mun,ul pada saat melakukan tindakan. . (aji tingkat ke,emasan dan reaksi fisik pada tingkat ke,emasan. &. Sediakan akti2itas untuk mengurangi ke,emasan. "$E $$ 1. 2. . ' #eningkatan (oping. Hargai pemahaman pasien tentang proses penyakit. Sediakan informasi a,tual tentang diagnosa, penanganan. )ukung keterlibatan keluarga dengan ,ara tepat.

Dx V : Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan paparan 3ujuan ' Setelah dilakukan tindakan kepera+atan selama proses kepera+atan diharapkan keluarga dapat mendapat pengetahuan mengenai penyakit yang diderita anaknya. ":E ' (no+ledge ' )isease #ro,ess (riteria Hasil ' 1. #asien dan keluarga mengatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan program pengobatan 2. #asien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan se,ara benar . #asien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan pera+at * tim kesehatan lainnya "$E ' 3ea,hing ' )isease #ro,ess

$nter2ensi ' 1. >elaskan patofisiolagi dari penyakit 2. 4ambarkan tanda dan gejala yang biasa mun,ul pada penyakit dengan ,ara yang benar

. 4ambarkan proses penyakit dengan ,ara yang tepat &. Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi dengan ,ara yang tepat 7. )iskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk men,egah komplikasi dimasa yang akan datang dan proses pengontrolan penyakit.

DA:TAR PUSTAKA Habel, 6leC. 1<<0. Segi Praktis Ilmu Penyakit Anak. >akarta'-ina Rupa 6ksara. Rusepno, Hasan, dkk. (2000!, Ilmu Kesehaatan Anak 2, $nfomedi,a, >akarta )oengoes,5.=. 1<<<. Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Pera atan Pasien! >akarta ' =4E. http'**id.+ikipedia.org*+iki*"efrotik Syndrom )iakses tanggal 18 "o2ember 201 #ukul 0<.00 I$>honson,5arion,dkk. 1<</. Io a "utcomes Project #ursing $lassification %#"$& 'disi 2 . St. 8ouis ,5issouri J 5osby. 5arkum, H. 1<<1. Ilmu Kesehatan Anak. >akarta ' F(?$. 5, Eloskey, >oanner. 1<<9 . $o+a Intervention Project #ursing Intervention

$lassification

%#I$& 'disi 2.

Iestline $ndustrial )ri2e, St. 8ouis '5osby. (iagnosa Kepera atan #A#(A . >akarta ' #rima

Santosa,-udi . 2007 % 2009. 5edika.

Staf pengajar ilmu kepera+atan anak. 1<87. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak! >akarta ' F(?$.

Surasmi, 6srining. 200 . Pera atan Bayi )esiko *inggi. >akarta ' =4E. Separman. 1<8/. Ilmu Penyakit (alam +ilid I 'disi 2. >akarta ' F(?$.