Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN

Analis Kualitatif Anion

DISUSUN OLEH :
Kelompok 1
ADE IMAN SOBARKAH : 101431001
ANGGUN PUJI RIZQIANI :101431002
ANNISA NUR AULIANI : 101431003
ANNISSA APRILLIA :101431004
KIMIA ANALIS 1A

TANGGAL LAPORAN
DOSEN PEMBIMBING

: Selasa, 5 April 2011


: Ibu Zalni Yety

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


Judul praktikum: Analisis Kualitatif

Tanggal praktikum: Selasa, 29 Maret 2011


Pembimbing: Ibu Zalni Yety
I. Tujuan
Setelah melakukan praktikum, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Mengetahui prinsip analisis kualitatif senyawa anorganik
2. Mengetahui reaksi-reaksi yang spesifik untuk suatu anion
3. Menentukan anion yang terkandung dalam sampel
II. Dasar Teori
III. Alat dan Bahan
-

Alat yang digunakan

Tabung reaksi 10 buah

Rak tabung reaksi

Plat tetes

Kawat Ni-Cr

Pembakar Bunsen

Gelas kimia 250 ml

Pipet tetes

Penjepit tabung

Kaca arloji

Batang pengaduk

Botol semprot

Cawan penguapan

Bahan yang digunakan

Larutan FeCl3

HCl 1,2,6 M, pekat

Padatan KBr

CHCl3

HNO3 1,2,6M, pekat

Larutan AgNO3

Larutan metilen biru

Zircon-alizarin

Larutan KMnO4

H2O2 3%

Larutan metilen jingga

H2SO4 1,2,6M,pekat

CH3COOH 6 M

Larutan NH4OH 6 M

Larutan MgCl2

Larutan CaCl2

Larutan BaCl2

Larutan KMnO4

Larutan Kanji-KI

Larutan Amonium Karbonat

FeSO4 padat

Granular Zn

Antipirin padat

Larutan Difenilamin

Serbuk urea

Serbuk tiourea

Ag2SO4

NH4-oksalat

Larutan jenuh MnCl2

Granular Al

IV. Cara Kerja


Reaksi-reaksi identifikasi anion:
-

Ion Klorida, Cl- : menambahkan HNO3 6M dan larutan AgNO3 0,1 M pada larutan
sampel, maka terjadi endapan putih yang larut dalam NH4-karbonat

Ion bromide, Br-:


a. Mengasamkan larutan sampel dengan HNO3 6M dan menambahkan AgNO3 0,1 M,
maka terbentuk endapan kuning yang tidak larut dalam ammonium karbonat.
b. Menambahkan 1-2 ml CHCl3 dan 3 tetes larutan KMnO4 dan 3 tetes H 2SO4 pekat
pada larutan. Kemudian dikocok, kelebihan KMnO4 dihilangkan dengan
menambahkan H2O2 3%, maka pada lapisan CHCl3 terbentuk warna cokelat merah.

Ion Iodide, I-:


a. Menambahkan HNO3 6 M dan meneteskan AgNO3 0,1 M akan terbentuk endapan
kuning yang tidak larut dalam ammonium karbonat.
b. Menambahkan FeCl3 dan H2SO4 pekat, kemudian CHCl3, maka terjadi warna ungu
pada lapisan CHCl3.

Ion Flourida, F-:


a. Menambahkan SiO2 dan H2SO4 dan kemudian memanaskannya, maka terbentuk
gelembung yang dapat menggetaskan gelas.
b. Menambahkan setetes pereaksi CaCl2, kemudian memanaskannya hingga mendidih,
menambahkan setetes pereaksi ammonium oksalat. Endapan disaring dengan kertas
saring bebas abu, dipijarkan sampai oksalat terurai. Ditambahkan HCl pekat lalu
meneteskannya pada kertas zircon alizarin, maka terbentuk noda kuning.

Ion nitrit, NO2-:


a. Menambahkan beberapa tetes H2SO4 1M, hingga asam. Kemudian menambahkan
beberapa butir tiourea dan setetes HCl 2 M dan setetes FeCl 3. Maka terbentuk
larutan berwarna merah darah.
b. Menambahkan serbuk antipirin lalu diasamkan dengan H2SO4 1M, maka terbentuk
larutan berwarna hijau.

Ion nitrat, NO3-: Bila ada ion nitrat harus dihilangkan terlebih dahulu dengan
menambahkan HCl 2 M, urea padat, lalu dipanaskan hingga gas dikeluarkan
seluruhnya. Kemudian ditambahkan Ag2SO4 0,1 M, disaring, lalu diambil filtratnya
untuk diidentifikasi ion nitratnya.
a. Tes cincin coklat (TCC): larutan diasamkan dengan H 2SO4 2 M sampai suasanya
asam lalu ditambahkan 0,5 ml larutan FeSO4 (dibuat baru/segar, 0,1 g FeSO4.7H2O
dilarutkan dalam 1 ml air). Melalui dinding tabung reaksi dialirkan H 2SO4 pekat
secara perlahan agar asam dalam larutan uji tidak bercampur, asam pekat tetap di
lapisan paling bawah. Setelah 10-15 menit, kemudian mengamati perbatan larutan
dengan asam sulfat maka terbentuk cincin coklat.

b. Larutan uji ditambahkan Zn dan HCl 6M lalu antipirin, maka terjadi warna hijau.
c. Larutan uji ditambahkan serbuk difenilamin dan 2-3 tetes asam sulfat pekat, maka
terbentuk warna biru.
-

Ion sulfat, SO42-: Asam larutan diuji dengan HCl dan ditambahkan larutan BaCl2,
maka terbentuk endapan putih yang sukar larut dalam pelarut aqua regia (campuran
HCl dan HNO3 = 3:1)

Ion sulfit, SO3-: larutan sampel diasamkan dengan menambahkan HCl 2 M, kemudian
diteteskan air brom sampai larutan berwarna kuning, lalu ditambahkan larutan BaCl2,
maka terbentuk endapan putih.

Ion tiosulfat, S2O32-:


a. Larutan uji diasamkan dengan HCl 2M, lalu ditambahkan BaCl2, maka terbentuk
endapan
b. Larutan uji ditambahkan Pb-asetat, terbentuk suspense berwarna putih, jika
suspense dipanaskan, maka terjadi endapan hitam.
c. Larutan uji ditambahkan ammonium molibdat kemudian melalui dinding tabung,
diteteskan asam sulfat pekat secara perlahan-lahan. Maka pada permukaan larutan
asam sulfat terbentuk cincin biru.

Ion sulfide, S2-:


a. Dengan menambahkan asam pekat, maka terbentuk gas yang berbau belerang.
b. Larutan sampel ditambahkan setetes larutan nitroprusida, ditambahkan larutan
NH4OH 6M, maka terbentuk endapan warna ungu merah.

Ion karbonat, CO32-: Larutan uji ditambahkan asam asetat 6 M, maka terbentuk
gelembung-gelembung gas, bila belum terbentuk maka harus dipanaskan dengan
menggunakan penangas air. Dan gas yang terbentuk bila dikenakan larutan Ba(OH) 2
akan membentuk endapan.

Ion oksalat, C2O42-:


a. Asam larutan diuji dengan HCl encer, lalu ditambahkan CaCl 2, maka terbentuk
kristal berbentuk amplop (bila dilihat menggunakan mikroskop)
b. Mengasamkan larutan uji dengan H2SO4 2 M, lalu ditambahkan dengan KMnO4,
dipanaskan pada suhu 70 C, warna ungu dari permanganat akan hilang.

Ion fosfat, PO43-:


a. Larutan uji ditambahkan HNO3 6M beberapa tetes, lalu ditambahkan larutan
ammonium molibdat 0,5 M sebanyak 2-3 tetes, dan dipanaskan pada 40 C, maka
timbul endapan kuning.

b. Larutan uji ditambahkan larutan magnesia-mixture (campuran NH 4OH dan MgCl2),


terbentuk endapan putih.
c. Larutan uji ditambahkan asam asetat 6M dan NaOH 6M, hingga pH larutan
mencapai 6-7, lalu ditambahkan Ba(NO3)2 maka terbentuk endapan putih.
-

Ion tiosianat, CNS-: Mengasamkan larutan uji dengan HCl 2M, kemudian
menambahkan larutan FeCl3, maka terbentuk larutan berwarna merah daging.

Ion asetat, CH3COOH-: Menambahkan larutan uji dengan asam kuat, lalu
memperkirakan gas yang terbentuk dengan menciumnya (bau cuka)

Ion kromat, CrO42-: Mengasamkan larutan uji dengan asam asetat 6M, lalu
menambahkannya dengan larutan Pb asetat, maka terbentuk endapan kuning.

Ion bikromat, Cr2O72-: Larutan akan mempunyai warna yang khas yakni orange, dan
jika ditambahkan AgNO3 maka terbentuk endapan kuning merah.

Ion permanganate, MnO4-: Larutan akan mempunyai warna yang khas yakni merah
ungu, jika ditambahkan KBr, H2SO4 6M lalu CHCl3, dan kemudian dikocok maka
pada lapisan organik akan berwarna merah coklat.

Ion klorat, ClO3-:


a. Mengasamkan larutan uji dengan HNO3 6M, lalu meneteskan larutan AgNO3 dan
formalin. Setelah dipanaskan maka terbentuk endapan putih.
b. Menambahkan larutan uji dengan larutan metilen biru, maka terbentuk endapan
merah muda.

Ion bromat, BrO3-:


a. Mengasamkan larutan uji dengan HCl, lalu menambahkan larutan KBr dan
kloroform, pada lapisan akan terbentuk larutan berwarna merah coklat.
b. Menambahkan larutan uji dengan larutan metilen jingga maka tejadi pemucatan
warna atau hilang warnanya.

Ion ferro sianida, Fe(CN)64-: Menambahkan larutan uji dengan larutan natrium
karbonat jenuh, dipanaskan kemudian disaring. Menambahkan beberapa tetes larutan
FeCl3 pada filtrat maka terbentuk endapan putih.

Ion ferri sianida, Fe(CN)63-: Menambahkan larutan uji dengan larutan natrium
karbonat jenuh, dipanaskan kemudian disaring. Menambahkan beberapa tetes larutan
FeCl3 pada filtrat maka terbentuk warna coklat merah.