Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini dilakukan titrasi kompleksometri, titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa

kompleks antara kation dengan zat pembentuk kompleks. at pembentuk kompleks yang digunakan adalah garam dinatrium etilendiamina tertraasetat !dinatrium E"#A$ yang memang sering digunakan. Senyawa ini dengan banyak kation membentuk kompleks dengan perbandingan %&%. 'ompleksometri merupakan (enis titrasi dimana titran dan analit saling mengompleks, membentuk hasil berupa kompleks. #itrasi kompleksometri (uga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi pembentukan ion)ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan. Persyaratan mendasar terbentuknya kompleks demikian adalah tingkat kelarutan tinggi. Asam etilen diamin tetra asetat atau yang lebih dikenal dengan E"#A, merupakan salah satu (enis asam amina polikarboksilat. E"#A sebenarnya adalah ligan seksidentat yang dapat berkoordinasi dengan suatu ion logam lewat kedua nitrogen dan keempat gugus karboksilnya atau disebut ligan multidentat yang mengandung lebih dari dua atom koordinasi setiap molekul. Suatu E"#A dapat membentuk senyawa kompleks dengan se(umlah besar ion logam sehingga E"#A merupakan ligan yang tidak selekti*. Pada perlakuan pertama yang dilakukan adalah menstandarisasi larutan E"#A +,+% N yang telah dibuat dengan larutan baku kalsium. ,arutan baku kalsium selan(utnya ditambahkan larutan bu**er pH %+, dan kemudian indikator EB#. ,arutan baku kalsium tersebut dibuat dengan konsentrasi +,+% N. Sebagian besar titrasi kompleksometri mempergunakan indikator yang (uga bertindak sebagai pengompleks dan tentu sa(a kompleks logamnya mempunyai warna yang berbeda dengan pengompleksnya sendiri. -ndikator demikian disebut indikator metalokromat. -ndikator (enis ini .ontohnya adalah Erio.hrome Bla.k # !EB#$. Namun, pada saat titrasi, titik akhir titrasi tidak (uga ter.apai sampai pada /olume 0+ ml, hal tersebut dapat diakibatkan dari konsentrasi titran yang terlalu ke.il sehingga membutuhkan /olum titran yang .ukup banyak. 'emudian, konsentrasi larutan kalsium diperke.il lagi agar kesetimbangan .epat ter.apai. #itrasi dapat ditentukan dengan adanya penambahan indikator yang berguna sebagai tanda ter.apai titik akhir titrasi. Ada lima syarat suatu indikator ion logam dapat digunakan pada pendeteksian /isual dari titik)titik akhir yaitu& %$ 1eaksi warna harus sedemikian sehingga sebelum titik akhir, bila hampir semua ion logam telah berkompleks dengan E"#A, larutan akan berwarna kuat. 2$ 1eaksi warna itu haruslah spesi*ik !khusus$, atau sedikitnya selekti*. 3$ 'ompleks)indikator logam itu harus memiliki kestabilan yang .ukup, kalau tidak, karena disosiasi, tak akan diperoleh perubahan warna yang ta(am. 4$ 'ompleks)indikator logam itu harus kurang stabil dibanding kompleks logam)E"#A untuk men(amin agar pada titik akhir, E"#A memindahkan ion)ion logam dari kompleks) indikator logam ke kompleks logam E"#A harus ta(am dan .epat. 0$ 'ontras warna antara indikator bebas dan kompleks)indikator logam harus sedemikian sehingga mudah diamati. -ndikator harus sangat peka terhadap ion logam sehingga perubahan warna ter(adi sedikit mungkin dengan titik ekui/alen. Per.obaan kedua yang dilakukan adalah menitrasi kesadahan total dari sampel air. Prosedur titrasi sama seperti pada perlakuan standarisasi larutan E"#A. Namun, hasil dari titrasi yang didapat adalah (umlah titran yang dibutuhkan pada titrasi kesadahan total lebih sedikit daripada titran yang dibutuhka pada penentuan kesadahan tetap.