Anda di halaman 1dari 34

HEURISTIK SINTESA PROSES

Mata Kuliah Perancangan Produk dan Proses Kimia Dosen Pengam u ! Ir" Hargono MT"

Disusun oleh ! Kelom ok # $" %agus U a&a Sa utra '" Dhuha Khairunnisa S )" Kartika D+i K ," Rahmi Hida&atuna/ah -" Ali0 Nurul A1i1ah *" Ri1k& Priam3odo #" Aslama Isnaeni ." 4anang Set&a3udi 2" 4untur Takana 5 $(" Daniel 6ohn& '$()($$$$)($(* '$()($$$$'(('$ '$()($$$$,($-. '$()($$$$)((-# '$()($$$$)((2, '$()($$$$'(('2 '$()($$$$)($$'$()($$$$,($.$ '$()($$$$,($#' '$()($$$$)($'*

6URUSAN TEKNIK KIMIA 7AKU8TAS TEKNIK UNI9ERSITAS DIPONE4ORO '($)

HEURISTIK SINTESA PROSES

SASARAN Bab ini kembali ke langkah preliminary sintesa proses pada bagian 3.4. dimana strategi yang melibatkan pemilihan proses disarankan dengan urutan sebagai berikut : 1. Reaksi kimia (untuk menghilangkan perbedaan tipe molekuler) 2. Pencampuran dan recycle (untuk distribusi bahan kimia) 3. Pemisahan (untuk menghilangkan perbedaan komposisi) 4. Perubahan suhu tekenan dan !ase ". #ask integration (untuk menggabungkan suatu operasi men$adi unit proses) %mumnya tim perancang menggunakan heuristik ketika memilih alternati! yang menghasilkan pohon sintesa seperti yang ditun$ukkan &ambar 3.'. (euristik mudah untuk digunakan karena melibatkan suhu tekanan banyaknya bahan kimia yang e)cess dan lain*lain. +engan menggunakan proses ini sedikit analisa pada neraca bahan sederhana dapat diselesaikan tanpa iterasi sebelum berlan$it ke langkah sintesa selan$utnya. ,ehingga beberapa !lo-sheet yang men$an$ikan muncul dengan cepat dengan usaha relati! sedikit. .emudian seperti yang disebutkan pada bagian 3." titik berat dari shi!t tim perancang adalah perancangan base-case design. /sumsi diperiksa !lo-sheet detail dipilih (contoh &ambar 3.1') dan neraca panas dan bahan yang lengkap terselesaikan sering $uga menggunakan simulasi proses seperti yang dibahas pada Bab 4. 0adi heuristik yang digunakan oleh tim perancang untuk membuat pohaon sintesa sangat penting dalam perancangan proses. Bagian 3.4 memberikan pendahuluan tentang heuristik sedangkan sasaran bab ini untuk menggambarkan prinsip heuristik yang digunakan dalam perancangan proses. ,etelah mempela$ari bab dan heuristik pada #abel ".2 pembaca diharapkan : 1. 1emahami pentingnya pemilihan langkah reaksi yang tidak mengandung racun atau bahan kimia berbahaya dan apabila tidak dapat dihindari maka mengurangi keberadaannya dengan memperpendek -aktu tinggal dalam unit proses dan menghindari penyimpanan dalam $umlah besar.

2. 1ampu mendistribusikan bahan kimia ketika memilih !lo-sheet proses yang berguna untuk menghitung keberadaan bahan inert membersihkan bahan yang akan men$adi konsentrasi yang tidak dapat diterima mencapai selekti2itas tinggi pada produk yang diinginkan dan menyelesaikan reaksi dan pemisahan pada tangki yang sama (contoh distilasi reakti!). 3. 1ampu melakukan heuristik pada beberapa proses pemisahan untuk memisahkan cairan uap dan campuran uap*cairan. 4. 1ampu mendistribusikan bahan kimia dengan menggunakan reaktan e)cess diluent inert dan cold shot untuk memindahkan panas reaksi eksotermis. +istribusi ini dapat men$adi halangan utama dalam menghasilkan integrasi proses. ". 1emahami keuntungan pemompaan cairan daripada pengompresian uap dan dapat mempersiapkan pemilihan pompa yang tidak mahal ketika re!rigerasi tidak dibutuhkan untuk memperoleh cairan.

PENDAHU8UAN Pada bab heuristic sintesa proses penting untuk diketahui bah-a heuristic biasanya digunakan oleh tim perancang untuk mempercepat dalam menghasilkan !lo-s-heet alternati2e dalam preliminary sintesa proses. .emudian saat alternati2e muncul atau setelahnya biasanya disusun neraca bahan dan energi dan bentuk yang berhubungan dengan analisa yang sering $uga menggunakan simulasi proses. 1eskipun bab ini mengacu pada heuristik perlu diingatkan untuk memperbaiki rancangan yang disarankan heuristik. .embali ke perancangan proses toluene hydrodealkilasi seperti pada bagian 4.3. Pada bagian reactor setelah heuristik digunakan untuk menetapkan (1) e)cess (2 yang besar dalam reaktor hydrodealkilasi (2) suhu gas yang masuk umpan*produk (3 dan (3) suhu dalam tangki !lash simulasi digunakan untuk melengkapi neraca bahan dan energi dan untuk memeriksa e!ek dari heuristik pada per!orma bagian reaktor. Pada bagian destilasi setelah heuristik digunakan untuk menetapkan (1) mutu dari umpan (2) penggunakan kondensor total atau parsial (3) penggunaan cooling -ater dalam kondesor

dan (4) perbandingan rasio re!luk dengan rasio re!luk minimum (R4Rmin) simulasi digunakan untuk menentukan tekanan yang cocok dalam kolom untuk memperkirakan $umlah stage dan posisi umpan yang dimasukkan untuk memperkirakan rasio re!luk dan yang paling penting untuk mengkomputasikan distilat dan produk dasar. ,imulasi memberikan cara yang sangat bagus untuk mempela$ari e!ek heuristik pada per!orma pemisahan. ,eringnya dua bagian pada pabrik digabungkan dan heuristik digunakan untuk menetapkan perbandingan purging dengan recycle. +isini simulasi menentukan aliran recycle dimana analisa yang dispesi!ikasi dengan menggunakan aturan heuristik. .emudian simulasi menyediakan cara yang mudah untuk mempela$ari e!ek dari perbandingan perging dengan recycle pada per!orma proses. ,etelah melengkapi simulasi dari !lo-sheet atau kemungkinan setelah beker$a dengan bagian reaktor atau separasi sa$a perancang dapat memperkirakan captal cost dan operating cost dan dapat mengkomputasikan dan mengoptimalkan perhitungan keuntungan seperti yang dibahas pada bab '.11. 5ebih $auh simulasi digunakan oleh engineer untuk mempela$ari e!ek dari pembuatan struktur !lo-sheet men$adi lebih kecil (6ontoh untuk reco2ery toluene dan biphenyl dari dasar menara distilasi pertama). ,eperti disebutkan diatas pada bab ini di!okuskan pada heuristik karena heuristik sangat penting dalam memilih struktur yang paling men$an$ikan pada bab ini diberikan contoh*contoh untuk menun$ukkan bagaimana menggunakan simulasi untuk membantu menge2aluasi e!ek dan heuristik pada per!orma dari proses yang dirancang. %AHAN %AKU DAN REAKSI KIMIA Heuristik $! Memilih 3ahan 3aku dan reaksi kimia guna menghindari: atau mengurangi enanganan dan en&im anan 3ahan kimia &ang 3eracun dan 3er3aha&a" ,eperti pembahasan pada bab 3 pemilihan bahan baku dan reaksi kimia sering disarankan oleh ahli kimia ahli biologi ahli biokimia atau orang lain yang memiliki pengetahuan tentang kon2ersi kimia. Pada tahun*tahun terakhir dengan meningkatnya kesadaran akan kebutuhan untuk menghindari penggunaan bahan kimia beracun dan berbahaya dalam hubungannya dengan peraturan lingkungan dan keselamatan (seperti

dibahas pada bab 1.3 dan 1.4) bahan baku dan reaksi kimiasering dipilih untuk melindungi lingkungan dan menghindari permasalahan keselamatan. ,ebagai contoh proses 2inyl chloride yang merupakan hasil reaksi dari acetylene dengan (6l ditolak karena harga acetylene yang sangat tinggi. ,ekarang sebagai tambahan langkah reaksi ini ditolak karena reakti!itas acetylene yang tinggi dan sulitnya memastikan operasi berlangsung aman dalam menghadapi gangguan yang tidak diinginkan. +alam hubungannya dengan penanggulangan bahan kimia berbahaya kecelakaan di Bhopal 7ndia tahun 1'84 dimana air secara tidak senga$a tercampur dengan bahan akti! intermediet methyl isocyanate perhatian dunia tertu$u pada kebutuhan mengurangi penanganan bahan intermediet yang sangat akti!. ,eperti yang dibahas dalam bagian 1.4 dalam 1 $am kecelakaan uap dalam $umlah besar menyapu Bhopal mengakibatkan kematian hamper 2999 orang di sekitar pabrik %nion 6arbide. .ecelakaan ini bersamaan dengan penemuan air tanah terpolusi yang berdekatan dengan pabrik kimia khususnya proses dengan bahan baker nuklir. (al tersebut telah memba-a ahli keselamatan dan lingkungan mengan$urkan pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya. %ntuk alasan ini masyarakat membutuhkan proses baru yang dapat menghindari atau mengurangi dengan ta$am penggunaan bahan kimia berbahaya. ,ebagai contoh pada perusahaan ethylene glycol. 3thylene glycol dihasilkan biasanya melalui dua reaksi seri:
O

62(4

142;2

6(2

6(2

(R1)

; 6(2 6(2 : (2;

;( 6(2

;( 6(2 (R2)

Reaksi pertama melibatkan oksidasi parsial ethylene dengan katalis /g*gause. .arena kedua reaksi sangat eksotermis maka perlu dikontrol dengan hati*hati. +ari segi keselamatan air yang tumpah ke dalam tangki penyimpanan ethylene o)id dapat menyebabkan kecelakaan serupa seperti pada ke$adian Bhopal. ,ekarang dalam proses dengan dua langkah reaksi sering dilakukan penyimpanan bahan intermediet sehingga

memungkinkan produk untuk dihasilkan secara kontinyu meskipun ketika operasi reaksi pertama dimatikan. +ikarenakan kebutuhan masyarakat (atau masalah perancangan primiti2e) untuk mengurangi penyimpanan intermediet akti! dalam $umlah besar seperti ethylene o)ide empat alternati! konsep proses (atau permasalahan spesi!ik) men$adi mungkin: 1. 1enghilangkan tangki penyimpanan menyebabkan gangguan yang berselang seling dalam produksi ethylene glycol ketika reaksi oksidasi dimatikan. 2. 1enggunakan clorine dan causatic yang lebih mahal (dibandingkan oksigen dari udara) dalam reaksi tunggal: ;( 6(2 6(2 6l2 : 2<a;( 6(2 ;( 6(2 : 2<a6l (R3)

3. ,aat acethylene terbentuk mereaksikan dengan carbon dio)ide untuk membentuk ethylene carbonate yang kurang intermediet akti!. Reaksi ini: ; ; 6(2 6(2 : 6;2 6 ; ; 6(2 6(2 #er$adi secara perlahan*lahan dengan katalis tetraetylammonium bromide. 3thylenecarbonate dapat disimpan dengan aman dan dihidrolisasi untuk membentuk produk ethylene glycol yang dibutuhkan. 4. Reaksi (R1) dan (R4) ter$adi dengan katalis /g*gause dengan mereaksikan ethylene dalam aliran yang mengandung o)ygen dan carbon mono)ide. %ntuk mengambil alternati2e ini sebagian konsep proses alternati! data laboratorium atau pilot*plant pada kecepatan reaksi dibutuhkan. ,ebagai ringkasan ada peningkatan titik berat pada proses retro!itting untuk menghilangkan intermediet akti! dan dalam perancangan proses baru untuk menghindari keseluruhan bahan kimia tersebut. 5ebih $auh perancangan proses baru tersebut diminta untuk memilih bahan baku dan reaksi yang sesuai. (R4)

DISTRI%USI %AHAN KIMIA Heuristik ' ! 4unakan salah satu reaktan ekses dalam o erasi reaksi untuk menghilangkan 3ahan kimia 3eracun atau 3er3aha&a dengan sem urna" ,etelah operasi reaksi dipilih dalam !lo-sheet proses sumber bahan kimia (yaitu aliran umpan dan e!luen reaktor) didistribusikan di antara keluaran bahan kimia (yaitu aliran umpan menu$u operasi reaksi dan produk dari proses). Pada distribusi ini diputuskan tentang (1) penggunaan satu reaktan kimia yang ekses dalam operasi reaksi (2) penanganan senya-a inert yang masuk dalam aliran umpan (3) penanganan produk yang tidak diinginkan yang muncul dalam reaksi samping. ,ebagai contoh seperti yang telah kita lihat pada gambar 3." satu distribusi bahan kimia untuk proses 2inyl chloride melibatkan ethylene dan chlorine dalam $umlah yang stoikiometri yang diumpankan pada reaktor direct chlorination. ,ebagai alternati! ethylene yang ekses dapat digunakan seperti ditun$ukkan pada gambar ".1. pada distribusi ini reaktor dirancang untuk menghilangkan chlorine yang berbahaya dan beracun dengan sempurna tetapi diperlukan suatu reco2ery ethylene yang tidak bereaksi dalam produk dichloroethane.sehingga $elas bah-a yang penting untuk dipertimbangkan adalah perbandingan ethylene4chlorine.

4am3ar -"$ Distri3usi Kimia untuk Produksi 9inil Khlorida Menggunakan Eth&len E;cess

(al tersebut mengacu pada biaya separasi dan resirkulasi dan sering men$adi pertimbangan utama dalam proses ekonomi. Pada banyak strategi perancangan

perbandingan ini ditetapkan menggunakan heuristik dengan rasio yang lebih besar untuk memastikan bahan kimia berbahaya habis dikonsumsi. ,ebagai pengembangan base*case design perbandingan di2ariasi secara sistematik biasanya menggunakan proses simulator. ,ebagai catatan untuk reaksi eksotermis bahan kimia ekses sering ber!ungsi untuk menyerap panas reaksi dan men$aga agar suhunya tidak berubah secara ekstrim. (al ini merupakan pendekatan yang penting untuk menangani panas reaksi yang tinggi. 3kses pada salah satu bahan kimia $uga digunakan untuk meningkatkan kon2ersi dari reaktan lain (pembatas) ketika reaksi dibatasi oleh keseimbangan. Reaksi samping $uga dapat diminimalkan dengan penggunaan salah satu reaktan ekses. SEN5A<A INERT Heuristik ) ! ketika di3utuhkan roduk &ang mendekati murni: hilangkan sen&a+a inert se3elum o erasi reaksi: /ika se arasi masih mudah dilakukan dan saat katalis 3elum ter engaruh inert: teta i 3iarkan sen&a+a inert terse3ut /ika anas reaksi eksotermis dalam /umlah 3esar harus dikeluarkan"

4am3ar -"' Distri3usi Parsial Kimia ada Per indahan S esies Inert

/liran umpan yang tidak murni sering mengandung senya-a inert dalam $umlah besar pada operasi reaksi kimia. .etika dibutuhkan produk yang hampir murni penting untuk diputuskan apakah impuritas harus dihilangkan sebelum atau sesudah operasi reaksi. ,ebagai contoh dengan menggunakan !lo-sheet gambar ".2a dimana dua operasi reaksi dipilih. /liran umpan yang tidak murni dari reaktan 6 mengandung inert + sehingga perlu diputuskan apakah akan menghilangkan + sebelum atau sesudah reaksi tahap kedua seperti yang ditun$ukkan dalam gambar ".2b dan ".2c. $elas bah-a penghilangan dan biaya separasi yaitu + dari 6 dan + dari 3 (ditambah / dan 6 yang tidak bereaksi) harus diperkirakan. (al ini dapat dilakukan dengan memeriksa si!at !isis dimana separasi ter$adi. ,ebagai contoh ketika mempertimbangkan alat distilasi perkirakan 2olatilitas relati!nya. %ntuk campuran ideal 2olatilitas relati! ij
s s ( ij = Pi Pj ).

merupakan perbandingan tekanan uap diperlukan koe!isien akti2itas (

%ntuk

campuran

non

ideal

ij = i Pi s j Pjs ). .etika 2olatilitsa relati! $auh lebih besar ataupun lebih kecil dari satu

separasi yang mudah dan tidak mahal telah diantisipasi. +emikian $uga ketika mempertimbangkan kristalisasi perbedaan titik beku diteliti untuk separasi membran yang pekat permeabilitas dari senya-a murni diperkirakan dari hasil kelarutan dalam membran dan di!usi2itas molekuler. Pertimbangan lain adalah ukuran reaktor dan separator reaktor yang lebih besar digunakan $ika separasi ditunda. 0ika reaksinya eksotermis senya-a inert menyerap se$umlah panas yang dihasilkan sehingga menurunkan suhu keluaran reaktor. =ontoh -"$ %ntuk men$alankan 6lean /ir /ct 1''9 gasoline harus mempunyai kandungan atom oksigen minimal 2 9 = mol. >ang paling sering digunakan sebagai sumber oksigen adalah methyl tertiary*butyl eter (1#B3) yang dihasilkan dari reaksi
CH 3 OH + iso butene MTBE

diinginkan untuk membangun pabrik 1#B3 pada kilang minyak yang terletak pada &ul! 6oast #e)as. 1ethanol dibeli dan iso*butene tersedia dalam aliran mi)ed*64 yang mengandung

1*Butene iso*butene 1 3*Butadiene

<t> 2? 2@ 4?

,elama proses sintesa dalam distribusi bahan kimia pertanyaan kuncinya adalah apakah lebih baik memindahkan 1*butene dan 1 3*butadiene sebelum atau sesudah operasi reaksi. Pada contoh ini dipilih distilasi meskipun metode separasi lain biasanya $uga dihitung dengan cara yang sama. Pen&elesaian 6ampuran hidrokarbon ini sedikit tidak ideal karena itu diperlukan pemeriksaan titik didih senya-a murni atau lebih baik disertai tekanan uapnya. (asil ini dapat ditabelkan dan digra!ikkan sebagai !ungsi suhu dengan menggunakan simulator : sebagai contoh kur2a berikut diperoleh dari /,P3< P5%, (dan dapat dihasilkan kembali dengan menggunakan 3A/14*1. B.P !ile pada 6+*R;1):

s dengan memperhatikan 1#B3 2olatilitas relati! = P s PMTBE pada 299oB adalah " 13

(1*butene) 4 '@ (1 3*butadiene) dan 4 94 (iso*butene). 0elas bah-a 2olatilitas relati! 1* butene dan 1 3*butadiene sangat dekat tetapi masing*masing mempunyai perbedaan yang signi!ikan dibanding iso*butene. Pada basis ini dua komponen tersebut dapat dipisahkan

dengan distilasi sebelum atau sesudah reaksi. Pertimbangan lain misalnya pengaruh pada katalis 2olume reaktor dan menara distilasi dan suhu dalam reaktor eksotermis harus dihitung dalam membuat keputusan. =ontoh -"' Memilih O erasi reaksi keseim3angan 1isalkan pada reaksi dan operasi distilasi untuk isomerisasi n*butane men$adi iso* butane menurut reaksi
n CH 4 H 19 i C 4 H 19

umpan masuk proses adalah aliran re!inery yang mengandung 29 =mol iso*butene. #un$ukkan alternati! untuk memilih reaksi dan operasi distilasi.

Pen&elesaian

,eperti yang ditun$ukkan pada diagram operasi manapun dapat ditempatkan terlebih dahulu. +engan memilih kolom distilasi terlebih dahulu umpan yang mendekati murni masuk operasi reaksi akan memberikan kon2ersi iso*butane yang lebih tinggi. PUR4E STREAM Heuristik , ! 4unakan urge stream untuk mem3uang sen&a+a &ang akan masuk roses se3agai im uritas dalam um an: atau ter3entuk dalam reaksi sam ing &ang irre?ersi3le: ketika sen&a+a ini ada dalam /umlah &ang sangat kecil dan@atau sulit untuk di isahkan dari 3ahan lain" ,enya-a yang sangat sedikit ini sering disebut sebagai impuritas dalam aliran umpan atau terbentuk reaksi samping yang menimbulkan permasalahan khusus ketika

bahan kimia terdistribusi dalam !lo-sheet. +alam proses kontinyu

maka akan

terakumulasi secara kontinyu kecuali disiapkan pembuangannya baik melalui reaksi separasi atau melalui purge stream. .arena reaksi atau separasi suatu senya-a dengan konsentrasi rendah biasanya mahal purge stream digunakan $ika senya-a tersebut tidak beracun dan sedikit dampaknya terhadap lingkungan. Purge stream biasanya $uga digunakan untuk memindahkan senya-a yang terdapat dalam $umlah besar pemisahannya dari bahan kimia lain sulit dilakukan. ,ebagai contoh distribusi bahan kimia dalam proses ammonia (
N 2 + 3H 2 2 NH 3 ) pada gambar ".3. sedikit argon yang terikut dalam nitrogen yang

direco2ery dari udara dan sedikit methane yang terikut dalam hidrogen yang dihasilkan dalam steam re!orming ( CH 4 + H 2 O 3H 2 + CO ).

4am3ar -") 8oo Reaktor Ammonia

,etelah re!orming carbon mono)ide dan methane yang tidak bereaksi dan steam direco2ery dan menyisakan sedikit methane. 1eskipun nitrogen dan hidrogen direaksikan pada tekanan tinggi 299 atm kon2ersinya tetap rendah (sekitar 29 =mol) dan nitrogen dan hidrogen yang tidak bereaksi dalam $umlah besar diresirkulasi. Pada purge stream terdapat buangan untuk argon dan methane yang $uga diperuntukkan bagi konsentrasi yang tidak diinginkan dalam pipa reaktor dengan packing katalis platinum. &as yang ringan dari tangki !lash terbagi men$adi aliran purging dan recycle dengan 2ariabel penentu yaitu perbandingan purging4recycle. ,aat perbandingan purging4recycle

meningkat kehilangan nitrogen dan hidrogen meningkat yang disertai dengan penurunan produksi ammonia. (al ini seimbang dengan penurunan kecepatan resirkulasi. Pada proses sintesis stage sebelumnya perbandingan purging ditetapkan dengan menggunakan heuristik. +an sekarang dapat di2ariasikan dengan simulasi proses untuk menentukan pengaruhnya pada kecepatan resirkulasi dan ukuran alat. .emudian dapat diubah*ubah $uga dengan simulasi proses untuk mengoptimalkan return on in2estment untuk proses tersebut. =ontoh -") Proses Purging Amonia Pada contoh ini loop reaktor ammonia dalam gambar ".3 disimulasi menggunakan /,P3< P5%, untuk mengetahui e!ek dari perbandingan purging dan recycle pada purge stream dan loop recycle. %ntuk !lo-sheet /,P3< P5%, di ba-ah dibuat spesi!ikasi sebagai berikut: Unit Simulasi R1 B1 Su3routine R3C%75 T Ao7B '32 299 P AatmB

B5/,(2 *28 13@ 3 +an 6hao*,eader option set dipilih untuk memperkirakan si!at termo!isika.

,ebagai catatan bah-a R3C%75 menghitung kesetimbangan kimia pada suhu dan tekanan tertentu. %mpan gabungan pada ?? oB dan 299 atm terdiri dari <2 (2 /r 6(4 5bmole4$am 24 ?4 3 9@ 11 199 9 Braksi 1ole 9 249 9 ?43 9 99@ 9 911 1 999

Pen&elesaian Beberapa 2ariabel ditabelkan sebagai !ungsi perbandingan purging4recycle. Perbandingan purging4recycl e 91 9 98 9 9@ 9 94 9 92 .ecepatan produk (lbmol4$am) 3' 2 49 ?" 42 4 44 3 4" 8 .ecepatan recycle (lbmol4$am) 1'1 9 29' 3 233 ' 2?3 " 49" @ .ecepatan purging (lbmol4$am) 1' 1 1@ ? 14 9 19 ' 81 Braksi mol Braksi mol purging /r 9 928 9 933 9 949 9 9"3 9 9?2 purging 6(4 9 9"2 9 9@9 9 9?4 9 9'3 9 133

Pada semua kasus !raksi mol /r dan 6( 4 pada purging lebih besar daripada umpan. ,aat perbandingan purging4 recycle berkurang e!luen uap dari tangki !lash men$adi lebih kaya senya-a inert dan sedikit (2 dan <2 yang hilang dalam aliran purging. (al tersebut ter$adi bersamaan dengan peningkatan kecepatan recycle dan harga resirkulasi demikian

$uga 2olume reaktor. 6apital cost dan operating cost dapat diperkirakan dan perhitungan keuntungan dapat dioptimalkan sebagai !ungsi perbandingan purging4recycle. Heuristik -! 6angan mem urging sen&a+a &ang 3erharga@3eracun dan 3er3aha&a: +alau un dalam konsentrasi kecil" Tam3ahkan se arator untuk reco?er& sen&a+a &ang 3erharga" Tam3ahkan reaktor untuk menghilangkan sen&a+a &ang 3eracun dan 3er3aha&a" Pada beberapa keadaan trace species dari -aste stream merupakan alternati! penting untuk purging. (al ini tentu sa$a ter$adi pada kasus dalam aDueous stream yang mengandung trace species dari logam langka yang dapat timbul ketika katalis dimasukkan dalam ceramic support. Pada situasi lain sebagai contoh dalam penanganan aDueous -aste*peraturan lingkungan untuk trace Duantity yaitu bahan kimia organik dan anorganik harus direco2ery dan dikon2ersi dalam bentuk yang dapat diterima lingkungan. ,atu proses untuk mengolah aDueous stream di sekitar tangki yang bocor adalah supercritical oxidation dengan menggunakan gelombang akustik4laser untuk menghasilkan plasma. Pada proses ini -aste species Etermasuk chlorinated hydrocarbon pestisida !enol (contohnya p*nitrophenol) dan esterF dioksidasi pada suhu dan tekanan terkait dengan supercritical water ((ua et.al 1''"a 1''"b). 6ontoh lain yang melibatkan kon2ersi katalis dari hidrokarbon dan carbonmono)yde dalam gas keluaran dari mesin pembakaran internal digambarkan pada gambar ".4. Pada purging gas keluaran mesin pembakaran kon2ersi katalitik biasanya mengarah pada pembentukan 6; dan <; men$adi 6;2 dan <2. .eputusan untuk memasukkan tahap reaksi daripada memisahkan atau memurnikan pada perancangan stage proses terdahulu dibuat berdasarkan keberadaan katalis dan pengalaman yaitu heuristik.

4am3ar -", Pem3akaran Keluar Kon?ersi Katalitik

RE=5=8E TO ECTIN=TION Heuristik *! Produk sam ing ada reaksi re?ersi3el dalam /umlah sedikit 3iasan&a tidak direco?er& dalam se arator atau urging: akan teta i diD recycle to extinction" ,eringkali terdapat sedikit bahan kimia yang dihasilkan dalam reaksi samping seperti reaksi benGene untuk membentuk biphenyl dalam proses hidrodealkilasi toluene. .etika reaksi ter$adi secara re2ersibel memungkinkan untuk memperoleh keseimbangan pada steady state dengan recycle senya-a produk tanpa memindahkannya dari proses. ,ehingga sering dikatakan bah-a produk samping yang tidak diinginkan di* recycle to extinction. =ontoh -", Produksi Re?ersi3el 3i hen&l 6ontoh ini menun$ukkan simulasi proses hidrodealkilasi toluene yang lengkap pada akhir bagian 4.3 dan ditampilkan tanpa solusi karena merupakan dasar latihan ".4. %ntuk recycle biphenyl men$adi hilang !lo-sheet gambar 4.29 dimodi!ikasi untuk menghilangkan kolom distilasi terakhir dan toluene yang tidak bereaksi dar kolom kedua direcycle dengan biphenyl. (al ini dilakukan pada reaksi re2ersibel. 2 6@(@ H 612(19 : (2

,ebagai catatan reaksi di atas menghilangkan satu dari dua -aste stream dalam poses. >ang kehilangan (2 dalam $umlah banyak adalah aliran purging gas menghindarinya penggunaan membran4adsorpsi separator harus dipertimbangkan. SE8EKTI9ITAS Heuristik #! Untuk reaksi &ang 3ersusun: 3aik seri mau un aralel: atur suhu: tekanan: dan katalis untuk mem eroleh &ield &ang tinggi dari roduk &ang diinginkan" Pada distri3usi 3ahan kimia: mulaDmula asumsikan kondisi da at di enuhi" Se3elum mengem3angkan base-case design: cari data kinetik dan eriksa asumsi terse3ut" .inetika reaksi kimia bersusun dalam pembentukan bahan kimia yang diinginkan kondisi reaksi harus ditetapkan dengan hati*hati untuk memperoleh distribusi bahan kimia yang diinginkan. 6ontohnya reaksi seri paralel dan seri*paralel pada gambar "." dimana senya-a B merupakan produk yang diinginkan untuk sistem reaksi ini dan reaksi se$enis. 1aka penting untuk mempertimbangkan suhu tekanan dan perbandingan umpan dan -aktu tinggal ketika mendistribusikan bahan kimia. ,atu contoh reaksi seri*paralel ter$adi dalam perusahaan allyl chloride. ,istem reaksi ini melibatkan 3 susunan reaksi orde 2 eksotermis ditun$ukkan dengan gambar 4."d dengan panas reaksi I(R energi akti2asi 3 dan !aktor preeksponensial ko dalam tabel ".1. ,ebagai catatan karena 31432J1 kon2ersi allyl chloride lebih besar pada suhu intermediet. untuk

4am3ar -"- Kom etisi Reaksi AaB Reaksi SeriE A3B reaksi ParalelE AcB Reaksi SeriDParalelE AdB Reaksi Eksotermis All&lkhlorida

#abel ".1. Panas Reaksi dan .onstanta .inetik untuk Proses /lyl 6hloride (Biegler and (ughes 1'83) Reaksi 1 2 3 I(R (Btu4lbmol) *4 899 *?' 299 *'1 899 ko Elbmol4 (hr.!t3.atm2)F 29@ 999 11.? 4.@ ) 198 34R (9R) 13 @99 3 439 21 399

=ontoh -"- Selekti?itas Reaksi All&l =hloride %ntuk mendemonstrasikan keuntungan men$alankan reaktor pada suhu intermediet tampilkan konstanta kecepatan reaksi untuk tiga reaksi bersusun pada suhu intermediet. Pen&elesaian ,eperti yang ditun$ukkan pada gra!ik berikut kecepatan reaksi yang diinginkan yaitu reaksi 1 mempunyai hubungan paling besar dengan kecepatan dua reaksi lain pada suhu intermediet.

,eringkali selekti2itas yang diinginkan tidak tercapai dengan hanya mengatur suhu dan tekanan reaksi. Pada kasus ini katalis memegang peranan penting. /hli kimia biologi dan sar$ana #eknik .imia beker$a untuk merancang katalis yang dapat membuat reaksi yang diinginkan ber$alan lebih cepat pada suhu yang lebih rendah selama menurunkan kecepatan reaksi samping. %ntuk tu$uan ini beberapa operasi reaksi menggunakan Geolit kristalin yang merupakan katalis shape-selecti e yang e!ekti!. .atalis lain yang digunakan termasuk logam sebagai contoh adalah platinum palladium dan rhodium. 0elas bah-a ketika mendistribusikan bahan kimia dalam proses sintesa penting untuk memahami hubungan kecepatan dari reaksi bersusun. SEPARASI REAKTI7 Heuristik .! Untuk reaksi re?ersi3le memindahkan ada khususn&a: ertim3angkan untuk &ang mam u men/alankan reaksi ke melakukann&a di dalam eralatan se arasi

roduk: akan teta i teta

kanan" %e3era a o erasi reaksi se arasi mengacu ada distri3usi 3ahanD3ahan kimia &ang sangat 3er3eda" 5angkah terakhir dalam sintesa proses yang dian$urkan dalam bagian 3.4 adalah #ask 7ntegration yaitu gabungan dari operasi men$adi unit proses. +alam sintesa proses yang disarankan di sana operasi reaksi dipilih dahulu bahan kimia didistribusikan

(seperti yang dibahas di bagian sebelum ini) dan operasi separasi dipilih diikuti dengan operasi perubahan suhu tekanan dan !ase sebelum dilakukan task integration. Pada beberapa kasus strategi di atas tidak menu$u pada kombinasi yang e!ekti! dari operasi reaksi dan separasi sebagai contoh adalah menara distilasi reakti! menara absorpsi reakti! dan membran reakti!. ,ebagai alternati! ketika keuntungan dari menggabungkan 2 operasi ini diteliti oleh tim perancang kombinasi operasi reaksi* separasi diletakkan di !lo-sheet sebelum distribusi bahan kimia dengan pengembangan segi ekonomi dalam rancangan. Reaktor distilasi biasa digunakan ketika reaksi kimia re2ersibel contohnya: a/ : bB H c6 : d+ dan ada perbedaan relati! 2olatilitas yang signi!ikan dari bahan*bahan kimia pada kondisi suhu dan tekanan yang tepat untuk reaksi. .euntungan dari reaktor distilasi seperti ditun$ukkan dalam pembuatan methyl acetate 1e;( : (;/c H 1e;/c : (2; Pada gambar 4.@ produk dikeluarkan dari seksi reaksi dalam aliran uap dan cairan sehingga reaksi ber$alan ma$u tanpa reaktan e)cess4mengubah tekanan. .arena methanol lebih 2olatil dari asam asetat maka dimasukkan dari dasar Gona reaksi dimana methanol berubah men$adi !ase uap dan bersentuhan dengan asam asetat yang dimasukkan dari puncak Gona reaksi dan berubah men$adi!ase cair. ,aat methyl acetate men$adi !ase cair dipindahkan dari menara melalui aliran dasar yang nyaris murni.

4am3ar -"* Distilasi Reakti0 untuk Mem roduksi Meth&l Asetat

,ebagai ringkasan ketika keuntungan dari opoerasi gabungan (termasuk reaksi re2ersibel dan distilasi) $elas untuk tim perancang operasi dapat dimasukkan ke dalam !lo-sheet sebelum distribusi bahan kimia dalam sintesa proses. (al ini merupakan prosedur perancangan heuristik yang dapat mempermudah tahap sintesa dan memba-a pada rancangan yang lebih menguntungkan. SEPARASI Heuristik 2 ! Pisahkan destilasi: cam uran stri ing cairan to+er: menggunakan enhanced ekstraksi cam uran menara cairDcair: ua dengan destillation

Aekstrakti0: a1eotro ik: ! Heuristik $( Heuristik $$ ! Atur untuk

reakti0B:

kristali1er dan@atau adsor3er" mengkondensasikan menggunakan cooling +ater" 8alu gunakan Heuristik 2" Pisahkan cam uran ua dan@atau alat mem3ran" dengan menggunakan kondenser arsial: cr&ogenic destillation: menara a3sor si: adsor3er:

Proses pemisahan tergantung pada !ase aliran yang akan dipisahkan dan si!at !isis dari senya-a kimia tersebut. /liran cairan dan uap dipisahkan dengan menggunakan cara*cara yang disarankan oleh +ouglas (1'88) pada bukunya Conceptual !esign o" Che#ical Processes. .etika produk reaksi mempunyai !ase cair +ouglas menyarankan untuk mengikutsertakan sistempemisahan cairan pada !lo-sheet seperti ditun$ukkan pada gambar ".?. ,ystem pemisahan cairan melibatkan satu atau lebih separator berikut : menara destilasi dan enhanced destillation stripping to-er ekstraktor cair*cair dll dengan senya-a kimia yang tidak bereaksi berubah !ase men$adi cair dan di* recycle kembali ke proses reaksi.

4am3ar -"# 7lo+sheet untuk Memisahkan Aliran Keluar Reaktor =airan

%ntuk

produk

reaksi

yang

ber!ase

uap

+ouglas

menyarankan

agar

mengkonensasikan secara parsial uap tersebut dengan menggunakan cooling -ater atau re!rigerant. 6ooling -ater dapat mendinginkan produk reaksi hingga suhu 3" o6 seperti yang ditun$ukkan pada gambar ".8. #u$uannya untuk mengubah !ase men$adi cair yang lebih mudah dipisahkan tanpa menggunakan re!rigerasi yang melibatkan tahap kompresi yang mahal. .etika ter$adi kondensasi parsial system pemisahan cairan diikutsertakan dengan ditambahkan cairan buangan apabila diperlukan untuk menghilangkan senya-a inert sisa yang terdapat pada cairan dan belum bisa dipisahkan. Base uap dialirkan ke system reco2ery uap yang melibatkan satu atau lebih $enis pemisahan berikut : kondensasi parsial cryogenic destillation absorpsi adsorpsi separasi membran dll. Produk uap di*reco ery dan senya-a inert yang ringan dibuang. Produk cair yang dihasilkan pada system pemisahan uap dialirkan ke system reco2ery cairan digunakan untuk reco2ery produk dan recycle dari senya-a yang tidak bereaksi.

4am3ar -". 7lo+sheet untuk Memisahkan Aliran Keluar Reaktor Ua

/pabila keluaran reactor telah terdistribusi oleh !ase cair dan !ase uap +ouglas mengkombinasikan dua !lo-sheet seperti pada gambar ".'. (arus dipahami bah-a pengembangan system separasi untuk ketiga !lo-sheet melibatkan beberapa heuristik. Pertama alat separasi tertentu seperti separator membran tidak disarankan untuk pemisahan. .edua untuk mencapai kondensasi parsial cooling -ater digunakan lebih a-al daripada kompresi dan re!rigerasi. +alam hal ini diperkirakan bah-a pemisahan cairan lebih disukai. ,ebuah usaha dilakukan untuk mengkondensasi produk yang berupa uap secara parsial tetapi tidak ada usaha yang dilakukan untuk menguapkan produk yang berupa cairan.

4am3ar -"2 7lo+sheet untuk Memisahkan Aliran Keluar Reaktor Ua @ =airan

,elama heuristik ini dan yang lainnya berdasarkan pada pertimbangan pengalaman dan biasanya mengacu pada desain yang menguntungkan desainer perlu mengenali batasan*batasan mereka dan berhati*hati pada situasi dimana mereka mengacu pada desain suboptimal. 5ebih $auh untuk pemisahan aliran multikomponen meto!e !ormal telah dikembangkan untuk mensintesa proses separasi yang melibatkan uap dan cairan. (al ini akan dibahas pada bab selan$utnya. Pemisahan &ang Meli3atkan Partikel Padat %ntuk aliran yang melibatkan !ase padatan atau senya-a yang mengkristal atau mengendap pertimmbangan tambahan diperlukan ketika memilih system separasi. .etika

memisahkan bahan anorganik terutama dalam larutan aDueous aliran seringnya didinginkan atau die2aporasi secara parsial untuk mendapatkan kembali padatan melalui kristalisasi. ,eringnya slurry dipekatkan dengan pengendapan centri!ugasi atau !iltrasi sebelum dikeringkan. Peralatan lain untuk mendapatkan kembali padatan adalah cyclone hydroclone dan electrostatic precipitator. .ristalisasi ter$adi dalam tiga mode yang berbeda kristalisasi solusi apllies terutama untuk bahan kimia anorganik yang cristalliGed dari pelarut biasanya air dengan suhu operasi $auh di ba-ah titik leleh kristal. Presipitasi adalah solusi kristalisasi cepat yang menghasilkan se$umlah besar kristal yang sangat kecil. 7ni biasanya mengacu pada kasus di mana satu pproduct dua solusi bereaksi adalah solid kelarutan yang rendah misalnya pengendapan perak klorida larut ketika larutan perak nitrat dan natrium klorida dicampur bersama*sama. +alam kristalisasi meleleh dua atau lebih bahan kimia titik leleh sebanding dipisahkan pada suhu operasi pada kisaran titik meltiing. 6ontoh dari mode ini kristalisasi adalah produksi -a!er silikon murni dari lelehan yang terdiri dari ,i;2. .ristalisasi mampu memproduksi bahan kimia yang sangat murni ketika dilakukan sesuai dengan heuristik berikut tidak ada bah-a pemulihan oleh suatu cara kristalisasi maay dibatasi oleh komponen eutektik. Heuristik $' ! Mengkristal kimia anorganik dari larutan 3erair consentrated dengan dingin ketika kelarutan menurun secara signi0ikan dengan enurunan suhu" 6auhkan larutan suhu /enuh dengan engua andari ada aling $ sam ai ' o7 3a+ah ada konsentrasi &ang 3erlaku" 4unakan kristalisasi endinginan ketika kelarutan tidak

3eru3ah secara signi0ikan dengan suhu" Heuristik $) ! Tingkat ertum3uhan kristal kurang le3ih sama dalam segala arah: ta i tidak ernah kristal 3ola" Tingkat ertum3uhan kristal dan ukuran dikendalikan dimana dengan ! =F mem3atasi konsentrasi tingkat 3iasan&a /enuh antara SF=@=saturas

$"('GSG$"(-" Tingkat kasus ke kasus"

ertum3uhan sangat di engaruhi oleh

adan&a kotoran dan aditi0 khusus tertentu &ang 3er?ariasi dari

Heuristik $, ! Pemisahan sen&a+a organik oleh kristalisasi leleh dengan endinginan menggunakan kristalisasi sus ensi diikuti dengan enghilangan kristal oleh settling: 0iltrasi: atau sentri0ugasi" Alternati0 lain: menggunakan la&er kristalisasi endingin dengan scra ing atau eutektik menggunakan kristal" 6ika dilelehkan men/adi 3entuk solusi engulangan elelehan ada ermukaan elelehan untuk menghioangkan adat termasuk dan langkah

em3ekuan dise3ut kristalisasi leleh 0raksional atau 1ona elelehan" Heuristik $- ! Menggunakan 3e3era a e?a orator dengan kon0igurasi seri: anas laten engua an air da at di olah dan digunakan kem3ali" Dengan e?a orator tunggal: rasio /umlah air &ang mengua di3andingkan dengan steam &ang harus ditam3ahkan adalah (:." Ketika e?a orasi dua e0ek rasio men/adi $:*: Ketika e?a orasi tiga e0ek '",: dan se3again&a" %esarn&a titik didihDele?asi &ang dise3a3kan oleh sen&a+a anorganik terlarut adalah 0aktor engendali dalam memilih /umlah e0ek o timal" Ele?asi &ang ter/adi rentang ) sam ai $(o7 antara larutan dan air murni titik didih" Ketika kenaikan titik didihD kecil: 3ia&a engua an minimum di eroleh dengan . hingga $( e0ek" Ketika titik didih meningkat 3erarti: /umlah o timal e0ek kecil: * atau kurang dari *" %isa meningkatkan tekanan steam interstage dengan ua D/et atau mekanis kom resor" Heuristik $* ! Ketika menggunakan multi le e00ect: cairan dan ua 0or+ard 0eed: dimana cairan dan ua mengalir mengalir

dengan arah &ang sama atau 3er3eda" Ketika menggunakan ada arah &ang ada sama" Untuk /umlah e00ect &ang le3ih sedikit: utaman&a

um an cairan anas" Ketika dengan 3ack+ard 0eed: dimana cairan mengalir ada arah 3erla+anan dengan aliran ua : untuk um an dingin dan atau /umlah e0ek le3ih 3an&ak" Dengan menggunakan

0or+ard 0eed: hasil cairan tengah tidak mem3utuhkan sedangkan 3ack+ard 0eed mem3utuhkan om a.

om a:

.ristalisasi dari cairan memghasilkan kristal sluryy dan mother liDuor dimana sebagian dipisahkan dengan cara !iltrasi atau sentri!ugasi men$adi -et cake dan mother liDuor. Biltrasi menggunakan medium !ilter atau porpus cloth atau logam dilakukan diba-ah gra2itasi 2akum atau bertekanan. ,entri!ugasi bisa menggunakan solid bo-l atau porous bo-l dengan medium !ilter. Baktor peting dari pemilihan alat meliputi moisture content dari cake $umlah padatan dari mother liDuor !ragilitas dari kristal ukuran partikel kristal kebutuhan akan pencucian dari kristal untuk memindahkan mother liDuor dengan air bersih. +an arus !iltrasi. /rus !iltrasi paling baik ditentukan oleh $umlah arus dari ketebalan cake menaikkan penggunaan u$i 2acuum lea! !ilter skala laboratorium yang lebih kecil seperti kriteria berikut: kecepatan cepat 9 1 sampai 19 cm4sK medium 9 1 sampai 19 cm.menitK kecepatan lambat 9.1 sampai 19 cm4$am. Heuristik $# ! Ketika Kristal mudah ecah: encucian e0ekti0 di3utuhkan dan clear mother liHuor diinginkan: menggunakan ! gra?itasi: 7iltrasi dengan hori1ontal an um an atas digunakan untuk slurr& &ang di0iliter ada kece atan tinggiE 7iltrasi dengan rotar& drum ?akum digunakan untuk slurr& &ang di0ilter ada kece atan sedangE dan 7iltrasi dengan Tekanan untuk slurr& &ang di0ilter ada kece atan rendah" Heuristik $. ! Ketika adatan ada kelem3a an rendah di3utuhkan: adatan menggunakan ! sentri0ugasi dengan solidD3o+l /ika /ika encucian e0ektik di3utuhkan" Padatan basah dari !iltrasi arau sentri!ugasi dimasukkan ke dalam pengering untuk menghilangkan kelembapan yang tersisa. Banyaknya $enis pengering komersial dapat digunakan sesuai $enis umpannya dimana umpan yang dimasukkan tidak hanya berbentuk padatan basah tetapi $uga adonan slab !ilm slurry dan cairan. Panas untuk pengeringan dapat berasal dari gas panas yang berkontak secara tidak langsung dengan

dimasukkan dalam mother liHuorE 0iltrasi sentri0ugal digunakan

umpan basah atau mungkin didapat secara tidak langsung melalui dinding. Berdasarkar ketabalan umpan dan dera$at aditasinya -aktu pengeringan dapat berlangsung dari detik sampai $am. Berikut ini heuristic yang berguna untuk pemilihan preliminary peralatan pengeringan : Heuristik $2 ! Untuk material 3er3entuk granular: aliran 3e3as ata& tidak: ukuran artikel dari ) sam ai $-mm: menggunakan tra& continue dan 3elt dr&ers dengan anas langsung" Untuk aliran 3e3as adatan 3er3entuk granula tidak sensiti0 dengan anas: menggunakan

inclined rotar& c&lindrical dr&er: dimana anas disu la& langsung dari gas anas atau tidak langsung mele+ati tu3e: carr&ing steam: dio erasikan ada dr&er an/ang dan diletakkan ada satu atau dua concentric ring dan ditem atkan han&a didalam dari dr&er rotating shell" Untuk ukuran kecil: artikel dengan aliran 3e3as ukuran $ sam ai ) mm: ketika engeringan ce at memungkinkan: menggunakan neumatic con?e&ing dr&er dengan anas langsung" Untuk ukuran artikel sangat kecil dengan aliran langsung kurang dari $mm: menggunakan 0ludi1ed 3ed dr&er dengan anas langsung" Heuristik '( ! Untuk asta dan slurr& dari 0ineDsolid: menggunakan drum dr&er dengan anas tidak langsung" Untuk cairan dan slurr& &ang mudah ter om akan: menggunakan s ra& dr&er dengan anas langsung"

PERPINDAHAN PANAS DARI REAKTOR DAN KE REAKTOR ,etelah menetukan operasi separasi tahap selan$utnya dalam sintesa proses yang disarankan dalam Bagian 3.4. adalah memasukkan perubahan suhu tekanan dan !ase pada operasi. %ntuk melakukannya beberapa algoritma untuk integrasi panas dan tenaga telah dikembangkan (disa$ikan di Bab 19). #u$uan bab ini adalah untuk mempertimbangakn beberapa pendekatan untuk memudahkan panas yang dihasilkan dalam reaksi eksotermis dan untuk menambahkan panas yang dibutuhkan oleh reaksi endotermis.

Per indahan Panas dari Reaktor Eksotermis Pada reaksi eksotermis tahap pertama yang penting adalah mengkom*putasikan suhu reaksi adiabatis yaitu suhu maksimal yang dapat dicapai dengan adanya trans!er panas. =ontoh -"*" Suhu Reaksi Adia3atis Perhatikan reaksi carbon mono)ide dan hidrogen untuk membentuk methanol : 6; : 2 (2 6(3;( +engan reaktan masuk pada stoikiometri pada 2"o6 dan 1 atm hitung panas reaksi standar dan suhu reaksi adiabatis. Pen&elesaian +alam /,P3< P5%, subroutine R,#;76 digunakan dengan aliran umpan yang mengandung 1 lbmol4$am (2 dan metode P,R. (persamaan ,Da2e L Redlich L .-ong yang ditetapkan dengan pencampuran aturan (olderbaum L &mehling). %ntuk memperoleh panas reaksi kon2ersi !raksional 6; ditetapkan sama dengan suhu aliran produk pada 2"o6 dan !raksi uap pada 1.9. /khirnya produk methanol dalam !ase uap pada 2 44 psia dan reaktan maupun produk adalah uap. Beban panas dikomputasikan dengan R,#;76 adalah L38 881 Btu4$am dan panas reaksi adalah M( R N *38 881 Btu4lbmol 6;. %ntuk memperoleh suhu reaksi adiabatis untuk kon2ersi lengkap beban panas ditetapkan pada nol dan tekanan aliran produk methanol dikembalikan ke 1 atm. ,uhu e!luen dari produk ini pada 11"8o6 (211@oB) yang terlalu tinggi untuk katalis berbasis 6u dan bahan konstruksi pada beberapa tangki reaktor. Bagaimanapun $uga pertanyaan kunci dalam sintesa proses methanol dan beberapa proses serupa yang melibatkan reaksi eksotermis tinggi adalah bagaimana menurunkan suhu produk. Pada banyak kasus perancang diberikan atau menetapkan suhu maksimal dalam reaktor dan menge2aluasi satu dari strategi perpindahan panas yang di$elaskan disini. ,ebagai catatan hasil ini $uga dapat diulang dengan menggunakan !ile 3A/14* @.B.P pada 6+*R;1. 0uga subroutine R,#;76 seperti yang di$elaskan pada Bagian @.1.

Heuristik '$ !

Untuk memindahkan

anas reaksi eksotermis &ang tinggi:

ertim3angkan enggunaan reatan e;cess: diluen inert@cold shot: &ang akan mem engaruhi distri3usi 3ahan kimia dan harus dimasukkan le3ih dahulu dalam sintesa roses Heuristik '' ! Untuk anas reaksi eksotermis &ang le3ih rendah: sirkulasikan ada endingin eksternal atau gunakan tangki endingin" 6uga ertim3angkan enggunaan 0luidareaktor

3er/aket atau coil

intercooler diantara stage reaksi adia3atis" %ntuk memperoleh suhu yang lebih rendah beberapa alternati! yang mungkin dimulai dari pengaruh distribusi bahan kimia adalah sebagai berikut : 1. Penggunaan salah satu reaktan yang e)cess untuk menyerap panas. /lternati! ini telah dibahas lebih dahulu di Bagian ".3 dan digambarkan dalam &ambar ".19a dimana e)cess B direco2ery dari separator dan diresirkulasikan ke operasi reaksi. Panas dipindahkan dari separator atau dengan menukar dengan aliran proses dingin atau cold utility (contoh : cooling -ater).
Product / B Reactor B

,eparator

(a)
Product / B

Reactor

,eparator

(b)
B (cold !eed)

O O
(c)

Reactor

(d)

/ B

O O
(e)

4am3ar -"$( 7lo+sheet untuk memindahkan anas reaksi ! AaB menggunakan reaktan e;cessE A3B menggunakan diluen inert: SE AcB menggunakan cold shotE AdB o erasi adia3atisE AeB menggunakan intercooler

=ontoh -"# Reaktan E;cess .embali ke 6ontoh ".@ e)cess (2 dispesi!ik dengan perbandingan mol (246; adalah 19 dan suhu aliran e!luen reaktor dikomputasi. Pen&elesaian +engan menggunakan subroutine R,#;76 di /,P3< P5%, dengan kon2ersi 6; lengkap suhu e!luen diturunkan men$adi 33?o6 (@3'o6) hasil tersebut dapat diulang dengan menggunakan !ile 3A/14*?.B.P pada 6+*R;1. Perintah sensiti2itas dapat digunakan untuk mengkomputasikan suhu e!luen sebagai !ungsi perbandingan mol (246;. 2. Penggunaan diluen inert ,. &ambar ".19b menggambarkan alternati! ini. ,atu contoh muncul dalam pembuatan methanol dimana carbon mono)ide dan hidrogen bereaksi dalam !luidiGed bed yang mengandung katalis. +alam proses 1arathon ;il aliran yang besar atau minyak inert disirkulasikan melalui reaktor didinginkan dan diresirkulasikan ke reaktor. ,ebagai catatan diluen seperti minyak dengan kapasitas panas besar lebih disukai untuk men$aga suhu men$adi lebih rendah dengan kecepatan resirkulasi lebih kecil. .erugian dari pendekatan ini adalah dengan adanya

senya-a baru yaitu , yang ketika dipisahkan dari campuran reaksi tidak dapat dipindahkan seluruhnya dalam separator atau dengan menukar dengan aliran proses dingin atau cold utility. =ontoh -". Diluen Dodecane .embali ke 6ontoh @ " lbmol4$am dodecae ditambahkan dalam umpan reaktor (1 lbmol4$am 6; dan 2 lbmol4$am (2) dan suhu aliran e!luen raktor dikomputasikan. Pen&elesaian Pada kasus ini suhu e!luen diturunkan dengan ta$am men$adi ?? @ o6 (1?1 ?o6) hasil tersebut dapat diulang dengan menggunakan !ile 3A/14*8.B.P pada 6+*R;1. .ecepatan aliran dodecane diatur untuk memberikan penurunan suhu yang cukup. 3. 1enggunakan cold shot. Pada alternati! ini seperti yang digambarkan pada &ambar 4.19c satu dari rekatan didinginkan dan didistribusikan selama operasi reaksi adiabatis secara seri. 3!luen dari setiap stage pada suhu yang naik didinginkan dengan cold shot reaktan B. +i tiap stage penambahan / direaksikan sampai semua digunakan di stage terakhir. +ua alternati! berikutnya tidak mempengaruhi distribusi bahan kimia dan biasanya digunakan untuk reaksi eksotermis menengah di sintesa proses selama integrasi panas dan tenaga dan ketika mempertimbangkan pertukaran panas antara aliran suhu tinggi dan suhu rendah. 4. ;perasi adiabatis. Pada kasus ini panas dipindahkan dari operasi reaksi pada salah satu dari beberapa cara. Baik digunakan cooling -ater atau dimasukkan coil melalui aliran proses dingin atau cold utility disirkulasikan. Pada beberapa kasus reaksi ter$adi dalam pipa berisi katalis dikelilingi dengan pendingin seperti yang digambarkan di reaktor ammonia (#P/ design) di &ambar ".11.

4am3ar -"$$ Reaktor Tur3ular Ammonia

disini reaktan <2 dan (2 di preheater dengan trans!er panas dari senya-a yang bereaksi di pipa katalis dan selubung pipa dirancang untuk memberikan trans!er panas yang cukup dalam reaksi. Prosedur perancangan serupa dengan perancangan (3 di Bab 13. ,ekarang alternati! lain adalah mensirkulasikan sebagian campuran yang bereaksi melalui eksternal (3 dimana panas reaksi dipindahkan seperti yang terlihat pada &ambar ".19d. ". &unakan intercooler. ,eperti yang ditun$ukkan pada gambar ".19e operasi reaksi dibagi men$adi beberapa stage adiabatis dengan panas yang dipindahkan dari (3 diletakkan diantara stage*stage. +isini panas trans!er baik ke aliran proses dingin yang memerlukan panas atau ke cold utility. +ari semua alternati! tim perancang memilih suhu yang dapat diterima dan kecepatan aliran dari !luida yang diresirkulasi. Biasanya terbatas oleh kecepatan reaksi dan khususnya kebutuhan untuk menghindari kehilangan panas atau degradasi katalis sebagaimana terdapat pada si!at bahan dan suhu dari aliran proses dingin dan utilitas yang tersedia seperti cooling -ater. ,uhu diatur berdasarkan !aktor yang lalu dalam sintesa proses. Bagaimanapun $uga saat strategi optimasi disempurnakan suhu

di2ariasikan dalam batasan. 5ihat Bab ? dan 11 untuk pembahasan penggunaan optimasi disintesa proses dan optimasi !lo-sheet proses. PENAM%AHAN PANAS KE REAKTOR ENDOTERMIS Heuristik ') ! Untuk mengontrol suhu ada anas reaksi endotermis &ang tinggi: ertim3angkan untuk menggunakan reaktan e;cess: diluen inert atau hot shot: &ang akan mem engaruhi distri3usi 3ahan kimia dan harus dimasukkan le3ih dahulu dalam sintesa roses" Heuristik ', ! Untuk anas reaksi endotermis &ang le3ih rendah: sirkulasikan 0luida reaktor ke heater eksternal atau gunakan tangki 3er/aket atau coil emanas" 6uga ertim3angkan enggunaan interheater diantara stage reaksi adia3atis" %ntuk operasi reaksi endotermis sumber panas reaksi seperti pada kasus operasi reaksi eksotermis panas reaksi dan suhu reaksi adiabatis dapat dikomputasikan menggunakan simulasi. Pada akhirnya akan menyediakan batasan yang lebih rendah pada suhu e!luen reaktor. .etika menambahkan panas ke operasi reaksi endotermis tiga pendekatan untuk penambahan panas mempengaruhi distribusi bahan kimia dalam !lo-sheet dan secepatnya setelah operasi reaksi dipilih. /liran umpan dipanaskan pendekatan ini dekat dengan pendekatan 3 pertama untuk perpindahan panas dari operasi reaksi eksotermis. Pada &ambar 4.19a L 4.19c ketika reaktan e)cess digunakan penurunan suhu e!luen ber2ariasi secara kebalikan dengan dera$at kee)cessan. ,erupa dengan saat diluen inert ditambahnkan suhu e!luen turun secara kebalikan dengan $umlah diluen. ,ebagai contoh adalah ketika ethylbenGene dipyrolisis untuk menghasilkan styrene. 3thylbenGene ,tyrene : (2 ,team superheated ditambahkan untuk menghasilkan panas reaksi dan men$aga suhu reaksi naik. #entu sa$a penambahan steam secara signi!ikan akan menaikkan 2olume reaktor dan $uga operating dan installation cost. /khirnya mungkin untuk menambahkan hot shot reaktor ke reaktor seri dengan cara yang sama dalam menambahkan cold shot pada &ambar 4.19c.

+ua alternati! yang sama yang tidak mempengaruhi distribusi bahan kimia dilakukan untuk penambahan panas pada operasi reaksi endotermis. Pada kasus ini operasi adiabatis pada &ambar 4.19d melibatkan penambahan panas dengan cara yang sama saat memindahkan panas. Perancangan yang biasa adalah $aket coil dan (3. 0uga interheater antara stage*stage seperti pada &ambar 4.19e digunakan pada berbagai kondisi seperti $ika terdapat intercooler.