Anda di halaman 1dari 6

1.

Cara bedain positif palsu dengan alkaloid Jawab : warna gak spesfik walaupun ada endapan 3 pereaksi=alkaloid alkaloid sejati dan alkaloid positif palsu sama2 memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff,mayer dan bouchardat. karena alkaloid positif palsu (misal protein atau asam amino) kemungkinan memiliki elektron bebas pada struktur molekulnya sehingga dapat berikatan sebagai ligan dengan logam berat yang ada pada ketiga peraksi tersebut membentuk senyawa kompleks dan menimbulkan endapan yang hampir sama dengan yang ditimbulkan dengan alkaloid sejati. untuk mengetahui apakah senyawa yang memberikan reaksi positif itu benar2 alkaloid atau bukan. dapat dilakukan hal berikut: sampel diekstraksi dengan pelarut organik (misal Ethyl acetat, cloroform, ethanol 90% atau methanol), kemudian ekstrak yang sudah kering dilakukan partisi dengan pasangan larutan asam acetat 1 N /ethyl acetat atau larutan HCL 1 N/ethyl acetat atau asam tartat/ethylasetat, maka senyawa yang bukan alkaloid akan terbuang sedangkan alkaloid akan larut dalam dalam bentuk garam. 2. Prinsip ECC Like dissolves like

3. Concreate An extract of fresh plant parts by using hydrocarbon solvents. 4. Tuliskan analisis karbohidrat dan jelaskan tiap langkah a. menyiapkan cuplikan Analisis gula bebas dalam daun atau jaringan tumbuhan dilakukan dengan ekstraksi dengan etanol 95% Memekatkan ekstrak untuk menghilangkan alkohol dan menyaringnya melalui celite atau memusingkan ekstrak air yang pekat untuk menghilangkan endapan Ekstrak air jernih ditotolkan langsung pada kertas atau plat Sebelum menganalisa gula, dalam hidrosilat polisakarida atau glikosida tumbuhan asam mineral perlu dihilangkan terlebih dahulu Pada glikosid tumbuhan, aglikon yang dibebaskan harus diekstraksi dahulu dengan eter atau etil asetat. Setelah hidrolisis menggunakan H2SO4 1M, asam dapat dihilangkan sebagai BaSO4 dengan menambahkan BaCO3 HCl 1M yang jumlahnya sedikit dapat dihilangkan dalam tekanan rendah dengan pompa arus air pada suhu dibawah 40 derajat celcius

HCl yang jumlahnya agak banyak dapat dihilangkan dari hidrolisat dengan mencucinya berulang ulang memakai larutan N-oktilmetilamina 10% dalam kloroform

b. Kromatografi kertas Ekstrak gula dikromatografi satu arah secara menurun pada kertas warna whatman no 1 dengan empat pengembang yang berlainan disamping larutan campuran baku yang mengandung glukosa, galaktosa, arabinosa, xilosa, dan ramnosa. Campuran baku dilarutkan dalam isopropanol 10% , masing masing gula berkonsentrasi 0,5% bobot, kira kira 3-5 mikro liter larutan ini ditotolkan pada kertas Pemisahan gula umum dapat dicapai secara kromatografi selama 18-24 jam tetapi hasil terbaik 36 jam Kertas yang dikeringkan dicelupkan ke dalam pereaksi anilina hidrogen ftalat yang dibuat dengan pelarut eter butanol lalu dikeringkan lagi. Kertas dipanaskan pada 105 derajat Celcius selama 5 menit agar aroma khas timbul Kertas harus diperiksa rutin dengan sinar UV karena bercak gula berfluorosensi dan ini merupakan cara deteksi yang lebih peka jika konsntrasi gula rendah Dua gula yaitu glukosa dan galaktosa sukar dibedakan dalam kromatogram tetapi keduanya dapat terpisah baik bila kertas dikembangkan sekurang kurangnya 24 jam

Glukosa dan Fruktosa dapat dipisah dengan mudah, tidak demikian bila selain mereka terdapat sukrosa. Ataw Kromatografi lapis tipis Kebanyakan pemisahan yang dicapai dengan KKt dapat juga dicapai dengan KLt pada selulosa mikrokristal dengan menggunakan pengembang yang sama. Pengembang yang dapat memisahkan gula umum pada silika gel biasa adalah campuran n-butanol-asam asetat-eterair(9:6:3:1).

3. Memastikan identitas

Dilakukan pada skala mikro dengan mengukur serapan spektrum senyawa berwarna yang terbentuk sebagai hasil reaksi suatu gula dengan resorsinol- H2S041N atau anilina hidrogen ftalat. Dengan pereaksi pertama ramnosa menghasilkan 3 puncak didaerah sinar tampak 412,488 dan 545nm, glukosa mempunyai puncak pada 489 dan 555nm dengan suatu infleksi pada 430nm galaktosa mempunyai puncak pada 422 dan 495nm dengan infleksi pada 550nm. Gluktosa dan galaktosa dapat diidentifikasi dengan enzim dengan skala mikro dengan glukosa oksidase dan galaktosa oksidase. Enzim bersama-sama dengan sesepora katalase ditambahkan ke dalam larutan gula aau disemprotkan pada kromatogram. Dalam waktu singkat gula dioksidasi menjadi senyawa yang tidak bereaksi lagi dengan anilina hidrogen ftalat 4. Analisis kuantitatif Salah satu cara baku untuk penentuan jumlah berbagai monosakarida yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan:

Totolkan sejumlah larutan gula pada garis awal dengan mikro pipet, buat triplo. Biarkan kertas mengering dan kembangkan salah satu keempat baku gula. Untuk deteksi, kertas dicelupkan pada anilina hidrogen ftalat, lau dikeringkan dan dipanaskan selama 5 menit pada 105C. Guntinglah bercak yang berwarna dan masing-masing dielusi dengan 3ml metanol yang mengandung SnCl2 1% Ukur serapannya pada panjang gelombang dengan spektrofotometer, ambillah harga pukul rata dari 3 pembacaan

5. Metabolit primer dan senyawanya apa saja

Jawab : Senyawa metabolisme primer merupakan senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup dan bersifat essensial bagi proses metabolisme sel tersebut. Senyawa ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok makromolekul yaitu karbohidrat, protein, lipid,dan asam nukleat Karbohidrat merupakan kelompok makromolekul yang tersusun atas atom C,H,dan O. kelompok ini sering disebut juga gula-gula hidrokarbon. Protein merupakan suatu senyawa makromolekul yang tersusun atas atom C, H, O, N, dan S.

Berdasarkan fungsinya protein dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu: 1. Protein fungsional yaitu kelompok Enzim, dan 2. Protein Struktural yaitu protein yang menyusun bagian struktural dari dalam sel seperti protein integral dan protein perifer yang menyusun bagian membran sel. Lemak merupakan golongan senyawa metabolit primer yang bersifat hidrofobik. Senyawa ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu: 1. lemak yang tersusun atas asam lemak dan gliserol, 2. sterol yang merupakan penyusun membran sel makhluk hidup, dan 3. kolesterol.

DNA Asam nukleat merupakan komponen yang terdiri atas atom C, H, O, dan P. Biasanya asam nukleat terdiri atas 3 bagian yaitu gula ribosa, basa nitrogen, dan fosfat. Berdasarkan fungsinya, asam nukleat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu : 1. 2. 3. 4. Sebagai komponen materi genetik, contohnya : DNA, RNA Sebagai energi kimia, contohnya: ATP, GTP, UTP Sebagai kofaktor, contohnya : NAD, FAD, Koenzim A Sebagai komponen regulator, contohnya : cAMP, cGMP

1. Kenapa dihasilkan metabolit sekunder Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit, menarik polinator, dan sebagai molekul sinyal.[1] Singkatnya, metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya. 2. 3 jenis aktivitas kimia(skrining) dan sebutkan menurut UNESCO : farmakologi, fitokimia, mikrobiologi 3. Gugus fungsi dan reaksi yang terjadi umum di karbohidrat

Pereaksi molisch yang terdiri dari -naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan furfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Warna ungu kemerah-merahan menyatakan reaksi positif, sedangkan warna hijau adalah negatif. Reaksi positif menendakan adanya karbohidrat (Poendjiadi 2007). Hal tersebut dapat dilihat pada terbentuknya cincin berwarna ungu. Percobaan ini sesuai dengan teori yang ada. Untuk uji ini, semua larutan karbohidrat yang ditambahkan 2 tetes reagen Molisch kemudian ditambahkan 5 ml H2SO4 pekat, menyebabkan terbentuknya cincin berwarna ungu. Perubahan warna ini disebabkan karena terjadinya reaksi kondensasi furfural dengan -naftol. Pada uji benedict, teori yang mendasarinya adalah gula yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Reaksi positif akan terjadi pada senyawa karbohidrat yang memiliki gugus aldehida atau keton bebas atau biasa disebut gula pereduksi yang ditandai dengan perubahan warna menjadi hijau, kuning, atau terbentuk endapan merah bata OO RCH + Cu2+ 2OH- RCOH + Cu2O Pereaksi Barfoed terdiri atas larutan kupriasetat dan asam asetat dalam air dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dengan disakarida. Ion Cu2+ dari pereaksi Barfoed dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gula reduksi monosakarida dari pada disakarida dan menghasilkan Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata (Poendjiadi 2007). Dengan adanya fosfomolibdat yang ditambahkan saat percobaan senyawa yang merupakan monosakarida akan menunjukkan warna biru dongker (atau biru tua pekat). Pada percobaan ini, glukosa dan fruktosa menghasilkan warna biru dongker. OO RCH + Cu 2+asetat RCOH + Cu2O + CH3COOH Endapan merah bata fruktosa dan sukrosa menunjukkan perubahan warna menjadi lebih pekat (kuning kecoklatan) karena terbentuknya resolsinol. Seliwanoff adalah uji untuk menetukan adanya gugus keton. Pada glukosa menunjukkan adanya reaksi negatif (-) yang berarti glukosa tidak mengandung gugus keton tetapi mengandung gugus aldehid. Pada fruktosa menunjukkan adanya reaksi positif (+) yang memberikan petunjuk bahwa fruktosa mempunyai gugus keton Uji Iod merupakan uji yang spesifik untuk polisakarida. Penambahan iodium pada suatu polisakarida akan menyebabkan terbentuknya kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Amilum atau pati dengan iodium menghasilkan kompleks warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur, glikogen dan sebagian pati yang terhidrolisis bereaksi dengan iodium membentuk warna merah coklat 4. Apa yang menjadi dasar materi fitokimia di farmasi

Jawab : tumbuhan obat

Anda mungkin juga menyukai