Anda di halaman 1dari 8

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

Tangki bahan bakar


Pada umumnya tangki bahan bakar terbuat dari lembaran baja yang tipis. Penempatan tangki bahan bakar biasanya diletakkan di bagian belakang kendaraan untuk mencegah bocoran apabila terjadi benturan. Namun ada beberapa kendaraan yang letak tangki bahan bakarnya di tengah. Bagian dalam tangki dilapisi bahan pencegah karat. Disamping itu tangki juga dilengkapi dengan penyekat (separator) untuk mencegah perubahan permukaan bahan bakar pada saat kendaraan melaju di jalan yang tidak rata. Lubang saluran masuk bahan bakar ke saluran utama terletak 2-3 cm dari dasar tangki untuk mencegah endapan dan air dalam bensin ikut terhisap ke dalam saluran.

Saluran bahan bakar Pada sistem bahan bakar terdapat tiga saluran bahan bakar yaitu : saluran utama yang menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa bahan bakar, saluran pengembali yang menyalurkan bahan bakar kembali dari karburator ke tangki, dan saluran uap bahan bakar yang menyalurkan gas HC (uap bensin) dari dalam tangki bahan bakar ke charcoal canister. Untuk mencegah kerusakan saluran bahan bakar yang disebabkan oleh benturan, biasanya saluran bahan bakar dilengkapi dengan pelindung. Saluran bahan bakar yang menghubungkan karburator dengan pompa bahan bakar menggunakan selang karet karena adanya getaran mesin.

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

Fuel Oil Daily Tank


Tangki diesel oil ini peletakannya minimal 2,5 meter diatas sumnu poros engkol mesin induk. Sedang tangki dlengkapi dengan ruang endapan Lumpur dan katup kuras. Dari project guide, disyaratkan bahwa ukuran tanki harian dibuat untuk suplay bahan bakar 8 12 jam operasi. Pengisian terhadap tanki harian direncanakan 12 jam sekali. Agar tanki tidak terjadi kekosongan selama masa pengisian tanki, maka kapasitas tanki ditambah 1 jam.

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

OIL WATER SEPARATOR OWS KAPAL OIL WATER SEPARATOR "ows" merupakan suatu alat kapal dimana fluida yang tidak saling larut dipisahkan satu sama lainnya karena perbedaan masa jenis (densitas), dalam hal ini fluida yang dimaksud adalah air dan minyak, yang mana berat jenis air lebih besar dari pada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada di bagian atas. Prinsip kerja pemisahan oil water separator dilakukan dengan mengubah kecepatan dan arah fluida dari sumur (well), sehingga fluida tersebut dapat terpisah. fungsi Oil water Separator yaitu digunakan dalam penanganan air yang berasal dari bilga dimana air tersebut masih bercampur dengan minyak dan harus dipisahkan sebelum dibuang ke laut. Oil water Separator menggunakan Hukum Stokes untuk mendefinisikan kecepatan terapungya sebuat benda /partikel berdasarkan berat jenis dan ukuranya. Dalam alat ini, minyak akan terakumulasi diatas permukaan air.

Gambar oil water separator "OWS" (sumber : http://alamperkapalan.wordpress.com) Bagin-bagian dan fungsi OWS yaitu :

Blige Pump, berfungsi sebagai penghisap air got Bilge Separator ( Stage I ), berfungsi sebagai tabung pemisah air got dengan minyak. Coaliser ( Stage II ), berfungsi sebagai penampungan air got yang di pisah oleh bilge separator dari endapan minyak.

Disk ( Lempengan-lempengan ), berfungssi sebagai alat pemisah air got dengan minyak karena perbedaan berat jenis

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

Piston valve, berfungsi sebagai katup untuk mengalirkan air isap yang terpisah yang dimana minyak air kotor masuk ke Sludge tank.

Selenoide Valve, berfungsi sebgai pengatur aliranair got, bekerja atas dasar kiriman sinyal dari minyak air kotor ( centra unit )

Sludge Oil Tank ( tangki minyak air kotor ), berfungsi sebagai penampungan minyak air kotor.

Filter, berfungsi sebagai penyaringan yang berada di coaliser ( stage II ).

Pada pesawat Oil Water Separator memiliki dua bagian utama antara lain : 1. Ruangpemisah yang kasar (tbng 1) 2. Ruangpemisah yang halus (2)

Cara kerja oil water separator "OWS" di ataskapal


1.

Proses Pemisahanpadatabungpertama Air got yang dipompa masuk ketabung pertama akan menjalani pemisahan dimana air got tersebut akan melewati plat plat pemisah utama yang terpasang horizontal dalam tabung pemisah sehingga lumpur tidak akan melewati ataupun ikut dengan air got keruang. Air got yang masih mengandung minyak yang melewati plat plat utama ini akan menjalani proses pemisahan pada plat plat kedua, sehingga lumpur yang ringan akan tertahan. Selanjutnya dalam tabung ini akan terjadi proses pemisahan dimana prinsip kerjannya berdasarkan berat jenis cairan sehingga minyak yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air akan berada di permukaan air dan terkumpul dalam ruang pengumpulan minyak. Kemudian air got yang telah dipisahkan dengan minyak berdasarkan berat jenis ini, akan disalurkan ketabung pemisah kedua.

2.

Proses pemisah pada tabung kedua Setelah melalui proses pemisahan pada tabung pemisah pertama, air got yang telah berkurang kandungan minyaknya akan mengalami proses pemisahan lagi, dimana pada tabung pemisah kedua air got akan disaring kembali melalui Coallescer sehingga partikel partikel minyak akan dialirkan keluar tabung pemisah untuk dibuang kelaut, namun sebelumnya melalui suatu alat pendeteksi kandungan minvak (Oil Content meter) untuk mencegah teriadinya pencemaran di laut

3.

Proses Pengeluaran Minyak dari Ruang Pengumpul pada Tabung Pemisah

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL Setelah mengalami proses pemisahan antara air got dan kandungan minyak dalam tabung, maka kandungan minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpul minyak akan terus bertambah selama pompa bilge masih bekerja, hingga pada saat tingkat minyak dalam ruang sudah tinggi, maka alat pengontrol tingkat ketinggian minyak akan bekerja sehingga mengaktifkan katup solenoid untuk membuka. Maka pada saat itulah minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpulan akan mengalir ke Waste Oil tank, dengan adannya pengeluaran minyak dalam tabung , maka tingkat ketinggian minyak akan menurun kembali sehingga alat sensor akan mengaktifkan katup solenoid untuk menutup.

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

Kesimpulan
Sistem bahan bakar berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar dan mengirim campuran tersebut dalam bentuk kabut ke ruang bakar. Dilihat dari cara pemasukan campuran udara dan bahan bakar tersebut ada dua macam. Cara pertama, masuknya campuran udara dan bahan bakar dengan cara dihisap, sedang cara kedua masuknya campuran udara dan bahan bakar dengan cara diinjeksikan. Cara pertama biasa disebut sistem bahan bakar konvensional, sedang cara kedua disebut sistem injeksi bahan bakar. Sistem injeksi bahan bakar dapat dibagi menjadi sistem bahan bakar mekanik dan sistem injeksi bahan bakar secara elektronik dan biasa disebut EFI (Electronic Fuel Injection).

Komponen Sistem Bahan Bakar Mekanik 1. Tangki bahan bakar 2. Saluran bahan bakar 3. Saringan bahan bakar 4. Pompa bahan bakar 5. Charcoal Canister

OWS merupakan suatu alat kapal dimana fluida yang tidak saling larut dipisahkan satu sama lainnya karena perbedaan masa jenis (densitas). fungsi Oil water Separator yaitu digunakan dalam penanganan air yang berasal dari bilga dimana air tersebut masih bercampur dengan minyak dan harus dipisahkan sebelum dibuang kelaut

Bagin-bagian dan fungsi OWS yaitu :


Blige Pump, berfungsi sebagai penghisap air got Bilge Separator ( Stage I ), berfungsi sebagai tabung pemisah air got dengan minyak. Coaliser ( Stage II ), berfungsi sebagai penampungan air got yang di pisah oleh bilge separator dari endapan minyak.

Disk ( Lempengan-lempengan ), berfungssi sebagai alat pemisah air got dengan minyak karena perbedaan berat jenis

Piston valve, berfungsi sebagai katup untuk mengalirkan air isap yang terpisah yang dimana minyak air kotor masuk ke Sludge tank.

TEKNIK REPARASI MESIN KAPAL

Selenoide Valve, berfungsi sebgai pengatur aliranair got, bekerja atas dasar kiriman sinyal dari minyak air kotor ( centra unit )

Sludge Oil Tank ( tangki minyak air kotor ), berfungsi sebagai penampungan minyak air kotor.

Filter, berfungsi sebagai penyaringan yang berada di coaliser ( stage II ). Cara kerja oil water separator "OWS" di atas kapal 1. Proses Pemisahan pada tabung pertama 2. Proses pemisah pada tabung kedua 3. Proses Pengeluaran Minyak dari Ruang Pengumpul pada Tabung Pemisah