Anda di halaman 1dari 5

LEMBAR KEGIATAN KELOMPOK

Judul : Pendekatan-Pendekatan Geografi A. Pendahuluan Pendekatan geografi merupakan sebagai suatu metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer, khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya. Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spatial analysis), analisis ekologi (ecological analysis) dan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). B. Bahan/Alat/Sumber 1. Bahan : Ringkasan materi Pendekatan Geografi Gambar Artikel dari guru Kertas HVS 2. Alat : Pulpen/Spidol Warna Kertas Warna-Warni Penggaris Gunting 3. Sumber : Buku Geografi (Mulyadi, 2010. Geografi Untuk Kelas X SMA/MA Semester 1. Buku penunjang yang relevan C. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Berkumpulah dengan kelompok anda 2. Bacalah ringkasan materi Pendekatan Geografi (terlampir) 3. Cermati gambar-gambar yang ada di lampiran 4. Diskusikan gambar di lampiran berdasarkan kelompok anda Kelompok 1,2,3 : Diskusikan Gambar 1 (Pendekatan Keruangan) Kelompok 4,5,6 : Diskusikan Gambar 2 (Pendekatan Kelingkungan) Kelomok 7,8 : Diskusikan Gambar 3 (Pendekatan Kompleks Wilayah) 5. Tulislah hasil diskusi kelompok di kertas HVS LKS Erisa Ari Utami L/BB - 2011

6. 7. 8.

Tulislah secara rinci kaitan gambar dengan pendekatan geografi Desain sesuai dengan kreatifitas kelompok hasil diskusi dengan spidol warna, kertas warna-warni,dll. Bila sudah selesai segera dikumpulkan

D. Pertanyaan 1. Temukan kaitan-kaitan antara subjek dan objek dengan pendekatan geografi! a. Secara Fisik b. Secara Sosial 2. Tariklah garis besar atau kesimpulan dengan sudut pandang pendekatan geografi!

LAMPIRAN LEMBAR KERJA CERMATI GAMBAR DI BAWAH INI Gambar 1 (Pendekatan Keruangan)

Gambar 2 (Pendekatan Kelingkungan)

LKS Erisa Ari Utami L/BB - 2011

Gambar 3 (Pendekatan Kompleks Wilayah)

RINGKASAN PENDEKATAN GEOGRAFI Geografi merupakan pengetahuan yang mempelajarai fenomena geosfer dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Berdasarkan definisi geografi tersebut ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu: obyek studi geografi (Obyek studi geografi adalah fenomena geosfere yang meliputi litosfere, hidrosfera, biosfera, atmosfera, dan antrophosfera), dan pendekatan geografi. Mendasarkan pada obyek material ini, geografi belum dapat menunjukan jati dirinya. Sebab, disiplin ilmu lain juga memiliki obyek yang sama. Perbedaan geografi dengan disiplin ilmu lain terletak pada pendekatannya. Sejalan dengan hal itu Hagget (1983) mengemukakan tiga pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan keruangan, 2. Pendekatan kelingkungan, dan 3. Pendekatan kompleks wilayah A. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach) Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemenelemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).

LKS Erisa Ari Utami L/BB - 2011

Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaanpertanyaan sebagai berikut : What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Why (Mengapa), How (Bagaimana) Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Fenomena titik, garis, dan areal memiliki kedudukan sendirisendiri, baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey, 1989). Beberapa contoh seperti cluster pattern, random pattern, regular pattern, dan cluster linier pattern untuk kenampakan-kenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond, 1985; Yunus, 1989). B. Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach)

Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan. Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik. Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik. C. Pendekatan Kompleks Kewilayahan (Regional Complex Approach) Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor

LKS Erisa Ari Utami L/BB - 2011

determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula. Untuk menghadapi permasalahan seperti itu, salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah, sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga. Arti penting pendekatan dalam paradigma geografi dalam menghampiri, menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains), maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya, meskipun obyek kajiannya sama. Pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Jadi fenomena, gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan.

LKS Erisa Ari Utami L/BB - 2011

Anda mungkin juga menyukai