Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PRAKTIKUM GEOLISTRIK

Di Susun Oleh : 1. Dewo Kusumo ( 11100970000 ) 2. M. Ocky Misyalam ( 11100970000 ) 3. Rino malsa ( 111009700001! ) ". #u$ul %i&ah ( 111009700001' ) !. ($ian)i #u$aini ( 11100970000 )

*RO+R M S,-D. /.S.K / K-0, S S .#S D # ,1K#O0O+. -#.21RS., S .S0 M #1+1R. S3 R./ 4.D 3 ,-00 4 5 K R,

2013 M61"3" 4

7 7. *1#D 4-0- #
1.1. 0a)a$ 7elakan8 Salah satu penerapan yang paling sering menggunakan metode geolistrik adalah pencarian pola aliran air bawah permukaan. Air mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan, hampir semua makluk hidup membutuhkan air. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, irigasi serta industri. Kebutuhan akan air semakin hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di masa sekarang dan masa yang akan datang adalah dengan memanfaatkan potensi air tanah. Untuk diketahuinya unsur yang terkandung di dalam tanah tidak mungkin dilakukan pembongkaran tanah, karena akan menghancurkan lapisan tanah itu sendiri, maka dalam hal ini perlu diadakan penelitian. Penelitian ini diperlukan untuk pendugaan geolistrik tahanan jenis atau resistivitas yang bisa menunjukkan adanya lapisan batuan a uifer serta struktur geologi yang cukup baik dan signifikan di area !iseeng Parung "ogor. 1.2.

Rumusan Masalah
#. "agaimanakah kondisi resistivitas lapangan di daerah !iseeng Parung "ogor. $. Apa saja kandungan mineral yang ada pada saat akuisisi data di lapangan.

1.3.

,u9uan *$ak)ikum #. %engetahui resistivitas lapangan di daerah !iseeng Parung "ogor. $. %engetahui kandungan yang ada pada saat akuisisi data di lapangan.

1.".

Man:aa) #. %engetahui kondisi resitivitas lapangan di daerah !iseeng Parung "ogor sehingga dapat dimanfaatkan potensinya. $. &apat mengetahui kandungan yang ada pada saat akuisisi di lapangan.

7 7 .. ,1OR. D S R
'eolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik bumi dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi. "erdasarkan tujuan pengukuran di lapangan, metode geolistrik dibagi menjadi dua ()elford,#*+,-, yaitu . #. %etode resistivitas jenis Sounding %etode ini bertujuan untuk menyelidiki perubahan tahanan jenis bawah permukaan ke arah vertikal yaitu dengan cara pada titik ukur tetap, jarak elektroda arus dan tegangan diubah/ubah sehingga semakin besar jarak antar elektroda maka akan tampak efek dari material yang lebih dalam, seperti yang ditunjukkan pada 'ambar #

gambar 1. Perpindahan elektroda secara sounding

$. %etode resistivitas jenis Mapping %etode ini bertujuan untuk menyelidiki perubahan tahanan jenis bawah permukaan ke arah lateral atau horisontal yaitu dengan cara menggeser titik ukur secara horisontal dengan jarak elektroda dan tegangan tetap. Pada metode ini kedalaman yang tersurvey akan sama karena pergeserannya ke arah horisontal. Konfigurasi yang sering digunakan adalah 0enner dan Dipole-dipole, seperti yang ditunjukkan pada 'ambar $.

gambar 2. Perpindahan elektroda secara mapping

%etode geolistrik resistivitas (hambatan jenis- merupakan suatu metode pendugaan kondisi bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan arus listrik yang diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda arus, kemudian beda potensial yang dihasilkan diukur dengan menggunakan dua elektroda potensial. 1asil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda tertentu digunakan untuk menentukan variasi harga hambatan jenis masing/ masing lapisan di bawah titik ukur (titik sounding-.
3

%etode geolistrik resistivitas didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian dari arus listrik yang diberikan pada lapisan tanah, menjalar ke dalam tanah pada kedalaman tertentu dan bertambah besar dengan bertambahnya jarak antar elektroda. &alam pengukuran geolistrik resistivitas jika sepasang elektroda diperbesar, distribusi potensial pada permukaan bumi akan semakin membesar dengan nilai resistivitas yang bervariasi (2ingoe, #*+$-. %enurut 3obinson (#*44-, terdapat beberapa asumsi dasar yang digunakan dalam metode geolistrik resistivitas, yaitu. #. "awah permukaan tanah terdiri dari beberapa lapisan yang dibatasi oleh bidang batas horisontal serta terdapat kontras resistivitas antara bidang batas perlapisan tersebut. $. )iap lapisan mempunyai ketebalan tertentu, kecuali untuk lapisan terbawah ketebalannya tak terhingga. 5. )iap lapisan dianggap bersifat homogen isotropik. 6. )idak ada sumber arus selain arus yang diinjeksikan di atas permukaan bumi. 7. Arus listrik yang diinjeksikan adalah arus listrik searah. %etode ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari #888 atau #788 feet. 9leh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoir air, juga digunakan dalam eksplorasi geothermal. "erdasarkan letak (konfigurasi- elektroda/ elektroda potensial dan elektroda/elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis yaitu antara lain . 1.1 %etode schlumberger Pada metode ini masing/masing elektroda arus diletakkan di kedua ujung susunan elektroda sedangkan elektroda potensial di letakkan di bagian tengah. Setiap kali pengukuran yang dipindahkan hanya elektroda arus sampai pada jarak tertentu saat penyebaran arus dianggap tidak seimbang lagi barulah elektroda potensial ikut berpindah.

gambar 3. Konfigurasi Schlumberger

Pada konfigurasi ini besarnya factor geometri K adalah . K : ;%<((=>%<-$ ? @dan = : A A"

1arga = berubah sedangkan %< tetap sampai pada harga = tertentu maka %< berubah. 1arga %< haruslah lebih kecil dibandingkan harga =, umumnya %< : $>7 =. "iasanya untuk satu atau dua harga = terakhir pada suatu harga %< akan diulang pada harga %< berikutnya. %isalnya harga %< : # m, maka resistivitas diukur pada harg/harga = : $.7m, 7m, +.7m, #8m, #$.7m, #7m, #+.7m. Pada harga = : #+.7m dianggap bahwa sensivitas alat berkurang dan penyebaran arus tidak seimbang, maka harga %< diperbesar menjadi #.7m. Pengukuran diteruskan untuk harga %<:#.7m dan harga = diulang untuk dua pengukuran terakhir yaitu pada harga =:#7m dan =:#+.7m. selanjutnya diteruskan pada harga/harga =:$8m, $$.7m, $7m, $+.7m, 58m, 5$.7m, 57m, 5+.7m. Pada harga =:5+.7m harga %< dianggap harus diubah lagi, misalnya menjadi %<:$m, demikian seterusnya hingga proses pengukuran telah selesai. Keunggulan metode ini adalah pelaksanaan survei di lapangan praktis, kemungkinan adanya kesalahan bentangan lebih kecil, dan dapat menunjukkan ketidakhomogenan tanah di permukaan maupun pada lapisan tanah yang lebih dalam dengan sama jelasnya.

2.1

%etode 0enner

Konfigurasi ini sering digunakan di amerika Utara. &alam konfigurasi ini jarak antar elektroda adalah a yang besarnya #>5 dari jarak dua elektroda luar (elektroda arus-. &alam hal ini besarnya factor geometri K adalah $a. &alam pelaksanaan di lapangan seluruh elektroda berada dalam suatu garis lurus. Pengukuran dilakukan dengan memindah/mindahkan keempat elektroda pada jarrak a secara berurutan.1arga resistivitas yang didapat kemudian dipetakan dan dibuat kontour.

gambar 4. Konfigurasi Wenner

Keunggulan konfigurasi 0enner adalah perhitungannya yang relatif sederhana dan sangat sensitive terhadap ketidakhomogenan tanah dekat permukaan. <amun kekurangan metode ini tidak selalu dapat dengan jelas menggambarkan keadaan lapisan tannah yang lebih dalam. &ilihat dari segi pelaksanaannya metode ini tidak praktis dan memerlukan waktu yang lebih banyak, selain itu dapat terjadi salah bentangan karena dalam metode ini untuk melanjutkan pengukuran berarti memindahkan seluruh elektroda. "erdasarkan pada harga resistivitas listriknya, suatu struktur bawah permukaan bumi dapat diketahui material penyusunya, sehingga kita juga dapat memahami tentang struktur lapisan tanah di bawah permukaan bumi yang tercemar oleh limbah cair yang mengandung senyawa organik dari berbagai jenis logam, seperti %g, Bn, Al, %n, senyawa nitrogen dan sianida. 3esistivitas bumi berhubungan dengan jenis mineral, kandungan fluida dan derajat saturasi air dalam batuan. %etode yang biasa digunakan pada pengukuran resistivitas secaraumum, yaitu dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi dengan menggunakan dua elektroda arus (A dan "-, dan pengukuran beda potensial dengan menggunakan dua elektroda potensial (% dan <- seperti yang diperlihatkan pada 'ambar 7

gambar . Pola aliran arus dan bidang ekipotensial antara dua elektroda arus dengan polaritas berla!anan

"eda potensial yang terjadi antara %< yang diakibatkan oleh injeksi arus pada A".

=ebar jarak A" menentukan jangkauan geolistrik ke dalam tanah. Ketika perbandingan jarak antar elektroda arus dengan elektroda potensial terlalu besar, elektroda potensial harus digeser, kalau tidak maka beda potensial yang terukur akan sangat kecil (Alile et al. $88+-. &ari semua sifat fisika batuan dan mineral, resistivitas memperlihatkan variasi harga yang sangat banyak. Pada mineral/mineral logam, harga resistivitas berkisar antara #8 /4 ohmmeter hingga #8+ ohmmeter. "egitu juga pada batuan/batuan lain, dengan komposisi yang bermacam/macam akan menghasilkan range resistivitas yang bervariasi pula. Sehingga range sensitivitas maksimum yang mungkin adalah dari #., C #8/4 ohmmeter (perak asli- hingga #8#, ohmmeter (belerang murni-. Konduktor biasanya didefinisikan sebagai bahan yang memiliki resitivitas kurang dari #8/4 ohmmeter, sedangkan isolator memiliki resistivitas lebih dari #8+ ohmmeter. &an di antara keduanya adalah bahan semikonduktor. Sedangkan Dsolator dicirikan oleh ikatan ionik, sehingga elektron/elektron valensi tidak bebas bergerak. Kebanyakan mineral membentuk batuan penghantar listrik yang tidak baik walaupun beberapa logam asli dan grafit menghantarkan listrik. 3esistivitas yang terukur pada material bumi utamanya ditentukan oleh pergerakan ion/ion bermuatan dalam pori/pori fluida. Air tanah secara umum berisi campuran terlarut yang dapat menambah kemampuannya untuk menghantarkan listrik, meskipun air tanah bukan konduktor listrik yang baik. 2ariasi resistivitas material bumi ditunjukkan dalam )abel # <ilai tahanan jenis batuan bergantung dari macam/macam materialnya, densitas, porositas, ukuran, dan bentuk pori/pori batuan, kandungan air, kualitas dan suhu.

Asumsi yang selalu digunakan dalam metode geolistrik resistivitas adalah bumi bersifat homogen isotropis. Ketika arus diinjeksikan ke dalam bumi, pengaruh dalam bentuk beda potensial yang diamati secara tidak langsung adalah hambatan jenis suatu lapisan bumi tertentu. <amun nilai ini bukanlah nilai hambatan jenis yang sesungguhnya. 1ambatan jenis ini merupakan besaran yang nilainya tergantung pada spasi elektroda yang dipakai. Padahal kenyataannya bumi terdiri dari lapisan/lapisan dengan nilai resistivitas yang berbeda/beda, sehingga potensial yang diukur merupakan pengaruh dari lapisan/lapisan tersebut. 1ambatan jenis ini disebut hambatan jenis (resistivitas- semu. 3esistivitas semu dirumuskan dengan. ($.#dimana . Ea . 3esistivitas semu (mK . Faktor 'eometris (mG2 . "eda potensial (2D . Kuat arus (A-

Faktor geometri dari konfigurasi elektroda potensial dan elektroda arus. Faktor geometri merupakan besaran penting dalam pendugaan tahanan jenis vertikal maupun horisontal. Sesuai dengan persamaan $.#, nilai K untuk konfigurasi Schlumberger adalah ($.$"umi merupakan medium berlapis dengan masing/masing lapisan mempunyai harga resistivitas yang berbeda/beda. 3esistivitas semu merupakan suatu konsep abstrak yang di dalamnya terdapat keterangan tentang kedalaman dan sifat suatu lapisan tertentu. Sebagaimana disajikan dalam gambar , dimisalkan bahwa medium yang ditinjau terdiri dari $ lapis dan mempunyai nilai resistivitas yang berbeda (E# dan E$-. &alam pengukuran, medium ini akan dianggap sebagai # lapisan yang homogen dan mempunyai # harga resistivitas yaitu Ea (Apparent Resistivity- atau resistivitas semu.

gambar ". Konsep resisti#itas semu

3esistivitas semu yang dihasilkan oleh setiap konfigurasi akan berbeda walaupun jarak antar elektrodanya sama. Untuk medium berlapis, harga resistivitas semu ini akan merupakan fungsi jarak bentangan (jarak antar elektroda arus-. Untuk jarak antar elektroda arus yang kecil akan memberikan Ea yang harganya mendekati E batuan di dekat permukaan. Sedang untuk jarak bentangan yang besar, Ea yang diperoleh akan mewakili harga E batuan yang lebih dalam.

7 7 ... M1,OD1 *1#10.,. #


3.1 ;ak)u &an ,em(a) 0aktu penelitian dilakukan pada hari %inggu, tanggal $$ %ei $8##. Adapun tempat praktikum dilakukan diwilayah !iseeng, Parung "ogor.

3.2

la) &an 7ahan Alat dan bahan yang digunakan adalah #. # set 3esistivitymeter %c 91%. Hl model $##* & $. $ buah Accu I power "ooster 5. 6 buah elektroda logam 6. 6 rol kabel J $88 meter 7. $ rol meteran J $88 meter ,. 6 buah palu +. )ool set 4. %ultimeter
10

*. Kertas data>kertas lapangan #8. ##. #$. 3.3 5.5.# Kompas 'eologi Peta =okasi 7 buah 1and )alky (1),a)a 0aksana *e$co<aan Pengolahan &ata =apangan )ata laksana percobaan atau prosedur percobaan (akuisisi data- yang dilakukan harus dilaksanakan dengan akurat dan presisi. 1al ini dilakukan agar data yang didapatkan memiliki kesalahan relatif yang kecil. Sehingga interpretasi data dapat berjalan lancer. "erikut adalah tata laksana percobaan yang dilaksanakan.Susunan alat yang dipergunakan di lapangan adalah sebagai berikut .

=1 a s

*1

*2 s

=2 7

pusat

'ambar 5 # susunan elektroda dan arus konfigurasi schlumberger Keterangan . !# dan !$ adalah elektroda arus (A dan "P# dan P$ adalah elektroda potensial Semua komponen untuk pengukuran ini harus dipastikan berfungsi dengan baik dan juga terpasang dengan benar, mulai dari pengecekan alat, setting frekuensi, arus dan tegangan yang akan digunakan, keadaan kabel, elektroda yang masih dalam keadaan baik, dan sebagainya. )ahap pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan, antara lain. tahap akuisisi data lapangan dan juga tahap pengolahan data di lapangan (berupa pengeplotan titik dari data yang sudah diambil-. Untuk tahap akuisisi data lapangan meliputi pengukuran data di lapangan dengan metode geolistrik dengan menggunakan konfigurasi schlumberger dengan jarak spasi $7 meter dan 78 meter. &ata yang sudah dimasukkan ke

11

dalam tabel pengukuran selanjutnya diplot titik/titiknya secara manual sebelum diolah lebih lanjut. Untuk pengukuran data pada metode geolistrik dengan menggunakan konfigurasi schlumberger dengan spasi $ meter dan # meter dalam jangkauan bentangan kurang lebih #$ meter. &ipilihnya spasi tersebut untuk memperoleh gambaran keadaan bawah permukaan yang semakin detail. &an juga agar memperoleh data yang akurat sehingga kedalaman air bawah permukaan dapat ditentukan dengan tepat. Untuk metode konfigurasi wenner antara jarak spasi potensial dan arus adalah sama. &ata yang diperoleh dari akusisi ini berupa arus (D- dan tegangan (2-, sedangkan nilai hambatan jenis (E- di hitung secara manual. Selanjutnya data ini akan diolah dalam software ip$win agar dapat diketahui seberapa besar errornya. Kika nilai error yang didapatkan dari hasil pengolah data DP$0in besar, maka error harus diperkecil dengan cara diselarasakannya garis hitam dengan garis merah. *1RS. * # 0 , D # 7 4 #

K-.S.S. D ,

*0O,,.#+ D ,

*1#+O0 4 # D # # 0.S D ,

.#,1R*R1, S. D ,

K1S.M*-0 # 'ambar 5 $ &iagram alir penelitian

....!. =a$a *en8olahan Da)a


12

!ara pengolahan data pada praktikum ini menggunakan bantuan software progress untuk data sounding, ysitu S/8# dan S/8$, sedangkan untuk mapping %/8# menggunakan software Surfer dan %/8$ menggunakan 3es$&inv. &engan menggunakan softwere tersebut, dengan otomatis setelah data dimasukan akan diperoleh hasil resistivity log. &ari hasil tersebut, langsung diperoleh hasil interpretasinya sesuai dengan prinsip dasar metode geolistrik. &imana pada akusisi yang dilakukan baik pengukuran (akusisi- maupun pengolahan data dilakukan sesuai dengan konfigurasi Schlumberger dan &ipole/dipole. ....'. .n)e$($e)asi Da)a &alam pendugaan rasistivitas, beberapa macam konfigurasi elektroda digunakan orang, &engan demikian interpretasi juga berbeda/beda tergantung macam konfigurasi elektroda yang dipakai. "egitu juga pada praktikum ini, yang kami gunakan yaitu dengan menggunakan metode mapping dengan konfigurasi dipole/dipole dan sounding dengan konfigurasi Schlumberger yang akan diterangakan dalam pembahasan.

13

7 7 .2 4 S.0 D # *1M7 4 S #
.2.1. 4asil )itik Ma((in8 . &an .. (%inggu $$ %ei $8##Pada praktikum yang kami lakukan, hasil yang diperoleh ternyata tiap titiknya berbeda/ beda. Pada titik ma((in8 ., pengambilan data dilakukan di wilayah ciseeng,"ogor. &iperoleh
$1 % m & 0 0 0 0 0 10 10 10 10 10 20 20 20 20 20 30 30 $2 %m & 10 10 10 10 10 20 20 20 20 20 30 30 30 30 30 40 40 P1 %m & 20 30 40 50 60 70 60 50 40 30 40 50 60 70 80 90 80 P2 %m & 30 40 50 60 70 80 70 60 50 40 50 60 70 80 90 10 0 90 ' ( %m' %m) & & 2 42 2 1 62 2 0 38 0 1 78 2 2 28 2 1 02 1 0 72 1 2 04 2 2 42 2 5 20 5 2 14 2 0 50 1 2 38 2 2 06 2 0 60 1 0 94 1 0 52 1 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 K* na R 0 12 1 0 08 1 0 01 9 0 08 9 0 11 4 0 05 1 0 03 6 0 10 2 0 12 1 0 26 0 0 10 7 0 02 5 0 11 9 0 10 3 0 03 0 0 04 7 0 02 6 14 n %n+1& %n+2& 377 1!507 3!768 7!536 13!188 13!188 7!536 3!768 1!507 377 377 1!507 3!768 7!536 13!188 13!188 7!536 app 45 59 28 122 0 83 71 59 2 670 7 04 1503 43 672 5 88 271 2 96 384 3 36 182 3 71 97 96 8 40 31 76 37 68 448 3 92 776 2 08 395 6 4 619 8 36 195 9 36 titik teng ah 15 20 25 30 35 45 40 35 30 25 35 40 45 50 55 65 60

1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 5 4

30 30 30 40 40 40 40 40

40 40 40 50 50 50 50 50

70 60 50 60 70 80 90 10 0

80 70 60 70 80 90 10 0 11 0

0 32 0 0 14 0 2 68 3 1 28 1 1 26 1 1 32 1 0 68 1 6 46 6

20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2

0 01 6 0 00 7 0 13 4 0 06 4 0 06 3 0 06 6 0 03 4 0 32 3

3 2 1 1 2 3 4 5

3!768 1!507 377 377 1!507 3!768 7!536 13!188

60 28 8 10 55 04 50 49 12 24 11 52 94 95 36 248 6 88 256 2 24 4259 72

55 50 45 55 60 65 70 75

15

Pada titik ma((in8 .., pengambilan data dilakukan di wilayah ciseeng,"ogor. &iperoleh
- Lapa"#a" s$pa% &'(a )$sa *+s$$"# - M,02 - 22 M$+ 2011 - 0ransmitter - 2mma P1 %m & 10 15 20 25 30 35 30 25 20 15 20 25 30 35 40 45 40 35 P2 % m & 15 20 25 30 35 40 35 30 25 20 25 30 35 40 45 50 45 40 ( %m) & 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 *+s$$" # *+s$$" # - *$-a. / - 10 45 titik teng ah 75 10 12 5 15 17 5 22 5 20 17 5 15 12 5 17 5 20 22 5 25 27 5 32 5 30 27 5

,okasi /o. ,ine 0angga l )lat Penga mat $1 %m & 0 0 0 0 0 5 5 5 5 5 10 10 10 10 10 15 15 15 $2 %m & 5 5 5 5 5 10 10 10 10 10 15 15 15 15 15 20 20 20

.esa Kec. $uaca )1imut 3am K* na R n 0"112 0"122 188 754 1!884 3!768 6!594 6!594 3!768 1!884 754 188 188 754 1!884 3!768 6!594 6!594 3!768 1!884

' %m'& 2084 5 83 4786 1 41 955 43 4 3127 0 44 0 561 0 440 2 062 1 762 2 683 4 424 6 166 3 463 1 221 0 781 0 220 0 420 1 221 2 703

app 19617 15 18016 16 89912 02 58854 65 184 63 2 145 06 8 388 10 4 165 79 2 100 98 24 41 636 4 58 027 2 130 37 28 114 92 4 146 95 2 72 534 138 47 4 229 84 8 254 34

104 1 25 239 0 68 47 72 4 156 1 96

1 2 3 4

0 028 5 0 022 5 0 103 4 0 088 3 0 134 2 0 221 1 0 308 1 0 173 2 0 061 3 0 039 4 0 011 5 0 021 5 0 061 4 0 135 3 16

15 15 20 20 20 20 20 25 25 25 25 25 30 30 30 30 30

20 20 25 25 25 25 25 30 30 30 30 30 35 35 35 35 35

30 25 30 35 40 45 50 55 50 45 40 35 40 45 50 55 60

35 30 35 40 45 50 55 60 55 50 45 40 45 50 55 60 65

6 226 6 276 6 326 0 921 0 220 0 601 1 341 1 321 0 200 0 881 2 703 6 507 8 308 0 701 0 080 1 461 0 020

20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2 20 0 2

0 311 2 0 314 1 0 316 1 0 046 2 0 011 3 0 030 4 0 067 5 0 066 5 0 010 4 0 044 3 0 135 2 0 325 1 0 415 1 0 035 2 0 004 3 0 073 4 0 001 5

754 188 188 754 1!884 3!768 6!594 6!594 3!768 1!884 754 188 188 754 1!884 3!768 6!594

234 36 96 59 063 4 59 534 4 34 665 6 20 724 113 04 441 79 8 435 20 4 37 68 82 896 101 73 6 61 23 78 186 26 376 7 536 275 06 4 6 594

25 22 5 27 5 30 32 5 35 37 5 42 5 40 37 5 35 32 5 37 5 40 42 5 45 47 5

17

,i)ik Soun&in8 . > .. Pada tititk soun&in8 . > .., pengambilan data sama juga dilakukan pada daerah yang sama dan lokasi yang sama yaitu di daerah !iseeng "ogor,diperoleh nilai resistivitas sebagai berikut .
.)0) P2/4K5R)/ 426,(S0R(K %Schlumberger7 e 8 19 & *+s$$" # -11 30 -T-a"s5+tt$-

/o. 0itik 0angga l Penga mat

- S,01 - 22 M$+ 2011 - 3'4

.esa 3am )lat

Kec. $uac a )1im ut R %ohm & 26 03 7 65 09 4 73 77 6 47 73 7 108 4 84 47 82 5 130 1 88 0 0 0 0 046 203 112 087

*+s$$"# - *$-a. %6hm m& 1562 22 0 3905 64 0 4426 56 0 2864 22 0 6509 04 0 2869 50 0 7811 28 0 2 12 6 5 760 180 720 220

):92 %m& 1 15 2 25 3 4 5 6 6 7 8 9 10 12 15 15 20 25

P1P292 %m& 02 03 03 03 03 03 03 0 1 1 1 3 2 2 2

' %m'& 535 65 9 1339 1 79 1517 7 94 982 09 3 2231 8 41 983 90 4 2678 3 58 0 4 2 1 946 176 304 790

( %m)& 20 573 20 573 20 573 20 573 20 573 20 573 20 573 20 20 20 20 573 573 573 573

K 7 536 11 304 20 462 32 237 46 629 83 262 130 36 2 187 92 9 45 216 62 224 81 849 104 09 1 128 94 9 186 51 6 292 49 1 113 04 0 204 62 3 322 37 3

12 12 12 12 3 3 3

1 296 0 988 0 597 1 234 1 276 0 350 0 062

20 573 20 573 20 573 20 573 20 573 20 573 20 573 18

0 063 0 048 0 029 0 060 0 062 0 017 0 003

3 780 2 880 1 740 3 600 3 720 1 020 0 180

30 40 50

3 3 3

0 082 0 288 0 103

20 573 20 573 20 573

466 29 0 832 62 3 1303 6 23

0 004 0 014 0 005

0 240 0 840 0 300

19

/o. 0itik 0angga l Penga mat ):92 %m& 1 15 2 25 3 4 5 6 6 7 8 9 10 12 15 15 20 25 30 40 50

- S,02 - 22 M$+ 2011 - 3'4 P1P292 %m& 02 03 03 03 03 03 03 03 12 12 12 12 12 12 12 3 3 3 3 3 3

.esa 3am )lat ' %m'& 4737 5 30 4074 4 83 3741 6 12 3545 0 36 3543 8 84 3471 5 70 3466 5 71 3501 2 37 3508 3 75 3505 5 77 3504 5 08 3505 9 48 3507 2 64 3509 0 13 3509 7 95 3515 0 82 4308 0 07 3519 3 41 3522 9 00 3526 9 12 3526 4 39

*+s$$" # -13 00 - T-a"s5+tt$( %m)& 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20 57 3 20

Kec. $uac a )1im ut R %ohm& 230 2 79 198 0 50 181 8 70 172 3 15 172 2 59 168 7 44 168 5 01 170 1 86 170 5 33 170 3 97 170 3 45 170 4 15 170 4 79 170 5 64 170 6 02 170 8 59 209 4 01 171 0 66 171 2 39 171 4 34 171 4 11

*+s$$"# - *$-a. %6hm m& 13816 7 40 11883 0 00 10912 2 00 10338 9 00 10335 5 40 10124 6 40 10110 0 60 10211 1 60 10231 9 80 10223 8 20 10220 7 00 10224 9 00 10228 7 40 10233 8 40 10236 1 20 10251 5 40 12564 0 60 10263 9 60 10274 3 40 10286 0 40 10284 6 60

K 7 536 11 304 20 462 32 237 46 629 83 262 130 36 2 187 92 9 45 216 62 224 81 849 104 09 1 128 94 9 186 51 6 292 49 1 113 04 0 204 62 3 322 37 3 466 29 0 832 62 3 1303 6 23

21

Adapun pada tanggal #4 Kuni $8#$ dilakukan lagi pengukuran sounding S/85. &engan hasil pegukuran sebagai berikut.

22

/o. 0itik 0angga l Penga mat ):92 %m& 1 15 2 25 3 4 5 6 6 7 8 9 10 12 15 15 20 25 30 40 50 60 60 70 80

- S,03 - 18 6u"+ 2012 - )$&+ P1P292 %m& 02 03 03 03 03 03 03 03 12 12 12 12 12 12 12 3 3 3 3 3 3 3 12 12 12

.esa 3am )lat ' %m'& 190 7 04 135 5 25 156 3 18 168 4 98 311 6 09 116 3 48 444 4 47 235 8 16 213 7 41 391 3 44 940 2 49 775 9 96 286 4 64 412 2 42 1 464 0 342 3 599 2 450 1 690 270 2 44 438 7 60 1 610 3 420 192 0 19 37 28 8

*+s$$" # 14 00 - T-a"s5+tt$( %m)& 2 061 2 061 2 061 2 061 2 060 2 060 2 060 2 060 2 060 2 060 2 060

Kec. $uac a )1im ut R %ohm& 92 52 9 65 75 6 75 84 5 81 75 5 151 2 66 56 47 9 215 7 50 114 4 73 103 7 57 189 9 72 456 4 31 461 3 53 139 0 60 200 1 17 0 710 0 166 0 147 0 119 0 082 4 378 7 108 0 026 0 055 3 110 1 812

*+s$$"# - *$-a. %6hm m& 5551 74 0 3945 36 0 4550 70 0 4905 30 0 9075 96 0 3388 74 0 12945 0 00 6868 38 0 6225 42 0 11398 3 20 27385 8 60 27681 1 80 8343 60 0 12007 0 20 42 600 9 960 8 820 7 140 4 920 262 680 426 480 1 560 3 300 186 600 108 720

K 7 536 11 304 20 462 32 237 46 629 83 262 130 36 2 187 92 9 45 216 62 224

81 849 104 09 1 682 1 128 94 2 060 9 186 51 2 060 6 292 49 2 062 1 113 04 2 060 0 24 48 204 62 3 3 20 58 322 37 8 3 20 61 466 29 0 0 61 72 832 62 8 3 61 72 1303 6 8 23 61 92 1879 2 3 90 62 18 452 16 23 2 0 61 74 622 24 2 3 20 57 818 49 8 3

.2.2 *em<ahasan Akusisi metode geolistrik di lapangan bola !iseeng pada tanggal $$ %ei $8## dilakukan pada 6 (empat- line pengukuran, yaitu $ (dua- line pengukuran teknik sounding menggunakan konfigurasi schlumberger dan $ (dua- line pengukuran dengan teknik mapping menggunakan konfigurasi diple/dipole. %etode ini dipilih berdasarkan hasil survey pendahuluan, setelah mengetahui kondisi lapangan bola !iseeng yang bisa dikategorikan sebagai lokasi yang cukup jauh dari berbagai noise yang sekiranya sering mengganggu proses pengambilan data pengukuran, yaitu jalan raya dan sutet yang mengganggu medan elektromagnetik dari alat ukur geolistrik %c 9hmel. Pengukuran dilakukan secara berturut/turut adalah dua line pengukuran %apping dilanjutkan oleh pengukuran Sounding. &engan kode line pengukuran %/8# untuk %apping line # dan %/8$ untuk %apping line $. Sedangkan untuk Sounding line # adalah S/8# dan line $ dengan kode S/8$.

3a-at

'ambar lapangan !iseeng. Kondisi lapangan sendiri berada di tengah/tengah sawah dan tambak atau kolam ikan milik warga, sehingga hasil pengukuran didapat sebagaimana data dalam lembar hasil. &iperoleh berbagai variasi tahanan yang didapatkan pada setiap line. 1al ini menunujukkan karakterisasi lapisan di bawah permukaan. Dnterpretasi dari pengolahan data %/8# digunakan surfer Version 9.11.947, menunjukkan bahwa sepanjang line sejauh +7 meter diperoleh pendekatan hasil yang menunjukkan pada titik +7 meter terdapat lapisan aliran berisi air, dengan perkiraan
24

konsentrasi resistivitas diatas #888, serta pengukuran ini juga menjelaskan bahwa dari line tersebut hanya memliliki variasi lapisan tanah biasa hingga kedalaman 7 meter, dengan konsentrasi resistivitas /#88 sampai *88.

'ambar interpretasi %/8# dengan Surfer Version 9.11.947 &ata pada program Surfer dapat dibaca dengan meng/ input data mapping %/8# dari program eCcel (Ms. !"el #$$7- dengan pengelompokan C (spasi- dari #7m ? +7m, y (kedalaman- /# sampai /7 dan L (3esistivitas- hasil pengukuran.
25

Adapun %/8$ diproses menggunakan Res#Dinv, dengan input di/plot dari format notepad (M.tCt-. &engan susunan.

6$"+s 7ata 3a"4a% 7ata

Spas+

6u7u(

'ambar input data %/8$ untuk 3es$&inv dari notepad (M.tCtSetelah di,masukkan ke dalam program 3es$&inv akan ditunjukkan hasil mapping berupa gamabr $ dimensi, yang sebenarnya juga bisa dikatakan sebagai gambar $.7 dimensi. Karena dari hasil pengukuran lapangan menunjukkan bahwa data yang diperoleh dan dibaca dalam program ini tidak hanya vertical. )etapi juga mampu membaca secara lateral dengan batasan setengah dimensinya. 'ambar %/8$ membuktikan, bahwa pada jangkauan jarak pengukuran line $, yaitu 8 ? 48 dari pengukuran sejauh ,7 meter dari titik 8 meter, bahwa pada line %/8$ ini juga menunjukan hasil yang hampir sama dengan %/8#, yaitu pada sekitar titik 6+.7 meter sampai ,+,7 meter menggambarkan konsentrasi 6.4# ? **.7 ohm.meter (mengandung air-. Apabila kita llihat kembali gambar lapangan sebenranya bahwa di bagian utara lapangan dekat line %/ 8# terdapat kolam>tambak air. =okasi kolam tersebut berdekatan dengan hasil interpretasi line %/8$ yang menunjukan pada sekitar titik ,+,7 meter dekat dan mengandung konsentrasi dari resistivitas air.

26

'ambar interpretasi 3es$&inv data %/8$ Adapun hasil pengukuran sounding S/8# dan S/8$ diproses menggunakan software %rogress Version &.$. yang mampu menjelaskan resistivitas di setiap kedalaman lapisan disertai persentasi error dari data yang diterima. Ada beberapa tahap. a. 9bserved data )ahap meng/input spacing dan data resistivitas observasi. b. Forward modeling )ahap modelisasi data parameter dengan mengatur dan 'entrasnsfor' secara otomatis garis dari tra"e data. c. Dnvers modeling )ahap inversi transformasi data.
27

d. Dnterpreted data Dnterpretasi data yang menjelaskan kedalaman dan resistivitas log setiap lapisan kedalaman disertai penjelasan legend data yang diproses dan persentasi error interpretasi.

"erikut ini adalah hasil interpretasi data S/8# sampai S/85.

28

a S/8#

29

b.

S/8$

30

c. S/85
31

32

&engan interpretasi ini dapat ditarik informasi mengenai kandungan lapisan di setiap kedalaman. Karena, pada prinsipnya data sounding digunakan untuk interpretasi data secara vertical. &iantara ketiga data sounding di atas, data yang paling baik adalah data S/8$ dengan 3%S (3oot %ean S uare- paling kecil (5,$4+8N- dengan capaian kedalaman sejauh $$ meter. Sedangkan pada S/8# dan S/85 memiliki 3%S yang sangat besar dan lapisan atas memiliki resistivitas yang sangat bervariasi. &ari hasil penyelidikan lebih lanjut dan penggalian sedikit lapisan pengukuran S/8# dan S/85 ditemukan banyak pecahan batuan atau puing/puing urugan di atas lapangan lokasi akusisi. 1al ini yang menyebabkan variasi data di lapisan pertama dan menjadi hambatan utama jangkauan interpretasi yang seharusnya. %aka interpretasi data S/8$ adalah #+748,$ untuk resistivitas log pada kedalaman (depth- # m, *,#7,*$ unttuk depth sampai 6 m, ##$+7,#* pada dept( 6 ? #7 m dan *,4*,,7 untuk dept( #7 ? $$ meter. &ata ini menjelaskan bahwa resistivitas pertama dan terakhir memiliki resisitivitas yang sama, interpretasinya adalah bahwa pada lapisan pertama terdapat penyebaran resisitivitas yang sama dengan lapisan terakhir jangkaun pengukuran sekitar *,88 ohm.meter, yaitu air.

33

"A" 2 KHSD%PU=A<
&ari hasil akusisi dan pengolahan data primer lapangan metode geolisitrik dengan teknik sounding konfigurasi schlumberger dan teknik mapping konfigurasi dipole/dipole, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. #. )erbukti bahwa teknik sounding dengan konfigurasi schlumberger mampu menginterpretasikan data secara vertical, sedangkan mapping dengan konfigurasi mapping 7 lapisan mampu menginterpretasi data secara lateral. $. Program Surfer Version 9.11.947 dan 3es$&inv mampu menginterpretasikan data mapping dan Progress 5.8 untuk data Sounding. 5. Dnterpretasi data menunjukan bahwa di lapisan pertama lokasi pengukuran (# ? 7 meter- terdapat penyebaran air permukaan. &imungkinkan sebagai lapisan aliran bawah tanah kawasan lokasi pengukuran (=apangan !iseeng-, karena berada di kawasan sawah dan tambak>kolam ikan warga.

34

Anda mungkin juga menyukai