Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuani-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Pemicu II Potensiometri Kimia Analitik ini tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas PBL Kimia Analitik dan juga sebagai media pembelajaran yang mandiri untuk dapat lebih memahami topik mengenai Potensiometri beserta isu-isu yang biasa kami hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses penulisan makalah ini, kami menemui banyak kesulitan. Namun, berkat bantuan dan bimbingan berbagai pihak, makalah ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan kepada: 1. Dr. Dianursanti, S.T., M.T. selaku fasilitator dan pembimbing kami dalam penyusunan makalah ini. 2. Teman-teman kelompok 11 yang selalu kompak walaupun dihadapkan oleh situasi yang sesulit apapun itu. 3. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu Selain itu, kami juga menyadari bahwa baik dalam segi sistematika penyusunan maupun materi yang dipaparkan masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami berharap agar adanya kritik dan saran yang sekiranya dapat membantu kami untuk perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini bisa bermanfaat.

Depok, 15 Oktober 2013

Kelompok 11

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 1 DAFTAR GAMBAR, TABEL DAN GRAFIK......................................................................... 1 BAB I: PENDAHULUAN ......................................................................................................... 2 BAB II: JAWABAN PEMICU .................................................................................................. 4 BAB III: KESIMPULAN ........................................................................................................ 19 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 20

DAFTAR GAMBAR, TABEL DAN GRAFIK

Gambar 1. Arsen ....................................................................................................................... 4 Gambar 2. Merkuri..................................................................................................................... 4 Gambar 3. Timbal ...................................................................................................................... 5 Gambar 4. Kadmium .................................................................................................................. 5 Gambar 5. Kromium .................................................................................................................. 5 Gambar 6. ISE dan pengukur tegangan sel ................................................................................ 6 Gambar 7. Beberapa jenis ISE dan struktur membrannya ......................................................... 7 Gambar 8. Potensiometri ........................................................................................................... 8

Tabel 1. Data Topik 6 .............................................................................................................. 15

Grafik 1. Kurva Kalibrasi (logV vs Tegangan sel) .................................................................. 15

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Costume Jewelry atau perhiasan palsu adalah pengganti perhiasan asli untuk wanita yang berharga murah. Costume Jewelry tidak hanya digemari oleh wanita saja, tetapi juga oleh anak anak kecil terutama balita, pasalnya ukuran perhiasan yang besar dan tak kalah berkilau dibandingkan perhiasan bahan asli membuat anak anak semakin tertarik untuk memainkannya dan memasukkannya ke mulut. Akan tetapi, Costume Jewelry ini ternyata mengandung logam-logam berbahaya untuk tubuh balita seperti kromium (Cr), cadmium (Cd), dsb. yang melebihi dari batas kandungan dalam perhiasan tersebut. Tentunya walaupun jumlah logam berbahaya yang terkandung didalamnya masih dalam jumlah sedikit, pasti logam berbahaya tersebut akan memberikan efek negatif terhadap tubuh walaupun dalam konsentrasi yang kecil. Untuk mendeteksi keberadaan logam berbahaya pada perhiasan, tentunya dengan metode analisis sederhana seperti titimetri tidak valid untuk digunakan karena sensitivitasnya terhadap konsentrasi zat kecil. Akan tetapi dengan metode analisis elektrokimia, terutama metode potensiometri, keberadaan logam berbahaya dapat terdeteksi dengan akurat walaupun konsentrasi logam sangat kecil, bahkan metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan ion logam berbahaya ketika sudah termakan dan mengalir kedalam darah kita.

B. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui dasar teori dan cara kerja dari metode analisis elektrokimiawi, terutama potensiometri. 2. Mengetahui fungsi dari elektroda camomel dan ISE pada metode potensiometri 3. Mengetahui cara mengolah data hasil eksperimen potensiometrik dan mengukur respons dari elektrodanya. 4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan metode analisis elektrokimiawi, terutama potensiometri, untuk menganalisis kandungan zat tertentu 5. Mengetahui fungsi penambahan TISAB dalam potensiometri. 2

C. Rumusan Masalah 1. Mengetahui kegunaan dan cara kerja metode analisis potensiometri dengan menggunakan ISE untuk mengetahui kandungan ion logam berbahaya pada darah. 2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan metode potensiometri untuk mengetahui kandungan ion logam berbahaya.

BAB II JAWABAN PEMICU

1. Menurut anda mengapa penggunaan perhiasan murah diatas memiliki potensi bahaya, jika ditinjau dari sisi jenis bahan yang digunakan? Penggunaan perhiasan murah diatas memiliki potensi bahaya, karena perhiasan tersebut mengandung logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Logam berat merupakan komponen alami tanah. Elemen ini tidak dapat didegradasi maupun dihancurkan. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, air minum, udara bahkan melalui kontaminasi dari costume jewerly. Logam berat seperti tembaga, selenium, atau seng dibutuhkan tubuh manusia untuk membantu kinerja metabolisme tubuh. Akan tetapi, dapat berpotensi menjadi racun jika konsentrasi dalam tubuh berlebih. Logam berat menjadi berbahaya ketika mengalami sistem bioakumulasi, yaitu peningkatan konsentrasi unsur kimia didalam tubuh mahluk hidup. Yang termasuk logam berat ialah Hg, Cr, Cd, As, dan Pb (Am.geol. Inst., 1976). Lalu apa bahaya dari masing-masing logam berat tersebut?

Arsen Arsen (As) atau sering disebut arsenik adalah suatu zat kimia yang ditemukan sekitar abad-13. Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia. Menurut National
Gambar 1. Arsen http://www.lookchem.com/Period ic-Table/Arsenic/

Institute for Occupational Safety and Health (1975), arsen inorganik bertanggung jawab terhadap berbagai gangguan

kesehatan kronis, terutama kanker. Arsen juga dapat merusak ginjal dan bersifat racun yang sangat kuat bagi tubuh. Merkuri Merkuri (Hg) atau air raksa adalah logam yang ada secara alami, merupakan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Logam murninya berwarna keperakan, cairan tak berbau, dan mengkilap. Bila dipanaskan sampai suhu
Gambar 2. Merkuri http://www.lookchem.com/Periodic -Table/Mercury/

3570C,

Hg

akan

menguap.

Selain

untuk

kegiatan

penambangan emas, logam Hg juga digunakan dalam 4

produksi gas klor dan soda kaustik, termometer, bahan tambal gigi dan baterai. Hg dapat meracuni manusia dan merusak sistem saraf otak, serta menyebabkan cacat bawaan seperti yang terjadi pada kasus Teluk Minamata, Jepang (bila dalam proporsi yang besar). Timbal Logam timbal (Pb) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. Bahaya
Gambar 3. Timbal http://www.washingtonpost.co m/blogs/wonkblog/files/2013/0 4/lead.jpg

dari timbal ialah dapat merusak sistem saraf, mengganggu sistem peredaran darah, ginjal dan perkembangan otak anak.

Kadmium (Cd) Penggunaan kadmium di perhiasan imitasi murah adalah sebagai pengkilap, agar kuat dan dapat ditempa dalam temperatur rendah. Harga kadmium ini sangat murah sehingga kadar kadmium di perhiasan bisa mencapai 89-91%, dari pembatasan yang seharusnya, yaitu 0,1%. Bahaya dari kadmium adalah karsinogen.
Gambar 4. Kadmium http://images-ofelements.com/cadmium-4.jpg

Dan bila dalam jangka panjang, kadmium akan terakumulasi di hati, pankreas, ginjal dan tiroid yang dapat menyebabkan hipertensi.

Kromium (Cr) Kromium digunakan untuk pembuatan baja, batu bata, pewarna dan pigmen untuk meningkatkan ketahanan logam dan krom. Efek racun dari kromium akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, pelapisan krom dan penyimakan kulit.Bahaya yang
Gambar 5. Kromium http://www.hobart.k12.in.us/k sms/PeriodicTable/About%20 Graphics/chromium.jpg

ditimbulkan oleh krom ialah dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru lambung dan usus.

2.

Laboratorium di tempat anda memiliki sebuah PH meter/voltemeter, titrator, dan sebuah elektroda standar kalomel jenuh serta elektroda indikator untuk analisis zat besi. Dapatkah anda menjelaskan usulan tentang metoda analisis elektrokimiawi untuk menentukan kandungan ion logan Cr (sebagai salah satu logam yang sering digunakan

untuk bahan baku perhiasan) pada sampel perhiasan yang diuji. Bagaimana anda menjelaskan kepada tim yang lain, bahwa zat krom dapat dianalisis dengan teknik analisis tersebut. Apa alasan anda memilih teknik analisis ini dibandingkan teknik lain untuk menganalisis darah atau serum? Metode analitis elektrokimiawi merupakan metode yang cocok untuk mendeteksi kandungan kromium adalah metode yang cocok dibandingkan dengan metode analitis yang lain. Metode analisis elektrokimiawi memiliki kelebihan yaitu: a. Memiliki sensitivitas yang tinggi bahkan pada jumlah zat pada sampel dan konsenterasi analit (ion target) yang kecil. Jika dibandingkan dengan metode Titimetri, metode analitis elektrokimiawi memiliki sensitivitas pada konsenterasi zat yang jauh lebih besar. b. Alatnya relatif tidak terlalu mahal. Jika dibandingkan dengan spektroskopi, metode analisis elektrokimiawi membutuhkan alat yang harganya lebih murah, akurasi dan presisi dari data yang didapat pun sebanding dengan jika kita menggunakan metode spektroskopi. c. Mempunyai selektivitas yang tinggi, dengan metode analitis lain seperti titimetri, respons yang didapat tidak spesifik untuk suatu zat. Lain halnya dengan metode analisis elektrokimiawi yang memiliki selektivitas yang tinggi, respons yang dihasilkan pasti akan menunjukan adanya ion Cr karena potensial yang diukur (jika menggunakan metode potensiometri dengan ISE), karena membrane ion selektif dari ISE dapat menahan ion ion lain dan membiarkan ion Cr untuk bereaksi, sehingga data yang dihasilkan hanyalah respons dari ISE terhadap keberadaan ion Cr, bukan ion lain. d. Dapat dilaksanakan dengan langsung dan cepat, tidak seperti metode titimetri yang prosesnya cenderung lama.

Gambar 6. ISE dan pengukur tegangan sel, diambil dari http://www.hach.com/SmartProbes

Metode analisis elektrokimiawi juga memungkinkan kita untuk menganalisis konsenterasi dan aktivitas dari ion-ion yang terdapat pada zat biologis, termasuk darah dan serum nya. Dengan menggunakan ISE membran cair, ion Cr yang terkandung pada darah dapat diketahui walaupun jika konsenterasi ion Cr sangat rendah. Jenis ISE membrane cair yang digunakan adalah neutral-carriers electrode. Yaitu elektroda yang menggunakan carrier netral seperti polyester siklik yang dapat menyerap ion target secara lebih efektif dan tentunya dapat digunakan pada sampel zat biologis seperti darah. Carrier netral yang digunakan juga tentunya berbeda untuk setiap ion target. Untuk mendeteksi ion lithium, digunakan 14-crown-4-ether sebagai carrier netral, dan untuk mendeteksi ion natrium, digunakan monensin sebagai carrier netral. Tentunya hal tersebut membuktikan tingginya selektivitas dari metode ISE Dengan menggunakan ISE, dapat dihasilkan data yang lebih akurat daripada menggunakan metode titimetri atau penambahan reagen (seperti pendeteksi keberadaan protein pada makanan dengan penambahan biuret) karena memiliki sensitivitas pada konsentrasi zat yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode tersebut.

Gambar 7: Beberapa jenis ISE dan struktur membrannya, diambil dari: http://mmadou.eng.uci.edu/classes/biomems/Biomems%204.Ion%20Selective%20Electrode.ppt

3. Bagaimana anda menjelaskan rancangan analisis ion krom dengan metode potensiometri langsung? Lengkapi dengan informasi yang cukup jelas baik dari segi instrumentasi maupun prinsip dasar teoritis tentang metoda analisis ini Potensiometri merupakan salah satu metode analisis elektrokimia. Metode tersebut dibagi ada yang berdasarkan konsentrasi ion, pH larutan, maupun aktivitas anion dan kation. Salah satu teknik potensiometri adalah direct potentiometry atau potensiometri langsung yang didalamnya membandingkan perbedaan potensial yang terjadi di dalam sel. Dari persamaan Nerst dan hasil pengukuran kedua potensial, kita dapat menentukan konsentrasi spesi kimia dalam larutan uji dengan melihat adanya aktivitas 7

atau perubahan yang terjadi. Metode analisis potensiometri langsung memiliki kelebihan diantara metode lainnya, antara lain teknik ini hanya memerlukan pengukuran potensial sebuah indikator elektron ketika dicelupkan dalam larutan yang mengandung konsentrasi yang tidak diketahui & diketahui dari sebuah analit, selain itu metoda ini juga tidak merusak komposisi larutan uji. Hanya saja, untuk mendapatkan potensial yang stabil sangat sulit apabila dilakukan pengukuran menggunakan voltmeter. Untuk melakukan metode analisis potensiometri langsung diperlukan adanya elektroda standar sebagai elektroda acuan, elektroda indikator sebagai elektroda pembanding, serta voltmeter. Berikut penjelasan singkat dari ketiganya:

Elektroda acuan Elektroda acuan adalah elektroda yang potensial standarnya diketahui dan bernilai konstan pada temperatur konstan selama pengukuran berlangsung. Jenis-jenis elektroda acuan dapat berupa elektroda Ag / AgCl, elektroda kalomel jenuh, dan elektroda hidrogen standar.

Elektroda indikator Elektroda indicator adalah elektroda yang potensialnya ikut berubah seiring adanya perubahan aktivitas dalam larutan uji atau potensial dari elektroda indikator ikut merespon setiap adanya perubahan. Elektroda indikator terbagi atas elektroda logam (elektroda jenis pertama, elektroda jenis kedua, elektroda jenis ketiga), elektroda inert, serta elektroda membran (elektroda kaca)

Voltmeter Voltmeter adalah alat untuk mengukur potensial listrik

Gambar 8. Potensiometri http://www.lookchem.com/Potentiometer

Untuk rancangan analisis ion krom dengan metode potensiometri langsung, pertama ambil sampel perhiasan yang diuji. Pada perhiasan tidak hanya mengandung ion logam Cr. Ion tersebut hanya sebagai salah satu logam yang sering digunakan untuk bahan baku perhiasan. Perhiasan yang akan diuji hanya dapat diambil dalam jumlah kecil. Berdasarkan hal tersebut, kita dapat menentukan instrumen yang sesuai untuk melakukan metode potensiometri langsung. Elektroda indikator selalu dianggap sebagai katoda dan elektroda referensi sebagai anoda. Untuk elektroda referensi (yang akan digunakan), kita dapat menggunakan tiga jenis elektroda yang telah disebutkan sebelumnya, namun masing-masing dari ketiga elektroda tersebut pasti mempunyai kelebihan maupun kekurangan dalam penggunaannya. Kita harus menyesuaikan hal tersebut dengan kebutuhan atau pilih yang paling cocok untuk menganalisis ion logam Cr ini. Elektroda hidrogen standar sebaiknya digunakan pada skala yang besar dan jumlah sampel yang banyak karena elektroda ini membutuhkan tangki gas yang berat, bertekanan tinggi dan kaku untuk beroperasi. Apabila kita menganalisis menggunakan elektroda ini maka ada kemungkinan terbentuknya senyawa yang eksplosif (mudah meledak) dalam proses penggunaan. Dengan demikian, elektroda hidrogen standar tidak sesuai untuk digunakan sebagai instrumen analisis ion logam Cr. Biasanya yang umum digunakan untuk analisis kimia skala laboratorium yaitu elektroda kalomel dan elektroda Ag / AgCl. Namun keduanya tentu memiliki perbedaan. Elektroda Ag/AgCl biasanya digunakan pada kisaran suhu yang lebih tinggi dibandingkan elektroda kalomel jenuh. Untuk menganalisis ion logam Cr tidak membutuhkan suhu tinggi. Jadi lebih baik menggunakan elektroda kalomel jenuh. Elektroda ini memiliki beragam konsentrasi. Namun, yang biasa dijual di pasaran menggunakan larutan KCl. Instrumen yang digunakan untuk analisis ion logam Cr ini adalah elektroda kalomel jenuh dengan larutan KCl berada pada keadaan jenuh. Walaupun dengan konsentrasi jenuh, elektroda jenis ini menjadi lebih peka terhadap perubahan suhu. Elektroda kalomel jenuh juga jauh lebih mudah untuk dirangkai. Sampel perhiasan akan dianalisis dalam laboratorium yang suhunya cenderung konstan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemilihan elektroda kalomel jenuh sebagai elektroda acuan telah sesuai dengan yang dibutuhkan. Selanjutnya, dalam pemilihan elektroda indikator juga harus sesuai untuk metode analisis ion logam Cr ini. Berdasarkan ke-kompleks-an komposisi larutan dalam uji sampel perhiasan ini, tidak dianjurkan menggunakan elektroda logam jenis pertama, elektroda 9

jenis kedua, elektroda jenis ketiga maupun elektroda inert sebagai elektroda indikator. Hal ini diakibatkan karena sifat keempat elektroda tersebut yang kurang selektif. Elektroda indikator yang dibutuhkan yaitu elektroda yang tidak hanya mereduksi kation namun juga mereduksi atau menseleksi ion-ion yang hanya dibutuhkan. Hal tersebut tentu saja akan mempengaruhi keakuratan dalam pengukuran. Dalam hal ini, elektroda indikator yang lebih dianjurkan adalah elektroda membran selektif ion (ISE). Pada elektroda membran, tidak ada elektron yang diberikan oleh atau kepada membran tersebut. Sebagai gantinya, suatu membran membiarkan ion-ion jenis tertentu menembusnya, namun melarang ionion lain untuk menembusnya juga. Jadi, untuk analisis ion logam Cr dengan menggunakan metode potensiometri langsung digunakan elektroda kalomel jenuh sebagai elektroda referensi dan elektroda membran (ion selektif) sebagai elektroda indikator. 4. Bagaimana anda menjelaskan tentang yang anda baca di beberapa literatur bahwa menggunakan teknik potensiometri langsung perlu penambahan senyawa penjaga kekuatan ion dalam larutan atau TISAB (Total Ionic Strength Adjusment Buffer) kapan tidak diperlukan TISAB dan untuk apa dilakukan teknik penambahan larutan standar atau larutan sampel tak diketahui (standard addition atau sample addition method)? Larutan TISAB merupakan senyawa buffer (penjaga) yang memiliki kekuatan ion dalam larutan untuk tingkat yang relatif tinggi, biasanya mempunyai nilai pH yang tetap, dan pada saat yang sama dapat menghilangkan ion-ion pengganggu dari larutan sampel. Tujuan ditambahkan TISAB pada sampel ketika dilakukan metode potensiometri langsung adalah untuk menghilangkan perbedaan antara nilai aktivitas yang terukur dengan konsentrasi sampel yang sebenarnya. Efek dari penambahan TISAB adalah pada semua bagian larutan sampel akan memiliki koefisien aktivitas ion yang sama. Hal ini disebabkan karena TISAB memiliki koefisien aktivitas ion yang sama akan tetapi memiliki aktivitas ion yang lebih tinggi sehingga aktivitas ion sampel akan terabaikan. Ion-ion yang berada dalam larutan TISAB tidak akan mengganggu sama sekali proses analisis. Dengan kata lain, ion-ion yang ada merupakan ion-ion asing yang tidak akan terukur potensial selnya sehingga TISAB dapat menghilangkan perbedaan kekuatan ion dari 2 larutan. Perlu diingat bahwa selama kedua larutan mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal penambahan TISAB, konsentrasi larutan standar yang baru tidak perlu dihitung kembali. 10

= Dengan a f c = aktivitas ion sampel = koefisien aktivitas = konsentrasi ion sampel

Berdasarkan persamaan diatas, kita dapat melihat hubungan antara nilai aktivitas ion dengan konsentrasi ion. Pada metode potensiometri, nilai yang diukur sebenarnya adalah nilai aktivitas ion. Akan tetapi, kita lebih sering membutuhkan data konsentrasi ion. Dengan adanya penambahan TISAB, maka nilai konsentrasi ion dapat dianggap sama dengan nilai aktivitasnya. Penambahan TISAB dapat meningkatkan kekuatan ionik dari larutan untuk menstabilkan kekuatan ionik. Sehingga, kita dapat membuat korelasi linier antara logaritma dari konsentrasi yang dianalisis dengan tegangan yang diukur sehingga meningkatkan akurasi pengukuran larutan. Penambahan TISAB tidak selalu dibutuhkan. Kondisi-kondisi di mana tidak diperlukan penambahan TISAB, yaitu : a. pH tidak ekstrim. pH larutan berada antara 2-10 b. Kekuatan ion tidak terlalu tinggi, yaitu kurang dari 2 atau 3. c. Tidak ada mobilitasi ion tertentu d. Tidak ada suspensi bermuatan dari partikel-partikel berukuran makro atau koloid. e. Kedua larutan sampel dan standar tidak memiliki aktivitas ion yang terlalu kecil atau besar Selanjutnya, untuk mencari perubahan nilai potensial yang terjadi ketika larutan tertentu ditambahkan ke dalam larutan yang lain, kita dapat melakukannya dengan penambahan sampel (adisi sampel) maupun dengan penambahan larutan standar (adisi standar). Perbedaan keduanya adalah : Pada metode adisi standar, yang ditambahkan adalah larutan standar. Sampel berada dalam volume yang banyak Pada metode adisi sampel, yang ditambahkan adalah larutan sampel (larutan yang ingin diketahui konsentrasinya). Sehingga, larutan sampel diperlukan hanya dalam volume kecil.

11

5.

Bila anda menggunakan metoda sample addition pada teknik potensiometri bagaimana anda menjelaskan cara penentuan konsentrasi besi pada sampel? Anda membaca suatu rumus hasil penurunan untuk menentukan konsentrasi suatu ion dengan metode sample addition adalah sebagai berikut:

( + )

= +

dengan

= dengan Cu Cs Vu Vs E1 E2 S = = = = = = =

konsentrasi sampel yang tidak diketahui (unknown) konsentrasi ion dalam larutan standar volume larutan sampel yang digunakan volume larutan standar yang digunakan potensial sel terukur tanpa ada larutan sampel potensial sel terukur setelah ada tambahan larutan sampel slop elektroda (yang diukur dengan menggunakan larutan standar) keaktifan ion yang sama dengan konsentrasinya

a1 dan a2 =

Bagaimana anda mendapatkan persamaan di atas? Dalam metode adisi sampel, dilakukan penambahan larutan dengan sampel yang akan dicari nilai konsentrasinya ke dalam larutan standar. Volume larutan standar (Vs) lebih besar daripada volume larutan sampel (Vu). Hubungan antara konsentrasi ion dalam larutan standar, konsentrasi ion dalam campuran, dan potensial sel masing-masing dihubungkan sebagai berikut. Rumus umumnya adalah : = yang diubah menjadi :

=
12

Sebelum pencampuran, nilai keaktifan larutan adalah a1. Setelah pencampuran, nilai keaktifan larutan menjadi a2. Karena nilai keaktifan larutan sama dengan konsentrasinya, maka : = sementara itu, a2 merupakan konsentrasi campuran. = = +

di mana : = . = . = + = + sehingga: =
.+. +

Nilai Esel merupakan nilai perubahan potensial yang terjadi setelah dan sebelum pencampuran, sehingga :

=
Dengan nilai aktifitas yang sudah diketahui dari masing-masing larutan, yaitu nilai a1 dan a2 serta nilai Esel, maka dapat disubtitusikan ke persamaan (14) sehingga menjadi :

= (

. + . + )

. + . = ( + )
Lalu, log pada ruas kanan dihilangkan menjadi :

. + . ( + ) = . + .

( + ).
13

Kemudian ruas kanan dibagi dengan Cs, sehingga persamaannya menjadi:


( + ).

= +

Persamaan di atas terbukti.

6.

Bagaimana menentukan kemiringan dari kurva kalibrasi yang merupakan ukuran respons elektroda ion selektif yang digunakan. Pada metode potensiometri, hubungan antara konsenterasi larutan standar dapat dijelaskan dengan persamaan Nernst. Persamaan Nernst menyatakan bahwa berbanding secara dengan nilai logaritmik (basis 10) dari konsenterasi larutan.

= .

(Persamaan Nernst) Dengan membandingkan persamaan garis lurus dasar, = + , nilai log C (nilai logaritmik dari konsenterasi larutan standar) adalah x (variable bebas) , E (bacaan pada pengukur tegangan) adalah y adalah Eo adalah sebagai konstanta c, sedangkan nilai 2.303

adalah nilai m, yang bisa juga disebut kemiringan atau slope dari kurva

analitikal,dalam kasus ini yaitu kurva kalibrasi. Dengan nilai n=1 (konstanta electron yang terlibat adalah 1 buah seperti (Na+) nilai m adalah -59.16. Karena S hanya dipengaruhi oleh nilai R, T, n, dan F yang merupakan konstan, akurasi dari suatu elektroda potensiometri, termasuk ISE (ION-SELECTIVE ELECTRODES), dapat diukur dengan cara mengitung kemiringannya Pada kasus ini, penambahan nilai logaritmik dari volume akan mengasilkan nilai slope yang sama.. Jika nilai dari S mendekati nilai standar, maka ISE dalam kondisi yang baik dan kurang terpengaruh oleh ion yang tidak terlibat (intervensi ion minim). Pada kasus ini, kation pada larutan standar yang digunakan adalah Cr. Adapun data dari penambahan volume (dalam mL), dan bacaan tegangan (dalam mV) adalah sebagai berikut:

14

Volume yang ditambahkan (mL) 200 100 50 25 12.5 6.25 3.125 1.563 0.781 0.391 0.195

Log V (sebanding dengan Log C) 2.30103 2 1.69897 1.39794 1.09691 0.79588 0.49485 0.193959 -0.10735 -0.40782 -0.70997 Tabel 1: Data Topik 6

Bacaan Tegangan (mV)

-35.6 -17.8 0.4 16.8 34.9 52.8 70.4 89.3 107.1 125.5 142.9

Dan grafik hubungan antara nilai logaritmik dari volume dan tegangan yang dihasilkan dapat didapatkan persamaan Nernst dari data tersebut dengan metode regresi linear. Dengan metode tersebut, dapat diketahui slope dari kurva kalibrasi dan akurasi dari ISE, berikut ini adalah grafiknya:

KURVA KALIBRASI
200

TEGANGAN (MV)

150 100 50 0 -0.5 -50 0 0.5 1

y = -59.377x + 100.59 R = 0.9999

-1

1.5

2.5

LOG V (SEBANDING DENGAN LOG C)

Grafik 1: Kurva Kalibrasi (logV v.s. tegangan sel)

15

Nilai S pada ISE adalah -59.377, dengan nilai R2 adalah 0.9999 Dengan mengansumsikan nilai n pada kasus ini adalah 1, maka presisi dari ISE pada kasus ini mendekati sempurna karena nilai dari slope mendekati -59.16, dan pernyataan ini didukung dengan nilai R2 yang mendekati 1, yang berarti penyimpangan yang terjadi pada data sangat kecil.

7. Bila Anda memiliki sampel dengan konsentrasi yang relatif tinggi, metode penambahan mana yang Anda gunakan? Standard addition atau sample addition? Jelaskan argumentasi Anda. Menurut kami bila sample memiliki konsentrasi relatif tinggi, maka metode yang paling tepat untuk digunakan adalah sample addition. Alasan utama pemilihan sample addition disbanding standard additiom pada kondisi sample berkonsentrasi tinggi adalah keuntungan sample addition dalam segi efektifitas dan efisensinya. Pada standard adition, engan konsentrasi larutan sampel yang tinggi, mengakibatkan penambahan larutan standar yang lebih sedikit hanya akan berjalan efektif (mengakibatkan perubahan potensial sel yang signifikan) apabila larutan standar memiliki konsentrasi yang relatif tinggi juga. Penggunaan larutan standar dengan konsentrasi yang tinggi akan menambah biaya. Sedangkan pada sample addition, karena larutan sampel memiliki kekuataan ion yang tinggi (karena konsentrasinya yang tinggi), maka larutan tersebut akan dengan mudah mengubah potensial sel secara signifikan. Agar kekuatan ion larutan standar tidak berubah, maka hanya diperlukan larutan standar dengan konsentrasi yang lebih rendah. Dengan demikian, akan menghemat biaya dan lebih efisien.

Kekurangan Standard Addition Method Pada standard addition, langkah pertama adalah menyiapkan larutan sampel, kemudian ditambahkan dengan larutan standar. Larutan sampel yang dibutuhkan pada metode ini relatif lebih banyak daripada larutan sampel yang dibutuhkan pada sample addition method. Sehingga lebih efektif dan efisien untuk menggunakan sample addition method, karena kebutuhan akan sample yang lebih sedikit.

Kelebihan Sample Addition Method 16

a. Karena telah diketahui larutan sampel memiliki konsentrasi tinggi, maka hanya diperlukan dalam jumlah sedikti. Hal ini bersesuaian dengan prosedur sample addition method yang memang hanya memerlukan larutan sampel yang lebih sedikit daripada larutan standar. b. Konsentrasi sampel yang tinggi mengakibatkan hanya diperlukan penggunaan sampel dalam jumlah rendah, sehingga dimungkinkan pengulangan sample addition mehod berulang kali bila memiliki sampel dalam jumlah yang cukup. c. Memungkinkan analisis lain untuk sampel, karena sampel yang digunakan sedikit, darah dapat digunakan kembali untuk analisis lain, misalnya analisis kandungan ion fluorin, karbon dioksida, dan sebagainya. d. Bila dibandingkan dengan metode lainnya, pada metode adisi tidak dilakukan penyucian elektroda. Penggantian elektroda untuk mengukur potensial sel pada larutan standar dan sampel menghasilkan kesalahan kalibrasi yang akhirnya menyebabkan nilai Ej tidak konstan.

Bila sampel yang ada memiliki konsentrasi yang relatif tinggi, metode penambahan yang digunakan adalah metode adisi sampel (sample addition). Hal ini dapat dibuktikan melalui sebuah contoh kasus. Jika kita mengambil sebuah kasus maka akan terbukti bahwa nilai E pada sample addition lebih besar dari pada nilai E pada standard addition. Semakin besar perubahan nilai potensialnya, maka hasil perhitungan yang didapatkan semakin akurat.

Penggunaan metode adisi sampel akan membuat proses berlangsung lebih efektif dan efisien karena : Penggunaan sedikit sampel dapat merubah potensial sel secara signifikan. Berbeda dengan metode standard addition, pada metode ini larutan standar dimasukkan terlebih dahulu. Asalkan larutan standar yang dimasukkan memiliki konsentrasi yang tidak terlalu besar, penambahan sedikit sampel dapat merubah potensial sel secara signifikan dengan tetap mempertahankan kekuatan ion larutan. Seperti yang telah disebutkan, larutan standar dengan konsentrasi rendah lebih mudah diperoleh. Memungkinkan dilakukannya multiple sample addition. Jika digunakan metode sample addition, penambahan sedikit sampel dapat merubah potensial sel. Akibatnya, penambahan sampel berulang kali mungkin dilakukan. Jika hal ini 17

dilakukan, variasi hubungan konsentrasi larutan dan potensial sel yang didapatkan lebih besar dan dapat diperoleh data yang lebih baik. Memungkinkan dilakukannya analisis lain pada sampel. Karena pada metode ini hanya digunakan sedikit sampel, maka sampel dapat digunakan untuk analisis lainnya yang mungkin diperlukan.

Sebaliknya, jika kita menggunakan metode adisi standar: Penambahan larutan standar tidak memberikan perubahan potensial sel yang signifikan. Karena larutan sampel yang digunakan memiliki konsentrasi yang tinggi, penambahan sedikit larutan standar hanya akan merubah sedikit potensial sel. Perubahan yang kecil ini sulit terbaca oleh voltmeter sehingga mempersulit analisis. Jika ingin menghasilkan perubahan potensial sel yang signifikan, dibutuhkan konsentrasi larutan standar yang tinggi. Padahal, larutan standar dengan konsentrasi rendah lebih murah dan mudah diperoleh. Dibutuhkan sampel dalam jumlah besar. Pada metode standard addition, larutan sampel yang dimasukkan terlebih dahulu harus memiliki volume lebih besar dari larutan standar yang ditambahkan. Biasanya, lebih mudah memperoleh larutan standar dalam jumlah besar dibandingkan larutan sampel dalam jumlah besar.

18

BAB III KESIMPULAN 1. Kandungan logam kromium, kadmium, timbal, hingga arsenik pada carbon metal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, melalui beraneka ragam akibatnya pada sistem di tubuh. 2. Konsentrasi dari suatu larutan dapat diketahui dengan teknik potensiometri, dengan mempelajari perubahan potensial dari elektroda dan membandingkannya dengan larutan yang sudah diketahui potensialnya. 3. Jenis ISE membrane adalah neutral-carriers electrode yang menggunakan carrier netral seperti polyester siklik yang dapat menyerap ion target secara lebih efektif dan tentunya dapat digunakan pada sampel zat biologis seperti darah. 4. Larutan TISAB merupakan senyawa buffer (penjaga) yang dapat menghilangkan ionion pengganggu dari larutan sampel. Penambahan larutan TISAB pada teknik potensiometri langsung digunakan untuk meningkatkan kekuatan ionik dari larutan agar mencapai tingkat yang stabil. 5. Penambahan TISAB ini tidak dibutuhkan yaitu saat pH tidak ekstrim, kekuatan ion tidak terlalu tinggi yaitu kurang dari 2 atau 3, tak ada ion bermobilitas tertentu, suspensi bermuatan dari partikel-partikel berukuran makro atau koloid tidak ada, dan kedua larutan sampel dan standar tidak memiliki aktifitas ion yang terlalu kecil atau besar. 6. Konsentrasi suatu ion dapat ditentukan dengan metode sample addition, dengan rumus ( + )

= +

7. Metode yang lebih tepat untuk sample yang memiliki konsentrasi tinggi adalah metode sample addition, karena E pada sample addition lebih besar dari pada E pada standard addition, dan semakin besar nilai potensialnya maka data yang didapatkan semakin akurat.

19

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://www.nico2000.net/datasheets/How%20ISEs%20Work.htm. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013 pukul 22.30 Indrykick. Potensiometri. http://indralesman.blogspot.com/2011/06/laporanpotensiometri.html. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013 pukul 22.30. Lesmana, Indra. Laporan Potensiometri. http://indralesman.blogspot.com/2011/06/laporanpotensiometri.html. Diakses pada tanggal 14 Oktober 2013 pukul 22.30. Murphy, David. 1998. Biomedical Instrumentation.. http://www.med.mun.ca/tedhoekman/biomedel/pages/Electrod.htm#Porous%20membr ane%20electrode. Diakses pada tanggal 14 Oktober 2013 pukul 22.30. Skoog, Douglas A., Donald M. West, dan F. James Holler. 1996. Fundamentals of Analytical Chemistry 8th edition. Philadelphia: Saunders College Publishing. Underwood, A.L. and R.A. Day, Jr. 1987. Quantitative Analysis 6th ed. New Jersey : Prentice Hall. Anonim. http://mmadou.eng.uci.edu/classes/biomems/Biomems%204.Ion%20Selective%20Electrode.ppt. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013 pukul 22.30 Anonim. http://www72.homepage.villanova.edu/frederick.vogt/ppt/2008/Intro_to_Electroanalytical_Chemistry.ppt Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013 pukul 22.30 Anonim. http://faculty.clayton.edu/Portals/95/Imported/as.clayton.edu/aagyeman/ELECTROCHEMISTRY/chapter5-4700E-Potentiometry.ppt Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013 pukul 22.30 http://www.hach.com/SmartProbes

20