Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN RUANG RSUD

PENDAHULUAN CONGESTIF HEART FAILURE (CHF) DI ICU

GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

Oleh: Yanyan Haryadi Kus ana! S"Ke# NG$D%%&%'(

PROGRA) PRO*ESI NERS UNI+ERSITAS ,ENDERAL SOEDIR)AN *AKULTAS KEDOKTERAN DAN IL)U-IL)U KESEHATAN ,URUSAN KEPERA.ATAN PUR.OKERTO /%$/ PENDAHULUAN CONGESTI* HEART *AILURE 0CH*1 A La2ar Bela3an4 Congestif Heart Failure (CHF) atau sering disebut dengan gagal jantung merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas. Akhir-akhir ini insiden gagal jantung mengalami peningkatan. Kajian epidemiologi menunjukkan bahwa ada berbagai kondisi yang mendahului dan menyertai gagal jantung, kondisi tersebut dinamakan faktor resiko. Faktor resiko yang ada dapat dimodifikasi artinya dapat dikontrol dengan mengubah gaya hidup/kebiasaan pribadi dan faktor resiko non modifable yang merupakan konsekuensi genetik yang tidak dapat dikontrol, contohnya ras dan jenis kelamin. Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. iri-ciri yang penting dari definisi ini adalah pertama definisi gagal adalah relatif terhadap kebutuhan metabolik tubuh, kedua penekanan arti gagal jantung ditunjukkan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan !"urhadi, #$$%&. Gagal jantung kongestif (Congestif Heart Failure) adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh. 'esiko Congestif Heart Failure (CHF) akan meningkat pada orang lanjut usia !lansia& karena penurunan fungsi (entrikel akibat penuaan. Congestif Heart Failure (CHF) ini dapat menjadi kronik apabila disertai dengan penyakit-penyakit lain, seperti hipertensi, penyakit katub jantung, kardiomiopati dll. )aat ini Congestif Heart Failure (CHF) merupakan satu-satunya penyakit kardio(askuler yang terus meningkat insiden dan pre(alensinya. 'esiko kematian akibat gagal jantung berkisar antara *-+$, pertahun pada gagal jantung ringan

yang akan meningkat menjadi %$--$, pada gagal jantung berat. )elain itu Congestif Heart Failure (CHF) merupakan penyakit yang paling sering memerlukan perawatan ulang di 'umah )akit !')&, meskipun pengobatan rawat jalan telah diberikan secara optimal !.iftah, #$$-&. .asalah kesehatan dengan gangguan (askuler masih menduduki peringkat yang tinggi, menurut data /01 dilaporkan bahwa sekitar %$$$ penduduk Amerika menderita Congestif Heart Failure (CHF). )edangkan pada tahun #$$* di 2awa 3engah terdapat *#$ penderita Congestif Heart Failure (CHF) . 4ada umumnya Congestif Heart Failure (CHF) diderita lansia yang berusia *$ tahun, insiden ini akan terus bertambah setiap tahun pada lansia berusia diatas *$ tahun. )ebagian besar lansia yang didiagnosis Congestif Heart Failure (CHF) tidak dapat hidup lebih dari * tahun ! harlie, #$$*&. 5 Tu5uan )etelah melaksanakan asuhan keperawatan pada 0F diharapkan mahasiswa mampu 6 a b c .engetahui dan mempelajari lebih dalam mengenai 0F. .engetahui tata laksana dan asuhan keperawatan yang diberikan. .emberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan paripurna kepada pasien 0F.

LAPORAN PENDAHULUAN CONGESTI* HEART *AILURE 0CH*1 A De6inisi Gagal jantung adalah sindrom klinis !sekumpulan tanda dan gejala&, ditandai oleh sesak nafas dan fati7ue !saat istirahat atau saat aktifitas& yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Gagal jantung kongestif merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai dengan adanya abnormalitas fungsi (entrikel dan kelainan regulasi neurohormonal d isertai dengan intolerans kerja fisis, retensi cairan dan memendeknya umur harapan hidup. Gagal jantung Kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient dikarenakan adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian (entrikel kiri .ekanisme yang mendasar tentang gagal jantung termasuk kerusakan sifat kontraktil dari jantung, yang mengarah pada curah jantung kurang dari normal. Kondisi umum yang mendasari termasuk aterosklerosis, hipertensi atrial dan penyakit inflamasi atau degeneratif otot jantung. )ejumlah faktor sistemik dapat menunjang perkembangan dan keparahan dari gagal jantung. 4eningkatan laju metabolik !misalnya6 demam, koma, tiroktoksikosis&, hipoksia dan anemia membutuhkan suatu peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen !)melt8er, #$$+&. 5 + E2i7l74i Kelainan otot jantung Gagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung, disebabkan menurunnya kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot jantung mencakup ateroslerosis koroner, hipertensi arterial dan penyakit degeneratif atau inflamasi

Aterosklerosis koroner .engakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung. 3erjadi hipoksia dan asidosis !akibat penumpukan asam laktat&. 9nfark miokardium !kematian sel jantung& biasanya mendahului terjadinya gagal jantung. 4eradangan dan penyakit miokardium degeneratif berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi yang secara langsung merusak serabut jantung menyebabkan kontraktilitas menurun.

0ipertensi

)istemik

atau

pulmunal

!peningkatan

after

load&

meningkatkan beban kerja jantung dan dapat mengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung. 4eradangan dan penyakit myocardium degenerati(e 5erhubungan dengan gagal jantung karena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun. * 4enyakit jantung lain, terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya, yang secara langsung mempengaruhi jantung. .ekanisme biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah yang masuk jantung !stenosis katub semiluner&, ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah !tamponade, pericardium, perikarditif konstriktif atau stenosis A:&, meningkatan mendadak after load ; Faktor sistemik 3erdapat sejumlah besar factor yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung. .eningkatnya laju metabolisme !misal 6 demam, tirotoksikosis&. 0ipoksia dan anemia juga dapat menurunkan suplai oksigen ke jantung. Asidosis respiratorik atau metabolic dan abnormalita elektronik dapat menurunkan kontraktilitas jantung. Klasi6i3asi .enurut )melt8er !#$$+&, klasifikasi gagal jantung dibagi menjadi empat kelas yaitu sebagai berikut6 + Kelas 9 keluhan 6 bila pasien dapat melakukan aktifitas berat tanpa

# atau

Kelas 99

6 bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas lebih berat

aktifitas sehari-hari % Kelas 999 Kelas 9: 6 bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari 6 bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan aktifitas tanpa keluhan apapun dan harus tirah baring. < Pa276isi7l74i 2ika terjadi gagal jantung, tubuh mengalami beberapa adaptasi baik pada jantung dan secara sistemik. 2ika 0F (olume kedua (entrikel berkurang oleh karena penekanan kontraktilitas atau afterload yang sangat meningkat, maka (olume dan tekanan pada akhir diastolik dalam kedua ruang jantung akan meningkat. 9ni akan meningkatkan panjang serabut miokardium akhir diastolik, menimbulkan waktu sistolik menjadi singkat. 2ika kondisi ini berlangsung lama, terjadi dilatasi (entrikel. Cardiac output pada saat istirahat masih bisa baik, tetapi peningkatan tekanan diastolik yang berlangsung lama/kronik akan dijalarkan ke kedua atrium dan sirkulasi pulmoner dan sirkulasi sitemik. Akhirnya tekanan kapiler akan meningkat yang akan menyebabkan transudasi cairan dan timbul edema paru atau edema sistemik penurunan cardiac output, terutama jika berkaitan dengan penurunan tekanan arterial atau penurunan perfusi ginjal, akan mengakti(asi beberapa sistem saraf dan humoral. 4eningkatan akti(itas sistem saraf simpatis akan memacu kontraksi miokardium, frekuensi denyut jantung dan (ena= perubahan yang terkhir ini akan meningkatkan (olume darah sentral yang selanjutnya meningkatkan preload. .eskipun adaptasi > adaptasi ini dirancang untuk meningkatkan cardiac output, adaptasi itu sendiri dapat mengganggu tubuh. 1leh karena itu, takikardi dan peningkatan kontraktilitas miokardium dapat memacu terjadinya iskemia pada pasien > pasien dengan penyakit arteri koroner sebelumnya dan peningkatan preload dapat memperburuk kongesti pulmoner !.ansjoer et al, #$$$&. Akti(asi sistem saraf simpatis juga akan meningkatkan resistensi perifer= adaptasi ini dirancang untuk mempertahankan perfusi ke organ > organ (ital,

tetapi jika akti(asi ini sangat meningkat maka akan menurunkan aliran ke ginjal dan jaringan. 'esistensi (askuler perifer dapat juga merupakan determinan utama afterload (entrikel, sehingga akti(itas simpatis berlebihan dapat meningkatkan fungsi jantung itu sendiri. )alah satu efek penting penurunan cardiac output adalah penurunan aliran darah ginjal dan penurunan kecepatan filtrasi glomerolus, yang akan menimbulkan retensi sodium dan cairan. )item renin > angiotensin - aldosteron juga akan terakti(asi, menimbulkan peningkatan resistensi (askuler perifer selanjutnya dan peningkatan afterload (entrikel kiri sebagaimana retensi sodium dan cairan. Gagal jantung berhubungan dengan peningkatan kadar arginin (asopresin dalam sirkulasi yang meningkat, yang juga bersifat (asokontriktor dan penghambat ekskresi cairan. 4ada gagal jantung terjadi peningkatan peptida natriuretik atrial akibat peningkatan tekanan atrium, yang menunjukkan bahwa disini terjadi resistensi terhadap efek natriuretik dan (asodilator ! orwin, #$$+&. )ecara ringkas dapat dilihat pada bagan berikut6 4resipitasi 4eningkatan regangan miokard 8 0ipertropi 8 4enurunan kontraksi jantung 4e?an tekanan pengisisn (entrikel 4e?an proload 8 8 "eurohormonal bekerja 4e?an afterload 4enurunan kardiak output

'etensi cairan dan "a

:asokontriksi pembuluh darah

GAGA@ 2A"3A"G

Gagal (entrikel kiri urah jantung 3ekanan akhir diastole 3ekanan atrium kiri 3ekanan (ena pulmonalis Bdema paru, terjadi karena peningkatan tekanan Arteri pulmonalis )istolik overload pada (entrikel kanan, tanda-tanda klinis6 a 3akikardi b <ispnea/sesak napas c )ianosis d 4erfusi jaringan

Gagal (entrikel kanan urah jantung 3ekanan akhir diastole 3ekanan atrium kanan :ena sistemik e Asites f 0epatomegali

3anda-tanda klinis6 g Bdema di kedua tungkai h Asites i 0epato/splenomegali j 2:4 k 4erfusi jaringan

)ANI*ESTASI KLINIK .anifestasi klinis gagal jantung secara keseluruhan sangat bergantung pada etiologinya. "amun dapat digambarkan sebagai berikut a b c d e f 1rtopnea, yaitu sesak saat berbaring <yspnea 1n Bffert !<1B&, yaitu sesak bila melakukan akti(itas 4aroCymal "octurnal <yspnea !4"<&, yaitu sesak napas tiba-tiba pada malam hari disertai batuk 5erdebar-debar @ekas capek 5atuk-batuk

Gambaran klinis gagal jantung kiri Gambaran klinis gagal jantung kanan )esak napas dyspnea on effert, paroCymal a Bdema pretibia, edema presakral,

b c d e f g h

nocturnal dyspnea 4ernapasan cheyne stokes b 5atuk-batuk )ianosis )uara sesak c 'onchi basah, halus, tidak nyaring di daerah basal paru hydrothoraC Kelainan jantung seperti d pembesaran jantung, irama gallop, tachycardia 5.' mungkin naik Kelainan pada foto roentgen e

asites dan hydrothoraC 3ekanan (ena jugularis meningkat !hepato jugular refluks& Gangguan gastrointestinal, anoreCia, mual, muntah, rasa kembung di epigastrium "yeri tekan mungkin didapati gangguan fungsi hati tetapi perbandingan albumin dan globulin tetap, splenomegali, hepatomegali Gangguan ginjal, albuminuria, silinder hialin, glanular, kadar ureum meninggi !;$-+$$,&, oligouria, nocturia 0iponatremia, hipokalemia, hipoklorimia

Pe eri3saan Penun5an4 4emeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada pasien gagal jantung yaitu adalah sebagai berikut !)arwono, #$$+&6 a 0itung darah dapat menunjukan anemia, merupakan suatu penyebab gagal jantung output tinggi dan sebagai faktor eksaserbasi untuk bentuk disfunsi jantung lainnya b c d e f g h i 4emeriksaan biokimia untuk menunjukan insufiensi ginjal 3es fungsi ginjal untuk menentukan apakah gagal jantung ini berkaitan dengan a8otemia prerenal 4emeriksaan elektrolit untuk mengungkap akti(itas neuroendokrin Fungsi tiroid pada pasien usia lanjut harus dinilai untuk mendeteksi tirotoksikosis atau mieksedema tersembunyi 4emeriksaan BKG 'adiografi dada Angiografi radionuklir mengukur fraksi ejeksi (entrikel kiri dan memungkinkan analisis gerakan dinding regional Kateterisasi jantung untuk menentukan penyakit arteri koroner sekaligus luas yang terkena.

G +

K7 #li3asi 5eberapa komplikasi yang terjadi akibat gagal jantung6 )yok kardiogenik )yok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi (entrikel kiri yang mengakibatkan gangguan fungsi (entrikel kiri yaitu mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan yang khas pada syok kardiogenik yang disebabkan oleh infark miokardium akut adalah hilangnya -$ , atau lebih jaringan otot pada (entrikel kiri dan nekrosis (ocal di seluruh (entrikel karena ketidakseimbangan antara kebutuhan dan supply oksigen miokardium. # Bdema paru Bdema paru terjadi dengan cara yang sama seperti edema dimana saja didalam tubuh. Faktor apapun yang menyebabkan cairan interstitial paru meningkat dari batas negati(e menjadi batas positif. 4enyebab kelainan paru yang paling umum adalah6 a b Gagal jantung sisi kiri !penyakit katup mitral& dengan akibat peningkatan tekanan kapiler paru dan membanjiri ruang interstitial dan al(eoli. Kerusakan pada membrane kapiler paru yang disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia atau terhirupnya bahan-bahan yang berbahaya seperti gas klorin atau gas sulfur dioksida. .asing-masing menyebabkan kebocoran protein plasma dan cairan secara cepat keluar dari kapiler.

0 a

Pena2ala3sanaan 4enatalaksanaan yang dilakukan adalah !)melt8er, #$$+&6 Koreksi sebab > sebab yang dapat diperbaiki, penyebab > penyebab utama yang dapat diperbaiki adalah lesi katup jantung, iskemia miokard, aritmia, depresi miokardium diinduksi alkohol, pirau intrakrdial dan keadaan output tinggi. b <iet dan akti(itas, pasien > pasien sebaiknya membatasi garam !# gr natrium atau * gr garam&. 4ada gagal jantung berat dengan pembatasan aktifitas, tetapi bila pasien stabil dianjurkan peningkatan aktifitas secara teratur

c d e f g h i j k l m n

3erapi diuretik 4enggunaan penghambat sistem rennin > angiotensin > aldosteron 3erapi beta blocker 3erapi glikosida digitalis 3erapi (asodilator 1bat inotropik positif generasi baru 4enghambat kanal kalsium Atikoagulan 3erapi antiaritmia 'e(askularisasi koroner 3ransplantasi jantung Kardiomioplasti

PATH.AY Kekurangan darah, hipertensi, infeksi pada otot jantung 4eningkatan kontraksi miokardium 4eningkatan renggangan miokardium <ilatasi 0iperthropi miokard 4enurunan kontraksi Penurunan curah jantung

4eningkatan akti(itas simpatik 4eningkatan renin-angiotensin 4eningkatan aldosteron 4eningkatan A<0 4eningkatan preload :asokonstriksi 'etensi "aD dan air Bfek kedepan Intoleransi aktivitas 4eningkatan afterload

1liguri Kelemahan fisik Kelebihan volume cairan 1edem ekstremitas Bfek kebelakang 4eningkatan 2:4 Gangguan pertukaran gas 1edem paru

PENGKA,IAN a 9dentitas .eliputi nama, tempat tanggal lahir, usia, nama orang tua, pekerjaan orang tua, pendidikan terakhir, alamat, dan dagnosa medis. b + # Anamnesis Keluhan utama Keluhan yang paling dirasakan saat dilakukan pengkajian 'iwayat penyakit sekarang "arasi tentang mulai munculnya keluhan, waktu munculnya keluhan, presipitasi atau predisposisi faktor, intensitas keluhan, perkembangan selama ini dan pengobatan yang sudah diberikan serta efeknya. % 'iwayat keluarga 'iwayat penyakit keluarga yang berat seperti infeksi, jantung, asma, hipertensi dan diabetes serta genogram. 'iwayat masa lampau 'iwayat saaat prenatal, riwayat persalinan dan riwayat setelah kelahiran. 4enyakit yang sering diderita, riwayat masuk rumah sakit sebelumnya, riwayat penggunaan obat-obatan dan alergi, riwayat imunisasi. c + 4engkajian pola fungsional 4ersepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan .eliputi status kesehatan klien, pandangan klien dan keluarga bila anggota keluarga sakit dan cara penanganannya. # "utrisi pola metabolik Kebiasaan makan dan minum, berat badan saat ini dan status nutrisi keluarga. % 4ola eliminasi

4ola defekasi, pola eliminasi, konsistensi, frekuensi dan jumlahnya. 4ola akti(itas dan latihan Kegiatan kebersihan rutin, akti(itas sehari-hari, kemampuan dan keandirian dalam memenuhi kebersihan diri. * 4ola istirahat dan tidur 4ola istirahat dan tidur klien, perubahan pola istirahat klien dan posisi tidur klien. ; 4ola kognitif dan persepsi 'espon klien secara umum, respon klien untuk bicara, suara, objek dan sentuhan, kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan. E F 4ersepsi diri-pola konsep diri )tatus mood klien, pemahaman klien terhadap identitas diri. 4ola peran dan hubungan )truktur keluarga, masalah stressor keluarga, interaksi antara anggota keluarga. G +$ )eksualitas Gender, dan riwayat reproduksi. Koping-pola toleransi stress Apa yang menyebabkan stress pada klien, pola penanganan masalah dan sistem pendukung dalam keluarga. ++ "ilai dan pola keyakinan Keyakinan tentang kesehatan, keyakinan agama, dan keyakinan akan kesembuhan. d + # % a 4emeriksaan fisik Keadaan umum, tingkat kesadaran. 3anda-tanda (ital, meliputi6 tekanan darah, suhu tuhub, pernafasan, dan nadi Kepala, meliputi6 Kepala 5entuk kepala, kebersihan kepala dan persebaran serta kebersihan rambut b .ata

@etak, bentuk, kebersihan mata, penilaian sklera dan konjungti(a, edema palpebra c 3elinga 5entuk dan letaknya serta ada tidaknya serumen dan nyeri tekan dibelakang telinga d 0idung 4ernafasan cuping hidung, kebersihan hidung, ada tidaknya obtruksi, mimisan e * a .ulut Karies, sianosis, mukosa, perdarahan gusi, hiperemis @eher meliputi6 pembesaran tiroid, kaku kuduk, peningkatan 2:4 3horaks 4aru 9nspeksi bentuk, pergerakan, retraksi dada, auskultasi bunyi nafas, perkusi suara paru dan palpasi adanya massa b ; E F G 2antung 9nspeksi bentuk, iktus kordis, auskultasi bunyi jantung, perkusi jantung Abdomen meliputi6 inspeksi permukaan, auskultasi bising usus, perkusi hati, papasi pembesaran hepar Genitalia meliputi6 jenis kelamin, terpasang < /tidak Bkstremitas meliputi6 bentuk simetris/tidak, edema, (arises dan tonus otot. 9ntegumen, meliputi turgor kulit, ada tidaknya dekubitus dan kemerahan pada kulit K a b c d e DIAGNOSA KEPERA.ATAN YANG )UNGKIN )UNCUL 4enurunan kardiak output b.d. infark miokardium 9ntoleransi aktifitas b.d. ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan 1# 4ola nafas tidak efektif b.d. kelemahan Kelebihan (olume cairan b.d. gangguan mekanisme regulasi Kurang pengetahuan tentang penyakit dan pengobatannya b.d. kurangnya sumber informasi

DA*TAR PUSTAKA orwin, B. !#$$+& Buku Saku Patofisiologi. Alih 5ahasa 5rahm. 2akarta6 BG . .ansjoer, A. )., /ardani, 9. /., H )etiowulan, /. !#$$$& Kapita Selekta Kedokteran. Bdisi ke-%, 2ilid ke-#. 2akarta6 .edia Ausulapius FKA9. )arwono. !#$$+& Buku Ajar lmu Pen!akit "alam. Bdisi ke-%, 2ilid ke-#. 2akarta6 5alai 4enerbit FKA9. )melt8er, ). ., 5runner., )uddarth. !#$$+& Buku Ajar Kepera#atan $edikal Beda%.

2akarta6 BG . .c loskey H 5ulechek, +GG;, &ursing nterventions Classifications, )econd edisi, 5y .osby-Iear book.9nc, "ewyork. "A"<A, #$$+-#$$#, &ursing "iagnosis' "efinitions and classification( 4hiladelphia, A)A.

@ "o +

Ren9ana Ke#era:a2an <iagnosa 4enurunan infark miokardium 3ujuan/K0 "1 6 dilakukan keperawatan pada klien selama *C#- jam o Klien dapat memiliki pompa o Auskultasi suara jantung jantung efektif, o status sirkulasi, perfusi jaringan H status tanda (ital o B(aluasi adanya krackels yang normal. Kriteria 0asil6 o menunjukkan kardiak output o .onitor status neurology adekuat yang ditunjukkan dg perifer nyeri o bebas dari efek samping obat yang digunakan Cir3ula27ry 9are; o B(aluasi nadi dan edema kuat, melakukan output iptakan lingkungan yang kondusif untuk istirahat 9nter(ensi Cardia9 9are: a3u2 inter(ensi o B(aluasi adanya nyeri dada o Adanya jantung o .asih adanya irama gallop, krackels, takikardi jantung o Gangguan jantung o 4engeluaran urine kurang dari %$ ml/jam menunjukkan Jcurah jantung tanda gagal jantung, menunjukkan Jkardiak output dalan ))4 mungkin berhubungan dengan penurunan curah mengindikasikan gagal 'asional nyeri menunjukkan

kardiak output b.d )etelah

ketidakadekuatan suplai darah ke

3<, nadi, ritme normal, nadi o .onitor intake/output, urine o .unculnya akti(itas tanpa dipsnea dan o

perifer o .onitor kulit dan ekstrimitas o .onitor tanda-tanda (ital o 4indah posisi klien setiap # jam jika diperlukan o Ajarkan '1. selama bedrest o .onitor pemenuhan cairan # 9ntoleransi akti(itas n suplai ketidakseimbanga kebutuhan 1# Klien dapat menoleransi b.d akti(itas H melakukan A<@ dgn baik = 5erpartisipasi dalam akti(itas fisik dgn 3<, 0', '' yang sesuai = /arna kulit normal,hangatHkering = .em(erbalisasikan pentingnya akti(itas secara bertahap = .engekspresikan pengertian H Kriteria 0asil6 o .enentukan penyebab intoleransi akti(itas H menentukan apakah penyebab dari fisik, psikis/moti(asi o Kaji kesesuaian akti(itasHistirahat klien seharihari o ? akti(itas secara bertahap, biarkan klien berpartisipasi dapat perubahan posisi, berpindah H perawatan diri o 4astikan klien mengubah posisi secara bertahap. .onitor gejala 5edrest dalam posisi supinasi menyebabkan (olume 4eningkatan akti(itas membantu mempertahankan kekuatan otot, tonus 3erlalu lama bedrest dapat memberi kontribusi pada intoleransi akti(itas .enentukan penyebab dapat membantu menentukan intoleransi

pentingnya keseimbangan latihan H istirahat = ?toleransi akti(itas

intoleransi akti(itas o Ketika membantu klien berdiri, obser(asi gejala intoleransi spt mual, pucat, pusing, gangguan kesadaran H tanda (ital o @akukan latihan '1. jika klien tidak dapat menoleransi akti(itas 'espiratory monitoring6

plasmaKhipotensi postural H syncope. 3: H 0' respon terhadap ortostatis sangat beragam

Ketidakaktifan berkontribusi terhadap kekuatan otot H struktur sendi

4ola nafas tidak "1 6 efektif kelemahan b.d. )etelah pola efektif. riteria hasil6 = menunjukkan pola nafas yang efektif tanpa adanya sesak nafas dilakukan nafas pasien keperawatan selama *C #- jam, menjadi

asuhan o monitor bernafas. o atat

rata-rata

irama, .engetahui keefektifan pernafasan

kedalaman dan usaha untuk gerakan dada, lihat Antuk mengetahui penggunaan otot

kesimetrisan, penggunaan otot bantu pernafasan 5antu dan retraksi dinding dada. o .onitor suara nafas o .onitor diafragma o atat omset, karakteristik dan durasi batuk kelemahan otot .engetahui penyebab nafas tidak efektif

Kelebihan (olume b.d. regulasi mekanisme

"1 6 cairan )etelah dilakukan

o atat hail foto rontgen Fluit manajemen6 tindakan o .onitor Gkelembaban o .onitor tnada (ital o .onitor adanya indikasi o(erload/retraksi o Kaji daerah edema jika ada status hidrasi membran

gangguan keperawatan selama * haripasien mengalami keseimbangan cairan dan elektrolit. Kriteria hasil6 o 5ebas dari edema anasarka, efusi o )uara paru bersih o

mukosa, nadi adekuat&

o, tanda (ital dalam batas Fluit monitoring6 normal o .onitor intake/output cairan o .onitor serum albumin dan protein total o .onitor '', 0' o .onitor turgor kulit dan adanya kehausan o .onitor warna, kualitas dan 52 urine & C' Pengeta%uan pen!akit Aktifitas6

Kurang pengetahuan

"1 6 4engetahuan tentang penyakit, setelah diberikan

tentang penyakit penjelasan selama % C #- jam dan pengobatannya b.d. sumber informasi pasien mengerti proses penyakitnya dan 4rogram diberikan dg6 9ndikator6 4asien mampu6 o o .enjelaskan kembali tentang penyakit, .engenal kebutuhan perawatan dan pengobatan tanpa cemas

+ #

Kaji pengetahuan klien tentang penyakitnya 2elaskan tentang proses penyakit !tanda dan gejala&, identifikasi kemungkinan penyebab. 2elaskan kondisi tentangklien # + .empermudah dalam memberikan penjelasan pada klien .eningkatan pengetahuan dan mengurangi cemas

kurangnya perawatan serta 3herapi yg

2elaskan tentang program pengobatan dan alternatif pengobantan % .empermudah inter(ensi

<iskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin digunakan untuk mencegah komplikasi .encegah keparahan penyakit

<iskusikan tentang terapi dan pilihannya * .emberi gambaran tentang pilihan terapi yang bisa digunakan

Bksplorasi kemungkinan sumber yang bisa digunakan/ mendukung ; .ere(iw

instruksikan kapan harus ke pelayanan

3anyakan kembali pengetahuan klien tentang penyakit, prosedur perawatan dan pengobatan