Anda di halaman 1dari 9

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Kejang merupakan suatu manifestasi klinis yang sering dijumpai di ruang gawat darurat. Hampir 5% anak berumur di bawah 16 tahun setidaknya pernah mengalami sekali kejang selama hidupnya. Sedikitnya kejang terjadi sebanyak 3% sampai 5% dari semua anak-anak sampai usia 5 tahun kebanyakan terjadi karena demam. !i "merika Serikat dan #r$pa pre%alensi kejang pada anak berkisar &-5%. !i "sia pre%alensi kejang meningkat dua kali lipat bila dibandingkan di #r$pa dan di "merika. !i 'epang kejadian kejang berkisar ( 3% - ) )%. *ahkan di +uam insiden kejang pada anak men,apai 1-%1 Kejang penting sebagai suatu tanda adanya gangguan neur$l$gis. Keadaan tersebut merupakan keadaan darurat. Kejang mungkin sederhana dapat berhenti sendiri dan sedikit memerlukan peng$batan lanjutan atau merupakan gejala awal dari penyakit berat atau ,enderung menjadi status epileptikus. *ahkan di .ndia // )% para $rang tua penderita kejang tidak mempunyai pengetahuan mengenai kejang pada anak dan )0% menganggap anaknya akan mati.& Kejang demam merupakan salah satu kelainan saraf tersering pada anak. *erkisar &% - 5% anak dibawah 5 tahun pernah mengalami bangkitan kejang demam. 1ebih dari )0% penderita kejang demam terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. 2erbanyak bangkitan kejang demam terjadi pada anak berusia antara usia 6 bulan sampai dengan && bulan. .nsiden bangkitan kejang demam tertinggi terjadi pada usia 1( bulan.& 3r$gn$sis kejang demam baik kejang demam bersifat benigna. "ngka kematian hanya 0 6-% - 0 /5%. Sebagian besar penderita kejang demam sembuh sempurna sebagian ka,il berkembang menjadi epilepsy sebanyak &% - /%. #mpat persen penderita kejang demam se,ara bermakna mengalami gangguan tingkah laku dan penurunan tingkat intelegensia.& 2atalaksana kejang seringkali tidak dilakukan se,ara baik. Karena diagn$sis yang salah atau penggunaan $bat yang kurang tepat dapat menyebabkan kejang tidak terk$ntr$l depresi nafas dan rawat inap yang tidak perlu. 1angkah awal dalam menghadapi kejang adalah memastikan apakah gejala saat ini kejang atau bukan. Selanjutnya melakukan identifikasi kemungkinan penyebabnya.&

1.2.

Tujuan Penyuluhan 2ujuan yang diharapkan dapat di,apai dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut 4 1. 5enginf$rmasikan kepada para $rang tua di 3$liklinik .lmu Kesehatan "nak tentang penyebab-penyebab kejang pada anak &. 5enginf$rmasikan kepada para $rang tua tentang ,iri-,iri kejang pada anak 3. 5enginf$rmasikan kepada para $rang tua tentang penanganan kejang pada anak

1.3.

Manfaat Penyuluhan 5anfaat yang dapat diberikan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut 4 1. 5emberikan inf$rmasi kepada masyarakat luas khususnya $rang tua mengenai kejang pada anak meliputi definisi pat$fisi$l$gi kriteria klasifikasi eti$l$gi diagn$sa serta penatalaksanaan kejang. &. 5emberikan pengetahuan wawasan dan keterampilan kepada penulis mengenai kejang pada anak.

&

BAB 2 TINJAUAN PU TA!A

2.1. Def"n"#" Kejang adalah manifestasi klinis khas yang berlangsung se,ara intermitten dapat berupa gangguan kesadaran tingkah laku em$si m$t$rik sens$rik dan atau $t$n$m yang disebabkan $leh lepasnya muatan listrik yang berlebihan di neur$n $tak.1 3 Status epileptikus adalah kejang yang terjadi lebih dari 30 menit atau kejang berulang lebih dari 30 menit tanpa disertai pemulihan kesadaran.& 2.2. Pat$f"#"$l$g" !ejang 5ekanisme dasar terjadinya kejang adalah peningkatan aktifitas listrikyang berlebihan pada neur$n-neur$n dan mampu se,ara berurutan merangsang sel neur$n lain se,ara bersama-sama melepaskan muatan listriknya. Hal tersebut diduga disebabkan $leh6 17 kemampuan membran sel sebagai pacemaker neur$n untuk melepaskan muatan listrik yang berlebihan. &7 berkurangnya inhibisi $leh neur$transmitter asam gama amin$ butirat 8+"*"7. 37 meningkatnya eksitasi sinaptik $leh transmiter asam glutamat dan aspartat melalui jalur eksitasi yang berulang.3 - 5 Status epileptikus terjadi $leh karena pr$ses eksitasi yang berlebihan berlangsung terus menerus di samping akibat ilnhibisi yang tidak sempurna.6 2.3. !r"ter"a !ejang !iagn$sis kejang ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan penunjang sangat penting membedakan apakah serangan yang terjadi adalah kejang atau serangan yang menyerupai kejang. 3erbedaan diantara keduanya adalah pada tabel 14

2.%. !la#"f"ka#" Setelah diyakini bahwa serangan ini adalah kejang selanjutnya perlu ditentukan jenis kejang. Saat ini klasifikasi kejang yang umum digunakan adalah berdasarkan Klasifikasi International League Against Epilepsy of Epileptic Seizure 9.1"#: 1)(1 yaitu dapat dilihat pada tabel &.

Sumber4 Kania ;ia &00/ &

2.&. Et"$l$g" 1angkah selanjutnya setelah diyakini bahwa serangan saat ini adalah kejang adalah men,ari penyebab kejang. 3enentuan fakt$r penyebab kejang sangat menentukan untuk tatalaksana selanjutnya & karena kejang dapat diakibatkan berbagai ma,am eti$l$gi. "dapun eti$l$gi kejang yang tersering pada anak dapat dilihat pada tabel 3.

Sumber4 Kania ;ia &00/ & 2.'. D"agn$#a "namnesis dan pemeriksaan fisis yang baik diperlukan untuk memilih pemeriksaan penunjang yang terarah dan tatalaksana selanjutnya. "namnesis dimulai dari riwayat perjalanan penyakit sampai terjadinya kejang kemudian men,ari kemungkinan adanya fakt$r pen,etus atau penyebab kejang.& !itanyakan riwayat kejang sebelumnya k$ndisi medis yang berhubungan $bat-$batan trauma gejala-gejala infeksi keluhan neur$l$gis nyeri atau ,edera akibat kejang.( 3emeriksaan fisis dimulai dengan tanda-tanda %ital men,ari tanda-tanda trauma akut kepala dan adanya kelainan sistemik & terpapar <at t$ksik infeksi atau adanya kelainan neur$l$gis f$kal.( *ila terjadi penurunan kesadaran diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk men,ari fakt$r penyebab. =ntuk menentukan fakt$r penyebab dan k$mplikasi kejang pada anak diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang yaitu4 lab$rat$rium pungsi lumbal elektr$ensefal$grafi dan neur$radi$l$gi. 3emilihan jenis pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan kebutuhan. 3emeriksaan yang dianjurkan pada pasien dengan kejang pertama adalah kadar gluk$sa darah elektr$lit dan hitung jenis.&

2.(. Penatalak#anaan Status epileptikus pada anak merupakan suatu kegawatan yang mengan,am jiwa dengan resik$ terjadinya gejala sisa neur$l$gis. 5akin lama kejang berlangsung makin sulit menghentikannya $leh karena itu tatalaksana kejang umum yang lebih dari 5 menit adalah menghentikan kejang dan men,egah terjadinya status epileptikus.) 3enanganan kejang bisa dilihat pada alg$ritma penanganan kejang sebagai berikut4

+ambar.1. !iagram 3enanganan Kejang

3enanganan pertama kejang dirumah sebagai berikut410 1. 2etap tenang dan tidak panik &. Kend$rkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher 3. *ila tidak sadar p$sisikan anak terlentang dengan kepala miring. *ersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. >alaupun kemungkinan lidah tergigit jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut. -. =kur suhu $bser%asi dan ,atat lama dan bentuk kejang. 5. 2etap bersama pasien selama kejang 6. *erikan dia<epam rektal. !an jangan diberikan bila kejang telah berhenti. /. *awa ked$kter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih

BAB 3 !E IMPULAN 3enanganan kejang pada anak dimulai dengan memastikan adanya kejang. Kejang dapat berhenti sendiri atau memerlukan peng$batan saat kejang. 2atalaksana kejang yang adekuat dibutuhkan untuk men,egah kejang menjadi status k$n%ulsi%us. Setelah kejang teratasi dilakukan anamnesis pemeriksaan klinis neur$l$gis dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi untuk men,ari penyebab kejang.

DA)TA* PU TA!A 1. S,hwei,h 3' ?empsky >2. 1))). Sele,ted t$pi, in emergen,y medi,ine. !alam4 5,5ilan '" !e"ngelis @! Aeigen B! >arshaw '* #d. CskiDs pediatri,s. 3hiladelphia. 1ippin,$t >illiams E >ilkins. Hal 566 5(). &. Kania ;ia. &00/. Kejang pada "nak. *andung. "5@ H$spital. Hal 1-6. 3. Smith !A "pplet$n B# 5a,Ken<ie '5 @hadwi,k !>. &003. "n "tlas $f epilepsy. #disi ke-&. ;ew F$rk. 2he 3arthen$n 3ublishing +r$up. Hal 15-&3. -. >estbr$$k +1. &000. Sei<ures and epilepsy. !alam4 Kandel #B S,wart< 'H 'essel 25 ed. 3rin,ipal $f neural s,ien,e. ;ew F$rk. 5@+raw-Hill. Hal )-0 )-))51. 5. ;ajm . Fing ? 'anigr$ !. &001. 5e,hanisms $f epilept$genesis. ;eur$l$gy @lini,al. ;$rth "meri,a. Hal &3/-&3). 6. Hanhan =" Aiall$s 5B Crl$wski '3. &001. Status epilepti,us. 3ediatri, @lini,al. ;$rth "meri,a. Hal 6(3-6)-. /. @$mmissi$n $n @lassifi,ati$n and 2ermin$l$gy $f the .nternati$nal 1eague "gainst #pilepsy. 1)(1. 3r$p$sal f$r re%ised ,lini,al and ele,tr$en,ephal$graphi, ,lassifi,ati$n $f epilepti, sei<ures. #pilepsia. Hal -()--)5. (. *radf$rd '@ Kyriakedes @+. &00&. #%iden,e based emergen,y medi,ine6 #%aluatin and diagn$sti, testing e%aluati$n $f the patient with sei<ures6 "n e%iden,e based appr$a,h. #mergen,y 5edi,ine @lini,al. ;$rth "meri,a. Hal &(5&(). ). "pplet$n 3B @h$$nara . 5arland 2 3hillips * S,$tt B >hiteh$use >. &000. 2he treatment $f ,$n%ulsi%e status epilepti,us in ,hildren. "r,h !is @hild. Hal -15-1). 10. 3usp$neg$r$ H! >id$d$ !3 .smael S$fyan. &006. K$nsensus 3enatalaksanaan Kejang !emam. 'akarta. =KK ;eur$l$gi .!".. Hal 13.