Anda di halaman 1dari 52

BAB 1 TINJAUAN TEORI 1.1 Tinjauan Teori Konsep Dasar Gerontik 1.1.1 Pengertian Il u !

Kepera"atan #an Gerontik

1. Ilmu : pengetahuan dan sesuatu yang dapat dipelajari 2. Keperawatan : konsisten terhadap hasil lokakarya nasional keperawatan 1983 3. Gerontik : gerontologi + geriatrik . Gerontologi adalah !a"ang ilmu yang mem"ahas#menangani tentang proses penuaan#masalah yang tim"ul pada orang yang "erusia lanjut. $. Geriatrik "erkaitan dengan penyakit atau ke!a!atan yang terjadi pada orang yang "erusia lanjut. %. Keperawatan Gerontik : suatu "entuk pelayanan pro&esional yang didasarkan pada ilmu dan kiat#teknik keperawatan yang "er"entuk "io'psiko'sosio' spritual dan kultural yang holistik( ditujukan pada klien lanjut usia( "aik sehat maupun sakit pada tingkat indi)idu( keluarga( kelompok dan masyarakat. 1.1.$ %ingkup Peran Dan Tanggung Ja"a& *enomena yang menjadi "idang garap keperawatan gerontik adalah tidak terpenuhinya ke"utuhan dasar manusia + K,- . lanjut usia se"agai aki"at proses penuaan. 1.1.2.1 /ingkup askep gerontik meliputi 1. 0en!egahan terhadap ketidakmampuan aki"at proses penuaan 2. 0erawatan yang ditujukan untuk memenuhi ke"utuhan aki"at proses penuaan 3. 0emulihan ditujukan untuk upaya mengatasi ke"utuhan aki"at proses penuaan 1.1.2.2 0eran dan &ungsi keperawatan gerontik dalam prakteknya meliputi se"agai "erikut: 1. 1e"agai 2are Gi)er #pem"eri asuhan langsung 2. 1e"agai 0endidik klien lansia 1

3. 1e"agai -oti)ator . 1e"agai 3d)okasi $. 1e"agai Konselor

1.1.2.3 4anggung jawa" 0erawat Gerontik 1. -em"antu klien lansia memperoleh kesehatan se!ara optimal 2. -em"antu klien lansia untuk memelihara kesehatannya 3. -em"antu klien lansia menerima kondisinya . -em"antu klien lansia menghadapi ajal dengan diperlakukan se!ara manusiawi sampai dengan meninggal. 1.1.2. 1i&at 0elayanan Gerontik 1. Independent +layanan tidak tergantung pada pro&esi lain#mandiri. 2. Interdependent 3. 5umanistik +se!ara manusiawi. . 5olistik +se!ara keseluruhan. 1.1.2.$ -odel 0em"erian Keperawatan 0ro&esional 1. -odel 3suhan 2. -odel -anajerial + 6erkaitan pada pengaturan#manajemen.-odel asuhan yang sesuai masih dalam penelitian yang diterima sementara ini 7 Ad an Adaptation Model of Nursing8 +1ister 2alista 9oy. .. 1.1.' Gerontologi Gerontologi adalah "idang studi yang mempelajari aspek sosial( psikologi dan "iologi dari proses penuaan. 5al ini "er"eda dengan geriatri( yang merupakan !a"ang dari ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit pada lanjut usia +lansia.. Istilah geriatri ini "erasal dari "ahasa :unani geron yang "erarti 7orang tua8 dan iatros yang "erarti 7penyem"uh8 alias dokter atau dukun 2

-eski ilmu ini sudah diperkenalkan sejak 19;9( namun perkem"angannya tidak sepesat ilmu kedokeran yang lain. Katakanlah ilmu "iologi molekuler( saat ini se"agian uni)ersitas terkenal di negeri ini 7demam8 dengan ilmu terse"ut. 6isa jadi( penghargaan kita terhadap generasi pendahulu kita perlu diper"aharui. Konotasi 7jompo8 atau orang yang tidak "erdaya( amat lekat pada lansia. 6arangkali( "ila semakin "anyak kelompok lansia yang !ukup kaya untuk mem"iayai kesehatannya( ilmu geriatri ini akan le"ih "erkem"ang ,i 3merika( ahli geriatri adalah dokter keluarga atau dokter penyakit dalam yang memperoleh pelatihan sesuai kuali&ikasi ilmu geriatri. 0ada pokoknya( dokter untuk lansia ini "ekerja di le)el komunitas. 1edangkan di Inggris( se"agian "esar ahli geriatri adalah ahli geriatri yang "ekerja di rumah sakit( meskipun memiliki perhatian pula terhadap geriatri komunitas. 0elayanannya meliputi pelayanan orthogeriatri!s +&okus pada osteoporosis dan penanganan komplikasinya.( psy!hogeriatri!s +&okus pada demensia dan depresi pada geriatri. dan reha"ilitasi. ,i Indonesia memiliki sejarah yang kurang le"ih sama. 3dalah 0ro& 1upartondo( ahli penyakit dalam yang merintis "idang ini. Guru "esar *K<I ini( merekrut ahli penyakit dalam dari "er"agai di)isi seperti reumatologi +0ro& 5arry Is"agio.( pulmonologi +dr 3sril 6ahar.( kardiologi +0ro&. dan ginjal hipertensi +,r 1uhardjono. untuk mem"angun di)isi Geriatri. 1aat ini sudah ada 2 orang ahli geriatri di *K<I yang se!ara khusus mendalami "idang ini( ,r. 2=eresna 5eriawan dan ,r. 1iti 1etiati 0erkem"angan I04>K mem"erikan dampak positi& terhadap kesejahteraan yang terlihat dari angka harapan hidup +355. yaitu: 1. ' ' 2. ' ' 355 di Indonesia 4ahun 19?1 : %(% tahun 4ahun 1999 : %?($ tahun 0opulasi lansia akan meningkat juga yaitu: 0ada tahun 199; jumlah penduduk %; tahun @ 1; juta jiwa#$($ A dari 0ada tahun 2;2; diperkirakan meningka 3B menjadi @ 29 juta total populasi penduduk. jiwa#11( A dari total populasi penduduk +/em"aga ,emogra&i *>'<I' 1993.. ' C 1elanjutnya terdapat hasil yang mengejutkan( yaitu: %2(3A lansia di Indonesia masih "erpenghasilan dai pekerjaannya 3

sendiri C C C 3. $9( A dari lansia masih "erperan se"agai kepala keluarga $3 A lansia masih menanggung "e"an kehidupan keluarga 5anya 2?($ A lansia mendapat penghasilan dari anak#menantu ,>0K>1 9I mem"agi /ansia se"agai "erikut: 1. Kelompok menjelang usia lanjut + $ ' $ th. se"agai masa DI9I/I431 2. Kelompok usia lanjut +$$ ' % th. se"agai masa 09>1>EI<3. Kelompok usia lanjut +%$ th F . se"agai masa 1>EI<. 1edangkan G5H mem"agi lansia menjadi 3 kategori( yaitu: 1. <sia lanjut : %; ' ? tahun 2. <sia 4ua : ?$ ' 89 tahun 3. <sia sangat lanjut : F 9; tahun 1.1.( Proses Penuaan 1.1. .1 0roses 4erjadinya 0enuaan 1. 6iologi a. 4eori 7Geneti! 2lo!k8 4eori ini menyatakan "ahwa proses menua terjadi aki"at adanya program jam genetik didalam nuklei. Iam ini akan "erputar dalam jangka waktu tertentu dan jika jam ini sudah ha"is putarannya maka( akan menye"a"kan "erhentinya proses mitosis. 5al ini ditunjukkan oleh hasil penelitian 5ai&li!k( +198;. dikuti& ,armojo dan -artono +1999. dari teori itu dinyatakan adanya hu"ungan antara kemampuan mem"elah sel dalam kultur dengan umur spesies -utasisomatik +teori error !atastrophe. hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menganalisis &aktor'aktor penye"a" terjadinya proses menua adalah &aktor lingkungan yang menye"a"kan terjadinya mutasi somatik. 1ekarang sudah umum diketahui "ahwa radiasi dan =at kimia dapat memperpendek umur. -enurut teori ini terjadinya mutasi yang progresi& pada ,E3 sel somatik( akan menye"a"kan terjadinya penurunan kemampuan &ungsional sel terse"ut. ". 4eori 7>rror8 1alah satu hipotesis yang yang "erhu"ungan dengan mutasi sel somatik adalah hipotesis 7>rror 2astastrophe8 +,armojo dan -artono( 1999.. -enurut teori terse"ut menua diaki"atkan oleh menumpuknya "er"agai ma!am kesalahan sepanjang kehidupan manusia. 3ki"at kesalahan terse"ut akan "eraki"at

kesalahan meta"olisme yang dapat mengaki"atkan kerusakan sel dan &ungsi sel se!ara perlahan. !. 4eori 73utoimun8 0roses menua dapat terjadi aki"at peru"ahan protein pas!a tranlasi yang dapat mengaki"atkan "erkurangnya kemampuan sistem imun tu"uh mengenali dirinya sendiri +1el& re!ognition.. Iika mutasi somatik menye"a"kan terjadinya kelainan pada permukaan sel( maka hal ini akan mengaki"atkan sistem imun tu"uh menganggap sel yang mengalami peru"ahan terse"ut se"agai sel asing dan menghan!urkannya Goldstein+1989. dikutip dari 3=is +199 .. 5al ini di"uktikan dengan makin "ertam"ahnya pre)alensi auto anti"odi pada lansia +6ro!klehurst(198? dikuti& dari ,armojo dan -artono( 1999.. ,ipihak lain sistem imun tu"uh sendiri daya pertahanannya mengalami penurunan pada proses menua( daya serangnya terhadap antigen menjadi menurun( sehingga sel' sel patologis meningkat sesuai dengan menigkatnya umur +1uhana(199 dikuti& dari Euryati( 199 . d. 4eori 7*ree 9adi!al8 0enuaan dapat terjadi aki"at interaksi dari komponen radikal "e"as dalam tu"uh manusia. 9adikal "e"as dapat "erupa : superoksida +H2.( 9adikal 5idroksil +H5. dan 0eroksida 5idrogen +52H2.. 9adikal "e"as sangat merusak karena sangat reakti& ( sehingga dapat "ereaksi dengan ,E3( protein( dan asam lemak tak jenuh. -enurut Hen +1993. yang dikuti& dari ,armojo dan -artono +1999. menyatakan "ahwa makin tua umur makin "anyak ter"entuk radikal "e"as( sehingga poses pengrusakan terus terjadi ( kerusakan organel sel makin "anyak akhirnya sel mati. e. Gear J4ear 4eori Kele"ihan usaha dan stress menye"a"an sel tu"uh rusak. &. 4eori kolagen 0eningkatan jumlah kolagen dalam jaringan menye"a"kan ke!epatan kerusakan jaringan dan melam"atnya per"aikan sel jaringan.

2. 4eori 1osiologi a. 3!ti)ity theory( ketuaan akan menye"a"kan penurunan jumlah kegiatan se!ara langsung. ". 4eori kontinuitas( adanya suatu kepri"adian "erlanjut yang menye"a"kan $

adanya suatu pola prilaku yang meningkatkan stress. !. ,isengagement 4heory( putusnya hu"ungan dengan dunia luar seperti hu"ungan dengan masyarakat( hu"ungan dengan indi)idu lain. d. 4eori 1trati&ikasi usia( karena orang yang digolongkan dalam usia tua akan memper!epat proses penuaan. 3. 4eori 0sikologis a. 4eori ke"utuhan manusia dari -aslow( orang yang "isa men!apai aktualisasi menurut penelitian $A dan tidak semua orang "isa men!apai ke"utuhan yang sempurna. ". 4eori Iung( terdapat tingkatan'tingkatan hidup yang mempunyai tugas dalam perkem"angan kehidupan. !. 2ourse o& 5uman /i&e 4heory( 1eseorang dalam hu"ungan dengan lingkungan ada tingkat maksimumnya. d. ,e)elopment 4ask 4heory( 4iap tingkat kehidupan mempunyai tugas perkem"angan sesuai dengan usianya. C0enuaan 0rimer : peru"ahan pada tingkat sel +dimana sel yang mempunyai inti ,E3#9E3 pada proses penuaan ,E3 tidak mampu mem"uat protein dan 9E3 tidak lagi mampu mengam"il oksigen( sehingga mem"ran sel menjadi kisut dan aki"at kurang mampunya mem"uat protein maka akan terjadi penurunan imunologi dan mudah terjadi in&eksi. C0enuaan 1ekunder : proses penuaan aki"at dari &aktor lingkungan( &isik( psikis dan sosial . 1tress &isik( psikis( gaya hidup dan diit dapat memper!epat proses menjadi tua. 2ontoh diet K suka memakan oksidator( yaitu makanan yang hampir eLpired. Gairah hidup yang dapat memper!epat proses menjadi tua dikaitkan dengan kepri"adian seseorang( misal: pada kepri"adian tipe 3 yang tidak pernah puas dengan apa yang diperolehnya. 1e!ara umum peru"ahan proses &isiologis proses menua adalah: 1. 0eru"ahan -ikro ' ' ' ' ' ' 6erkurangnya !airan dalam sel 6erkurangnya "esarnya sel 6erkurangnya jumlah sel -enge!ilnya mandi"ula -enipisnya dis!us inter)erte"ralis >rosi permukaan sendi'sendi %

2. 0eru"ahan -akro

' ' lemak. ' ' ' ' ' ' '

Hsteoporosis 3tropi otot +otot semakin menge!il( "ila "esar "erarti ditutupi oleh >mphysema 0ulmonum 0res"yopi 3rterosklerosis -anopause pada wanita ,emintia senilis Kulit tidak elastis 9am"ut memutih

1.1. .2 0roses menua 0ada hakekatnya menjadi tua merupakan proses alamiah yang "erarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya yaitu masa anak( masa dewasa dan masa tua + Eugroho( 1992.. 4iga tahap ini "er"eda "aik se!ara "iologis maupun psikologis. -emasuki masa tua "erarti mengalami kemunduran se!ara &isik maupun psikis. Kemunduran &isik ditandai dengan kulit yang mengendor( ram"ut memutih( penurunan pendengaran( penglihatan mem"uruk( gerakan lam"at( kelainan "er"agai &ungsi organ )ital( sensiti&itas emosional meningkat dan kurang gairah. -eskipun harus menim"ulkan penyakit oleh karenanya lanjut usia harus sehat. 1ehat dalam hal ini diartikan : 1. 6e"as dari penyakit &isik( mental dan sosial 2. -ampu melakukan akti&itas untuk memenuhi ke"utuhan sehari'hari 3. -endapat dukungan se!ara sosial dari keluarga dan masyarakat +9ahardjo( 199%. 3ki"at perkem"angan usia( lanjut usia mengalami peru"ahan'peru"ahan yang menuntut dirinya untuk menyesuaikan diri se!ara terus menerus. 3pa"ila proses penyesuaian diri dengan lingkungannya kurang "erhasil maka tim"ullah "er"agai masalah. 5urlo!k +19?9. seperti dikutip oleh -unandar 3shar 1unyoto + 199 . menye"utkan masalah'masalah yang menyertai lansia yaitu: 1. lain Ketidak"erdayaan &isik yang menye"a"kan ketergantungan pada orang

2.

Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan peru"ahan total dalam pola hidupnya

3.

-em"uat teman "aru untuk mendapatkan ganti mereka yang telah meninggal atau pindah

-engem"angkan akti&itas "aru untuk mengisi waktu luang yang "ertam"ah "anyak

$.

6elajar memperlakukan anak'anak yang telah tum"uh dewasa. 6erkaitan dengan peru"ahan &isik( 5urlo!k mengemukakan "ahwa peru"ahan &isik yang mendasar adalhan peru"ahan gerak.

/anjut usia juga mengalami peru"ahan dalam minat. 0ertama minat terhadap diri makin "ertam"ah. Kedua minat terhadap penampilan semakin "erkurang. Ketiga minat terhadap uang semakin meningkat( terkhir minta terhadap kegiatan rekreasi tak "eru"ah hanya !enderung menyempit. <ntuk itu diperlukan moti)asi yang tinggi pada diri lansia untuk selalu menjaga ke"ugaran &isiknya agar tetap sehat se!ara &isik. -oti)asi terse"ut diperlikan untuk melakukan latihan &isik se!ara "enar dan teratur untuk meningkatkan ke"ugaran &isiknya. 6erkaitan dengan peru"ahan( kemudian 5urlo!k +199;. mengatakan "ahwa peru"ahan yang dialami oleh setiap orang akan mempengaruhi minatnya terhadap peru"ahan terse"ut dan akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. 6agaimana sikap yang ditunjukan apakah memuaskan atau tidak memuaskan( hal ini tergantung dari pengaruh peru"ahan terhadap peran dan pengalaman pri"adinya. 0eru"ahan yang diminati oleh para lanjut usia adalah peru"ahan yang "erkaitan dengan masalah peningkatan kesehatan( ekonmi atau pendapatan dan peran sosial +Goldstein( 1992.. ,alam menghadapi peru"ahan terse"ut diperlukan penyesuaian. 2iri'!iri penyesuaian yang tidak "aik dari lansia + 5urlo!k( 19?9. di kutip oleh -unandar +199 . adalah 1. 2. 3. . $. :-inat sempit terhadap kejadian di lingkungannya 0enarikan diri ke dalam dunia &antasi 1elalu mengingat kem"ali masa lalu 1elalu kwuatir karena pengangguran Kurang ada moti)asi 8

%. "aik ?.

9asa kesendirian karena hu"ungan dengan keluarga kurang

4empat tinggal yang tidak diinginkan

,ilain pihak !iri penyesuaian diri lanjut usia yang "aik antara lain adalah : -inat yang kuat( ketidaktergantungan se!ara ekonomi( kontak sosial luas( menikmati kerja dan hasil kerja( menikmati kegiatan yang dilakukan saat ini dan memiliki kekuatiran minimal terhadap diri dan orang lain. *aktor &aktor yang mempengaruhi penuaan : 1. 2. 3. . $. %. 5ereditas atau ketuaan genetik Eutrisi atau makanan 1tatus kesehatan 0engalaman hidup /ingkungan 1tres

1.1.) Karakteristik Pen*akit Pa#a %ansia 1. 1aling "erhu"ungan satu sama lain 2. 0enyakit sering multiple 3. 0enyakit "ersi&at degenerati& . 6erkem"ang se!ara perlahan $. Gejala sering tidak jelas %. 1ering "ersama'sama pro"lem psikologis dan sosial ?. /ansia sangat peka terhadap penyakit in&eksi akut 8. 1ering terjadi penyakit iatrogenik +penyakit yang dise"a"kan oleh konsumsi o"at yang tidak sesuai dengan dosis. 5asil penelitian 0ro&il 0enyakit /ansia di -akasar.( se"agai "erikut: 1. *ungsi tu"uh dirasakan menurun: ' ' ' 0englihatan +?%(2 A. ,aya ingat +%9(39 A. 1eLual +$8(; A. 9 kota +0adang( 6andung( ,enpasar(

' '

Kelenturan +$3(23 A. Gilut +$1(12 A..

2. -asalah kesehatan yang sering mun!ul ' ' ' ' ' ' ' 3. ' ' 1akit tulang +%9(39 A. 1akit kepala +$1(1$ A. ,aya ingat menurun +38($1 A. 1elera makan menurun +3;(;8 A. -ual#perut perih +2%(%% A. 1ulit tidur +2 (88 A. dan 1esak na&as +21(28 A.. 0ermasalahan umum -akin "esar jumlah lansia yang "erada di"awah garis kemiskinan -akin melemahnya nilai kekera"atan sehinggan anggota keluaraga yang lanjut usia kurang diperhatikan( dihargai dan dihormati. ' ' /ahirnya kelompok masyarakat industri -asih rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga pro&esional pelayanan lanjut usia ' 6elum mem"udaya dan melem"aganya kegiatan pem"inaan

kesejahteraan lansia 1.1.+ Peru&a,an-Peru&a,an *ang Terja#i pa#a %ansia 1. Peru&a,an .isik -eliputi peru"ahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tu"uh( diantaranya sistem perna&asan( pendengaran( penglihatan( kardio)askuler( sistem pengaturan tu"uh( muskuloskeletal( gastrointestinal( genito urinaria( endokrin dan integumen.

1;

a. 1istem perna&asan pada lansia. 1. Htot perna&asan kaku dan kehilangan kekuatan( sehingga )olume udara inspirasi "erkurang( sehingga perna&asan !epat dan dangkal. 2. 0enurunan akti)itas silia menye"a"kan penurunan reaksi "atuk sehingga potensial terjadi penumpukan sekret. 3. 0enurunan akti)itas paru + mengem"ang J mengempisnya . sehingga jumlah udara perna&asan yang masuk keparu mengalami penurunan( kalau pada perna&asan yang tenang kira kira $;; ml. . 3l)eoli semakin mele"ar dan jumlahnya "erkurang + luas permukaan normal $;mM.( N menye"a"kan terganggunya prose di&usi. $. 0enurunan oksigen +H2. 3rteri menjadi ?$ mm5g menggangu prose oksigenasi dari hemoglo"in( sehingga H2 tidak terangkut semua kejaringan. %. 2H2 pada arteri tidak "erganti sehingga komposisi H2 dalam arteri juga menurun yang lama kelamaan menjadi ra!un pada tu"uh sendiri. ?. kemampuan "atuk "erkurang( sehingga pengeluaran sekret J !orpus alium dari saluran na&as "erkurang sehingga potensial terjadinya o"struksi. ". 1istem persyara&an. 1. 2epatnya menurunkan hu"ungan persyara&an. 2. /am"at dalam merespon dan waktu untuk "er&ikir. 3. -enge!ilnya syara& pan!a indera. . 6erkurangnya penglihatan( hilangnya pendengaran( menge!ilnya syara& pen!ium J perasa le"ih sensiti& terhadap peru"ahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin. !. 0eru"ahan pan!a indera yang terjadi pada lansia. 1. 0englihatan a. Kornea le"ih "er"entuk skeris. ". 1&ingter pupil tim"ul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. !. /ensa le"ih suram +kekeruhan pada lensa.. d.-eningkatnya am"ang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapan le"ih lam"at( susah melihat dalam !ahaya gelap. e. 5ilangnya daya akomodasi. &. -enurunnya lapang pandang J "erkurangnya luas pandang. g. -enurunnya daya mem"edakan warna "iru atau warna hijau pada skala. 2. 0endengaran a. 0res"iakusis +gangguan pada pendengaran. : 5ilangnya kemampuan +daya. pendengaran pada telinga dalam( terutama 11

terhadap "unyi suara( antara lain nada nada yang tinggi( suara yang tidak jelas( sulit mengerti kata kata( $; A terjadi pada usia diatas umur %$ tahun. ". -em"ran timpani menjadi atropi menye"a"kan otosklerosis. !. 4erjadinya pengumpulan serumen( dapat mengeras karena meningkatnya kreatin. 3. 0enge!ap dan penghidu. a. -enurunnya kemampuan penge!ap. ". -enurunnya kemampuan penghidu sehingga mengaki"atkan selera makan "erkurang. . 0era"a. a. Kemunduran dalam merasakan sakit. ". Kemunduran dalam merasakan tekanan( panas dan dingin. ". 0eru"ahan !ardio)askuler pada usia lanjut. 1. Katu" jantung mene"al dan menjadi kaku. 2. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 A pertahun sesudah "erumur 2; tahun. 5al ini menye"a"kan menurunnya kontraksi dan )olumenya. 3. Kehilangan elastisitas pem"uluh darah. Kurangnya e&ekti&itasnya pem"uluh darah peri&er untuk oksigenasi( peru"ahan posisi dari tidur keduduk + duduk ke "erdiri . "isa menye"a"kan tekanan darah menurun menjadi %$ mm5g + mengaki"atkan pusing mendadak .. . 4ekanan darah meningkat aki"at meningkatnya resistensi pem"uluh darah peri&er +normal @ 1?;#9$ mm5g .. !. 1istem genito urinaria. 1. Ginjal( -enge!il dan nephron menjadi atropi( aliran darah ke ginjal menurun sampai $; A( penyaringan diglomerulo menurun sampai $; A( &ungsi tu"ulus "erkurang aki"atnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin( "erat jenis urin menurun proteinuria + "iasanya + 1 . K 6<E meningkat sampai 21 mg A K nilai am"ang ginjal terhadap glukosa meningkat. 2. Desika urinaria # kandung kemih( Htot otot menjadi lemah( kapasitasnya menurun sampai 2;; ml atau menye"a"kan &rekwensi 63K meningkat( )esika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin. 3. 0em"esaran prostat @ ?$ A dimulai oleh pria usia diatas %$ tahun. . 3tropi )ul)a. $. Dagina( 1elaput menjadi kering( elastisotas jaringan menurun juga permukaan menjadi halus( sekresi menjadi "erkurang( reaksi si&atnya le"ih alkali terhadap peru"ahan warna. 12

%,aya seLual( *rekwensi seLsual inter!ouse !endrung menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati "erjalan terus. d. 1istem endokrin # meta"olik pada lansia. 1. 0roduksi hampir semua hormon menurun. 2. *ungsi paratiroid dan sekesinya tak "eru"ah. 3. 0ituitary( 0ertum"uhan hormon ada tetapi le"ih rendah dan hanya ada di pem"uluh darah dan "erkurangnya produksi dari 3245( 415( *15 dan /5. . -enurunnya akti)itas tiriod N 6-9 turun dan menurunnya daya pertukaran =at. $. -enurunnya produksi aldosteron. %. -enurunnya sekresi hormon "onads : progesteron( estrogen( testosteron. ?. ,e&isiensi hormonall dapat menye"a"kan hipotirodism( depresi dari sumsum tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa +stess.. e. 0eru"ahan sistem pen!ernaan pada usia lanjut. 1. Kehilangan gigi( 0enye"a" utama adanya periodontal disease yang "iasa terjadi setelah umur 3; tahun( penye"a" lain meliputi kesehatan gigi yang "uruk dan gi=i yang "uruk. 2. Indera penge!ap menurun( 3danya iritasi yang kronis dari selaput lendir( atropi indera penge!ap +@ 8; A.( hilangnya sensiti)itas dari syara& penge!ap dilidah terutama rasa manis( asin( asam J pahit. 3. >so&agus mele"ar. . /am"ung( rasa lapar menurun +sensiti)itas lapar menurun .( asam lam"ung menurun( waktu mengosongkan menurun. $. 0eristaltik lemah J "iasanya tim"ul konstipasi. %. *ungsi a"sor"si melemah + daya a"sor"si terganggu .. ?. /i)er + hati .( -akin menge!il J menurunnya tempat penyimpanan( "erkurangnya aliran darah. &. 1istem muskuloskeletal. 1. 4ulang kehilangan densikusnya N rapuh. 2. resiko terjadi &raktur. 3. kyphosis. . persendian "esar J menjadi kaku. $. pada wanita lansia F resiko &raktur. %. 0inggang( lutut J jari pergelangan tangan ter"atas. ?. 0ada diskus inter)erte"ralis menipis dan menjadi pendek + tinggi "adan "erkurang .. a. Gerakan )olunter # gerakan "erlawanan. 13

". Gerakan re&lektonik # Gerakan diluar kemauan se"agai reaksi terhadap rangsangan pada lo"us. !. Gerakan in)olunter # Gerakan diluar kemauan( tidak se"agai reaksi terhadap suatu perangsangan terhadap lo"us d. Gerakan sekutu # Gerakan otot lurik yang ikut "angkit untuk menjamin e&ekti&itas dan ketangkasan otot )olunter. g. 0eru"ahan sistem kulit J karingan ikat. 1.. Kulit keriput aki"at kehilangan jaringan lemak. 2.. Kulit kering J kurang elastis karena menurunnya !airan dan hilangnya jaringan adiposa 3.. Kelenjar kelenjar keringat mulai tak "ekerja dengan "aik( sehingga tidak "egitu tahan terhadap panas dengan temperatur yang tinggi. .. Kulit pu!at dan terdapat "intik "intik hitam aki"at menurunnya aliran darah dan menurunnya sel sel yang meproduksi pigmen. $.. -enurunnya aliran darah dalam kulit juga menye"a"kan penyem"uhan luka luka kurang "aik. %.. Kuku pada jari tangan dan kaki menjadi te"al dan rapuh. ?.. 0ertum"uhan ram"ut "erhenti( ram"ut menipis dan "otak serta warna ram"ut kela"u. 8.. 0ada wanita F %; tahun ram"ut wajah meningkat kadang kadang menurun. 9..4emperatur tu"uh menurun aki"at ke!epatan meta"olisme yang menurun. 1;..Keter"atasan re&lek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang "anyak rendahnya akit&itas otot. 11.. 0eru"ahan sistem reproduksi dan kegiatan seLual. 1. 0eru"ahan sistem reprduksi. a. selaput lendir )agina menurun#kering. ". men!iutnya o)arium dan uterus. !. atropi payudara. d. testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan se!ara "erangsur "erangsur. e. dorongan seL menetap sampai usia diatas ?; tahun( asal kondisi kesehatan "aik. $. Kegiatan se/ual. 1eLualitas adalah ke"utuhan dasar manusia dalam mani&estasi kehidupan yang "erhu"ungan dengan alat reproduksi. 1etiap orang mempunyai ke"utuhan seLual( disini kita "isa mem"edakan dalam tiga sisi : 1. &isik( 1e!ara jasmani sikap seLual akan "er&ungsi se!ara "iologis melalui organ kelamin yang 1

"erhu"ungan dengan proses reproduksi( 2. rohani( 1e!ara rohani N tertuju pada orang lain se"agai manusia( dengan tujuan utama "ukan untuk ke"utuhan kepuasan seLualitas melalui pola pola yang "aku seperti "inatang dan 3. sosial( 1e!ara sosial N kedekatan dengan suatu keadaan intim dengan orang lain yang merupakan suatu alat yang apling diharapkan dalammenjalani seLualitas. 1eLualitas pada lansia se"enarnya tergantung dari !aranya( yaitu dengan !ara yang lain dari se"elumnya( mem"uat pihak lain mengetahui "ahwa ia sangat "erarti untuk anda. Iuga se"agai pihak yang le"ih tua tampa harus "erhu"ungan "adan( msih "anyak !ara lain unutk dapat "ermesraan dengan pasangan anda. 0ernyataan pernyataan lain yang menyatakan rasa tertarik dan !inta le"ih "anyak mengam"il alih &ungsi hu"ungan seLualitas dalam pengalaman seL. '. Peru&a,an-peru&a,an ental0 psikologis

*aktor'&aktor yang mempengaruhi peru"ahan mental adalah : a. 0ertama'tama peru"ahan &isik( khususnya organ perasa. ". kesehatan umum !. 4tingkat pendidikan d. Keturunan +herediter. e. /ingkungan &. Gangguan sara& pan!a indra( tim"ul ke"utaan dan ketulian g. Gangguan konsep diri aki"at kehilangan ja"atan h. 9angkaian dari kehilangan yaitu kehilangan hu"ungan dengan teman dan &amili i. 5ilangnya kekuatan dan ketegapan &isik( peru"ahan terhadap gam"aran diri dan (. Peru&a,an Konsep Diri 0eru"ahan kepri"adian yang drastis keadaan ini jarang terjadi le"ih sering "erupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang( kekakuan mungkin oleh karena &aktor lain seperti penyakit'penyakit. Kenangan +memory. ada duaK 1. kenangan jangka panjang( "erjam'jam sampai "erhari'hari yang lalu( men!akup "e"erapa peru"ahan( 2. Kenangan jangka pendek atau seketika +;'1; menit.( kenangan "uruk. Intelegentia OuationK 1. tidak"eru"ah dengan in&ormasi matematika dan perkataan )er"al( 2. "erkurangnya penampilan(persepsi dan keterampilan psikomotorterjadi peru"ahan pada daya mem"ayangkan( karena tekanan' 1$

tekanan dari &aktro waktu. 0engaruh proses penuaan pada &ungsi psikososial. 1. 0eru"ahan &isik( sosial mengaki"atkan tim"ulnya penurunan &ungsi( kemunduran orientasi( penglihatan( pendengaran mengaki"atkan kurangnya per!aya diri pada &ungsi mereka. 2. -undurnya daya ingat( penurunan degenerasi sel sel otak. 3. Gangguan halusinasi. . /e"ih mengam"il jarak dalam "erinteraksi. $. *ungsi psikososial( seperti kemampuan "er&ikir dan gam"aran diri. 3. 0eru"ahan 1piritual 3gama atau keper!ayaan makin terintegarsi dalam kehidupannya +-aslow(19?;.. /ansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya( hal ini terlihat dalam "erpikir dan "ertindak dalam sehari'hari. +-urray dan Pentner(19?;. Konsep 1o#el .loren2e Nig,tingle Inti konsep *loren!e Eightingale( pasien dipandang dalam kontek lingkungan se!ara keseluruhan( terdiri dari lingkungan &isik( lingkungan psikologis dan lingkungan sosial. a. /ingkungan &isik +physi!al en)iroment. -erupakan lingkungan dasar#alami yan "erhu"ungan dengan )entilasi dan udara. *aktor terse"ut mempunyai e&ek terhadap lingkungan &isik yang "ersih yang selalu akan mempengaruhi pasien dimanapun dia "erada didalam ruangan harus "e"as dari de"u( asap( "au'"auan.4empat tidur pasien harus "ersih( ruangan hangat( udara "ersih( tidak lem"a"( "e"as dari "au'"auan. /ingkungan di"uat sedemikian rupa sehingga memudahkan perawatan "aik "agi orang lain maupun dirinya sendiri. /uas( tinggi penempatan tempat tidur harus mem"erikan mem"erikan keleluasaan pasien untuk "erakti&itas. 4empat tidur harus mendapatkan penerangan yang !ukup( jauh dari ke"isingan dan "au lim"ah. 0osisi pasien ditempat tidur harus diatur sedemikian rupa supaya mendapat )entilasi. ". /ingkungan psikologi +psy!hologi en)iroment. *. Eightingale melihat "ahwa kondisi lingkungan yang negati& dapat menye"a"kan stress &siik dan "erpengaruh "uruk terhadap emosi pasien. Hleh karena itu ditekankan kepada pasien menjaga rangsangan &isiknya. -endapatkan sinar matahari( makanan yang menarik dan akti)itas manual dapat merangsang semua &aktor untuk mem"antu pasien dalam mempertahankan emosinya. Komunikasi dengan pasien dipandang dalam suatu konteks lingkungan se!ara 1%

menyeluruh( komunikasi jangan dilakukan se!ara ter"uru'"uru atau terputus' putus. Komunikasi tentang pasien yang dilakukan dokter dan keluarganya se"aiknya dilakukan dilingkungan pasien dan kurang "aik "ila dilakukan diluar lingkungan pasien atau jauh dari pendengaran pasien. 4idak "oleh mem"erikan harapan yang terlalu muluk( menasehati yang "erle"ihan tentang kondisi penyakitnya. 1elain itu mem"i!arkan kondisi'kondisi lingkungan dimana dia "erada atau !erita hal'hal yang menyenangkan dan para pengunjung yang "aik dapat mem"erikan rasa nyaman. !. /ingkungan sosial +so!ial en)ironment. H"ser)asi dari lingkungan sosial terutama huh"ungan yang spesi&ik( kumpulan data'data yang spesi&ik dihu"ungkan dengan keadaan penyakit( sangat penting untuk pen!egahan penyakit. ,engan demikian setiap perawat harus menggunakan kemampuan o"ser)asi dalam hu"ungan dengan kasus' kasus se!ara spesi&ik le"ih dari sekedar data'data yang ditunjukkan pasien pada umumnya. 1eperti juga hu"ungan komuniti dengan lingkungan sosial dugaannya selalu di"i!arakan dalam hu"ungnya indi)idu pasien yaitu lingkungan pasien se!ara menyeluruh tidak hanya meliputi lingkungan rumah atau lingkungan rumah sakit tetapi juga keseluruhan komunitas yang "erpengaruh terhadap lingkungan se!ara khusus. d. 5u"ungan teori *loren!e Eightingale dengan "e"erapa konsep 5u"ungan teori *loren!e Eightingale dengan konsep keperawatan : 1. Indi)idu # manusia -emiliki kemampuan "esar untuk per"aikan kondisinya dalam menghadapi penyakit. 2. Keperawatan 6ertujuan mem"awa # mengantar indi)idu pada kondisi ter"aik untuk dapat melakukan kegiatan melalui upaya dasar untuk mempengaruhi lingkungan. 3. 1ehat # sakit *okus pada per"aikan untuk sehat. . -asyarakaat # lingkungan -eli"atkan kondisi eksternal yang mempengaruhi kehidupan dan perkem"angan indi)idu( &okus pada )entilasi( suhu( "au( suara dan !ahaya. e. 5u"ungan teori *loren!e Eightingale dengan proses keperawatan 1. 0engkajian # pengumpulan data ,ata pengkajian *loren!e E le"ih menitik "eratkan pada kondisi lingkungan +lingkungan &isik( psikis dan sosial.. 23nalisa data 1?

,ata dikelompokkan "erdasarkan lingkungan &isik( sosial dan mental yang "erkaitan dengan kondisi klien yang "erhu"ungan dengan lingkungan keseluruhan.

3. -asalah ,i&okuskan pada hu"ungan indi)idu dengan lingkungan misalnya : Kurangnya in&ormasi tentang ke"ersihan lingkunganQQ DentilasiQQ 0em"uangan sampahQQ 0en!emaran lingkunganQQ Komunikasi sosial( dllQQ . ,iagnosa keperawatan 6err"agai masalah klien yang "erhu"ungan dengan lingkungan antara lain : *aktor lingkungan yang "erpengaruh terhadap e&ekti)itas asuhan.QQ 0enyesuaian terhadap lingkungan.QQ 0engaruh stressor lingkungan terhadap e&ekti)itas asuhan.QQ $. Implementasi <paya dasar meru"ah # mempengaruhi lingkungan yang memungkinkan ter!iptanya kondisi lingkungan yang "aik yang mempengaruhi kehidupan( perrtum"uhan dan perkem"angan indi)idu. %. >)aluasi -engo"ser)asi dampak peru"ahan lingkungan terhadap kesehatan indi)idu. &. 5u"ungan teori *loren!e Eightingale dengan teori'teori lain : 1. 4eori adaptasi 3daptasi menunjukkan penyesuaian diri terhadap kekuatan yang melawannya. Kekuatan dipandang dalam konteks lingkungan menyeluruh yang ada pada dirinya sendiri. 6errhasil tidaknya respon adapatsi seseorang dapat dilihat dengan tinjauan lingkungan yang dijelaskan *loren!e E. Kemampuan diri sendiri yang alami dapat "ertindak se"agai pengaruh dari lingkungannya "erperanpenting pada setiap indi)idu dalam "erespon adapti& atau mal adapti&. 2. 4eori ke"utuhan -enurut -aslow pada dasarnya mengakui pada penekanan teori *loren!e E( se"agai !ontoh ke"utuhan oksigen dapat dipandang se"agai udara segar( )entilasi dan ke"utuhan lingkungan yang aman "erhu"ungan dengan saluran yang "aik dan air yang "ersih. 18

4eori ke"utuhan menekankan "agaimana hu"ungan ke"utuhan yang "erhu"ungan dengan kemampuan manusia dalam mempertahankan hidupnya. 3. 4eori stress 1tress meliputi suatu an!aman atau suatu peru"ahan dalam lingkungan( yang harus ditangani. 1tress dapat positip atau negatip tergantung pada hasil akhir. 1tress dapat mendorong indi)idu untuk mengam"il tindakan positip dalam men!apai keinginan atau ke"utuhan. 1tress juga dapat menye"a"kan kelelahan jika stress "egitu kuat sehingga indi)idu tidak dapat mengatasi. *loren!e E( menekankan penempatan pasien dalam lingkungan yang optimum sehingga akan menimumkan e&ek stressor( misalnya tempat yang gaduh( mem"angunkan pasien dengan ti"a'ti"a( (semuanya itu dipandang se"agai suatu stressor yang negati&. Iumlah dan lamanya stressor juga mempunyai pengaruh kuat pada kemampuan koping indi)idu. $. 4eori Kejiwaan sosial a. 3kti&itas atau kegiatan + a!ti)ity theory . Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah se!ara langsung. 4eri ini menyatakan "ahwa lanjut usia yang sukses adalah mereka yang akti& dan ikut dalam "anyak kegiatan sosial <kuran optimum + pola hidup . dilanjutkan pada !ara hidup dari lanjut usia -empertahankan hu"ungan antara sistem sosial dan indi)idu agar tetap sta"il dari usia pertengahan ke lanjut usia ". Kepri"adian "erlanjut + !ontinuity theory . ,asar kepri"adian aatau tingkah laku tidak "eru"ah pada lanjut usia. 4eori ini merupakan ga"ungan dari teori diatas. 0ada teori ini menyatakan "ahwa peru"ahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimiliki. !. 4eori 0em"e"asan + ,isengagement theory . 4eori ini menyatakan "ahwa dengan "ertam"ahnya usia( seseorang se!ara "engangsur'angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya. Keadaan ini mengaki"atkan interksi sosial lanjut usia menurun( "aik se!ara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjadi kehilangan ganda + tripel loss .( yakni 1. kehilangan peran 2. ham"atan kontak sosial 3. "erkurangnya kontak komitmen 1.$ Tinjauan Teori Dia&etes 1elitus 1.$.1 De3inisi

19

1. ,ia"etes melitus adalah sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemi. 2. ,ia"etes melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai oleh ketiadaan a"solut insulin # insensiti)itas sel terhadap insulin + >li=a"ethK 2;;; .. 1.$.$ Etiologi 1. I,, *aktor genetik. *aktor Imunologi *aktor /ingkungan 2. EI,, <sia. H"esitas# Kegemukan. 9iwayat Keluarga. Golongan etnik tertentu. 1.$.' .isiologi 0ankreas adalah se"uah organ a"domen di&us "esar yang "er&ungsi se"agai kelenjar eksokrin dan endokrin. *ungsi endokrin pankreas adalah memproduksi dan melepaskan hormon insulin( glukagon dan somatostatin. 5ormon R hormon ini masing R masing diproduksi oleh sel R sel khusus yang "er"eda di pankreas( yang dise"ut pulau langerhans. 1. Insulin Insulin adalah hormon ana"olik + pem"angun . utama pada tu"uh dan memiliki "er"agai e&ek. Insulin meningkatkan transportasi asam amino ke dalam sel( merangsang pem"entukan protein( serta mengham"at penguraian simpanan lemak( protein( dan glikogen. Insulin juga mengham"at glukoneogenesis + pem"entukkan glukosa "aru . oleh hati. 2. Glukagon Glukagon adalah suatu hormon protein yang dikeluarkan oleh sel R sel al&a pulau /angerhans se"agai respons terhadap kadar glukosa darah yang rendah dan peningkatanasam amino plasma. *ungsi hormon ini terutama adalah kata"olik + penguraian . dan se!ara umum glukagon "ekerja se"agai antagonis insulin dengan mengham"at perpindahan glukosa ke dalam sel. Glukagon merangsang glukoneogenesis hati dan penguraian simpanan glikogen digunakan se"agai sum"er energi selain glukosa. Glukagon merangsang penguraian lemak dan pelepasan asam R asam lemak "e"as ke dalam darah( untuk dugunakan se"agai sum"er energi 2; : 0roses autoimun. : 4erjadi destruksi pankreas.

selain glukosa. *ungsi R &ungsi terse"ut "ekerja untuk meningkatkan kadar glukosa darah. 3. 1omatostatin 1omatostatin dise"ut juga hormon pengham"at hormon pertum"uhan dan merupakan salah satu hormon hipotalamus yang mengontrol pelepasan hormon pertum"uhan dari hipo&isis anterior. 5ormon ini mengatur meta"olisme dengan mengham"at sekresi insulin dan glukagon. 1.$.( Klasi3ikasi 3da 2 tipe dia"etes melitus : 1. ,ia"etes melitus 4ipe I 2. ,ia"etes melitus 4ipe II 1.$.) 1ani3estasi Klinik 1. I,,4ahap 3wal 0olidipsi. 0oli&agi. 0oliuri. Kelelahan. Kelemahan. 6erat "adan turun. 5iperglikemi. 4ahap /anjut ,ehidrasi. Gangguan elektrolit. 1yok hipo)olemi. Kesadaran menurun. Koma. Ketoasidosis meta"olik. 2. EI,,4ahap 3wal 6iasanya tidak menunjukkan awitan gejala yang menonjol( diagnosa diketahui "erdasarkan tes la"oratorium. 4ahap /anjut 0olidipsi. 0oli&agi. Kelemahan. 21 : ,ia"etes tergantung insulin +I,,-.. : ,ia"etes tak tergantung insulin +EI,,-..

Kesemutan ekstremitas# mati rasa. Gatal'gatal. Gangguan Eeuropati 0eri&er. 1omnolen. 1indrom 55EK 6ila ada luka sukar sem"uh. 1.$.+ Pe eriksaan %a&oratoriu 1. I,, G,. 0uasa F 1 ; mg#dl. G, 2 jam 0.0 F 2;; mg#dl. G, sewaktu F 2;; mg#dl. Hsmolalitas serum 3;; m Hsm#kg. <rine : Glukosa Keton 3seton 2. EI,, G, 0uasa : F 1 ; mg#dl. G, 2 jam 00 F 2;; mg#dl. G, sewaktu F 2;; mg#dl. Hsmolalitas serum 3;; m Hsm#kg. 1.$.4 Ko plikasi Dia&etes 1elitus 1. I,, Ketoasidosis ,ia"etik. 5ipoglikemi. 2. EI,, 1indrom 5iperglikemi 5iperosmolar Eonketotik +55EK.. 5ipoglikemi. 3. Komplikasi /anjut : 1. 0enyakit -akro)askuler. 0enyakit sere"ro)askuler. 0enyakit )askuler peri&er. 2. 0enyakit -ikro)askuler. 9etinopati dia"etik. Eetropati dia"etik. 22 : 0ositi&. : 0ositi&. : 0ositi& atau negati&.

3. 1.$.5

Eeuropati ,ia"etik.

Penatalaksanaan 1e#ik 3da $ komponen dalam penatalaksanaan da"etes melitus : 1. 0engaturan diet. 2. 4erapi pengo"atan( o"at'o"at hipoglikemi dan insulin. 3. 0emantauan kadar gula darah. . /atihan &isik. $. 0endidikan kesehatan.

1.' PO6ON 1A7A%A6 23

4eori 8 >rror 8 S -enumpuknya "er"agai ma!am kesalahan sepanjang kehidupan manusia +misal : pola makan( ke"iasaan akti)itas . S Kesalahan meta"olisme S Kerusakan sel dan &ungsi sel se!ara perlahan. S 1ensiti)itas sel terhadap insulin menurun S ,e&isiensi insulin Glukosa dalam darah masuk sel menurun Kadar G, meningkat -enurunkan &ungsi Glomerulus G*9 menurun Ke"o!oran glomerulus 1el mengalami Kelaparan Impuls kepusat lapar Gangguan mikroseluler dan makroseluler 0enurunan per&usi Eekrosis jaringan sara& 4erutama peri&er 0ersepsi lapar 0enurunan sensasi 0oliphagi 9esiko Injuri /uka tak terdeteksi 0oliuria 9esti In&eksi Nutrisi kurang #ari Ke&utu,an tu&u, >nergi menurun Kelelahan 0rosedur amputasi 0K 5ipokalemia De,i#rasi 0us++.( 6au++. Intoleransi akti8itas Gangguan 6DR Gatal 0K hiponatremi Impuls ke pusat haus Gangguan &o#* i age Keinginan minum <lkus sulit sem"uh 0oliphagi N*eri PK 7epsis Kerusakan Integritas kulit 4erputusnya kontinuitas jaringan 0enyem"uhan terham"at Ganggren ,e&isit Ea+( K+

1.( Tinjauan Asu,an Kepera"atan 2

1. .1 0engkajian 3suhan Keperawatan 1.. 3namese 9iwayat kesehatan klien : 3pakah klien diketahui mengidap dia"etes mellitusQ 3pakah pasien sedag menjalani terapi dia"etes mellitus : diet saja( o"at'o"at ,- oral# atau insulinQ 3pakah ada riwayat merokok dan penggunaan alkoholQ 3pakah pasien memiliki alergiQ

9iwayat keluarga dan sosial : 3dakah riwayat dia"etes mellitus dalam keluargaQ 3pakah dia"etes mellitus mempengaruhi kehidupanQ 1iapakah yang mem"erikan suntikan insulin# tes gula darah +pasangan( pasien# perawat.Q 2.. 0engkajian Kaji mani&estasi ,- : 0oliuria( poliphagi( polidipsi( penurunan 66 3kti&itas #istirahat : /emah( letih( lesu( kram( gangguan tidur 1irkulasi : 9iwayat 5ipertensi( ulkus dengan penyem"uhan yang lama( kulit kering( terasa panas Integritas >go : 3nsietas( peka rangsang >liminasi : 0oliuria( kesulitan "ak( "ising usus lemah# menurun -akanan# 2airan : Ea&su makan turun( mual#muntah( penurunan 66( kulit kering dan "ersisik Eeurosensori : 0using( kelemahan otot( parastesia( gangguan penglihatan Kenyamanan : Eyeri( wajah menyeringai 0erna&asan : "atuk tanpa# dengan sputum( &rekwensi perna&asan 1eksualitas : Dagina !enderung in&eksi( kesulitan orgasme pada perempuan( Impotensi pada laki'laki 3.. 0emeriksaan ,iagnostik Glukosa darah : meningkat le"ih dari 2;; mg#dl 3!eton 0lasma : 0ositi& se!ara men!olok 3sam /emak "e"as : Kadar lipid dan kolesterol meningkat Gas darah arteri : 0h rendah dan penurunan 52H3# 3sidosis -eta"olik <rine : Gula dan 3seton positi& 2$

1. .2

,iagnosa Keperawatan ,iagnosa 1: Kekurangan )olume !airan "erhu"ungan dengan diuresis osmotik atau kehilangan !airan "erle"ihan 6atasan Karakteristik : 0eningkatan haluaran urine. Kelemahan( haus( penurunan "erat "adan ti"a'ti"a. Kulit dan mem"ran mukosa kering. 4urgor kulit tidak elastis. 5ipotensi dan takikardia. 4ujuan Keperawatan : Kekurangan )olume !airan teratasi. Kriteria 5asil : -enunjukan hidrasi yang adekuat ditandai oleh : 4, Eadi : 1istole 11; R 13; mm5g J ,iatole 8; R 9; mm5g. : ?; R 8; L#mnt.

1uhu : 3%T2 R 3?($T2. 99 : 1% R 2; L#mnt.

4urgor kulit elastis dan mukosa lem"a". 4idak ada ekspresi lemah atau lelah. Intake R output seim"ang. Inter8ensi 9 1. H"ser)asi tanda'tanda )ital setiap R 8 jam. 9: <ntuk menunjukkan hidrasi yang adekuat 2. H"ser)asi turgor kulit( kelem"a"an dan kondisi selaput mukosa. 9: <ntuk mengetahui derajat hidrasi 3. <kur intake output tiap hari. 9: <ntuk memonitor Keseim"angan )olume !airan . 6erikan !airan sekurang'kurangnya 2$;; ml atau sesuai program medik dan jika tidak ada kontraindikasi. 9: <ntuk mempertahankan hidrasi $. Kola"orasi dengan dokter dalam pem"erian terapi !airan in&us sesuai indiksi. 9: <ntuk men!egah dehidrasi

2%

,iagnosa 2: 0eru"ahan nutrisi kurang dari ke"utuhan tu"uh( "erhu"ungan dengan de&isiensi insulin atau Intake yang kurang. 6atasan Karakteristik : Kurang na&su makan. -ual dan muntah. 0erasaan penuh pada lam"ung. 66 normal atau menurun. 4ujuan Keperawatan : Ke"utuhan nutrisi klien terpenuhi. Kriteria 5asil : 0emasukkan jumlah kalori# nutrisi sesuai. -enunjukkan kesta"ilan "erat "adan. -ual(muntah hilang. Inter)ensi : 1. H"ser)asi pola makan pasien sesuai diet 9: -engidenti&ikasi makanan yang disukai atau tidak disukai 2. 6erikan ,iet ,- sesuai tipe ,- dan sajikan makanan dalam keadaan hangat 9: <ntuk meningkatkan na&su makan 3. 4im"ang "erat "adan sesuai indikasi 9: -engo"ser)asi penurunan# peningkatan "erat "adan . /akukan tes glukosa darah 9: <ntuk mengetahui adanyan hipogikemia# hiperglikemia $. Kola"orasi dengan dokter dalam pem"erian o"at insulin sesuai hasil pemeriksaan G, +sliding s!ale dan pem"erian o"at antiemetik. 9: Insulin untuk menurunkan kadar gula dalam darah apa"ila terjadi hiperglikemia %. Konsul dengan ahli gi=i untuk pola diet yang ditentukan 9: 6erman&aat dalam perhitungan dan penyesuain diit untuk memenuhi nutrisi ,iagnosa 3 : Kerusakan integritas kulit "erhu"ungan dengan peningkatan kadar glukosa. 6atasan Karakteristik : Kadar glukosa darah meningkat. Klien mengeluh gatal. 3danya ulserasi yang tak sem"uh'sem"uh. 2?

4ujuan Keperawatan 9 Integritas kulit tetap terjaga. Kriteria 5asil 9 4idak tim"ul luka dan ruam pada kulit. <lserasi kering. Ke"ersihan kulit tetap terjaga. Inter)ensi : 1. 3njurkan pasien untuk melakukan mo"ilisasi 9: -eningkatkan aliran darah keseluruh tu"uh 2. <"ah posisi tiap jam 9: -enghindari tekanan dan meningkatkan aliran darah 3. /akukan perawatan pada kulit yang luka atau iritasi 9: -en!egah kerusakan yang le"ih parah pada kulit . Iaga ke"ersihan kulit dan seminimal mungkin hindari trauma 9: -empertahankan keutuhan kulit $. Kola"orasi dengan dokter dalam pem"erian terapi anti"iotik. 9: men!egah kerusakan kulit yang le"ih parah ,iagnosa hilang 4ujuan : -en!egah terjadinya in&eksi Kriteria hasil : 4idak terjadi tanda' tanda in&eksi Inter)ensi : 1. H"ser)asi tanda' tanda in&eksi 9: <ntuk mengetahui tanda'tanda in&eksi le"ih awal 2 /akukan teknik aseptik dan antiseptik setiap melakukan tindakan keperawatan 9: -en!egah in&eksi silang %. /akukan perawatan kulit pada kulit yang luka atau iritasi 9: -en!egah kerusakan pada kulit( iritasi kulit dan in&eksi ?. 3njurkan dan "antu klien untuk melakukan oral hygiene 9: -enurunkan in&eksi pada mulut 8. Kola"orasi dengan dokterdalam pem"erian terapi anti"iotik. 9: -en!egah terjadi in&eksi # sepsis ,iagnosa $ : Eyeri akut "erhu"ungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan 28 : 9esiko in&eksi "erhu"ungan dengan &ungsi sara& sensorik yang

6atasan karakteristik : 0asien mengatakan luka operasi tampak nyeri 0asien tampak kesakitan 4ujuan : Eyeri "erkurang# hilang dalam waktu 2L 2 jam Kriteria hasil : ' 0asien mengatakan nyeri "erkurang# hilang ' 0asien rileks Inter)ensi : 1. H"ser)asi tingkat nyeri 9: <ntuk mengetahui tingkat nyeri pasien dan menentukan tindakan selanjutnya 2. 3jari tehnik relaksasi 9: <ntuk menurunkan ketegangan otot rangka yang dapat menurunkan intensitas nyeri 3. 3jari teknik distraksi 9: -engalihkan perhatian untuk mengurangi nyeri . Kola"orasi dengan dokter dalam pem"erian terapi analgesik 9: 3nalgesik mengham"at transmisi otak pada titik lain didalam lintasan nyeri

29

BAB $ TINJAUAN KA7U7 A. I. Eama klien Ienis Kelamin 3lamat <mur 0endidikan 4erakhir 3gama 1tatus 1um"er 0endapatan 4anggal -91 4anggal 0engkajian ,iagnosa -edis + ,irawat . II. PENGKAJIAN DATA BIOGRA.I : 4n. 1 : /aki'laki : Egadiluwih Kediri : ?% 4ahun : 1-0 : Islam : ,uda : ,ari anak : ;% R 9 R 2;;9 : ;? R 9 R 2;;9 : ,ia"etes -ellitus 4ipe II

RI:A;AT KE7E6ATAN 0asien mengatakan 3 tahun terakhir yang sering dikeluhkan adalah kaki linu R linu dan sakit ken!ing manis dan darah tingginya.

1. 1tatus kesehatan umum selama $ tahun yang lalu :

2. Keluhan utama NO 1. 2.

: "adan lemes dan lipat paha dan kedua lutut terasa sakit. : 0asien mengatakan nyeri : 2ekot R !ekot seperti terasa mau lepas. : 0ada kedua lutut kaUki kanan dan kiri : ,engan skala nyeri %.

0ro)okati)e # 0aliati)e Ouality # Ouantity 9egion 1e)erity s!ale

H"at R o"atan yang dikonsumsi + se"elum -91 . : Na a O&at ,e!olgen Gli"en!lamid : : 4idak ada : 4idak ada 3; Dosis 1 ta"let 1 ta"let Keterangan 6ila 0using 4idak rutin

3. 3lergi

H"at R o"atan -akanan

*aktor lingkungan

: 4idak ada

. 0enyakit yang pernah diderita

0asien mengatakan pernah menderita penyakit darah tinggidan ken!ing manis tetapi tidak rutin kontrol dan minum o"at. III. Genogra 9 RI:A;AT KE%UARGA

Keterangan Gam"ar : : /aki R laki : 0erempuan : 5u"ungan suami istri : /aki R laku sudah meninggal dunia : 0erempuan sudah meninggal dunia : 0asien : 4inggal 1 rumah I<. AKTI<ITA7 6IDUP 7E6ARI = 6ARI
Bantuan orang lain > Peralatan

Pola akti8iatas ,i#up se,ari = ,ari


Ke apuan Pera"atan Diri In#epen#en Bantuan alat Bantuan Orang lain Depen#ent

1. 2.

-akan # minum -andi 31

V V

3. . $.

6erpakaian Ke G2 4rans&ering 0indah %. 3m"ulasi

V V # V V

1. Hksigenasi( !airan dan elektrolit : 0asien mengatakan tidak sesak( minum % R ? gelas # hari. 2. Eutrisi ,i rumah : ' ' 0asien makan 2L # hari 4idak ada masalah. ' makan 3. >liminasi ,i rumah : ' ' 63K : R $L#hari 636 : 2 hari 1L( "iasa ' . 3kti)itas ,i rumah : ' dan tidak "anyak akti)itas yang dilakukan di rumah $. Istirahat dan tidur ,i rumah : ' "anyak "er"aring di tempat tidur karena kakinya sakit untuk "erjalan. ' %. 0ersonal hygiene ,i rumah : ' ' ?. 1eksual 32 -andi dengan sa"un mandi Keramas 1L# minggu 1L # ,i 9umah 1akit : hari ' diseka 2L#hari 0asien mandi dengan 4idur malam : @ $ jam ,i 9umah 1akit : Istirahat : pasien le"ih ' 0asien "er"aring di 44 ,i 9umah 1akit : 0asien hanya dirumah ' . 0asien "er"aring di 44 ,i 9umah 1akit : ' 63K 8;; R 1;;; !! dengan menggunakan kateter. 0asien "elum 636 ,i 9umah 1akit : mengatakan ' sdm -asalah : tidak na&su -akan pagi ha"is 3

0asien mengatakan tidak pernah melakukan hu"ungan seksual karena suaminya sudah meninggal. 8. 9ekreasi 0asien mengatakan saat sore hari "erkumpul dengan adik( ipar dan keponakan.

9. 0sikologis 0ersepsi klien karena usia yang semakin tua Konsep diri : Keper!ayaan diri pasien kurang( ditunjukkan : 0asien mengatakan sakit pada kakinya terjadi

dengan pasien mengatakan merasa ke!il hati karena peru"ahan yang terjadi pada dirinya karena tidak dapat melakukan apa R apa dan menjadi "e"an "agi adik dan anaknya. >mosi "erle"ihan. 3daptasi : 0asien jarang "erinteraksi dengan orang R orang : 0asien tidak pernah menunjukkan emosi yang

sekitar karena le"ih "anyak "er"aring di tempat tidur. -ekanisme pertahanan diri : 6ila ada masalah pasien selalu men!eritakannya pada adik dan anaknya. <. Keadaan <mum 4ingkat kesadaran G21 44D 46 # 66 PENGKAJIAN PER 7I7TE1 : 0asien "er"aring di 44( pasien tampak menyeringai : 2omposmentis : R$R% 0 : 9% L#mnt ' Kg : E : 22 L#mnt 4, : 13;#8; mm5g : ' !m 1. 1istem Kardio)askuler : 1 : 3% $ 2 kesakitan saat alih posisi dan "ergerak( terpasang in&us pada tangan kiri.

0 : 9% L#mnt( akral hangat( suara 11 dan 12 tunggal( tidak terdapat mur R mur( tidak terdapat pem"engkakan )ena jugularis( tidak ada oedema ekstremitas. 2. 1istem 0erna&asan : E : 22 L#mnt( tidak ada 025( tidak terdapat pergerakan otot "antu na&as( retraksi dada simetris( suara na&as "ersih( tidak terdapat suara na&as tam"ahan. 3. 1istem integumen 33

4urgor kulit turun karena proses penuaaan( tekstur keriput( pada kuku tidak terdapat jamur( tidak terdapat jaringan parut( keadaan ram"ut "erwarna putih dan rontok( tidak "erketom"e. . 1istem muskuloskeletal 4idak terdapat kontraktur( tingkat mo"ilisasi : am"ulasi dengan "antuan orang lain dan peralatan( terdapat keter"atasan gerak karena nyeri pada lipat paha dan kedua lutut(pasien "er"aring di 44 $. 1istem endokrin 0asien memiliki riwayat penyakit ,- dengan pengo"atan yang tidak teratur. %. 1istem gastrointestinal Keadaan gigi sudah "anyak yang ompong( rongga mulut "ersih( tidak terdapat gangguan untuk mengunyah dan menelan( "ising usus % L#mnt ?. 1istem persyara&an Kesadaran !omposmentis( G21 8. 1istem penge!apan /idah "ersih( indra perasa mulai "erkurang( klien masih "isa mem"edakan rasa mania dan asin. 9. 1istem pen!iuman 5idung "ersih( tidak terdapat sekret( klien masih "isa mem"edakan "au. 1;. 1istem penglihatan Ketajaman penglihatan mulai "erkurang. <I. 1. 9iwayat 0ekerjaan a. 0ekerjaan saat ini ". 3lamat 0ekerjaan !. 6erapa jarak dari rumah d. 3lat 4ransportasi e. 0ekerjaan se"elumnya &. 6erapa jarak dari rumah g. 3lat 4ransportasi pensiunan suami dan anak R anak. 2. 9iwayat /ingkungan 5idup a. Keluarga yang tinggal "ersama "ungsu ". 4ype tempat tinggal 3 : 0ermanen : 3dik( adik ipar dan ponakan dan anak :' :' :' :' :' :' :' PENGKAJIAN P7IKO7O7IA% R $ R % ( pupil isokor diameter 3mm # 3 mm( reaksi !ahaya !epat( re&lek sendi tidak terkaji karena nyeri.

h. 1um"er R sum"er pendapatan dan ke!ukupan terhadap ke"utuhan : dari gaji

!. Kamar d. Kondisi tempat tinggal &. 4etangga terdekat g. 3lamat dan telepon 3. 9iwayat 9ekreasi a. 5o""i # minat ". Keanggotaan dalam organisasi !. /i"uran # perjalanan . 1istem 0endukung a. 0erawat#"idan#dokter#&isioterapi ". 9umah sakit !. Klinik d. 0elayanan Kesehatan di 9umah e. -akanan yang dihantarkan g. /ain R lain $. ,iskripsi kekhususan a. Ke"iasaan ritual ". :ang lainnya +misal : reje" . %. 1tatus Kogniti&( 3&ekti& dan 1osial 1. 101-O

: :'

kamar

e. Iumlah orang yang tinggal dalam 1 rumah : $ orang : $ meter : Egadiluwih Kediri :' :' :'

:' :' :' :' :' :' : 1holat $ waktu : 0uasa setiap hari R hari penting jawa Iaraknya Iaraknya Km Km

&. 0erawatan sehari R hari yang dilakukan keluarga : '

1kor

$(

lansia

mengalami penurunan &ungsi kogniti& 2. In)entaris ,epresi 6a!k depresi ringan 3. 30G39 Keluarga : 1kor 8( lansi tidak mengalami keter"atasan dalam "erhu"ungan dengan sosialnya. <II. 1. G62 darah G,1 2reatinin Ea K DATA PENUNJANG /a"oratorium : 1$.8;; : 328 mg#dl : 3( mg#dl : : 1kor 1$ lansia termasuk mengalami

: 13$ m>U#/ : (33 m>U.#/ 3$

2. ' 3. ' . ' $. ' %.

3!eton darah : 4ra!e 4rigliserides /,/ <ri! 3!id 32 mg#dl : 1$? mg#dl : %($ mg#dl 9adiologi : >KG <1G : :

24 R 1!an: H"at R o"atan yang didapat di 91 : ID Eormal 1alin O 8 Iam 0ara!etamol 3 L $;; mg Eo)orapid 3 L % unit 12 Glu!o"ay 3 L $; mg 0H /e)emir unit 12 malam

*leLasure 2ream 6id

Kediri( ? 1eptem"er 2;;9 4anda tangan -ahasiswa

Ratna :i#*a 6apsari

3%

B. ANA%I7A DATA 1. 3nalisa ,ata No 1. ,1: 0asien mengatakan nyeri pada paha kanan sampai kedua lutut( nyeri !ekot ' !ekot seperti mau lepas dengan skala nyeri %. ,H : K< pasien "er"aring di 44( kadang tampak menyeringai kesakitan 2. ,1 : 0asien mengatakan untuk makan J minum( "erpakaian( mandi( ke G2 dan "eralih posisi harus di"antu Kesalahan meta"olisme S Kerusakan sel dan &ungsi sel se!ara perlahan. 3? 4, : 13;#8; mm5g 0 : 9% L#mnt 0eru"ahan jaringan sekitar Gangguan
Gangguan &ungsi ekstermitas

Data

Etiologi 4eori 8 >rror 8 S -enumpuknya "er"agai ma!am kesalahan sepanjang kehidupan manusia +misal : pola makan( ke"iasaan akti)itas . S H"esitas S 0roses degenerati& S 5ilangnya tulang rawan se"agai penyangga S Iritasi pada tulang di"awahnya S degenerati& sendi S 0engeluaran =at R =at )asoakti& +"radikinin(serotonin(dll. S 0engiriman reseptor nyeri S Gangguan rasa n*a an n*eri

1asala, Kola&orati3 0 Kepera"atan Gangguan rasa nyaman nyeri

mo"ilitas &isik

6ed rest di 44 S Gangguan o&ilitas 3isik

,H : 0asien "er"aring di 44 0asien tampak menyeringai kesakitan saat "eralih posisi ,alam melakukan 3,/( No 3. pasien harus di"antu. Data ,1: 0asien mengatakan "adan lemes 0asien mengatakan mempunyai riwayat ken!ing manis tetapi tidak rutin minum o"at ataupun kontrol. ,H : G,1 : 328 mg#dl

S 1ensiti)itas sel terhadap insulin menurun S ,e&isiensi insulin S Glukosa dalam darah masuk sel menurun S Kadar G, meningkat S 6iperglike ia

Etiologi

1asala, Kola&orati3 0 Kepera"atan 0K 5iperglikemia

38

2. ,a&tar -asalah Kola"orati& # ,iagnosa Keperawatan No 1. Tanggal 0 Ja Dite uklan ;? R 9 R 2;;9 1asala, Kola&orati3 0 Diagnosa Kepera"atan Gangguan rasa nyaman nyeri "erhu"ungan dengan degenerati& sendi sekunder terhadap iritasi pada tulang yang ditandai dengan pasien mengatakan nyeri pada paha kanan sampai kedua lutut( nyeri !ekot ' !ekot seperti mau lepas dengan skala nyeri %( K< pasien "er"aring di 44( kadang tampak menyeringai 2. ;? R 9 R 2;;9 kesakitan( 4, : 13;#8; mm5g( 0 : 9% L#mnt Gangguan mo"ilitas &isik "erhu"ungan dengan "ed rest di 44 sekunder terhadap gangguan
&ungsi ekstermitas yang ditandai dengan pasien

Tanggal 0 Ja Teratasi

mengatakan

untuk

makan

minum(

"erpakaian( mandi( ke G2 dan "eralih posisi harus di"antu( pasien "ed rest di 44( pasien terpasang traksi pada kaki kanan( dalam 3. ;? R 9 R 2;;9 melakukan 3,/( pasien harus di"antu. 0K 5iperglikemia "erhu"ungan dengan glukosa dalam darah masuk sel menurun yang ditandai dengan pasien mengatakan "adan lemes( pasien mengatakan mempunyai riwayat ken!ing manis tetapi tidak rutin minum o"at ataupun kontrol( G,1 : 328 mg#dl 39

?. PEREN?ANAAN No 1. REN?ANA A7U6AN KEPERA:ATAN @ N?P 0 NURSING CARE PLANS A 1asala, Kola&orati3 0 Diagnosa Tujuan > Kriteria 6asil Ren2ana Rasional Kepera"atan Gangguan rasa nyaman 4ujuan : 1. Kaji 1. -emantau nyeri dengan sendi "erhu"ungan 1etelah dilakukan tindakan degenerati& keperawatan( pasien dapat sekunder "eradaptasi dengan rasa 2. 3njurkan pasien untuk menggunakan tehnik distraksi#relaksasi na&as dalam 3. . + 0( E( 4, . $. 6eri posisi 3. yang nyaman "agi pasien. <kur 44D . H"ser)asi $. K< pasien dan posisi traksi. %. i dalam analgesik. Ren2ana Kola"oras %. pem"erian terapi rasa nyeri dengan -emantau perkem"angan kesehatan pasien. -emantau perkem"angan kesehatan pasien dan memantau ketepatan posisi traksi. -enurunkan menekan pengeluaran =at R =at )asoakti&. Rasional Tanggal0 Tanggal0 "erkurang mengontrol nyerinya. # dapat rasa an rasa nyaman. -eningkatk perkem"angan skala nyeri. 2. menurunkan rasa nyeri. e&ekti&itas inter)ensi terhadap nyeri. -em"erikan relaksasi pada otot R otot sehingga Tanggal0 Ja 0 Para3 Di ulai Tanggal0 Ja 0 Para3 Di,entikan

terhadap iritasi pada nyerinya. tulang yang ditandai dengan paha kanan pasien Kriteria 5asil : sampai 0asien mengatakan nyeri mengatakan nyeri pada 1. kedua lutut( nyeri !ekot ' !ekot seperti mau lepas dengan di skala nyeri %( K< pasien 2. "er"aring kadang 44( K< pasien rileks tampak 3. .

menyeringai kesakitan( 1kala nyeri 1 R 3 4, : 13;#8; mm5g( 0 : No 9% L#mnt 44D dalam "atas normal 1asala, Kola&orati3 0 Tujuan > Kriteria 6asil

2.

Diagnosa Kepera"atan Gangguan mo"ilitas 4ujuan : &isik sekunder


terpasang

Ja 0 Para3 Di ulai 1. pasien ke"utuhan mungkin. 2. sesuai kemampuan. 3. peningkatan . H"ser)asi 3. peningkatan # perkem"angan skala 3,/ lansia. 6eri penghargaan atas apa yang "isa dilakukan oleh pasien. $. 3. ,ekatkan "arang R "arang yang sering digunakan dan di"utuhkan pasien. $. kemudahan "agi melakukan 3,/ -em"eri pasien dalam . penghargaan pada pasien. ,orong pasien untuk melakukan 3,/ 2. 3,/ mandiri. -emantau perkem"angan skala 3,/ lansia -em"eri -em"eri moti)asi pada klien untuk melakukan dalam 3,/ ke"utuhan dapat 6antu memenuhi seminimal 1. klien 3,/. dalam memenuhi -em"antu ke"utuhan

Ja 0 Para3 Di,entikan

"erhu"ungan 1etelah dilakukan tindakan terhadap 3,/


traksi

dengan "ed rest di 44 keperawatan( pasien

yang meningkat pemenuhannya

ditandai dengan pasien

mengatakan makan J

untuk Kriteria 5asil : minum( 1. 4erdapat 2. Klien mengatakan dapat melakukan mandiri akti)itas skala 3,/ lansia

"erpakaian( mandi( ke G2 dan "eralih posisi harus di"antu( pasien "ed rest di 44( pasien terpasang traksi pada kaki kanan( dalam 3,/( melakukan

pasien harus di"antu.

No

1asala, Kola&orati3 0

Tujuan > Kriteria 6asil

Ren2ana

Rasional

Tanggal0

Tanggal0

3.

Diagnosa Kepera"atan 0K 5iperglikemia 4ujuan : "erhu"ungan masuk pasien "adan sel dengan 0erawat akan menangani menurun terjadinya hiperglikemi glukosa dalam darah dan meminimalkan yang ditandai dengan mengatakan Kriteria 5asil : lemes( pasien riwayat 2. G, 2 I00 W 1 ; mg#dl. 3. 4idak terjadi tanda R tanda hiperglikemi + penurunan kesadaran( keringat dingin( kesemutan . 1. G,0 dan G,1 ?% R 11; mg#dl.

Ja 0 Para3 Di ulai 1. 0antau tanda dan gejala ,K3 +G, F 3;; mg # dl( a!eton darah positi&( "au napas keton( hipotensi( Ea( K menurun(( takikardi . 2. dehidrasi. 3. 0antau status neurologis pasien. . 0antau status hidrasi pasien( tanda R tanda 3. *luktuasi kadar glukosa( asidosis dan keadaan !airan dapat mempengaruhi &ungsi neurologis karena sirkulasi yang tidak adekuat. 2. -en!egah hidrasi "erle"ihan # kekurangan hidrasi. 1. 6ila insulin tidak tersedia( glukosa darah akan meningkat dan tu"uh akan memeta"olisme lemak untuk ke"utuhan energi dan menghasilkan "enda R "enda keton.

Ja 0 Para3 Di,entikan

mengatakan mempunyai ken!ing manis tetapi tidak rutin minum o"at ataupun kontrol( G,1 : 328 mg#dl

,ehidrasi "erat menye"a"kan penurunan !urah . 0antau jantung dan terjadi )asokontriksi se"agai kompensasi tu"uh. sirkulasi pasien. $. -em"antu memenuhi ke"utuhan meta"olisme glukosa( mengontrol kadar glukosa yang tidak sta"il. $. Kola"oras %. -emenuhi de&isiensi ke"utuhan hormon insulin i dalam pem"erian o"at anti untuk keseim"angan meta"olisme dia"etik + H3, . tu"uh. %. Kola"oras

i dalam pem"erian terapi insulin.

D. I1P%E1ENTA7I TGA%! JA1 DIAGNO7A ;? R 9 R 2;;9 1 1; am 11 am 11 am 11 am 11 am 12 am 1. 2. 3. . $. %.

I1P%E1ENTA7I -engkaji perkem"angan skala nyeri. -engukur 44D + 0( E( 4, . -enganjurkan pasien untuk menggunakan tehnik distraksi#relaksasi na&as dalam -em"eri posisi yang nyaman "agi pasien dengan posisi tidur terlentang. -engo"ser)asi K< pasien dan posisi traksi. 6erkola"orasi dalam pem"erian terapi analgesik : 0ara!etamol $;; mg *leLasure !ream

;? R 9 R 2;;9 1; am 1;.3; am

2 1. memenuhi mungkin. 2. "arang yang -endekatkan "arang R sering digunakan dan di"utuhkan pasien + gelas tempat minum( "el pemanggil perawat . 3. . lansia. $. -em"eri penghargaan atas apa yang "isa dilakukan oleh pasien. -endorong -engo"ser)asi peningkatan # perkem"angan skala 3,/ pasien -em"antu pasien dalam ke"utuhan 3,/ seminimal

11 am 12 am 12 am

untuk melakukan 3,/ sesuai kemampuan.

;? R 9 R 2;;9 1; am

3 1. gejala ,K3 -emantau tanda dan +G, F 3;; mg # dl( a!eton

darah positi&( "au napas keton( hipotensi( Ea( 1; am 2. 1; am 1; am 12 am . 12 am $. $ pasien. 6erkola"orasi dalam 3. neurologis pasien. -emantau sirkulasi K menurun(( takikardi . -emantau status hidrasi pasien( tanda R tanda dehidrasi. -emantau status

TGA%! JA1

DIAGNO7A

I1P%E1ENTA7I pem"erian o"at anti dia"etik + H3, . : Glu!o"ay $; mg %. malam Eo)orapid % unit 12 4id 6erkola"orasi pem"erian terapi insulin : /e)emir dalam unit 12

;8 R 9 R 2;;9 9 am 9 am 1; am 1; am 11 am 12 am

1 1. 2. 4, . 3. untuk . terlentang. $. %. $;; mg *leLasure !ream -engo"ser)asi pasien dan posisi traksi. 6erkola"orasi dalam pem"erian terapi analgesik : 0ara!etamol K< -enganjurkan menggunakan distraksi#relaksasi na&as dalam -em"eri posisi yang nyaman "agi pasien dengan posisi tidur pasien tehnik -engkaji perkem"angan skala nyeri. -engukur 44D + 0( E(

;8 R 9 R 2;;9 9 am 9 am

2 1. memenuhi mungkin. 2. "arang yang -endekatkan "arang R sering digunakan dan di"utuhkan pasien + gelas tempat minum( "el pemanggil perawat . 3. . lansia. $. -em"eri penghargaan atas apa yang "isa dilakukan oleh pasien. -endorong -engo"ser)asi peningkatan # perkem"angan skala 3,/ pasien -em"antu pasien dalam ke"utuhan 3,/ seminimal

9 am 11 am 12 am

untuk melakukan 3,/ sesuai kemampuan.

;8 R 9 R 2;;9

3 %

TGA%! JA1 9 am

DIAGNO7A 1.

I1P%E1ENTA7I -emantau gejala ,K3

tanda

dan

+G, F 3;; mg # dl( a!eton

darah positi&( "au napas keton( hipotensi( Ea( 1; am 2. 1; am 1; am 12 am . 12 am $. Glu!o"ay $; mg %. malam Eo)orapid % unit 12 4id 6erkola"orasi pem"erian terapi insulin : /e)emir dalam unit 12 pasien. 6erkola"orasi dalam pem"erian o"at anti dia"etik + H3, . : 3. neurologis pasien. -emantau sirkulasi K menurun(( takikardi . -emantau status hidrasi pasien( tanda R tanda dehidrasi. -emantau status

E. E<A%UA7I Tanggal! Ja ;? R 9 R 2;;9 12 am

Diagnosa 1

E8aluasi 1: 0asien mengatakan nyeri pada paha kanan sampai kedua lutut "elum "erkurang dengan skala nyeri % H: K< pasien lemah 1kala nyeri % 4, : 13; R 9; mm5g 0 : 9% L#mnt

3 : 4ujuan "elum ter!apai ;? R 9 R 2;;9 12 am 2 0 : 9en!ana tindakan no 1 R % dipertahankan 1: 0asien mengatakan "elum "isa

melakukan semua akti)itas sendiri karena masih harus "er"aring di 44( "adan lemes dan kaki sakit H: ? 1kala 3,/ :

Tanggal! Ja

Diagnosa -andi 6erpakaian Ke G2 0indah 3m"ulasi

E8aluasi : ,engan "antuan : ,engan "antuan : ,engan "antuan : ,engan "antuan : ,engan "antuan

-akan J minum : ,engan "antuan

3 : 4ujuan "elum ter!apai ;? R 9 R 2;;9 12 am 3 0 : 9en!ana tindakan no 1 R $ dipertahankan 1 : ' H: 1. 2. 3. . $. %. lem"a" ?. 8. 1. R 11; mg#dl. 2. R tanda hiperglikemi + penurunan kesadaran( keringat dingin( kesemutan . 0 : 9en!ana tindakan keperawatan no 1 R % dilanjutkan. ;8 R 9 R 2;;9 12 am 1 1: 0asien mengatakan nyeri pada paha kanan sampai kedua lutut sudah "erkurang dengan skala nyeri H: K< pasien lemah 1kala nyeri 4, : 13; R 8; mm5g 0 : 9% L#mnt 4idak terjadi tanda ID Eormal 1alin $;; !! O 8 Iam Kesadaran pasien !omposmentis G,0 dan G,1 ?% G,0 12$ mg#dl 4, : 13;#9; mm5g 0 : 9%L#mnt 6au na&as tidak "er"au keton. G, 2 I00 :1?$ mg # dl 4urgor kulit "aik( mukosa mulut

3 : 4ujuan "elum ter!apai

3 : 4ujuan ter!apai se"agian 8

Tanggal! Ja ;8 R 9 R 2;;9 12 am

Diagnosa 2

E8aluasi 0 : 9en!ana tindakan no 1 R % dipertahankan 1: 0asien mengatakan "elum "isa melakukan semua akti)itas sendiri karena masih harus "er"aring di 44( "adan lemes dan kaki kadang masih sakit H: 1kala 3,/ : -andi 6erpakaian Ke G2 0indah 3m"ulasi : ,engan "antuan : ,engan "antuan : ,engan "antuan : ,engan "antuan : ,engan "antuan -akan J minum : ,engan "antuan

3 : 4ujuan "elum ter!apai ;8 R 9 R 2;;9 12 am 3 0 : 9en!ana tindakan no 1 R $ dipertahankan 1 : ' H: 3. R 11; mg#dl. . R tanda hiperglikemi + penurunan kesadaran( keringat dingin( kesemutan . 0 : 9en!ana tindakan keperawatan no 1 R % dilanjutkan. 4idak terjadi tanda G,0 28; mg#dl 4, : 13;#8; mm5g 0 : 9%L#mnt 6au na&as tidak "er"au keton. G, 2 I00 :3;$ mg # dl 4urgor kulit "aik( mukosa mulut lem"a" ID Eormal 1alin $;; !! O 8 Iam Kesadaran pasien !omposmentis G,0 dan G,1 ?%

3 : 4ujuan "elum ter!apai

DA.TAR PU7TAKA 6runner J 1uddarth. +199?.. Keperawatan Medical Bedah. Volu e !. Iakarta : >G2 ,oengoes( -arilyn >. +2;;;.( Rencana A"uhan Keperawatan# pedo an untu$ perencanaan dan pendo$u enta"ian perawatan pa"ien, >G2( Iakarta. 5udak and Gallo( +199 .( Critical Care Nur"in%# A &oli"tic Approach! I6 /ippin!ott !ompany( 0hiladelpia. Eoer( 1yai&oellah( 0ro&.( dr.( 5.-. +199%.. Il u Pen'a$it (ala # )ilid * +Edi"i ,- . Iakarta : 6alai 0ener"it *K<I. Eugroho( Gahyudi. +2;;;.. Keperawatan Geronti$. >disi: 2. Iakarta: >G2. 0arsudi( Imam 3. +1999.. Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Iakarta: *K<I 0ri!e( 1yl)ia 3ndrson. +199$.. Patofisiologi !onsep !linis proses"proses pen#a!it pathoph#siologi $lini$al $on$ept of disease pro$esses. 3lih 6ahasa: 0eter 3nugrah. >disi: . Iakarta: >G2 $;

1uddarth ,oris 1mith( +1991.( .he lippincott Manual o/ Nur"in% Practice, fifth edition! I6 /ippin!ott 2ompany( 0hiladelphia. 1oeparman. +2;;1.. Il u Pen'a$it (ala # )ilid II# Edi"i , . Iakarta : 6alai 0ener"it *K<I.

$1

DA.TAR PU7TAKA ,oenges( -arilyn >. +1999.. 9en!ana 3suhan Keperawatan: pedoman untuk peren!anaan dan pendokumentasian perawatan pasien. 3lih 6ahasa: I -ade Kariasa( Ei made 1umarwati. >disi: 3. Iakrta: >G2. >nggram( 6ar"ara. +1998.. 9en!ana 3suhan Keperawatan Eugroho( Gahyudi. +2;;;.. Keperawatan Gerontik. >disi: 2. Iakarta: >G2. 0arsudi( Imam 3. +1999.. Geriatri +Ilmu Kesehatan <sia /anjut.. Iakarta: *K<I 0ri!e( 1yl)ia 3ndrson. +199$.. 0ato&isiologi: konsep klinis proses'proses penyakit: pathophysiologi !lini!al !on!ept o& disease pro!esses. 3lih 6ahasa: 0eter 3nugrah. >disi: . Iakarta: >G2 1melt=er( 1u=anne 2. +2;;1.. 6uku 3jar Keperawatan -edikal'6edah 6runner J 1uddart. 3lih 6hasa: 3gung Galuyo. >disi: 8. Iakarta: >G2. 4essy 3gus( 3rdaya( 1uwanto. +2;;1.. 6uku 3jar Ilmu 0enyakit ,alam: In&eksi 1aluran Kemih. >disi: 3. Iakarta: *K<I.

$2