Anda di halaman 1dari 8

Creep (Mulur)

Material sering ditempatkan dalam layanan pada suhu yang ditinggikan (> 0,4 Tm) dan terkena tekanan mekanis statis. Contohnya adalah turbin rotor dalam mesin jet dan generator uap yang mengalami tekanan sentrifugal dan garis tekanan uap yang tinggi. Creep (mulur) adalah deformasi permanen dari material ketika mengalami beban konstan atau tekanan pada waktu tertentu.

Creep (Mulur)
Sebuah uji mulur (creep) umumnya terdiri dari memperlakukan benda uji untuk beban konstan atau tekanan dengan tetap menjaga suhu konstan. Setelah pembebanan, terjadi deformasi elastis secara instan. Kurva creep (mulur) yang dihasilkan terdiri dari 3 daerah: Mulur utama atau sementara (primary atau transient creep), menyesuaikan dengan tingkat mulur (laju mulur dapat dikurangyi); Mulur kedua atau tambahan (secondary creep ) kondisi stabil laju creep konstan, wilayah cukup linear (pengerasan regangan dan tahap pemulihan); Mulur ketiga (tertiary creep), terjadi percepatan laju regangan sampai pecah (pemisahan batas butir, pembentukan retakan internal, rongga dan celah).

Perbandingan regangan mulur dengan waktu pada beban konstan dan suhu yang ditinggikan secara konstan. Tingkat mulur minimum (pada kondisi stabil laju mulur), adalah kemiringan dari garis linear di wilayah sekunder. Pecahnya masa pakai tr adalah total waktu untuk pecah.
2

Mulur
Contoh deformasi pada tekanan konstan (s) dibandingkan dengan waktu ,

Primary Creep: kemiringan (laju mulur) menurun thdp waktu. Secondary Creep: kondisi stabil, contoh: kemiringan konstan. Tertiary Creep: kemiringan (laju mulur) meningkat thdp waktu, contoh: laju percepatan.
3

Kerusakan Mulur

Mulur

Ketergantungan laju regangan mulur pada tekanan; tekanan dibandingkan dengan masa pakai untuk pecah sebuah paduan karbon-nikel rendah pada suhu 3.
5

Secondary Creep
Laju regangan konstan, denganT, Laju regangan meningkat lebih tinggi dariT, Pengerasan regangan yang seimbang dengan pemulihan
Pangkat tekanan (parameter material) Energi aktif untuk mulur (material parameter)
200 100 40 20 649 Stress (MPa) 427 538

Qc n s K 2 exp RT
Kontanta material Tekanan yang diterapkan

Laju regangan

10
10-2 10-1 1 Steady state creep rate S (%/1000 hr)
6

Kesimpulan

Material/bahan teknik tidak dapat mencapai kekuatan teoritis. Kesalahan (cacat) menghasilkan konsentrasi tekanan yang menyebabkan kerusakan dini.
Sudut yang tajam menghasilkan konsentrasi tekanan yang besar dan kerusakan dini.

Jenis kerusakan tergantung pada T dan tekanan: Untuk tidak ada siklus dan T < 0.4Tm , tekanan kerusakan menurun dengan : Bertambahnya ukuran maksimum kesalahan (cacat), Menurunnya T , Meningkatnya laju pembebenan.

Untuk siklus : Siklus yang gagal menurun sejumlah kenaikan. Untuk T lebih besar (T > 0.4 Tm ) : Waktu untuk gagal menurun sejumlah atau kenaikan T.
7