Anda di halaman 1dari 1

A. Fluoxetin 1. Farmakokinetik Fluoxetin merupakan obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Fluoxetin memiliki waktu paruh yang terpanjang, dua sampai tiga hari. Metabolit aktifnya memiliki waktu paruh tujuh sampai sembilan hari. Obat ini diabsorpsi baik setelah pemberian oral dan memiliki efek puncaknya dalam rentang empat sampai delapan jam. Obat ini dimetabolisme oleh hati. Fluoxetin dimetabolisme di hati oleh P450IID6, suatu subtipe enzim yang spesifik, yang mengindikasikan bahwa klinisi harus berhati-hati dalam pemberian bersama obat lain yang juga dimetabolisme oleh P450IID6. Pada umumnya, makanan tidak memiliki efek yang besar pada absorpsi obat. Pemberian SSRI dengan makanan sering menurunkan insidensi gejala mual dan diare yang sering berhubungan dengan pemakaian SSRI (Katzung, 2010).

2. Farmakodinamik Obat ini memiliki aktivitas spesifik dalam menginhibisi ambilan kembali serotonin (serotonin reuptake) tanpa efek pada ambilan kembali norepinefrin dan dopamin. Obat ini juga tidak memiliki sama sekali aktivitas agonis dan antagonis pada tiap reseptor neurotransmiter. Tidak adanya aktivitas pada reseptor antikolinergik, antihistaminergik, dan anti-adrenergik-1 adalah dasar

farmakologis untuk rendahnya insidensi efek samping yang terlihat pada pemberian SSRI (Katzung, 2010).