Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PENDAHULUAN OSEANOGRAFI FISIKA MODUL III GELOMBANG

Oleh: Senopati Satya Suprapto 26020210130114

LABORATORIUM OSEANOGRAFI FISIKA PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

Soal 1. Jelaskan pengertian gelombang!( 3 refernsi) 2. Gambar, sebut dan jelaskan parameter-parameter gelombang! 3. Jelaskan mengenai gerak partikel geombang di setiap tipe peraiaran, beserta gambarnya! 4. Jelaskan bagaimana mekanisme terbentuknya gelombang oleh angin! 5. Sebut dan jelaskan klasifikasi gelombang berdasar kedalaman relatif! 6. Sebut dan jelaskan klasifikasi gelombang berdasar periodenya! 7. Turunkan rumus persamaan disperse gelombang hingga didapat rumus kecepatan rambat gelombang! 8. Jelaskan pendekatan hiperbolik dari persamaan rumus tersebut, disertai gambar! 9. Hitung nilai dari Lo D/Lo Tipe gelombang L (m) C (m/s) Cg (m/s) H (m) E(j) P (J m/s)

Jika diketahui : Ho : 1.045 D To :4 : 12

10. Sebut dan jelaskan tentang deformasi gelombang!

Jawab 1. deretan pulsa-pulsa yang berurutan yang terlihat sebagai perubahan ketinggian permukaan air laut, dari elevasi maximum ke minimum disebut Gelombang. (Modul praktikum) Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. (Wikipedia, 2011) Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. (Anonim, 2011).

2. Parameter tinggi gelombang Tinggi gelombang sangat ditentukan oleh kecepatan angin yang sangat besar. Parameter periode gelombang Parameter refraksi gelombang Refraksi gelombang lebih dari 50 berarti gelombang yang terjadi sejajar dengan pantai. Refraksi gelombang akan mempengaruhi arah gelombang, tinggi gelombang, dan distribusi energi gelombang. (Anonim, 2011)

3. Ada beberapa macam tipe-tipe gelombang,yaitu: a. Teori Gelombang Amplitudo Kecil Teori ini dapat digunakan untuk menganalisa gerakan gelombang, gelombang-gelombang menjalar tanpa terjadi deformasi dan baik profile permukaan maupun kecepatan partikel air membentuk sinusoidal. persamaan Laplace berikut ini : (2/x2) + (2/z2) = 0 ..(1.1) Jika arah perambatan gelombang ke arah sumbu x, maka besarnya potensial kecepatan dan profil gelombang diberikan oleh persamaan berikut : = (acosh k(h+z)/ksinh kh) sin k(x-ct)..(1.2) = acos k(x-ct)..(1.3) dimana : a = amplitude gelombang (a=H/2) H = tinggi gelombang (meter) = frequensi angular, = 2/T = profil gelombang k = angka gelombang (k=2/L) L = panjang gelombang (meter) c = celerity gelombang (c=L/T) T = periode gelombang (detik) B. Teori Gelombang Amplitudo Hingga Gelombang amplitude hingga mempunyai bentuk tetap dan gelombang ini secara periodik menjalar dalam air pada kedalaman uniform dengan tanpa terdeformasi. C. Teori Gelombang Cnoidal Teori gelombang perairan dangkal umumnya berdasarkan penelitian yang dilakukan Kortweg dan De Vries (1895), yang biasanya disebutteori gelombang cnoidal. Teori cnoidal sudah mencakup fungsi elliptic jacobian, dinyatakan sebagai Cn, sehingga nama cnoidal dipakai untuk nama teori gelombang ini. Penggunaan secara luas dari teori cnoidal banyak digunakan untuk pendekatan gelombang orde pertama, tetapi dapat dijelaskan sebagai finite height wave pada perairan dangkal.

D. Teori Gelombang Solitary Gelombang solitary adalah gelombang yang mempunyai displacement permukaan yang secara lengkap berada diatas SWL. Karena itu, gelombang solitary hanya mempunyai puncak gelombang. Dalam pembahasan masalah gelombang yang mempunyai gerakan oscillatory sebagaimana gerakan partikel-partikel air dalam orbitnya (http://www.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2011/04/8.-Syawaluddin-Vol.18-No.2.pdf)

4. Gelombang terjadi karena hembusan angin secara teratur, terusmenerus, di atas permukaan air laut. Hembusan angin yang demikian akan membentuk riak permukaan, yang bergerak kira-kira searah dengan hembusan angin. Bila angin masih terus berhembus dalam waktu yang cukup panjang dan meliputi jarak permukaan laut (fetch)yang cukup besar, maka riak air akan tumbuh menjadi gelombang. Kemudian gelombang itu akan mengalami titik jenuh dan akan pecah menjadi tenang kembali. 5. a. d/L < 0,05 adalah gelombang perairan dangkal Di perairan dangkal pengaruh dasar laut sangat besar. Gerak orbital dari partikel air yang ada pada perairan dalam berupa lingkaran-lingkaran,disini sudah berupa elips yang tipis. b. 0,05 < d/L < 0,5 adalah gelombang perairan menengah Untuk perairan menengah dan dangkal,kecepatan gelombang berkurang seiring dengan berkurangnya kedalaman perairan. c. d/L . 0,5 adalah gelombang perairan dalam (gelombang pendek) Dalam penjalaran gelombang ini belum berpengaruh oleh dasar laut,sehingga gelombang. belum terjadi perubahan pada parameter

6. Gelombang Kapiler Gelombang Ultra Gravitasi

: <0,1 detik : 0,1 1 detik

Gelombang Gravitasi Gelombang Infra Gravitasi Gelombang Periode Panjang Gelombang Pasang Surut Gelombang Trans Tidal 7. 2 = gk tanh kd Dimana : 2 = frekuensi sudut g tanh k d = percepatan gravitasi = tan hiperbolik = bilangan = kedalaman perairan C C C = = 8. = ;C= = =
2

: 1 30 detik : 30 detik 5 menit : 5 menit 12 jam : 12 24 jam : 24 jam

(Persamaan Kecepatan Gelombang)

Gelombang Perairan Dangkal C C2 = =

tanh kd (nilai tanh pada perairan dangkal = 1 ) C2 = C2 C= C2 = tanh kd k d (nilai k dicoret) =

C2 = C = Gelombang Perairan Menengah C=

.1 =

Jika pendekatan hiperbolik masuk dalam persamaan dispersi : *jika laut dalam Co2 = Co = = 2

9. a. Lo = = = = 449,4267516 b. d/Lo = = 8,9 x 10-3 c. d/L = d. Penentuan Tipe Gelombang e. Kecepatan Rambat Gelombang ( C ) f. Kecepatan Grup Gelombang ( Cg ) g. Tinggi gelombang ( H ) h. Energi Gelombang ( E ) i. Fluks energi ( P ) = E.Cg

10. Deformasi gelombang adalah Perubahan bentuk gelombang yang disebabkan 2 proses yaitu refraksi(perubahan bentuk gelombang karena profil pantai) dan difraksi (perubahan bentuk gelombang karena adanya bangunan pantai atau pulau.

DAFTAR PUSTAKA (Modul praktikum) (Wikipedia, 2011) (Anonim, 2011). (http://www.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2011/04/8.-Syawaluddin-Vol.18No.2.pdf)