Anda di halaman 1dari 8

LO 3.

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan peran dokter gigi keluarga dalam pelayanan kesehatan Dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku professional dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dari keluarga binaannya dengan menyelenggarakan upaya kesehatan gigi dasar paripurna dengan pendekatan holistik dan kesisteman serta proaktif dalam antisipasi dan pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi keluarga yang memilihnya sebagai mitra utama pemeliharaan kesehatan gigi. Dokter gigi keluarga selaku pemberi pelayanan dituntut untuk memenuhi beberapa prinsip pelayanan kedokteran gigi keluarga yang merupakan landasan berpikir dan bertindak yang profesional. Prinsip pelayanan yang dimaksud adalah: a) Dokter gigi selaku kontak pertama (first contact), dimana dokter gigi adalah pemberi layanan kesehatan yang pertama kali ditemui pasien dalam menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut. b) Layanan bersifat pribadi (personal care), yaitu dokter gigi memberikan pelayanan perorangan dengan memperhatikan bahwa setiap orang merupakan bagian dari keluarganya. Adanya hubungan yang baik antara dokter gigi dengan pasien dan keluarganya memberikan peluang bagi dokter gigi untuk memahami masalah pasien secara luas c) Pelayanan bersifat paripurna (comprehensive), dimana pelayanan dokter gigi keluarga bersifat menyeluruh dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif). d) Paradigma sehat, yaitu dokter gigi mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. e) Pelayanan berkesinambungan (continuous care) yang berpusat pada pasien dan dilandasi oleh hubungan jangka panjang antara dokter gigi keluarga dan pasiennya dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan dalam beberapa tahap kehidupan pasien. f) Koordinasi dan kolaborasi, dimana dalam upaya mengatasi masalah pasiennya, dokter gigi keluarga perlu berkonsultasi dengan disiplin lain, merujuk ke spesialis, dan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya pada pasien. g) Family and community oriented, yaitu dokter gigi keluarga mempertimbangkan kondisi si pasien terhadap keluarga tanpa mengesampingkan pengaruh lingkungan sosial dan budaya tempat pasien tinggal dan bekerja dalam mengatasi masalah pasiennya. Dokter gigi keluarga memiliki karakteristik tertentu, yaitu: a) Berorientasi pada pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan

b) Memanfaatkan pendekatan menyeluruh, berorientasi pada pasien dan keluarganya dalam menyelenggarakan setiap pelayanan kesehatan c) Mempunyai kemampuan dan keterampilan diagnosa serta kemampuan merujuk yang handal disertai pengetahuan epidemiologi untuk menemukan pola penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat, dan juga dapat mengelola berbagai penyakit gigi mulut secara komprehensif d) Memiliki pengetahuan tentang hubungan timbal balik faktor biologis, sosial, dan emosional dengan penyakit yang dihadapi, serta menguasai teknik pemecahan masalah untuk mengatasi berbagai penyakit gigi dan mulut. Manfaat pelayanan kedokteran gigi keluarga ialah: a) Terpenuhinya berbagai kebutuhan dan tuntutan layanan kesehatan gigi. Pada pelayanan ini tersedia semua jenis pelayanan kedokteran gigi yang dapat dipenuhi berbagai kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien beserta keluarganya. b) Memudahkan pemanfaatan pelayanan kesehatan Pada pelayanan ini tersedia semua jenis pelayanan kedokteran gigi yang menyebabkan pemanfaatan pelayanan akan lebih mudah dilakukan. c) Biaya kesehatan akan lebih terkendali Diselenggarakan secara terpadu , menyebabkan kemungkinan terjadinya tumpang tindih pelayanan kedokteran gigi sangat berkurang. d) Mutu pelayanan akan meningkat Perhatian utama pelayanan ini ialah pasien sebagai manusia seutuhnya, dimana pendekatan bersifat holistik, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah kesehatan yang ditemukan, sehingga tercipta kepuasan klien. e) Bagi penyelenggara pelayanan: kedokteran gigi keluarga merupakan alternatif lahan praktik dan penghasilan. Ada kepastian biaya pelayanan kesehatan gigi sehingga dokter gigi keluarga dapat merencanakan pelayanan kesehatan pesertanya. Tugas dokter gigi keluarga meliputi: 1) Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan, 2) Mendiagnosis dan memberikan terapi secara cepat dan tepat, 3) Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit, 4) Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya, 5) Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan rehabilitasi, 6) Menangani penyakit akut dan kronik, 7) Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke rumah sakit, 8) Tetap bertanggungjawab atas pasien yang dirujukan ke dokter spesialis atau dirawat di RS,

9) Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan, 10) Bertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya, 11) Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien, 12) Menyelenggarakan rekam medis yang memenuhi standar, 13) Melakukan penelitian untuk mengembangkan ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran keluarga secara khusus. Wewenang dokter gigi keluarga antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Menyelenggarakan rekam medis yang memenuhi standar, Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat, Melaksanakan tindak pencegahan penyakit, Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer, Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal, Melakukan tindak prabedah, bedah minor, atau rawat pascabedah di unit pelayanan primer, 7) Melakukan perawatan sementara, 8) Menerbitkan surat keterangan medis, 9) Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat inap, 10) Memberikan perawatan dirumah untuk keadaan khusus. Pelayanan kedokteran gigi dokter gigi meliputi: a. Pelayanan darurat (basic emergency care), terdiri dari: Basic life support atau pertolongan pertama pada keadaan darurat dan gawat darurat, untuk selanjutnya dirujuk bila diperlukan Mengurangi rasa sakit dan atau eliminasi infeksi atau pertolongan pertama pada gigi/mulut karena penyakit/cedera Reposisi dislokasi sendi rahang Replantasi gigi Penyesuaian oklusi (akut) b. Pelayanan pencegahan (preventive care) Pendidikan kesehatan gigi (individu/kelompok) Menghilangkan bad habit Tindakan perlindungan khusus Tindakan penanganan dini Member advokasi untuk menanggulangi kelainan saliva dan masalah nutrisi c. Pelayanan medik gigi dasar (simple care) Tumpatan gigi (GIC/komposit resin/tumpatan kombinasi) Ekstraksi gigi (persistensi gigi sulung/gigi tetap karena penyakit/keperluan ortodonti/pencabutan serial gigi sulung)

Perawatan pulpa (pulp capping/pulpotomi/PSA gigi anterior) Perawatan/pengobatan abses Penanganan dry socket Mengobati ulkus rekuren Pengelolaan halitosis d. Pelayanan medik gigi khusus (moderate care) Konservasi gigi Periodonti Pedodonti Bedah mulut Ortodonti Prostodonti Oral medicine

LO 4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan manajemen sumber daya manusia dan manajemen logistik A. Manajemen sumber daya manusia Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur dan memanfaatkan manusia sebagai kekayaan organisasi dalam hubungan dan peran dalam bekerja untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Peranan manajemen sumber daya mencakup: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Penetapan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja Pengadaan, penempatan, pengorganisasian tenaga kerja Menetapkan tugas, karir, dan pengembangan tenaga kerja Melakukan promosi, demosi, rotasi, dan pendidikan pelatihan tenaga kerja Membuat peramalan situasi ketenagakerjaan di masa mendatang Membuat penilaian, penghargaan, dan imbalan jasa tenaga kerja Mengatur pensiun, pemberhentian, penambahan, dan pesangon Mengikuti perkembangan teknologi kerja dan undang-undang tenaga kerja

Perencanaan sumber daya manusia yang baik hanya dapat dilakukan jika telah terdapat informasi yang jelas dan lengkap mengenai analisis jabatan, uraian tugas, spesifikasi tugas, analisis beban, dan analisis risiko tugas. Sebagai tindak lanjut realisasi perencanaan sumber daya manusia diadakan penilaian terhadap sumber daya manusia, dengan tujuan sebagai berikut: 1) Mengetahui prestasi kerja atau kinerja karyawan 2) Penetapan besaran kompensasi 3) Mengetahui kreatifitas dan perilaku kerja

4) Pertimbangan kebijakan personalia 5) Mengetahui tingkat kerjasama dalam pencapaian tujuan Faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang ialah: a. Faktor individu Faktor individu adalah mengenai kemampuan atau kompetensi sumber daya manusianya meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, pengalaman kerja, dan keterampilan. b. Faktor psikososial Faktor psikososial ini meliputi motivasi dan kepatuhan dalam bekerja. Motivasi bertujuan mengarahkan daya dan potensi bawahan agar dapat bekerja maksimal. Kepatuhan bekerja berkaitan dengan tingkatan seseorang dalam melaksanakan suatu perintah kerja. Kepatuhan petugas membantu organisasi dalam mewujudkan tujuannya. c. Faktor organisasi Manajemen organisasi seperti beban kerja, uraian tugas, kompensasi dan insentif, budaya terkait kerja kepemimpinan, serta pengawasan dan sanksi sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Kriteria penilaian kerja yang berlaku secara umum adalah: 1) Kualitas, yaitu tingkatan dimana proses kerja dan hasil pekerjaan diperoleh dengan sempurna, tampilan kerja secara ideal, dan sesuai tujuan organisasi. 2) Kuantitas, yaitu tingkatan dimana jumlah yang dihasilkan baik unit dan siklus pekerjaan lengkap dan sesuai standar. 3) Timeline, yaitu tingkatan dimana proses dan hasil kegiatan tepat waktu atau lebih awal. 4) Efektifitas biaya, yaitu tingkatan dimana pengukuran sumber daya manusia terorganisir dan optimal. 5) Kebutuhan supervisi, yaitu tingkatan dimana suatu fungsi kerja dapat mencegah terjadinya kesalahan dan kegagalan kerja. 6) Dampak hubungan interpersonal, tingkatan dimana kinerja mampu meningkatkan perasaan, penghargaan diri, keinginan, kepuasan kerja, serta meningkatkan kerjasama dan kekompakan.

Indikator kinerja yang baik adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Tidak melakukan cacat kerja (work defect) Tidak melakukan pengulangan pekerjaan (rework) Tidak melakukan pekerjaan yang terbuang, atau tidak terpakai (work scrap) Tidak ada item pekerjaan yang hilang atau tidak terdata dengan baik (lost item) Tidak menunda menyelesaikan pekerjaan (back logs) Tidak terlambat menyerahkan hasil kerja atau laporan pekerjaan (late deliveries)

7) Tidak melakukan pekerjaan sia-sia atau tidak dibutuhkan (surplus item) Penilaian kinerja dilakukan untuk: 1) 2) 3) 4) Perencanaan dan pengembangan karir Perbaikan dan peningkatan prestasi kerja karyawan Mencegah terjadinya kesalahan dan kegagalan kerja Mencari bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan personalia seperti mutasi, pelatihan, dan pemberhentian karyawan

Langkah-langkah dalam pengukuran kinerja karyawan: 1) Mendefinisikan pekerjaan artinya mencari kejelasan tugas yang diterima karyawan dan yang menjadi standar pekerjaan dari jabatan tersebut 2) Menilai kinerja dengan membandingkan antara penampilan kerja actual dan standar yang ditetapkan 3) Membuat sesi umpan balik, tentang alas an, harapan, pendapat karyawan, dan organisasi Langkah-langkah dalam penilaian kinerja: 1) Menetapkan strategi, dengan menetapkan criteria, waktu, identitas karyawan, dan alat ukur kinerja 2) Mengumpulkan data prestasi kerja karyawan 3) Menilai prestasi kerja bersama karyawan 4) Mengambil keputusan dan kesimpulan

B. Manajemen Logistik Logistik adalah proses pengelolaan yang strategis terhadap pemindahan dan penyimpanan strategis barang, suku cadang dan barang dari para suplier, diantara fasilitas-fasilitas perusahaan dan kepada para langganan. Fungsi - fungsi manajemen logistik antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan Fungsi penganggaran Fungsi pengadaan Fungsi penyimpanan dan penyaluran Fungsi pemeliharaan Fungsi penghapusan Fungsi pengendalian

Penjelasan

dari

masing-masing

fungsi

adalah

sebagai

berikut:

1) Fungsi perecanaan dan penentuan kebutuhan Fungsi perencanaan mencakup aktivitas dalam menetapkan sasaran-sasaran, pedomanpedoman, pengukuran penyelenggaran bidang logistik. Penentuan kebutuhan merupakan perincian (detailering) dari fungsi perencanaan, bilamana perlu semua faktor yang mempengaruhi penentuan kebutuhan harus diperhitungkan. 2) Fungsi penganggaran Fungsi penganggaran terdiri dari kegiatan dan usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala standar, yakni skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperhatikan pengarahan dan pembatasan yang berlaku. 3) Fungsi penyimpanan dan penyaluran Fungsi ini merupakan pelaksanaan, penerimaan, penyimpanan dan penyaluran perlengkapan yang telah diadakan melalui fungsi-fungsi terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada instansi-instansi pelaksana. 4) Fungsi pemeliharaan Fungsi pemeliharaan adalah usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna, dan daya hasil barang inventaris. 5) Fungsi penghapusan Fungsi penghapusan yaitu berupa kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha pembebasan barang dari pertangungjawaban yang berlaku. Dengan kata lain, fungsi penghapusan adalah usaha untuk menghapus kekayaan karena kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi, dinyatakan sudah tua dari segi ekonomis maupun teknis, kelebihan, hilang, dan karena hal-hal lain menurut peraturan perundangan-undangan yang berlaku. 6) Fungsi pengendalian Fungsi ini merupakan fungsi inti dari pengelolaan perlengkapan yang meliputi usaha untuk memonitor dan mengamankan keseluruhan pengelolaan logistik. Dalam fungsi ini di antaranya terdapat kegiatan-kegiatan pengendalian inventarisasi (inventory control) dan expenditing yang merupakan unsur-unsur utamanya. 7) Fungsi pengadaan

Fungsi ini untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam fungsi perencanaan, penentuan kebutuhan maupun penganggaran.