Anda di halaman 1dari 6

I.

Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sejarah Fotosintesis Sejarah Penemuan Fotosintesis Dalam sejarah, beberapa ahli telah melakukan penelitian yang berkaitan dengan fotosintesis, antara lain Engelmann, Hill, Ingenhousz, Sachs, dan Blackman. a. Ingenhousz Pada tahun 1770, Joseph Priestley seorang ahli kimia Inggris memperlihatkan bahwa tumbuhan mengeluarkan suatu gas yang dibutuhkan dalam pembakaran. Dia mendemonstrasikan hal ini dengan cara membakar lilin dalam suatu wadah tertutup sampai api mati. Lalu ia menyimpan setangkai tumbuhan mint dalam ruang tertutup itu dan dapat mempertahankan nyala api sampai beberapa hari. Meskipun Priestley tidak tahu jenis gas apa yang dikeluarkan tumbuhan, tetapi apa yang dilakukannya memperlihatkan bahwa tumbuhan menghasilkan oksigen ke udara. Pada tahun 1799, seorang dokter berkebangsaan Inggris bernama Jan Ingenhousz berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen (O2). la melakukan percobaan dengan tumbuhan air Hydrilla verticillata di bawah corong kaca bening terbalik yang dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla verticillata terkena cahaya matahari, maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi. Ternyata gas tersebut adalah oksigen. Beliau juga membuktikan bahwa cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis dan hanya tumbuhan hijau yang dapat melepaskan oksigen. b. Engelmann Pada tahun 1822 Engelmann berhasil membuktikan bahwa klorofil merupakan faktor yang harus ada dalam proses fotosintesis. la melakukan percobaan dengan ganggang hijau Spirogyra yang kloroplasnya berbentuk pita melingkar seperti spiral. Dalam percobaan tersebut ia mengamati bahwa hanya kloroplas yang terkena cahaya mataharilah yang mengeluarkan oksigen. Hal itu terbukti dari banyaknya bakteri aerob yang bergerombol di sekitar kloroplas yang terkena cahaya matahari. c. Sachs Pada tahun 1860, seorang ahli botani Jerman bernama Julius von Sachs berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum (zat tepung). Adanya zat tepung ini dapat dibuktikan dengan uji yodium, sehingga percobaan Sachs ini juga disebut uji yodium. d. Hill Theodore de Smussure, seorang ahli kimia dan fisiologi tumbuhan dari Swiss menunjukkan bahwa air diperlukan dalam proses fotosintesis. Temuan ini diteliti lebih lanjut sehingga pada tahun 1937 seorang dokter berkebangsaan Inggris bernama Robin Hill berhasil membuktikan bahwa cahaya matahari diperlukan untuk memecah air (H2O) menjadi hydrogen (H) dan oksigen (O2). Pemecahan ini disebut fotolisis. e. Blackman Pada tahun 1905 Blackman membuktikan bahwa perubahan karbon dioksida (CO2) menjadi glukosa (C6H12O6) berlangsung tanpa bantuan cahaya matahari. Peristiwa ini sering disebut sebagai reduksi karbon dioksida. Dengan demikian dalam fotosintesis ada dua macam reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Yang merupakan reaksi terang (reaksi Hill) adalah fotolisis, yang merupakan reaksi gelap (reaksi Blackman) adalah reduksi karbon dioksida. Gabungan antara reaksi terang dan reaksi gelap itulah yang kita kenal sekarang sebagai reaksi fotosintesis. Pada tahun 1940 Melvin Calvin dan timnya berhasil menemukan urutan reaksi/proses yang berlangsung pada reaksi gelap. Rangkaian reaksi itu selalu berulang terus menerus dan disebut siklus Calvin.

http://www.sanglahhospitalbali.com/v1/informasi.php?ID=21 Makhluk hidup yng melalukan fotosintesis

Fotosintesis adalah proses pembuatan energi atau zat makanan/glukosa yang berlangsung atas peran cahaya matahari (photo = cahaya, synthesis = proses pembuatan/pengolahan) dengan menggunakan zat hara/mineral, karbon dioksida dan air. Makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis adalah tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan di bumi karena hampir semua makhluk hidup bergantung pada energi yang dihasilkan oleh proses fotosintesis Fungsi Fotosintesis sebagai berikut:

1. Fungsi utama fotosintesis untuk memproduksi zat makanan berupa glukosa. Glukosa menjadi bahan bakar dasar pembangun zat makanan lainnya, yaitu lemak dan protein dalam tubuh tumbuhan. Zat-zat ini menjadi makanan bagi hewan maupun manusia. Oleh karena itu, kemampuan tumbuhan mengubah energi cahaya (sinar matahari) menjadi energi kimia (zat makanan) selalu menjadi mata rantai makanan. 2. Fotosintesis membantu membersihkan udara, yaitu mengurangi kadar CO2 (karbon dioksida) di udara karena CO2 adalah bahan baku dalam proses fotosintesis. Sebagai hasil akhirnya, selain zat makanan adalah O2 (Oksigen) yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan. 3. Kemampuan tumbuhan berfotosintesis selama masa hidupnya menyebabkan sisa-sisa tumbuhan yang hidup masa lalu tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun menjadi batubara menjadi salah satu sumber energi saat ini. Proses Fotosintesis Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula danoksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan glukosa:

Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan

dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida,air,danenergikimia. http://biologirendy.blogspot.com/2012/07/pengertian-dan-proses-fotosintesis_31.html 1.2. Tujuan Praktikum Tujuan Praktikum adalah mengamati proses fotosintesis dan pengaruh intensitas cahaya terhadap fotosintesis. II. Tinjauan Pustaka 2.1. Proses fotosintesis reaksi terang dan reaksi gelap Pada reaksi terang, energi yang berasal dari matahari ( energi cahaya) akan diserap oleh klorofil dan diubah menjadi energi kimia (untuk mensintesis NADPH dan ATP) di dalam kloroplas. Reaksi terang terjadi di dalam grana. Salah satu pigmen yang berperan secara langsung dalam reaksi terang adalah klorofil a. Di dalam membran tilakoid, klorofil bersamasama dengan protein dan molekul organik berukuran kecil lainnya membentuk susunan yang disebut fotosistem. Beberapa ratus klorofil a, klorofil b, dan karotenoid membentuk suatu kumpulan sebagai pengumpul cahaya yang disebut kompleks antena. Sebelum sampai ke pusat reaksi, energi dari partikel-partikel cahaya (foton) akan dipindahkan dari satu molekul pigmen ke molekul pigmen yang lain. Pusat reaksi merupakan molekul klorofil pada fotosistem, yang berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi kimiawi (reaksi cahaya) fotosintesis pertama kalinya. Bahan-bahan yang dihasilkan dari reaksi terang akan digunakan dalam siklus Calvin. ATP digunakan sebagai sumber energi dan NADPH sebagai tenaga pereduksi untuk penambahan elektron berenergi tinggi. Siklus Calvin terjadi pada bagian kloroplas yaitu stroma. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/11/proses-fotosintesis-pada-tumbuhan-reaksi-gelapterang.html 2.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis Fotosintesis merupakan proses penyusunan senyawa organik dari bahan-bahan anorganik yang terjadi di klorofil daun dengan menggunakan energi utama dari cahaya matahari. Fotosintesis tidak berlangsung konstan. Untuk setiap jenis tanaman, laju fotosintesis tidaklah sama. Bahkan untuk tanaman yang sama, laju fotosintesis dapat berbeda ketika berada di dalam lingkungan yang berbeda. Secara umum, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan perbedaan laju fotosintesis. Yang pertama dari faktor tanaman dan dari faktor lingkungan. Faktor tanaman meliputi genetis tanaman, umur daun dan klorofil, serta tahanan stomata daun. Faktor lingkungan yang utama adalah cahaya matahari, karbondioksida, dan air. 1. Faktor genetis tanaman Secara genetis, tananaman C-4 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi daripada tanaman C-3 dan CAM. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan jalur fiksasi karbon yang dilakukan oleh

spesies tanaman C-3, tanaman C-4 dan tanaman CAM. Tanaman C-4 umumnya memiliki laju pertukaran CO2 yang tinggi sehingga laju fotosintesisnya akan berlangsung lebih cepat. 2. Umur daun dan kandungan klorofil Fotosinteis pada tanaman cenderung meningkat selama masa pembentuka daun tanaman. Pada saat tanaman mengalami pertumbuhan daun, maka klorofil pada daun juga berangsur-angsur meningkat. Peningkatan jumlah klorofil akan meningkatkan kemampuan tanaman dalam menangkap cahaya matahari dan ini akan semakin mempercepat laju fotosintesis. Daun yang sudah tua pada umumnya memiliki klorofil yang jauh lebih sedikit sehingga kemampuan dalam menagkap cahaya dan melakukan fotosintesis juga berkurang. 3. Tahanan stomata Tahanan stomata merupakan hambatan yang menyebabkan stomata tidak bisa menyerap karbondioksida dari udara secara maksimal. Tidak terserapnya karbondioksida mengurangi kemampuan tanaman dalam melakukan fotosintesis. 4. Cahaya matahari Pengaruh cahaya matahari dapat dikelompokkan menjadi tiga, intensitas cahaya, kualtas cahaya, dan panjang penyinaran cahaya. Untuk tanaman C-4, semakin tinggi intensitas cahaya, maka fotosintesis akan semakin tinggi. Hal ini karena tanaman C-4 jenuh pada cahaya yang lebih tingi (hampir mencapai 100%). Kualitas cahaya adalah panjang gelombang / warna cahaya yang diterima oleh klorofil daun. Pada dasarnya klorofil menyerap cahaya optimal pada cahaya dengan warna merah dan biru. Ketika cahaya yang diterima klorofil berwarna merah atau biru, maka ftosintesis akan semakin cepat. Panajng penyiaran tidak berpengaruh terhadap laju fotosintesis untuk setiap menit atau jam. Akan tetapi panjang penyinaran berpengaruh terhadap jumlah fotosintat yang dihasilkan dalam satu hari. 5. Karbondioksida (CO2) Pada saat cahaya terik di mana tanaman menerima cahaya sebanyak yang dibutuhkan, peningakatan karbondioksida hingga 1500 ppm akan meningkatkan laju fotosintesis. Hal ini karena karbondioksida merupakan salah satu unsur utama yang digunakan sebagai bahan fotosintesis. 6. Air Air berpengaruh terhadap turgor tanaman. Semakin banyak kandungan air, turgor tanaman akan semakin baik yang juga diikuti oleh peningkatan pembukaan stomata. Pembukaan stomata meningkatkan difusi CO2 yang juga akan meningkatkan kecepatan fotosintesis. Air juga merupakan bahan fotosintesis yang utama, dengan keberadaan air, tentunya juga meningkatkan kecepatan fotosintesis. http://www.anakagronomy.com/2013/02/faktor-yang-mempengaruhi-laju.html 2.3. PAR (Photosynthetic Activ Radiation) The Photosynthetically Active Radiation (PAR ) ukuran daya radiasi adalah penting dalam mengevaluasi dampak dari cahaya pada pertumbuhan tanaman . Pada tahun 1972 itu ditunjukkan oleh K. McCree ( Agric. Meteorol . , 10:443 , 1972) bahwa fotosintesis yang respon berkorelasi baik dengan jumlah foton dibandingkan dengan energi. Hal ini diperkirakan karena fotosintesis konversi fotokimia dimana setiap molekul diaktifkan oleh penyerapan foton satu di primer proses fotokimia .

PAR didefinisikan dalam hal foton ( kuantum ) fluks , khususnya , jumlah mol foton dalam energi radiasi antara 400 nm dan 700 nm. Salah satu mol foton adalah 6.0222 x 1023 foton (6.0222 x 1023 adalah Nomor Avagadro itu ) . The fotosintesis Photon Flux Density ( PPFD ) , yaitu , radiasi foton , dinyatakan dalam mol per meter persegi dan per detik (sebelumnya , Einstein per meter persegi dan per detik ) . Tidak ada faktor konversi umum antara pengukuran foton dan energi atau pengukuran cahaya untuk luas radiasi Band . Namun, faktor konversi tertentu dapat ditentukan untuk distribusi spektral daya yang diberikan , misalnya , sumber cahaya tertentu . Ini adalah nilai praktis karena teknik perhitungan pencahayaan konvensional dapat digunakan untuk desain area pertumbuhan tanaman dan karena warna dikoreksi cahaya atau penerangan meter dapat digunakan untuk mengukur Nilai PAR . Beberapa ilmuwan tanaman ingin konversi untuk fluks foton dalam 400 nm sampai 800 nm pita meskipun bukan PAR standar metrik (lihat CIE Publication 106 , Pasal 8, 1993) ; konversi ini juga telah disertakan . lm/m2 Multiply ( lux ) dengan diberikan konstan untuk mendapatkan micromoles per detik dan per meter persegi ( umol s - 1 m - 2 ) SUMBER CAHAYA 400-700 400-800 NM NM Pijar ( 3000 K ) 0.019 0.036 High Pressure Sodium 0.012 0.013 http://openwetware.org/images/e/e8/Conversion_lux.pdf III. Bahan dan Metode 3.1. Waktu dan Tempat Praktikum Biologi Umum materi FOTOSINTESISdilaksanakan pada hari Sabtu 23 November 2013 Pukul 13.00-14.30 WIB. Bertempat Di Laboraturium Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Perrtanian Universitas Palangka Raya. 3.2. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan air ledeng,alcohol,larutan lugol, daun, kertas timah, ganggang hidrilla NaHCO3 (soda kue). Sedangkan alat yang digunakan adalah gelas kimia,cawan petri,kaca asbes,pinset,ember plastic,pipet,kantong plastic bening,hot plate,karet gelang,dan penjepit kertas atau piper klip. 3.3. Cara Kerja

3.3.1. Percobaan A.Fotosintesis menghasilkan tepung a. Memilih tumbuhan di kebun yang daunnya baik untuk percobaan,pada sore hari tutuplah bagian tengah daun dengan kertas timah,dengan melipatkan kertas timah sebesar 1,2 mm. Agar tidak mudah lepas gunakan penjepit kertas. b. Pada keesokan harinya setelah daun terkena cahaya matahari beberapa lama petiklah,buku kertas timahnya,dan secepatnya masukan dalam air mendidih hingga agak melayu. c. Memasukan daun kedalam alcohol panas sampai warna daun agak putih. Dengan pinset pindahkan daun ke cawan petri, kemudian tetesi dengan larutan lugol hingga merata. d. Perhatikan warna yang terjadi. Kesimpulan apakah yang terdapat di percobaan tadi. 3.3.2. Percobaan B. Gas yang dihasilkan fotosintesis a. Dalam ember plastic isi air kran atau air sumur hingga -nya. Larutkan 5 gram NaHCO2 (soda kue) atau 4 sendok teh. b. Memberi tanda kantong plastic dengan spidol A Dan B. Isilah kantong dengan air dari ember tersebut. c. Mengikat 10 batang hydrilla (panjang 15 cm) dengan ikatan longgar pada pangkalnya,masukan ke dalam kantong yang berisi air. d. Memasukan kantong plastic ke dalam air diember. Ikatlah mulutnya dengan karet gelang hingga rapat, jaga jangan sampai ada gelembung udara didalamnya. Mengikatnya dilakukan dalam air. IV. V. Hasil Dan Pembahasan Kesimpulan

Daftar Fustaka